Home Blog Page 495

Memahami Ulil Amri Lintasan Zaman Dari Wahyu ke Realitas Sosial

0

Konsep ulil amri dalam Islam merupakan salah satu gagasan kunci yang terus mengalami perluasan makna seiring perubahan sosial-politik umat Muslim.

Ayat “wa ulī al-amri minkum” (QS. An-Nisā’: 59) sejak masa awal sudah menjadi pusat perdebatan teologis dan politik, karena ia mengandung dua pesan besar sekaligus: seruan ketaatan dan isyarat adanya struktur kepemimpinan dalam masyarakat Islam. Namun, siapa yang dimaksud sebagai ulil amri bukanlah persoalan sederhana—ia berubah mengikuti dinamika zaman, ruang geografis, dan perkembangan institusi sosial.

Pada masa pewahyuan, ayat ini berfungsi mengintegrasikan hubungan antara wahyu, otoritas, dan masyarakat. Tetapi dalam perjalanan sejarah, maknanya bergerak dari figur tunggal yang memiliki legitimasi kenabian menuju bentuk-bentuk kepemimpinan kolektif dan struktural yang kita kenal dalam pemerintahan modern. Pergerakan makna ini menunjukkan bahwa Islam sejak awal membuka ruang luas bagi ijtihad sosial, sehingga konsep ulil amri terus relevan dibicarakan dalam setiap fase perkembangan peradaban Muslim.

Pada era Rasulullah Muhammad ﷺ, ulil amri tidak bersifat abstrak: ia terpersonifikasi langsung dalam diri Nabi sebagai pemimpin moral, spiritual, hukum, dan politik. Nabi membimbing masyarakat tidak hanya melalui wahyu, tetapi juga melalui kebijakan-kebijakan sosial yang menjawab kondisi nyata masyarakat Madinah.

Salah satu manifestasi paling jelas dari kepemimpinan beliau adalah Piagam Madinah, dokumen sosial-politik pertama yang mengatur relasi antar suku dan agama di Madinah. Dari sini terlihat bahwa kepemimpinan Nabi berada pada dua poros:

1. Otoritas Ilahi (wahyu) – melalui penyampaian risalah dan penegakan nilai-nilai ilahiah.
2. Otoritas Sosial-Politik (wilayah) – melalui keputusan-keputusan administratif, hukum, dan strategi yang mengatur masyarakat.

Karena itu, ulil amri pada masa ini merupakan integrasi total antara agama dan tata kelola masyarakat; tanpa sekat, tanpa dualisme.

Ketika Rasulullah wafat, komunitas Muslim menghadapi kenyataan baru: otoritas kepemimpinan tidak lagi berada pada sosok yang menerima wahyu. Pada masa Khulafā’ ar-Rāsyidīn, ulil amri berpindah kepada manusia biasa yang saleh dan adil, namun tanpa keistimewaan kenabian.

Pada periode ini, konsep ulil amri mulai memperoleh bentuk sosial-politik yang lebih jelas: pemimpin adalah penjaga agama dan pengatur urusan dunia, bukan pewaris wahyu.

Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah menjelaskan sifat ganda kepemimpinan ini:

إِنَّ فِي الْخِلَافَةِ مَعْنًى دِينِيًّا وَسِيَاسِيًّا، فَهِيَ خِلَافَةٌ عَنِ النُّبُوَّةِ فِي حِرَاسَةِ الدِّينِ وَسِيَاسَةِ الدُّنْيَا

“Kepemimpinan (khilafah) mengandung makna keagamaan dan politik sekaligus, karena ia merupakan kelanjutan dari fungsi kenabian dalam menjaga agama dan mengatur urusan dunia.”

(Muqaddimah, Beirut: Dar al-Fikr, 2004, hlm. 191)

Di sinilah struktur pemikiran politik Islam mulai terbentuk: pemimpin tidak lagi menjadi sumber wahyu, tetapi tetap bertugas menjaga agar nilai-nilai wahyu terjaga dan diterapkan secara adil.

Seiring ekspansi wilayah dan keragaman masyarakat Muslim, ulil amri menjadi semakin rumit. Kekuasaan tersebar dari tangan khalifah pusat kepada para gubernur, hakim, ulama fikih, dan institusi keagamaan lain. Dalam periode ini, ulama mulai diakui sebagai bagian dari ulil amri dalam kapasitasnya sebagai penjaga ilmu dan hukum.

Terdapat tiga model otoritas yang tumbuh:

1. Otoritas politik – khalifah, sultan, amir
2. Otoritas keilmuan – para ulama dan fuqahah
3. Otoritas sosial – pemuka masyarakat dan institusi lokal

Dengan demikian, ulil amri tidak lagi terbatas pada satu figur, tetapi pada ekosistem kepemimpinan yang bekerja bersama menegakkan keadilan dan kemaslahatan.

Dalam konteks negara modern, persoalan ulil amri kembali mengemuka. Pemimpin negara tidak lagi bertindak sebagai khalifah, dan sistem pemerintahan bergeser dari monarki sakral menuju negara bangsa dengan birokrasi dan hukum positif.

Karena itu, ulil amri di era kontemporer dipahami setidaknya dalam dua pengertian:

1. Sebagai pemerintah yang sah, yang menjalankan fungsi publik dan menjaga tatanan sosial.
2. Sebagai struktur kolektif, termasuk lembaga negara, parlemen, hakim, dan otoritas keilmuan.

Penekanan utamanya bukan pada siapa yang memegang kekuasaan, tetapi bagaimana kekuasaan dijalankan: apakah sesuai prinsip keadilan, amanah, dan kemaslahatan.

Di era ketika batas antara agama dan negara semakin cair, umat Islam perlu kembali pada ruh ayat tersebut. Ulil amri bukan sekadar alat legitimasi kekuasaan, tetapi prinsip moral yang menuntut:

* keadilan sosial,
* pengayoman bagi rakyat,
* keterbukaan dalam musyawarah,
* pengelolaan kekuasaan secara amanah,
* serta perlindungan terhadap martabat manusia.

Dengan demikian, ulil amri bukan lagi sekadar figur atau institusi, tetapi nilai dan komitmen etis yang harus hadir dalam setiap sistem kepemimpinan.

Ditulis Oleh: Ustadz Daniel Zein S.Pd, Pengasuh Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami dan Mahasiswa Magister Management Pendidikan Islam di IUQI

Inovasi Daur Ulang Sampah Plastik BRI Dapat Dukungan Menteri UMKM dan Raffi Ahmad

0

Bogordaily.net – Masalah sampah menjadi isu global yang semakin mendesak. Peningkatan populasi, urbanisasi dan gaya hidup konsumtif menghasilkan volume sampah yang terus meningkat. Pembuangan sampah sembarangan menyebabkan berbagai masalah lingkungan, seperti pencemaran tanah, air dan udara.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah serta menjaga kelestarian lingkungan melalui program BRI Peduli ‘Yok Kita Gas’.

Program Yok Kita Gas kali ini dilakukan dengan menghadirkan mesin Reverse Vending Machine (RVM) di area ajang musik rakyat Koplo Keliling (KOPLING) 2025 yang berlangsung di Gambir Expo Kemayoran pada pada 8–9 November 2025. Acara ini merupakan kolaborasi antara Kementerian UMKM RI bersama BRI.

Hadir secara langsung di booth RVM BRI Peduli, Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad yang mendukung upaya dan inisiatif BRI dalam edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, pengunjung diajak berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dengan cara menyetorkan botol plastik ke RVM BRI Peduli. Setiap botol plastik yang dimasukkan akan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukarkan dengan saldo rupiah melalui platform digital Plasticpay.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa penyediaan RVM di lokasi acara merupakan bentuk nyata kepedulian dan komitmen BRI dalam mengatasi persoalan sampah di wilayah perkotaan dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Melalui kegiatan tersebut, pengunjung diajak berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dengan cara menyetorkan botol plastik ke RVM BRI Peduli. Setiap botol plastik yang dimasukkan akan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukarkan dengan saldo rupiah melalui platform digital Plasticpay.

“Ajang musik seperti ini memiliki potensi pengunjung yang besar, sehingga menjadi momentum tepat untuk mengedukasi publik tentang pentingnya pengelolaan sampah. Di acara KOPLING 2025, satu botol plastik bernilai Rp1.300 yang kemudian dikonversi ke saldo e-wallet melalui Plasticpay,” ujar Dhanny.

Selama dua hari pelaksanaan acara, RVM BRI Peduli berhasil mengumpulkan 56,1 kilogram sampah botol plastik dari 109 transaksi, dengan hasil pengurangan 297.000 gram jejak karbon serta penyelamatan 47,40 meter persegi lahan.
Dhanny menegaskan, sejak diluncurkan pada 2024, BRI Peduli telah menempatkan 8 (delapan) unit RVM yang tersebar di berbagai titik strategis di Jakarta. Keberadaan RVM BRI Peduli berhasil mengumpulkan 4.281,4 kilogram botol plastik dengan partisipasi 2.349 masyarakat pengguna, serta mencatat lebih dari 42 ribu transaksi.

Melalui inovasi ini, BRI juga turut berkontribusi dalam mengurangi 22.666.248 gram jejak karbon dan menyelamatkan 3.617,44 meter persegi lahan dari potensi pencemaran.
“Inovasi ini tidak hanya memberikan insentif langsung kepada masyarakat untuk mendaur ulang, tetapi juga mengubah paradigma publik terhadap sampah. Botol plastik yang sebelumnya dianggap tidak berguna kini memiliki nilai ekonomi. Setiap individu berkesempatan untuk menjaga lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi secara langsung,” tambah Dhanny.

Ia juga menambahkan, pengumpulan botol plastik melalui RVM BRI Peduli merupakan salah satu wujud nyata komitmen BRI dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional.

Program ini juga mendukung Asta Cita Pemerintah, yang menitikberatkan pada penguatan keselarasan kehidupan manusia dengan lingkungan, alam dan budaya. Sebagai informasi, BRI Peduli “Yok Kita Gas” merupakan bentuk inisiasi BRI dalam pengelolaan sampah terintegrasi yang menerapkan prinsip sistematis, menyeluruh, berkesinambungan dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Program ini hadir dalam dua bentuk implementasi utama, yaitu “Yok Kita Gas” di Pasar tradisional serta di lingkungan masyarakat (Stand Alone Location), seperti Bank Sampah dan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di wilayah padat penduduk, baik di perkotaan maupun pedesaan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh manfaat berupa peningkatan wawasan mengenai pengelolaan sampah, keterampilan memilah sampah dari rumah, serta kemampuan mengelola limbah rumah tangga secara mandiri.***

Direksi Perumda Pasar Tohaga Bersama Dewan Pengawas, Gelar Rapat Pengesahan RUPS Rencana Kerja dan Anggaran BUMD 

0

Bogordaily.net – Direksi Perumda Pasar Tohaga bersama, Dewan Pengawas, serta didampingi Kabid Keuangan, menghadiri rapat pembahasan pra keputusan KPM terkait pengesahan RUPS Rencana Kerja dan Anggaran BUMD.

Rapat pembahasan program kerja Perumda Pasar Tohaga sebagai langkah penguatan perencanaan dan tata kelola perusahaan.

Kegiatan ini turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta Kabag Perekonomian dan Pembangunan yang memberikan arahan untuk penyempurnaan rencana kerja tahun mendatang.

Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga Haris Setiawan menjelaskan bahwa, Perumda Pasar Tohaga berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Menurutnya, rapat tersebut dilaksanakan sebagai langkah awal untuk menyusun strategi, rencana, dan anggaran yang lebih baik demi mewujudkan kinerja optimal di tahun mendatang.

“Ini adalah langkah awal untuk menyusun strategi, rencana, dan anggaran yang lebih baik,” kata Haris Setiawan, Selasa 18 November 2025.

Menurut dia, berbagai inovasi terus dilakukan oleh Perumda Pasar Tohaga, salah satunya melalui program digitalisasi melalui aplikasi Qris di seluruh pasar tradisional Kabupaten Bogor.

Ia menambahkan, metode pembayaran yang kini diterapkan oleh Perumda Pasar Tohaga yakni menggunakan pembayaran melalui aplikasi Qris untuk meminimalisir terjadinya peredaran uang palsu di pasar tradisional.

“Maka program cashles ataupun uang digital termasuk didalamnya penggunaan qris mutlak diperlukan,” jelasnya.

“Untuk menghindari peredaran uang palsu dimanapun itu berada termasuk dalam transaksi di pasar tradisional,” tambah Haris.

(Albin Pandita)

Harga Emas Antam Terbau Selasa 18 November 2025, Naik atau Turun?

0

Bogordaily.net – Berikut harga emas logam mulia (LM) Antam terbaru yang dijual per gram sore ini per gram Selasa 18 November 2025.

Antam tetap menyediakan berbagai ukuran berat emas lm mulai dari yang terkecil, yaitu 0,5 gram, hingga yang terbesar, 1.000 gram.

Harga Emas Antam Selasa 18 November 2025

Segini harga emas produksi Antam :

Harga emas 0,5 gram: Rp 1.211.000
Harga emas 1 gram: Rp 2.322.000
Harga emas 5 gram: Rp 11.385.000
Harga emas 10 gram: Rp 22.715.000
Harga emas 25 gram: Rp 56.662.000
Harga emas 50 gram: Rp 113.245.000
Harga emas 100 gram: Rp 226.412.000
Harga emas 250 gram: Rp 565.765.000
Harga emas 500 gram: Rp 1.131.320.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 2.262.600.000

Manfaat Beli Emas Logam Mulia

1. Nilainya Stabil

Salah satu hal yang membuat banyak orang berminat menabung emas yaitu karena nilai emas stabil.

Walaupun terkadang mengalami penurunan nilai, namun nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu.

Harga yang stabil membuat banyak investor emas bisa mendapatkan keuntungan besar di masa yang akan datang.

2. Modal Awal Relatif Kecil

Sejauh ini mungkin banyak di antara kita yang mengira bahwa tabungan emas memerlukan modal awal yang besar. Padahal, menabung emas bisa dimulai dari nominal kecil.

Anda dapat menabung emas Antam mulai dari 0,01 gram dengan biaya fasilitas penitipan emas per tahun sebesar Rp30.000.

3. Likuiditas Tinggi

Keunggulan tabungan emas Antam lainnya yaitu likuiditasnya tinggi atau mudah dicairkan.

Anda dapat mencairkan tabungan emas dalam bentuk emas batangan atau uang tunai sesuai saldo gram emas yang dimiliki.

Lembaga penyedia tabungan emas ini biasanya menyediakan fasilitas buyback atau beli kembali emas.

Misalnya, saat Anda memiliki tabungan emas, Anda dapat menjualnya kembali dengan nominal minimal sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Bisa Menjadi Jaminan Gadai

Ketika Anda membutuhkan uang dalam waktu cepat, namun tidak ingin menjual emas yang dimiliki.

Maka Anda bisa menjadikan emas tersebut sebagai jaminan. Hal ini dikarenakan, emas memiliki nilai ekonomis, sehingga dapat dijadikan sebagai jaminan.

Tak hanya itu, nilai gadai emas juga lebih tinggi dibandingkan barang lain karena harganya sudah diketahui pasti.

Dengan memilih gadai, emas yang dijadikan sebagai jaminan tidak akan berpindah kepemilikannya.

Emas tersebut tetap menjadi milik Anda dan saat ada uang lagi, Anda dapat menebus emas tersebut kembali.

Demikian update harga emas LM Antam per gram hari ini yang dijual Pegadaian, Selasa 18 November 2025.***

Menteri UMKM Tegaskan Pentingnya Perkuat Skema Penyaluran dan Penjaminan KUR

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya penguatan skema penyaluran dan penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen strategis untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat khususnya UMKM.

“Salah satu kunci sukses pemberdayaan dan pelindungan UMKM ada pada penjaminan KUR,” ujar Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin 17 November 2025 sore.

Menteri Maman menyampaikan hingga 15 November 2025, penyaluran KUR telah mencapai Rp238,7 triliun atau 83,2 persen dari total plafon KUR 2025 sebesar Rp286,61 triliun. Pembiayaan ini disalurkan kepada lebih dari 4 juta debitur.

Dari angka tersebut, debitur graduasi mencapai 1,32 juta atau 112 persen dari target 1,17 juta, sedangkan debitur baru mencapai 2,25 juta atau 96,38 persen dari target 2,34 juta.

Keberhasilan penyaluran KUR tahun ini ditunjukkan oleh tingginya porsi kredit sektor produktif. Penyaluran KUR sektor produksi mencapai 60,7 persen, angka tertinggi sejak program KUR pertama kali dijalankan.

Maman menambahkan keberhasilan tersebut juga terlihat dari tingkat Non-Performing Loan (NPL).

Perbankan dinilai menyalurkan KUR dengan baik apabila NPL berada di bawah 5 persen. Saat ini, rata-rata NPL penyalur KUR berada pada level 2,3 persen.

“Kita harus mendorong sebanyak-banyaknya UMKM agar bisa mendapatkan akses pembiayaan,” kata Menteri Maman.

Kementerian UMKM bersama Komite Kebijakan KUR yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian juga sedang menyiapkan skema baru pengajuan KUR yang akan diberlakukan mulai awal 2026. Skema tersebut dirancang untuk mempermudah UMKM dalam mengakses pembiayaan.

“Jika pada 2025 pengajuan KUR untuk sektor perdagangan dibatasi maksimal dua kali dan untuk sektor produksi empat kali, maka pada 2026 pembatasan itu akan dihapus. Tidak ada limitasi berapa kali UMKM mengajukan KUR hingga usahanya benar-benar kuat dan siap. Kami berharap langkah ini dapat membuat UMKM semakin berjaya,” katanya.

Maman menjelaskan kebijakan baru tersebut disusun karena banyak UMKM yang tidak lagi dapat mengajukan KUR setelah mencapai batas maksimal pengajuan, namun kesulitan mengakses kredit konvensional dengan bunga lebih tinggi.

Selain menghapus limitasi pengajuan, Komite Kebijakan KUR juga menetapkan suku bunga tunggal 6 persen untuk seluruh jenis KUR, termasuk KUR Super Mikro dan KUR Mikro. Saat ini, suku bunga bervariasi antara 6–9 persen tergantung plafon pinjaman.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Maman kembali menegaskan bahwa pengajuan KUR hingga Rp 100 juta tidak memerlukan agunan tambahan.

“Saya pastikan 100 persen sampai hari ini, Kementerian UMKM masih konsisten melakukan monitoring evaluasi berdasarkan aturan yang berlaku,” kata Maman.

Kementerian UMKM juga memperkuat pengawasan penyaluran dan penjaminan KUR agar lebih transparan, merata, dan tepat sasaran, terutama di sektor prioritas seperti produksi, padat karya, ekonomi kreatif, dan pariwisata.

Maman turut mengimbau kepala daerah agar aktif mendorong partisipasi UMKM di wilayahnya untuk mengakses KUR.

“Semakin banyak kepala daerah yang terlibat, penerimaan KUR untuk UMKM akan semakin besar,” ujarnya.

Sebagai upaya meningkatkan penyaluran KUR, Kementerian UMKM akan memperluas kemudahan penjaminan melalui kerja sama dengan lembaga penjamin seperti PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).

Direktur Utama PT Askrindo, M. Fankar Umran, dan Plt Direktur Utama PT Jamkrindo, Abdul Bari, menyampaikan komitmen mereka untuk memberikan penjaminan kredit yang optimal sehingga bank penyalur KUR semakin percaya diri menyalurkan pembiayaan kepada UMKM.

Rapat kerja tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi VII DPR, Lamhot Sinaga, didampingi Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay dan Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty.

Turut hadir Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza; Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim serta deputi, para staf khusus, dan pejabat di lingkungan Kementerian UMKM.***

BGN Luncurkan Kampanye Nasional “Makan Bergizi Hak Anak Indonesia”

0

Bogordaily.net – Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penyelenggara Program Makan Bergizi untuk Anak Sekolah (MBG) secara resmi meluncurkan kampanye nasional bertajuk “Makan Bergizi Hak Anak Indonesia.” Peluncuran digelar di Jakarta pada Senin, 17 November 2025.

Kampanye ini bertujuan memperkuat edukasi publik mengenai pentingnya gizi bagi anak sekolah serta menegaskan bahwa akses terhadap makanan bergizi adalah hak dasar setiap anak, bukan bantuan.

Kepala BGN, Dr. Ir. Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa kampanye ini merupakan panggilan untuk bertindak dan mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama.

“Kampanye ini adalah gerakan kolektif yang melibatkan pemerintah, orang tua, guru, dan komunitas untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam pemenuhan hak gizinya,” ujarnya.

Menurut Dadan, pemenuhan gizi merupakan investasi paling penting bagi masa depan bangsa.

“Asupan yang tepat tidak hanya membuat anak sehat secara fisik, tetapi juga memperkuat kemampuan intelektual dan ketahanan mental mereka. Inilah fondasi utama untuk membentuk generasi penerus yang kuat,” jelasnya.

Narasi kampanye ini diperkuat oleh dua pesan utama, yaitu “Anak kenyang, anak siap belajar” dan “Gizi bukan bantuan, ini hak.”

Pesan tersebut menegaskan hubungan erat antara kecukupan gizi dengan fokus belajar anak serta memberikan landasan etis bahwa makanan bergizi merupakan hak setiap anak Indonesia.

“Kecukupan gizi membantu anak berkonsentrasi, memahami pelajaran, dan menyerap informasi secara efektif. Sementara pengakuan bahwa gizi adalah hak menuntut tanggung jawab bersama untuk memenuhinya tanpa pengecualian,” tambah Dadan.

Kampanye ini juga menyoroti dampak ekonomi Program MBG dalam mendorong pertumbuhan petani dan UMKM lokal.

Program ini menciptakan rantai pasok baru yang menyerap produk pangan lokal secara masif dan berkelanjutan.

“MBG menjadi katalis ekonomi yang memberi manfaat ganda, yaitu memastikan anak mendapat asupan sehat sambil memberdayakan petani dan UMKM untuk memperkuat ekonomi desa,” tutur Dadan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Program MBG merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul melalui revolusi gizi sekolah yang inklusif dan berkelanjutan.

Program ini telah diapresiasi oleh UNICEF dan WFP sebagai salah satu inisiatif pemberian makan terbesar di dunia.

Sejak diluncurkan pada Januari 2025, Program MBG menyasar jutaan anak sekolah di seluruh Indonesia untuk mendukung tumbuh kembang mereka serta mempersiapkan generasi yang siap menghadapi visi Indonesia Emas 2045.

Pada acara peluncuran, dua siswa penerima manfaat MBG, Kasim dari Raja Ampat dan Almira dari Garut, turut hadir memberikan kesaksian mengenai perubahan positif yang mereka rasakan setelah menerima makanan bergizi rutin di sekolah.

Kampanye “Makan Bergizi Hak Anak Indonesia” akan disebarluaskan melalui konten kreatif, cerita lapangan, dan analisis publik terkait pelaksanaan Program MBG.

Kampanye ini diharapkan meningkatkan literasi gizi, memperkuat persepsi positif masyarakat, dan menjaga narasi publik tetap objektif, non-politis, dan konstruktif.***

Waspada Hujan Lagi, Cek Ramalan Cuaca Kota Bogor Selasa 18 November 2025

0

Bogordaily.net – Berikut ramalan cuaca dari BMKG untuk Kota Bogor pagi hari ini, Selasa 18 November 2025 diperkirakan hujan ringan sepanjang hari.

Kota Bogor yang dikenal dengan julukan Kota Hujan memang kerap kali mengalami perubahan cuaca yang cepat dan tak terduga.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi cuaca secara akurat sangat penting agar aktivitas harian Anda tidak terganggu, baik saat berangkat kerja, sekolah, maupun beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Bogor dan sekitarnya. Hari ini Bogor diperkirakan berawan seharian.

Informasi ini mencakup prediksi suhu, kelembapan, potensi hujan, dan peringatan dini cuaca ekstrem jika ada.

Jadi, pastikan Anda menyimak ulasan lengkapnya agar bisa lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan Anda sepanjang hari ini.

Ramalan Cuaca Bogor Selasa 18 November 2025

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21-26°C
Kelembapan:76–96%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21-27°C
Kelembapan:74–94%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-28°C
Kelembapan: 71-94%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-28°C
Kelembapan: 71–94%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-28°C
Kelembapan: 72–93%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-29°C
Kelembapan: 75–94%

Walau cerah, untuk jaga-jaga apabila memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Selasa 18 November 2025. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Pemilahan Sampah di Komunitas: Insight Perjalanan Yayasan WINGS Peduli Dampingi Bank Sampah dalam #PilahDariSekarang

0

Bogordaily.net – Yayasan WINGS Peduli secara konsisten mendampingi bank sampah sejak 2024 sebagai bagian dari kampanye #PilahDariSekarang. Bersama Waste4Change, pendampingan ini merangkum berbagai tantangan dan pembelajaran dari praktik nyata di lapangan. Perjalanan ini menjadi potret bahwa perubahan perilaku dalam mengelola sampah dimulai dari kebiasaan kecil di rumah tangga, yang tumbuh melalui ketekunan, kesabaran, dan semangat gotong royong.

Sheila Kansil, Perwakilan Yayasan WINGS Peduli mengatakan, “Dalam program pembinaan Bank Sampah sebagai bagian dari #PilahDariSekarang, kami ingin memperkuat kebiasaan memilah sampah melalui fasilitas daur ulang yang mandiri di tingkat komunitas. Pendampingan yang kami lakukan bukan hanya teknis, tetapi juga edukatif dan humanis. Agar pengurus dan warga semakin percaya diri mengelola sampah secara berkelanjutan.”

Melalui kegiatan “#PilahDariSekarang: Temu Bank Sampah” (16/10/2025) di Jakarta dan Surabaya, Yayasan WINGS Peduli dan Waste4Change merangkum sejumlah insight tentang bagaimana komunitas menghadapi tantangan pengelolaan sampah dan menemukan solusinya:

Ketekunan Kunci Menuju Perubahan Perilaku

Untuk memperkuat pemahaman pemilahan sampah yang bersih, edukasi rutin menjadi kunci. Di Jakarta Timur, Bank Sampah Kartini 09 menjangkau warga dengan berkeliling ke setiap RT untuk memberikan edukasi dan melakukan penimbangan. Strategi ini efektif memperluas jangkauan nasabah sekaligus menjawab keterbatasan lahan operasional. Di Bekasi, Bank Sampah Gratera memakai strategi “jemput bola” dengan hadir di kelompok senam, PAUD, dan arisan RW untuk menjangkau ibu-ibu di sana. Komunikasi dua arah membuat warga memahami teknik memilah sampah dari rumah. Dampaknya terlihat. Nasabah yang sebelumnya pasif kini rutin menyetor sampah sendiri, dan kualitas sampah yang diterima pengurus menjadi lebih bersih sehingga meningkatkan nilai jual.

Sistem Operasional yang Tertata Percepat Pertumbuhan

Setelah dorman selama kurang lebih tiga tahun, Bank Sampah Gratera kembali aktif setelah merampingkan struktur kepengurusan dan menyederhanakan alur penimbangan. Begitu juga dengan Bank Sampah Gang Wolu Ninu Ninu di Surabaya yang kini memiliki pembukuan yang lebih rapi, setelah setiap anggota memiliki pembagian kerja yang jelas.

Begitu juga dengan pengelolaan lanjutan sampah organik seperti minyak jelantah. Untuk menampungnya, Bank Sampah B.I.A di Surabaya menerapkan sistem “tukar-pakai” jerigen. Inventaris jerigen ini memudahkan warga menyetor minyak secara aman dan bersih, menjaga kualitas minyak, serta memperlancar rantai penyaluran ke pengepul.

Reward Membentuk Loyalitas

Pengurus Bank Sampah Kartini 09 memberikan hadiah kepada nasabah aktif. Meski sederhana, apresiasi ini mampu membangun loyalitas dan membantu bank sampah bersaing dengan pelapak yang menawarkan harga lebih tinggi. Di Bank Sampah Gang Wolu Ninu Ninu, budaya gotong royong bahkan mendorong beberapa nasabah melakukan “sedekah sampah”, yaitu menyerahkan sampah non-organik bernilai mereka tanpa memperoleh imbalan.

Memperbesar Kapasitas melalui Kemitraan

Pendampingan lanjutan mengenai topik relevan dengan potensi bank sampah akan memperkuat peran mereka di komunitas sekitar. Setelah peroleh pelatihan “Kemitraan”, Bank Sampah B.I.A mempraktikkannya melalui kerja sama dengan sebuah kafe untuk mengelola sampah non-organik bernilai mereka. Hal yang sama juga dilakukan Bank Sampah Gratera hal kini bermitra dengan salah satu sekolah. Melalui kerja sama ini, mereka juga sekaligus mengedukasi dan membentuk perubahan perilaku mengelola sampah untuk generasi yang akan datang.

Hingga September 2025, seluruh bank sampah binaan telah mendaur ulang lebih dari 6 ton sampah non-organik, melibatkan lebih dari 200 keluarga di DKI Jakarta, Bekasi, dan Surabaya sebagai nasabahnya. Dari hasil penjualan sampah terpilah, komunitas memperoleh manfaat ekonomi lebih dari 15 juta rupiah, yang seluruhnya kembali ke warga dan operasional bank sampah.

Saka Dwi Hanggara, Campaign Manager Waste4Change mengatakan. “Pendampingan yang kami lakukan bersama Yayasan WINGS Peduli bukan hanya soal teknis pengelolaan sampah, tapi juga menguatkan semangat gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat. Ketika warga mulai melihat bahwa mereka bagian dari perubahan yang paling signifikan, maka pemilahan sampah dari rumah bukan lagi kewajiban, tetapi kebiasaan yang mereka banggakan. Melalui Temu Bank Sampah ini, kami berharap setiap pengurus dan nasabah bisa saling menginspirasi dan membawa energi positif untuk menjaga bank sampah tetap berjalan mandiri dan berkelanjutan.”

Sebagai bagian dari kampanye #PilahDariSekarang yang bergerak sejak 2023, program Pendampingan Bank Sampah melengkapi program lainnya yakni Edukasi pemilahan sampah, Aksi Bersih sungai dan pantai, hingga Kolabor-AKSI yang mengubah sampah menjadi barang yang lebih bernilai. Berbagai rangkaian ini merupakan bagian dari komitmen Yayasan WINGS Peduli untuk lingkungan melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, sejalan dengan peran perusahaan bahwa Life Keeps Getting Better bersama WINGS Group.***

 

Profil Andrew Trigg, Suami Marissa Anita yang Digugat Cerai dan Kariernya di Dunia Teater

0

Bogordaily.net – Andrew Trigg, suami Marissa Anita seperti tiba-tiba ikut masuk dalam daftar nama besar dunia hiburan yang tahun ini diguncang perkara rumah tangga.

Betapa tidak. Setelah 17 tahun menikah, Marissa Anita resmi mengajukan gugatan cerai terhadap Andrew Trigg. Dokumen perkaranya sudah diterima Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 12 November 2025—sunyi tanpa tanda-tanda sebelumnya, seperti gaya pasangan ini selama ini: rapi, tenang, hampir tanpa sensasi.

Sidang perdana sudah ditetapkan: 19 November 2025. Agenda awalnya tetap sama seperti perkara-perkara sejenis—mediasi. “Penggugat atas nama istrinya, Marissa Anita,” ujar Humas PN Jakarta Pusat, Sunoto, dalam keterangan resminya. Tidak ada drama. Tidak ada nada tinggi. Hanya tanggal dan prosedur yang diumumkan, sebagaimana hukum bekerja.

Andrew Trigg, Suami Marissa Anita diberi waktu 30 hari masa mediasi untuk mencoba kembali ke titik temu. Jika tidak ada kata sepakat, barulah pengadilan masuk ke pemeriksaan pokok perkara. Semua berjalan datar—khas pasangan yang sebetulnya jauh dari hiruk-pikuk publik, tapi kini terseret arus berita karena status mereka sebagai figur publik.

Lalu siapa sebenarnya Andrew Trigg? Nama yang hari-hari ini kembali diputar warganet. Ia bukan sekadar pelengkap dari profil istrinya. Andrew Trigg, Suami Marissa Anita adalah sutradara dan aktor asal Inggris yang sudah menetap di Indonesia sejak 1987. Ia pernah menjabat sebagai presiden komunitas teater The Jakarta Players. Beberapa karyanya meluncur halus tanpa heboh, seperti Mulai Bicara (2018), Parental Bullying (2020), hingga Demi Nama Baik Kampus (2021).

Andrew juga mengajar—dengan cara yang sangat teatrikal, kata beberapa mahasiswanya. Dari pengarahan teater, produksi TV, film, hingga video. Dunia akademik adalah panggung lain yang ia tempati selain layar dan teater.

Ia menikahi Marissa Anita pada 2008. Marissa sendiri telah bergulat di panggung teater sejak 2005, sebelum publik mengenalnya sebagai jurnalis, lalu aktris film. Dari Selamat Pagi, Malam (2013), Perempuan Tanah Jahanam, Air Mata Buaya, Yuni, Dendam Malam Kelam, sampai A Normal Woman—ia menjelma menjadi salah satu aktris paling diperhitungkan Indonesia saat ini.

Kini, kabar perceraiannya membuat orang kembali bertanya: apa yang sebenarnya terjadi di balik pasangan yang dulu tampak saling menopang ini?

Perjalanan rumah tangga kadang lebih kompleks dari naskah film mana pun. Dan publik hanya bisa menunggu apa yang akan diputuskan nanti—di ruang sidang, bukan di layar lebar.***

Dispora Kabupaten Bogor Gelar Bimtek Ortrad Angkatan XV Tahun 2025

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga kembali menunjukan komitmennya sebagai ujung tombak dalam pelestarian olahraga tradisional .

Hal itu ditunjukan dengan adanya pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Olahraga Tradisional (Ortrad) jenjang SD Angkatan XV tahun 2025 yang kembali dilakukan Dispora Kabupaten Bogor.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 80 peserta dari kalangan guru PJOK SD ini berlangsung di Hotel Grand Pesona, Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor 17–20 November 2025.

Bimtek ini menghadirkan sejumlah pemateri kompeten, mulai dari tim Portina Jawa Barat (2 orang), unsur akademisi, hingga KKGO Kabupaten Bogor.

Selama pelatihan, para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengikuti praktik langsung lima jenis olahraga tradisional, yaitu hadang, dagongan, egrang, tarompah panjang, dan sumpitan.

Hingga pelaksanaan angkatan XV ini, tercatat baru 31,78 persen sekolah dari total 1.903 SD sederajat di Kabupaten Bogor yang sudah mengikuti Bimtek Ortrad, berdasarkan data Dapodik tahun 2024.

Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan jumlah tersebut terus meningkat agar seluruh sekolah dapat mengintegrasikan olahraga tradisional dalam kegiatan pembelajaran.

“Bimtek Ortrad ini kami dorong menjadi sarana penguatan kembali olahraga tradisional di lingkungan sekolah. Guru PJOK perlu dibekali keterampilan agar mampu mengenalkan permainan tradisional sebagai bagian dari pembentukan karakter, kesehatan, dan budaya lokal kepada peserta didik,” kata Katim Ortrad, Dedi Supriadi.

Dedi menegaskan, alur yang dilakukannya sudah sangat tepat karena selain Bimtek pihaknya juga memberikan bantuan alat alat ortrad kepada sekolah yang sudah ikut Bimtek.

Selaiin itu, ada Festival Ortrad jenjang SD tingkat Kabupaten Bogor dan yang jadi juara dikirimkan ke jenjang invitasi ortrad tingkat Provinsi.

Kadispora Asnan AP mengatakan hal yang sama. Dia berharap cakupan Bimtek harus terus menyebar ke semua sekolah di Kabupaten Bogor.

“Kami berkomitmen memperluas cakupan Bimtek hingga seluruh SD di Kabupaten Bogor. Olahraga tradisional bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga warisan budaya yang harus dijaga dan diwariskan. Dinas akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar program ini semakin masif dan berdampak,” kata Asnan.

Asnan menegaskan, Dispora Kabupaten Bogor akan tetap berkomitmen sebagai ujung tombak dalam pelestarian olahraga tradisional di tanah air.***