Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 443

Pesta Persatuan, PWI Kota Bogor Bareng Forkopimda Kompak Rayakan HUT RI Ke-80 dengan Lomba Meriah

0

Bogordaily.net – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor menggelar perayaan HUT ke 80 Republik Indonesia dengan penuh kemeriahan.

Bertajuk Pesta Persatuan, kegiatan berlangsung di kantor PWI Kota Bogor, Sabtu (16/8/2025), diikuti keluarga besar wartawan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota.

Berbagai perlombaan khas 17 Agustusan digelar, mulai dari memasukkan paku ke botol, memindahkan botol dengan balon, joget balon, makan kerupuk, hingga memindahkan kardus tanpa menyentuh tanah.

Tidak hanya anak-anak, perlombaan juga diikuti orang dewasa, termasuk perwakilan dari instansi pemerintahan. Suasana berlangsung penuh tawa dan kebersamaan.

Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, menuturkan peserta lomba berasal dari keluarga wartawan, anak-anak, dan juga perwakilan Forkopimda. Harapannya kegiatan ini mampu meningkatkan semangat keluarga besar PWI dalam merayakan kemerdekaan.

“Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat kebersamaan,” jelas Herman.

Ia menegaskan, ke depan PWI Kota Bogor berkomitmen menjadikan perayaan HUT RI sebagai agenda rutin. Di luar dari itu, mereka akan terus konsisten menjadi mitra strategis pemerintah daerah.

“Semoga PWI selalu kompak, solid, dan memberi warna positif bagi masyarakat,” tandasnya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, turut serta dalam kegiatan. Dia pun mengapresiasi semangat kebersamaan yang ditunjukkan PWI Kota Bogor. Ia berpesan agar insan pers terus menjaga kondusivitas dalam pemberitaan.

“Tema HUT RI ke-80 adalah Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju. Karena itu, paling tidak kita semua harus mendukung langkah-langkah Presiden Republik Indonesia. Khususnya teman-teman wartawan, mari menjaga semangat dan spirit pembangunan,” ujar Dedie.

Menurutnya, pembangunan membutuhkan usaha luar biasa dan ujungnya harus berkeadilan. Ia berharap PWI Kota Bogor dapat lebih banyak mewartakan kebaikan untuk menginspirasi masyarakat.

“Tujuannya jelas, membangun semangat melanjutkan cita-cita para pahlawan bangsa agar Indonesia maju dan sejahtera,” tambahnya.

Selain Wali Kota Bogor Dedie Rachim, kegiatan perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, Wakil Ketua 1 DPRD Kota Bogor Rusli Prihatevy, Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor H. Zenal Abidin, Sekretaris Daerah Denny Mulyadi, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo, Anggota DPRD Kota Bogor Safrudin Bima, Anggota DPRD Kota Bogor Subhan, Ketua PHRI Kota Bogor Yuno Abeta Lahay, dan Kadin Kota Bogor.

Acara semakin meriah dan semarak ketika Walikota Bogor Dedie Rachim, Wakil Walikota Jenal Mutaqin, Kapolresta Kombespol Eko Prasetyo, Anggota DPRD Kota Bogor Safrudin Bima dan Subhan serta undangan lainnya mengikuti berbagai perlombaan yang digelar.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Rusli Prihatevy didampingi H. Zenal Abidin, mengaku bangga dan mengapresiasi kekompakan dan kesolidan yang dilakukan PWI Kota Bogor. Sebuah organisasi profesi wartawan yang selalu melakukan berbagai kegiatan program dan menjalin sinergi serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan DPRD Kota Bogor.

“Ini keren, hebat dan PWI Kota Bogor mampu mempersatukan semua pihak dalam acara hari ini di HUT ke 80 Republik Indonesia. Banyak lomba yang digelar, tentunya terlihat keguyuban dan kekompakan, karena lomba di ikuti oleh para istri dan anak-anak wartawan. Serta seluruh yang hadir juga ikut lomba. Sukses selalu PWI Kota Bogor,” ucapnya. (*)

Tirta Kahuripan Bogor: Kelder Air Mancur, Jejak Sejarah Distribusi Air Bersih

Bogordaily.net – Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Tedi Kurniawan, menegaskan bahwa Kelder Air Mancur adalah salah satu penanda penting dalam sejarah distribusi air bersih di Bogor.

Dibangun sejak tahun 1922, bangunan ini kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor.

Menurut Tedi, dahulu mata air Ciburial yang mengalir melalui Kelder Air Mancur mampu melayani wilayah yang cukup luas, mulai dari Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor hingga Jakarta. Saat ini, alirannya difokuskan untuk masyarakat Kabupaten Bogor dan sebagian Kota Bogor melalui jaringan Tirta Kahuripan.

“Sejak awal, fungsi kelder adalah sebagai indikator ketinggian air sekaligus pengendali debit. Dari titik ini pula air dialirkan menuju Istana Bogor hingga Istana Jakarta, yang kemudian dikenal sebagai Overloop Kelder Obelisk,” ungkap Tedi di Bogor, Minggu.

Ia menambahkan, penetapan sebagai cagar budaya adalah cara untuk memastikan bangunan ini tetap terjaga, sekaligus menjadi bukti bahwa tata kelola air sudah diperhatikan sejak masa kolonial dan tetap relevan hingga sekarang.

Peresmian Kelder Air Mancur

Peresmian Kelder Air Mancur sebagai cagar budaya dilakukan bersama oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, ditandai dengan penandatanganan prasasti. Acara tersebut juga dihadiri jajaran Forkopimda Kota dan Kabupaten Bogor, DPRD Kabupaten Bogor, TNI-Polri, Perumda Tirta Kahuripan, serta masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menekankan bahwa Kelder Air Mancur bukan hanya bernilai sejarah, tetapi juga melambangkan sinergi antardaerah dalam menjaga warisan sekaligus sumber kehidupan.

“Dengan status cagar budaya, manfaatnya bisa terus dirasakan hingga anak cucu kita. Bangunan ini punya nilai sejarah, budaya, sekaligus peran besar dalam mendukung kehidupan masyarakat dan perekonomian,” ujar Rudy.

Senada, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata keterikatan sejarah antara Kota dan Kabupaten Bogor.

“Kelder Air Mancur adalah saksi perjalanan penyediaan air bersih untuk masyarakat. Alhamdulillah, hingga hari ini bangunan ini masih berfungsi, dan kini resmi menyandang status sebagai cagar budaya,” kata Dedie.

Remaja 13 Tahun Atasi Minus Tinggi dengan Terapi Ortho-K di VIO Optical Clinic

0

Bogordaily.net – Masalah penglihatan masih menjadi tantangan besar bagi anak-anak Indonesia. Hal ini dialami Aira, remaja berusia 13 tahun, yang sejak duduk di bangku sekolah dasar harus bergantung pada kacamata.

Minus matanya terus meningkat hingga mencapai -4.75 dengan silinder 3.75 di kedua mata.

Kebiasaan screen time tinggi selama pandemi COVID-19 serta hobi membaca dalam waktu lama memperparah kondisinya.

Akibatnya, Aira mulai kesulitan membaca papan tulis di kelas, sering memicingkan mata, hingga merasa tidak nyaman saat berpindah fokus.

“Kalau di kelas, kadang buram kalau lihat papan tulis. Harus agak maju atau memicingkan mata supaya bisa jelas,” ungkap Aira, Sabtu 16 Agustus 2025.

Perubahan terjadi setelah ia menjalani terapi Ortho-K di VIO Optical Clinic. Ortho-K adalah lensa kontak khusus yang dipakai saat tidur untuk membentuk kornea sehingga penglihatan menjadi jernih di siang hari tanpa kacamata.

Dalam waktu satu minggu, minus Aira turun menjadi -2.00 dan silindernya berkurang menjadi -1.50.

“Sekarang kalau belajar di kelas penglihatannya jauh lebih jelas. Aktivitas sehari-hari juga terasa lebih bebas karena nggak harus bergantung penuh sama kacamata,” katanya.

Kasus seperti Aira bukanlah hal yang jarang. Data pemeriksaan di VIO Optical Clinic Bogor menunjukkan, hanya 37 persen anak usia sekolah yang sudah pernah memeriksakan mata.

Dari angka tersebut, 58 persen terdeteksi memiliki minus tinggi pada pemeriksaan pertama. Kondisi ini berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti retina robek dan glaukoma di kemudian hari.

Menanggapi fenomena tersebut, VIO Optical Clinic menggagas kampanye PERMADANI (Periksa Mata dari Dini). Program ini mendorong orang tua untuk rutin memeriksakan mata anak, bahkan sebelum muncul keluhan.

“Pemeriksaan mata rutin membantu mendeteksi gangguan sejak dini, sehingga penanganannya lebih efektif dan risiko jangka panjang bisa diminimalkan,” jelas Dr. Drasthya Zarisha, Sp.M, spesialis mata di VIO Optical Clinic Bogor.

Di klinik ini, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh melalui Vision Check Up Lengkap, yang tidak hanya mengukur minus, tetapi juga menilai kesehatan mata secara keseluruhan.

Salah satu teknologi unggulannya adalah MyoCheck Prediction, yang dapat memprediksi perkembangan minus di masa depan dengan mengukur panjang bola mata.

Dengan teknologi ini, orang tua bisa mengetahui potensi kenaikan minus anak dan menyusun langkah pencegahan lebih terarah, khususnya bagi anak dengan risiko tinggi seperti screen time berlebih, riwayat keluarga, atau kebiasaan membaca jarak dekat.

Kehadiran VIO Optical Clinic di Bogor menjadi upaya nyata mendekatkan layanan pemeriksaan mata berkualitas kepada masyarakat.

Remaja 13 Tahun Atasi Minus Tinggi dengan Terapi Ortho-K di VIO Optical Clinic

Klinik ini juga menghadirkan beragam solusi, mulai dari terapi kontrol myopia, terapi mata malas, hingga rehabilitasi penglihatan bagi penderita low vision.

“Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa periksa mata itu bukan hanya saat sudah kabur, tapi sejak dini untuk mencegah masalah yang lebih besar,” tegas dr. Drasthya.***

Ibnu Galansa

7+ Tempat Bersejarah di Bogor yang Wajib Dikunjungi Saat Libur HUT RI

0

Bogordaily.net – Selain dingin udaranya, Bogor juga dingin ceritanya. Kota hujan ini bukan hanya terkenal dengan wisata alam.

Bukan sekadar soal gunung, kebun teh, dan hujan sore. Tapi juga tentang sejarah. Banyak sekali tempat bersejarah di Bogor yang masih berdiri tegak, seakan menolak dilupakan.

Momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia bisa jadi waktu terbaik untuk menengok kembali sejarah itu. Untuk melihat bangunan tua yang tidak hanya menjadi saksi, tapi juga bagian dari perjalanan bangsa.

Berikut delapan tempat bersejarah di Bogor yang bisa jadi tujuan saat 17 Agustus nanti:

1. Istana Bogor

Istana ini bukan sekadar rumah presiden. Ia adalah rumah cerita panjang, sejak dibangun pada 1745 oleh Baron Gustaf Willem Van Imhof.

Awalnya, tempat peristirahatan pejabat Belanda. Setelah Indonesia merdeka, fungsinya berubah menjadi kediaman resmi Presiden. Dari Kebun Raya Bogor, masyarakat bisa mengintip megahnya istana ini—meski hanya dari luar pagar.

2. Kebun Raya Bogor

Siapa yang tak kenal? Inilah kebun botani terbesar di Asia Tenggara. Usianya sudah ratusan tahun.

Ada 15.000 jenis tanaman di sini. Dahulu, kebun ini dipakai Belanda untuk percobaan tanaman baru. Sekarang, tempat ini jadi lokasi piknik keluarga, sekaligus ruang belajar sejarah dan ilmu pengetahuan.

3. Museum PETA

Bangunan tua di Jalan Sudirman ini dulu markas tentara Hindia Belanda. Kini berubah fungsi: menjadi Museum Pembela Tanah Air.

Koleksinya banyak diorama perjuangan kemerdekaan. Dari sini kita bisa merasakan bagaimana dulu tentara rakyat ditempa.

4. Museum Perjuangan Bogor

Awalnya gudang komoditas ekspor milik pengusaha Belanda, Wilhelm Gustaf Wissner.

Berdiri tahun 1879. Setelah beralih-alih fungsi, akhirnya diserahkan menjadi Museum Perjuangan pada 1958. Koleksinya: senjata, diorama, dan peninggalan pejuang kemerdekaan.

5. Gereja Zebaoth

Dibangun pada 1896. Bergaya neo-gothic. Arsitekturnya masih terawat rapi hingga sekarang. Gereja ini bukan hanya tempat ibadah, tapi juga bukti toleransi yang sudah hidup sejak lama di Kota Bogor.

6. Stasiun Bogor

Siapa sangka stasiun yang sibuk ini sudah ada sejak 1881. Belanda yang membangunnya. Dahulu, jalur kereta hanya sampai Buitenzorg—nama lama Bogor.

Kini, tiap hari ribuan orang keluar-masuk stasiun ini. Bangunan kolonialnya masih gagah, meski sudah berusia lebih dari satu abad.

7. Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia

Dulu bernama Museum Etnobotani. Kini lebih luas maknanya: menjadi pusat pengetahuan tentang etnografi dan tumbuhan Indonesia.

Gagasannya dari Sarwono Prawiroatmodjo. Peresmiannya dilakukan BJ Habibie pada 1982. Koleksinya beragam: dari tanaman, obat tradisional, hingga artefak budaya.

Bogor: Kota Hujan, Kota Sejarah

Itulah beberapa tempat bersejarah di Bogor. Dari istana, museum, hingga stasiun tua. Semua masih berdiri, masih bercerita. Cocok dikunjungi saat libur HUT RI, atau kapan pun ketika kita ingin menyusuri jejak masa lalu.

Bogor bukan hanya kota wisata alam. Bogor juga kota sejarah.***

Pemkot dan Pemkab Bogor Resmikan Cagar Budaya Overloop Kelder Obelisk Jelang HUT ke-80 RI

0

Bogordaily.net – Jelang HUT ke-80 Republik Indonesia, ada pemandangan berbeda di Taman Air Mancur, Kota Bogor. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Bupati Bogor Rudy Susmanto berdiri berdampingan.

Keduanya menandatangani prasasti bangunan bersejarah bernama Overloop Kelder Obelisk.

Bangunan ini bukan sembarang tugu tua. Ia sudah berdiri sejak 1922. Lebih dikenal warga sebagai Pos Air Mancur, peninggalan kolonial Belanda ini pernah jadi pusat distribusi air bersih di Bogor. Dari sinilah aliran air mengalir ke Jakarta, bahkan hingga Istana Presiden.

Satu Kesatuan: Kota dan Kabupaten Bogor

“Alhamdulillah, hari ini kita menandatangani sebuah prasasti penting yang membuktikan Kota Bogor dan Kabupaten Bogor adalah satu kesatuan,” kata Dedie Rachim, Sabtu (16/8/2025).

Dedie menyebut, cagar budaya ini bukan hanya sekadar bangunan tua. Ia adalah simbol bagaimana Kota dan Kabupaten Bogor sejak dulu memiliki tujuan sama: memberi pelayanan terbaik, terutama dalam urusan air bersih.

Harapannya, momentum ini memperkuat hubungan Pemkot dan Pemkab Bogor agar makin kompak, makin guyub, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Rudy Susmanto: Sejarah Indonesia Pun Dimulai dari Sini

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut penandatanganan prasasti ini sebagai momentum luar biasa. Apalagi dilakukan sehari jelang HUT ke-80 RI.

“Di titik kita berdiri ini, dulunya adalah penghubung antara Istana Bogor dan Istana Jakarta. Bahkan sejarah bangsa Indonesia, walau hanya setitik air, juga berangkat dari kelder ini,” tegas Rudy.

Menurut Rudy, menjadikan Overloop Kelder Obelisk sebagai cagar budaya bukan hanya tentang melestarikan bangunan tua. Lebih dari itu: menjaga warisan agar bisa dinikmati anak cucu di masa depan.

Peninggalan Kolonial yang Jadi Simbol Kehidupan

Overloop Kelder Obelisk dibangun oleh Waterleiding Bedrijf Buitenzorg pada tahun 1922. Ia adalah gardu pembagi air dari mata air Ciburial di kaki Gunung Salak.

Dari sinilah pipa besi berdiameter besar mengalirkan air bersih ke Batavia (Jakarta) — kota pusat pemerintahan Hindia Belanda kala itu.

Kini, lebih dari seabad kemudian, bangunan kecil yang kokoh itu tetap berdiri. Tidak hanya sebagai saksi sejarah kolonial, tapi juga simbol kesatuan Kota dan Kabupaten Bogor.

Dan jelang perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia, ia kembali hidup. Bukan lagi sekadar pos air mancur, melainkan sebuah prasasti sejarah.***

Dapat Sentuhan Pemberdayaan BRI, Pengusaha Muda Ini Sukses Bawa “Gulalibooks” Jangkau Pasar Literasi Anak di Malaysia dan Singapura

0

Bogordaily.net – Di tengah melimpahnya pilihan soundbook di luar negeri guna mendukung proses belajar si kecil, pasar buku anak di Indonesia justru nyaris belum mengenal sebuah format bacaan interaktif yang dapat mengeluarkan suara atau musik ketika salah satu bagian buku ditekan.

Kekosongan inilah yang memantik ide Fauzia P. Lestari untuk menghadirkan sound book berbahasa Indonesia. Gagasannya muncul pada 2017, ketika ia tengah hamil anak pertama dan menghadiri pameran buku internasional. Terpukau oleh ragam buku anak yang ditemuinya, ia merasa anak-anak Indonesia juga berhak merasakan pengalaman membaca yang sama menariknya.

Tak ingin mimpinya berhenti di angan, Fauzia memutuskan membuat buku anak versinya sendiri. Ia bercerita, karena tidak mungkin memproduksi hanya satu eksemplar, akhirnya bersama sang suami, keduanya nekat mencetak 1.000 buku dengan modal yang seharusnya digunakan untuk biaya persalinan.

“Saya menulis naskah dan mengisi suara sendiri, sementara illustrator, yang awalnya dibayar dengan skema profit sharing, kemudian menjadi co-founder Gulalibooks,” ungkap Fauzia.

Kala itu, dengan tim produksi yang sangat minim dan usaha yang berbasis di Bandung, Fauzia coba memperkenalkan buku pertamanya kepada keluarga dan teman terdekat. Tak disangka, banyak yang antusias membeli dan merekomendasikan. Dari sinilah kepercayaan diri Fauzia tumbuh bahwa Gulalibooks memiliki potensi besar untuk berkembang.

Perlahan, tim yang awalnya hanya terdiri dari 2 orang telah berkembang menjadi 12 karyawan. Bahkan, memasuki tahun kedelapan, Gulalibooks makin gencar berinovasi dengan memperluas koleksi, mulai dari soundbook, augmented reality book, buku dengan fitur perubahan warna, hingga sensory book. Seluruh konten dirancang sesuai tahap perkembangan anak melalui konsultasi dengan psikolog anak dan mengangkat kearifan lokal.

“Konsep usaha kami adalah menghadirkan buku anak yang edukatif, inovatif, dan menyenangkan, sekaligus menjadi solusi bagi orang tua yang ingin memberikan literasi terbaik sejak dini,” tutur Fauzia.

Perjalanan Gulalibooks makin berkembang ketika Fauzia bergabung dengan program Pengusaha Muda Brilian BRI pada 2024. “Dorongan utamanya dari internal, karena saat itu rasanya Gulalibooks stuck secara perkembangan bisnis. Kami merasa perlu insight dan mentor untuk membantu kami keluar dari kondisi stuck itu. Kebetulan sekali PMB sedang buka pendaftaran,” papar Fauzia.

Selama kurang lebih 4 bulan, ia mengikuti rangkaian pelatihan intensif yang mencakup strategi bisnis aplikatif, pertemuan dengan investor, dukungan pembiayaan, hingga membangun jejaring dengan pelaku UMKM dari berbagai daerah dan sektor. Upayanya membuahkan hasil, di mana Fauzia berhasil menyabet juara kategori Home Décor and Craft.

Sebagai pemenang, Fauzia mengungkapkan Gulalibooks pun memperoleh fasilitas pinjaman dari BRI dengan subsidi bunga 0%. “Manfaatnya sangat besar, mulai dari peningkatan kapasitas bisnis, perluasan jejaring, hingga akses pembiayaan yang membantu kami mengembangkan usaha,” jelas Fauzia.

Hingga kini, produk buku edukasi anak karya Gulalibooks telah dipasarkan luas di dalam negeri melalui jaringan reseller, distributor, toko buku, toko perlengkapan bayi, dan berbagai pameran. Di pasar internasional, Gulalibooks telah menggandeng distributor di Malaysia dan Singapura untuk memperkenalkan buku anak interaktif Indonesia ke kancah global.

Bersamaan dengan meluasnya jangkauan pasar, Gulalibooks juga turut memberdayakan masyarakat. Lebih dari 1.000 reseller, mayoritas ibu rumah tanga telah menjadi mitra bisnis yang mendapatkan pelatihan digital marketing, pengelolaan usaha, hingga parenting. Selain itu, Gulalibooks pun menjalin kerja sama dengan puluhan rumah baca di 16 provinsi untuk memperluas akses literasi anak-anak di berbagai daerah.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan bahwa BRI sebagai agent of development terus konsisten mendukung UMKM, dalam berbagai pendampingan, agar semakin banyak pelaku usaha yang berdaya saing dan naik kelas. “Kami percaya, UMKM Indonesia punya potensi besar untuk bersaing di kancah global, dan kami siap menjadi mitra pertumbuhan mereka,” ucap Hendy.***

Rangkaian Acara HUT ke-80 RI di Kota Bogor, Mulai Paskibraka hingga Pesta Rakyat

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan serangkaian acara untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025.

Rangkaian kegiatan akan berlangsung mulai Jumat (15/8/2025) hingga Senin (18/8/2025) dengan melibatkan berbagai instansi, komunitas, dan masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, mengatakan bahwa peringatan HUT RI menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan menumbuhkan semangat kebangsaan.

Mengusung tema Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju, Denny Mulyadi menilai bahwa tema ini mengingatkan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui persatuan yang kuat.

Denny Mulyadi memaknai tema tersebut sebagai ajakan untuk saling mendukung dan mengutamakan kepentingan bersama. Dengan kebersamaan, ia berharap setiap warga merasakan manfaat kemerdekaan, sehingga terwujud kota yang sejahtera dan maju bagi seluruh masyarakat

“Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI bukan hanya untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen membangun Kota Bogor yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing. Bagi Kota Bogor, peringatan ini menjadi pengingat agar kita terus melangkah maju bersama, memperkuat pelayanan publik yang berkualitas, dan memastikan seluruh warga merasakan manfaat kemerdekaan melalui program-program yang berdampak pada kesejahteraan mereka,” tutur Denny Mulyadi ditemui di ruang kerjanya, Balai Kota Bogor, Jumat (15/8/2025).

Di Kota Bogor, agenda akan diawali pada Jumat (15/8/2025), pukul 09.00 WIB dengan Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor di Gedung DPRD Kota Bogor, untuk mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI.

Keesokan harinya, Sabtu (16/8/2025), pukul 16.00 WIB, akan digelar Pengukuhan Paskibraka Kota Bogor Tahun 2025 di Ruang Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor.

“Pengukuhan Paskibraka adalah agenda penting karena mereka menjadi simbol disiplin, persatuan, dan semangat juang generasi muda. Paskibraka juga mencerminkan semangat bersatu dalam perayaan kemerdekaan, sekaligus menjadi teladan bagi pelajar lainnya dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air,” ujar Denny Mulyadi.

Malam harinya, tepat pukul 24.00 WIB di Taman Makam Pahlawan Dreded, dilaksanakan Upacara Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS).

“Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan adalah bentuk penghormatan mendalam kepada para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa. Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa kedaulatan yang kita nikmati saat ini adalah hasil perjuangan dan pengorbanan besar. Oleh karena itu, kita memiliki kewajiban menjaga dan merawat kemerdekaan ini dengan sepenuh hati,” tuturnya.

Puncak peringatan akan berlangsung Minggu, (17/8/2025) diawali pukul 07.00 WIB di Lapangan Sempur Kota Bogor, yakni Upacara Puncak HUT Ke-80 Kemerdekaan RI Tingkat Kota Bogor.

Selanjutnya, pukul 09.30 WIB, di Ruang Paseban Sri Bima Balai Kota Bogor, akan diadakan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Tingkat Nasional yang disiarkan langsung dari Istana Merdeka Jakarta secara daring.

Masih di hari yang sama, pukul 11.00 WIB di Lapas Paledang Kota Bogor, digelar Upacara Penyerahan Remisi bagi Narapidana Tahun 2025. Sore harinya, pukul 16.45 WIB, masyarakat dapat menyaksikan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih (Gelar Senja) di Lapangan Sempur.

Kemudian, pada pukul 17.00 WIB (jadwal menyesuaikan), Pemkot Bogor juga akan mengikuti secara daring Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka.

Sebagai penutup, Senin (18/8/2025), pukul 08.00 WIB, akan digelar Pesta Rakyat Kota Bogor di Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal.

Denny Mulyadi mengajak seluruh masyarakat Kota Bogor untuk ikut berpartisipasi.

“Mari kita rayakan kemerdekaan ini dengan penuh suka cita, sekaligus menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi penerus. Momentum ini adalah milik kita semua,” katanya.

Denny Mulyadi berharap, di usia kemerdekaan ke-80, Kota Bogor terus berkembang menjadi kota yang maju, namun tetap mempertahankan jati dirinya sebagai kota yang ramah, berbudaya, dan hijau.

Sejalan dengan visi pembangunan Kota Bogor dalam Rancangan Akhir RPJMD 2025-2029, yaitu Bogor Beres Bogor Maju, yang didukung oleh empat misi utama, Bogor Cerdas, Bogor Sehat, Bogor Sejahtera, dan Bogor Lancar.

“Semoga setiap langkah pembangunan membawa manfaat nyata bagi masyarakat serta menciptakan kemajuan berkelanjutan demi kesejahteraan bersama di kota tercinta ini,” ungkapnya.***

Apa Arti Tantiem, Bonus Komisaris BUMN yang Resmi Dihapus Prabowo

0

Bogordaily.net – Apa Arti Tantiem? Pertanyaan itu kembali muncul usai Presiden Prabowo Subianto berdiri di mimbar Rapat Paripurna DPR RI, Jumat 15 Agustus 2025.

Dengan suara lantang, ia mengumumkan penghapusan tantiem untuk para komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Publik pun mendadak penasaran. Apa arti tantiem sebenarnya? Dari bahasa mana istilah itu berasal, dan mengapa sampai membuat seorang presiden marah?

Dari Belanda ke Indonesia

Tantiem, ternyata, bukan bahasa asli kita. Kata ini pinjaman dari bahasa Belanda: tantieme.

Artinya bagian dari keuntungan. Diadopsi ke Indonesia, lalu dipakai di ruang-ruang korporasi untuk menyebut bonus tahunan—khususnya bagi direksi dan komisaris.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tantiem adalah bagian keuntungan perusahaan yang dihadiahkan kepada karyawan, direksi, atau komisaris.

Biasanya besarannya ditentukan pemegang saham. Di BUMN, aturan ini sempat dilegalkan lewat Peraturan Menteri BUMN 2009.

Masalahnya, bagi publik, kata “tantiem” itu asing. Terlalu teknokratis. Membingungkan. Justru di situlah kritik Prabowo: kenapa memakai istilah yang rakyat sendiri tidak paham?

Rp40 Miliar untuk Rapat Sebulan Sekali

Prabowo menilai pemberian tantiem kepada komisaris BUMN tidak wajar. Bahkan disebut bisa mencapai Rp40 miliar per tahun hanya untuk hadir rapat sebulan sekali.

“Saya hilangkan tantiem. Saya pun tidak mengerti apa arti tantiem itu. Itu akal-akalan mereka saja,” kata Prabowo, blak-blakan.

Kebijakan ini ditegaskan lewat Surat Edaran Nomor S-063/DI-BP/VII/2025. Berlaku mulai tahun buku 2025. Komisaris dilarang menerima tantiem.

Direksi masih bisa dapat kompensasi, tetapi harus sesuai kinerja nyata. Kalau perusahaan rugi, jangan mimpi dapat bonus.

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, bahkan menyebut penghapusan tantiem bisa menghemat Rp8 triliun per tahun. Angka yang fantastis.

Antara Motivasi dan Ketidakadilan

Tentu saja, ada yang protes. Bagi sebagian, tantiem dianggap motivasi. Tapi bagi Prabowo, ini soal keadilan.

“Kalau keberatan, silakan mundur. Banyak anak-anak muda yang bisa menggantikan,” tegasnya.

Kebijakan ini sejalan dengan praktik internasional. OECD misalnya, menganjurkan agar komisaris hanya menerima gaji tetap, bukan insentif berbasis laba. Tujuannya menjaga independensi pengawasan.

Presiden Prabowo tampak hendak menegakkan prinsip itu. Bahwa komisaris BUMN bukan untuk mencari bonus, melainkan menjaga tata kelola perusahaan milik negara tetap sehat.

Akhirnya, Apa Arti Tantiem bukan lagi sekadar definisi dalam kamus. Tapi simbol benturan antara jargon korporasi dan kepentingan rakyat.

Prabowo memilih berpihak pada rakyat—dengan menghapus apa yang ia sebut sebagai “akal-akalan” itu.***

Long Weekend HUT RI, Ini Jadwal Buka Tutup Puncak Bogor 16-18 Agustus 2025

0

Bogordaily.net – Jadwal buka tutup Puncak Bogor pada akhir pekan panjang 16-18 Agustus 2025 kembali diberlakukan.

Satlantas Polres Bogor memastikan penerapan sistem one way (satu arah) dan ganjil genap untuk mengantisipasi kemacetan imbas lonjakan wisatawan saat libur HUT ke-80 RI.

Pengaturan lalu lintas di jalur wisata Puncak Bogor ini dimulai Sabtu, 16 Agustus 2025 pukul 06.00 WIB hingga Senin, 18 Agustus 2025 pukul 00.00 WIB.

Kebijakan ini berlaku penuh selama periode cuti bersama yang diperkirakan meningkatkan volume kendaraan secara signifikan.

Aturan Ganjil Genap Jalur Puncak Bogor

Penerapan ganjil genap di Puncak Bogor akan disesuaikan dengan tanggal kalender:

Sabtu, 16 Agustus 2025 (Genap): Hanya kendaraan berpelat nomor akhir genap (0,2,4,6,8) yang boleh melintas.

Minggu, 17 Agustus 2025 (Ganjil): Hanya kendaraan berpelat nomor akhir ganjil (1,3,5,7,9) yang diperbolehkan masuk.

Senin, 18 Agustus 2025 (Genap): Berlaku khusus untuk kendaraan dengan pelat nomor akhir genap.

Sistem One Way di Jalur Puncak

Selain ganjil genap, Satlantas Polres Bogor juga menerapkan sistem satu arah (one way) secara situasional. Mekanisme ini akan dibuka dan ditutup menyesuaikan arus kendaraan yang menuju maupun meninggalkan kawasan Puncak.

Titik Pemeriksaan Ganjil Genap

Untuk memastikan aturan berjalan efektif, polisi akan menggelar pemeriksaan di sejumlah titik strategis, di antaranya:

  • Simpang Gadog (akses utama menuju Puncak)
  • Jalan Raya Ciawi
  • Pos Polisi Cisarua
  • Titik-titik rawan kepadatan lain di jalur utama Puncak.

Imbauan untuk Wisatawan

Satlantas Polres Bogor mengimbau masyarakat yang hendak berlibur ke kawasan Puncak agar memperhatikan jadwal buka tutup serta aturan ganjil genap. Wisatawan juga disarankan memanfaatkan jalur alternatif guna menghindari antrean panjang.

Dengan penerapan jadwal buka tutup Puncak Bogor 16-18 Agustus 2025 ini, pemerintah berharap arus lalu lintas lebih terkendali sehingga wisatawan tetap nyaman saat menikmati libur panjang Hari Kemerdekaan.***

Dimulai Hari Ini! EIGER Buka Kompetisi Panjat Tebing EISCC 2025, Ratusan Atlet Panjat dari Seluruh Indonesia Datang ke Bandung

0

Bogordaily.net – Tiap tahun, EIGER Adventure punya agenda yang terus terjaga tradisinya selama 16 kali berturut-turut. Keriuhan agenda ini selalu dibarengi dengan perayaan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus.

Sebuah kompetisi panjat tebing bergengsi digelar sejak tahun 2001 berturut-turut hingga tahun 2025. Kompetisi bergengsi yang telah menjadi tolak ukur bagi ribuan atlet panjat tebing asal seluruh Indonesia.

Tradisi ini bertajuk EIGER Independence Sport Climbing Competition (EISCC), diselenggarakan di Kota Bandung, Jawa Barat.

Tahun ini, penyelenggaraan EISCC kembali dipusatkan di Eiger Flagship Store Bandung, Jalan Sumatera No 23, Braga, Kota Bandung. Kemeriahan EISCC sekaligus menandai koleksi produk terbaru dari EIGER yaitu VERT, rangkaian peralatan performa tinggi juga perlengkapan lifestyle yang biasa digunakan dalam olahraga panjat.

Satria Nurzaman Brand Strategic EIGER menjelaskan, koleksi VERT dikembangkan dan diproduksi EIGER untuk menjawab kebutuhan para pemanjat.

“VERT diambil dari kata vertical, kampanye EIGER untuk mengomunikasikan climbing season EIGER. Sejak puluhan tahun lalu sampai hari ini ada komitmen EIGER untuk mengembangkan dan mempopulerkan olahraga panjat di Indonesia. Hingga di tahun ini kita kembali bisa mengeluarkan koleksi produk panjat tebing. Bukan hanya untuk produk teknis atau performance, tapi juga mempopulerkan budaya climbing lifestyle, juga climbing untuk perempuan dan anak-anak,” kata Satria

Kompetisi Panjat EISCC Siap Dimulai!

Ditandai dengan seremoni pembukaan, Kamis (14/8) total sebanyak 170 peserta asal seluruh Indonesia telah terdaftar resmi di empat kategori kompetisi EISCC, yakni lead women dan men, juga speed women dan men.

Mamay S Salim Senior Advisor EIGER sekaligus salah satu pendiri Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) juga inisiator lahirnya EISCC tahun 2001 silam bercerita, EISCC adalah komitmen EIGER untuk dunia panjat di Indonesia.

“Tahun 2001 kami membentuk sekolah atau klub panjat EIGER Climbing Center (ECC) sekaligus menginisiasi kompetisi tahunan EISCC tiap 17 Agustus. Sekolah panjat dan kompetisi panjat bergengsi ini menjadi ruang bertumbuh yang melahirkan atlet-atlet muda pemanjat Indonesia, seperti Yuyun Yuniar, Wilda Baco Ahmad, Ronald Mamarimbing juga atlet-atlet panjat FPTI yang kini mewakili Indonesia di ajang internasional,” cerita Mamay.

Bagi para atlet panjat dari berbagai klub maupun federasi panjat dari berbagai daerah EISCC adalah tolak ukur, ajang beradu performa dan prestasi generasi muda atlet panjat Indonesia. Mamay menambahkan, sejak awal EISCC bertujuan untuk mempopulerkan olahraga panjat tebing, juga sebagai pembinaan atlet muda.

“Kompetisi diadakan EIGER tiap tahunnya di Kota Bandung. Meski begitu para peserta dari Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Lombok juga daerah lain selalu datang dan mengadu performa mereka di kategori lead maupun speed. Tiap generasinya, EISCC punya andil melahirkan atlet-atlet panjat tebing nasional yang berprestasi sampai ke level internasional,” ungkap Mamay.

Kamis (14/8) EISCC ke-16 tahun 2025 dibuka langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Yenny Wahid Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) juga Rasip Isnin selaku Sekretaris Jenderal International Federation of Sport Climbing (IFSC) – Asia.

Yenny Wahid mengucapkan terima kasihnya untuk EIGER, atas konsistensinya telah menyelenggarakan EISCC hingga ke 16 kalinya. Menurutnya, kompetisi bikinan EIGER adalah wujud nyata kolaborasi antara industri dengan olahraga khususnya panjat tebing.

“Semoga dari EISCC tahun ini, FPTI bisa mengidentifikasi dan menemukan anak-anak muda Indonesia yang berprestasi, bibit baru yang bakal kami rekrut untuk masuk pelatnas panjat tebing, dengan pelatihan intensif bisa berlaga di kompetisi internasional mewakili Merah Putih,” ujar Yenny dalam momentum pembukaan EISCC.

Rasip Isnin juga terbang langsung dari Singapura ke Bandung, untuk menjadi saksi bagaimana prestasi dan pembinaan atlet-atlet muda panjat tebing asal berbagai daerah di Indonesia.

“Sejak puluhan tahun lalu saya kenal, EIGER selalu aktif untuk mempromosikan panjat tebing. Sudah banyak atlet Indonesia yang diberikan peluang dan ambil bagian bahkan memenangkan kompetisi EISCC. Saya berharap EIGER bisa meluaskan lagi kompetisinya hingga level di Asia Tenggara, mengadopsi salah satu kejuaraan bergengsi di Asia Tenggara agar memberikan dorongan lebih besar bagi pertumbuhan panjat tebing di Asia Tenggara,” ujar Rasip dalam Konferensi Pers EISCC, Kamis (14/8)

Selama empat hari berturut-turut sejak Kamis hingga Minggu di hari Kemerdekaan 17 Agustus 2025, total sebamyak 170 peserta atlet panjat asal berbagai daerah memperebutkan hadiah utama EISCC 2025. Hadiah berupa total uang senilai 110 juta rupiah dan voucher belanja produk EIGER senilai 24 juta rupiah.

Tahun ini, EISCC juga terbuka untuk siapapun masyarakat umum yang ingin merasakan adrenalin kompetisinya. Selain kategori professional, terbuka kategori Speed Rookie, EIGER Kids Fun Climb, Lead Panjat Pinang, juga kategori Rockmaster untuk para legenda panjat yang ingin bernostalgia.***