Home Blog Page 494

BRI Bogor Dewi Sartika Roadshow Campus Hiring

0

Bogordaily.net – Dalam upaya mempercepat penyerapan tenaga kerja dan memperluas peluang karier bagi lulusan, BRI Branch Office (BO) Bogor Dewi Sartika menggelar Roadshow kegiatan Campus Hiring dibeberapa titik.

Kegiatan Campus Hiring ini diadakan di Plaza Jambu Dua 15 November 2025. Lalu di Kampus Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Bogor Kesatuan dengan jumlah peserta sebanyak 54 orang 16 November 2025.

Kemudian di Disnaker Kota Bogor 11 November 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 26 orang. Dan di Universitas Terbuka (UT) Bogor 12 November 2025 dengan jumlah peserta 24 orang.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen para kampus dan juga lembaga pemerintahan yang bekerjasama dengan BRI, dalam menjembatani lulusan dengan dunia industri sekaligus bentuk proaktif BRI dalam menjaring talenta muda potensial.

Pimpinan BRI BO Bogor Dewi Sartika, Fahmi Hidayat menjelaskan, Campus Hiring adalah program rekrutmen yang dilakukan oleh perusahaan dengan langsung mengunjungi kampus-kampus untuk mencari kandidat potensial, khususnya mahasiswa tingkat akhir dan para fresh graduate.

“Terimakasih atas kerja sama yang baik antara BRI dengan beberapa pihak, disini BRI memberikan kesempatan berkarir di daerah Bogor,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari pilot project BRI yang menempatkan Region 7 Jakarta 2 sebagai regional pertama dari 18 regional di Indonesia yang melaksanakan program campus hiring secara intensif.

“Kami dari BRI betul-betul menjemput bola ke kampus-kampus, ke para alumni, dan calon alumni. Harapannya dari kegiatan ini akan banyak yang kami rekomendasikan sehingga nanti bisa bergabung bersama tim BRI ,” tegasnya.

Fahmi menambahkan, program rekrutmen ini memberikan jalur karier yang singkat dan menjanjikan.

Kandidat yang dinyatakan lulus akan langsung diangkat menjadi pegawai kontrak (PKWT) di bawah BRI tanpa melalui sistem outsourcing.

“Untuk PKWT sendiri berlaku selama 18 bulan. Jika dalam periode tersebut peserta mampu mencapai target, maka akan langsung dievaluasi dan berpeluang besar diangkat menjadi pegawai tetap. Jadi, career journey tenaga pemasar di BRI ini sangat cepat,” jelasnya.

Proses rekrutmen dimulai dengan wawancara langsung pada hari kegiatan.

Para kandidat yang memenuhi kualifikasi akan melanjutkan ke tahap psikotes daring dalam waktu 14 hari ke depan, sebelum akhirnya mengikuti wawancara dengan user di tahap akhir.

“Kegiatan Campus Hiring di Bogor ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri, serta membuka peluang karier yang lebih luas bagi para lulusannya di masa mendatang,” tutupnya.***

Satpol PP Kota Bogor Gelar Sidak KTR, Enam Orang Terjaring Tipiring

0

Bogordaily.net – Petugas gabungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Dinkukmdagin) Kota Bogor menggelar inspeksi mendadak (sidak) kawasan tanpa rokok (KTR) sekaligus sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Mal BTM, Jalan Juanda, Bogor Tengah.

Kabid Gakkumda Satpol PP Kota Bogor, Asep Setia Permana mengatakan bahwa tim gabungan melakukan penyisiran lantai demi lantai untuk memastikan kepatuhan terhadap Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Hasilnya, sebanyak enam orang kedapatan merokok di dalam gedung mal dan langsung disidang tipiring di lokasi. Hakim dihadirkan untuk memimpin proses persidangan serta memberikan sanksi sosial kepada para pelanggar.

“Ini kegiatan kedua hasil kolaborasi yang diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor. Jumlah pelanggaran memang tidak banyak, tetapi tetap saja ada sekitar enam orang yang kedapatan merokok di dalam gedung,” jelas Asep, Rabu 19 November 2025.

Ironisnya, para pelanggar mengaku sudah mengetahui bahwa area mal merupakan kawasan tanpa rokok.

Pihak manajemen mal juga disebut telah memasang imbauan, namun tetap ada pengunjung yang nekat merokok. Padahal, sesuai aturan, tempat merokok harus berada di ruang terbuka tanpa atap.

Dalam sidak tersebut, petugas juga menemukan fakta lain rokok yang diisap sejumlah pelanggar didominasi rokok ilegal tanpa pita cukai.

Temuan ini akan diteruskan ke dinas terkait untuk dilakukan penindakan lebih lanjut.

Lebih memprihatinkan lagi, petugas mendapati dua anak di bawah umur sedang merokok. Keduanya tidak disidang, tetapi diberikan sanksi sosial. Mereka diminta membersihkan puntung rokok di area mal serta langsung dipulangkan.

“Kepala sekolah dan orang tuanya nanti akan kami panggil,” kata Asep.

Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan sebagai upaya edukasi kepada masyarakat bahwa Perda KTR tetap berlaku dan harus dihormati.

“Merokok tidak dilarang, tapi diatur. Hanya boleh di tempat terbuka tanpa atap,” ujarnya.

Asep juga mengingatkan bahwa lembaga atau perusahaan dapat dikenakan sanksi jika terbukti lalai mengawasi area publiknya. Pengelola wajib memasang stiker larangan merokok beserta aturan dan sanksinya.

Untuk sanksi tipiring, para pelanggar dikenai denda administratif mulai dari Rp50 ribu hingga Rp200 ribu.

Jika pelanggaran dilakukan berulang, sanksi akan meningkat sesuai prosedur yang diatur dalam Perda Ketertiban Umum dan SOP Satpol PP.

Ia berharap sidak rutin ini dapat memberikan efek jera bagi pelanggar serta memastikan Kawasan Tanpa Rokok benar-benar ditegakkan di Kota Bogor.

(Ibnu Galansa)

Menteri koperasi dan Dirut Agrinas Optimis Target Pembangunan dan Operasional Selesai Tepat Waktu

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memaparkan dan melaporkan perkembangan pembangunan gerai fisik, gudang, dan sarana prasarana lain Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di hadapan anggota Komisi VI DPR RI, Selasa (18/11). Dalam laporannya, Menkop menyatakan bahwa Kopdes/Kel Merah Putih ini akan sepenuhnya beroperasi secepatnya ditahun 2026 sebagaimana arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

Percepatan pembangunan gerai, gudang sarana prasarana lainnya tersebut mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17/ 2025 Tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan dan Kelengkapan Kopdes/Kel Merah Putih.

“Presiden mengharapkan setiap desa memiliki gudang, gerai, kendaraan, serta kelengkapan untuk operasional Kopdes. Setelah beroperasi koperasi ini diharapkan tidak hanya sebagai pusat distribusi barang, tetapi juga sebagai offtaker terhadap hasil produksi masyarakat,” kata Menkop Ferry dalam Rapat Kerja (Raker) Bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta.

Hadir dalam Raker tersebut, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi, seluruh pejabat eselon I Kemenkop, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Krisdiyanto, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota.

Dalam paparannya, Menkop Ferry menyebut pihaknya telah menandatangani Keputusan Bersama (SKB) untuk melakukan akselerasi pembangunan gerai, pergudangan, dan fasilitas Kopdes/Kel Merah Putih dengan lintas sektoral terutama dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Desa, Kementerian Dalam Negeri, BP BUMN dan BPI Danantara.

Dalam pembangunan gerai dan aset fisik lainnya ini, PT Agrinas Pangan Nusantara ditunjuk sebagai offtaker dalam membangun gerai, gudang dan aset fisik lainnya. Untuk memastikan pembangunan berjalan dengan baik dan tidak memunculkan permasalahan di masa mendatang, Kemenkop terlebih dahulu melakukan inventarisasi lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan di desa-desa atau kelurahan.

Ia menambahkan bahwa setelah data tanah diserahkan kepada Kemenkop, lahan tersebut segera dilakukan verifikasi faktual untuk kemudian diteruskan ke PT Agrinas untuk proses pembangunannya.

“Data tanah yang sudah masuk yang tercermin melalui Simkopdes sebanyak 30.500 titik tanah dan dikonfirmasi oleh Agrinas bahwa pada November 2025 ini diharapkan 25.000 titik dapat dibangun (gerai, gudang dan sarana fisik lainnya,” kata Menkop Ferry.

Dari sisi penyiapan SDM pengelola Kopdes/ Kel Merah Putih, Kemenkop saat ini telah merekrut dan melatih 7.867 Business Assistant (BA) sebagai pendamping utama Kopdes. Setiap BA diharapkan bertanggung jawab pada 10 koperasi untuk membantu penyusunan rencana bisnis, pengurusan administrasi, hingga memastikan operasional gerai berjalan optimal.

“Kami juga telah melatih 1.104 Project Management Officer (PMO) yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memberikan dukungan kepada Dinas Koperasi di daerah untuk membantu, melaporkan dan memastikan seluruh operasional sesuai standar sehingga pengelolaan program Kopdes dapat tertib, transparan dan dipertanggungjawabkan,” katanya.

Hingga 14 November sudah puluhan ribu tenaga pendamping yang telah mendapat pelatihan, termasuk BA dan PMO serta pengelola koperasi. Pelatihan peningkatan SDM ini akan terus dilakukan secara masif di seluruh Indonesia agar saat Kopdes/ Kel Merah Putih beroperasi dapat dijalankan dengan baik.

Menkop Ferry menekankan bahwa pemerintah daerah juga memegang peran penting dalam mendukung percepatan pembangunan gerai aset fisik tersebut. Peran pemerintah daerah dapat diwujudkan melalui percepatan pemberian izin, penyelesaian konflik tanah, dan sinkronisasi perencanaan pembangunan.

“Kami mengharapkan dukungan penuh dari gubernur, bupati, dan wali kota untuk mempercepat keberhasilan program ini,” ujarnya.

Menkop Ferry juga menjelaskan bahwa Kemenkop telah menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memberikan supervisi teknis terkait pembangunan gerai, gudang dan aset fisik lainnya. Menkop Ferry menutup paparannya dengan menegaskan bahwa pembangunan Kopdes/ Kel Merah Putih bukan sekadar proyek fisik, tetapi upaya besar membangun ekonomi desa yang mandiri.

“Ini kerja kolaborasi kita bersama maka kami akan terus meminta dukungan dari Komisi VI (agar program Kopdes/ Kel Merah Putih berhasil),” ucapnya.

Sementara itu Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota menjelaskan bahwa pihaknya ditunjuk berdasarkan SKB No. 17/2025 untuk melaksanakan pembangunan fisik gerai dan gudang Kopdes/ Kel Merah Putih. Ia menyebut keberadaan 80 ribu titik pembangunan bukan jumlah kecil sehingga Agrinas butuh menggandeng TNI melalui pola karya bakti padat karya agar pembangunan dapat dilakukan langsung dan cepat.

“Kita butuh dukungan dari TNI terutama untuk di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau seperti Papua dan pesisir, kami melihat TNI punya potensi dan sumber daya yang bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan amanah yang diberikan ke kami untuk bangun gerai koperasi tersebut,” kata Joao.

Joao memastikan bahwa pihaknya berupaya menggunakan bahan baku dari pemasok lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung masyarakat sekitar. Bahkan untuk beberapa daerah seperti Papua dan wilayah pesisir, Agrinas memerlukan dukungan TNI untuk pengiriman bahan bangunan menggunakan helikopter atau transportasi khusus.

Sebagai upaya memperkuat pengawasan, Agrinas juga menggandeng perguruan tinggi, khususnya fakultas teknik, agar mahasiswa semester akhir dapat terlibat melakukan monitoring lapangan. “Kami ingin pembangunan ini sekaligus menjadi proses distribusi pengetahuan dan membuka kesempatan bagi talenta muda untuk siap terjun ke industri konstruksi,” ujarnya.

Hingga saat ini, Agrinas telah menyelesaikan pembangunan 15.788 bangunan atau 16,44 persen dalam sekitar 15 hari sejak pendanaan dicairkan pada 28 Oktober. Pihaknya juga memasang target pembangunan 2.930 titik per hari, meski realisasi saat ini baru sekitar 1.200 titik.

“Kami setiap hari melakukan mitigasi dan mengambil alih setiap permasalahan yang terjadi di lapangan, kami harap dengan melibatkan TNI dapat mengatasi masalah baik itu terkait ketersediaan bahan bangunan, masalah listrik, ketersediaan tukang dan lainnya,” katanya.

Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini memberikan apresiasi atas capaian Kemenkop dalam membentuk 82.426 unit Kopdes/ Kel Merah Putih yang telah berbadan hukum. Ia menyebut capaian tersebut “sangat cepat” dan menjadi momentum penting untuk memperkuat ekonomi desa.

Namun Anggia menilai masih terdapat sejumlah kesenjangan yang perlu diurai, khususnya terkait ketersediaan infrastruktur fisik dan kapasitas pendamping BA dan PMO di lapangan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Kopdes/ Kel Merah Putih sangat ditentukan oleh aktivitas ekonomi yang berjalan nyata, bukan sekadar keberadaan bangunan.

“Kami ingin melihat langsung progres pembangunan di lapangan. Gerai harus beroperasi, gudang berfungsi, dan koperasi memiliki produk unggulan. Barulah ekonomi desa bergerak,” tegasnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, M. Nurdin Halid, menekankan pentingnya pendampingan sebagai kunci keberhasilan Kopdes/ Kel Merah Putih. Ia menilai rasio satu BA mendampingi 10 koperasi terlalu berat, terutama di daerah yang belum memahami konsep koperasi secara utuh.

Nurdin menilai pendampingan harus menjadi prioritas utama dibanding pembangunan fisik. Menurutnya, tanpa manajemen yang kuat, gerai dan gudang tidak akan berfungsi optimal. Ia meminta Kemenkop dapat memastikan pendamping terlatih hadir di setiap titik sehingga Kopdes/ Kel Merah Putih dapat beroperasi secara maksimal.

“Program Koperasi Desa ini tidak boleh gagal, jadi apapun upaya yang harus dilakukan harus menuju pada jalan menuju keberhasilan maka Pak Menteri (Ferry Juliantono) harus bekerja keras,” ungkapnya.***

Santriwati PM UQI Ikuti Program Student Exchange ke Thailand, Perluas Wawasan Global

0

Bogordaily.net — Madrasah Aliyah Pesantren Modern Ummul Quro Al Islami (PM UQI) Bogor melepas sejumlah santri dan santriwati untuk mengikuti program student exchange ke Thamavitya Mulniti Boarding School di Yala, Thailand.

Program pertukaran pelajar ini menjadi bagian dari komitmen PM UQI dalam mendorong lahirnya generasi santri dengan wawasan internasional.

Pihak pesantren menyebut kegiatan ini dirancang untuk memperkuat karakter, kemampuan bahasa, rasa percaya diri, serta kemandirian para peserta. Selain itu, aktivitas exchange ini juga menekankan pembelajaran lintas budaya yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Manajemen PM UQI menilai langkah ini sebagai momentum penting dalam pengembangan kompetensi santri agar mampu bersaing di tingkat global.

Pesantren berharap seluruh peserta dapat menjalani program dengan lancar serta membawa pulang wawasan baru yang bisa menginspirasi santri-santri berikutnya.***

Buktikan Kepemimpinan Keberlanjutan di Asia, BRI Sabet 3 Penghargaan di Asia Sustainability Reporting Awards 2025

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meraih pengakuan internasional atas komitmennya dalam menyajikan pelaporan keberlanjutan yang transparan, komprehensif, dan selaras dengan standar global. Pada ajang Asia Sustainability Reporting Awards (ASRA) 2025 yang diselenggarakan oleh CSRWorks di Singapura (24/10), BRI berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi yang menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan dengan pelaporan keberlanjutan yang diakui secara global.

Tiga penghargaan yang berhasil diraih BRI mencakup 2 penghargaan Platinum untuk kategori Asia’s Best Sustainability Report (Public Sector) dan Asia’s Best Sustainability Report (CEO Letter), serta 1 penghargaan Gold untuk kategori Asia’s Best Materiality Reporting.

Penilaian ASRA mempertimbangkan pelaporan keberlanjutan yang menunjukkan kedalaman analisis, inovasi, serta keselarasan kuat dengan kerangka global seperti GRI, SASB, ISSB, TCFD, AA1000, GHG Protocol, UNGP, dan TNFD, menjadikannya acuan dalam menilai kualitas, transparansi, dan integrasi aspek keberlanjutan dalam strategi bisnis perusahaan. Pada tahun 2025, ASRA diikuti oleh 77 perusahaan-perusahaan dari 17 negara di Asia, yang mewakili beragam sektor industri dan metodologi pelaporan.

Founder Asia Sustainability Reporting Awards dan Managing Director CSRWorks Rajesh Chhabara menyampaikan bahwa penghargaan diberikan kepada organisasi yang mampu menunjukkan keterbukaan dan keunggulan dalam mengomunikasikan kinerja keberlanjutannya.

“Kami mengapresiasi BRI atas keunggulannya dalam pelaporan keberlanjutan serta karena menjadikan transparansi sebagai pilar utama bisnis yang bertanggung jawab. Capaian mereka mencerminkan pemahaman mendalam tentang bagaimana kinerja keberlanjutan terhubung dengan penciptaan nilai jangka panjang dan kepercayaan para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dalam kategori Asia’s Best Sustainability Report (Public Sector), juri menilai bagaimana lembaga publik mengelola dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

Sebagai institusi keuangan di sektor publik, BRI menyusun Sustainability Report dengan mengacu pada berbagai standar global, seperti IFRS Sustainability Disclosure Standards (S1 dan S2), Global Reporting Initiative (GRI), dan Sustainability Accounting Standards Board (SASB). Melalui penerapan standar tersebut, laporan keberlanjutan BRI disajikan secara lebih terstruktur, transparan, dan komprehensif — selaras dengan regulasi nasional serta ekspektasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari nasabah dan investor hingga regulator.

Dalam kategori Asia’s Best Sustainability Report (CEO Letter), penilaian difokuskan pada sejauh mana pimpinan tertinggi organisasi menunjukkan kepemimpinan dan komitmen terhadap keberlanjutan melalui pesan yang kredibel dan autentik.
Penerapan prinsip keberlanjutan di BRI dijalankan melalui tata kelola ESG yang kuat dan terstruktur. Fungsi board oversight dilaksanakan oleh ESG Committee yang diketuai langsung oleh Direktur Utama, dengan mandat untuk memastikan pengawasan strategis terhadap kebijakan, kinerja, serta arah implementasi keberlanjutan perusahaan.

Kolaborasi lintas unit kerja turut memperkuat integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola di seluruh lini organisasi, sehingga prinsip keberlanjutan tidak hanya menjadi kebijakan, tetapi juga terinternalisasi dalam budaya kerja dan strategi bisnis BRI secara menyeluruh.

Sementara itu, dalam kategori Asia’s Best Materiality Reporting, juri menilai ketepatan proses organisasi dalam mengidentifikasi, memprioritaskan, dan melaporkan isu-isu keberlanjutan yang paling material bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan.

BRI menerapkan Double Materiality Assessment (DMA) yang selaras dengan IFRS Sustainability Disclosure Standards (S1 dan S2) yang diterbitkan oleh International Sustainability Standards Board (ISSB) untuk memetakan isu-isu keberlanjutan paling relevan. Hasil pemetaan tersebut diintegrasikan ke dalam proses manajemen dan dikomunikasikan secara transparan kepada pemangku kepentingan, menjadi dasar pengambilan keputusan strategis yang berorientasi pada dampak dan keberlanjutan jangka panjang.

Direktur Human Capital & Compliance BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto menyampaikan bahwa penghargaan yang diterima BRI merupakan pengakuan atas konsistensi arah strategis keberlanjutan yang dijalankan perseroan. “Penghargaan ini semakin memperkuat posisi BRI sebagai institusi keuangan dengan kredibilitas global dalam praktik keberlanjutan. Melalui tata kelola yang solid, strategi yang berorientasi jangka panjang, dan partisipasi aktif terhadap isu Sustainability, BRI terus membuktikan perannya sebagai katalis transisi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.***

Hanif Faisol Bicara FoLU Net Sink 2030 hingga Carbon Pricing di COP30 Brasil

0

Bogordaily.net – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Hanif Faisol, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Konferensi Perubahan Iklim COP30 yang berlangsung di Brasil.

Hanif menilai pertemuan tersebut sangat penting, terutama karena menandai satu dekade implementasi Perjanjian Paris.

“Atas nama rakyat Indonesia, kami menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Pemerintah dan rakyat Brasil, khususnya Presiden Luiz Inácio Lula da Silva, atas penyelenggaraan konferensi perubahan iklim yang sangat penting ini,” ujar Hanif, Selasa 18/11/2025).

Hanif Faisol Bicara FoLU Net Sink 2030 hingga Carbon Pricing di COP30 Brasil

Hanif mengungkapkan bahwa Indonesia hadir di Belém dengan komitmen kuat terhadap Perjanjian Paris, termasuk target net-zero emissions pada 2060 atau lebih awal.

“Komitmen ini, telah ditegaskan kembali oleh Presiden Indonesia dalam Sidang Umum PBB serta Utusan Khusus Indonesia pada Belém Climate Summit 2025,” katanya.

Sebagai bentuk keseriusan, lanjut Hanif, Indonesia telah menyerahkan NDC (Nationally Determined Contribution) Kedua pada Oktober 2025 serta Rencana Adaptasi Nasional pada November 2025.

Dalam kerangka tersebut, Indonesia menetapkan target emisi 1,2–1,5 GtCO₂e pada 2035, meningkatkan bauran energi terbarukan hingga 23 persen pada 2030, serta mengembangkan berbagai teknologi bersih.

Dikatakan Hanif, program FoLU Net Sink 2030 tetap menjadi program kunci dengan target pengurangan bersih CO₂ sebesar 92–118 juta ton pada 2030.

“Untuk mendukungnya, pemerintah juga memperkenalkan sejumlah instrumen regulasi, termasuk Perpres Nomor 109 tentang Waste-to-Energy dan Perpres Nomor 110 tentang Carbon Pricing yang menjadi bagian penting dalam kerangka pendanaan dekarbonisasi dan pengendalian emisi gas rumah kaca nasional,” jelasnya.

Hanif Faisol Bicara FoLU Net Sink 2030 hingga Carbon Pricing di COP30 Brasil

Indonesia turut memberikan dukungan terhadap inisiatif Brasil bertajuk “Tropical Forests Forever Facility”. Untuk itu, Hanif menegaskan bahwa Indonesia berhasil menurunkan angka deforestasi hingga 75 persen sejak 2019, serta terus berinvestasi dalam konservasi, keanekaragaman hayati, dan program pemberdayaan komunitas lokal.

“Pemerintah juga menjanjikan alokasi 1,4 juta hektare hutan adat serta komitmen untuk memulihkan 12 juta hektare lahan terdegradasi,” ucapnya.***

Kuasa Hukum Andi Sara Maisara, Tepis Tudingan Penculikan Anak Kandung

0

Bogordailay.net — Keinginan Andi Sara Maisara, ibu dari seorang putra berusia dua belas tahun, agar dapat bersama putera bungsunya berlangsung dramatis bak Drama Kerea (Drakor) . Ia, ibu dari anak bungsunya ADB, dituding sebagai pelaku penculikan anaknya sendiri oleh suaminya Nedi Ahmad (NA).

Kuasa hukum dari PT Andi Brata Persada (ABP) sekaligus Legal Corporate perusahaan, Jabar, mengungkapkan kronologis terkait peristiwa penggerebekan terhadap putra bungsu Andi Sara Maisara, di kantor PT. ABP.

Menurutnya tudingan penculikan itu tidak relevan, karena yang dilaporkannya selaku penculik, adalah istrinya sendiri yang merupakan ibu dari anaknya.

Menurut Jabar, kejadian bermula ketika dirinya dan tim tengah membahas agenda perusahaan. Selang berapa saat. Sara, selaku Direktur Utama di PT ABP bersama sopirnya, datang membawa anak bungsunya, ADB.

Disampaikan Jabar, penitipan itu merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Sara. Karena anak itu, merupakan putra bungsu dari Direktur Utama di perusahaan ia bekerja. Akhirnya Jabar, menerima amanat menjaga anak tersebut.

Selang sehari memikul amanat menjaga ADB, tiba-tiba sekira pukul 22:00-2300 WIB, kantornya kedatangan tamu dari Polres Tanggerang Selatan.

“Para tamu datang berlima. Mereka penyidik Polres Tangsel, termasuk pak Kanit,” kenang Jabar, saat berusaha merekonstruksi kejadian malam itu.

Kedatangan para penyidik, bertujuan menjemput anak tersebut ADB, sebagai tindak lanjut laporan dugaan penculikan.

Merasa ada yang ganjil, Jabar, meminta izin terlebih dahulu kepada Sara, yang menitipkan anaknya.

Mendengar informasi itu Sara, meminta supaya anaknya jangan sampai dibawa ayahnya, NA.

Menyikapi hal itu Jabar, berusaha supaya jika memang harus diambil, silahkan dijemput oleh ayahnya NA.

Selain itu Jabar juga meminta supaya pihak penyidik menyertakan Komisi Perlindungan Anak (KPI) , supaya melakukan pendampingan kepada anak yang masih di bawah umur.

“Kami tidak menculik, hanya ke titipan untuk mengasuh anak ini,” terang Jabar, Minggu 16 November 2025.

Saat diwawancarai BogordailyTV, Jabar mengaku kaget ketika membaca suratnya. Pelapornya adalah suami dari ibu si anak.

“Kami ingin semuanya berjalan sesuai aturan, apalagi ini menyangkut anak di bawah umur,” ujar Jabar.

Ia menegaskan bahwa anak tersebut tidak pernah disembunyikan atau ditahan, melainkan dititipkan oleh ibunya Sara, karena saat itu Sara, tengah berada di luar kota untuk menangani urusan perusahaan yang dipimpinnya.

Meski meminta supaya menghadirkan KPI, namun permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi pihak kepolisian.

Sehingga, Jabar, meminta penyidik supaya menghadirkan ayahnya NA.

Selang berapa lama kemudian, NA datang. Menurut pengamatan yang disaksikan Jabar, gestur NA terasa tidak bersahabat.

Suaranya terdengar berat menggema. NA, menanyakan di mana anaknya, serta minta supaya dipertemukan.

Karena yang meminta ayah dari si anak, maka Jabar, membawa ADB, menemui ayahnya.

Namun apa yang terjadi, di luar perkiraan. Saat ADB melihat NA, bocah ingusan itu menjerit, seraya memeluk erat Jabar. Pria yang baru dikenalnya dua hari.

“Ngak mau salaman sama ayahnya. Kami harus menenangkan suasana, karena anak tersebut terus menjerit memekik histeris memanggil ibunya,” jelas Jabar.

Menyaksikan apa yang terjadi. Semua orang di ruangan itu mematung. Diam nyaris tak bergerak.

Singkat cerita, para penyidik serta NA, menyaksikan penolakan keras dari sang anak, akhirnya memilih mundur teratur, selanjutnya angkat kaki dari kantor yang berlokasi di Sentul.

Semua kejadian itu kata Jabar, terdokumentasikan. Namun ia melanjutkan, jika video itu hanya untuk dokumentasi internal.

Saat itu, Jabar kembali menegaskan jika itu bukan merupakan penculikan. Menurutnya kondisi itu tidak ada unsur penculikan seperti yang dilaporkan.

“Penyidik sampai geleng-geleng. Mereka lihat sendiri bagaimana kondisi psikologis anak,” katanya.

Setelah proses panjang pada malam itu, penyidik akhirnya kembali ke Tangerang Selatan.

Keesokan harinya, ayah dari anak tersebut datang kembali bersama kakak-kakaknya dan berhasil membujuk sang anak untuk pulang. Sejak saat itu, anak tinggal bersama ayahnya.

Dua bulan berlangsung, hingga saat ini Sara kembali ke titik nol. Tidak bisa berjumpa dengan sang buah hatinya.

“Ini yang kami sayangkan. Anak tetap punya hak untuk bertemu kedua orang tuanya, apalagi ini ibunya. Jangan sampai kebutuhan emosional dan psikologis anak terhambat karena konflik kedua orang tua,” tegasnya.

Jabar menilai diperlukan pihak ketiga, seperti KPAI atau mediator profesional, untuk menjembatani komunikasi antara kedua orang tua, terutama terkait intensitas pertemuan antara ibu dan anak.

“Anak ini sangat merindukan sosok ibunya. Ia butuh kasih sayang kedua orang tuanya. Kasus hukumnya mungkin lama, tetapi kebutuhan psikologis anak tidak bisa menunggu,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Sara merupakan sosok ibu yang sangat mencintai anaknya dan siap berjuang, untuk tetap dekat dengan buah hatinya dikancah konflik rumah tangga yang sedang berkecamuk.

Dalam sesi klarifikasi tersebut, pihak PT ABP menegaskan bahwa semua dokumentasi kejadian hanya untuk kepentingan hukum dan tidak akan dipublikasikan demi menjaga kondisi psikologis anak.***

(Ibnu Galansa/Diki Sudrajat)

RSUD Kota Bogor Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Optimal Meski Dirut Undurkan Diri

0

Bogordaily.net-RSUD Kota Bogor memastikan bahwa pelayanan kesehatan untuk masyarakat tetap berjalan optimal meski Direktur Utama (Dirut) dr. Ilham Chaidir mengundurkan diri dari jabatannya.

Wakil direktur RSUD Kota Bogor Sari Chandrawati membenarkan bahwa untuk saat ini posisi pucuk pimpinan berada pada pelaksana tugas direktur utama RSUD Kota Bogor.

“Sudah ada untuk pelaksana Dirut RSUD Kota Bogor, oleh dr. Sri Nowo Retno, sehingga saat ini pelayanan masih tetap berjalan untuk semua pasien yang berobat baik rawat jalan atau rawat inap,” ungkapnya

Ia menerangkan, semua dokter perawat dan staf RSUD Kota Bogor juga masih melakukan tugas dan fungsi terutama memastikan agar pasien tidak mengalami kesulitan saat berobat.

Untuk saat ini, RSUD Kota Bogor diketahui merupakan rumah sakit tipe B pendidikan dengan status Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) penuh. Rumah sakit ini memiliki 1.529 pegawai, terdiri dari 213 ASN dan 1.316 non-ASN.

RSUD menyediakan 54 jenis layanan, dengan lima layanan unggulan meliputi kanker, jantung, stroke, uro-nefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KIA).

Tenaga medis terdiri dari 131 dokter, yakni 70 dokter spesialis, 17 subspesialis, 39 dokter umum, dan 10 dokter gigi dengan kapasitas rawat inap mencapai 503 tempat tidur yang akan disesuaikan menjadi 494 bed untuk penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).***

Muhammad Irfan Ramadan

Alat Kelamin Pria di Cileungsi Terjepit Resleting, Damkar Lakuan ‘Bedah’ Kelamin

0

Bogordaily.net – Dinas Pemadam Kebakaran berhasil melepaskan alat kelamin pria yang terjepit retasleting celananya. Peristiwa itu terjadi di Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, saat korban hendak sholat subuh, Selasa 18 November 2025.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Yudi Santosa membenarkan adanya insiden tersebut. Pihaknya menerima laporan sekitar pukul 05.45 WIB.

Kemudian, Damkar langsung segera melakukan penanganan dan tiba ke lokasi sekitar pukul 06.20 hingga pukul 08.00 WIB.

“Evakuasi dilakukan selama 1jam 10 menit,” kata Yudi, Selasa 18 November 2025.

Menurut Yudi, insiden tersebut terjadi ketika korban sedang memakai celana pada saat ingin hendak sholat subuh.

Kemudian, tanpa di sengaja resleting tersangkut sehingga menimbulkan rasa sakit serta korban tidak dapat melepasnya sendiri,

“Karena pelapor panik dan khawatir, dari kejadian tersebut pelapor langsung melaporkan ke Tim Rescue Kabupaten  Bogor untuk ditindaklanjuti untuk melakukan evakuasi tersebut,” jelasnya.

Adapun, pihak Damkar telah berhasil mengevakuasi resleting tersebut dengan penanganan menggunakan gerinda mini.

“Resleting berhasil dievakuasi oleh tim Damkar,” ungkap Yudi Santosa.***

Albin

Kolaborasi RCTI dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Hadirkan Indonesian Music Awards (IMA) 2025

0

Bogordaily.net – Indonesian Music Awards (IMA) 2025 kembali hadir sebagai salah satu ajang penghargaan musik terbesar di Tanah Air. Gelaran tahun kelima ini kembali menggandeng RCTI dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bersama Langit Musik untuk mengajak masyarakat mendukung musisi favorit lewat voting di aplikasi Langit Musik dan platform RCTI+. Malam puncak penghargaan akan tayang langsung pada Jumat, 19 Desember 2025, pukul 21.15 WIB.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu, menegaskan pentingnya IMA 2025 dalam mendukung perkembangan industri musik Indonesia.

“Berbicara dalam konteks industri musik terhadap target ekonomi Indonesia, musik merupakan salah satu sub-sektor dalam industri kreatif yang berada di bawah naungan Kementerian Ekonomi Kreatif. Dari sekian banyak sub-sektor yang ada, musik menjadi salah satu yang pertumbuhannya paling pesat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pergerakan ekonomi nasional,” ungkap Agustini Rahayu.

“Hal inilah yang menjadi perhatian kami, mengapa kolaborasi dengan berbagai pihak seperti RCTI, Langit Musik, Nuon, Pophariini, serta para pelaku ekonomi kreatif dari berbagai daerah sangat penting untuk dilakukan. Kontribusi industri musik terhadap ekonomi kreatif sangat besar, dan kami melihatnya sebagai salah satu mesin penggerak utama ekonomi nasional yang patut terus dikembangkan,” sambungnya.

Menanggapi hal tersebut, Dini Putri selaku Chief Programming Officer RCTI turut menyampaikan pencapaian atas keberhasilan penyelenggaraan Indonesian Music Awards (IMA) 2025 yang kembali mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak.

“Kehadiran Kementerian Ekonomi Kreatif di tahun ini menambah semangat baru bagi kami untuk terus mendorong perkembangan industri musik Indonesia agar semakin maju,” ujarnya.

CEO Nuon Digital Indonesia, Aris Sudewo juga menyampaikan hal serupa terkait antusiasmenya atas penyelenggaraan IMA 2025.

“Kami percaya kolaborasi lintas sektor seperti ini akan memperkuat ekosistem musik nasional, membuka ruang bagi talenta baru, dan membawa semangat Musik Indonesia Juara,” ungkap Aris Sudewo.

Hadirnya IMA 2025 juga turut menciptakan rasa syukur dan antusiasme para insan musik Tanah Air yang masuk dalam daftar nomine.

“Tentu ini merupakan sebuah kehormatan. Kami sangat senang, terharu, dan merasa sangat diapresiasi. Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan hingga bisa masuk dalam nominasi ini. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar The Lantis, para pegiat musik, serta para founder festival musik yang telah menciptakan wadah bagi kami untuk mendapatkan apresiasi seperti ini,” ujar The Lantis.

*Proses Seleksi Nominasi IMA 2025*
Proses seleksi nominasi IMA 2025 dilakukan dengan ketat. Penghargaan ini diberikan oleh RCTI dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif. Proses ini juga melibatkan publikasi yang mencakup bisnis musik dan grafik popularitas lagu.

Nominasi untuk setiap kategori IMA 2025 ditentukan berdasarkan data streaming di platform Langit Musik pada periode 2024-2025 serta penilaian kualitatif untuk memastikan bahwa nominasi yang ada tetap relevan, akurat, dan adil. Hal ini dilakukan untuk memastikan nominasi benar-benar mencerminkan sirkulasi lagu pada periode tersebut.

Jumlah kategori pada Indonesian Music Awards (IMA) 2025 berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini terdapat lima belas kategori, terdiri atas tiga belas kategori utama dan dua kategori spesial yang menggantikan kategori sebelumnya, yaitu Music Festival 2024–2025 of The Year dan Sinergi Suara Award. Penilaian seluruh kategori tetap didasarkan pada karya, pengaruh, dan kontribusi musisi terhadap perkembangan musik Indonesia.

Kategori Sinergi Suara Awards merupakan bagian dari program kolaboratif Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bersama Pophariini dan Langit Musik, yang memberikan akses kurasi, edukasi, dan promosi bagi musisi terpilih yang melakukan submission di lima kota, yaitu Makassar, Medan, Yogyakarta, Bandung, dan Denpasar.

Proses penentuan nominasi dibagi menjadi double verifikasi oleh RCTI. Proses nominasi final untuk masing-masing kategori akan dikurasi dan dinilai lebih lanjut berdasarkan data streaming yang diambil oleh Langit Musik selama periode 2024-2025 dan voting yang diselenggarakan oleh Langit Musik dan RCTI melalui aplikasi Langit Musik, NSP, dan platform RCTI+.

Malam Puncak IMA 2025: Hiburan dan Kemeriahan Menanti

Malam puncak penghargaan IMA 2025 tentunya akan dipandu oleh host dan pembaca nominasi dari artis ternama. Selain itu, acara ini juga akan dimeriahkan dengan penampilan dari musisi-musisi terkenal favorit masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, seluruh pecinta musik Tanah Air dapat menantikan malam penghargaan IMA 2025 yang akan berlangsung pada Jumat, 19 Desember 2025 mendatang dengan beragam keseruan dan penuh kejutan yang sayang untuk di lewatkan.

Berikut daftar lengkap nominasi Indonesian Music Awards 2025:

Song of the Year
“Alamak” – Rizky Febian dan Adrian Khalif
“Bunga Maaf” – The Lantis
“Selalu Ada di Nadimu” – Prince Poetiray dan Quinn Salman
“Tabola Bale” – Silent Open Up feat. Jackson Zeran, Juan Reza, Diva Aurel
“Tak Ada Ujungnya” – Rony Parulian
*Collaboration of the Year*
“Alamak” – Rizky Febian dan Adrian Khalif
“Garam & Madu” – Tenxi, Jemsii, dan Naykilla
“Ngapain Repot” – “Toton Caribo feat. Wizz Baker, Freshly, Nikijuluw
“Selalu Ada di Nadimu” – Prince Poetiray dan Quinn Salman
“Tabola Bale” – Silent Open Up feat. Jackson Zeran, Juan Reza, Diva Aurel

Breakthrough Artist of the Year
Aku Jeje
Nyoman Paul
Silent Open Up
Tenxi, Jemsii, dan Naykilla
Wijaya 80

Sosial Media Artist of the Year
Mahalini
Nagita Slavina
Raisa
Rizky Febian
Tiara Andini

Male Singer of the Year
Adrian Khalif
Hindia
Juan Reza
Rizky Febian
Rony Parulian

Female Singer of the Year
Lyodra
Mahalini
Raisa
Salma Salsabil
Tiara Andini

Duo/Group/Band of the Year
.Feast
for Revenge
Juicy Luicy
Perunggu
The Lantis

Alternative Song of the Year
“Bunga Maaf” – The Lantis
“Nina” – .Feast
“Penyangkalan” – For Revenge
“Sofa” – Lomba Sihir
“Terakhir Kali” – Wijaya 80
*Album of the Year*
Ambivert – Raisa
Doves, ’25 on Blank Canvas – Hindia
Harap Harap Emas – Adrian Khalif
Luap – Nyoman Paul
Rahasia Pertama – Rony Parulian

Throwback Hits of the Year
“Bila Kau Tak di Sampingku” – Sheila on 7
“Di Ujung Jalan” – Samsons
“Rahasia Hati” – Nidji
“Seandainya” – Vierra
“Sempurna” – Andra & The Backbone

Songwriter of the Year
Anindyo Baskoro, Arya Aditya R, Ilman Ibrahim Isa – “Selalu Ada di Nadimu
Giri Virandi, M. Rifzki Dzaky F, Ravi Rinaldi, Rendy Pandugo – “Bunga Maaf”
Rizky Febian, Adrian Khalif, Belanegara Abe, Iqbal Siregar, Kaleb J – “Alamak”
Rony Parulian, Lafa Pratomo – “Tak Ada Ujungnya”
Siprianus Bukha, Jacson Zeran, Juan Reza, Kiki Accoustic – “Tabola Bale”

Nada Sambung Pribadi of the Year
“Alamak” – Rizky Febian dan Adrian Khalif
“Garam & Madu” – Tenxi, Jemsii, dan Naykilla
“Satu-satunya Permaisurimu” – Lesti
“Stecu Stecu” – Faris Adam
“Teramini” – Ghea Indrawari

Pop Lokal Artis of the Year
Ayu Ting Ting
Denny Caknan
Juan Reza
Lesti
Mikkyzia

Music Festival of the Year
Pestapora
Prambanan Jazz
Soundfest
Synchronize Fest
The Sounds Project.***