Home Blog Page 475

Heboh, Spanduk “Salam Perubahan” Bertebaran di Sejumlah Titik Internal PDAM Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Mayoritas pegawai Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, menyampaikan dukungan penuh kepada Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, dalam pelaksanaan pergantian posisi direksi dilakukan dengan mekanisme seleksi terbuka.

Dukungan tersebut disampaikan melalui pemasangan spanduk dengan tema “Salam Perubahan” di sejumlah titik internal perusahaan, hal ini dilakukan sebagai bentuk aspirasi yang tertib dan konstruktif.

Mayoritas pegawai menilai bahwa seleksi terbuka adalah langkah terbaik untuk memastikan kepemimpinan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor diduduki oleh figur yang kompeten, berintegritas, dan memiliki visi yang kuat dalam meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Bogor.

Selain itu, mekanisme ini dinilai mampu memperkuat prinsip transparansi serta tata kelola perusahaan daerah yang baik.

“Kami percaya Bapak Wali Kota Bogor memiliki komitmen kuat terhadap transparansi dan profesionalisme. Karena itu, kami menyatakan dukungan agar seluruh proses pemilihan direksi dilakukan melalui seleksi,” ujar perwakilan pegawai dalam keterangannya.

Aspirasi tersebut juga mencerminkan keinginan pegawai untuk menjaga stabilitas internal perusahaan dan memastikan bahwa agenda pembangunan sektor layanan air minum berjalan sesuai harapan publik.

Para pegawai berharap proses seleksi dapat segera dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga Perumda Tirta Pakuan dapat terus memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat Kota Bogor.

Sementara itu, pantauan di lapangan salah satu spanduk yang belum lama terpasang yaitu dilingkungan Komplek Balai Kota Bogor spanduk tersebut sudah tidak ada ditempatnya, entah kenapa mungkin dicabut oleh seseorang.

Padahal sebelum pemasangan spanduk tersebut, sudah meminta izin kepada petugas Satpol PP yang sedang berjaga pada malam itu.

“Spanduk yang baru saja dipasang dalam sekejap langsung menghilang, padahal kita sudah izin ke petugas satpol PP yang sedang berjaga di pos,” ujar salah seorang karyawan pdam yang enggan disebutkan namanya itu.***

Kisah Pencarian Tempat Terindah di Dunia Dipentaskan Secara Kolosal oleh 500 Siswa Tunas Global

0

Bogordaily.net – Ratusan siswa dari berbagai jenjang berkumpul dalam pementasan drama musikal kolosal yang diselenggarakan oleh Sekolah Nasional Plus Tunas Global pada 26 November 2025.

Acara ini merupakan kegiatan ketiga setelah dua gelaran sebelumnya sukses menyita perhatian publik internal sekolah.

Pentas kali ini diberi label kolosal bukan tanpa alasan. Seluruh siswa dari jenjang KBTK, SD, hingga SMP, dengan jumlah lebih dari 500 peserta, tampil bersama dalam satu rangkaian pertunjukan.

Antusiasme anak-anak berpadu dengan kerja keras para guru dan tim produksi, menghadirkan sebuah pertunjukan berskala besar yang jarang dilakukan oleh sekolah-sekolah lain.

Mengadakan pertunjukan dengan peserta lintas usia tentu bukan pekerjaan mudah. Sekolah harus menyiapkan banyak hal: mulai dari sutradara profesional, naskah yang kuat, hingga koordinasi panitia yang umumnya diisi oleh para guru dan tenaga kependidikan.

Di Tunas Global, kegiatan seperti ini dianggap bagian dari tanggung jawab sekolah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang menyeluruh.

Mereka meyakini bahwa pengalaman belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui aktivitas kreatif seperti drama musikal.

Kisah Petualangan: Mencari Tempat Terindah di Dunia

Cerita drama musikal ini dimulai dari rasa ingin tahu seorang siswa Tunas Global. Sebuah pertanyaan sederhana namun penuh makna muncul, “Di manakah tempat terindah di dunia?”

Ayah dan Bunda yang bijaksana dalam kisah tersebut membiarkan sang anak mencari jawabannya sendiri melalui perjalanan dan petualangan.

Sang tokoh cilik menjelajahi berbagai tempat, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Ia menemukan bahwa setiap lokasi memiliki keunikan dan keindahan masing-masing.

Namun pada akhirnya, ia menyadari bahwa tempat terindah di dunia adalah rumah dan keluarga. Sekolah, sebagai lingkungan kedua bagi anak-anak, digambarkan sebagai keluarga yang memberikan rasa aman, dukungan, dan kesempatan bertumbuh.

Makna cerita ini diperkuat melalui theme song berjudul “Tempat Terindah Sedunia”, karya Eppi S Rachman, pembina Yayasan Mandiri Tunas Global. Lagu tersebut menjadi inti dari pesan moral pergelaran tahun ini.

Tunas Global dan Misi Menanamkan Keterampilan Abad 21

Tunas Global meyakini bahwa untuk mempersiapkan generasi masa depan, pendidikan tidak cukup hanya berupa pembelajaran akademik. Siswa perlu dibekali Keterampilan Abad 21, yang meliputi nilai, etika, dan kecakapan sosial.

Melalui pentas kolosal ini, sekolah menanamkan prinsip-prinsip seperti:

  • Harmoni dalam kehidupan sosial
  • Pola hidup berkelanjutan
  • Etika dan sopan santun
  • Kerja keras dan disiplin
  • Kualitas dan keahlian
  • Loyalitas dan tanggung jawab

Kegiatan besar seperti ini menjadi wahana pembelajaran di luar kelas yang melibatkan kerja sama lintas usia, gender, dan jenjang pendidikan. Bahkan para guru pun ikut terlibat langsung dalam proses produksi dan pementasan.

Belajar Komitmen dan Ketekunan Selama Tiga Bulan

Pentas drama musikal ini bukanlah persiapan seminggu dua minggu. Para siswa telah berlatih selama lebih dari tiga bulan, mengikuti jadwal latihan yang padat dan konsisten.

Proses ini mengajarkan banyak hal: ketekunan, tanggung jawab, kemampuan berkolaborasi, serta keterampilan mengelola emosi dan ekspektasi.

Interaksi antarjenjang, mulai dari anak 3 tahun hingga remaja 15 tahun menjadikan latihan ini sebagai ruang sosial yang unik. Anak-anak belajar mengenal keragaman, membangun empati, hingga belajar menempatkan diri dalam kelompok.

Tak heran jika pengalaman ini menjadi memori yang sangat berharga bagi para siswa. Banyak dari mereka kelak akan mengenang pertunjukan ini sebagai pengalaman membentuk karakter.

Melalui kegiatan kolosal ini, Tunas Global menegaskan komitmennya dalam memberikan pendidikan berorientasi masa depan.

Sekolah percaya bahwa keunggulan sistem pendidikan bukan hanya terletak pada kurikulum, tetapi bagaimana sekolah membangun karakter anak melalui kegiatan yang dijalankan dengan penuh cinta dan kesungguhan.

Seperti jargon acara ini, “Tekun hari ini, Hebat nanti.”

Pentas drama musikal ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi sebuah investasi jangka panjang bagi pertumbuhan karakter setiap anak.

Di sinilah fondasi keunggulan individu masa depan dibangun melalui proses yang penuh kesadaran, kolaborasi, dan kegembiraan.***

 

Tim Hadang Kabupaten Bogor Raih Hasil Fantastis Masuk Final Invitasi Ortrad Jabar 2025

0

Bogordaily.net – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kontingen Kabupaten Bogor pada Invitasi Olahraga Tradisional tingkat SD se-Jawa Barat tahun 2025 yang digelar di Karawang Central Plaza, Kabupaten Karawang, pada 25–27 November 2025.

Dalam ajang bergengsi yang mempertemukan para atlet muda dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat ini, Kontingen Kabupaten Bogor sukses meloloskan cabang olahraga Hadang Putri ke babak final yang akan dilaksanakan pada Kamis, 27 November 2025.

Pada laga puncak tersebut, Tim Hadang Putri Kabupaten Bogor akan berhadapan dengan Tim Hadang Putri Kabupaten Majalengka.

Tak hanya itu, dua cabang lainnya Dagongan dan Tarompah Panjang juga menunjukkan performa gemilang dengan berhasil melaju ke babak semifinal. Pertandingan semifinal untuk kedua nomor tersebut dijadwalkan berlangsung Kamis pagi.

Keberhasilan ini menjadi bukti kerja keras para atlet muda Kabupaten Bogor serta komitmen pembinaan olahraga tradisional yang terus digelorakan.

“Alhamdulillah, ini capaian luar biasa dari anak-anak kita. Melaju ke final Hadang Putri dan mengamankan posisi semifinal di Dagongan dan Tarompah Panjang adalah bukti bahwa mereka telah berlatih dengan sungguh-sungguh. Kami sangat bangga dengan usaha, kedisiplinan, dan semangat juang mereka. Kami berharap pada pertandingan besok, anak-anak bisa tampil maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik untuk Kabupaten Bogor,”
kata Ketua Kontingen, Asnan AP

Wakil Ketua Kontingen, Rusliandy mengatakan hal yang sama dan sangat bangag dengan motivasi para.pelajar, guru, KKGO, K3S dan Bapopsi Kabupaten Bogor yang sangat mensuport pelestarian olahraga tradisional ke kalangan.pelajar atau generasi muda di Kabupaten Bogor.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh atlet, pelatih, dan pendamping. Perjalanan mereka tidak mudah, tetapi mental bertanding mereka luar biasa. Masuk final dan semifinal di tiga nomor adalah pencapaian yang patut disyukuri. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Bogor agar anak-anak mampu bermain tenang, fokus, dan meraih hasil terbaik di laga besok,” jelasnya.

Pada pelaksanaan Invitasi Ortrad Jabar tingkat SD tahun 2025 ini Kontingen Kabupaten Bogor tampil dalam lima jenis olahraga seperti Hadang, Dagongan, Tarompah, Sumpitan dan Egrang.

Semua atlet yang tampil membela Kontingen Kabupaten Bogor pada invitasi ortrad Jabar 2025 adalah perwakilan tim juara pada Invitasi Ortrad tingkat Kabupaten Bogor.***

Program CSR BRI Raih Pengakuan Global Lewat Dua Penghargaan Internasional, Tegaskan Komitmen Kuat dalam Keberlanjutan dan Pemberdayakan Masyarakat

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menegaskan posisinya sebagai perusahaan yang berkomitmen kuat terhadap pembangunan berkelanjutan. BRI meraih dua penghargaan internasional bergengsi, yaitu Global Corporate Sustainability Awards (GCSA) 2025 dan International CSR Excellence Awards 2025, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam program sosial, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pada ajang Global Corporate Sustainability Awards (GCSA) 2025, BRI meraih penghargaan Excellence untuk dua program unggulan: BRInita (BRI Bertani di Kota) dan Desa BRILiaN. Acara ini digelar di The Grand Hotel Taipei, Taiwan pada Selasa (26/11) dan diberikan kepada organisasi atau perusahaan yang dinilai mampu menghadirkan inisiatif keberlanjutan dengan dampak signifikan dan berkelanjutan bagi masyarakat.

BRINita (BRI Bertani di Kota) sendiri merupakan program urban farming yang memanfaatkan ruang sempit di perkotaan, mulai dari halaman kecil, gang, hingga atap rumah untuk meningkatkan ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif, BRInita telah mendorong pemberdayaan komunitas urban, terutama perempuan, dalam meningkatkan pendapatan dan literasi lingkungan.

Sementara itu, Program Desa BRILiaN merupakan program inkubasi desa yang bertujuan memperkuat kemandirian dan produktivitas desa-desa di Indonesia. BRI memberikan pendampingan intensif kepada desa terpilih untuk mengoptimalkan potensi lokal, mengembangkan UMKM, serta memanfaatkan layanan keuangan dan teknologi digital.
Selain prestasi di Taiwan, BRI juga menorehkan pencapaian membanggakan pada ajang International CSR Excellence Awards 2025 yang digelar di St Paul’s Cathedral, London, pada 30 Juni 2025. Pada ajang ini, BRI meraih Gold Category untuk program Ini Sekolahku, BRInita, dan Aspire to Uplift, Revive and Achieve (AURA), serta Silver Category untuk program Cegah Stunting Itu Penting dan Klaster Unggulan.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan evaluasi dunia internasional terhadap efektivitas, inovasi, kesinambungan dan dampak sosial-lingkungan dari program BRI Peduli sebagai payung dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa pengakuan internasional ini merupakan bukti bahwa BRI tidak hanya fokus pada bisnis perbankan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial-ekonomi Indonesia.

“Penghargaan ini menunjukkan bahwa BRI tidak hanya fokus pada bisnis perbankan semata, tetapi juga secara nyata mendukung pembangunan sosial-ekonomi berbasis komunitas melalui program-program pemberdayaan seperti urban farming (BRINita) dan pengembangan desa/UMKM (Desa BRILiaN),” ujar Dhanny.

Ia juga menambahkan, kedua penghargaan ini menunjukkan bahwa BRI mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap tantangan nyata, seperti ketahanan pangan perkotaan, pemberdayaan perempuan, inklusi keuangan, pembangunan desa, serta kontribusi dalam Pendidikan.

“Berbagai penghargaan internasional yang diterima BRI menjadi bukti bahwa pendekatan perusahaan terhadap keberlanjutan, baik dari sisi sosial, lingkungan, maupun ekonomi telah diakui dunia sebagai model yang inovatif, berdampak dan dapat direplikasi” tegasnya.***

Mahasiswa Fakultas Hukum UPNVJ Terlibat dalam Penanganan Kasus Kekayaan Intelektual di DJKI

0

 

Bogordaily.net — Empat mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, yaitu Daffania Aldhiyata, Shabrina Rifdah Larasati, Vanessa Debora Muaja, dan Radjendra Al-Fattah Banu, melaksanakan Program Magang Mandiri di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) sejak 4 Agustus 2025. Mereka ditempatkan pada Direktorat Penegakan Hukum, khususnya di Subdirektorat Penindakan dan Penyidikan, unit yang memiliki peran penting dalam penanganan perkara pelanggaran kekayaan intelektual.

Selama magang, para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana laporan dugaan pelanggaran KI diproses, mulai dari penerimaan pengaduan, pemenuhan syarat administratif, hingga penyusunan dokumen hukum. Mereka terlibat dalam penyusunan surat panggilan saksi, penyusunan Berita Acara Pemeriksaan dan Berita Acara Wawancara, serta membantu proses pemberkasan untuk kebutuhan penyidikan. Kegiatan ini memberikan pemahaman nyata mengenai alur pembuktian awal dalam perkara KI.

Selain itu, mahasiswa juga diberi kesempatan mengikuti kegiatan gelar perkara internal dan analisis terhadap dokumen kasus yang tengah ditangani. Dalam proses tersebut, mereka mempelajari bagaimana unsur-unsur hukum dianalisis, bagaimana bukti dinilai, serta bagaimana koordinasi dilakukan antara penyidik dan pejabat terkait. Pengalaman ini memperkaya kemampuan mereka dalam membaca dokumen hukum, menilai relevansi bukti, serta memahami dasar pengambilan keputusan dalam proses penyidikan.

Para mahasiswa juga turut dilibatkan dalam penyusunan Rancangan Peraturan Menteri mengenai mekanisme penanganan pelanggaran KI di sistem elektronik. Dalam kegiatan tersebut, mereka menelaah substansi aturan, mengidentifikasi potensi kekosongan norma, serta membantu perapihan format regulasi. Pengalaman bekerja dengan dokumen regulasi memberikan gambaran tentang bagaimana kebijakan publik disusun secara teknis dan sistematis.

Tidak hanya bekerja di ruang administrasi, mereka juga mengikuti kegiatan pengawasan lapangan (wasmat) bersama Penyidik Pegawai Negeri Sipil DJKI. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat melihat bagaimana laporan masyarakat diverifikasi secara langsung, serta bagaimana kehati-hatian dan profesionalitas menjadi prinsip penting dalam proses penegakan hukum.

Program magang ini tidak hanya memperkuat pemahaman mahasiswa tentang kekayaan intelektual, tetapi juga membangun keterampilan praktis seperti ketelitian, penyusunan dokumen hukum, dan komunikasi profesional. Melalui pengalaman ini, mahasiswa memperoleh gambaran nyata tentang dinamika penegakan hukum KI dan pentingnya integritas dalam setiap rangkaian prosesnya.”””

Team Mahasiswa Magang MBKM DJKI

 

 

 

Portugal Juara Dunia U-17 2025, Kalahkan Austria 1-0 di Final Qatar

0

Bogordaily.net – Juara dunia U 17 2025 menjadi kalimat pembuka paling pas untuk menggambarkan malam di Doha yang terasa seperti pecahnya bendungan emosi. Juara dunia U 17 2025 itu akhirnya bernama Portugal, setelah perjalanan yang tidak selalu mulus, bahkan sempat goyah di awal.

Juara dunia U 17 2025, lahir dari sebuah final yang lebih mirip duel kesabaran ketimbang pesta gol.

Juara dunia U-17 2025: Portugal Menulis Sejarah Baru

Juara memang biasanya datang dari mereka yang tidak banyak bicara. Portugal datang ke Qatar bukan sebagai unggulan. Mereka bahkan dipukul Jepang di laga pembuka. Namun seperti biasa, kekalahan pertama itu justru menjadi pemantik. Sejak saat itu, Portugal berubah menjadi tim yang tidak mau lagi berhenti.

Di semifinal, Brasil coba menghalangi. Tidak berhasil. Adu penalti menjadi pintu gerbang menuju final.

Austria datang dengan catatan lebih menakutkan: tujuh laga tak terkalahkan dan hanya sekali kebobolan. Catatan yang kalau di Eropa, biasanya membuat wartawan menyiapkan dua versi berita: Austria juara, atau Austria juara sekali lagi.

Namun, bola tidak pernah suka dengan prediksi.

Portugal tampil lebih dominan. Ten attempts. Tiga on target. Penguasaan bola 58 persen. Tidak ada yang luar biasa dari statistik itu, kecuali satu: mereka tahu kapan harus menusuk.

Menit ke-32 itu menjadi titik balik sejarah. Anisio Cabral berdiri bebas seperti seseorang yang lupa dijagain. Cunha mengirim umpan tarik yang begitu matang, tinggal dicolek. Dan Cabral mencoleknya. Gol ketujuhnya di turnamen.

Sederhana. Tenang. Menyakitkan bagi Austria.

Skor 1-0 bertahan, dan Khalifa International Stadium menjadi saksi Portugal mengangkat trofi yang selama ini hanya mereka lihat dari kejauhan.

Austria pulang dengan sepatu emas untuk Johannes Moser—delapan gol, sebuah pencapaian yang tidak sia-sia, tapi tetap terasa pahit.

Italia menutup turnamen di posisi ketiga setelah menyingkirkan Brasil via adu penalti 4-2.

Mulai 2025, Piala Dunia U-17 memang berubah bentuk. Digelar tiap tahun, dengan Qatar menjadi rumah untuk empat edisi beruntun. Indonesia kembali ikut serta, tapi nasibnya sama seperti edisi sebelumnya: gagal lolos dari fase grup setelah berada di posisi ketiga.

Turnamen selesai. Sejarah baru tertulis. Dan nama Portugal kini resmi berada di lembar atas daftar juara dunia kelompok umur.

Sederhana. Rapi. Dan layak.***

Kejari–Pemkab Bogor Mantapkan Sinergi Jelang Penerapan KUHP Baru 2026

0

Bogodaily.net — Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor bersama menggelar Sosialisasi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAL) dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Baru, yang dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika di Gedung Serbaguna 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, pada Kamis (27/11/25).

Kajari Kabupaten Bogor, Denny Achmad, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi semua pihak serta bahagia dapat bertemu kembali dengan para akademisi dan kolega. Ia menegaskan pentingnya pemahaman mendalam mengenai keberlakuan KUHP baru yang akan efektif pada 2 Januari 2026.

“Kegiatan ini untuk dilakukan, agar seluruh aparat penegak hukum memiliki pemahaman yang sama,” ungkap Kajari.

Ia juga menjelaskan bahwa KUHP baru membawa perubahan filosofi dan substansi yang sangat berbeda dari KUHP lama. Kekhawatiran akan adanya salah tafsir di lapangan harus diantisipasi dengan pemahaman komprehensif sejak dini. Kajari juga menyampaikan bahwa sinergi seluruh unsur penegak hukum sangat penting dalam menyambut perubahan besar ini.

“Hari ini hadir lengkap para penegak hukum mulai dari, Jaksa Pengacara Negara, Jaksa Penuntut Umum, tim penyidik Polres, Kodim, hingga para hakim. Ini menjadi momentum baik untuk menyelaraskan persepsi terhadap aturan baru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kajari menggaris bawahi bahwa perubahan UU No. 1 Tahun 2023 bukan sekadar pergantian pasal, tetapi pembaruan sistem hukum pidana nasional berbasis nilai-nilai Pancasila, hak asasi manusia, pendekatan restorative justice, penguatan kearifan lokal, serta penataan ulang sistem pemidanaan.

Sosialisasi ini menjadi langkah awal bagi aparat penegak hukum, akademisi, dan perangkat daerah untuk memastikan implementasi KUHP baru berjalan dengan baik di Kabupaten Bogor.

“Kami harap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapan lintas sektor serta memastikan masyarakat menerima informasi yang tepat terkait regulasi yang akan berlaku,”

Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kesempatan ini sebagai ruang belajar kolektif dalam menyongsong penerapan KUHP baru di tahun 2026.

Turut menghadiri yakni, unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri Cibinong, Ketua Pengadilan Agama Cibinong, perwakilan DPRD Kabupaten Bogor, jajaran Polres Bogor, Kodim 0621, Kalapas, akademisi, serta para jaksa, penyidik, dan perangkat daerah.***

Ruang Promosi pada Infrastruktur Publik Dioptimalkan untuk UMKM

0

Bogordaily.net – Kementerian UMKM menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang promosi pada berbagai infrastruktur publik guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing UMKM di seluruh Indonesia.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM merupakan landasan kuat dalam memperkuat ekosistem UMKM.

“Regulasi ini mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, hingga sektor swasta untuk memberikan kemudahan dan dukungan nyata kepada para pengusaha UMKM. Salah satu implementasinya adalah kewajiban penyediaan ruang promosi UMKM,” ujar Menteri Maman seusai memimpin Rapat Koordinasi Infrastruktur Publik dan Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jakarta, Kamis (27/11).

Merujuk amanat PP Nomor 7 Tahun 2021, pemerintah pusat, daerah, BUMN, BUMD, dan swasta diwajibkan menyediakan sedikitnya 30% dari total area komersial sebagai ruang promosi bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMK), dengan biaya sewa maksimal 30% dari harga sewa komersial.

“Saat ini, alokasi ruang UMKM telah mencapai 43% atau sekitar 471 ribu meter persegi, tetapi baru 60% yang terisi. Rakor ini bertujuan untuk mengoptimalkan keterisian tersebut,” kata Menteri Maman.

Ia tak memungkiri adanya sejumlah tantangan terkait tingkat keterisian, seperti biaya sewa, lokasi yang kurang strategis, hingga kualitas produk.

“Melalui rakor ini, seluruh pihak sepakat mengoptimalkan fasilitas yang belum terisi dan memastikan UMKM dari seluruh provinsi terlibat. Selain itu, kita pastikan UMKM mendapatkan lokasi yang benar-benar sesuai dengan usaha mereka,” katanya.

Pada rakor yang juga membahas pembiayaan KUR bagi UMKM, Menteri Maman menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam merekomendasikan nasabah baru agar program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Sama halnya dengan penyediaan ruang promosi pada infrastruktur publik, peran pemerintah daerah sangat menentukan keberhasilan penyaluran KUR. Kolaborasi yang sinergis dan pendampingan yang lebih intensif menjadi kunci peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM di seluruh Indonesia.”

Sebagai wujud komitmen bersama, acara ditutup dengan penandatanganan pernyataan bersama antara kementerian/lembaga, BUMN, serta asosiasi penyelenggara dan pengelola infrastruktur publik mengenai optimalisasi alokasi penyediaan tempat promosi dan pengembangan usaha bagi usaha mikro dan kecil pada infrastruktur publik.***

Sistem Pertanahan Berbasis Digital: Pengalaman Mahasiswa FH UPNVJ di ATR/BPN Jakarta Barat

0

Bogordaily.net – Margaretha Shintauli Sihombing, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), telah resmi menyelesaikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Administrasi Jakarta Barat. Program magang ini dilaksanakan sejak awal Agustus hingga akhir November 2025.

Selama menjalani magang di Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran (PHP), Margaretha terlibat secara langsung dalam proses administrasi pertanahan yang kini telah berbasis digital. Keterlibatannya mencakup penyusunan serta penanganan pencatatan laporan masuk, serta penyusunan jawaban atas permohonan informasi pertanahan dari berbagai instansi pemerintah terkait seperti Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Kementerian Keuangan, dsb. Ia juga berperan dalam pemeriksaan dokumen pertanahan serta memastikan alur administrasi berjalan tertib dan sesuai prosedur.

Selain tugas administratif, Margaretha turut berpartisipasi dalam validasi data sertifikat elektronik melalui aplikasi internal ATR/BPN, termasuk pemeriksaan kesesuaian antara dokumen fisik dan database digital. Ia juga berkontribusi pada proses input data pendaftaran sertifikat elektronik, pengelolaan permohonan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah, serta pencatatan BPHTB dan Pajak Penghasilan terkait permohonan hak atas tanah.

Pengalaman ini memberikan gambaran konkret mengenai penerapan hukum agraria dalam praktik administrasi pertanahan, sekaligus memperkuat pemahamannya terkait prinsip kepastian hukum dalam pelayanan publik. Melalui transformasi digital yang tengah berlangsung di ATR/BPN, Margaretha memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai tata kelola agraria modern yang menekankan efektivitas, akurasi, dan transparansi.

Melalui kegiatan magang MBKM ini, diharapkan mahasiswa Fakultas Hukum dapat mengembangkan kemampuan praktis di bidang administrasi pertanahan, memahami secara langsung mekanisme pelayanan publik, serta memperluas wawasan mengenai isu-isu agraria di Indonesia.

 

Mahasiswa Fakultas Hukum Terlibat dalam Penegakan Kode Etik Advokat di PERADI

0

Bogordaily.net — Program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diikuti oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam praktik profesional di lingkungan hukum. Salah satu peserta program, Virginia Tarida Ronauli Tampubolon, melaksanakan praktik kerja di Kantor Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI) sejak 1 Agustus hingga 28 November 2025. Selama periode tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata terkait pelaksanaan administrasi advokat sekaligus proses penegakan kode etik profesi.

Magang ini melibatkan berbagai unit kerja di lingkungan DPN PERADI yang menangani administrasi advokat, urusan organisasi, serta proses penegakan etik. Peserta magang turut hadir dalam beberapa kegiatan insidentil seperti rapat internal, pemantauan dokumen administrasi advokat, hingga asistensi dalam proses penanganan perkara etik. Salah satu pengalaman penting adalah keterlibatan dalam rangkaian pelaksanaan sidang kode etik advokat, di mana mahasiswa dapat mengamati langsung mekanisme pemeriksaan, peran majelis kehormatan, serta prosedur administrasi pendukung. Hal ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana organisasi profesi advokat menjaga integritas dan standar etik anggotanya.

Selain itu, mahasiswa juga terlibat dalam proses verifikasi dokumen bagi advokat yang mengajukan perpindahan ke PERADI RBA, pengecekan data akademik melalui sistem resmi pendidikan tinggi, hingga penyusunan dokumen pendukung untuk kegiatan organisasi. Pembagian tugas yang diberikan bersifat bertahap, dimulai dari pekerjaan administratif ringan hingga kegiatan yang menuntut ketelitian lebih tinggi. Pendamping lapangan turut memberikan arahan agar mahasiswa memahami tata kelola lembaga profesi serta mengembangkan kemampuan analisis hukum secara praktis.

Kegiatan magang ini tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa tentang praktik advokat dan dinamika organisasi profesi, tetapi juga meningkatkan kemampuan kerja melalui pengalaman langsung di lingkungan hukum nasional. Melalui keterlibatan dalam penegakan kode etik advokat, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai nilai profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab yang harus dijunjung dalam dunia kerja hukum.***

 

Virginia Tarida Ronauli Tampubolon