Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memperkuat rantai pasok usaha mikro klaster oleh-oleh di Tangerang Selatan, Banten, dengan membuka aksesnya ke retail modern dan pusat oleh-oleh Gerai Lengkong.
Penguatan rantai pasok ini ditandai dengan, Memorandum of Understanding (MoU) dan LoI (Letter of Intent) dengan potensi transaksi sebesar Rp1,2 miliar, antara 20 pengusaha mikro dengan retail modern dan pusat oleh-oleh Gerai Lengkong. MoU ini akan ditindaklanjuti menjadi Sales Contract (SC).
Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam acara Penguatan Rantai Pasok klaster Oleh-oleh yang diselenggarakan di Gerai Lengkong, Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa (29/7), mengatakan, ajang ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam mendorong penguatan dan peningkatan daya saing pengusaha mikro.
“Sebagai pionir, perdana kita lakukan kegiatan ini di Gerai Lengkong untuk melibatkan UMKM dalam rantai pasok. Kurang lebih ada sekitar 300 UMKM,” kata Menteri UMKM.
Lebih jauh Menteri Maman menjelaskan, sebagai upaya memperluas akses pasar agar lebih luas pihaknya akan bekerja sama dengan Sarinah dan usaha besar lainya.
“Nantinya Sarinah dan peritel Alfamart juga akan kami dorong, supaya bisa menjadi market dan rantai pasok dari bagi UMKM,” kata Menteri Maman.
Terkait skema bisnis, ia meminta para pengusaha UMKM agar dapat memenuhi standardisasi yang telah ditetapkan oleh para agregator.
“Mekanisme yang nanti dijalankan adalah B2B (Business to Business), jadi standardisasi disesuaikan dengan kebutuhan agregator seperti apa,” kata Menteri Maman.
Pada waktu yang sama, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi penguatan rantai pasok usaha mikro klaster oleh-oleh dengan retail modern dan Gerai Lengkong.
“Di tiap daerah yang dicari pengunjung biasanya adalah oleh-oleh khas daerah seperti durian ucok Medan. Kalau di Banten ini khasnya bandeng, mudah-mudahan bisa dengan mudah didapat di Gerai Lengkong,” kata Wagub Banten.
Senada disampaikan, Lista Hurustiati pendiri Gerai Lengkong mengatakan, pihaknya tidak hanya sekadar menjual produk UMKM, melainkan menjadi jembatan dalam mengampanyekan gerakan bangga membeli produk lokal.
“Karena itu adalah bentuk cinta kita terhadap karya bangsa sendiri. Di Gerai Lengkong, kami bukan hanya menjual, tapi menjadi jembatan. Dan sebagai agregator UMKM, kami menampung, memasarkan, dan memperkenalkan produk-produk UMKM ke masyarakat secara luas,” kata Lista.
Ia juga berharap momentum ini menjadi wujud nyata, keberpihakan berbagai pihak seperti pemerintah, swasta, beserta stakeholder lain terhadap produk lokal, sebagai upaya penguatan rantai pasok yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. ***
Bogordaily.net – Kementerian UMKM mendorong lebih banyak pengusaha UMKM yang terlibat dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Sampai saat ini program MBG terbukti memberikan efek dan manfaat yang luar biasa bagi rakyat Indonesia,” kata Menteri UMKM Maman Abdurahman.
Menteri Maman dalam kunjungannya ke UMKM pemasok MBG di Tangerang Selatan, Provinsi Banten pada Selasa (29/7) menuturkan, pengusaha UMKM yang terlibat dalam ekosistem MBG telah menerima banyak manfaat.
Ia mendapati, UMKM yang terlibat dalam MBG mampu menyuplai bahan pangan dalam jumlah lebih banyak ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bahkan bisa mencapai satu ton sayuran untuk MBG.
“Ibu-ibu usaha mikro awalnya cuma dua orang, sekarang jadi 100 orang. Semula suplai hanya ke Tangerang Selatan, sekarang sudah sampai ke Bogor,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Menteri Maman sekaligus mengimbau pengusaha UMKM agar senantiasa menjaga kualitas dan higienitas bahan pangan yang akan disuplai untuk SPPG. Sebab, kelalaian yang bisa saja terjadi dapat menimbulkan masalah bagi keberlangsungan program MBG.
Menteri Maman juga meminta UMKM untuk memperkuat manajemen operasional usahanya. Hal ini dilakukan agar UMKM dapat menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas usahanya dalam program MBG.
Untuk mendukung keterlibatan UMKM dalam program MBG, sebagai tahap awal Kementerian UMKM melalui Deputi Bidang Usaha Mikro melakukan pembinaan terhadap 30 pengusaha UMKM agar bisa memenuhi persyaratan untuk menjadi pemasok kebutuhan MBG.
Co-founder CV ST Jaya Mandiri Seno Gumelar selaku salah satu pemasok bahan pangan program MBG binaan Kementerian UMKM menjelaskan, keterlibatan UMKM dalam program MBG berpeluang membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar dapur SPPG, terutama para ibu rumah tangga.
“Semoga Kementerian UMKM bisa membina UMKM supaya bisa lebih baik. Harapannya UMKM bisa melayani lebih dari sekarang jadi kita bisa memberdayakan masyarakat yang lebih besar,” harapnya.
Tini, ibu rumah tangga yang menjadi pekerja di CV ST Jaya Mandiri mengakui pendapatan dari program MBG sangat membantunya untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.
“Saya berharap program ini akan berkelanjutan ke depan, jadi manfaatnya bisa dirasakan lebih lama,” katanya.
Kepala SPPG Khusus Serpong Lengkong Wetan Nindy Sabrina juga mengungkapkan keberadaan UMKM sebagai pemasok bahan pangan sangat membantu SPPG dalam mengontrol kualitas makanan bergizi.
SPPG Serpong Lengkong Wetan merupakan SPPG khusus bentukan Badan Gizi Nasional (BGN) yang mayoritas bahan bakunya berasal dari UMKM. Peran ini membuatnya berhasil mendapat status sebagai “SPPG Ramah UMKM” yang berkomitmen memberikan perlindungan, kemudahan, dan pemberdayaan terhadap UMKM.
Menurut Kepala SPPG, UMKM menyuplai bahan pangan dalam jumlah yang besar, mencapai 3.500 porsi setiap hari.
“SPPG sangat terbuka untuk bekerja sama dengan UMKM. Jangan merasa sungkan masuk ke sini,” ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana juga menunjukkan dukungan kuatnya terhadap UMKM yang terlibat dalam program MBG.
“Banyak UMKM di seluruh Indonesia sudah terlibat dalam program MBG,” katanya menegaskan. ***
Bogordaily.net – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan mendukung kesehatan serta kesejahteraan masyarakat, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bogor bekerja sama dengan YBM PLN menggelar program Solidarity Food Truck (SFT) di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Kampung Banar, Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan layanan sosial secara menyeluruh, khususnya bagi para santri dan warga sekitar.
Program yang berlangsung dengan penuh antusias tersebut menghadirkan berbagai agenda, antara lain sharing program Solidarity Food Truck (SFT) dan YBM PLN kepada pihak pesantren, pemberian makanan bergizi pada pagi dan siang hari, pemeriksaan kesehatan gratis bagi para santri, perbaikan fasilitas kamar mandi santri, serta sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Gumelar, Manager PLN UP3 Bogor, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi tanggung jawab sosial PLN, khususnya dalam mendukung sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat.
“Program ini bukan hanya memberikan manfaat langsung dalam bentuk makanan bergizi dan layanan kesehatan, tapi juga mengedukasi pentingnya pola hidup sehat di lingkungan pesantren,” ujarnya.
Dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan, tercatat sebanyak 170 orang mengikuti layanan pengobatan umum. Selain itu, 35 orang menjalani pemeriksaan lab mini (kolesterol, gula darah, asam urat), serta 35 orang melakukan pengecekan hemoglobin.
Adapun lima penyakit terbanyak yang ditemukan selama pemeriksaan meliputi malaise, penyakit kulit, ISPA, gangguan otot dan jaringan lunak, serta gangguan pencernaan.
Jumlah santri penerima manfaat sebanyak 120 orang, namun kegiatan juga turut dinikmati oleh warga sekitar yang hadir di lokasi, sehingga terjadi kebocoran penerima manfaat—hal ini menandakan besarnya animo dan kebutuhan masyarakat terhadap program sosial seperti ini.
Di tempat terpisah, Tonny Bellamy, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, menyampaikan bahwa PLN melalui YBM PLN akan terus memperluas kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami percaya bahwa keberadaan PLN harus memberi dampak positif, tidak hanya melalui listrik yang andal, tapi juga lewat program-program sosial seperti Solidarity Food Truck ini yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan kepedulian,” tuturnya.
Dengan sinergi bersama YBM PLN dan partisipasi aktif dari masyarakat, PLN UP3 Bogor berharap program seperti ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas cakupannya, agar lebih banyak komunitas yang merasakan manfaat langsung dari hadirnya PLN di tengah masyarakat. ***
Bogordaily.net – Operasi Patuh Lodaya 2025 yang berlangsung selama dua pekan, mulai 14 hingga 27 Juli 2025, resmi berakhir. Selama pelaksanaan operasi tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota mencatat sebanyak 3.545 pelanggaran lalu lintas di Kota Bogor.
Kepala Bagian Operasional (KBO) Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Lukito, menyampaikan bahwa dari ribuan pelanggaran tersebut, sebanyak 173 pelanggar ditindak menggunakan sistem tilang elektronik (ETLE) mobile, 1.741 pelanggar dikenakan tilang manual, dan 1.631 lainnya hanya diberikan teguran langsung oleh petugas di lapangan.
“Jenis pelanggaran paling banyak meliputi pengendara yang tidak menggunakan helm ganda, penggunaan knalpot brong, melawan arus, membonceng lebih dari satu orang, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, serta kendaraan dengan muatan berlebih (overloading),” ujar Iptu Lukito, Selasa 29 Juli 2025.
Ia menambahkan bahwa selama operasi, petugas tidak hanya melakukan penjagaan di satu titik, melainkan juga melakukan penjaringan secara mobile di berbagai lokasi strategis.
Para pelanggar yang terjaring pun berasal dari beragam kalangan, mulai dari remaja, pelajar, hingga orang dewasa.
Dengan berakhirnya Operasi Patuh Lodaya 2025, Satlantas Polresta Bogor Kota berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat.
“Kami berharap ke depan warga semakin mematuhi aturan lalu lintas sehingga dapat menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) serta menekan angka fatalitas kecelakaan di jalan raya,” tutup Iptu Lukito.***
Bogordaily.net – Dalam rangka mendukung kelancaran kunjungan kerja Duta Besar Ekuador ke Kebun Raya Bogor pada Senin, 29 Juni 2025, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bogor menyiagakan keandalan pasokan listrik di lokasi acara sebagai bentuk komitmen dalam menjaga mutu layanan kelistrikan, khususnya untuk kegiatan berskala VIP dan kenegaraan.
“PLN telah melakukan pemantauan dan menyiapkan sistem kelistrikan yang andal dengan cadangan pasokan di lokasi kegiatan. Kami juga menurunkan personel siaga di titik-titik strategis guna memastikan pasokan listrik tidak mengalami gangguan selama acara berlangsung,” ujar Grahaita Gumelar, Manager PLN UP3 Bogor.
Adapun kunjungan Duta Besar Ekuador dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan rangkaian agenda berupa kunjungan ke area Kebun Raya Bogor hingga sesi makan siang di Resto Rasa. PLN menyiapkan pasokan utama dari Gardu Induk Bogor Baru melalui Trafo-5 (60 MVA) dengan beban 1145 A/21 kV, serta dukungan dari Gardu AFRT berkapasitas 250 kVA dan dilengkapi UPS 100 kVA untuk menjaga kestabilan suplai.
Sementara itu, pasokan cadangan juga disiagakan melalui Penyulang Bedil dengan beban sebesar 85 A. “Kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan berlangsung tanpa gangguan kelistrikan. Untuk itu, sistem back up telah disiapkan,” tambah Gumelar.
PLN juga menurunkan regu siaga di beberapa titik strategis untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama kegiatan berlangsung. Di area Resto Rasa, ditugaskan Regu Timur 21 yang terdiri dari Syafii dan Herman.
Di Gardu AFRT, siaga Regu Timur 52 diperkuat oleh Usep dan Dika. Sementara itu, untuk UPS 100 kVA, pengamanan dilakukan oleh Regu Bogor 21 dan Deteksi 23 guna memastikan suplai daya cadangan berjalan optimal apabila diperlukan.
Kegiatan ini juga dimonitor langsung oleh Manajer UP3 Bogor, Asman Jaringan UP3 Bogor, dan Manajer ULP Bogor Timur sebagai penanggung jawab lapangan.
PLN berharap seluruh rangkaian kegiatan kunjungan Duta Besar Ekuador dapat berlangsung dengan lancar tanpa kendala kelistrikan. “Kami siap mendukung suksesnya acara ini sebagai bagian dari pelayanan prima PLN kepada masyarakat dan tamu negara,” tutup Gumelar.***
Bogordaily.net – Sebagai salah satu olahraga yang terus berkembang di Indonesia, golf tidak hanya menjadi sarana rekreasi yang sehat, tetapi juga berkontribusi pada meningkatkan kualitas hidup dan mendorong potensi pariwisata olahraga (sports tourism) yang kian diminati.
Melanjutkan kesuksesan tiga turnamen sebelumnya, tahun ini Sinar Mas Land menggelar Sinar Mas Land x IDX Channel Golf Tournament 2025 bertajuk “Swing for Success”, bekerja sama dengan PT Tivi Bursa Indonesia (IDX Channel).
Ajang bergengsi ini digelar pada Minggu (27/7), di Rancamaya Golf & Country Club Bogor dan berhasil mendapatkan antusiasme tinggi dari penggemar olahraga golf di Tanah Air.
Turnamen ini menggunakan metode handicap ‘System 36’, yang memungkinkan pemain dengan berbagai level kemampuan untuk bersaing secara seimbang.
Sebanyak 144 pegolf turut ambil bagian dalam kompetisi ini yang dibuka oleh Dony Martadisata (Managing Director President Office Sinar Mas Land) dan dilanjutkan dengan pemukulan bola asap oleh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Advisor Sinar Mas Land Gandi Salistjanto CEO IDX Channel Syafril Nasution, dan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan Ogi Prastomiyono.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyambut baik kehadiran Sinar Mas Land di Kota Bogor yang telah mengakuisisi PT Surya Mas Dutamakmur Tbk.
“Kami harap langkah besar ini dapat turut memperkuat pertumbuhan perekonomian Kota Bogor. Selanjutnya, Pemerintah Kota Bogor bersama Sinar Mas Land juga akan bersinergi membuka akses Tol Ciawi 2 di tahun depan, guna mempermudah akses menuju kawasan Rancamaya tanpa harus melalui Pasar Ciawi,” ujarnya.
Melalui ajang olahraga golf, pihaknya melihat potensi besar untuk membangun jejaring dan sinergi antar pelaku bisnis. Semoga kegiatan hari ini tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan turnamen golf, tetapi juga memberikan dampak positif bagi dunia usaha serta membawa keberkahan untuk kita semua.
“Selamat bertanding golf, dan kami harap para peserta dapat terus berkunjung ke Kota Bogor, khususnya ke Rancamaya Golf Estate,” katanya.
Semangat tinggi ditunjukkan pegolf dari berbagai kalangan umur yang berkompetisi untuk memperebutkan 17 kategori keterampilan, antara lain:
Best Nett Overall
Best Gross Overall
Best Nett Ladies Flight
Best Nett 1 – Flight A/B/C
Best Nett 2 – Flight A/B/C
Longest Drive
Nearest to the Pin
Nearest to the Line
Pemenang Sinar Mas Land x IDX Channel Golf Tournament 2025 bertajuk “Swing for Success” secara resmi dibuka pada Minggu (27/7) lalu di Rancamaya Golf & Country Club Bogor.
Selain hadiah untuk 17 juara kategori keterampilan, turnamen ini juga menyiapkan 1 unit Mobil BYD Denza D9 dan 1 unit apartemen bagi pegolf yang berhasil melakukan hole-in-one.
Tak hanya itu, pegolf yang beruntung juga berkesempatan mendapatkan beragam door prize senilai puluhan juta rupiah, seperti 1 unit Motor Honda Genio, 1 paket Medical Check Up (MCU) Diamond Male 2025 dari Eka Hospital, 10 paket Medical Check Up (MCU) Gold Male 2025 dari Eka Hospital, 5 unit Roemah Koffie Manual Coffee Espresso Maker Exclusive Retro Style, 6 tiket pesawat Citilink, 2 unit AC portable Midea, dan masih banyak lagi.
Dony Martadisata, Managing Director President Office Sinar Mas Land mengaku senang Sinar Mas Land Golf Tournament 2025 sukses digelar dengan penuh semangat dan sportivitas.
Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana untuk kita menjaga tubuh tetap bugar, melatih fokus, dan menyegarkan pikiran di tengah kesibukan, bersama para pemangku kepentingan dari berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, BUMN, swasta, hingga sesama pilar dalam keluarga besar Sinar Mas.
“Tahun ini, kami memilih Rancamaya Golf & Country Club, salah satu destinasi golf terbaik di Indonesia yang telah resmi menjadi bagian dari Sinar Mas Land sejak 2024. Berlokasi di Kota Bogor yang sejuk, Rancamaya menawarkan pemandangan Gunung Salak yang indah, fairway tertata rapi, hingga udara pegunungan yang menyegarkan. Kami berharap turnamen ini dapat memberikan pengalaman yang mengesankan sekaligus mempererat jejaring serta memperkuat sinergi lintas sektor demi kemajuan bersama,” ujarnya.
Sinar Mas Land melalui salah satu proyeknya yakni Rancamaya Golf Estate tidak hanya menawarkan sekadar hunian, tetapi juga gaya hidup ala resor yang menakjubkan. Dibangun di atas lahan seluas 400 hektare, Rancamaya Golf Estate mengusung konsep hunian dengan nuansa pegunungan yang alami dan asri. Setiap sudut kawasan ini dirancang untuk memberikan pengalaman hidup yang sejuk dan nyaman, dengan pemandangan Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango yang sangat menyenangkan untuk dinikmati bersama keluarga.
Selain itu, Rancamaya Golf Estate juga dilengkapi dengan berbagai area komersial dan fasilitas modern lainnya, mulai dari R Hotel Rancamaya sebagai destinasi unggulan untuk mendukung ekosistem pariwisata di Bogor serta Rancamaya Golf & Country Club, lapangan golf bertaraf internasional dengan 18 hole yang dirancang oleh arsitek lapangan golf ternama, Ted Robinson.
Dari sisi akses, Rancamaya Golf Estate berlokasi strategis dengan memiliki keunggulan konektivitas. Kawasan terpadu ini dapat ditempuh dalam waktu satu jam dari Jakarta melalui Exit Tol Ciawi. Lokasinya juga sangat dekat ke Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), hanya 200 meter dari gerbang utama Rancamaya.
Aksesibilitasnya juga semakin lengkap dengan hadirnya North Gate, yang dapat mempercepat jalur ke pusat Kota Bogor melalui Jalan Batu Tulis, serta Jalan Raya Tajur yang menghubungkan Rancamaya ke area bisnis dan komersial lainnya. (*)
Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) mulai merevitalisasi ikon Lawang Kori yang berada di Simpang Jalan Tegar Beriman, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong.
Berdasarkan pantauan di lokasi terlihat, proses revitalisasi telah dilakukan dengan memperbaiki tembok-tembok yang dinilai telah rusak.
Terlihat juga, sejumlah bagian tembok yang sebelumnya rusak dan bolong itu telah diperbaiki pada beberapa bagian.
Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto mengatakan bahwa, ikon baru Lawang Kori itu nantinya akan dipercantik dengan lapisan marmer dan ornamen khas Sunda.
“Untuk memperbaiki Lawang Kori, kita biar tambah ornamen-ornamen sehingga lebih menarik,” kata Eko Mujiarto kepada wartawan, Selasa 29 Juli 2025.
Menurut Eko, revitalisasi tersebut merupakan arahan langsung dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto untuk memperindah kawasan perkotaan khususnya Cibinong raya.
“Sesuai dengan program dari Pak Bupati itu sendiri, menata kota sesuai dengan Kuta Udaya Wangsa bagaimana pun caranya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pemkab Bogor menargetkan tahun 2025 Lawang Korii telah rampung, termasuk Taman Simpang Daralon yang berdekatan dengan Lawang Kori.
“Lawang Kori sekarang on progres. Sekarang baru memulai, tapi semuanya di Desember akan kita selesaikan,” ujar Eko.
Ia berharap, upaya Pemkab Bogor dalam mempercantik wilayah Cibinong Raya dengan menghadirkan sejumlah pembangunan bisa terwujud pada tahun 2025.
“Intinya Desember ini selesai semua tempat itu. Lawang Kori, taman simpang CCM (Simpang Daralon), semua kita bisa selesaikan di tahun ini sehingga nanti sudah mulai keliatan wajah Cibinongnya,” ungkapnya.
Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memberikan arahan kepada seluruh ketua Koperasi desa merah putih dalam rapat koordinasi di Auditorium Sekretariat Daerah, Cibinong, Selasa 29 Juli 2025.
Hal tersebut dilakukan, untuk menyukseskan gerakan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Bogor, sebagai kekuatan nyata membangun desa yang sejahtera.
Sekretaris Daerah Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan beberapa pesan Bupati Bogor, diantaranya, ketua koperasi wajib menjadi teladan profesionalisme dan akuntabilitas.
Integritas, disiplin, dan transparansi harus menjadi prinsip utama dalam pengelolaan semua unit usaha dari simpan pinjam, gudang, hingga distribusi sembako.
“Koperasi merah putih bukan ladang bisnis pribadi, melainkan wadah pelayanan yang mengutamakan kepentingan anggota dan masyarakat,” kata Ajat, Selasa 29 Juli 2025.
Penguatan Ekonomi Desa
Menuru Ajat, penguatan ekonomi desa adalah visi bersama yang harus diwujudkan dengan aksi nyata. Unit usaha koperasi adalah bukti transformasi ekonomi desa.
Pihaknya bertanggung jawab memastikan seluruh unit usaha berjalan efisien, sinergis, dan memberikan dampak nyata dalam menurunkan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan.
“Layanan kesehatan di klinik koperasi merah putih harus berfungsi optimal, bukan sekadar formalitas,” jelasnya.
Lebih lanju, nantinya Ketua koperasi wajib memastikan klinik beroperasi penuh dengan tenaga kesehatan kompeten dan biaya terjangkau.
Kemudian, klinik harus mampu menangani masalah kesehatan ringan secara efektif untuk mengurangi beban rumah sakit dan Puskesmas.
“Saya percaya dengan semangat yang kita miliki, serta dukungan semua pihak dan seluruh pengurus koperasi, koperasi merah putih akan segera menjadi kekuatan nyata untuk membangun desa yang sejahtera, mandiri, dan kuat dari sisi ekonomi maupun sosial,” ungkap Ajat.
Sebagai informasi, pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih adalah sebuah langkah strategis yang didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa dengan mendasarkan pada nilai-nilai gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu.
Perhatian penuh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto terhadap keberhasilan koperasi ini menegaskan bahwa peluncuran 80.000 koperasi merah putih bukan angka kosong, tetapi panggilan untuk menjadikan koperasi benteng ekonomi nasional.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bukan hanya penerima bantuan, tapi pelaksana tanggung jawab besar yang mengusung visi negara.
Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih kini tengah memasuki tahap kedua yaitu pengoperasian dan pengembangan.
“Oleh karena itu, dalam tahap ke dua ini juga akan didorong relaksasi regulasi untuk mendukung distribusi barang bersubsidi dan jalannya usaha dari Kopdes/Kel Merah Putih,” ucap Menkop Budi Arie Setiadi usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Operasionalisasi dan Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa, 29 Juli 2025.
Dalam rakor tersebut Menkop didampingi oleh Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono, serta turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Rakor ini membahas tindak lanjut peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta implementasi peraturan menteri yang mendukung operasionalnya.
Peraturan Menteri Keuangan
Diantaranya, telah terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 49/2025 tentang tata cara pinjaman dalam rangka Kopdes/Kel Merah Putih.
“Hal ini perlu sosialisasi khusus, serta Juklak yang mengatur teknis yang lebih detail,” ucap Menkop.
Lebih dari itu, Menkop menekankan perlunya melakukan langkah dan upaya untuk mempersiapkan koperasi dapat memenuhi persyaratan dan membuat rencana bisnis yang baik dan layak. Sehingga, bisa mengakses pembiayaan dari Himbara atau lembaga keuangan.
Bahkan, lanjut Menkop, dalam UU Perkoperasian yang baru, pihaknya tengah mengupayakan agar program Kopdes/Kel Merah Putih direkognisi oleh UU yang baru tersebut. “Karena peran negara adalah merekognisi, mengafirmasi, dan memproteksi perkoperasian,” kata Menkop.
Di samping itu, Menkop menegaskan, pembiayaan untuk Kopdes/Kel yang berasal dari Himbara akan lebih banyak digunakan untuk modal kerja, sehingga memiliki kapasitas untuk mengembalikan pinjaman. “Bukan untuk membangun gedung dan sebagainya, karena Kopdes/Kel Merah Putih diharapkan bisa menggunakan aset yang idle di wilayahnya,” kata Menkop.
Wamenkop Ferry Juliantono menambahkan, juga harus sudah clear menyangkut aset koperasi, model bisnis, hingga pelatihan-pelatihan. Oleh karena itu, Wamenkop mengusulkan pada Agustus ini sebanyak 3.000 hingga 5.000 Kopdes/Kel Merah Putih sudah beroperasi.
“Keberlanjutan Kopdes/Kel Merah Putih menjadi komitmen bersama lintas sektor,” tambah Wamenkop.
Dalam kesempatan yang sama, Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) selaku Ketua Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih, menekankan bahwa terbentuknya lebih dari 80 ribu badan hukum Kopdes merupakan tahap awal. “Kita harus tetap fokus dalam tahap pengoperasian,” kata Zulhas.
Selain itu, kata Menko Pangan, berbagai aturan pendukung operasional Kopdes harus segera diselesaikan. Misalnya, yang sudah selesai adalah Peraturan Menteri Keuangan dan Peraturan Menteri ESDM. “Kita tinggal menunggu Peraturan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Desa,” kata Menko Pangan.***
Bogordaily.net – Sebuah langkah inovatif untuk menumbuhkan budaya literasi sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan telah lahir di Desa Purasari. Pada hari Minggu, 13 Juli 2025, pemandangan di Kampung Babakan tampak berbeda dari biasanya.
Kawasan tersebut menjadi pusat kegiatan edukatif yang semarak, diinisiasi melalui kolaborasi perdana antara Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Literasi BOGORKAB51 dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kokema (Komunitas Keluarga Markonah).
Melalui sebuah program terpadu yang menyentuh berbagai lapisan usia, mereka meluncurkan kegiatan Perpustakaan Keliling untuk anak-anak serta Sosialisasi Pemilahan Sampah bagi kaum ibu, menandai dimulainya sebuah gerakan positif yang disambut hangat oleh seluruh warga.
Perpustakaan Keliling
Program ini lahir dari sebuah visi bersama dan semangat sinergi untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pihak TBM Kokema telah lama memimpikan untuk dapat memperluas jangkauan layanannya melalui konsep perpustakaan keliling, namun terkendala oleh keterbatasan personel.
Kehadiran para mahasiswa Tim KKNT IPB menjadi jawaban atas tantangan tersebut. Dengan sumber daya mahasiswa yang bersemangat, mimpi TBM Kokema untuk membawa buku lebih dekat kepada anak-
anak di berbagai penjuru desa akhirnya dapat terwujud. Kampung Babakan pun dipilih menjadi lokasi pertama untuk peluncuran program yang sangat dinantikan ini.
Rangkaian kegiatan literasi dirancang dengan cermat untuk memberikan pengalaman pertama yang menyenangkan dan berkesan bagi anak-anak, mulai dari jenjang PAUD hingga kelas 6 SD. Untuk kelompok usia dini, para mahasiswa menggelar sesi “Read Me A Book” di mana buku cerita dibacakan dengan metode yang interaktif dan ekspresif.
Puncak Kegiatan Literasi
Sementara itu, anak-anak yang lebih dewasa diajak untuk memilih sendiri buku bacaan yang mereka minati dari koleksi yang tersedia. Puncak dari kegiatan literasi ini adalah sesi mengulas buku, di mana anak-anak diberi kesempatan untuk tampil ke depan dan menceritakan kembali isi buku dihadapan teman-temannya, sebuah metode ampuh untuk membangun rasa percaya diri dan mengasah kemampuan berbicara di depan umum. Suasana semakin meriah dengan adanya sesi permainan yang dirancang untuk melatih kerja sama dan kekompakan dalam kelompok.
Inisiatif perdana ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh warga Kampung Babakan. Hal ini terbukti dari puluhan anak yang dengan riang gembira berpartisipasi aktif dalam setiap mata acara. Tak hanya anak-anak, dukungan juga datang dari para ibu yang dengan setia mendampingi putra-putri mereka.
Kehadiran mereka bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai penanda restu dan dukungan komunitas terhadap pentingnya pendidikan literasi bagi generasi penerus. Semangat yang terpancar dari anak-anak dan para orang tua menjadi bukti bahwa program semacam ini sangat dibutuhkan dan dinantikan oleh masyarakat.
Tidak berhenti pada pemberdayaan anak-anak, program terobosan ini juga merangkul kaum ibu melalui kegiatan yang tak kalah penting, yaitu sosialisasi pemilahan sampah. Menyadari bahwa isu lingkungan adalah tanggung jawab bersama, tim KKNT IPB mengambil inisiatif untuk memberikan edukasi praktis kepada para ibu.
Tujuannya adalah agar mereka memahami perbedaan sampah organik dan anorganik serta mengetahui cara pengolahan dasarnya, sehingga dapat mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sesi sosialisasi yang dikemas secara interaktif ini terbukti sangat efektif, ditandai dengan aktifnya para ibu dalam sesi tanya jawab dengan mahasiswa yang bertindak sebagai pemateri.
Keberhasilan acara perdana ini menjadi fondasi yang kuat dan langkah awal yang sangat menjanjikan bagi kolaborasi antara Tim KKNT IPB BOGORKAB51 dan TBM Kokema. Dengan secara bersamaan menyentuh aspek intelektual anak-anak dan kesadaran lingkungan para orang tua, program ini menunjukkan sebuah model pengabdian masyarakat yang holistik dan berdampak luas.
Kesuksesan peluncuran ini diharapkan dapat membuka jalan bagi program-program inovatif lainnya di masa depan, demi terwujudnya masyarakat Desa Purasari yang cerdas, berbudaya, dan peduli terhadap lingkungannya.***