Home Blog Page 460

Aktifkan Protokol Manajemen Kelangsungan Usaha, Akses Layanan BRI Tetap Terjaga di Daerah Terisolir Bencana Banjir Bandang melalui Satelit

0

Bogordaily.net– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sangat concern terkait dengan penanganan bencana dan memastikan layanan perbankan tetap beroperasi di wilayah terdampak banjir di Sumatra berkat penerapan Manajemen Kelangsungan Usaha/Business Continuity Management (BCM) yang memadai. Sebagai bagian dari penerapan BCM, BRI juga mengandalkan infrastruktur satelit BRIsat untuk memastikan keberlanjutan layanan di tengah situasi bencana di tengah lumpuhnya jaringan seluler dan terputusnya kabel fiber optik di sejumlah titik.

Kantor Cabang BRI Sibolga menjadi salah satu titik penting yang tetap terhubung dengan kantor wilayah dan pusat melalui jaringan satelit tersebut. Melalui koneksi BRIsat, kantor cabang dapat melakukan koordinasi cepat dengan posko pusat dan pemerintah daerah, penarikan tunai bagi masyarakat yang membutuhkan dana darurat, penyaluran bantuan, serta penyampaian informasi kondisi lapangan secara real-time.

Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom menyampaikan bahwa keandalan BRIsat dalam situasi ekstrem merupakan wujud nyata kesiapan infrastruktur teknologi BRI untuk menjaga kesinambungan layanan di seluruh pelosok negeri. Ia menegaskan bahwa keberadaan satelit milik BRI menjadi fondasi utama keandalan operasional, bahkan saat jalur komunikasi terestrial terganggu akibat bencana alam.

“BRIsat dirancang untuk memastikan jaringan BRI tetap terhubung kapan pun dan di mana pun, termasuk dalam kondisi darurat. Ketika jaringan komunikasi umum tidak dapat berfungsi akibat bencana, sistem satelit kami memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap layanan keuangan. BRIsat menjadi simbol ketangguhan infrastruktur digital BRI dalam mendukung inklusi keuangan, menjaga stabilitas layanan, dan memperkuat peran BRI sebagai penghubung ekonomi rakyat di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Keberhasilan BRIsat menjaga konektivitas di wilayah terdampak banjir memperlihatkan kesiapan infrastruktur digital BRI dalam menghadapi berbagai situasi ekstrem. Dengan jaringan yang menjangkau lebih dari tujuh ribu unit kerja di seluruh Indonesia, termasuk di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), BRI terus berkomitmen untuk memperluas akses terhadap layanan keuangan yang andal dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kerangka BCM yang komprehensif dan terstruktur, BRI memastikan layanan penting perbankan tetap beroperasi, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mendukung pemulihan ekonomi di wilayah terdampak. Pada kondisi darurat, Business Continuity Plan (BCP) segera diaktifkan untuk unit kerja yang terdampak maupun area dengan gangguan jaringan. Integrasi antara BCP dan sistem komunikasi satelit memungkinkan koordinasi serta transaksi penting tetap berjalan, sehingga layanan BRI terus hadir bagi masyarakat meskipun jalur komunikasi utama terputus.

Sementara itu, BRI melalui aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap bencana bagi warga terdampak di wilayah Sumatera. Di wilayah Sumatera Utara, bantuan diberikan berupa bantuan yang diberikan berupa ribuan paket makanan cepat saji, air mineral, sembako, obat-obatan dan lain-lain. Bantuan diserahkan langsung oleh pekerja-pekerja BRI melalui Unit Kerja BRI terdekat di wilayah yang terdampak bencana banjir, secara khusus di Desa Sialang, Desa Silaiya, Desa Bange dan Desa Sipange yang berada di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan.

Di wilayah Sumatera Barat, bantuan perahu karet beserta pelampung disalurkan langsung melalui Posko Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Padang. BRI Peduli juga menyalurkan bantuan berupa ribuan paket makanan cepat saji bagi warga terdampak khsusunya di wilayah Lubuk Minturun, Kec. Koto Tangah, Kota Padang. Bantuan diserahkan langsung oleh Tim Satuan Tanggap Bencana ‘Tim Elang Relawan BRI’ serta pekerja BRI melalui Unit Kerja terdekat di wilayah yang terdampak bencana banjir Padang.***

Dorong Transparansi, Pemkab Bogor Tingkatkan Kompetensi PPID dan Pengelola SP4N-LAPOR

0

Bogordaily.net- Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelaksana serta Pengelola SP4N-LAPOR! bagi perangkat daerah, yang berlangsung di Gerbera Hotel pada Selasa (2/12/25).

Dengan mengusung tema “Optimalisasi Pengelolaan Informasi Publik dan Pelayanan Pengaduan Masyarakat Melalui SP4N-LAPOR!”,

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualitas tata kelola informasi publik serta pelayanan pengaduan masyarakat, khususnya di tengah laju perkembangan teknologi informasi dan transformasi digital yang kian cepat.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, menyampaikan bahwa pemerintah harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman serta meningkatnya ekspektasi masyarakat.

Terutama di era digitalisasi di mana masyarakat semakin kritis, melek teknologi, dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap kecepatan, transparansi, serta kualitas layanan pemerintah.

“Informasi tidak lagi mengalir satu arah. Masyarakat menuntut akses yang mudah, cepat, dan dapat diandalkan. Begitu juga dengan mekanisme pengaduan publik yang harus ditangani secara profesional dan terintegrasi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan PPID dan sistem nasional SP4N-LAPOR! memiliki peran strategis dalam mewujudkan pemerintahan yang terbuka dan responsif.

PPID bertugas memastikan setiap permohonan informasi publik dapat tersampaikan secara transparan dan sesuai ketentuan, sementara SP4N-LAPOR menjadi kanal resmi pengaduan masyarakat yang terintegrasi secara nasional.

Melalui SP4N-LAPOR!, masyarakat tidak hanya dapat menyampaikan keluhan, tetapi juga aspirasi dan masukan yang menjadi bahan penting dalam perbaikan layanan publik.

“Tantangannya adalah bagaimana kita dapat memberikan respons yang cepat, solutif, dan akuntabel. Hal ini tentu memerlukan peningkatan kapasitas SDM, pemahaman regulasi, serta kemampuan memanfaatkan teknologi secara optimal,” tambah Bambang.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa transformasi digital tidak hanya soal pembaruan sistem, tetapi juga perubahan pola pikir. Aparatur dituntut untuk lebih adaptif, inovatif, dan terbuka terhadap perubahan.

PPID dan pengelola SP4N-LAPOR harus berada di garis terdepan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui Bimtek ini, peserta diharapkan dapat memperdalam pemahaman mengenai tata kelola informasi publik, alur pelayanan SP4N-LAPOR, serta strategi peningkatan kualitas layanan.

Dengan bekal tersebut, perangkat daerah diharapkan mampu mengoptimalkan pelayanan informasi serta pengaduan masyarakat di tengah dinamika kebutuhan publik yang terus berkembang.

Pada kesempatan tersebut, kepala Diskominfo juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk memperkuat kolaborasi dan koordinasi dalam mengoptimalkan pelayanan pengaduan.

“Keberhasilan SP4N-LAPOR dan keterbukaan informasi publik tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem, tetapi oleh komitmen kita bersama untuk melayani masyarakat dengan lebih baik,” tegasnya.

Bambang Widodo Tawekal mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini.

Ia berharap Bimbingan Teknis ini dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas aparatur, memperkuat transparansi pemerintah, serta mewujudkan pelayanan publik di Kabupaten Bogor yang lebih modern, responsif, dan terpercaya.

Kemudian, Koordinator Bidang Fasilitasi Pengaduan dan Pengelolaan Informasi/ Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Madya Kemendagri, Rega Tadeak Hakim menegaskan bahwa PPID memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan informasi masyarakat, sekaligus memastikan setiap pengaduan tersampaikan secara cepat, tepat, dan akuntabel melalui SP4N-LAPOR. Menurutnya, kualitas komunikasi pemerintah sangat menentukan tingkat kepercayaan masyarakat.

“SP4N-LAPOR bukan hanya kanal pengaduan, tetapi instrumen penting membangun transparansi dan responsivitas pemerintah. PPID harus mampu mengelola informasi secara profesional, terstruktur, dan berorientasi pada pelayanan publik,” tukasnya.

Kemudian, Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Mahi M Hikmat menjelaskan bahwa layanan informasi publik merupakan amanat undang-undang dan kewajiban seluruh badan publik untuk mewujudkan transparansi, akuntabilitas, serta pelayanan prima kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi tidak hanya tentang menyediakan data, tetapi juga memastikan bahwa informasi dikelola dengan baik, mudah diakses, dan disampaikan secara tepat dan benar.

Lebih lanjut, Prof. Mahi juga membahas berbagai aspek penting terkait penyelesaian sengketa informasi. Menurutnya, sengketa informasi muncul akibat ketidaksesuaian pemahaman antara badan publik dan pemohon informasi. Oleh karena itu, penting bagi PPID untuk memahami klasifikasi informasi, standar operasional layanan, serta mekanisme keberatan dan penyelesaian sengketa di Komisi Informasi.

“PPID harus menjadi garda terdepan dalam menyediakan layanan informasi publik yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan pemahaman yang kuat, potensi sengketa informasi dapat diminimalisir,” ujarnya.***

Daftar Ban Motor Paling Awet dan Anti Licin, Harga Mulai Rp100 Ribuan

0

Bogordaily.net – Sebagai ujung tombak mobilitas masyarakat, para pengemudi Ojek Online (Ojol) menghadapi tantangan jalanan ekstrem setiap hari mulai dari aspal panas terik hingga genangan air saat hujan.

Keselamatan dan efisiensi operasional sangat bergantung pada satu komponen krusial yakni ban motor.

Memilih ban yang tepat adalah yang memiliki daya cengkeram kuat (anti-slip) dan ketahanan luar biasa (tidak cepat botak) bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Yuk simak rekomendasi ban motor premium yang telah teruji andal di jalanan perkotaan, sangat ideal untuk mobilitas intensif harian para ojol di Indonesia.

1. Michelin Pilot Street

Ban ini adalah jawaban bagi kamu yang mencari keseimbangan sempurna antara performa harian dan keamanan di cuaca tak menentu. Michelin Pilot Street dirancang dengan alur utama berbentuk vortex-shaped groove yang dalam.

Hal itu membuat ban satu ini sangat unggul dalam membelah dan membuang air sehingga menjamin stabilitas dan traksi maksimal saat melibas jalanan basah.

Kombinasi cengkeraman anti-slip yang handal dan daya tahan yang terbukti menjadikannya investasi jangka panjang yang hemat untuk penggunaan Ojol.

Kisaran Harga: Mulai dari sekitar Rp250.000 hingga Rp550.000 per unit (tergantung ukuran).

2. Aspira Premio Sportivo

Aspira Premio Sportivo menawarkan pengalaman berkendara sporty tanpa mengorbankan durabilitas. Berkat teknologi PRO DG (Progressive Groove Design), pola alur dan kompon karetnya dirancang khusus untuk memberikan cengkeraman superior di kondisi kering maupun basah, memastikan performa anti-slip yang optimal.

Ban ini sangat cocok untuk Ojol karena komposisi karetnya menjamin ketahanan tinggi, membuatnya tidak cepat botak meski digunakan untuk perjalanan jarak jauh dan manuver lincah.

Kisaran Harga: Mulai dari sekitar Rp195.000 hingga Rp348.690 (tergantung ukuran).

3. Swallow SB115 Seahawk

Bagi pengguna motor matic Ojol seperti Honda BeAT, Vario, atau Yamaha Mio, Swallow SB115 Seahawk adalah pilihan yang ekonomis namun tangguh.

Ban tipe tubeless ini dirancang dengan material rubber berkualitas yang diklaim tidak cepat tipis, sangat ideal untuk intensitas penggunaan harian Ojol.

Desain tapaknya memberikan traksi yang stabil dan cengkeraman yang baik, penting untuk keselamatan saat mengerem atau berbelok di jalanan kota.

Kisaran Harga: Untuk ukuran umum, diperkirakan mulai dari sekitar Rp100.000-an hingga Rp200.000-an.

4. FDR Sport XR Evo

FDR Sport XR Evo membuktikan keandalannya di iklim tropis dengan menggunakan kompon soft to medium yang cepat panas dan menempel erat pada permukaan aspal. Ban ini dikenal tidak mudah licin, terutama saat hujan.

Meskipun memiliki performa cengkeram yang maksimal, FDR berhasil menjaga daya tahan ausnya dengan menggunakan kompon “reguler”. Alhasil, umur pakai ban tetap panjang sehingga menjadikannya pilihan stabil dan aman untuk operasional Ojol.

Kisaran Harga: Mulai dari sekitar Rp296.000 hingga Rp416.000 untuk ukuran velg 14 inci.

5. Corsa Sport Rain

Seperti namanya, Corsa Sport Rain adalah spesialis jalanan basah. Desain V-shaped groove yang agresif didominasi di seluruh tapak ban untuk memaksimalkan evakuasi air secara cepat yang secara signifikan mengurangi risiko hydroplaning atau efek “terapung” saat melibas genangan.

Ban ini menawarkan handling yang baik, anti-slip di kala hujan, serta memiliki daya tahan yang memadai untuk penggunaan Ojol jangka panjang tanpa cepat botak.

Kisaran Harga: Mulai dari sekitar Rp270.000 hingga Rp420.000 per unit.

6. Maxxis Diamond MA-3DN

Maxxis Diamond MA-3DN unggul berkat pola tread unik berbentuk berlian (diamond pattern) yang sangat fungsional untuk memecah air. Ban ini menggunakan kompon medium yang menjadi rahasia keawetannya; tidak mudah botak, sangat cocok untuk pemakaian intensif Ojol.

Kombinasi kompon yang pas dan pola kembangan yang banyak memberikan grip yang stabil di berbagai kondisi jalan, meminimalkan risiko selip, dan menawarkan handling yang nyaman.

Kisaran Harga: Umumnya berkisar antara Rp200.000-an hingga Rp500.000-an (tergantung ukuran).

7. Pirelli Diablo Rosso Sport

Pirelli Diablo Rosso Sport adalah pilihan premium yang dirancang untuk manuver lincah di perkotaan tanpa mengabaikan keselamatan harian. Ban ini menggunakan kompon full silica inovatif yang menjamin daya cengkeram optimal pada permukaan basah dan dingin.

Desain tapak “petir” yang fungsional memastikan air dialirkan dengan cepat, menjaga area kontak ban ke aspal tetap maksimal.

Dengan stabilitas, daya tahan, dan keamanan di atas rata-rata, ban ini sangat ideal untuk Ojol yang mengutamakan performa.

Kisaran Harga: Mulai dari sekitar Rp300.000 hingga Rp650.000 per unit.***

Lisa Mariana Dijemput Paksa Polisi di Kasus Video Syur

0

Bogordaily.net – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat melakukan upaya penjemputan paksa terhadap mantan model majalah dewasa Lisa Mariana, Kamis, 4 Desember 2025.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menegaskan upaya paksa ini diambil lantaran Lisa dinilai tidak kooperatif.

Dalam kasus video asusila, Lisa tercatat dua kali mangkir dari panggilan penyidik dengan berbagai alasan.

“Kami lakukan upaya paksa penangkapan karena beberapa kali dari panggilan, kita mengalami kesulitan dalam pemeriksaan. Tujuannya untuk memenuhi proses penyidikan,” kata Hendra kepada awak media di Polda Jabar pada Kamis, 4 Desember 2025.

Tak sendirian, pasangan pria dalam video tersebut, berinisial MT, sebelumnya juga telah diperiksa.

Keduanya kini resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi mengantongi dua alat bukti yang cukup terkait tindak pidana transmisi elektronik bermuatan pornografi sesuai UU ITE.

Meski telah berstatus tersangka dan dijemput paksa, Lisa Mariana belum dapat dipastikan apakah ditahan atau tidak.

Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif sembari menunggu kehadiran kuasa hukum sang selebgram di Gedung Direktorat Siber.

“Nanti untuk masalah penahanan akan kita serahkan kepada penyidik, penilaiannya seperti apa. Saat ini tujuannya adalah untuk melengkapi berkas penyidikannya,” jelas Hendra menjawab pertanyaan mengapa Lisa belum ditahan.

Sebagai informasi, kasus ini bermula dari viralnya video syur berdurasi sekitar empat menit yang diduga diperankan oleh Lisa Mariana bersama seorang pria bertato.

Video tersebut tersebar luas di media sosial hingga memicu laporan kepolisian yang berujung pada penetapan tersangka keduanya.***

Cuaca Bogor Hari Ini: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net — Prakiraan cuaca Bogor hari ini dan wilayah Jabodetabek untuk dua hari ke depan menunjukkan kondisi yang perlu diantisipasi.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih akan mendominasi, sementara Kabupaten Bogor menjadi daerah yang perlu waspada terhadap potensi hujan lebat pada Jumat, 5 Desember 2025.

BMKG mencatat sebagian besar wilayah Jabodetabek berada dalam kategori hujan ringan hingga sedang. Jakarta Pusat diperkirakan hanya mengalami hujan ringan, sementara intensitas sedang akan melanda area lain seperti:

* Jakarta Barat
* Jakarta Selatan
* Jakarta Timur
* Jakarta Utara
* Kepulauan Seribu
* Kota/Kabupaten Bekasi
* Kota Depok
* Kota Bogor
* Kota/Kabupaten Tangerang
* Tangerang Selatan

Di antara seluruh wilayah tersebut, cuaca Bogor hari ini, khususnya di Kabupaten Bogor, menjadi sorotan karena berpotensi mengalami hujan lebat—satu-satunya daerah dengan intensitas curah hujan tinggi pada hari itu.

Memasuki Sabtu, BMKG memperkirakan intensitas hujan sedikit menurun. Jakarta Pusat dan Jakarta Utara masih akan diguyur hujan ringan. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang tetap muncul di banyak wilayah, termasuk:

* Jakarta Barat
* Jakarta Selatan
* Jakarta Timur
* Kepulauan Seribu
* Kota/Kabupaten Bekasi
* Kota Depok
* Kota Bogor
* Kabupaten Bogor
* Kota Tangerang
* Tangerang Selatan
* Kabupaten Tangerang

Pada hari kedua ini, BMKG memastikan tidak ada wilayah Jabodetabek yang berpotensi hujan lebat, sangat lebat, atau ekstrem.

Dengan adanya potensi hujan lebat terutama di Kabupaten Bogor pada Jumat, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap risiko banjir, longsor, dan genangan di wilayah rawan. Informasi cuaca Bogor hari ini menjadi krusial bagi aktivitas harian, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan.

BMKG merekomendasikan warga memantau informasi cuaca terkini dan menyesuaikan rencana perjalanan sesuai kondisi lapangan.***

Perang Argumentasi di Senayan Untuk Kebijakan Narkotika serta Pertarungan Komunitas dan Masyarakat Melawan Kebijakan Turunannya

0

Bogordaily.net – Pembahasan RUU Penyesuaian Pidana di DPR RI kembali menghidupkan harapan akan perbaikan sistem hukum narkotika.

Temuan Jaringan Reformasi Kebijakan Narkotika (JRKN) menunjukkan bahwa akar masalah dalam kebijakan narkotika tidak dapat diselesaikan hanya dengan memperbaiki pasal.

Reformasi yang hanya fokus pada teks undang-undang berisiko mengabaikan kerusakan yang justru lahir dari implementasi kebijakan di lapangan, tempat masyarakat merasakan konsekuensi paling nyata. JRKN memaparkan data yang tidak dapat diabaikan.

Lebih dari separuh perkara kepemilikan sabu di bawah satu gram, tepatnya 52,25 persen tetap berujung pada pidana penjara antara empat hingga sepuluh tahun.

Angka ini menggambarkan bagaimana pidana minimum khusus dalam UU Narkotika telah menjadi instrumen yang menghukum secara berlebihan, tidak memberikan ruang bagi hakim untuk mempertimbangkan proporsionalitas, dan tidak selaras dengan pendekatan kesehatan yang sering dikemukakan negara.

Penelitian IJRS semakin menegaskan persoalan tersebut dengan menemukan bahwa 44,6 persen pengguna justru dipidana sebagai pengedar.

Temuan ini menandakan kegagalan sistem hukum membedakan tindakan penggunaan dari peredaran gelap, sebuah distorsi yang menempatkan pengguna kecil dalam kategori pelaku kejahatan serius.

Masalah lainnya muncul dari struktur denda pidana narkotika yang tidak realistis secara sosial. Dalam konteks di mana hanya 1,7 persen penduduk Indonesia memiliki saldo tabungan di atas seratus juta rupiah, ancaman denda ratusan juta rupiah tidak mencerminkan keadilan.

Sanksi semacam ini tidak mendorong pencegahan, melainkan membuka jalan bagi kerentanan baru berupa penyitaan aset, beban ekonomi keluarga, dan hukuman penjara pengganti bagi mereka yang tidak mampu membayar.

Di ruang legislasi, JRKN berupaya memastikan agar RUU Penyesuaian Pidana mengoreksi ketidakadilan tersebut melalui harmonisasi dengan KUHP 2023, penghapusan pidana minimum, serta penguatan kerangka hukum yang menjamin proporsionalitas.

Namun efektivitas revisi undang-undang tetap bergantung pada bagaimana kebijakan ini diterjemahkan ke dalam mekanisme operasional di lapangan. Pada titik inilah masalah yang dihadapi masyarakat sering kali lebih rumit dibandingkan perdebatan pasal di Senayan.

Pengalaman pendampingan Forum Akar Rumput Indonesia (FARI) memperlihatkan sisi lain dari kebijakan narkotika yang tidak muncul dalam dokumen legislasi. Salah satu instrumen yang paling menentukan nasib warga adalah Surat Edaran Bareskrim Polri No 1/II/2018.

Surat edaran tersebut memberikan pedoman teknis bagi aparat untuk menentukan apakah seseorang dirujuk ke rehabilitasi atau diproses sebagai pelaku pidana.

Namun dalam praktik, pedoman ini kerap digunakan tanpa konsistensi, tanpa supervisi ketat, dan tanpa memastikan bahwa fasilitas yang menjadi tujuan rujukan memenuhi standar hukum maupun standar layanan kesehatan.

Data pengaduan yang dihimpun FARI sepanjang tahun 2025 memperkuat gambaran tersebut. Dari 78 laporan pengaduan yang masuk, hanya empat kasus sekitar lima persen yang berlanjut ke proses hukum formal.

Sebanyak 20 kasus, atau lebih dari seperempatnya, memilih penyelesaian transaksional di luar mekanisme pendampingan sehingga tidak dapat diteruskan oleh FARI karena bertentangan dengan prinsip perjuangan.

Sementara sisanya, 54 kasus atau sekitar 69 persen, diarahkan ke rehabilitasi melalui proses hukum dengan merujuk pada Surat Edaran Bareskrim No 1/II/2018.

Komposisi ini menunjukkan bahwa mekanisme rujukan rehabilitasi bukan lagi sekadar alternatif, melainkan jalur dominan yang menentukan nasib warga, sering kali tanpa kejelasan standar, tanpa verifikasi kelayakan fasilitas, dan tanpa pengawasan memadai.

Ketika hampir seluruh kasus masyarakat bergantung pada sebuah surat edaran yang tidak memiliki kekuatan hukum setingkat undang-undang, sementara sebagian lainnya tersedot ke penyelesaian transaksional yang tidak transparan, jelas bahwa persoalan utama bukan hanya berada pada rumusan pasal, melainkan pada bagaimana kebijakan dijalankan dan diawasi di lapangan.

Berbagai temuan di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat dirujuk ke fasilitas rehabilitasi swasta yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) Rehabilitasi, tidak terdaftar sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), dan dalam sejumlah kasus tidak memiliki izin operasional dari pemerintah daerah.

Kondisi ini pernah teridentifikasi di Kota Bogor dan di beberapa wilayah lainnya. Ketidakhadiran standar dan pengawasan membuat mekanisme rujukan kehilangan sifat perlindungannya, menjadikan rehabilitasi berpotensi menjadi ruang yang tidak aman dan tidak memberikan kepastian hukum. Kesenjangan antara norma dan implementasi memperlihatkan dua realitas yang bertolak belakang.

Di Senayan, negara berbicara tentang reformasi dan pendekatan humanis. Di lapangan, warga menghadapi kebijakan turunan yang menimbulkan kebingungan prosedural, risiko salah rujuk, dan beban finansial yang tidak pernah terduga. Situasi ini menunjukkan bahwa reformasi narkotika tidak dapat hanya berhenti pada perbaikan undang-undang.

Tanpa evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan operasional, termasuk SE Bareskrim No 1/II/2018, reformasi akan sekadar menjadi pembaruan administratif tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

Kebijakan narkotika idealnya berjalan selaras antara hukum tertulis dan praktik lapangan. Perbaikan norma hukum harus diikuti oleh penguatan standar rujukan, transparansi fasilitas rehabilitasi, serta mekanisme pengawasan yang memastikan bahwa setiap tindakan aparat sejalan dengan prinsip keadilan, proporsionalitas, dan pendekatan kesehatan.

Negara memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa reformasi tidak hanya hadir di ruang pengambilan keputusan, tetapi juga di titik di mana masyarakat paling rentan bersinggungan dengan kebijakan.

Sampai koreksi di tingkat regulasi dan implementasi dapat berjalan beriringan, kelompok akar rumput seperti FARI akan tetap menjalankan peran pendampingan terhadap warga.

Peran tersebut bukan pengganti fungsi negara, tetapi bagian dari upaya memastikan bahwa hak-hak masyarakat tetap terlindungi di tengah sistem yang belum sepenuhnya responsif.

Reformasi narkotika hanya akan berhasil ketika keadilan terasa tidak hanya dalam teks undang-undang, tetapi juga dalam pengalaman warga yang bersentuhan langsung dengan sistem tersebut.

(Bambang Yulistyo Tedjo/Forum Akar Rumput Indonesia)

Percepat Pemulihan Terpadu, Menteri Maman Petakan UMKM Terdampak Bencana

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan komitmen pemerintah untuk segera memetakan kondisi para pengusaha UMKM yang terdampak bencana di Provinsi Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

Menteri Maman menekankan bahwa pemetaan tersebut menjadi fondasi penting untuk mengetahui jumlah, tingkat dampak, serta kebutuhan penanganan yang tepat bagi para pengusaha UMKM di wilayah terdampak bencana.

“Pekan depan, kami akan menggelar rapat koordinasi dengan para bank penyalur KUR, khususnya yang memiliki portofolio pembiayaan di tiga provinsi tersebut. Kami ingin memastikan data UMKM terdampak benar-benar akurat sehingga langkah penanganannya tepat dan dapat dijalankan segera,” ujar Menteri Maman saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Kamis (4/12).

Menurut Menteri Maman, penanganan pascabencana harus memperhitungkan tingkat keparahan dampak di setiap wilayah. Zonasi diperlukan untuk menentukan tingkat kelumpuhan usaha para pengusaha UMKM.

Ia menegaskan skema pemulihan UMKM tidak dapat hanya diserahkan kepada pemerintah daerah atau pihak bank di lapangan. Diperlukan kebijakan nasional yang memberikan kepastian, ruang gerak, dan payung regulasi bagi seluruh pihak dalam penanganan pascabencana.

“Saya meyakini persoalan ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh teman-teman di daerah. Harus ada kebijakan dari pemerintah pusat agar langkah-langkah pemulihan di lapangan dapat berjalan lebih leluasa dan terarah,” kata Menteri Maman.

Optimalkan Program CSR

Untuk penanganan jangka pendek, Menteri UMKM meminta perbankan mengoptimalkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebagai bentuk respons cepat untuk membantu pengusaha UMKM yang terdampak bencana.

“Saya pikir pendekatannya kemanusiaan dulu. Apa yang bisa dibantu melalui CSR, silakan dilakukan semaksimal mungkin tanpa menunggu instruksi tambahan,” ujar Menteri UMKM.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan stakeholder terkait lainnya, untuk merumuskan formula penanganan khusus bagi UMKM yang mengalami dampak permanen.

Pemerintah menargetkan pemetaan kondisi UMKM terdampak bencana selesai dalam waktu dekat, sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pemulihan yang terukur, tepat sasaran, dan berpihak pada keberlanjutan usaha masyarakat.

Menteri Maman menegaskan kembali komitmennya bahwa pemulihan UMKM di wilayah bencana akan dilakukan secara bertahap, menyeluruh, dan berorientasi pada pemulihan ekonomi masyarakat agar para pengusaha UMKM dapat kembali bangkit dan berdaya.

Lahir dari Kas Masjid, Begini Cikal Bakal BRI Yang Berusia 130 Tahun

0

Bogordaily.net – Memasuki usia 130 tahun, BRI lahir dengan membawa misi sebagai bank untuk rakyat. Didirikan pada 16 Desember 1895 oleh seorang Patih di Purwokerto yakni Raden Aria Wirjaatmadja, lembaga awal yang bernama Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren (Bank Pertolongan dan Tabungan Priyayi Purwokerto) ini bermula dari kebutuhan menyediakan akses keuangan yang adil bagi pegawai pribumi.

Sebelum terbentuknya lembaga resmi tersebut, Raden Aria Wirjaatmadja diketahui telah beberapa kali memberikan bantuan pribadi.

Kala itu, berita tentang uluran tangan Raden Aria Wirjaatmadja sangat cepat menyebar di masyarakat. Sayangnya, tingginya permintaan bantuan membuat dana pribadi yang berhasil Raden Aria Wirjaatmadja sisihkan tidak lagi mencukupi.

Alhasil, melihat kebutuhan yang terus meningkat, Raden Aria Wirjaatmadja berdiskusi dengan orang-orang kepercayaannya seperti Atma Sapradja, Atma Soebrata, dan Djaja Soemitra untuk mencari sumber pendanaan lain. Dari pertemuan ini, akhirnya muncul gagasan memanfaatkan kas Masjid Purwokerto.

Dukungan penuh akhirnya datang dari Penghulu Masjid Purwokerto, Kiai Mohammad Redja Soepena, serta persetujuan Asisten Residen E. Sieburgh. Mereka melihat bahwa tujuan penggunaan kas masjid tersebut mulia dan yakin bahwa dana akan kembali. Bahkan, E. Sieburgh menyarankan pembentukan satu komisi pengelola yang dipimpin langsung oleh Raden Aria Wirjaatmadja.

Namun, upaya ini harus terhenti karena aturan pemerintah Hindia Belanda yang melarang penggunaan dana masjid untuk kepentingan di luar kegiatan ibadah.

Meski begitu, penghentian tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kepercayaan publik. Proses utang-piutang yang telah berjalan tetap berlanjut, dan para debitur mengembalikan dana pinjaman secara teratur.

Perkembangan positif ini akhirnya dilihat oleh para priyayi Eropa di Purwokerto yang menganut aliran politik etis. Mereka pun mendukung penuh rencana peresmian usaha peminjaman uang tersebut.

Bahkan, dengan hadirnya investor makin menunjukkan bahwa De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren atau Bank Priyayi Purwokerto dinilai prospektif dan layak sebagai sarana investasi.

Sebagai informasi, lembaga ini sempat mengalami beberapa kali perubahan nama, yakni Hulp-en Spaarbank der Inlandshe Bestuurs Ambtenaren (1895), De Poerwokertosche Hulp Spaar-en Landbouw Credietbank atau Volksbank, kemudian berubah menjadi Centrale Kas Voor Volkscredietwezen Algemene (1912).

Tahun 1934, lembaga ini kembali berubah menjadi Algemene Volkscredietbank (aVB), hingga pada masa pendudukan Jepang berganti menjadi Syomin Ginko (1942–1945).

Pasca kemerdekaan, peran BRI semakin ditegaskan melalui Undang-Undang No. 21 Tahun 1968. Regulasi ini menetapkan BRI sebagai bank umum yang menjalankan fungsi strategis sebagai agen pembangunan.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa perjalanan panjang selama 130 tahun telah menjadikan BRI sebagai bank yang tidak hanya tumbuh menjadi institusi keuangan terbesar, tetapi juga pilar penting bagi ekonomi rakyat.

“Sebagai institusi yang telah berdiri lebih dari satu abad, BRI terus memperkuat inklusi keuangan. Dengan basis nasabah terbesar dan jaringan layanan yang luas, kami berkomitmen menghadirkan akses keuangan yang merata hingga pelosok negeri,” ujarnya.

Kini BRI telah menjelma menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia yang fokus pada UMKM. Holding Ultra Mikro yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM telah menjangkau 34,5 juta debitur aktif dengan 185 juta rekening simpanan mikro.

Layanan keuangan BRI juga telah menjangkau hingga plosok negeri, dengan jumlah layanan E-Channel BRI yang mencapai lebih dari 687 ribu unit, sementara jaringan AgenBRILink menembus 1,2 juta agen yang tersebar di 66.648 desa di Indonesia. Super Apps BRImo juga mencatat lebih dari 44,4 juta pengguna, menunjukkan peningkatan signifikan pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat.

Selain itu, dengan customer base lebih dari 160 juta nasabah, BRI turut mengambil peran penting dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

BRI menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia, serta berkontribusi aktif dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di sektor pemberdayaan desa, BRI juga berkomitmen memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) melalui pemanfaatan jaringan AgenBRILink yang tersebar di pelosok Indonesia. Pada Program 3 Juta Rumah, BRI telah menyalurkan FLPP untuk lebih dari 25 ribu rumah.***

Amaroossa Royal Bogor Luncurkan Promo Akhir Tahun “Lastsember Staycation” Mulai Rp605 Ribu per Malam

0

Bogordaily.net – Menyambut momen liburan akhir tahun, Amaroossa Royal Hotel Bogor resmi meluncurkan promo spesial bertajuk “Lastsember Staycation”. Promo ini dihadirkan untuk memberikan pengalaman menginap yang nyaman, elegan, sekaligus terjangkau bagi wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis yang berkunjung ke Kota Bogor.

Melalui promo tersebut, Amaroossa Royal Bogor menawarkan harga istimewa mulai dari Rp605.000 per malam untuk Tipe Deluxe Room, sudah termasuk sarapan untuk dua orang.

Promo ini berlaku mulai 1 hingga 30 Desember 2025, sehingga memberikan keleluasaan bagi tamu untuk merencanakan liburan akhir tahun dengan lebih fleksibel.

General Manager Amaroossa Royal Bogor menyampaikan bahwa promo “Lastsember Staycation” dihadirkan sebagai bentuk apresiasi kepada para tamu yang ingin menikmati suasana liburan dengan fasilitas hotel bintang empat di lokasi strategis Kota Bogor.

“Melalui promo ini, kami ingin memberikan alternatif staycation akhir tahun yang nyaman dan berkelas, tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi,” ujarnya.

Berlokasi di jantung Kota Bogor, Amaroossa Royal Bogor dikenal dengan arsitektur bergaya kerajaan yang elegan, pelayanan ramah, serta fasilitas lengkap.

Lokasinya yang dekat dengan Kebun Raya Bogor menjadikan hotel ini pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi berbagai destinasi unggulan kota hujan.

Untuk menikmati promo “Lastsember Staycation”, tamu dapat melakukan pemesanan langsung melalui situs resmi hotel atau menghubungi akun Instagram @amaroossaroyal. Pihak hotel mengimbau calon tamu untuk segera melakukan reservasi karena jumlah kamar terbatas.

Sebagai hotel bintang empat, Amaroossa Royal Bogor terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan memperhatikan setiap detail demi kenyamanan tamu. Hal ini menjadikan hotel tersebut sebagai pilihan utama bagi wisatawan liburan maupun perjalanan bisnis.

Amaroossa Royal Bogor mengusung tagline “Enter As A Guest, Stay Like A Royal” yang mencerminkan pengalaman menginap berkelas dengan sentuhan kemewahan.

Informasi dan reservasi bisa langsung menghubungi ke nomor telepon: (0251) 8354555, WhatsApp: 0811 1757 815 atau Instagram & TikTok: @amaroossaroyal, Website: www.amaroossahotel.com.***

Ibnu Galansa

Polisi Evakuasi Jasad Lansia yang Tertabrak Kereta di Cilebut Timur Bogor

Bogordaily.net – Polisi berhasil mengevakuasi jasad lansia yang tewas tertabrak kereta di Kampung Patahunan, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Kamis 4 Desember 2025.

Diketahui, pria yang sebelumnya ditemukan tanpa identitas itu merupakan SN (82) warga Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Sukaraja, Kompol Wagiman menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.55 WIB.

“Kejadian Jam 11.55 WIB,” kata Kompol Wagiman kepada wartawan, Kamis 4 Desember 2025.

Menurut Wagiman, awalnya korban hendak menyebrang namun korban tidak mendengar klakson datangnya kereta.

Sehingga korban terserempet dan mengalami pendarahan cukup parah di bagian kepala hingga dinyatakan meninggal dunia.

“Kata saksi, masinis sudah klakson cuma mungkin karena beliau sudah sepuh jadi tidak mendengar sehingga tetap terserempet,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk saat ini jasad lansia tersebut telah dilarikan ke rumah sakit Polri Kramat Jati. Adapun, pihak keluarga sudah mengetahui peristiwa tersebut.

“Sekarang sudah dibawa ke RS Polri. Keluarga udah monitor,” ungkap Wagiman.

(Albin Pandita)