Home Blog Page 480

SPINN Raih “IPPF Courage Award 2025 – Strategic Partner” di IPPF General Assembly 2025.

0

Bogordaily.net – Pada tanggal 20 November 2025 tercatat menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan advokasi Suar Perempuan Lingkar Napza Nusantara (SPINN), selaku organisasi PPHAM akar rumput yang telah resmi menerima “IPPF Courage Award 2025 – Strategic Partner” pada saat perhelatan International Planned Parenthood Federation (IPPF) General Assembly 2025: Lead with Love, Care with Courage yang dihadiri oleh 450 peserta dari 119 negara.

Perhelatan berskala internasional ini diselenggarakan di Taman Bhagawan , Nusa Dua, Bali.

Hadir pada malam pemberian penghargaan bergengsi dari IPPF ini: Direktur SPINN, Rosma Karlina bersama Staf Media/Advokasi SPINN, Moch. Rizki Kurniawan yang dengan bangga menerima “IPPF Courage Award 2025 – Strategic Partner” sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi organisasi dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan individu dengan ragam gender pengguna NAPZA serta kelompok rentan lain khususnya di wilayah Kota Bogor sekitarnya.

“Penghargaan ini adalah milik setiap perempuan yang berani bertahan hidup di tengah stigma dan kekerasan. SPINN hanya menjadi jembatan, karena kekuatan sejati berasal dari komunitas itu sendiri,” kata Rosma Karlina, Direktur SPINN

Penghargaan ini menegaskan posisi SPINN sebagai salah satu aktor komunitas yang konsisten mendorong layanan berbasis hak, inklusif, responsif gender dan aman bagi kelompok yang kerap menghadapi stigma, kekerasan, dan hambatan akses terhadap layanan dasar.

Resmi berbadan hukum di tahun 2022, berbasis di Kota Bogor, Jawa Barat, SPINN lahir dari pengalaman hidup perempuan dan individu dengan keragaman gender yang pernah atau masih bergulat dengan penggunaan NAPZA, stigma, kriminalisasi, dan kekerasan berbasis gender terus berupaya mengembangkan program yang berdampak nyata bagi anggota komunitasnya. Kedekatan SPINN dengan komunitas bukan sekadar hasil interaksi program, tetapi berangkat dari kenyataan bahwa; SPINN merupakan bagian dari komunitas itu sendiri, dipimpin dan dijalankan oleh mereka yang memiliki lived experience yang sama. Fondasi inilah yang memastikan seluruh intervensi SPINN relevan, aman, manusiawi, dan benar-benar menjawab kebutuhan unik yang nyata di lapangan.

Dalam menjalankan mandat program pegurangan dampak buruk/harm reduction dan pemenuhan hak-hak komunitas khususnya perempuan dan individu dengan ragam gender pengguna NAPZA, untuk itu SPINN mengembangkan beberapa program dan layanan utama diantaranya:

Hotline ARLINN – Portal Pengaduan Kasus
Portal Pengaduan dan Pendokumentasian Kasus Melalui Hotline ARLINN, SPINN mengembangkan sebuah platform pengaduan kasus online yang aman, mudah diakses, dan responsif. Platform ini dirancang dengan prinsip keamanan digital, kerahasiaan, human-centered, trauma-informed, dan non-diskriminatif. ARLINN memperluas ruang aman bagi perempuan dan individu dengan ragam gender pengguna NAPZA yang selama ini enggan atau takut mengakses layanan formal akibat stigma dan kriminalisasi. Bekerja sama dengan Forum Akar Rumput Indonesia (FARI) untuk menindaklanjuti laporan dari komunitas dan/atau masyarakat terkait kasus narkotika dan membantu akses layanan kesehatan khususnya rehabilitasi dan dampak dari penggunaan NAPZA serta penyuluhan atau edukasi ke masyarakat luas baik secara daring ataupun luring.

Klinik Berjalan (Mobile Clinic) bersama ProCare Clinic PKBI DKI Jakarta.
Layanan pemeriksaan kesehatan dasar, HKSR, IMS (termasuk HIV), konseling adiksi dan kesehatan jiwa, serta rujukan medis dihadirkan langsung ke shelter SPINN oleh dokter dan tenaga kesehatan ramah komunitas; tanpa biaya, tanpa diskriminasi, dan tanpa stigma serta tanpa biaya.

Komunikasi Perubahan Sosial.
Pengembangan konten KIE kreatif: infografik, video kampanye, materi advokasi, dan modul komunitas yang menggugah empati publik dan membangun solidaritas lintas sektor.
Pengembangan SOP Terintegrasi (dalam proses).
SPINN dipercaya memimpin penyusunan SOP Terintegrasi yang mencaku tiga komponen utama, yaitu SOP Shelter, SOP Paralegal Komunitas, dan SOP Dukungan Psikososial, melalui proses partisipatif melibatkan penyintas, tenaga ahli, dan mitra layanan. SOP ini akan menjadi standar layanan aman dan inklusif bagi perempuan dan individu dengan ragam gender pengguna NAPZA yang menghadapi KBG, kriminalisasi, dan kebutuhan HKSR.

SPINN juga menyelenggarakan pertemuan rutin sesi-sesi edukasi seputar HAM, gender, harm reduction, serta Workshop Lingkar Solidaritas (LINTAS) sebagai ruang aman berbagi kekuatan bagi komunitas. Hingga kini, lebih dari 150 individu telah diberikan peningkatan kapasitas dan beberapa diantarnya sudah bekerja menjadi Paralegal Komunitas di organisasi mitra SPINN, dan mampu melakukan pendampingan hukum non-litigasi tingkat komunitas.

Penganugerahan “IPPF Courage Award 2025 – Strategic Partner” ini bukan hanya sebuah capaian institusional, tetapi juga pengakuan internasional atas kerja keras komunitas yang selama ini berdiri di garis depan memperjuangkan keadilan, perlindungan, dan layanan yang layak bagi kelompok yang seringkali dipinggirkan. Penghargaan ini diakui SPINN sebagai pencapaian bersama. Lebih dari sekadar apresiasi, award ini memperlihatkan bagaimana pengalaman hidup komunitas dapat menggerakkan perubahan struktural.

Kolaborasi inklusif SPINN bersama PKBI telah dimulai pada pertengahan 2024, diakui sebagai salah satu faktor yang memperkuat ekosistem layanan yang benar-benar responsif terhadap kebutuhan unik perempuan dan individu dengan ragam gender pengguna NAPZA. Di lain sisi perspektif gerakan feminis dan HAM, memandang SPINN sebagai salah satu aktor kunci yang mengisi ruang-ruang yang sering terabaikan. Kerja-kerja SPINN membuktikan bahwa keberanian tidak selalu terlihat dalam panggung besar; sering kali keberanian tersebut hadir dalam ruang-ruang kecil ketika seorang perempuan menemukan kembali martabatnya.

IPPF menegaskan bahwa penghargaan merupakan pengakuan Global untuk kerja organisasi akar rumput yang menunjukkan keberanian, kepemimpinan, dan inovasi dalam pemajuan, pemenuhan hak asasi perempuan dan individu dengan ragam gender pengguna NAPZA, termasuk salah satunya hak atas kesehatan seksual dan reproduksi.***

Bank Kota Bogor Siapkan Strategi Tekan Praktek Renternir di Pasar

0

Bogordaily.net -Bank Kota Bogor menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan praktek rentenir yang masih marak di kalangan pedagang pasar.

Direktur Utama PT BPR Bank Kota Bogor, Tommy Indra Gunawan, mengatakan strategi tersebut disusun setelah mempelajari pola kerja para rentenir.

“Rentenir itu jam kerjanya pukul 3 dini hari. Sementara bank buka pukul 8:00 WIB. Jadi kami harus menyiasati bagaimana bisa bertemu pedagang,” kata Tommy.

Menurutnya, rentenir juga kerap memberi pinjaman secara cepat tanpa prosedur, sementara bank memerlukan tanda tangan dan kelengkapan berkas. Selain itu, rentenir berani menunggu pedagang di mana saja, sedangkan bank terikat aturan etik karyawan.

Untuk menghadapi situasi itu, Bank Kota Bogor meluncurkan produk pembiayaan khusus bertajuk Gerebeg Pasar.

Program ini menyasar pedagang pasar dan telah berjalan di empat pasar di Kota Bogor. Tahun depan, program tersebut akan diperluas ke lebih banyak lokasi.

Tommy menjelaskan, langkah awal yang dilakukan adalah mengedukasi pedagang agar terbiasa menabung harian. Bank Kota Bogor menurunkan mobil kas keliling untuk mengumpulkan setoran tabungan para pedagang setiap hari.

Data tabungan harian ini kemudian menjadi dasar penilaian kelayakan kredit.

“Kalau sudah kelihatan konsistensinya, saat mereka butuh tambahan modal kami bisa berikan kredit. Kami tidak perlu menganalisis panjang karena sudah terlihat dari tabungannya,” ujarnya.

Sebagai apresiasi, pedagang yang mendapat kredit tidak diwajibkan membayar angsuran khusus.

Mereka cukup melanjutkan kebiasaan menabung harian seperti sebelumnya. Program ini sudah berjalan dan akan diperkuat pada tahun depan.

Selain itu, Bank Kota Bogor juga menargetkan pengembangan layanan digital.

“Kami ingin BPR Bank Kota Bogor ini seperti bank umum. ATM sudah ada, dan tahun 2026 kami mulai mengembangkan mobile banking,” tutup Tommy.***

Muhammad Irfan Ramadan

Rumah Sehat BAZNAS Kabupaten Bogor Diresmikan, Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat Miskin 

0

Bogordaily.net – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia meresmikan Rumah Sehat Baznas Kabupaten Bogor yang terletak di Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, pada Selasa 25 November 2025.

Adapun, Rumah Sehat Baznas hadir memberikan layanan kesehatan secara gratis kepada Mustahik atau masyarakat fakir miskin di wilayah Kabupaten Bogor.

Beberapa layanan kesehatan yang diberikan diantaranya mencakup pemeriksaan dokter, pemeriksaan gigi pelayanan kehamilan, dan pemberian obat, dll.

Ketua Baznas RI, KH Noor Achmad menjelaskan bahwa, hadirnya Rumah Sehat Baznas di Kabupaten Bogor merupakan bagian dari program kesehatan yang terus digalakkan BAZNAS untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Jadi rumah sakit ini kita bangun dengan rumah sehat Baznas rumah tanpa kasir, sehingga tidak ada pembayaran, kita pick up dari pusat selama dua tahun setiap yang baru, kemudian kita harapkan bisa lepas di 2 tahun itu dengan kavitasi yang diperoleh dengan BPJS,” kata KH Noor Achmad kepada wartawan, Selasa 25 November 2025.

Menurut KH Noor Ahmad, langkah ini juga menjadi wujud perluasan manfaat dana zakat dalam bidang kesehatan terhadap masyarakat yang kurang mampu.

“Maka dari itu supaya suntaine tetap tidak membayar bagi mereka yang betul betul akan berobat kesini, dan umumnya mereka yang berobat kesini adalah mereka mereka yang sangat tidak mampu di beberapa tempat hingga menjadi rujukan mereka yang ingin cepat tetapi tidak mampu, maka hadirlah rumah sehat Baznas,” jelasnya.

Kemudian, untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis ini, masyarakat hanya perlu membawa KTP atau Kartu Keluarga serta surat pernyataan berhak menerima manfaat.

“Ya tentu yang kita prioritaskan Kabupaten Bogor, ngga ada persyaratan lagi, pokoknya dia mustahik atau miskin ditunjukan dengan kartu nya itu, ya itu saja, mereka bisa keluar dan dikasih obat,” ujar KH Noor Achmad.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Bogor KH Lesmana mengatakan bahwa, Rumah Sehat Baznas Kabupaten Bogor dibangun di tanah seluas 1.306 meter dengan sertifikat milik Baznas Kabupaten Bogor.

Menurut LH Lesmana, ada sebanyak 17 tenaga kesehatan bekerja di Rumah Sehat Baznas Kabupaten Bogor yang telah terseleksi.

“Jadi ini insya allah ada dua lantai gratis tidak bayar sepeserpun dan sudah diseleksi dari mulai dokter umum dokter gigi bidan pelayanan semua itu dites oleh Baznas Republik Indonesia,” ujar KH Lesmana.

“Hasilnya ada 17 Karyawan yang sudah di SK untuk bekerja di rumah sehat ini,” tambahnya.

Sementara itu, untuk pelayanan di Rumah Sehat Baznas Kabupaten Bogor mulai pukul 08.00 pagi hingga 16.00 WIB sore.

“Sekarang kita ujicoba dulu jadi mulai masuk Jam 08.00 Wib sampai jam 16.00 Wib kecuali memang ada karyawan mendesak. Jadi setelah nanti perkembangannya bagus kami buka sampai jam 22.00 malam,” ungkapnya.***

Albin

Bank Kota Bogor Ajak Wartawan Menabung

0

Bogordaily.net – Upaya mendorong masyarakat untuk rajin menabung terus dilakukan oleh Bank Kota Bogor. Kali ini mereka mengajak para wartawan untuk melakukan langkah tersebut.

Direktur Utama Bank Kota Bogor, Tommy Indra Gunawan memberikan buku tabungan Bank Kota Bogor secara gratis kepada para wartawan. Ini juga bagian dari apresiasinya terhadap kinerja para wartawan di Kota Bogor.

“Kami memberikan semacam apresiasi dalam bentuk tabungan dan ada isinya juga. Untuk nilainya bisa dilihat masing-masing, itu yang kami berikan sekaligus pennghargaan,” jelas Tommy

Proses pembuatan buku tabungan juga dipermudah. Para wartawan hanya diminta untuk mengisi form yang berisi biodata pribadi dan disesuaikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Harapan kami nanti untuk selanjutnya tabungan itu dapat digunakan sebagai saving masa depan. Silahkan digunakan dan rajin lah menabung,” terang Tommy pada awak media.

Dalam kesempatan itu, Tommy juga memberikan ruang bagi para wartawan yang memiliki usaha. Mereka akan diberikan kredit dengan jaminan trek record buku tabungan.

“Seandainya teman-teman PWI punya usaha apakah warung atau kulineran kami membuka ruang untuk memberikan kredit. Tapi kreditnya harus dibayar juga,” jelas Tommy.

Tommy berharap kolaborasi dan sinergi ini dapat berkelanjutan. Sebab Bank Kota Bogor juga membutuhkan media untuk mensosialisasikan program yang berorientasi pada kesejahteraan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.(Muhammad Irfan Ramadan)

BRI KC Pasar Minggu Salurkan KUR Mikro, Usaha Anggrek Berkembang Pesat

0

Bogordaily.net – Salah satu pengusaha anggrek bulan yang ada di kompleks dekat Ragunan, Rangga Ferdiansyah memiliki toko yang terletak di kavling paling depan area taman. Tokonya sering menjadi pemberhentian pertama para pemburu anggrek yang baru datang ke Taman Anggrek Ragunan.

Ketika memulai usaha ini pada pertengahan pandemi di 2021, Rangga mengaku cukup hoki karena bisa menyewa petak terdepan di taman tersebut.

Dia pun harus merogoh kocek Rp35 juta untuk bisa memulai toko anggrek bulannya. Selain untuk sewa lahan setahun, biaya itu sudah mencakup pemasangan atap, rak, hingga instalasi listrik dan sirkulasi udara. Ide usaha anggreknya ini berangkat dari pengalaman kerjanya di kebun anggrek.

Sebelumnya, Rangga ikut orang sejak 2015. Bosnya adalah seorang distributor anggrek yang melayani pedagang-pedagang di beberapa lokasi, terutama Dharmawangsa dan Rawa Belong.

“Dulu pekerjaannya di bidang anggrek juga. Berjalannya waktu, saya bisa nyetir dan disuruh bantu ambil anggrek ke kebun. Jadi tahu kebun A, kebun B, kebun C,” terang Rangga.

Kemudian pada Agustus 2020, dia mulai terpikir untuk membuka usaha sendiri. Bahkan kemudian bosnya di tempat anggrek lama yang menawarkan supaya Rangga membuka toko sendiri dan menjalin kerja sama dengannya.

“Kebetulan ada tabungan dan kebetulan mengerti anggrek, terus lihat di sini ada lahan yang disewain, langsung coba sewa. Sama bos lama dibolehin. Bahkan saya dapat pinjaman anggrek dari bos lama. Kalau untuk anggrek, memang di Ragunan ini yang besar,” tutur Rangga.

Buka saat pandemi tidak membuat Rangga gentar. Sebab, usaha anggrek bulan justru sedang mekar.

Banyak orang mencari anggrek untuk hobinya selama di rumah. Sejak berkecimpung di dunia anggrek, Rangga juga sudah mengeker potensi bisnis tumbuhan epifit ini.

“Alhamdulillah anggrek dari zaman pandemi pun stabil, padahal yang lain terhantam ekonominya,” terangnya.

Awal-awal, Rangga masih mengandalkan tabungan sendiri dan omzet yang didapat untuk operasional bisnisnya.

Meski merasa cukup, Rangga merasa jalannya masih lambat. Dia pun mulai melirik-lirik pinjaman bank.

“Dulu belum pernah nyoba pinjaman bank, pure saya punya duit, borong ini, borong itu. Kalau kayak gitu maju sih maju, cuma lambat. Karena ini semua (pedagang anggrek di Ragunan) sudah senior main anggrek. Kalau saya mau ngadepin raksasa, butuh duitnya lumayan,” paparnya.

Semula Rangga sudah punya rekening pribadi di BRI. Dia juga banyak mendengar info sekilas soal pinjaman di BRI yang ‘ramah UMKM’.

Namun, Rangga belum mengajukan pinjaman sampai ada seorang pelanggan, yang ternyata orang BRI Cilandak, mendorongnya mengajukan pinjaman.

“Kalau di kalangan UMKM itu yang paling enak ngajuin pinjaman di BRI, karena bunganya sangat rendah. Orang sebulan cuma 0,3%. Marketingnya juga bagus, nyari-nyari juga. ‘Lagi nyari pinjaman, Bang? Kenapa nggak coba BRI aja?'” ujar Rangga, mengutip secuil obrolannya dengan si pelanggan kala itu.

Dari situ, Rangga mengajukan pinjaman awal Rp100 juta pada Agustus 2024. Kebetulan saat itu Rangga sedang menyiapkan peningkatan target penjualan.

Dari yang biasanya hanya berkisar 10-20 paket sehari, jadi minimal 40-50 paket. Satu paket minimal berisi 2 tangkai.

“Kita juga butuh pinjaman buat kunci barang di kebun. Dengan adanya pinjaman itu, kita bisa taruh duit dulu di kebun buat booking anggrek,” jelas Rangga.

Dengan adanya pinjaman KUR Mikro, Rangga kini bisa lebih mudah mendapatkan anggrek bulan dalam jumlah banyak setiap bulannya. Bahkan dalam seminggu, dia bisa mengambil barang ke kebun hingga dua kali, masing-masing 500 tangkai.

Info tentang pinjaman KUR ini tak cuma disampaikan ke Rangga. Pedagang lain pun kecipratan.

Salah satunya Brian Sinaga yang menempati kavling 45. Walau lokasinya cukup di belakang, bisnis anggrek Brian pun tak kalah banjir pesanan. Terutama pesan antar atau via online.

Brian memulai bisnisnya pada 2022. Sama seperti Rangga, Brian juga merasakan lambatnya perkembangan bisnis dengan modal sendiri.

Sebelumnya Brian bekerja di kebun anggrek di Ciater dan mengantar-antarkan pesanan ke pedagang-pedagang di Jakarta. Ketika memulai bisnis anggreknya sendiri, Brian diberi ‘pinjaman’ dari kenalan-kenalannya di kebun.

“Modal dari kebun-kebun, dikasih barang dulu, terus kebijakan bayar ditempo, bisa dua minggu atau sebulan,” cerita Brian.

Cara itu membantunya memulai langkah pertama bisnis anggrek. Namun, karena ibaratnya berutang, biasanya Brian hanya mendapat barang anggrek ala kadarnya. Dia tidak bisa memilih warna atau minta jumlah tertentu.

“Setelah itu ada omzet dari kita jalan, baru kita belanja sendiri. Tapi kalau ngandalin omzet doang, lama putarannya sampai titik yang kita mau. Makanya kita butuh pinjaman buat ngejar putaran,” katanya.

Informasi tentang pinjaman itu Brian dapatkan dari sharing sesama pedagang anggrek di Ragunan. Kebetulan saat itu mendekati high season Natal dan Tahun Baru. Pesanan anggrek biasanya sedang tinggi. Brian tak ingin ketinggalan kereta.

“Biasanya kita persiapan belanja barang, kita beli yang belum mekar. Kita harus colongstartbiar kebagian barang. Gimana ya dapat pinjaman yang bunganya masih bersahabat? Teman-teman nyaranin ke BRI,” lanjut pria asal Medan tersebut.

Menurut Brian, proses pengajuan pinjaman KUR Mikro di BRI cukup cepat. Dia menghubungi marketing lapangan atau mantri BRI melalui WhatsApp, kemudian bertemu untuk diskusi terkait plafon dan tenor.

“Nggak sampai seminggu kita siapin persyaratannya. Kalau udah ada, dua hari langsung cair,” katanya.

Pinjaman Brian baru berjalan sekitar 6 bulan. Namun, berkat pinjaman itu, Brian bahkan sudah bisa menyewa kebun sendiri di Ciater untuk menyokong bisnisnya, meski kapasitas kebunnya masih kecil. Dalam sebulan, dia bisa menjual sampai 5.000 tangkai anggrek

Sementara itu, Kepala BRI Unit Cilandak, Dadang Suhanda menambahkan, prosesnya bertemu dengan para pedagang anggrek di Ragunan. Salah satu marketingnya kenal secara pribadi dengan Rangga. Dari situlah komunikasi awal mereka terjalin pada 2023.

“Tadinya kita tidak langsung berbicara mengenai produk-produk kami, hanya ngumpul saja. Kami kebanyakan menyimak obrolan mereka apa sih, apa yang dikeluhkan selama ini. Nah, kebetulan juga pada saat itu ada orang dari RO (BRI Regional Office) Jakarta 2 sering belanja di sini, beli anggrek. (Pesannya) ‘Tolong diedukasi, barangkali bisa’,” jelas Dadang.

Setelah berhasil mendapatkan satu nasabah KUR, Dadang pun membidik pedagang-pedagang lain agar memanfaatkan KUR BRI juga.

Dadang mengakui pendekatannya saat itu cukup sulit karena banyak pedagang yang belum pernah meminjam ke bank untuk usahanya.

“Coba lagi, tapi kalau bisa jangan didatangi per kavling. Coba kalau mereka lagi ngumpul, saya minta bantuan ke pedagang-pedagang, kita ngumpul di sini,” lanjutnya.

Pada pertemuan itu, pihak BRI Unit Cilandak menjawab berbagai pertanyaan pedagang tentang persyaratan pinjaman KUR Mikro. Selama pedagang memiliki riwayat keuangan yang tertib, Dadang memastikan prosesnya tak bakal makan waktu lama.

“Kalau syarat lengkap, survei hari ini, siang pun insyaallah bisa (cair),” pungkasnya.***

Oxford Dikritik Soal Penemuan Rafflesia di Sumatera, Publik Indonesia Tuntut Pengakuan untuk Peneliti Lokal

0

Bogordaily.net – Universitas Oxford dan Oxford Botanic Garden tengah berada dalam sorotan tajam setelah unggahan resmi mereka mengenai penemuan spesies langka Rafflesia hasseltii di Sumatera menuai gelombang kritik dari masyarakat Indonesia.

Sorotan tersebut muncul karena publik menilai unggahan mereka hanya menonjolkan peneliti dari Oxford dan tidak memberikan pengakuan yang pantas kepada para peneliti lokal Indonesia yang ikut terlibat dalam ekspedisi tersebut.

Kontroversi ini semakin mencuat setelah tokoh publik Indonesia, Anies Baswedan, ikut menanggapi dan menuntut agar Oxford menyebutkan nama-nama peneliti dari Indonesia yang berperan langsung dalam proses penemuan.

Respons tersebut memperkuat suara publik yang menilai bahwa kontribusi peneliti lokal selama ini kerap terpinggirkan dalam kerja sama internasional.

Isu tersebut bermula dari unggahan yang dipublikasikan oleh akun resmi Oxford Botanic Garden dan salah satu penelitinya, Chris Thorogood, di platform X.

Dalam unggahannya, Thorogood membagikan pengalaman tim mereka yang melakukan perjalanan panjang menembus hutan hujan Sumatera demi menemukan Rafflesia hasseltii, salah satu spesies bunga langka yang dikenal memiliki ukuran besar dan siklus hidup unik.

Penjelasan tentang perjalanan tim memang disebutkan, namun publik menilai narasi tersebut terlalu berfokus pada perwakilan dari Oxford.

Meski disebutkan adanya “tim”, unggahan itu tidak menampilkan nama-nama peneliti Indonesia yang turut memimpin langkah di lapangan dan memiliki keahlian terkait flora lokal. Ketidakhadiran nama mereka inilah yang memicu perdebatan.

Tanggapan keras dari masyarakat pun menguat setelah Anies Baswedan menyoroti secara langsung tiga peneliti Indonesia yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Ia menekankan bahwa keberadaan para ilmuwan lokal bukan sekadar pendamping, melainkan bagian penting dari penelitian yang seharusnya diakui secara terbuka, terlebih karena penemuan itu dilakukan di wilayah Indonesia dengan kekayaan hayati yang dipelajari.

Pernyataan tersebut kemudian menyebar luas dan menjadi pembahasan besar di berbagai platform media sosial.

Banyak warganet menilai bahwa pengakuan ilmiah harus diberikan secara setara dalam proyek kolaboratif, terutama dalam penelitian tentang spesies endemik yang membutuhkan keterlibatan ahli lokal.

Hingga saat ini, Universitas Oxford belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kritik dan tuntutan untuk mencantumkan nama para peneliti Indonesia tersebut.

Publik pun masih menantikan langkah lanjutan, apakah Oxford akan memberikan klarifikasi dan menampilkan pengakuan yang lebih adil terhadap kontribusi ilmuwan Indonesia.***

Internasional Studium Generale IUQI Bogor Bahas Kemunculan Artificial Intelligence dalam Dunia Pendidikan

0

Bogordaily.net – Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor menggelar Internasional Studium Generale bertajuk “The Emergence of Artificial Intelligence in Science and Technology for Educational Purposes” di Auditorium Gedung C, Senin Bogor, 24 November 2025.

Acara ini menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri untuk membahas perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta implikasinya terhadap pendidikan, etika, dan keamanan digital.

Pada pembukaan acara, Mesiyarti, S.Pd., M.Hum. menegaskan bahwa AI kini memiliki pengaruh besar dalam kehidupan dan pendidikan modern.

Ia berharap seminar ini memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam memahami peluang dan tantangan teknologi.

Senada dengan itu, Galih Pratama, S.Pd., M.Pd., M.I.Kom. menambahkan bahwa AI telah digunakan oleh berbagai kalangan dan menyimpan banyak data, termasuk data pribadi. Karena itu, menurutnya, diskusi mengenai keamanan dan etika penggunaan AI menjadi sangat penting.

Sesi utama menghadirkan (Assoc.) Prof. Dr. Che Azzurahanim dari Faculty of Science, University Putra Malaysia, sekaligus Ph.D. Biophysics dari University of Surrey, United Kingdom.

Beliau menjelaskan bahwa AI pada dasarnya adalahactual intelligence tanpa emosi maupun spiritualitas.

“Ketika menggunakan AI, kita harus memahami bahwa ia tidak memiliki perasaan; manusia tetap menjadi pusat keputusan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi, pembuatan konten orisinal, serta menghormati izin penggunaan karya.

Prof. Azzurahanim turut mengangkat isu krusial seperti plagiarisme, privasi, kredibilitas informasi hingga fenomena deepfake yang berpotensi menimbulkan penyebaran video, audio, dan berita palsu.

a mendorong mahasiswa untuk selalu memeriksa sumber, melakukan fact-checking mengenali tanda-tanda manipulasi digital, serta meningkatkan literasi masyarakat.

Materi berikutnya disampaikan oleh Mr. Ambran Abu Bakar, Group Chairman & Founder SCAVAI Alliance Pte. Ltd.

Ia memperkenalkan konsep 3P: Penyalahgunaan, Plagiarisme, dan Privasi, sebagai prinsip utama dalam menghadapi teknologi AI generatif.

Ia juga menjelaskan perjalanan AI sejak 1915 serta perannya dalam transformasi manufaktur dan otomatisasi modern.

Menanggapi pertanyaan peserta mengenai isu pemblokiran platform AI seperti ChatGPT, ia menjelaskan bahwa regulasi akan terus berkembang mengikuti kebutuhan keamanan digital di masing-masing negara.

Dengan menghadirkan diskusi mendalam tentang etika, keamanan, dan perkembangan teknologi, Studium Generale ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa IUQI Bogor terhadap penggunaan AI yang bertanggung jawab, kreatif, dan aman di era digital.***

Regon Customize Uniform Solution Tawarkan Promo Kemeja Tactical Premium, Gratis 6 Item Eksklusif

0

Bogordaily.net – Regon Customize Uniform Solution memberikan promo spesial untuk perusahaan yang ingin meningkatkan penampilan tim melalui seragam berkualitas. Melalui penawaran terbaru, Regon menawarkan Kemeja Tactical Premium dengan harga terjangkau, yakni Rp199 ribu per pcs untuk pemesanan paket dua lusin.

Kemeja Tactical Premium ini untuk kebutuhan kerja lapangan maupun aktivitas profesional. Tidak hanya kuat dan nyaman digunakan harian, desainnya yang rapi dan modern juga mendukung tampilan lebih profesional saat bertemu klien.

Menariknya, dalam promo kali ini pelanggan tidak hanya mendapatkan harga spesial, tetapi juga FREE 6 item eksklusif, mulai dari free nama, free bordir dua sisi, free desain, hingga garansi produk. Seluruh bonus tersebut sudah termasuk dalam paket tanpa tambahan biaya.

Dengan promo ini, sangat ini cocok bagi instansi, perusahaan, dan komunitas yang membutuhkan seragam tahan lama, stylish, dan bisa diandalkan, sekaligus ingin menghemat biaya produksi.

Pelanggan yang ingin berkonsultasi atau memesan dapat langsung menghubungi Regon Customize melalui Instagram @regon.id atau mengunjungi situs www.regon.id dan www.sablonbogor.com. Promo berlangsung dalam waktu terbatas.(Ibnu Galansa)

Momentum Hari Guru Nasional, Bupati Bogor Berikan Penghargaan kepada Insan Pendidikan 

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten Bogor menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 sekaligus HUT PGRI ke-80 tingkat Kabupaten Bogor, yang dipimpin langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama Forkopimda di Lapangan Tegar Beriman, pada Selasa 25 November 2025.

Bupati Bogor juga berkesempatan memberikan piagam penghargaan kepada para insan guru Kabupaten Bogor, sebagai wujud apresiasi kepada seluruh guru yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi bangsa.

Bupati Bogor Rudy Susmanto, menegaskan bahwa guru adalah pilar utama pembangunan sumber daya manusia.

Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk terus meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan para guru, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Bogor yang unggul dan berdaya saing.

Perlu diketahui, bahwa selama satu tahun terakhir, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, pemerintah telah mengambil berbagai langkah konkret untuk mendukung para guru.

Tahun 2025, pemerintah pusat memberikan beasiswa sebesar tiga juta rupiah per semester bagi guru yang belum memiliki pendidikan D.IV/S1 agar dapat melanjutkan studi S1 melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau, dengan target sebanyak 12.500 guru.

Selain itu, pemerintah juga menyelenggarakan berbagai pelatihan dan program peningkatan kompetensi guru, mulai dari pendidikan profesi guru, upgrading guru bimbingan konseling, bimbingan konseling untuk guru non-bimbingan konseling, pembelajaran mendalam (deep learning), coding dan kecerdasan artifisial, kepemimpinan sekolah, hingga peningkatan kompetensi lainnya.

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru, pemerintah memberikan tunjangan sertifikasi sebesar dua juta rupiah per bulan untuk guru non-ASN, satu kali gaji pokok untuk guru ASN, serta insentif bagi guru honorer sebesar tiga ratus ribu rupiah per bulan, yang akan dinaikkan menjadi empat ratus ribu rupiah pada tahun 2026.

“Seluruh tunjangan dan insentif ini ditransfer langsung ke rekening guru,” ujar Bupati Bogor saat membacakan Sambutan Menteri Pendidikan RI.

Pemerintah menyadari bahwa tunjangan dan insentif yang diberikan selama ini belum sepenuhnya memenuhi harapan para guru.

Namun, pemerintah tetap berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan memberikan yang terbaik bagi kesejahteraan guru di Kabupaten Bogor.

Pada tahun 2026, pemerintah membuka kesempatan lebih luas untuk melanjutkan studi dengan beasiswa bagi 150.000 guru, serta meningkatkan tunjangan bagi guru honorer.

“Kegiatan peringatan Hari Guru Nasional 2025 dan HUT PGRI ke-80 ini menjadi momentum untuk menghargai dedikasi para guru sekaligus memperkuat semangat bersama dalam membangun pendidikan yang berkualitas, demi masa depan anak-anak Kabupaten Bogor dan generasi bangsa yang lebih baik,” tukas Bupati Bogor.***

Momen Hari Guru Nasional Tahun 2025, Bupati Bogor Rudy Susmanto Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Para Guru

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berkomitmen untuk terus meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan para guru, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Bogor yang unggul dan berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam upacara Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 sekaligus HUT PGRI ke-80 tingkat Kabupaten Bogor di Lapangan Tegar Beriman, pada Selasa 25 November 2025.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bogor juga turut memberikan piagam penghargaan kepada para insan guru Kabupaten Bogor, sebagai wujud apresiasi kepada seluruh guru yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi bangsa.

Menurutnya, guru adalah pilar utama pembangunan sumber daya manusia.

“Kegiatan peringatan Hari Guru Nasional 2025 dan HUT PGRI ke-80 ini menjadi momentum untuk menghargai dedikasi para guru sekaligus memperkuat semangat bersama dalam membangun pendidikan yang berkualitas, demi masa depan anak-anak Kabupaten Bogor dan generasi bangsa yang lebih baik,” kata Rudy.

Ia menambahkan bahwa, selama satu tahun terakhir, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, pemerintah telah mengambil berbagai langkah konkret untuk mendukung para guru.

Tahun 2025, pemerintah pusat memberikan beasiswa sebesar tiga juta rupiah per semester bagi guru yang belum memiliki pendidikan D.IV/S1 agar dapat melanjutkan studi S1 melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau, dengan target sebanyak 12.500 guru.

Selain itu, pemerintah juga menyelenggarakan berbagai pelatihan dan program peningkatan kompetensi guru, mulai dari pendidikan profesi guru, upgrading guru bimbingan konseling.

Kemudian, bimbingan konseling untuk guru non-bimbingan konseling, pembelajaran mendalam (deep learning), coding dan kecerdasan artifisial, kepemimpinan sekolah, hingga peningkatan kompetensi lainnya.

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru, pemerintah memberikan tunjangan sertifikasi sebesar dua juta rupiah per bulan untuk guru non-ASN, satu kali gaji pokok untuk guru ASN, serta insentif bagi guru honorer sebesar tiga ratus ribu rupiah per bulan, yang akan dinaikkan menjadi empat ratus ribu rupiah pada tahun 2026.

“Seluruh tunjangan dan insentif ini ditransfer langsung ke rekening guru,” ungkapnya.

Pemerintah menyadari bahwa tunjangan dan insentif yang diberikan selama ini belum sepenuhnya memenuhi harapan para guru.

Namun, pemerintah tetap berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan memberikan yang terbaik bagi kesejahteraan guru di Kabupaten Bogor.

Pada tahun 2026, pemerintah membuka kesempatan lebih luas untuk melanjutkan studi dengan beasiswa bagi 150.000 guru, serta meningkatkan tunjangan bagi guru honorer.(Albin)