Home Blog Page 474

Program Studi Komunikasi Digital dan Media SV IPB University Berikan Pelatihan Digital Marketing bagi UMKM Desa Sukajaya

0

Bogordailynet – Mahasiswa Kelompok Digdaya Program Studi Komunikasi Digital dan Media (KMN), Sekolah Vokasi IPB University melaksanakan kegiatan pelatihan digital marketing bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor pada Minggu (16/11) di kantor Desa Sukajaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Digdaya: Digitalisasi Usaha Masyarakat Berdaya” yang digagas sebagai bentuk kontribusi akademik bagi peningkatan kapasitas masyarakat desa, khususnya dalam pemanfaatan media digital untuk pengembangan usaha.

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan literasi digital masyarakat Desa Sukajaya, terutama dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi produk. Peserta dibekali materi yang tidak hanya berfokus pada teori pemasaran digital, tetapi juga keterampilan praktis agar UMKM mampu memperluas jangkauan dan daya saing produk mereka di tengah meningkatnya persaingan bisnis online. Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM diharapkan dapat memahami cara mengoptimalkan platform digital untuk memasarkan produk secara lebih efektif, efisien, dan terukur.

Pelatihan menghadirkan narasumber Prasepta Widikurnia, S.Pi. dari PT Kampoeng Chicken, seorang praktisi yang berpengalaman dalam mengelola bisnis secara daring. Materi yang disampaikan mencakup pengantar digital marketing, konsep buyer persona, buyer journey, serta strategi menentukan media pemasaran yang paling sesuai dengan karakteristik produk dan sasaran konsumen.

Narasumber juga memberikan wawasan mengenai cara membangun identitas merek. “Sebelum memulai digital marketing, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan goals atau tujuan usaha kita. Dari sini, kita bisa menyusun identitas merek yang jelas dan konsisten sehingga lebih mudah dikenal oleh konsumen,” ucapnya.

Setelah memperoleh pemahaman dasar, peserta diarahkan untuk mempraktikkan penyusunan konten promosi, termasuk teknik penulisan caption yang efektif, penggunaan visual yang komunikatif, dan pemilihan gaya bahasa yang sesuai dengan target pasar. Dengan pendampingan dari co-fasilitator yang merupakan mahasiswa Kelompok Digdaya, peserta kemudian melakukan praktik pembuatan akun marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop. Tahap ini bertujuan agar UMKM mampu terhubung langsung dengan calon konsumen melalui platform e-commerce yang sedang berkembang pesat.

Melalui pelatihan ini, UMKM Desa Sukajaya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam memasarkan produk secara digital dan memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia. Dengan keterampilan yang lebih baik dalam menggunakan media sosial dan marketplace, produk-produk lokal memiliki potensi lebih besar untuk dikenal secara luas, memperluas jangkauan pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Program ini merupakan langkah nyata perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan usaha berbasis digital di tingkat lokal.

Kelompok Desa Sukajaya
Komunikasi Digital dan Media Angkatan 60

 

Maju Sebagai Calon Ketua KNPI Kecamatan Cigudeg, Bung Roni Hidayat Bawa 5 Program Kerja Andalan untuk Generasi Muda

0

Bogordaily.net – Pemilihan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tingkat Pengurus Kecamatan (PK) yang disebut dengan Musyawarah Kecamatan (Muscam) se-Kabupaten Bogor akan segera digelar.

Saat ini, jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kabupaten Bogor yang di Nahkodai oleh Wahyudi Chaniago tengah memproses administrasi persyaratan dari berbagai calon Ketua PK.

Salah satunya Roni Hidayat, seorang pemuda asal Kampung Cikasungka Kecamatan Cigudeg yang siap melanjutkan estafet Ketua PK KNPI Cigudeg.

“Sebagai pribumi asli Kecamatan Cigudeg insyaa allah saya siap melanjutkan roda organisasi KNPI Kecamatan Cigudeg,” kata Roni. Kamis 27 November 2025.

Menurut Roni, sebagai bakal calon Ketua PK KNPI Kecamatan Cigudeg, ia akan membawa organisasi tersebut sebagai wadah berhimpun generesi muda yang aktif terlibat dalam segala sektor dan menjadikan pemuda di Kecamatan Cigudeg memiliki daya saing.

“Saya optimis bahwa pemuda di Kecamatan Cigudeg itu banyak yang memiliki kemampuan, baik soft skill maupun hard skill, oleh karenanya saya siap memfasilitasi pemuda Cigudeg di KNPI ini sesuai visi saya, menjadikan KNPI sebagai wadah pemuda yang aktif, kreatif, dan berdaya saing dalam pembangunan masyarakat,” jelasnya.

Lebih jauh, Roni Hidayat juga memaparkan misinya jika terpilih sebagai Ketua KNPI PK Cigudeg, dan berbagai program kerja yang bakal ia jalankan kedepan.

“Ada lima program kerja yang telah saya susun, yakni, penguatan kapasitas pemuda, pemuda peduli sosial, penguatan jaringan dan kolaborasi, pembangunan ekonomi pemuda, penguatan tata kelola organisasi,” ungkap Roni.(Albin)

BRIKADE Rayakan Anniversary ke-10 Tahun, Adakan Touring ke Puncak

0

Bogordaily.net – BRI Kantor Cabang (Kanca) Depok memiliki komunitas sepeda motor. Adapun nama yang disepakati sejak 10 tahun lalu ini yaitu Bikers BRI Kanca Depok (BRIKADE).

BRIKADE kini sudah memasuki usia 10 tahun. Dalam rangka memeriahkan anniversary ke-10, kali ini BRIKADE menggelar acara touring ke Puncak.

“Tim BRI Kanca Depok memiliki kesolidan yang tinggi sehingga terbentuklah komunitas ini dan Alhamdulillah sudah 10 tahun berjalan,” ujar Pimpinan BRI Kanca Depok, Aris Abdillah.

Aris menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 15 November 2025. Dimana touring kali ini melewati rute Kanca Depok, Bukit Pelangi dan ke tujuan di Batu Layang. Acaranya berupa kolaborasi dan bakti sosial juga ada memancing.

“10 tahun mengabdi, bersaudara dan melanjutkan cerita,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Wilayah BRI, Mohammad Bayu Pancakusuma mengapresiasi kegiatan ini.

Pasalnya ini sangat bermanfaat bagi tim BRI Kanca Depok. Tentunya solidaritas saat bekerja hingga di luar itu bisa terus terjalin. Terlebih sampai bisa berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.

“Sukses terus komunitas BRIKADE, kobarkan semangat menebar kebaikan,” tutupnya.

Rekaman CCTV Rumah Pribadi Tersebar, Inara Rusli Lapor Polisi

0

Bogordaily.net – Polemik yang melibatkan selebgram Inara Rusli, Wardatina Mawa, dan suaminya Insanul Fahmi memasuki babak baru.

Setelah namanya terseret dalam tuduhan memiliki hubungan dengan suami orang, Inara kini menempuh jalur hukum untuk membersihkan nama serta menjaga privasinya yang menurutnya sudah dilanggar.

Melalui kuasa hukumnya, Inara mengajukan laporan resmi ke Bareskrim Polri terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) menyusul beredarnya rekaman CCTV dari rumah pribadinya tanpa izin.

Rekaman tersebut bukan hanya tersebar luas di media sosial, tetapi juga ikut dijadikan bukti pelengkap dalam laporan Wardatina Mawa di Polda Metro Jaya. Kondisi itu membuat Inara merasa sangat dirugikan dan tidak tinggal diam.

Bareskrim Polri Perkuat Proses Investigasi

Langkah hukum Inara dibenarkan oleh aparat kepolisian. Kasubdit I Siber Bareskrim, Kombes Rizki Agung, memastikan bahwa penyidik telah menerima laporan dan sedang memperkuat proses penyelidikan.

Ia menyebut, pihaknya kini sedang menelusuri peredaran data pribadi tersebut, termasuk siapa yang pertama kali membocorkan dan menyebarkannya ke ranah publik.

Proses identifikasi digital disebut cukup kompleks, mengingat rekaman CCTV biasanya melalui banyak tangan sebelum viral di media sosial.

Polisi menegaskan, penyalahgunaan rekaman pribadi termasuk pelanggaran serius apabila terbukti dilakukan tanpa izin pemilik rumah.

Laporan Wardatina vs Laporan Inara

Laporan Inara Rusli ini menjadi sorotan publik karena menyangkut dugaan pelanggaran privasi di tengah kasus rumah tangga orang lain.

Rekaman CCTV yang dipermasalahkannya kini menjadi bagian dari laporan Wardatina Mawa terkait dugaan pelanggaran kesetiaan perkawinan, dan tuduhan perzinaan yang diarahkan kepada Inara dan suaminya, Insanul Fahmi, seorang pengusaha.

Di sisi lain, Inara membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa penggunaan rekaman dari ruang privasinya justru merupakan tindakan yang merugikan dirinya secara hukum maupun sosial.

Para pengamat menilai bahwa kasus ini dapat menjadi preseden penting terkait batasan penggunaan bukti digital dalam sengketa rumah tangga, terutama ketika menyangkut privasi pihak ketiga.

Inara Rusli Merasa Tercederai Secara Moral dan Hukum

Sumber internal menyebutkan, Inara merasa harga dirinya dicemarkan setelah rekaman yang seharusnya berada di dalam ranah pribadi tersebar di internet dalam berbagai versi potongan.

Ia juga menilai penyebaran tersebut telah memperburuk opini publik terhadap dirinya, terlebih dengan munculnya narasi-narasi yang tidak dapat ia kendalikan.

Laporan ke Bareskrim menjadi bentuk perlawanan dan langkah pemulihan kehormatan, terutama setelah namanya terus diseret dalam konflik rumah tangga pasangan lain.

Dengan adanya dua laporan yang saling bertautan, laporan Wardatina di Polda Metro Jaya dan laporan Inara di Bareskrim Polri, kasus ini diprediksi akan menjadi salah satu konflik hukum yang menarik perhatian publik hingga akhir tahun.

Pria Diduga Maling Tewas Dihakimi Massa di Parung Panjang, Polisi Turun Tangan

0

Bogordaily.net – Pria diduga maling tewas  babak belur usai diamuk masa di Kampung Caringin, Desa Gorowong, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Parung Panjang, AKBP Suharto menjelaskan bahwa, peristiwa naas itu terjadi pada Kamis 27 November 2025 kemarin.

“Betul, kami dapat informasi via telepon dari masyarakat yang memberitahukan temuan mayat pria,” kata AKBP Suharto kepada wartawan, Jum’at 28 November 2025.

Menurut Suharto, korban tersebut diperkirakan berusia 18-20 tahun. Adapun, beberapa luka yang dialami korban diduga usai dipukuli warga.

“Pria itu diduga pelaku pencurian, dia meninggal dunia karena dihakimi massa,” jelasnya.

Sementara itu, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa rotator alat berat yang diduga hasil curian.

“Ada dua lampu rotator warna kuning yang diduga dipergunakan untuk kendaraan berat,” ungkap Suharto.

Selain itu, untuk saat ini, korban telah dilarikan ke Puskesmas Parungpanjang dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi.

(Albin Pandita)

Geger, Pria Diduga Bank Keliling Tewas Tergeletak di Rumpin Bogor

0

Bogordaily.net – Seorang pria diduga bank keliling ditemukan tewas tergeletak di sebuah warung, Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Rumpin AKP Suyoko membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Menurutnya peristiwa itu terjadi pada Kamis 27 November 2025.

Awalnya saksi melihat ada seorang pria sedang tidur dengan posisi tengkurap dan ketika kembali lagi bahwa saksi melihat pria tersebut masih dengan posisi yang sama.

Karena merasa curiga, lalu saksi menghampiri korban untuk di bangunkan karena tidak kunjung bangun lalu memberitahukan kepada warga lainya.

“Tidak lama kemudian bersamaan menuju ke korban dan setelah di bangunkan dan tidak ada reaksi apapun korban oleh saksi di posisikan terlentang dan setelah di cek  bahwa korban diduga meninggal dunia,” kata AKP Suyoko kepada wartawan, Jum’at 28 November 2025.

Selanjutnya, warga memberitahukan kejadian tersebut ke staf Desa Mekarsari dan memberitahukan ke bhabinkamtibmas desa Mekarsari bahwa ada orang tergeletak di depan warung.

Kemudian, Polisi yang menerima laporan tersebut langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasil olah TKP tidak ditemukan kekerasan terhadap korban

“Tidak ditemukan akibat kekerasan pada tubuh korban, dan dugaan sementara korban diduga sakit. Barang -barang korban berupa sepeda motor dan tas korban masih ada lengkap,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Suyoko, korban kemudian dibawa ke Puskesmas Rumpin untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

Atas kejadian ini  keluarga korban keberatan untuk dilakukan otopsi dan menganggap kejadian ini sebagai musibah dan membuat pernyataan.

“Kemudian pada pukul 17.45 Wib jenazah di bawa keluarga ke alamat rumah duka,” ujar Suyoko.

Selain itu, Polisi belum bisa memastikan bahwa korban berprofesi sebagai Bank Keliling. Namun, warga setempat sering melihat korban berlalu lalang di sekitar lokasi.

“Saya mendapat keterangan warga kerja di pasar Cicangkal dan warga sering melihat berkeliling di wilayah lokasi,” ungkapnya.**

(Albin Pandita)

Jadwal PPG Tahap 5 2025 Guru Tertentu Resmi Rilis, Cek Syarat dan Tahapannya

0

Bogordaily.net – Jadwal PPG Tahap 5 2025 Guru Tertentu akhirnya dirilis pemerintah dan menjadi perhatian besar para pendidik di seluruh Indonesia.

Informasi ini penting karena jadwal PPG tahap 5 2025 guru tertentu menentukan seluruh rangkaian mulai dari konfirmasi kesediaan hingga ujian. Bahkan, jadwal PPG tahap 5 2025 guru tertentu ini juga menetapkan mekanisme lapor diri, pembelajaran, hingga persiapan UKPPPG.

PPG Tahap 5 Dimulai, 37 Ribu Guru Masuk Seleksi, Ini Jadwal Lengkap dan Syaratnya

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru resmi mengumumkan pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu Tahap 5 Tahun 2025. Program ini menyasar 37.244 guru di seluruh Indonesia.

Pengumuman tersebut tertuang dalam surat resmi tanggal 27 November 2025, yang sekaligus menegaskan bahwa jadwal PPG tahap 5 2025 guru tertentu telah dipublikasikan dan wajib dipatuhi seluruh peserta.

Sasaran dan Kriteria Peserta PPG Tahap 5

Direktorat PPG menetapkan sejumlah kriteria guru yang dapat mengikuti program ini, di antaranya:

* Terdaftar dalam Dapodik
* Belum memiliki Sertifikat Pendidik
* Memenuhi seluruh persyaratan administrasi
* Aktif mengajar pada tahun ajaran 2023/2024
* Bukan peserta PPG di kementerian lain
* Bidang studi tersedia di LPTK penyelenggara

Pemanggilan peserta dilakukan melalui akun SIMPKB masing-masing. Guru diminta segera mengecek validitas NIK dan melakukan perbaikan melalui Verval PTK atau operator Dapodik bila ditemukan ketidaksesuaian.

Tahapan yang Wajib Dilalui Peserta

Setelah konfirmasi kesediaan, peserta wajib:

1. Mempelajari buku ajar PPG melalui SIMPKB.
2. Memastikan akun belajar.id aktif untuk mengakses Ruang GTK.
3. Melakukan lapor diri ke LPTK sesuai penempatan.
4. Mengikuti pembelajaran mandiri dan terbimbing.
5. Mendaftar UKPPPG dan mengunggah dokumen uji kinerja.

Seluruh proses mengacu pada **jadwal PPG tahap 5 2025 guru tertentu** yang telah ditetapkan kementerian.

Jadwal Lengkap Pelaksanaan PPG Tahap 5 Tahun 2025

Berikut rangkaian resmi yang wajib dicatat peserta:

  • Konfirmasi Kesediaan (SIMPKB) | 27–28 November 2025
  • Pembelajaran Mandiri (SIMPKB) | s.d. 30 November 2025
  • Lapor Diri ke LPTK | 30 November–1 Desember 2025
  • Orientasi | 1 Desember 2025
  • Pembelajaran Mandiri di Ruang GTK | 1–6 Desember 2025
  • Pembelajaran Terbimbing | 1–6 December 2025
  • Pendaftaran UKPPPG | 8 Desember 2025
  • Unggah Dokumen Uji Kinerja | 9–11 Desember 2025
  • Cetak Kartu Ujian | 12 Desember 2025
  • UTBK | 14 Desember 2025 |

Kementerian mengingatkan bahwa jadwal dapat berubah sesuai kebijakan LPTK masing-masing.

Dokumen Wajib untuk Lapor Diri

Peserta wajib menyiapkan dan mengunggah dokumen berikut:

* Pakta integritas
* Biodata mahasiswa (format PD DIKTI)
* Ijazah legalisir
* Transkrip nilai
* KTP/SIM
* Pas foto 4×6
* Surat sehat
* SKCK
* Surat bebas NAPZA
* NPWP (jika ada)
* Dokumen tambahan dari LPTK (bila diminta)

-Distribusi Peserta per Provinsi

Jawa Barat menjadi provinsi dengan peserta terbanyak yakni 6.493 guru, disusul Jawa Timur (3.388) dan Jawa Tengah (2.937).

Provinsi dengan peserta paling sedikit adalah Papua Pegunungan (125 orang), serta 5 peserta dari luar negeri.

Komitmen Zona Integritas

Direktorat PPG menegaskan seluruh layanan dilakukan tanpa gratifikasi dalam bentuk apa pun. Pendekatan POSITIF (Profesional, Objektif, Solutif, Inklusif, Transparan, Inovatif, Fokus) menjadi standar pelayanan pada seluruh rangkaian program.***

Pemerintah, Kelompok Tani hingga Pengelola Wisata D Rajih Tanam Pohon Bersama di Kawasan Gunung Salak Organik Cijeruk Bogor

0

Bogordaily.net – Pemerintah bersama kelompok tani hinga pengelola wisata melaksanakan gerakan menanam pohon bersama di Kawasan Gunung Salak Organik (GSO) Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, pada Jum’at 27 November 2025.

Kegiatan tersebut, dihadiri langsung jajaran Pemerintah Kecamatan Cijeruk, Pemerintah Desa Tajurhalang, Polsek, Danramil, Kelompok Tani, hingga pengelola Wisata salah satunya D Rajih Nature Camp.

Pencetus Organisasi Kelompok Tani Gunung Salak Organik (GSO) Abah Encep Suryadi menjelaskan bahwa, kegiatan gerakan menanam pohon di lahan seluas 10 ribu hektar itu sudah dilakukan sejak 2017 secara bertahap, dengan target penanaman sebanyak 10 ribu bibit pohon berbagai jenis.

“Kegiatan penanaman pohon ini rutin hanya saja bertahap, ini sudah sejak 2017 ada tanaman apapun di tanam sampai sekarang. Karena menanam pohon disini itu mengikuti program pemerintah,” kata Abah Encep.

“Di lahan kurang lebih 10 hektar ini kurang lebih akan ditanam 10 ribu pohon, hari ini jadi penanaman secara bertahap. Jadi dari tahun 2017 sampai sekarang belum berhenti menanam walaupun satu atau dua bulan sekali,” tambahnya.

Menurut Abah Encep, beberapa jenis pohon yang ditanam diambil langsung dari hulu sungai Citarum, salah satunya adalah pohon Damar.

“Beberapa pohon ini salah satunya pohon Damar ada dari Bandung, dari hulu sungai Citarum ngambilnya seribu pohon, lalu ada pohon mahoni, akasia, rasamala, damar dll,” ujar Abah Encep.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Tajurhalang Apud Adriansyah mengapresiasi adanya gerakan tanam pohon bersama.

“Ini sangat saya apresiasi dengan adanya GSO penanaman pohon yang ada dilingkungan Desa Tajurhalang yang memang ini sangat kita butuhkan, karena menanam untuk generasi masa depan kita,” ujar Apud.

Menurutnya, penanaman pohon itu dilakukan untuk mendukung kelestarian lingkungan dikarenakan 90 persen masyarakat bergantung terhadap sumber air di kawasan Gunung Salak.

“Apalagi masyarakat desa Tajurhalang hampir 90 persen air bersih untuk minum itu dari mata air. Oleh karena itu kami sangat mendukung adanya penanaman pohon ini,” jelasnya.

Kemudian, pihaknya turut melibatkan jajaran Kecamatan, Polsek, Koramil maupun masyarakat sekitar untuk ikut dalam gerakan menanam pohon

“Kita banyak dari berbagai lembaga, desa wisata, karang taruna unsur Kecamatan, Danramil, Polsek itu kita libatkan semua untuk menjaga warga tetap lestari,” katanya.

Selain itu, ia berharap, gerakan penanaman pohon bersama itu rutin dilaksanakan untuk menjaga lingkungan agar tetap hijau dan asri.

“Harapan saya untuk penanaman ini terus dilakukan oleh GSO dan kelompok tani, kedepan jangan sampai kita menggunduli dan jangan sampai gersang, agar lingkungan asri dan tetap hijau,” ungkap Apud.***

Albin

Pesantren dan Pemikiran Al-ghazali: Relevansi, Transformasi, dan Arah Pendidikan Islam Indonesia

0


I. LATAR BELAKANG

Pendidikan adalah instrumen peradaban. Dalam sejarah panjang manusia, pendidikan bukan hanya sekadar media untuk menanamkan keterampilan atau menghafal sejumlah pengetahuan, tetapi merupakan usaha holistik untuk membentuk kualitas jiwa manusia.

Dalam tradisi Islam, pendidikan memiliki posisi yang sangat istimewa. Wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad adalah perintah untuk membaca (iqra’), yang menjadi simbol bahwa kebangkitan umat selalu lahir dari budaya ilmu.

Namun sejarah tidak berjalan lurus. Dunia Islam pernah mengalami masa-masa stagnasi intelektual dan kemunduran sosial. Di Mesir pada abad ke-18 dan 19 misalnya, pendidikan agama lebih menekankan hafalan teks, minim kajian rasional, dan kurang memberi ruang bagi pengembangan ilmu modern.

Kemandegan ini memunculkan respons keras dari para pembaharu, salah satunya Syekh Muhammad Abduh (1849–1905), yang menyerukan agar umat Islam kembali pada semangat ijtihad rasional dan bahwa ilmu agama harus dipahami secara kritis dan kontekstual.

Tetapi jauh sebelum Muhammad Abduh, seorang ulama besar sudah meletakkan dasar utama pendidikan Islam yang komprehensif: Imam Abu Hamid Al-Ghazali (1058–1111 M).

Melalui karya monumentalnya Ihya’ ‘Ulum al-Din, Al-Ghazali mengkritik kecenderungan pendidikan yang semata intelektual dan menekankan bahwa inti pendidikan adalah penyucian jiwa, bukan sekadar penambahan informasi. Baginya, ilmu yang tidak melahirkan amal dan akhlak hanyalah beban.

Konsep Al-Ghazali sangat relevan dengan lembaga pendidikan Islam yang paling tua, mandiri, dan khas Indonesia: pesantren. Pesantren mempraktikkan pendidikan sebagai pembentukan adab, perjuangan spiritual, disiplin hidup, dan pengabdian sosial—sebuah model yang secara alami selaras dengan pemikiran Al-Ghazali.

Dalam konteks modern, pesantren sedang menghadapi arus globalisasi, revolusi teknologi, dan perubahan sosial-budaya yang cepat. Hal ini menimbulkan kebutuhan untuk memperkuat fondasi pendidikan agar tidak hanya melahirkan santri yang paham kitab, tetapi juga mampu membaca zaman.

Oleh karena itu, tulisan ini mencoba menguraikan relevansi pemikiran Al-Ghazali bagi pengembangan pesantren sebagai pusat pendidikan yang tetap berakar pada tradisi, tetapi juga adaptif terhadap tantangan modern.

II. PESANTREN DI INDONESIA: IDENTITAS, PERJALANAN, DAN TRANSFORMASI

A. Akar Historis Pesantren

Pesantren telah hadir di Nusantara setidaknya sejak abad ke-15, menjadi cikal bakal pendidikan Islam yang bersifat organik dan berbasis masyarakat. Keberadaannya senantiasa terkait dengan:

1. Peran kiai sebagai pusat intelektual dan moral.
2. Santri sebagai murid yang mengabdi.
3. Masjid sebagai ruang ibadah dan intelektual.
4. Asrama sebagai tempat pembiasaan karakter.
5. Kitab kuning sebagai panduan spiritual dan akademik.

Ciri khas pesantren terletak pada sistemnya yang mandiri, sederhana, dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Pesantren bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang kehidupan spiritual dan sosial.

B. Karakteristik Utama Pendidikan Pesantren

1. Berbasis Tradisi Turats
Pesantren mempertahankan pengajaran kitab klasik yang memiliki akar ribuan tahun, terutama karya fiqih, tafsir, akhlak, dan tasawuf.
2. Adab sebagai inti pendidikan
Aspek moral dan etika menjadi fondasi, bahkan lebih penting daripada kecerdasan intelektual.
3. Pendidikan berasrama (boarding)
Sistem 24 jam yang membentuk disiplin, kemandirian, dan pembiasaan ibadah.
4. Keteladanan Kiai
Pendidikan melalui contoh (uswah hasanah) menjadi metode utama.
5. Kemandirian dan kehidupan sederhana
Santri dibiasakan hidup hemat, disiplin, dan tidak bergantung pada fasilitas mewah.

C. Transformasi Pesantren Modern
Memasuki abad ke-21, pesantren mengalami transformasi besar, meliputi:
1. Masuknya sekolah formal dan kurikulum modern
2. Integrasi teknologi dan literasi digital
3. Penguasaan bahasa asing (Arab-Inggris)
4. Program kewirausahaan dan kompetensi kerja
5. Pembinaan karakter kepemimpinan santri
6. Internasionalisasi—santri yang melanjutkan studi ke kampus luar negeri
Transformasi ini diperlukan untuk menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan ruh pesantren tradisional.

III. KONTEKS TOKOH PENDIDIKAN (UMUM) DALAM PESANTREN
Dinamika pesantren Indonesia dapat dipetakan melalui tiga generasi besar:

1. Generasi Pendiri
Tokoh ulama yang mendirikan pesantren sejak masa kolonial, seperti:
• KH. Hasyim Asy’ari (Tebuireng),
• KH. Ahmad Dahlan (Muhammadiyah),
• Syekh Nawawi al-Bantani, dan ulama Nusantara lainnya.
Mereka menekankan ilmu agama, adab, dan dakwah sebagai inti pendidikan.
2. Generasi Pengembangan
Generasi kedua memperluas fungsi pesantren dengan:
• mendirikan madrasah,
• menyusun kurikulum,
• meningkatkan administrasi dan kelembagaan.
3. Generasi Pembaharu
Generasi ketiga mengadopsi:
• ilmu pengetahuan modern,
• teknologi digital,
• manajemen pendidikan,
• orientasi global.
Pesantren kini mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat modern tanpa menghilangkan nilai spiritual.

IV. KONSEP & PROGRAM MODEL PESANTREN (VERSI UMUM)
Bagian ini memaparkan struktur pendidikan pesantren modern yang dapat ditemukan di berbagai lembaga, seperti:
A. Pesantren Transformasional
Model pesantren yang menggabungkan:
• tradisi keislaman klasik,
• kurikulum umum modern,
• keterampilan hidup (life skills),
• dan teknologi digital
B. Ethnic Islamic Boarding School
Model asrama dan arsitektur bernuansa budaya Nusantara yang:
• ramah,
• menenangkan,
• dan meningkatkan kenyamanan belajar.
C. Visi Pesantren Modern
“Menjadi lembaga pendidikan Islam unggul yang melahirkan pemimpin berakhlak mulia, berilmu luas, dan relevan dengan perkembangan zaman.”
D. Misi Utama
1. Penguatan ilmu agama
2. Penguasaan ilmu umum
3. Pembentukan karakter & kepemimpinan
4. Pembiasaan ibadah
5. Pengabdian sosial
E. Program Unggulan (Tribina Pesantren)
• 1. Bina Iman
• Tahfidz Al-Qur’an
• Kitab kuning
• Bahasa Arab
• Pembinaan ibadah
• 2. Bina Akhlak
• Adab santri
• Disiplin harian
• Pembiasaan ibadah
• Etiket sosial
• 3. Bina Ilmu
• Sains modern
• Teknologi
• Kewirausahaan
• Bahasa asing
• Literasi digital

V. KORELASI FILSAFAT AL-GHAZALI DENGAN PENDIDIKAN PESANTREN

1. Tazkiyah al-Nafs: Inti Pendidikan
Al-Ghazali menegaskan bahwa pendidikan harus membersihkan hati. Pesantren mempraktikkannya melalui:
• ibadah teratur,
• tirakat,
• zikir harian,
• disiplin hidup sederhana.
2. Adab sebagai Epistemologi
Dalam pandangan Al-Ghazali:
Ilmu tidak masuk ke hati yang kotor.
Pesantren sangat serius dalam menanamkan:
• adab kepada guru,
• adab dalam majelis ilmu,
• adab dalam belajar,
• adab dalam makanan, pakaian, dan kehidupan sehari-hari.
3. Integrasi Akal dan Wahyu
Al-Ghazali tidak menolak akal. Ia menempatkan akal sebagai anugerah besar, tetapi harus dipandu oleh wahyu. Pesantren menerapkan ini melalui:
• kurikulum umum,
• analisis kitab,
• diskusi,
• logika dasar (manthiq),
• bahasa asing.
4. Pembiasaan Amal
Al-Ghazali menolak ilmu tanpa amal.
Pesantren menekankan:
• khidmah,
• gotong royong,
• dakwah,
• bakti sosial,
• pengabdian pada masyarakat.
5. Keteladanan Guru
Al-Ghazali menulis:
“Hati murid mengikuti hati gurunya.”
Pesantren menjadikan kiai sebagai:
• model kedisiplinan,
• ketenangan spiritual,
• keikhlasan,
• dan kebijaksanaan moral.
6. Pendidikan Sebagai Jalan Menjadi Manusia
Imam Al-Ghazali memandang pendidikan sebagai proses menjadi manusia paripurna (insan kamil).
Pesantren melihat santri bukan hanya calon ulama—tetapi calon manusia utuh:
• berilmu,
• beradab,
• mandiri,
• berguna bagi masyarakat.

VI. RELEVANSI PESANTREN & AL-GHAZALI DI ERA MODERN

1. Menghadapi Krisis Moral
Pesantren menjadi benteng akhlak di tengah krisis moral global—sejalan dengan misi AlGhazali.
2. Mengisi Ruang Spiritualitas Kosong
Di era digital yang bising, pesantren memberikan ruang hening bagi penyucian jiwa.
3. Menjawab Kebutuhan Kompetensi Global
Pesantren menanamkan:
• literasi digital,
• bahasa asing,
• sains,
• kewirausahaan.
Sehingga santri bisa relevan dalam dunia kerja global tanpa meninggalkan nilai spiritual.
4. Pesantren sebagai Lembaga Moderasi Beragama
Al-Ghazali menekankan keseimbangan. Pesantren menjadi hamparan moderasi:
• ada fiqih,
• ada tasawuf,
• ada logika,
• ada sains.
5. Pesantren sebagai Lembaga Solusi Masa Depan
Dengan integrasi ilmu-akhlak, pesantren bisa menjadi pusat lahirnya:
• ulama modern,
• peneliti Muslim,
• pemimpin bangsa,
• dan agen perubahan global.

VII. KESIMPULAN (VERSI PANJANG)

Pendidikan Islam yang ideal bukan sekadar transmisi ilmu, tetapi transformasi jiwa. Itulah
esensi yang diajarkan Imam Al-Ghazali dan dipraktikkan pesantren selama berabad-abad.
Pesantren mampu memadukan:
• adab dan akal,
• kitab kuning dan teknologi,
• spiritualitas dan sains,
• tradisi dan modernitas.
Dengan fondasi Al-Ghazali, pesantren bukan hanya lembaga masa lalu, tetapi lembaga masa depan.

Mereka menjaga tradisi lama yang baik, mengambil hal baru yang relevan, dan melahirkan generasi Muslim yang siap menjadi pemimpin, intelektual, dan pembaharu.***

Ditulis Oleh: Ustadz Daniel Zein S.Pd, Pengajar di Pesantren Modern Ummul Quro AlIslami dan Mahasiswa Magister Management Pendidikan Islam di IUQI

Dalam Rangka Studi Banding, Sekolah Bosowa Bina Insani Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Mentari School Visit

0

Bogordaily.net —Sekolah Bosowa Bina Insani Bogor ditunjuk oleh Mentari Group menjadi tuan rumah program Mentari Visit School.

Dalam kesempatan tersebut, Mentari Group membawa rombongan pimpinan sekolah dari Jawa dan Sumatera untuk melaksanakan studi banding (Comparative Study) di Sekolah Bosowa Bina Insani, Rabu (26/11/2025).

Rombongan berasal dari 45 sekolah, terdiri dari kepala sekolah, pimpinan Yayasan dan pengawas sekolah.

“Mentari Visit School adalah kegiatan studi banding ke sekolah unggulan di Jadebotabek untuk sejumlah sekolah nasional swasta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang diinisasi oleh Mentari Group ini untuk memberikan kesempatan kepada para pimpinan sekolah berdiskusi, bertukar pengalaman, dan belajar dari praktik terbaik yang diterapkan di sekolah unggulan tersebut,” kata Perwakilan Mentari Group, Donny Suryanto.

Selama berada di Sekolah Bosowa Bina Insani, rombongan Mentari School Visit diterima oleh Chief Academic Officer (CAO) Sekolah Bosowa Bina Insani, Haposan Andy Citra; CAO Sekolah Bosowa Al Azhar Cilegon (SBAC) Eko Arianto; Executive of SBBI Principals, Yudi Oktiadi Nugraha; Executive of SBAC Principals, Cucup Shohibul Maqomat; Sekretaris Yayasan Bosowa Bina Insani, Dedeh Soeria Atmadja, dan Tim Akademik Bosowa School.

Adapun rangkaian acaranya sebagai berikut:

• Sambutan dan pengenalan Sekolah Bosowa Bina Insani.
• Penyampaian Visi Misi Sekolah Bosowa Bina Insani.
• Observasi kelas dan tur fasilitas sekolah.
• Diskusi dan tanya jawab.

Donny Suryanto mengatakan alasan pihaknya memilih Sekolah Bosowa Bina Insani untuk mengajak rombongan Mentari School Visit ke sekolah tersebut, karena Sekolah Bosowa Bina Insani merupakan sekolah yang sudah mapan menggunakan Kurikulum Cambridge dan buku-buku pelajaran yang diterbitkan/ didistribusikan oleh Mentari Group.

“Untuk program Mentari School Visit tahun 2025 kami memilih Sampoerna School dan Sekolah Bosowa Bina Insani. Mengapa kami memilih Sekolah Bosowa Bina Insani? Karena Bosowa School, khususnya Sekolah Bosowa Bina Insani, sudah mapan menggunakan Kurikulum Cambridge dan buku-buku pelajaran yang diterbitkan/ didistribusikan oleh Mentari Group. Bosowa School adalah sekolah yang luar biasa,” kata Donnny Suryanto.

CAO Bosowa Bina Insani, Haposan Andy Citra mengucapkan terima kasih kepada Mentari Group yang telah memilih Sekolah Bosowa Bina Insani untuk melakukan studi banding dalam program Mentari School Visit.

“Sebuah kebanggaan bagi Bosowa School, khususnya Sekolah Bosowa Bina Insani, dikunjungi rombongan Mentari School Visit untuk melakukan Comparative Study. Kami mengucapkan terima kasih kepada Mentari Group yang telah memilih Sekolah Bosowa Bina Insani untuk melaksanakan kegiatan Mentari School Visit untuk mendikuskusikan upaya mengelola sekolah yang lebih baik hari ini dan di masa depan,” kata Haposan Andy.

Haposan Andy mengapresiasi kegiatan Mentari School Visit dalam rangka melakukan studi banding. “Dalam mengelola dunia pendidikan, kita harus selalu terbuka dan siap menghadapi berbagai tantangan dan perubahan,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan secara singkat riwayat perjalanan Sekolah Bina Insani, sejak didirikan pertama kali tahun 1990. Kemudian sejak tahun 2012, diambil alih oleh Bosowa Group menjadi Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI).

“Saat ini, jaringan Bosowa School berada di Kota Bogor (Sekolah Bosowa Bina Insani), Cilegon (Sekolah Bosowa Al Azhar Cilegon), serta Makassar (Bosowa School Makassar dan Sekolah Alam Bosowa). Bosowa Education/ Bosowa School menargetkan ekspansi ke kota-kota lain,” ujarnya.

Pada tahun ajaran 2025/2026, jumlah siswa Sekolah Bosowa Bina Insani (KB-TK, SD, SMP dan SMA) mencapai 1.388 orang.

“Salah satu kunci sukses utama dalam mengelola pendidikan adalah selalu berupaya memberikan layanan dengan kualitas terbaik (service excellent) kepada siswa dan orang tua murid,” kata Haposan Andy.

Ia menjelaskan empat pilar yang dikembangkan oleh Bosowa School, yakni:

1) Islamic Studies. Termasuk di dalamnya pembiasaan ibadah (shalat fardhu berjamaah, shalat Dhuha, tadarus Qur’an, dan pembinaan tahfizh Qur’an), dan Peringatan Hari Besar Islam atau PHBI (termasuk peringatan Maulid Nabi Muhammad, Gema Muharram, peringatan Isra Mi’raj, Qurban, Tarhib Ramadhan, Pintar Ramadhan, Halal Bihalal).

2) Kurikulum Nasional: menerapkan Kurikulum Nasional dengan pendekatan pembelajaran Deep Learning yang terintegrasi dengan tahapan perkembangan anak.

“Guru tidak hanya mengajar, tapi memantau siswa atau sebagai observer,” ujarnya.

Tiap guru memantau 12-15 murid. Di akhir semester, guru memberikan Raport Tahapan Perkembangan, selain laporan Kognitif (nilai).

3) Kurikulum Cambridge. “Metode Tahapan Perkembangan selaras dengan Cambridge Curriculum,” tuturnya.

Salah satu kegiatan yang terkait dengan penerapan Kurikulum Cambridge adalah kerja sama Immersion luar negeri.

“Siswa Sekolah Bosowa Bina Insani baru saja pulang dari Korea. Pada bulan April-Mei 2026, Bosowa School akan melakukan kerja sama Immersion dengan Australia. Program Immersion ini untuk mendorong para siswa agar mempunyai mindset sebagai global citizen atau warga negara dunia,” ujar Haposan Andy.

4) Literasi. “Bosowa School sangat memperhatikan peningkatan literasi siswa maupun guru,” kata Haposan Andy.

Untuk memajukan Sekolah Bosowa Bina Insani maupun Bosowa Scool secara keseluruhan, Bosowa School menerapkan konsep manajemen yang memadukan Tim Akademik, serta Tim Pendukung (Supporting), karyawan, dan Yayasan.

“Khusus Sekolah Bosowa Bina Insani, saat ini didukung oleh guru berjumlah 133 orang, serta Tim Supporting, karyawan dan Yayasan berjumlah 108 orang,” kata Haposan Andy. ***