Home Blog Page 444

Tinjau Layanan, Fasilitas dan Inovasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Pantau Imigrasi Bogor Secara Langsung

0

Bogordaily.net – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, melakukan inspeksi langsung ke Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor dalam rangka memastikan kualitas layanan publik, penguatan reformasi birokrasi, serta konsolidasi program pembinaan di bawah kementeriannya.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Wali Kota Bogor, para Kepala UPT Keimigrasian se-Jawa Barat, serta jajaran pejabat tinggi imigrasi dan pemasyarakatan. Kehadiran pimpinan lintas sektor ini menegaskan komitmen memperkuat sinergi dalam peningkatan layanan keimigrasian di wilayah Jawa Barat.

Dalam agenda pemantauan itu, Menteri Agus didampingi Sesditjen Imigrasi Sandy Andaryadi mewakili Plt. Dirjen Imigrasi, serta Dirjen Pemasyarakatan dan para pimpinan kantor wilayah. Koordinasi tersebut menjadi momentum untuk memastikan layanan berjalan optimal dan sesuai standar nasional.

Menteri Agus meninjau alur layanan paspor, bertemu langsung dengan pemohon, dan mengevaluasi proses pelayanan di lapangan. Ia menekankan pentingnya kecepatan, kenyamanan, dan kepastian layanan bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat benar-benar mendapatkan pelayanan yang membantu dan memudahkan urusan mereka. Itu yang kami lihat langsung di lapangan hari ini,” ujar Agus Andrianto.

Rombongan juga mengunjungi Pendopo Shwarna Bhumi, situs bersejarah peninggalan Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang berada dalam kawasan Imigrasi Bogor. Lokasi ini menjadi pengingat eratnya hubungan sejarah keimigrasian dengan budaya bangsa.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi area program ketahanan pangan, mencakup kebun hidroponik dan peternakan yang hasil panennya secara rutin didistribusikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kontribusi sosial.

Kepala Kantor Imigrasi Bogor, Ritus Ramadhana, menyambut positif kehadiran rombongan menteri.
Ia menyebut kunjungan ini menjadi dorongan bagi jajarannya untuk terus memperkuat kinerja.

“Kunjungan Bapak Menteri memberikan motivasi bagi kami untuk menjaga kualitas layanan dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar. Ini kesempatan menampilkan kesiapan Imigrasi Bogor dalam memberikan pelayanan terbaik,” ujar Ritus.***

PLN Terus Kebut Siang Malam Perbaiki Jalur Listrik Langsa-Pangkalan Brandan, Penopang Pemulihan Kelistrikan Aceh

0

Bogordaily.net — PT PLN (Persero) terus mempercepat upaya pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan yang terdampak banjir di wilayah Aceh. Perbaikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan menjadi kunci untuk pemulihan sistem kelistrikan Aceh.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo turun langsung memimpin percepatan pemulihan sekaligus memastikan seluruh sumber daya PLN dimobilisasi dan bekerja secara maksimal. Ia menegaskan bahwa pemulihan hanya dapat dicapai dengan kolaborasi lintas sektor.

“Tim PLN bekerja tanpa henti meskipun di tengah cuaca tidak bersahabat. Mereka harus melewati jalur berlumpur, membawa material secara manual, dan memastikan setiap pekerjaan aman. Kami juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat yang memberikan dukungan penuh sehingga progres perbaikan bisa berjalan baik,” ujar Darmawan.

Sebelumnya, lima tower SUTT roboh dan tujuh lainnya mengalami kerusakan di jalur Langsa–Pangkalan Brandan akibat banjir serta pergeseran tanah yang terjadi beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut membuat sistem kelistrikan Aceh terputus dari sistem besar Sumatra.

Untuk _recovery_, PLN mengerahkan 1.476 personel yang di datangkan dari berbagai unit PLN se-Indonesia untuk membantu mempercepat pekerjaan, baik perbaikan tower di jalur transmisi, perbaikan jaringan distribusi ke pelanggan, hingga dukungan armada dan logistik.

General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS), Amiruddin menambahkan bahwa pekerjaan dilakukan _non stop_ dengan sistem _shift_ untuk memastikan perbaikan berjalan lebih cepat.

“Saat ini tim di lokasi secara terus menerus 24 jam bekerja membangun tower darurat dan melakukan modifikasi untuk perbaikan tower yang rusak,” Ujar Amirrudin.

Pihaknya juga menjalin kolaborasi strategis dengan TNI, khususnya Marinir Batalyon 8 Pangkalan Brandan yang memberikan dukungan pengamanan, mobilisasi personel, hingga akses logistik di area yang sulit dijangkau. Sinergi ini menjadi kekuatan penting dalam percepatan pemulihan infrastruktur transmisi yang terdampak.

“Prioritas utama kami adalah memastikan penormalan secepatnya. Tim gabungan terus bekerja, meski medan sulit dan cuaca tidak bersahabat, untuk mengembalikan keandalan sistem kelistrikan di Aceh,” tambah Amiruddin.

PLN mengajak seluruh pihak untuk mendukung upaya percepatan pemulihan ini. Seluruh langkah perbaikan ini dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan Aceh.***

Menkop Perkuat Kolaborasi Koperasi Baret Merah Dengan Kopdes untuk Efisiensi Rantai Pasok

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan bahwa pengembangan Koperasi Baret Merah yang sudah berjalan di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), menjadi peluang besar untuk diperkuat, terutama melalui kerja sama dengan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

Menkop berharap, sinergi ini mampu menghadirkan rantai pasok yang lebih efisien, memperluas layanan ekonomi bagi prajurit dan masyarakat, serta membuka peluang usaha yang lebih terstruktur antara koperasi di lingkungan Kopassus dan koperasi desa.

“Kolaborasi ini dapat menjadi model baru pemberdayaan ekonomi yang saling menguatkan, dari markas sampai ke desa,” ungkap Menkop didampingi SesKemenkop Ahmad Zabadi, usai melakukan pertemuan dengan Ustadz Adi Hidayat (Quantum Akhyar Institute) dan Komandan Jenderal Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi, membahas mengenai strategi pemberdayaan Kopdes Merah Putih, di Jakarta, Jum’at 12 Desember 2025.

Bagi Menkop, kolaborasi antara disiplin Kopassus, gotong royong masyarakat desa, dan pembinaan karakter dari Quantum Akhyar Institute, akan menjadi kekuatan penting dalam mempercepat kemajuan Kopdes Merah Putih.

Pasalnya, Kopdes Merah Putih merupakan amanat Presiden RI untuk menghidupkan kembali semangat Pasal 33 UUD 1945.

“Tujuannya, untuk memotong rantai pasok agar nilai tambah kembali ke masyarakat melalui layanan koperasi yang lebih dekat dan bermanfaat bagi desa dan koperasi selaras dengan nilai pesantren,” kata Menkop.

Ke depan, Menkop menekankan pentingnya Kopdes masuk ke sektor-sektor produksi dan industri, yang nanti hasilnya bisa dijual melalui gerai-gerai Kopdes di seluruh Indonesia. Dari mulai produksi sabun, shampoo, kecap, sambal, dan kebutuhan masyarakat lainnya.

“Terlebih lagi, gerai-gerai sembako Kopdes Merah Putih akan dikelola secara ritel moderen,” kata Menkop.

Bahkan, lanjut Menkop, Kopdes Merah Putih juga bakal mengelola SPBU Nelayan untuk memenuhi kebutuhan solar para nelayan di wilayah desa-desa pesisir.

Menkop melihat peluang kerja sama antara Kopdes Merah Putih dengan Koperasi Baret Merah, khususnya untuk bisa masuk ke produksi pasca panen.

“Selain itu, Kopdes Merah Putih juga bisa melakukan pembangunan perumahan bagi para prajurit, yang terkait pembiayaannya akan didukung pembiayaan dari LPDB Koperasi,” papar Menkop.

Sementara itu, Ustadz Adi Hidayat menyebutkan bahwa melalui keberadaan Kopdes Merah Putih akan terbangun ekonomi berbasis kerakyatan, dimana akan terbentuk satu ekosistem hingga masyarakat paling bawah di desa-desa.

“Maka, saya sangat mendukung rencana pembangunan koperasi di wilayah Batalyon-Batalyon baru dari Kopassus, karena memang ekosistemnya sudah ada,” ucap Ustadz Adi.

Dalam kesempatan yang sama, Panglima Kopassus Letnan Jenderal (Letjen) Djon Afriadi mengungkapkan bahwa Kopasus akan mendirikan di Batalyon-Batalyon baru di beberapa wilayah di Indonesia, yang bisa memiliki potensi ekonomi kerakyatan untuk dikembangkan melalui koperasi.

“Saya menyambut baik rencana kita mengembangkan koperasi, khususnya Kopdes Merah Putih, dengan membantu distribusi pasca panen, penyediaan alat cold storage, dan sebagainya,” ucap Letjen Djon.

Letjen Djon pun mengapresiasi atas inisiasi dan dukungan Ustadz Adi dan Menkop kepada Kopassus untuk membangun dan mengembangkan perkoperasian di wilayahnya.***

Ammar Zoni Resmi Dipindahkan ke Lapas Cipinang

0

Bogordaily.net – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) resmi mengizinkan pemindahan sementara Ammar Zoni serta sejumlah narapidana lain dari Lapas Nusakambangan ke Lapas Narkotika Cipinang.

Langkah ini diambil untuk memperlancar proses persidangan kasus dugaan peredaran narkoba di Lapas Salemba yang kini bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Permohonan pemindahan diajukan jaksa pada Jumat 5 Desember 2025 kepada Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Imigrasi, dan kemudian disetujui pada Rabu 10 Desember 2025 pukul 19.00 WIB. Persetujuan itu disampaikan secara resmi melalui surat dari Ditjen Pas.

“Untuk mempermudah proses persidangan, pada prinsipnya kami mengizinkan narapidana… termasuk Muhammad Ammar Akbar alias Ammar Zoni… untuk dipindahkan sementara ke Lapas Kelas II-A Narkotika Jakarta,” ujar jaksa saat membacakan isi surat balasan Ditjen Pas dalam sidang, Kamis 11 Desember 2025.

Jaksa meminta waktu kepada majelis hakim agar proses administrasi pemindahan dapat diselesaikan. Ia memastikan seluruh terdakwa, termasuk Ammar Zoni, dapat dihadirkan pada jadwal sidang berikutnya.

“Mohon izin sidang ditunda satu minggu ke Kamis, 18 Desember 2025, agar pemindahan para terdakwa dapat dilakukan,” ucapnya.

Status High Risk Ammar Zoni Tidak Berubah

Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pas, Rika Aprianti, menegaskan bahwa perpindahan ini tidak mengubah status Ammar Zoni sebagai narapidana high risk.

Seluruh protokol pengawasan tetap diterapkan secara ketat, baik soal pengamanan maupun akses komunikasi.

“Sistem perlakuannya tetap sebagai warga binaan high risk,” jelas Rika saat dijumpai di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

Konsekuensinya, Ammar Zoni dan rekan-rekannya tidak dapat menerima kunjungan tatap muka secara bebas. Seluruh komunikasi wajib dilakukan secara online, termasuk untuk keluarga.

Ditjen Pas menegaskan hanya keluarga inti yang berhak melakukan komunikasi online dengan para narapidana berisiko tinggi. Mereka adalah:

  • Anak kandung
  • Istri
  • Orang tua kandung
  • Saudara kandung

“Kalau kekasih bukan istri, jadi tidak masuk dalam aturan kami,” tegas Rika.

Kebijakan ini diambil untuk memastikan keamanan dan mencegah potensi penyalahgunaan akses komunikasi selama proses hukum berjalan.***

Menteri LH Soroti Kerentanan DAS Ciliwung, Ribuan Pohon Ditanam di Perkebunan Teh Puncak

0

Bogordaily.net – Menteri Lingkungan Hidup Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq kembali memberi perhatian khusus terhadap kelestarian alam di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, Puncak, Kabupaten Bogor, dengan aksi penanaman ribuan pohon.

Kali ini, area Perkebunan Teh PT Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP) Puncak menjadi target penghijauan.

Hanif mengatakan, DAS Ciliwung yang luasnya 47.000 hektare ini merupakan salah satu DAS yang sangat rentan, namun dihuni oleh 3,5 juta orang.

“Jadi ini serius, seandainya kemudian curah hujannya meningkat tajam seperti di Sumatera Utara, maka semua kita harus bersiap. Karena dengan hujan yang hanya 140 mm saja, DAS Ciliwung ini sudah menimbulkan banyak korban, baik jiwa maupun harta benda,” kata Hanif Faisol kepada wartawan, Jum’at (12/12/2025).

Menteri LH Soroti Kerentanan DAS Ciliwung, Ribuan Pohon Ditanam di Perkebunan Teh Puncak

Lanjut Hanif, di Sumatra bagian Utara kemarin, curah hujannya lebih dari 450 mm. Jadi hampir tiga kali kejadian di Ciliwung. Sehingga, diproyeksikan kondisi iklim di Indonesia tidak kurang daripada itu dan akan banyak terjadi di beberapa tempat.

“Untuk itu, Ciliwung harus terus berbenah dan saya terima kasih kepada jajaran SSBP yang telah mengikuti dokumen lingkungannya dengan melakukan penanaman pohon-pohon berkayu dan berakar tunjang minimal dengan jarak 20X20. Saya harapkan dalam waktu yang segera, pimpinan manajemen SSBP bisa segera memenuhi tuntutan dari dokumen lingkungan ini, sehingga akan mampu meningkatkan kapasitas DAS hulu dari Ciliwung,” jelasnya.

Dengan luas 550-an hektar, maka SSBP memiliki peran yang sangat vital untuk melindungi masyarakat yang di bawahnya berjumlah 3,5 juta jiwa.

Menurut Hanif, jumlah tersebut cukup sangat besar, Kalimantan Selatan yang luasnya 3,9 juta hektare, penduduknya tidak sampai 4 juta.

“Jadi ini dengan 46.000 saja penduduknya 3,5 juta,” ujar Hanif.

Jika dipertahankan perkebunan teh ini, kata Hanif, maka kaidah lingkungan harus dijaga dengan ketat. Karena dari teh ini dulu mungkin tidak di desain untuk melakukan konservasi terhadap 3,5 juta orang. Sekarang penduduk sudah berkembang pesat, perkebunan teh ini nilai cover-nya tidak setinggi hutan. Sehingga begitu hujan turun, maka hampir sebagian besar akan turun langsung ke sungai-sungai dan memperburuk terjadinya proses bencana hidrometeorologi, atau kita biasa sebut dengan banjir dan tanah longsor.

“Mudah-mudahan komitmen ini terus ditingkatkan oleh pimpinan dari SSBP. Kita tentu mendukung upaya sepenuhnya dalam membangun ekonomi, namun menjadikan lingkungan sebagai panglima itu sudah merupakan keniscayaan,” katanya.

“Jadi tidak boleh lagi dikesampingkan. Nah, kebetulan SSBB ini ada di Puncak Das Ciliwung, maka perannya sangat-sangat vital. Dan tentu harapan saya terus direnungi oleh manajemen SSBB untuk memberikan makna perlindungan yang lebih besar daripada nilai ekonomi itu sendiri. Apalah artinya nilai ekonomi yang kita dapat sementara kerusakannya yang diperburuk juga menimbulkan korban yang cukup besar,” tegasnya.

Sementara itu, Komisaris PT Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP), Bernardus Djonoputro menuturkan, perkebunan teh merupakan sebuah kebudayaan dan tradisi besar di Puncak. Jadi, kebun teh itu bagian yang penting dari ekosistem di sistem Gunung Pangrango Gede. Untuk itu memang perkebunan teh memegang peranan yang sangat penting di dalam mengkonservasi wilayah.

“Untuk itu, kita komit untuk selalu menjaga lingkungan, salah satunya dengan penanaman pohon secara reguler. Kita ada 30 ribu lebih tanaman keras yang ada di kebun kita. Kemudian, hari ini kebun teh kami juga ada 5 juta pohon,” katanya.

Perkebunan teh swasta berkomitmen untuk bisa menjadi mitra aktif agar lingkungan tetap terjaga. Di lingkungan perkebunan teh ini juga masih ada elang jawa, macan tutul, surili, monyet dan sebagainya. Nah, fungsi konservasi ini, pemerintah perlu bekerja sama dengan swasta.

“Saya kira hari ini komitmen kami bersama dengan Pak Menteri sangat baik. Ini memperlihatkan bekerja bersama dengan pemerintah menjadi sebuah apa usaha yang saya kira sangat positif bagi kekuatan lingkungan kita,” pungkasnya.***

Jelang Nataru, BNNK Bogor Gencarkan Patroli di Sejumlah Tempat Hiburan Malam

0

Bogordaily.net – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor menggencarkan pelaksanaan patroli di beberapa Tempat Hiburan Malam (THM) jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala BNNK Bogor Kombes Pol Anggun Cahyono menjelaskan bahwa, pihaknya telah melaksanakan razia sejak seminggu lalu di beberapa THM maupun kosan di wilayah Kota maupun Kabupaten Bogor.

“Ya itulah tadi malem kita melaksanakan razia di beberapa tempat hiburan malam, kemudian di kos kosan juga ada beberapa yang masih di sini hasil razia kemarin,” kata Kombes Anggun, Jum’at 12 Desember 2025.

Menurutnya, dalam razia tersebut pihaknya turut menyita berbagai barang seperti ganja, dan juga pil ekstasi.

“Sebagian besar menggunakan petang vitamin ada juga yang menggunakan ekstasi ada juga yang menggunakan ganja dan terakhir ini,” jelasnya.

“Tadi malem ada di wilayah Barat ke wilayah Kota juga alhamdulillah berlangsung dengan aman dan tertib,” tambah Anggun.

Selain itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat Kota maupun Kabupaten Bogor untuk tidak menggunakan narkoba pada malam perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Kita berharap bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas, kita memiliki 6 juta penduduk angka perfarency kita 1,73 persen jadi diduga ada 100 ribu pengguna narkotika di wilayah Kota dan kabupaten Bogor ini mari kita sama sama saling menguatkan,” ungkapnya.(Albin)

 

Kronologi Anak Bunuh Ibu di Medan, Remaja 13 Tahun Diduga Tikam Ibunya hingga Tewas

0

Bogordaily.net – Anak bunuh ibu di Medan kembali menjadi cerita paling sunyi namun paling bising di Kota Medan. Tidak ada ledakan. Tidak ada keramaian. Yang ada hanya detik-detik yang tiba-tiba memutus satu keluarga.

Peristiwa anak bunuh ibu di Medan ini mengguncang satu lingkungan karena pelakunya masih sangat belia—baru 13 tahun, duduk di bangku SMP, dan diduga menusuk ibu kandungnya sendiri.

AI (13) disebut bertindak setelah kesal melihat kakaknya dimarahi sang ibu, F (42). Ketua Lingkungan setempat, Toni, mengungkap bahwa emosi sesaat itu berubah menjadi tragedi yang tak terbayangkan.

“Pelakunya anaknya yang paling kecil. Dari bapaknya, semalam kakaknya itu dimarahi sama korban. Entah kesindir atau apa,” ujarnya, dikutip dari detikSumut, Rabu (10/12/2025).

Di rumah itu hanya ada empat orang: ayah, ibu, dan dua anak. Sang ayah berada di lantai dua, sedangkan ibu dan dua anaknya berada di kamar lantai satu saat kejadian berlangsung.

“Ada empat orang. Yang tiga (ibu, pelaku, dan kakak) di satu kamar di bawah, ayahnya di lantai dua,” kata Toni.

Saat Toni memasuki rumah itu seusai kejadian, kondisi yang ia temukan membuatnya terdiam.

“Korban sudah bersimbah darah. Jadi saya nggak tahu berapa luka tikaman. Untuk si anaknya ini juga sudah dibawa ke kantor polisi,” ungkapnya.

Tim Inafis Polrestabes Medan juga bergerak cepat melakukan olah TKP. Jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan pada pukul 08.15 WIB untuk keperluan autopsi.

Semua prosedur dijalankan, meski jawaban yang dicari mungkin tidak akan pernah benar-benar mengobati duka keluarga.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menyampaikan bahwa polisi masih terus mendalami kasus ini.

“Masih dilakukan pemeriksaan. Untuk motifnya juga masih didalami,” ujarnya.

Tragedi anak bunuh ibu di Medan ini sekali lagi mengingatkan kita bahwa rumah tempat yang seharusnya paling aman bisa berubah menjadi ruang kehilangan paling dalam. Polisi bekerja. Fakta dicari. Namun luka sosial dan emosionalnya mungkin akan jauh lebih lama sembuhnya.***

Promo Akhir Tahun Plaza Toyota Citeureup, DP Mulai Rp 10 Juta

0

Bogordaily.net – Plaza Toyota Citeureup memberikan promo akhir tahun untuk pembelian unit mobil pada bulan Desember 2025.

Buat yang sudah punya rencana beli mobil Toyota terbaru, ada program spesial akhir tahun yang menarik dari Toyota, khusus buat pembeli New Calya, Rush, Avanza, Raize, Veloz dan Agya.

Toyota menawarkan beberapa keuntungan yang pastinya membuat kegiatan beli mobil jadi lebih efisien secara finansial.

Toyota Friends Akan mendapatkan gratis asuransi selama 2 tahun. TDP mulai 10 Juta dan cicilan hingga 10%.

Toyota friends juga berkesempatan membawa pulang mobil toyota terbaru dengan bunga special low rate 0℅ hingga 2 tahun.

Tersedia juga direct gift berupa E-money senilai 3 juta dan Etoll khusus pembelian Avanza, Veloz, Raize dan Rush.

Selain itu, Gratis asuransi hingga 2 tahun  free anti karet mesin, free kaca film, free jasa Service & Parts, Oli, dan masih banyak lagi yang lainya.

Jangan lewatkan promo menjelang akhir tahun dari Toyota ya friends. Yuk pesan segera dan hubungi 082113653658.

Ayo segera miliki mobil Toyota impian kalian sekarang juga, tentunya hanya di Plaza Toyota Citeureup, kunjungi langsung di Jalan Mayor Oking No 19, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Atau untuk info lebih lanjutnya kalian juga bisa cek instagramnya @toyota_citeureup.***

Albin

Klarifikasi Kayu Terdampar di Lampung, Kemenhut: Bukan Akibat Banjir, tetapi Kecelakaan Tugboat

0

Bogordaily.net – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait temuan gelondongan kayu yang terdampar di Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, yang sempat menimbulkan spekulasi publik.

Banyak yang menduga kayu-kayu tersebut hanyut akibat banjir besar di wilayah Sumatera, namun Kemenhut menegaskan hal itu tidak benar.

Direktur Iuran dan Penatausahaan Hasil Hutan Ditjen PHL Kemenhut, Ade Mukadi, menyampaikan bahwa kayu tersebut merupakan muatan dari kapal tugboat yang mengalami kecelakaan, bukan kayu liar yang terbawa arus sungai.

“Kayu yang ditemukan di Lampung bukan kayu hanyut akibat banjir di Sumatera,” tegas Ade dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa 9 Desember 2025.

Lokasi dan Sumber Kayu Telah Diperiksa

Ade menjelaskan bahwa Polda Lampung bersama Balai Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Lampung telah turun langsung melakukan pengecekan di lokasi terdamparnya kayu di Pesisir Barat.

Dari hasil pemeriksaan, seluruh kayu tersebut diketahui berasal dari kapal yang memuat produk kayu legal.

Kapal tugboat itu mengangkut kayu dari PBPH PT. Minas Pagai Lumber di Mentawai, sesuai SK.502/Menhut-II/2013 tertanggal 18 Juli 2013. Namun, perjalanan tidak berjalan mulus.

“Mesin tugboat mati dan terkena badai sejak 6 November 2025. Sehingga ada banyak kayu yang jatuh dari tugboat tersebut,” ujar Ade.

Barcode di Kayu Bukan Tanda Illegal Logging

Beredar pula foto kayu berbarcode yang menimbulkan dugaan praktik penebangan liar. Menanggapi hal tersebut, Ade menegaskan bahwa keberadaan barcode justru merupakan bukti legalitas, bukan indikasi kejahatan.

“Barcode di kayu adalah penanda SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) yang dicek keabsahan dan asal-usul sumber kayu melalui traceability system untuk mencegah illegal logging,” jelasnya.

Klarifikasi Ini Diharapkan Meredam Spekulasi

Dengan adanya keterangan resmi ini, Kemenhut berharap publik tidak lagi berspekulasi atau menyimpulkan bahwa temuan kayu tersebut berkaitan dengan banjir ataupun penebangan liar.

Seluruh proses identifikasi dan penelusuran sumber kayu telah dilakukan oleh pihak berwenang, dan hasilnya menunjukkan bahwa insiden tersebut murni akibat gangguan mesin dan cuaca buruk yang dialami kapal pengangkut.***

Etomidate Resmi Jadi Narkotika Golongan II: Polisi Siap Tindak Penyalahgunaan di Vape

0

Bogordaily.net – Bareskrim Polri mengumumkan aturan baru yang menegaskan bahwa zat etomidate kini resmi masuk dalam Narkotika Golongan II.

Ketentuan tersebut termuat dalam Permenkes RI No. 15 Tahun 2025, yang sekaligus mengubah status hukum etomidate dari sekadar obat bius menjadi zat yang pengawasan dan penindakannya jauh lebih ketat.

“Sekarang etomidate sudah masuk golongan narkotika,” ujar Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, pada Kamis 11 Desember 2025.

Penyalahgunaan dalam Vape Kini Bisa Dipidana

Eko menjelaskan bahwa perubahan status ini memberikan dasar hukum bagi aparat penegak hukum untuk menindak penyalahgunaan etomidate, termasuk praktik mencampurkan zat tersebut ke dalam liquid vape atau rokok elektrik, tren berbahaya yang belakangan semakin marak.

Dengan masuknya etomidate sebagai narkotika, pengguna, pengedar, hingga produsen yang terlibat penyalahgunaannya kini dapat dijerat Undang-Undang Narkotika, bukan lagi hanya UU Kesehatan.

“Dulu belum masuk golongan narkotika. Jadi penindakan masih menggunakan UU Kesehatan dan hanya bisa diterapkan kepada pengedar atau produsen. Pengguna tidak dapat dikenakan UU Kesehatan,” jelas Eko.

Dari Obat Bius ke Barang Diawasi Ketat

Sebelumnya, zat ini dikenal sebagai obat bius yang digunakan dalam dunia medis.

Namun, munculnya kasus penyalahgunaan di mana zat ini dicampurkan ke dalam liquid vape membuat pemerintah mengambil langkah tegas dengan mengaturnya sebagai narkotika.

Langkah ini diharapkan dapat menekan peredaran etomidate yang tidak sesuai peruntukan serta melindungi masyarakat dari risiko penyalahgunaan zat anestesi yang dapat membahayakan kesehatan bahkan keselamatan.***