Home Blog Page 477

Mahasiswa Fakultas Hukum Terlibat dalam Penegakan Kode Etik Advokat di PERADI

0

Bogordaily.net — Program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diikuti oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam praktik profesional di lingkungan hukum.

Salah satu peserta program, Virginia Tarida Ronauli Tampubolon, melaksanakan praktik kerja di Kantor Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI) sejak 1 Agustus hingga 28 November 2025. Selama periode tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata terkait pelaksanaan administrasi advokat sekaligus proses penegakan kode etik profesi.

Magang ini melibatkan berbagai unit kerja di lingkungan DPN PERADI yang menangani administrasi advokat, urusan organisasi, serta proses penegakan etik. Peserta magang turut hadir dalam beberapa kegiatan insidentil seperti rapat internal, pemantauan dokumen administrasi advokat, hingga asistensi dalam proses penanganan perkara etik.

Salah satu pengalaman penting adalah keterlibatan dalam rangkaian pelaksanaan sidang kode etik advokat, di mana mahasiswa dapat mengamati langsung mekanisme pemeriksaan, peran majelis kehormatan, serta prosedur administrasi pendukung.

Hal ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana organisasi profesi advokat menjaga integritas dan standar etik anggotanya.

Selain itu, mahasiswa juga terlibat dalam proses verifikasi dokumen bagi advokat yang mengajukan perpindahan ke PERADI RBA, pengecekan data akademik melalui sistem resmi pendidikan tinggi, hingga penyusunan dokumen pendukung untuk kegiatan organisasi.

Pembagian tugas yang diberikan bersifat bertahap, dimulai dari pekerjaan administratif ringan hingga kegiatan yang menuntut ketelitian lebih tinggi.

Pendamping lapangan turut memberikan arahan agar mahasiswa memahami tata kelola lembaga profesi serta mengembangkan kemampuan analisis hukum secara praktis.

Kegiatan magang ini tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa tentang praktik advokat dan dinamika organisasi profesi, tetapi juga meningkatkan kemampuan kerja melalui pengalaman langsung di lingkungan hukum nasional.

Melalui keterlibatan dalam penegakan kode etik advokat, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai nilai profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab yang harus dijunjung dalam dunia kerja hukum.

 

Wujud Kepedulian Kepada Masyarakat, DPRD Kabupaten Bogor Bersma PMI Gelar Donor Darah

0

Bogordaily.net – Sekretariatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor sukses melaksanakan aksi donor darah dengan antusiasme tinggi dari para peserta.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada Senin 24 November 2025 tersebut, panitia yang bekerjasama dengan PMI Kabupaten Bogor berhasil mengumpulkan kantong darah yang selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui lembaga medis terkait.

Aksi kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur di lingkungan DPRD Kabupaten Bogor, mulai dari para anggota dewan, pejabat struktural, staf sekretariat, hingga para pesapon yang sehari-hari bertugas menjaga kebersihan gedung DPRD.

Kehadiran peserta dari seluruh lapisan menunjukkan bahwa kegiatan donor darah bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu membangun semangat solidaritas dan kepedulian bersama.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap seluruh pihak yang berpartisipasi.

Menurutnya, keterlibatan aktif para peserta merupakan cerminan nyata dari nilai kemanusiaan yang terus dijaga di lingkungan lembaga legislatif daerah.

“Saya sangat mengapresiasi seluruh peserta, baik dari jajaran anggota DPRD, staf sekretariat, maupun para pesapon yang telah berpartisipasi. Donor darah ini merupakan wujud kepedulian kita bersama kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan darah,” kata Sastra Winara.

“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa keberadaan lembaga publik harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Bogor akan mendorong agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin.

Menurutnya, keberlanjutan kegiatan donor darah tidak hanya membantu menjaga ketersediaan stok darah di rumah sakit dan PMI, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial dari lembaga legislatif kepada publik.

Sementara itu, salah satu peserta donor darah dari unsur staf sekretariat Untung mengungkapkan rasa bangganya dapat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Donor darah merupakan tindakan sederhana namun berdampak besar bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi,” jelasnya.

Kegiatan donor darah di DPRD Kabupaten Bogor ini mendapat dukungan dari tenaga medis dan petugas teknis yang memastikan seluruh proses berlangsung sesuai prosedur kesehatan.

Peserta menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu, mulai dari pengecekan tekanan darah hingga kondisi fisik umum, sebelum dinyatakan layak untuk mendonorkan darah.

Dengan berhasil terkumpulnya kantong darah tersebut, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan stok darah di Kabupaten Bogor, terutama untuk kebutuhan darurat serta pelayanan kesehatan bagi pasien yang sedang menjalani perawatan intensif.

Melalui kegiatan ini, DPRD Kabupaten Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program kemanusiaan serta memperkuat nilai kebersamaan antar pegawai dan para wakil rakyat.

Aksi donor darah tersebut diharapkan menjadi contoh positif bagi instansi lain di Kabupaten Bogor untuk turut berkontribusi dalam membantu masyarakat.

(Albin Pandita)

Mahasiswa IAI SEBI Dampingi UMKM Barbershop, Pemasaran Digital dan SOP Resmi Disusun

0

Bogordaily.net – Sebuah kolaborasi unik antara mahasiswa dan pelaku UMKM berlangsung di Kota Bogor.

Selama 22 hari, mulai 4–25 November 2025, mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) IAI SEBI Bogor terjun langsung mendampingi Barbershop “Waktu Cukur”, sebuah usaha jasa pangkas rambut yang berlokasi di wilayah Bogor Barat.

Pendampingan ini tidak sekadar observasi biasa, tetapi menjadi laboratorium nyata untuk menggabungkan teori ekonomi Islam dengan praktik bisnis mikro sehari-hari.

Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif: mahasiswa melakukan observasi rutin, wawancara pemilik dan karyawan, berdiskusi dengan pelanggan, hingga mendokumentasikan aktivitas operasional di seluruh cabang.

Semua data tersebut kemudian diolah menjadi analisis yang mengacu pada empat pilar utama manajemen modern—pemasaran, operasional, SDM, dan keuangan, namun tetap berpijak pada nilai dasar ekonomi syariah.

Semangat ta’awun atau tolong-menolong menjadi ruh utama pendampingan ini. Bagi mahasiswa, kegiatan ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan bentuk pengabdian nyata terhadap masyarakat. Bagi pelaku usaha, pendampingan ini menjadi kesempatan untuk menata bisnis secara lebih profesional.

Kualitas Layanan Unggul, Tantangan Manajemen Masih Besar

Selama proses observasi, mahasiswa menemukan bahwa Barbershop Waktu Cukur memiliki keunggulan kuat pada aspek layanan fisik. Kebersihan ruangan, kenyamanan interior, serta keramahan barber membuat usaha ini mendapatkan penilaian sangat baik dari pelanggan, rata-rata 4,9/5 untuk aspek kebersihan.

Pemilik usaha, Budi, menjelaskan bahwa renovasi interior dilakukan agar pelanggan merasa dihargai.

“Kami sengaja pasang AC dan ubah interior supaya pelanggan merasa lebih nyaman. Tapi selama ini kami belum terlalu paham bagaimana memasarkannya secara digital,” ujarnya.

Meskipun layanan fisik dan ambiance sudah mumpuni, mahasiswa menemukan tantangan serius terkait loyalitas pelanggan. Beberapa pelanggan ternyata lebih terikat pada barber favorit mereka daripada brand Waktu Cukur itu sendiri.

“Kalau barber andalan pindah, pelanggan biasanya ikut pindah juga,” kata Budi.

Tidak adanya program loyalitas formal memperkuat risiko pelanggan berpindah ke barbershop lain jika barber tertentu keluar.

Secara operasional, Waktu Cukur berjalan dengan pola manajemen sederhana. Belum ada SOP tertulis, sehingga jam buka bergantung pada kebiasaan barber di masing-masing cabang. Rutinitas menjadi pedoman utama, bukan pedoman terstruktur.

Meski demikian, standar kebersihan tetap tinggi, dan hal ini diapresiasi oleh pelanggan.

Analisis pada aspek keuangan menunjukkan bahwa pencatatan transaksi masih menggunakan buku harian tradisional. Meski arus kas harian relatif stabil, perbedaan tarif antar cabang dan pembukuan manual menjadikan proses evaluasi keuangan kurang optimal.

Model pembukuan masih dapat berjalan selama jumlah pelanggan stabil, namun mahasiswa menilai bahwa peralihan ke sistem digital akan memberikan transparansi dan efisiensi lebih baik.

Rekomendasi Strategis, Perpaduan Manajemen Modern & Nilai Syariah

Setelah melakukan analisis mendalam, tim mahasiswa MBS IAI SEBI Bogor menyusun strategi yang aplikatif untuk mendorong Waktu Cukur menjadi barbershop yang lebih modern dan berkelanjutan. Rekomendasi tersebut antara lain:

1. Digitalisasi Pemasaran

Mengaktifkan media sosial, khususnya Instagram dan Google Business Profile. Konten visual seperti before-after hasil potong rambut serta testimoni pelanggan dinilai sangat efektif untuk menarik perhatian pasar milenial dan keluarga muda.

2. Penyusunan SOP Operasional

Mulai dari standar kebersihan, alur layanan, hingga jadwal operasional. Langkah ini penting untuk menjaga konsistensi kualitas antar cabang.

3. Penguatan SDM dan Pelatihan Berkelanjutan

Rekrutmen barber perlu melalui uji kompetensi. Selain itu, penting untuk menerapkan sistem apresiasi berbasis kinerja.

Mahasiswa menekankan nilai Islam: itqan (profesionalisme) sebagai fondasi.

4. Pembukuan Digital

Aplikasi pencatatan keuangan direkomendasikan untuk mempermudah analisis biaya, pemasukan, hingga perencanaan ekspansi usaha.

5. Program Loyalitas Pelanggan

Misalnya kartu stempel, potong 10 kali gratis 1 kali atau membership keluarga. Program ini membuat pelanggan terikat pada brand, bukan hanya individu barber, sejalan dengan nilai ta’awun.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran di perguruan tinggi tidak berhenti pada teori. Melalui pendampingan UMKM seperti Waktu Cukur, mahasiswa dapat merasakan langsung dinamika bisnis mikro: manajemen SDM, tantangan pemasaran, hingga problem pembukuan yang sering dihadapi UMKM.

Ketua Prodi MBS, Abdi Triyono, menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi langsung mengamalkannya dalam mewujudkan nilai ta’awun di masyarakat,” ujarnya.

Apresiasi Pelaku Usaha: Wadah Belajar dan Transformasi

Pemilik Waktu Cukur, Budi, sangat mengapresiasi pendampingan intensif ini.

“Pendampingan ini membuka wawasan baru bagi kami dalam memahami manajemen syariah, pemasaran modern dan model bisnis berkelanjutan,” tuturnya.

Ia menilai bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya membantu UMKM bertumbuh, tetapi juga menciptakan hubungan sinergis antara pelaku usaha dan dunia akademik.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa penerapan ekonomi syariah dalam skala mikro dapat menghadirkan transformasi nyata—baik dalam struktur bisnis maupun dalam membangun budaya kerja yang etis dan berkelanjutan.

Lokasi Observasi dan Wawancara

1. Cabang 1
Alamat: Jl. Tole Iskandar No.1, RT.4/RW.8, Sukamaju, Cilodong, Depok
Tanggal: 4 November 2025
Narasumber: Pak Budi

2. Cabang 3
Alamat: Jl. H. Dimun, Cilodong, Depok
Tanggal: 11 November 2025
Narasumber: Pak Budi & barber cabang

3. Cabang 2
Alamat: Jl. H. Abdul Ghani, Cilodong, Depok
Tanggal: 18 November 2025
Narasumber: Pak Budi & barber cabang

4. Cabang 3 (Observasi lanjutan)
Alamat: Jln H Dimun 2, Cilodong, Depok
Tanggal: 25 November 2025
Narasumber: Pak Budi & barber cabang

UIKA Bogor Gelar Seminar Nasional Bahas Dilema Hukum Biaya Pengganti Pengolahan Darah

0

Bogordaily.net – Fakultas Hukum Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menyelenggarakan Seminar Nasional dan Diskusi Panel bertema “Dilema Hukum Biaya Pengganti Pengolahan Darah dalam Transformasi Pelayanan Darah Nasional” pada Kamis, 27 November 2025 di Gedung Auditorium UIKA Bogor. Kegiatan ini digelar secara hybrid untuk memperluas jangkauan partisipasi dari berbagai pemangku kepentingan.

Ketua Panitia Seminar Nasional, Iwansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan respon akademis terhadap kompleksitas regulasi pelayanan darah di Indonesia yang kini memasuki masa transisi kebijakan.

Pelayanan darah di Indonesia saat ini menghadapi persoalan hukum yang cukup rumit, khususnya terkait penetapan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD).

Terbitnya Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/504/2024 yang menetapkan tarif maksimal Rp490.000 per kantong justru memunculkan konflik norma di lapangan.

Regulasi tersebut bertentangan dengan aturan sebelumnya, yakni Permenkes Nomor 3 Tahun 2023, yang menetapkan tarif BPJS hanya Rp360.000 per kantong. PMK Nomor 83 Tahun 2014, yang memberi kewenangan kepada Direktur/Kepala Rumah Sakit untuk menambahkan tarif maksimal 50% dari BPPD.

“Selisih biaya mencapai Rp130.000 per kantong tersebut dinilai berdampak pada keberlanjutan operasional Unit Transfusi Darah (UTD) di berbagai daerah,” kata Iwansyah.

Selain itu, perubahan kewenangan penetapan tarif dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta PP Nomor 28 Tahun 2024 menimbulkan pertanyaan baru mengenai pembagian tanggung jawab pembiayaan dan harmonisasi regulasi.

Konflik regulasi juga bersinggungan dengan prinsip nirlaba yang diatur dalam undang-undang. UTD dituntut untuk tetap berada dalam koridor non-profit, namun di sisi lain harus memastikan keberlanjutan operasional yang memerlukan kepastian pembiayaan.

“Ketidakpastian hukum dalam penetapan BPPD bukan hanya persoalan administratif, tetapi dapat berdampak langsung pada keselamatan pasien yang membutuhkan transfusi darah,” ujar Iwansyah.

Indonesia membutuhkan sekitar 5,1 juta kantong darah per tahun, namun produksi nasional baru mencapai 4,2 juta kantong atau sekitar 82 persen. Ketidakstabilan sistem pembiayaan dikhawatirkan memperlebar kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan darah, terlebih di daerah dengan fiskal terbatas.

Seminar nasional ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis konflik norma dalam regulasi pelayanan darah. Merumuskan solusi harmonisasi antara Kepmenkes 504/2024, PMK 3/2023, dan PMK 83/2014. Mengklarifikasi pembagian tanggung jawab antara pemerintah pusat dan daerah.

Kemudian mempertegas batasan hukum prinsip nirlaba (cost recovery) versus potensi komersialisasi. Menyusun rekomendasi implementatif untuk reformasi pelayanan darah nasional.

Kegiatan ini menargetkan sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, praktisi hukum, pengelola UTD PMI, manajemen rumah sakit, pejabat dinas kesehatan, hingga mahasiswa hukum dan kesehatan.

Hasil seminar ini diharapkan rekomendasi kebijakan untuk harmonisasi regulasi pelayanan darah. Rumusan konsensus mengenai definisi nirlaba dan pembagian tanggung jawab pembiayaan. Action plan implementatif terkait penerapan Kepmenkes 504/2024 dan roadmap revisi regulasi pelayanan darah yang saat ini tumpang tindih.

Pelayanan darah merupakan hak konstitusional warga negara sebagaimana tertuang dalam Pasal 28H UUD 1945.

Karena itu, Fakultas Hukum UIKA Bogor menegaskan komitmennya untuk mengawal diskursus hukum kesehatan melalui riset, dialog, dan rekomendasi kebijakan.

“Seminar nasional ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mempertemukan regulator, penyelenggara layanan, pengelola pembiayaan, akademisi, dan praktisi hukum dalam merumuskan jalan tengah yang menjamin kepastian hukum, keberlanjutan, dan pemerataan pelayanan darah di seluruh Indonesia,” tutupnya.***

Ibnu Galansa

Ketua DPRD Sastra Winara Minta SKPD Mitigasi Bencana di Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk bergerak cepat memitigasi bencana dan memastikan keselamatan masyarakat.

Sastra Winara menegaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem seperti ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan. 

“Saya meminta BPBD, Damkar, serta dinas terkait lainnya untuk segera melakukan penanganan di lokasi-lokasi terdampak dan memastikan tidak ada korban jiwa,” kata Sastra Kamis 27 November 2025.

Sebelumnya diketahui, beberapa waktu lalu hujan deras yang turun sejak siang hari disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah kerusakan di berbagai wilayah. Di Kecamatan Ciseeng, sejumlah pohon tumbang dan sebuah baliho ukuran besar roboh ke badan jalan. 

Sementara itu, di kawasan Cibinong, pepohonan tumbang menimpa kendaraan warga dan menimbulkan kerusakan material. 

Kondisi serupa terjadi di Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, di mana angin kencang merusak panggung acara yang sedang dipersiapkan warga. Untuk wilayah Puncak, pohon besar pun menimpa rumah warga.

Sastra Winara juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung. 

“Masyarakat kami minta untuk menghindari area rawan seperti pohon besar, baliho tinggi, dan lokasi yang rentan longsor. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ungkapnya.***

Albin

Paguyuban Bogor Selatan Desak Pemkot Percepat Pembangunan Jalan Pengganti

0

Bogordaily.net – Sejumlah elemen warga di wilayah Bogor Selatan, Kota Bogor mendesak Pemerintah (Pemkot) Bogor untuk segera melakukan percepatan pembangunan jalan baru pengganti Jalan R. Shaleh Danasasmita yang mengalami longsor, mengakibatkan mobilitas dan perekonomian warga terganggu.

Desakan warga itu telah dituangkan dalam pernyataan sikap melalui Paguyuban Bogor Selatan dari berbagai elemen. Pasalnya, dari hasil kajian sudah tidak memungkinkan untuk dibangun jalan kembali karena mempertimbangkan potensi terjadinya longsor kembali.

Ketua Paguyuban Bogor Selatan, Jajang Suherman, yang juga tokoh masyarakat telah menyampaikan agar DPRD Kota Bogor dan Pemkot Bogor dapat mendengar, menyalurkan, mengawal dan turut mendesak percepatan pembangunan jalan yang baru pengganti Jalan R. Shaleh Danasasmita yang amblas 8 bulan yang lalu.

Paguyuban Bogor Selatan Desak Pemkot Percepat Pembangunan Jalan Pengganti

Pernyataan desakan warga Bogor Selatan berasal dari berbagai elemen, baik dari para Ketua RT, para ketua RW, para Ketua LPM Kelurahan se-Kecamatan Bogor Selatan, para pengemudi KKSU angkutan se Kota Bogor yang tergabung Organda Kota Bogor.

Kemudian para pelaku usaha, pedagang warung sembako, pedagang keliling, pelajar, mahasiswa, para santri, MUI Bogor Selatan, Karang Taruna Bogor Selatan dan elemen lainnya.

“Sehingga warga Bogor Selatan mendesak kepada Pemerintah Kota Bogor untuk segera melakukan percepatan pembangunan jalan yang baru pengganti Jalan R Shaleh Danasasmita yang amblas dan memohon kepada Pemerintah Kota Bogor agar kawasan tersebut untuk menjadi Kawasan Dayeuh Pakuan Pajajaran,” ujarnya.

Dengan begitu kata dia, diharapkan perekonomian masyarakat normal kembali. Aktivitas warga berjalan normal, para pengemudi angkot, pedagang rumahan, pedagang keliling dan pelaku usaha lainnya dapat bangkit kembali menjalankan usahanya.

Disisi lain menurutnya, penataan kawasan Dayeuh Pakuan Pajajaran bisa menjadi destinasi pariwisata, alam, sejarah dan budaya.

Jajang menekankan aspirasi pelestari budaya tetap harus dihormati. Pembangunan tidak boleh merusak bunker maupun menutup sumber mata air yang ada.

Paguyuban Bogor Selatan Desak Pemkot Percepat Pembangunan Jalan Pengganti

“Aspirasi masyarakat untuk kepentingan umum harus diakomodir, tetapi pembangunan harus tetap menjaga bunker dan sumber air. Justru jalan baru bisa menjadi pemandangan indah dan destinasi wisata alam, sejarah, dan religi,” ujarnya.

Ia berharap proyek jalan baru tidak hanya memulihkan mobilitas warga, tetapi juga memberi nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan melalui potensi wisata sejarah. Pihaknya akan terus mendukung, mengawal dan menjaga proses pembangunan jalan yang baru agar berjalan aman, tertib, lancar dan sukses.***

Dukung Program Strategis Pemerintah, BRI Terima Penghargaan dari Kementerian IMIPAS

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung program nasional melalui kerja sama strategis dengan berbagai kementerian dan lembaga negara. Dalam acara yang diselenggarakan di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta Timur (19/11), BRI menerima Piagam Penghargaan Mitra Kerja Sama dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (IMIPAS).

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi BRI dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta 13 Program Akselerasi yang menjadi fokus transformasi Kementerian IMIPAS.

Kementerian IMIPAS menilai bahwa BRI telah memberikan dukungan strategis yang konsisten dan berkesinambungan melalui sejumlah kerja sama yang telah terjalin dengan baik, antara lain layanan perbankan di lingkungan IMIPAS, pelayanan pembayaran Paspor, Visa on Arrival, dan Overstay Ditjen Imigrasi, serta pelayanan cashless di Lapas/Rutan Ditjen Pemasyarakatan.

Ketiga bentuk kerja sama tersebut menjadi bagian penting dari upaya peningkatan tata kelola administrasi dan penguatan layanan publik yang dijalankan oleh Kementerian IMIPAS. Kehadiran BRI melalui layanan perbankan yang andal dan berbasis digital dinilai memberikan nilai tambah dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi proses pelayanan di lingkungan kementerian.

Direktur Corporate Banking BRI, Riko Tasmaya, menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada BRI. Menurutnya, apresiasi dari Kementerian IMIPAS menjadi dorongan untuk terus berinovasi dan memperkuat dukungan terhadap institusi pemerintah.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi BRI untuk terus memberikan kontribusi terbaik dan memperkuat kerja sama dengan Kementerian IMIPAS. Kami berkomitmen mendukung penuh implementasi program-program strategis pemerintah melalui inovasi layanan perbankan yang aman, cepat, dan terintegrasi,” ujar Riko Tasmaya.

Riko menambahkan bahwa BRI selama ini terus melakukan transformasi digital demi menghadirkan layanan yang mampu menjawab kebutuhan organisasi berskala besar seperti IMIPAS. Dalam beberapa tahun terakhir, BRI telah menghadirkan berbagai solusi korporasi yang mendukung kelancaran administrasi keuangan dan peningkatan efisiensi operasional di berbagai instansi pemerintah.

Melalui jaringan layanan yang luas dan teknologi yang terus berkembang, BRI berharap dapat terus menjadi mitra yang relevan dan memberikan nilai berkelanjutan.

Sementara itu Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas dukungan BRI yang selama ini menunjukkan konsistensi, responsivitas, dan kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan kementerian.

Menurutnya, sinergi pemerintah dan perbankan merupakan komponen penting dalam menciptakan tata kelola keuangan yang modern dan terpercaya, yang pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Ke depan, BRI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Kementerian IMIPAS melalui pengembangan layanan perbankan yang semakin inovatif dan berfokus pada digitalisasi proses bisnis. BRI meyakini bahwa kolaborasi yang berkelanjutan antara lembaga perbankan dan pemerintah akan mampu mendorong terciptanya ekosistem pelayanan publik yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing.***

Bupati Bogor Optimis Desa Gunung Putri Jadi yang Terbaik pada Anugerah Gapura Sri Baduga

0

Bogordaily.net — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menghadiri tahapan pemaparan kinerja

Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, menjadi wakil Kabupaten Bogor setelah berhasil masuk jajaran lima besar pada nominasi Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Pusdai Jawa Barat, Rabu (26/11/25).

Kegiatan ini diikuti oleh lima desa dan kelurahan perwakilan kota/kabupaten se-Jawa Barat yang menampilkan capaian, inovasi, serta keberhasilan pembangunan di wilayah masing-masing. Lima besar tersebut yakni, Desa Sukatani kab Purwakarta, Desa Cibiru wetan kab bandung, Desa pangauban kab Garut, Desa Kujang sari kota Banjar dan Desa gunung putri kab bogor

Bupati Bogor Rudy Susmanto, menyampaikan rasa bangga atas hadirnya berbagai terobosan dan inovasi dari para kepala desa di Kabupaten Bogor. Sejatinya membangun sebuah wilayah dimulai dari bawah, membangun dari desa.

“Hari ini kami merasa bangga, merasa terhormat melihat banyak kepala desa yang memiliki terobosan dan inovasi hebat,” ujar Bupati Rudy Susmanto.

Ia menegaskan bahwa keikutsertaan Desa Gunung Putri mewakili Pemerintah Kabupaten Bogor merupakan cerminan semangat seluruh desa yang terus berupaya menghadirkan perubahan.

“Hari ini yang mewakili adalah Desa Gunung Putri, walaupun masih banyak desa lain dengan capaian yang luar biasa. Namun ini menjadi motivasi bahwa membangun bangsa berangkat dari tingkat paling bawah, sama seperti membangun Kabupaten Bogor.” bebernya.

Bupati Bogor menyampaikan optimisme melihat kekompakan seluruh unsur di Desa Gunung Putri. InsyaAllah, melihat kekompakan seluruh elemen Pemerintah Desa Gunung Putri, ditambah dukungan TNI-Polri, kami yakin dan optimis.

“Ini adalah ide cemerlang dan gagasan hebat, bukan hanya membangun desa, tapi juga membangun Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Bupati Rudy juga menegaskan bahwa Kabupaten Bogor memiliki potensi besar yang terus dikembangkan secara bertahap dan terarah. Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk terbanyak di Indonesia dan wilayah yang sangat luas dengan karakteristik desa yang beragam.

Ada potensi wisata, industri, serta berbagai kekuatan lain yang jika disatukan akan menjadi daya dorong besar bagi pembangunan Kabupaten Bogor.

Melalui ajang Anugerah Gapura Sri Baduga tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap inovasi desa semakin maju, saling menginspirasi, serta memperkuat kolaborasi dalam membangun Bogor yang lebih baik.

Selanjutnya, Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kesempatan Desa Gunung Putri tampil sebagai salah satu dari lima besar desa terbaik pada ajang Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Daman Huri menyampaikan bahwa momentum ini bukan hanya kebanggaan bagi Desa Gunung Putri, melainkan juga bagi seluruh masyarakat Kecamatan Gunung Putri dan Kabupaten Bogor.

“Hari ini bukan hanya tentang kami, tapi tentang seluruh pemimpin dan masyarakat di Bumi Pasir Batu yang terus bergerak dan menghadirkan kinerja terbaik. Masuk lima besar adalah kehormatan sekaligus motivasi bagi kita untuk terus berbenah,” ujarnya.

Daman Huri juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bogor yang hadir mendukung secara langsung.

“Kami berterima kasih kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto, beserta jajaran, kepada para anggota DPRD, serta para kepala perangkat daerah yang hadir. Kehadiran ini menjadi energi besar bagi kami,” katanya.

Menurut Daman Huri, masuk lima besar bukan tujuan akhir, melainkan titik awal untuk meningkatkan kualitas layanan dan inovasi desa.

“Ini bukan tentang siapa yang menang, tapi tentang bagaimana desa-desa di Jawa Barat bisa menjadi lokomotif pembangunan. Gunung Putri siap menjadi bagian dari penggerak itu,” ucapnya.

Turut hadir mendampingi Bupati Bogor yakni, Sekretaris Daerah, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala DPMD, Kepala Disdukcapil, Kepala Disdik, Kepala Dinkes, Kepala PUPR, Sekretaris BKPSDM, Direktur PDAM, Camat Gunung Putri, para Kepala Desa se-Kecamatan Gunung Putri, serta Ketua PKK tingkat kecamatan dan desa.***

Tragedi Apartemen di Hongkong Kebakaran, 36 Tewas dan 279 Hilang di Tai Po

0

Bogordaily.net – Apartemen di Hongkong Kebakaran menjadi pembuka dari sebuah tragedi besar yang mengguncang kawasan Tai Po kemarin siang.

Apartemen di Hongkong Kebakaran—itulah frasa yang terus bergema di benak siapa pun yang melihat kobaran api menjalar cepat dari satu gedung ke gedung lainnya, seolah angin sedang membawa murka. Apartemen di Hongkong Kebakaran ini akhirnya menewaskan 36 orang dan membuat 279 lainnya hilang. Bahkan Xi Jinping pun ikut menyampaikan belasungkawa.

36 Tewas, 279 Hilang, Xi Jinping Turun Tangan

Kamis dini hari itu, kabar buruk datang bertubi-tubi. Dari laporan AP, api yang muncul pada Rabu (26/11/2025) siang menyebar begitu cepat ke tujuh dari delapan gedung apartemen di Tai Po, New Territories.

Malamnya, jendela gedung berubah seperti kotak-kotak raksasa penyembur api. 29 orang masih dirawat di rumah sakit.

Para penyelidik sampai geleng-geleng kepala. Kecepatan api menelan dinding luar gedung dianggap tidak wajar. Ada dugaan bahan pelapis luar bangunan tidak memenuhi standar ketahanan api. Nyala pertama disebut berasal dari perancah luar gedung setinggi 32 lantai. Dari sana, api seperti menemukan jalan tol: masuk ke bangunan, lompat ke gedung berikutnya, dan dipercepat angin yang sedang kencang-kencangnya.

Presiden China Xi Jinping langsung mengirimkan belasungkawa—terutama atas gugurnya seorang petugas pemadam kebakaran. Ia meminta semua upaya dilakukan, termasuk mencegah agar korban tidak terus bertambah.

Menjelang tengah malam, sebagian api mulai terkendali. Tapi petugas masih berkutat dengan suhu ekstrem yang membuat masuk ke gedung seperti masuk ke oven. Kompleks apartemen itu terdiri dari delapan gedung, hampir 2.000 unit, dihuni sekitar 4.800 orang—banyak di antaranya lansia. Gedung dibangun era 1980-an dan sedang direnovasi besar-besaran.

Perancah bambu dan jaring proyek renovasi yang biasa dipasang di fasad bangunan justru berubah menjadi bahan bakar sempurna. Api merayap naik seperti binatang lapar. Sekitar 900 warga akhirnya dievakuasi ke penampungan sementara.

Di luar gedung, kota terasa seperti sedang siaga perang. Lebih dari 140 unit pemadam dikerahkan. Lebih dari 60 ambulans parkir berjajar. Kebakaran diklasifikasikan sebagai alarm level 5—kategori paling serius di Hong Kong.

Tetap saja, masih ada warga yang terjebak. Panggilan darurat menghujani pusat kendali. Seorang petugas pemadam 37 tahun tewas akibat kelelahan panas.

Banyak warga kehilangan rumah. Wu, salah satunya, hanya bisa menatap kosong saat menceritakan rumahnya yang berubah menjadi tumpukan bara. “Melihatnya terbakar seperti itu sangat menyakitkan,” ujarnya.

Tai Po memang kawasan pinggiran dekat perbatasan Shenzhen. Di sini, perancah bambu jadi pemandangan biasa. Tradisi konstruksi. Tapi setelah tragedi ini, pemerintah mulai mempertimbangkan pelarangan penggunaannya untuk proyek publik.

Kebakaran kali ini menjadi yang paling mematikan sejak 1996, ketika 41 orang tewas dalam kebakaran gedung komersial di Kowloon.

Kebakaran raksasa yang melanda kompleks apartemen Tai Po tidak hanya merenggut nyawa 36 orang dan membuat ratusan lainnya hilang, tetapi juga membuka kembali pertanyaan besar tentang keselamatan bangunan bertingkat tinggi. Mulai dari material pelapis, penggunaan perancah bambu, hingga mitigasi bencana di kota superpadat seperti Hong Kong. Tragedi ini sekaligus menjadi pengingat pahit bahwa satu kelalaian kecil di sebuah proyek dapat berubah menjadi bencana nasional.***

Cegah Kejahatan Siber, BRI Terus Edukasi Nasabah Pentingnya Menjaga Kerahasiaan Data Transaksi Perbankan

0

Bogordaily.net – Di tengah semakin tingginya aktivitas perbankan digital, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat literasi keamanan bagi nasabah guna menghindari penyalahgunaan data pribadi. Di tengah kemudahan akses layanan digital, perlindungan informasi menjadi aspek penting yang terus dijaga oleh BRI melalui penguatan sistem keamanan dan edukasi terhadap nasabah.

Perlindungan data merupakan fondasi utama dalam menjaga keamanan transaksi. Nasabah diimbau untuk tidak membagikan informasi rahasia seperti Personal Identification Number (PIN), password, maupun One Time Password (OTP) kepada siapa pun. BRI menegaskan bahwa perseroan tidak pernah meminta data pribadi nasabah melalui telepon, pesan singkat, atau media sosial.

Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa keamanan digital merupakan bagian penting dari penguatan layanan BRI. Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap transaksi nasabah berlangsung aman dan terlindungi.

“Keamanan dan kenyamanan nasabah merupakan prioritas utama BRI. Kami mengajak seluruh nasabah untuk selalu berhati-hati terhadap pesan atau tautan mencurigakan, serta tidak membagikan data transaksi yang bersifat rahasia seperti PIN atau OTP kepada pihak mana pun. Kami juga mengimbau agar nasabah menggunakan PIN dan kata sandi yang kuat, tidak menggunakan pola mudah ditebak seperti tanggal lahir atau urutan angka berulang, serta menggantinya secara berkala untuk menjaga keamanan data nasabah,” ujar Dhanny.

“BRI mendorong nasabah untuk memanfaatkan berbagai fitur keamanan yang tersedia, seperti autentikasi biometrik, verifikasi dua langkah (Two-Factor Authentication/2FA), pembaruan aplikasi secara berkala, dan notifikasi transaksi. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian penting dari penguatan kontrol untuk menjaga keamanan transaksi digital di tengah meningkatnya risiko penyalahgunaan data,” tambah Dhanny.

Nasabah diimbau untuk mengakses informasi dan layanan hanya melalui kanal resmi BRI, yaitu situs www.bri.co.id serta akun media sosial terverifikasi seperti Instagram @bankbri_id, Facebook BANK BRI, Twitter/X @BANKBRI_ID, @promoBRI, @kontakBRI, dan TikTok @bankbri_id. Untuk kebutuhan layanan maupun pengaduan, nasabah dapat menghubungi Contact BRI di 1500017 atau menggunakan WhatsApp asisten virtual SABRINA di nomor 0812 1214 017.***