Home Blog Page 478

Santri DKV Al Musthafawiyah Tampilkan Film Pendek “Naskah” dan Gelar Talkshow Kreatif Bersama Mahasiswa IUQI

0

Bogordaily.net – Aula Putri Pondok Pesantren Terpadu Al Musthafawiyah tampak dipenuhi antusiasme pada Senin, 24 November 2025, ketika para santri Program Desain Komunikasi Visual (DKV) menayangkan perdana film pendek berjudul Naskah.

Karya kolaboratif antara para santri DKV dan mahasiswa Magang Dari Program Studi KPI IUQI Bogor ini menjadi bukti bahwa kreativitas di lingkungan pesantren dapat bertumbuh kuat, modern, dan profesional.

Acara dibuka dengan pembacaan doa oleh santri Syauqi, dilanjutkan sambutan dari Ketua Yayasan, Kepala Sekolah SMKIT, serta Mudir Ma’had Pondok Pesantren Terpadu Al-Musthafawiyah.

Para pimpinan menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi perubahan global, termasuk kemampuan memanfaatkan media visual sebagai sarana dakwah dan ruang ekspresi kreatif.

Sebelum memasuki sesi inti, hadirin disuguhkan tayangan Selayang Pandang SMKIT Al Musthafawiyah yang memperkenalkan profil lembaga, program unggulan, serta budaya belajar para santri.

Film Pendek “Naskah”: Cerita Santri yang Tidak Takut Berkarya

Film berdurasi enam menit ini disutradarai oleh Fadli Bastian, dengan naskah yang ditulis bersama Siti Anisa Nurohmah.

Kisahnya mengikuti seorang santri yang mengalami kesulitan menulis skenario hingga meminta bantuan anggota tim media pesantren bernama Budi, diperankan oleh Muhammad Zulfikar Azzam.

Melalui karakter Budi, film ini menggambarkan perjalanan seorang santri yang tetap merawat cita-citanya menjadi sutradara meskipun hidup di lingkungan pesantren yang padat kegiatan. Film ditutup dengan pesan yang singkat namun tegas: “Jangan takut untuk mencoba.”

Daftar pemeran dalam film ini mencakup:

Muhammad Zulfikar Azzam, Jaka Rojali, Muhammad Syafiq Adnan, Al Maliki Subhan, Muhammad Zamir, Syauqi Ikhsan, Muhammad Nagib, Zahran Zidan Irawan, Dinda Chaerani, Elfarana Najla, Reyna Fatima, Yudo, Diki, Najar Ahmad Rifa’i, Fadli Bastian, dan Muhammad Fikriyansyah.

Talkshow Kreatif: Santri Belajar dari Praktisi dan Mahasiswa

Setelah pemutaran film, acara dilanjutkan dengan talkshow yang dimoderatori oleh guru DKV, Siti Anissa Arahmah, dengan menghadirkan seluruh kru dan pemain film.

Fadli menjelaskan bahwa Naskah awalnya merupakan tugas kampus yang kemudian dikembangkan menjadi proyek kolaboratif agar santri memperoleh pengalaman nyata dalam produksi film.

“Santri harus berani bereksperimen. Media visual adalah ruang besar yang seharusnya mereka jelajahi,” ujarnya.

Para pembimbing dari kampus IUQI turut menyoroti nilai keterampilan yang diperoleh peserta, mulai dari kemampuan komunikasi, manajemen waktu, hingga kerja tim — kompetensi penting di era digital.

Sementara itu, Jaka Rojali, guru sekaligus salah satu pemeran, menilai kegiatan ini sejalan dengan pembelajaran berbasis praktik.

“Melihat mereka menyusun naskah dan melakukan syuting, terasa sekali semangatnya. Mereka hanya perlu percaya diri untuk terus berkembang,” tuturnya.

Para pemain juga membagikan pengalaman mereka. Zulfikar, pemeran utama, mengaku bangga dapat menampilkan hasil kerja kerasnya di hadapan guru dan pimpinan pesantren.

Maliq, selaku asisten sutradara, menambahkan bahwa awalnya ia mengira film tersebut hanya akan ditonton internal siswa.

“Deg-degan, tapi bangga,” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri oleh:

Ketua Yayasan Al Musthafawiyah: Anisyah Harahap
Mudir Ma’had Al Musthafawiyah: Abdul Wafi Muhaimin
Kepala Sekolah SMKIT Al Musthafawiyah: Dudi Herman
Kepala Media & Teknologi Al Musthafawiyah: Abdul Fatah Alamsah

Kehadiran pimpinan menambah kekhidmatan dan semangat bagi para santri yang terlibat dalam produksi film.

(Siti Zahroh Mahmudiah)

Polisi Kembali Olah TKP Kasus Pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho, Bocah 6 Tahun di Tenjo Bogor

0

Bogordaily.net – Polisi kembali melakukan  olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) jenazah bocah 6 tahun Alvaro Kiano Nugroho (6) yang dibuang ke tempat pembuangan sampah di bawah Jembatan Cilalay, Kampung Cikadu, Desa Singabraja Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, pada Rabu 26 November 2025.

Kapolsek Tenjo, Iptu Zalukhu mengatakan bahwa jajaran Polsek Tenjo mendampingi Polda Metro Jaya untuk melakukan olah TKP.

Adapun, pihak kepolisian telah melakukan olah TKP untuk yang ketiga kalinya terhadap korban pada pukul 12.00 WIB hingga sore hari, Rabu 26 November 2025.

“Tergantung nanti hasil olah tkp rekan rekan di Polda Metro Jaya, karena kita polsek Tenjo hanya skdr back up kasus saja,” kata Iptu Zalukhu, Rabu 26 November 2025.

Menurut Zalukhu, dalam hasil olah TKP tersebut masih ada beberapa kerangka bagian tubuh korban yang belum ditemukan.

Kondisi tersebut kata Kapolsek, ada kemungkinan bahwa kerangka atau tulang belulang korban telah hancur karena sudah cukup lama.

“Tadi masih ada yang belum lengkap, karena tulang belulang mungkin sudah cukup lama jadi pada hancur,” jelasnya.

Lebih lanjut, Polisi memastikan bahwa, pelaku pembunuhan terhadap aksi kejinya itu di lokasi tersebut.

“Iya karena pelaku ngakunya hanya melakukan aksinya di sekitaran area itu aja,” ungkap Zalukhu.

Sebelumnya diketahui, jenazah bocah 6 tahun Alvaro Kiano Nugroho (6) ditemukan di tumpukan sampah ilegal dengan kondisi yang telah memprihatinkan menjadi kerangka manusia pada Minggu, 23 November 2025 lalu.

(Albin Pandita)

Kemenparekraf Tetapkan Bogor sebagai Kota Seni Pertunjukan, Ini Rencana Besarnya

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kini resmi menyandang status sebagai Kota Seni Pertunjukan setelah Walikota Bogor, Dedie A Rachim, bersama perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menandatangani Berita Acara Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).

Penandatanganan bersejarah ini dilangsungkan di Auditorium Bima Arya, Gedung Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor (Arpus), pada Rabu, 26 November 2025.

Penetapan ini merupakan hasil dari proses PMK3I yang menetapkan subsektor seni pertunjukan sebagai lokomotif utama pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Hujan.

Walikota Bogor Dedie A Rachim, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas penetapan ini.

“Alhamdulillah, Kota Bogor sudah mendapatkan penetapan dari Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia sebagai Kota Seni Pertunjukan. Ini merupakan kebanggaan bagi kita sebagai warga Kota Bogor,” ujar Dedie

Namun, penetapan ini ditekankan Dedie bukan sekadar predikat, melainkan sebuah komitmen besar ke depan. Ia menegaskan Pemkot Bogor akan fokus pada:

Penyiapan Sarana dan Prasarana yang memadai dan Pembinaan intensif bagi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya di bidang seni pertunjukan.

Komitmen ini diiringi harapan besar agar ekosistem ekraf di Kota Bogor semakin tumbuh.

Direktur Fasilitasi Infrastruktur Kemenparekraf, Fahmi Akbar, menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung penuh pengembangan subsektor unggulan di Kota Bogor.

“Kami berkomitmen untuk mengusung salah satu subsektor menjadi lokomotif pengembangan ekonomi kreatifnya. Kabupaten atau kota yang sudah mendeklarasikan subsektor unggulannya akan menjadi tujuan dan sasaran dari pengembangan kabupaten/kota kreatif kami,” jelas Fahmi.

Fahmi Akbar juga menyinggung potensi besar yang dimiliki Kota Bogor, mulai dari kuliner, kriya, seni rupa, hingga film dan musik, serta secara khusus menyoroti potensi ruang kreatif seperti yang ada di lantai 3 gedung Arpus.

Ia berharap rencana pengembangan gedung kesenian di Bogor dapat terealisasi dengan dukungan berbagai pihak.

“Kami berharap kolaborasi di level nasional ini menjadi tahapan awal untuk menjadi salah satu kabupaten/kota kreatif di Indonesia, bahkan terbuka peluang untuk jejaring kota kreatif dunia,” tambah Fahmi.

Dewi Kartikasari, Ketua Tim Uji Petik PMK3I, menjelaskan bahwa penetapan ini merupakan hasil dari kesepakatan yang diambil pada 7 November 2025.

Tim uji petik melibatkan 5 subsektor:
Seni Pertunjukan (5)
Fashion (1)
Musik (2)
Kuliner (3)
Seni Rupa (2)

“Telah disepakati bahwa yang menjadi unggulan lokomotif kreatif Kota Bogor adalah subsektor Seni Pertunjukan,” kata Dewi.

Penetapan ini, lanjut Dewi, tidak akan mengabaikan subsektor kreatif lainnya. Sebaliknya, subsektor seni pertunjukan sebagai penghela (lokomotif) justru akan mendorong dan menarik subsektor kreatif lainnya seperti kuliner dan kriya, hingga mampu meningkatkan perekonomian secara keseluruhan di Kota Bogor.

Penandatanganan berita acara ini menjadi simbol dimulainya babak baru kolaborasi erat antara Pemkot Bogor dan Kemenparekraf dalam memajukan ekonomi kreatif berbasis kekayaan seni dan budaya lokal.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Nunggu Sejak Pagi, Ratusan Warga Rela Antre Pencairan BLT Rp900 Ribu di Kantor Pos Cibinong

0

Bogordaily.net – Ratusan warga rela mengantre untuk pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di kantor Pos, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu 26 November 2025.

Berdasarkan pantauan di lokasi terlihat, sejumlah warga berbondong bondong datang untuk mengantri pengambilan BLT sejak pagi hari.

Diketahui, Pemerintah telah menyalurkan BLT berupa uang tunai kepada masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Bogor, sebesar Rp. 900 ribu periode Oktober, November dan Desember 2025.

Salah satu warga asal desa Pabuaran Kecamatan Bojonggede,  Dede (52) mengaku sudah menunggu selama satu jam untuk mengantri pengambilan BLT.

“Iya udah nunggu sekitar sejam, ini kan ngantri panjang,” kata Dede kepada wartawan, Rabu 26 November 2025.

Menurut Dede, dana bantuan yang diberikan oleh Pemerintah itu sebesar Rp. 900 ribu untuk periode 3 bulan.

“Dapet Rp.900 ribu buat 3 bulan Oktober November Desember,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia menambahkan, dana bantuan tersebut akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

“Ngebantu banget, buat kebutuhan sehari hari,” ungkap Dede.*

(Albin Pandita)

Jejak Pendiri Bangsa 1947-1969: Perencanaan Pembangunan Berbasis Satu Data dan Koperasi Sokoguru Perekonomian Nasional

0

Bogordaily.net – Duta Arsip Nasional selaku Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka meyakini Presiden Prabowo Subianto adalah pemimpin yang memahami dan menghargai sejarah, hingga pemimpin yang sedang berjuang melanjutkan tapak sejarah langkah konstitusional para pendiri bangsa.

“Di bawah kepemimpinannya, arsip bukan lagi kertas usang dan bisu, namun arsip menjadi pemberi denyut pada nadi perumusan kebijakan pemerintah pusat dan daerah,” ungkap Rieke dalam keterangannya, Jakarta, (26/11).

Pada acara Jejak Pendiri Bangsa 1947-1969 (Perencanaan Pembangunan Berbasis Satu Data Indonesia/Koperasi Sebagai Sokoguru Perekonomian Nasional), yang merupakan kolaborasi antara Kemenkop, Bappenas, dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Rieke juga meyakini Presiden Prabowo akan melanjutkan tapak rancangan negara yang pondasinya telah diletakkan para pendiri bangsa, khususnya Dr Soemitro Djoyohadikusumo.

Tentu, zaman telah berubah, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pun berpengaruh dalam perencanaan pembangunan. “Tetapi, saya yakin Presiden Prabowo akan mengarahkan bangsa ini untuk tidak memunggungi sejarah,” kata Rieke.

Tetapi, lanjut Rieke, Presiden Prabowo justru mengembalikan bangsa ini pada rel sejarah untuk temukan jati diri, yang tersimpan dalam arsip cakrawala pengetahuan tentang strategi pendiri bangsa dalam mempertahankan Indonesia merdeka dan berdaulat.

“Saya pun yakin Presiden Prabowo memiliki perspektif yang sejalan dengan para pendiri bangsa, yaitu memosisikan data dasar negara bukan sekadar barisan angka administratif,” tandas Rieke.

Rieke percaya Presiden Prabowo berjiwa prajurit yang sangat paham tentang makna dan fungsi strategis Satu Data Indonesia sebagai data pertahanan dan keamanan rakyat semesta.

Lebih dari itu, Rieke yakin Presiden Prabowo tidak akan ragu untuk menugaskan Bappenas dan BRIN berkolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatukan energi dengan seluruh Kementerian/Lembaga, melibatkan Pemerintahan Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota dan Desa, berjuang bersama rakyat di desa dan kelurahan untuk melahirkan Satu Data Indonesia untuk kepentingan kedaulatan, pertahanan dan keamanan nasional Republik Indonesia.

“Terima kasih Bappenas, Kementerian Koperasi, dan Arsip Nasional Republik Indonesia, yang menginisiasi acara hari ini. Hari dimana kita mengukuhkan, menghimpun jejaring kolektif, bergandengan tangan di bawah kepemimpinan nasional Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur,” papar Rieke.

Sementara di mata Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, pertemuan ini membawa kita menelusuri kembali jejak para pendiri bangsa pada periode 1947-1969, ketika arah pembangunan nasional mulai dirumuskan berdasarkan nilai kolektif bangsa dan kebutuhan untuk memperkuat kemandirian rakyat.

“Pada masa itu, gagasan koperasi tidak muncul sebagai pilihan teknis semata, tetapi sebagai keputusan ideologis yang menempatkan rakyat sebagai pemilik dan pelaku utama pembangunan ekonomi,” kata Menkop.

Kini, Menkop meyakini bangsa ini sudah kembali menemukan jalan menuju Indonesia seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa. “Seperti yang sudah dirintis dan dirancang sejak zaman HOS Cokroaminoto, Bung Hatta, Margono Djojohadikusumo, sampai Soemitro Djojohadikusumo,” ucap Menkop.

Hal itu dibuktikan dengan program pembentukan lebih dari 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digulirkan atas ide Presiden Prabowo Subianto, di seluruh desa di Indonesia.

Menurut Menkop, saat ini sudah memasuki era perencanaan pembangunan berbasis Satu Data Indonesia, relevansi nilai-nilai koperasi justru semakin menguat. Dimana masyarakat di banyak daerah masih menghadapi berbagai persoalan ekonomi.

“Kondisi ini menuntut hadirnya organisasi ekonomi yang tidak hanya demokratis, tetapi juga profesional, transparan, dan berbasis teknologi,” kata Menkop.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa saat ini adalah kebangkitan kembali koperasi. “Koperasi pernah berjaya, koperasi pernah terpuruk, dan sudah waktunya koperasi bangkit kembali,” kata Menteri PPN.

Bagi Menteri PPN, Arsip Nasional menjadi bagian untuk membetulkan hal-hal yang salah. “Sejarah berulang-ulang, dan dengan namanya arsip kita akan tahu kemana kita akan pergi. Kini, kita sudah tahu kemana kita akan mengarahkan perjalanan kehidupan Indonesia,” kata Menteri PPN.

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mego Pinandito menambahkan, kegiatan ini merupakan momentum, refleksi, dan pembelajaran untuk meneguhkan kembali informasi terkait pondasi pembangunan nasional berbasis data.

“Serta, penguatan Kopdes Merah Putih sebagai peneguhan kembali ekonomi kerakyatan,” kata Mego.(*)

Mobil PNS Kecamatan Gunung Sindur Jadi Korban Pencurian Pecah Kaca di Cibinong, Laptop Inventaris Rp18 Juta Raib

0

Bogordaily.net – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kecamatan Gunung Sindur menjadi korban modus pencurian pecah kaca mobil di Jalan Raya Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Selasa 25 November 2025.

Kapolsek Cibinong, AKP Johny Handoko menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar jam 20.50 WIB. Adapun pihaknya telah melaksanakan olah TKP pecah kaca kendaraan.

Diketahui, mobil Dinas Kecamatan Gunung Sindur tersebut bemerk Toyota Avanza warna Hitam No.pol F1472 G, milik Rizky Widyanto, 35 tahun, PNS, asal VBI Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor.

Menurut Handoko, kejadian berawal setelah korban selesai makan di Hokben Karadenan, sekitar jam 21.00 Wib dan korban keluar untuk pulang.

“Kemudian membuka pintu depan sebelah kanan, melihat ada serpihan kaca mobil di dalam mobil,” kata Handoko kepada wartawan, Rabu 26 November 2025.

Selanjutnya korban mengecek mobilnya dan melihat kaca sebelah kiri pintu tengah sudah pecah dan barang berupa Laptop Merk Accer type Nitro V15 warna hitam hilang.

“Barang tersebut milik inventaris kantor Kecamatan Gn. Sindur, yang dilakukan oleh orang tidak dikenal dan belum diketahui identitasnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Handoko, akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 18 juta.

“Korban menghubungi Bhabin dan tidak lama kemudian piket fungsi Polsek Cibinong mendatangi TKP dan korban diarahkan untuk membuat laporan ke Polres/Polsek Cibinong untuk proses lebih lanjut,” ungkap Handoko.

Sementara itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memburu pelaku pecah kaca mobil.*

(Albin Pandita)

 

Aksi Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil Kembali Terjadi di Cibinong, Laptop hingga Dompet Milik Korban Raib Digondol Maling

0

Bogordaily.net – Aksi pencurian modus pecah kaca mobil kembali terjadi di Jalan Raya Mayor Oking Jaya Kelurahan, Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu 26 November 2025.

Berdasarkan vidio CCTV yang diterima Bogordaily.net terlihat sebuah mobil tengah berhenti di sebuah ruko. Kemudian ada salah seorang pria menghampiri korban dan menyarankan agar mobil diparkir terlebih dahulu di depan optik.

Dalam narasi yang diterima, pelaku memberitahu korban bahwa ada bengkel di sekitar lokasi. Saat korban menuju bengkel, pelaku memanfaatkan situasi dengan memecahkan kaca mobil.

Ketika korban kembali, ia mendapati kaca mobil telah pecah dan sebuah tas berisi laptop serta dompet telah hilang.

Kemudian, pelaku yang berhasil membawa tas dan dompet milik pelaku langang kabur, menggunakan motor yang dibawa oleh diduga peleku lainyaa.

Dimintai keterangan, Kapolsek Cibinong AKP Jony Handoko membenarkan adanya peristiwa pencurian tersebut dan pihaknya sudah menerima laporan dari korban.

Menurut Handoko, peristiwa tersebut terjadi, pada Rabu, 26 November 2025, sekitar pukul 05.07 WIB.

“Iya udah ada laporan soal pecah kaca, ada laporanya,” kata Handoko kepada wartawan, Rabu 26 November 2025.

Sementara itu, pihaknya sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan kasus pencurian tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

“Udah, udah tkp reserse ke tkp, lagi dalam penyelidikan,” ungkapnya.*

(Albin Pandita)

Truk Pengangkut Gas Elpiji Terbalik di KM 26 Tol Jagorawi Bogor, Lalin Sempat Lumpuh: Ini Kronologi Lengkapnya

0

Bogordaily.net – Sebuah truk pengangkut gas elipiji kecelakaan hingga terbalik di KM 26 Tol Jagorawi, Kabupaten Bogor, pada Rabu 26 November 2025.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Iptu Ferdhyan menjelaskan bahwa, peristiwa itu terjadi pada 09.06 WIB, tepatnya di KM 26.100 A.

Awalnya, truk pengangkut gas elpiji bergerak dari arah Jakarta menuju ke Cibinong. Tak lama, mobil oleng ke kiri dan banting stir.

“Mobil truk PT Blue Gas Indonesia datang dari Jakarta menuju Cibinong, setiba di tkp stir kendaraan tiba tiba oleng ke kiri lanjut karena terbalik miring roda kanan di atas,” kata Ferdhyan, Rabu 26 November 2025.

Kemudian, mobil truk tersebut terbalik ke sisi jalan dan sempat menghalangi lajur jalan tol dan menyebabkan kemacetan.

“Karena terbalik miring roda kanan di atas di antara bahu jalan dan lajur satu menghadap utara,” jelasnya.

Beruntung dalam peristiwa kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa. Untuk saat ini situasi sudah aman terkendali.

“Tidak ada korban jiwa, situasi sudah aman kondusif,” ungkap Ferdhyan.

(Albin Pandita)

BRI Dukung Program Makan Bergizi Dalam Acara Bakti Sosial Bersama Alumni AAL 1996 “Moro Saka”

0

Bogordaily.net— Alumni Akademi TNI Angkatan Laut Angkatan 42 Tahun 1996 (Moro Saka) menggelar kegiatan Bakti Sosial dan Penanaman 1.996 pohon di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Sentul, Bogor.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, jajaran TNI AL, serta mitra strategis Bank BRI.

Dalam kegiatan ini, BRI memberikan dukungan penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat sekitar. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen BRI untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat dan memperkuat ketahanan sosial di berbagai daerah.

“Melalui dukungan makan bergizi gratis ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh manfaat nyata dari kegiatan sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan,” ujar Branch Office Head BRI Mabes TNI Cilangkap, Pranathan Triatmojo.

Ia menambahkan, BRI akan terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI AL, dalam menumbuhkan semangat kepedulian dan keberlanjutan bagi bangsa.

Rangkaian kegiatan Bakti Sosial Moro Saka ini meliputi pembangunan jalan dan jembatan, penanaman 1.996 pohon, pembagian makanan bergizi, pembagian paket sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, serta layanan nikah massal.

Acara ini menjadi wujud nyata sinergi antara Danantara dan TNI AL dalam membangun masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berkelanjutan.

Apakah Indonesia Siap dengan Pajak Berbasis Big Data?

0

Bogordaily.net – Pemerintah saat ini sedang mendorong modernisasi perpajakan di Indonesia melalui Core Tax Administration System (Coretax), suatu sistem digital yang dirancang menjadi tulang punggung administrasi perpajakan di Indonesia. Sistem ini dibuat untuk menyatukan seluruh proses perpajakan dalam ekosistem terpadu berbasis data. Namun, perjalanan implementasinya Coretax menimbulkan sebuah pertanyaan penting: apakah Indonesia benar-benar siap memasuki era pajak berbasis big data?

Gangguan Teknis Menghambat Layanan

Sejak dimulainya uji coba, Coretax sudah mengalami beberapa kendala seperti sulitnya mengakses laman Coretax, error pada pelaporan SPT, hingga ketidakcocokan data. Pada beberapa periode, layanan perpajakan sempat mengalami gangguan sehingga perlu dilakukan penyesuaian manual di beberapa kantor pajak. Kondisi ini membuat proses pelaporan dan pemeriksaan perpajakan mengalami perlambatan, sekaligus menambah beban kepatuhan bagi wajib pajak (WP).

Berberapa laporan publik menggambarkan bagaimana gangguan teknis ini mempengaruhi stabilitas layanan, mulai dari penundaan proses restitusi hingga kesulitan pembaruan profil wajib pajak (WP). Di lapangan, ketidakstabilan sistem menimbulkan tantangan tambahan bagi fiskus.

Isu Keamanan Data Menjadi Sorotan

Selain gangguan teknis, keamanan data menjadi salah satu faktor utama yang harus diperhatikan. Munculnya dugaan kebocoran informasi wajib pajak menimbulkan kekhawatiran mengenai ketahanan sistem. Pemerintah bahkan sampai mengambil langkah pengujian keamanan tambahan untuk memastikan sistem dapat menghadapi ancaman siber.

Berbagai laporan internasional menunjukkan bahwa posisi keamanan siber di Indonesia masih memerlukan perubahan. Dalam konteks ini, Coretax membutuhkan fondasi keamanan yang jauh lebih kuat sebelum dapat menopang penerapan pajak berbasis big data secara menyeluruh.

Ketergantungan pada Vendor Asing

Fakta bahwa Coretax dibangun oleh pihak luar negeri memunculkan tantangan tersendiri. Ketergantungan pada penyedia asing dapat menyebabkan:

proses perbaikan yang lambat,

minimnya transfer pengetahuan kepada SDM nasional,

keterbatasan kontrol pemerintah terhadap arsitektur dan pengembangan sistem,

serta potensi risiko keamanan jangka panjang.

Kajian internasional bahkan menekankan pentingnya kemandirian teknologi dan penguatan tata kelola data sebelum sebuah negara menjalankan sistem berbasis big data.

Tantangan SDM dan Literasi Digital

Penelitian dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menunjukkan bahwa tantangan implementasi Coretax tidak hanya bersifat teknis. Literasi digital pegawai pajak dan wajib pajak masih belum merata. Beberapa proses bisnis yang diubah melalui Coretax juga belum sepenuhnya sejalan dengan kondisi operasional di lapangan. Meski demikian, peneliti juga menegaskan bahwa jika sistem sudah stabil, Coretax dapat meningkatkan efisiensi administrasi, menekan tax gap, serta memperbaiki pengawasan berbasis risiko.

Kesiapan Ekosistem Digital Nasional

Keberhasilan pajak berbasis big data tidak hanya bergantung pada DJP, tetapi juga pada kesiapan ekosistem digital nasional. Laporan internasional mengenai transformasi digital Indonesia menunjukkan bahwa integrasi identitas digital, infrastruktur teknologi, dan koordinasi lintas lembaga masih memerlukan banyak perbaikan. Tanpa ekosistem yang kuat, sistem sebesar Coretax sulit beroperasi optimal.

Apakah Indonesia Siap?

Coretax adalah sebuah perubahan besar menuju digitalisasi pajak dan pemanfaatan big data dalam administrasi negara. Namun berbagai hambatan mulai dari gangguan teknis dan keamanan data hingga ketergantungan teknologi serta literasi digital menunjukkan bahwa Indonesia masih  belum siap berada ditahap transisi.

Pemerintah sudah melakukan berbagai perbaikan, mulai dari peningkatan kapasitas sistem hingga penguatan keamanan. Namun, modernisasi perpajakan berskala besar bukan hanya soal menghadirkan teknologi baru, tetapi juga harus memastikan ekosistem pendukungnya sudah siap menerima teknologi baru tersebut.

Pertanyaannya kini:

Apakah Indonesia siap dengan pajak berbasis big data?

Melihat kondisi saat ini, Indonesia belum sepenuhnya siap. Potensinya sangat besar, tetapi keberhasilannya bergantung pada peningkatan infrastruktur digital, tata kelola data, keamanan siber, serta kemampuan SDM untuk mengoperasikan sistem secara berkelanjutan. Perubahan ini membutuhkan waktu dan komitmen kuat agar Coretax benar-benar dapat menjadi fondasi perpajakan digital Indonesia. ***

Arjuna Ayasa Putra dan Yudistira Putra Setiawan.
Universitas Indonesia.