Saturday, 4 April 2026
Home Blog Page 459

Dedi Mulyadi Blak-blakan Soal Dampak Ngonten

0

Bogordaily.net – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi bicara blak-blakan soal kegiatannya yang hobi ngonten.

Ia mendadak mendapatkan pertanyaan yang mungkin jadi tanda tanya banyak orang tentang karier politiknya akan dibawa ke mana.

Saat membahas tentang pengaruhnya di media sosial yang cukup besar, bahkan bisa menjangkau di luar Jawa Barat, dia mendapatkan pernyataan menggelitik dari Deddy Corbuzier.

Hal ini dibahas ketika dia menjadi bintang tamu di poscast Close The Door Deddy Corbuzier.

Dedi awalnya membahas kalau sering dapat komentar dari netizen yang kebanyakan berdomisili di Jakarta.

Pria 54 tahun ini pun kemudian bergurau kalau dirinya tidak punya niatan untuk menjadi Gubernur warga Jakarta.

“Saya ini Gubernur Jawa Barat, di kampung-kampung ngomongnya Sunda tapi yang nyerang domosilinya Jakarta semua. Padahal saya nggak punya cita-cita jadi Gubernur Jakarta. Gubernur Jabar aja,” celetuknya tertawa.

Hal ini memantik Deddy Corbuzier menanyakan kemungkinan Kang Dedi Mulyadi (KDM), sapaan akrab Dedi Mulyadi, untuk maju pilkada DKI Jakarta.

“Tapi kalau suatu saat ada kesempatan dan dipilih oke dong?” tanya Deddy.

Dedi Mulyadi pun tetap berpendirian teguh kalau dia hanya ingin menjadi Gubernur Jabar.

“Saya Jabar lah, saya mencintai Jabar,” katanya beralasan.

Hingga akhirnya Deddy membahas tentang citra KDM sebagai gubernur ngonten.

Hal ini disambungkan dengan diduga untuk mempersiapkan diri di kontestasi politik yang lebih besar.

“Kang Dedi ini gubernur ngonten, pasti nanti untuk nextlah, pemilu apalah, lagi mempersiapkan senjata untuk pemilu,” kata Deddy.

KDM pun punya jawaban politis yang intinya dia tak ingin membahas soal rencana ke depan.

“Setiap pemimpin ingin melahirkan yang terbaik dalam hidupnya. Bohong kalau nggak ada pemimpin yang tidak dibaca market, pasti ingin punya market,” katanya.***

Resmi! Komjen Dedi Prasetyo Jadi Wakapolri, Irjen Karyoto Naik Jadi Kabaharkam

0

Bogordaily.net – Komjen Dedi Prasetyo resmi jadi Wakil Kapolri (Wakapolri). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Komjen Dedi Prasetyo sebagai Wakapolri baru.

Jenderal polisi bintang tiga yang sebelumnya menjabat Irwasum Polri itu menggantikan Komjen (Purn) Ahmad Dofiri yang melepas jabatan Wakapolri sejak 1 Juli 2025.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025 yang ditandatangani Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Anwar atas nama Kapolri pada 5 Agustus 2025.

Dalam telegram yang sama, Kapolri juga merombak sejumlah posisi strategis lain di jajaran kepolisian:

Komjen Wahyu Widada diangkat sebagai Irwasum Polri menggantikan Dedi Prasetyo.

Komjen Syahardiantono dipercaya menduduki posisi Kabareskrim Polri yang ditinggalkan Wahyu Widada.

Komjen Akhmad Wiyagus ditunjuk sebagai Kabaintelkam Polri, sementara posisi sebelumnya sebagai Astamaops Kapolri diisi Komjen Fadil Imran.

Irjen Karyoto, Kapolda Metro Jaya, dipromosikan menjadi Kabaharkam Polri menggantikan Fadil Imran.

Jabatan Kapolda Metro Jaya kini diisi oleh Irjen Asep Edi Suheri, yang sebelumnya menjabat Wakabareskrim Polri.***

Bupati Bogor Dorong PUPR Percepat Pemeliharaan Jalan di Titik-Titik Vital

0

Bogordaily.net – Menindaklanjuti arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam meningkatkan kualitas infrastruktur di Kabupaten Bogor,

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor melakukan kegiatan pemeliharaan infrastruktur jalan dibeberapa wilayah Kabupaten Bogor.

Pemeliharaan jalan yang telah dilaksanakan meliputi beberapa ruas strategis, di antaranya, Ruas Jalan Lingkar Ciherang Pondok – Babakan, Jalan Kopo – Cijulang, Jalan Cibeureum – Taman Safari, Jalan Sukakarya – Pasir Kalong.

Selain itu, pemeliharaan tepi jalan juga dilakukan secara intensif di wilayah padat aktivitas masyarakat, meliputi, Pangasinan – Rawa Kalong (Kecamatan Gunung Sindur), TPA Waru Pasar Parung (Kecamatan Parung), Jampang – Ciseeng – Prumpung (Kecamatan Kemang), serta Semplak Gerendong serta Kampung Sawah, perbatasan Kabupaten dan Kota Bogor.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor atas komitmen dan kerja nyata dalam kegiatan pemeliharaan infrastruktur jalan pada Tahun Anggaran 2025.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada seluruh jajaran Dinas PUPR Kabupaten Bogor atas semangat, dedikasi, dan tanggung jawab tinggi dalam melaksanakan tugas, mulai dari tim penilik jalan, mandor, operator alat berat, sopir, hingga para pekerja di lapangan. Semua berperan besar dalam memastikan pemeliharaan infrastruktur berjalan optimal,” ungkap Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

Pemerintah Kabupaten Bogor menyadari bahwa pemeliharaan infrastruktur jalan secara berkelanjutan merupakan salah satu pilar penting dalam pelayanan publik. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi lintas sektor akan terus diperkuat demi mewujudkan Kabupaten Bogor yang lebih maju, nyaman, dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga, sebagai wujud nyata pelayanan terbaik bagi masyarakat Bumi Tegar Beriman,” pungkasnya.***

Raih Penghargaan Best Domestic Custodian Bank, BRI Catatkan Nilai Asset Under Custody Terbesar di Indonesia

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali meraih pengakuan internasional dengan memborong 15 penghargaan dalam ajang FinanceAsia Awards & Asia’s Best Companies 2025. Salah satu di antaranya adalah penghargaan kategori Best Domestic Custodian Bank, yang semakin mengukuhkan posisi Kustodian BRI sebagai pemimpin pasar di industri kustodian nasional.

Dengan pengalaman lebih dari 29 tahun sejak pertama kali beroperasi pada 1996, pengakuan ini pun menjadi bukti nyata atas kepercayaan investor dalam mempercayakan pengadministrasian aset surat berharganya kepada Kustodian BRI.

Terkait capaian tersebut, Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin mengatakan bahwa penghargaan ini tak lepas dari upaya BRI menghadirkan layanan kustodian yang adaptif dan relevan dengan terus memperluas inovasi produk untuk mengakomodasi kebutuhan pasar investasi yang semakin dinamis.

“Kustodian BRI senantiasa memperluas wawasan dan memberikan jawaban yang relevan atas kebutuhan pasar investasi dan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan terhadap para investor,” ujar Farida.

Capaian Kustodian BRI dalam menghadirkan layanan unggul ini pun turut mendorong kinerja yang solid. Per Juni 2025, nilai Asset Under Custody (AUC) tercatat menembus Rp1.500 triliun, tumbuh lebih dari 10% secara tahunan (YoY). Angka ini menempatkan BRI sebagai bank kustodian domestik dengan AUC terbesar di Indonesia.

Lebih lanjut, Farida menuturkan Kustodian BRI yang berkomitmen menghadirkan solusi komprehensif bagi berbagai segmen investor, mulai dari Manajer Investasi, Lembaga Pemerintah, Perusahaan non-lembaga keuangan, Asuransi, Dana Pensiun, Yayasan, hingga nasabah ritel reksa dana yang membutuhkan fleksibilitas tinggi dalam pengelolaan dan penitipan portofolio investasi, kian melengkapi diri dengan sistem yang andal dan tingkat transparansi tinggi. Hal ini guna memastikan setiap transaksi dan pencatatan aset dikelola secara tepat waktu, tepat jumlah, dan disampaikan sesuai dengan standar regulasi yang berlaku.

Tak hanya itu, sebagai pelopor layanan Efek Beragun Aset (EBA) di Indonesia sekaligus market leader di segmen tersebut, Kustodian BRI terus memperkuat kapabilitasnya melalui berbagai inisiatif strategis. Di antaranya, menjadi anggota langsung Euroclear, memiliki sertifikasi Kustodian Syariah, menyediakan fitur Multishare Class untuk reksa dana, hingga mengantongi sertifikasi internasional ISO 9001:2015 untuk mutu layanan.

Dukungan SDM yang berpengalaman dan sistem berstandar tinggi juga menjadi fondasi dalam menghadirkan berbagai layanan, seperti General Safekeeping, Discretionary Fund, Mutual Fund, Global Securities Custody, hingga Asset-backed Securities (EBA).

“Dengan landasan ini, Kustodian BRI terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis bagi investor institusi maupun ritel, serta mempertegas posisi BRI sebagai bagian dari lembaga keuangan nasional yang mampu bersaing di level global,” tutup Farida. ***

Pelaksanaan MTQ ke 47 Tingkat Kecamatan Ciomas Jadi Momentum Tumbuhkan Kecintaan Terhadap Alquran

Bogordaily.net – Pelaksanaan MTQ ke-47 tingkat Kecamatan Ciomas tahun 2025 telah berjalan lancar dan penuh khidmat. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Quran sekaligus ajang silaturahmi antar desa se-Kecamatan Ciomas.

Dengan semangat “Menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup”, para peserta dari berbagai cabang lomba seperti Tilawah, Tahfidz, Tartil, dan lainnya, menampilkan kemampuan terbaik mereka.

MTQ tersebut dimeriahkan oleh 11 desa di Kecamatan Ciomas dan ada 91 orang peserta yang mewakili cabang dan desanya masing masing. Rincian jumlah per-Cabang antara lain Tilawah Anak-Anak Putra & Putri 15 Orang, Cabang Tilawah Remaja Putra & Putri 21 Orang, Cabang Tilawah Dewasa Putra & Putri 19 Orang, Cabang Murotal Putra & Putri 12 Orang, Cabang Tahfizh 1 Juz Putra & Putri 10 Orang, Cabang Tahfizh 5 Juz Putra & Putri 14 Orang.

Sedangkan rincian jumlah per-Desa antara lain Kota Batu 11, Sukaharja 11, Pagelaran, 12, Ciomas Rahayu, 8, Sukamakmur, 12, Ciomas 9, Ciapus, 5, Mekarjaya 6, Padasuka, 4, Parakan 11, Laladon 2.

 

Camat Ciomas Tirta Juwarta mengatakan, kegiatan MTQ ini merupakan amanat APBD Kabupaten Bogor yang kemudian akan mempersiapkan acara MTQ tingkat Kabupaten Bogor yang rencananya akan digelar pada bulan September atau Oktober mendatang.

“Tetap semangat, perpanjang tali silaturahmi, dan meningkatkan ukhuwah islamiyah bagi para peserta MTQ tingkat Kecamatan Ciomas Tahun 2025,” kata Camat Ciomas.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini: panitia, dewan hakim, para peserta, serta seluruh masyarakat yang ikut memeriahkan.

“Semoga kegiatan ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua. Amin,” pungkasnya. ***

Menteri UMKM: Kolaborasi Strategis Pemerintah dan APINDO Jadi Kunci Kebangkitan UMKM

0

Bogordaily.net — Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan kolaborasi strategis pemerintah dengan dunia usaha, khususnya Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), menjadi kunci kebangkitan UMKM di Indonesia.

Dalam RAKERKORNAS ke-34 APINDO 2025, yang diselenggarakan di Kota Bandung, Selasa (5/8), Menteri Maman mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi pengusaha sangat potensial untuk mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing tinggi.

“Saya ingin sampaikan bahwa kehadiran saya di sini adalah bentuk dukungan sekaligus harapan besar kepada APINDO. Kita butuh kolaborasi nyata dari para pengusaha yang telah melewati banyak pengalaman termasuk jatuh bangun dalam dunia usaha, pengalaman ini diperlukan agar kita bersama bisa membesarkan UMKM Indonesia,” kata Menteri UMKM.

Lebih lanjut, Menteri UMKM menekankan tiga isu utama yang sedang menjadi fokus pemerintah, yakni percepatan perizinan dan sertifikasi, akses pembiayaan dan perluasan akses pasar, termasuk ekspor.

Terkait sertifikasi seperti halal dan izin BPOM, Menteri Maman menyebut pihaknya sedang mendorong percepatan proses agar UMKM dapat segera memiliki legalitas yang meningkatkan daya saing mereka, baik di pasar domestik maupun global.

Di sisi pembiayaan, selain dukungan dari skema formal pemerintah, Menteri Maman juga membuka ruang partisipasi APINDO untuk menjadi mitra bisnis langsung bagi UMKM, termasuk sebagai angel investor.

“Kehadiran APINDO bisa menjembatani kemitraan bisnis ke bisnis dengan UMKM,” kata Menteri UMKM.

Menteri UMKM juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai peluang besar bagi pengusaha UMKM untuk masuk ke dalam rantai pasok program tersebut. Program ini disebut potensial untuk mendorong keterlibatan UMKM di berbagai daerah sebagai penyedia bahan pangan berkualitas.

Ia juga menekankan pentingnya membuka akses pasar ekspor bagi UMKM, tanpa mengesampingkan aspek kualitas dan keberlanjutan pasokan.

“Kita tidak hanya bicara ekspor. Kita juga bicara tentang kontrol kualitas dan sustainabilitas pasokan. UMKM harus naik kelas, tapi tetap menjaga mutu dan keberlanjutan,” kata Menteri Maman.

Menteri Maman berharap kemitraan strategis dengan APINDO dapat terus ditingkatkan, agar UMKM Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi kekuatan ekonomi nasional yang tangguh dan mandiri.

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum APINDO Shinta Widjaja Kamdani mengatakan perlunya ada kolaborasi semua pihak, termasuk asosiasi pengusaha dan UMKM dalam membantu menyelesaikan tantangan dan permasalahan yang ada.

”Kami hadir untuk menjembatani dan membantu menyusun peta jalan serta memberi masukan teknis dan membangun sinergi lintas sektor untuk membantu mengatasi berbagai masalah,” kata Shinta.

Ia juga menambahkan, pihaknya memiliki program APINDO UMKM Merdeka yang bertujuan untuk memberdayakan para pengusaha UMKM dan mahasiswa.

”Program tersebut hadir di 17 provinsi dan melibatkan lebih dari 1.000 mahasiswa dan perguruan tinggi. Hal ini bertujuan untuk mendorong peran UMKM dalam dunia usaha dalam diplomasi ekonomi global, memperluas partisipasi ekspor, dan mendorong integrasi UMKM ke dalam rantai pasok nasional melalui kolaborasi,” kata Shinta. ***

FKIP Unpak bersama Belantara Foundation dan Tiga Sekolah Jepang Bahas Peran Generasi Muda

0

Bogordaily.net – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pakuan (FKIP Unpak) bersama Belantara Foundation menyelenggarakan kegiatan kuliah umum bertajuk “Together for the Earth: Youth Collaboration for Achieving SDGs and Education for Sustainable Development”.

Kegiatan diskusi tentang peran serta masyarakat umum, khususnya generasi muda, dalam mendukung pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs).

Dan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan/Education for Sustainable Development (ESD) ini didukung oleh University of Tsukuba, serta dua sekolah menengah atas dari Jepang yaitu University of Tsukuba Senior High School at Sakado dan Ehime University Senior High School.

Kuliah umum terbatas yang dihadiri oleh 24 mahasiswa dan pelajar asal Jepang serta sekitar 50 orang mahasiswa Universitas Pakuan dan pelajar SMA ini menghadirkan dua pembicara utama.

Yaitu Dr. Dolly Priatna, Direktur Eksekutif Belantara Foundation yang juga merupakan praktisi di bidang “Sustainability”, serta Dr. Nakao P Nomura, Director Division of International Exchange Support University of Tsukuba.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan ajang “sharing session” atau tukar-pengetahuan tentang pengalaman siswa dan mahasiswa di kedua negara, Indonesia dan Jepang, dalam mendukung pencapaian tujuan SDGs di kedua negara.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna pada paparannya menjelaskan bahwa emisi gas rumah kaca (GRK) sangat erat kaitannya dengan perubahan iklim, karena emisi GRK merupakan pendorong utama perubahan iklim.

Selain itu, sektor kehutanan merupakan kontributor utama dalam upaya pengurangan emisi GRK, oleh karenanya restorasi ekosistem telah menjadi salah satu isu global yang penting saat ini.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mendeklarasikan 2021–2030 sebagai Dekade PBB untuk Restorasi Ekosistem, yang menargetkan 350 juta hektar ekosistem yang terdegradasi untuk dipulihkan di seluruh dunia.

Mengingat restorasi ekosistem dianggap sebagai salah satu langkah strategis untuk memitigasi perubahan iklim, meningkatkan ketahanan pangan, menjaga suplai air, serta melindungi keanekaragaman hayati.

“Kami akan terus memperluas keterlibatan sektor swasta dalam program restorasi hutan sebagai upaya untuk mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sesuai dengan misi dari UN SDGs yaitu no one left behind dalam mencapai Tujuan SDGs tersebut. Kami menggunakan pendekatan kolaborasi multipihak, yang salah satunya dengan menggandeng sektor swasta dari Jepang untuk mendukung gerakan pemulihan hutan alam di Provinsi Riau”, tegas Dolly dalam presentasinya.

Sementara itu, Keynote Speaker Kuliah Umum yaitu Dekan FKIP Unpak, Dr. H. Eka Suhardi, M.Si dalam Keynote Speechnya menuturkan bahwa Isu-isu global seperti krisis iklim, ketimpangan sosial, dan kualitas pendidikan menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

Melalui kegiatan kuliah umum ini, FKIP Universitas Pakuan ingin menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menjawab tantangan tersebut, khususnya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Kami percaya, generasi muda punya potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan. Karena itu, kolaborasi seperti ini bukan hanya ajang berbagi ilmu, tapi juga upaya membangun kesadaran global dan aksi nyata untuk masa depan yang lebih berkelanjutan” ujar Eka.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Nakao P. Nomura, yang merupakan Associate Professor pada Institute of Life and Environmental Sciences University of Tsukuba dalam paparannya menyampaikan bahwa ESD bertujuan untuk memberdayakan dan melengkapi generasi sekarang dan masa depan untuk memenuhi kebutuhan mereka menggunakan pendekatan yang seimbang.

Serta terpadu untuk dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan dari pembangunan berkelanjutan.

Oleh karena itu, kegiatan kuliah umum ini menegaskan komitmen kita dalam mendukung edukasi berkelanjutan melalui kolaborasi strategis yang bertujuan memperkuat Implementasi Education for Sustainable Development (ESD).***

Muhammad Irfan Ramadan

Menkop: Permendagri dan Permendes Harus Linier Dengan PMK Untuk Perkuat Operasional Kopdes/Kel Merah Putih

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa saat ini tengah digenjot percepatan penyelarasan regulasi bagi operasional dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia.

“Peraturan Menteri Desa dan Peraturan Menteri Dalam Negeri harus linier dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 49 Tahun 2025,” kata Menkop Budi Arie Setiadi usai mengikuti Rakortas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa, 5 Agustus 2025.

Dalam penyelasaran regulasi tersebut, Menkop mengatakan, Permendes merupakan mekanisme persetujuan dari Kepala Desa dalam rangka pembiayaan Kopdes/Kel Merah Putih. Sedangkan Permendagri terkait mekanisme persetujuan Bupati/Walikota dalam pembiayaan Kopdes/Kel Merah Putih.

“Maka, pengajuan pembiayaan harus sesuai dengan bisnis yang diusulkan dan melihat potensi dan kebutuhan desa atau kelurahan,” ucap Menkop.

Menkop menambahkan, saat ini telah terbit Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 49 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pinjaman Dalam Rangka Pendanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Melalui PMK ini diharapkan permasalahan pembiayaan dapat digulirkan melalui Kopdes/Kel Merah Putih dengan mengacu pada ketentuan yang telah dipersyaratkan.

Kehadiran Aparat Penegak Hukum seperti Ketua KPK dan juga dari Kejaksaan dan Kepolisian untuk memastikan program ini bisa berjalan dengan baik dan memitigasi berbagai kemungkinan yg bisa terjadi. “Kita kawal program ini sebaik- baiknya. Kita jaga kredibilitas program ini termasuk meminimalisir kemungkinan penyalahgunaan dari oknum- oknum tertentu,” ujar Budi Arie

Tentunya, lanjut Menkop, proses ini dirancang transparan akuntabel dan melibatkan tiga pihak yaitu koperasi, bank himbara seperti BNI dan pemerintah daerah. “Tetapi perlu diingat bahwa masalah koperasi ini tidak hanya berbicara soal akses modal, mereka juga harus disiapkan untuk dikelola secara profesional, modern dan digital,” kata Menkop.

Dalam memastikan operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih dapat berjalan dengan baik, diperlukan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pihak khususnya Bank Himbara. Kerja sama yang dapat dibangun diantaranya terkait literasi keuangan hingga proses pendampingan Kopdes/Kel Merah Putih untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital.***

Ketua DPRD Kota Bogor Nilai Peningkatan SDM Jadi Kunci Kemajuan Koperasi di Daerah

0

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci untuk memajukan koperasi di daerah, dengan mengatasi sejumlah persoalan internal yang masih dihadapi para pengurus.

Dalam kegiatan Grand Opening dan Peluncuran Buku Modul Pelatihan SDM Koperasi Kelurahan Merah Putih di Aula Kampus Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Kamis, Adityawarman mengungkapkan ada tiga persoalan utama yang disebutnya sebagai “penyakit” yang kerap menghambat kemajuan koperasi.

“Tiga penyakit itu adalah kurang teliti, kurang rapi, dan kurang disiplin,” ujar Adityawarman

Ia menjelaskan, ketidaktelitian, ketidakrapian, dan rendahnya kedisiplinan dalam pengelolaan koperasi menjadi faktor yang sering menghambat keberhasilan koperasi rakyat, khususnya di tingkat kelurahan.

Menurut dia, peningkatan kapasitas pengurus koperasi melalui pelatihan menjadi solusi penting dalam mengatasi berbagai kelemahan tersebut. Oleh karena itu, DPRD Kota Bogor mendorong agar anggaran pelatihan koperasi masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2025.

“Anggaran pelatihan koperasi sudah kami ajukan dalam APBD Perubahan 2025. Jika disetujui oleh Wali Kota, programnya bisa segera direalisasikan,” ujarnya.

Adityawarman menegaskan bahwa DPRD Kota Bogor mendukung penuh program-program pemberdayaan koperasi sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi kerakyatan di Kota Bogor.

Ia juga berharap koperasi-koperasi di lingkungan Kelurahan Merah Putih dan se-Kota Bogor mampu berkembang secara mandiri, profesional, dan membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Semoga koperasi-koperasi di Kota Bogor terus maju. Mari kita majukan koperasi agar Bogor menjadi kota yang lebih sejahtera,” katanya.

Kegiatan peluncuran buku modul pelatihan ini menjadi bagian dari upaya sistematis dalam membangun koperasi yang sehat dan tangguh, sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Dedie Rachim Tegaskan Pentingnya Kompetensi SDM Damkar: Cepat, Cekatan, dan Ramah

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tubuh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar).

Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Diklat Dasar Pemadam di Balai Pengembangan Kompetensi Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, beberapa waktu lalu.

Menurut Dedie, tugas Damkar tidak sekadar memadamkan api, tetapi juga bagian dari pelayanan dasar yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

“Di samping itu, Damkar juga harus memiliki SDM yang unggul dengan fisik dan stamina prima serta harus pastikan pamong walagri dengan cek kesehatan rutin dan olahraga rutin,” ujarnya Dedie Rachim.

Sebagai sub pelayanan dasar, pemadam kebakaran juga memiliki sudut pandang kepentingan dalam bekerja di pemerintahan.

Dedie Rachim menekankan, bahwa pekerjaan pemerintah tidak hanya membangun insfrastruktur, tapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Sebab masyarakat memerlukan kehadiran dari kita yang juga mempresentasikan layanan dasar. Keberadaan kita harus ada di setiap masyarakat membutuhkan, sehingga diperlukan kompetensi yang memadai,” ucap Dedie Rachim dihadapan para petugas Pemadam Kebakaran dari berbagai daerah di Indonesia

Saat ini, banyak kabupaten/kota, termasuk Kota Bogor, yang memiliki berbagai kanal aduan, namun ke depan saluran aduan harus dibentuk suatu wadah yang bisa mengakses berbagai layanan kedaruratan.

“Ini masih harus menjadi tugas kita, bagaimana sesungguhnya kemudahan layanan dipersiapkan dalam sebuah mekanisme aduan yang cepat,” ujarnya.

Sehingga, keberadaan diklat ini merupakan kesempatan yang baik untuk  sama-sama menyampaikan harapan-harapan dari pemerintah daerah dalam rangka merespon ekspektasi masyarakat.

(Muhammad Irfan Ramadan)