Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 500

Bupati Bogor Ajak APDESI Perkuat Sinergi Untuk Membangun Desa

0

Bogordaily.net — Bupati Bogor, Rudy Susmanto menerima audiensi dari para pengurus Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bogor, yang berlangsung di Pendopo Bupati Bogor, pada Kamis (24/7/25). Audiensi ini menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan seluruh jajaran pemerintahan desa.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kehadiran jajaran pengurus APDESI, para Ketua DPK, serta perwakilan kepala desa dari seluruh penjuru Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah, saya bersyukur kita bisa berkumpul dan bersilaturahmi hari ini. Saya mohon izin, saat ini saya memasuki bulan keenam menjabat sebagai Bupati Bogor. Sejak hari pertama, saya dan seluruh jajaran berkomitmen kuat untuk melakukan perubahan dalam tata kelola pemerintahan Kabupaten Bogor,” ujar Bupati Rudy.

Ia juga menegaskan bahwa perubahan bukan tanpa tantangan. Namun, hal itu tidak menjadi penghalang untuk terus mendorong perbaikan pelayanan dan pembangunan daerah. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintahan desa.

“Pemerintah desa tidak akan bisa berjalan maksimal tanpa dukungan pemerintah kabupaten, begitu pula sebaliknya. Kita ini sejatinya satu kesatuan, harus seirama. Karena kalau masing-masing berjalan sendiri, yang terjadi justru benturan,” tegasnya.

Ia juga mengajak APDESI untuk menjaga keharmonisan, memperkuat komunikasi, dan mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Bogor melalui sinergi yang erat antara pemerintah daerah dan para kepala desa.***

WHO Kecam Serangan Militer Israel ke Rumah Staf dan Gudang Utama di Gaza

0

Bogordaily.net – Situasi di Jalur Gaza kembali memanas setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap serangan langsung dari militer Israel ke kediaman staf dan fasilitas utama mereka di Deir al-Balah, pada Senin, 21 Juli 2025.

Serangan tersebut dianggap tidak hanya membahayakan operasional kemanusiaan WHO di wilayah tersebut, tetapi juga mengancam nyawa para pekerja dan keluarganya, termasuk anak-anak yang tinggal bersama mereka.

Dalam keterangannya, WHO menyatakan bahwa rumah staf mereka mengalami tiga kali serangan udara, yang memicu kebakaran hebat dan menyebabkan kerusakan besar.

Serangan ini berlangsung bersamaan dengan eskalasi militer di wilayah Deir al-Balah, di mana tank-tank Israel untuk pertama kalinya masuk ke bagian selatan dan timur distrik tersebut.

Sumber militer Israel menyebutkan bahwa mereka meyakini wilayah Deir al-Balah menjadi lokasi persembunyian para sandera.

Namun, aksi militer yang menyasar kawasan sipil dan fasilitas kemanusiaan menuai kecaman dari berbagai pihak, terutama setelah WHO merinci insiden yang menimpa stafnya.

Menurut WHO, militer Israel tidak hanya menghancurkan fasilitas, tetapi juga melakukan tindakan represif terhadap staf dan keluarga mereka.

Perempuan dan anak-anak dipaksa mengungsi ke arah al-Mawasi dengan berjalan kaki di tengah kondisi konflik bersenjata.

Sementara itu, staf pria dan anggota keluarga lainnya diperlakukan secara tidak manusiawi diborgol, ditelanjangi, diinterogasi langsung di lokasi, dan diperiksa dengan todongan senjata.

Insiden ini terjadi di tengah laporan dari Kementerian Kesehatan Gaza yang menyatakan bahwa, setidaknya 130 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.000 lainnya terluka hanya dalam kurun waktu 24 jam terakhir akibat tembakan dan serangan udara militer Israel di berbagai wilayah.

Angka ini termasuk salah satu yang tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.

WHO menegaskan pihaknya menuntut pembebasan segera terhadap seluruh staf yang masih ditahan dan meminta jaminan perlindungan bagi semua tenaga kemanusiaan yang bertugas di Gaza.

Meski dilanda serangan dan kekacauan, WHO memastikan akan tetap melanjutkan operasinya di Deir al-Balah serta memperluas upaya bantuan di wilayah yang semakin membutuhkan perhatian dunia internasional.

Situasi di Gaza semakin memperlihatkan urgensi perlindungan terhadap misi kemanusiaan di tengah konflik yang terus berkobar, dengan warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak menjadi korban paling rentan dalam pusaran kekerasan yang tak kunjung berhenti.***

Cardi B Digugat Akibat Lempar Mikrofon, Korban Tuntut Ganti Rugi Fisik dan Mental

0

Lihatjabar.com – Insiden viral yang melibatkan rapper ternama Cardi B akhirnya berbuntut panjang. Seorang wanita asal Ohio, Amerika Serikat, resmi menggugat pelantun lagu “WAP” itu atas tuduhan penyerangan dan kelalaian setelah menjadi korban dalam aksi lempar mikrofon dua tahun lalu.

Kejadian itu terjadi pada 29 Juli 2023 di Drai’s Beachclub, Las Vegas.

Dalam video yang saat itu ramai tersebar di media sosial, Cardi B terlihat melemparkan mikrofon ke arah seorang penonton perempuan setelah disiram air saat tampil di atas panggung.

Aksinya sempat mengundang pro dan kontra, terlebih karena sang rapper tampak emosional dalam momen tersebut.

Gugatan diajukan pada Senin, 21 Juli 2025. Wanita penggugat yang identitasnya dirahasiakan mengungkap bahwa, dirinya hanya menanggapi ajakan sang artis yang sebelumnya meminta penonton menyiramkan air karena cuaca Las Vegas yang sangat panas.

Bahkan Cardi B juga sempat menyiramkan air ke tubuhnya sendiri dari botol minumnya.

Namun, alih-alih disambut dengan respons positif, sang penggugat mengklaim dirinya justru dilempar mikrofon hingga mengalami luka fisik.

Ia pun merasa tersinggung dan dihina, terutama setelah mengetahui bahwa mikrofon tersebut kemudian dilelang dan berhasil terjual seharga USD 100.000 atau sekitar Rp1,6 miliar, lalu hasilnya disumbangkan ke badan amal.

Meski sempat dilaporkan ke kepolisian tak lama setelah kejadian, pihak berwajib tidak melanjutkan proses hukum karena dianggap kurang bukti.

Namun kini, wanita tersebut menempuh jalur perdata karena merasa mengalami tekanan mental berat serta cedera yang tidak kunjung pulih.

Cardi B sendiri hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait gugatan tersebut.

Para penggemar dan publik pun menanti tanggapan dari sang rapper, yang selama ini dikenal dengan aksi panggung energik dan kontroversial.***

Angka Pengangguran Terdidik Meningkat, Perlukah Reformasi Pendidikan?

0

Bogordaily.net –  Salah satu persoalan serius yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah tingginya angka pengangguran. Peningkatan pengangguran bukan hanya sekadar masalah ekonomi, tetapi juga berimplikasi luas terhadap berbagai aspek kehidupan. Ketika pengangguran meningkat, angka kemiskinan ikut meningkat. Meningkatnya kemiskinan pada akhirnya memicu tingginya angka kriminalitas. Tingkat kriminalitas yang tinggi akan berdampak pada stabilitas sosial, ekonomi, dan psikologis masyarakat.

Dari sisi sosial, maraknya kejahatan menurunkan rasa aman dan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum. Kondisi ini juga membuat investor enggan menanamkan modalnya, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi serta menurunkan pendapatan masyarakat. Dari sisi psikologis, rasa tidak aman yang berkepanjangan memunculkan stres kolektif, kecemasan berlebih, dan gangguan kesehatan mental lainnya.

Lembaga pendidikan, khususnya perguruan tinggi yang seharusnya menjadi mercusuar peradaban, juga tak luput dari sorotan. Meningkatnya angka pengangguran terdidik ini tentu saja membuat pilu hati. Data GoodStats (Februari 2025) mencatat sekitar 1,01 juta lulusan perguruan tinggi menganggur. Sementara itu, Metro News melaporkan terdapat 177.000 lulusan diploma, 1,6 juta lulusan SMK, 2 juta lulusan SMA, dan sekitar 2,4 juta lulusan SD dan SMP yang masih menganggur. Angka-angka ini menjadi PR besar, terutama bagi pemerintah dan lembaga pendidikan, untuk merefleksikan kembali mutu dan relevansi penyelenggaraan pendidikan dengan kebutuhan sosial, teknologi, dan industri.

Jika dicermati, pola pembelajaran di lembaga pendidikan kita dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi masih didominasi metode ceramah. Anak-anak lebih banyak mendengarkan penjelasan guru atau dosen dan mencatatnya tanpa diberi ruang berpikir kritis. Guru juga terkadang merasa tidak nyaman jika menerima pertanyaan kritis atau pendapat yang berbeda dari siswanya. Kadangkala, hal ini juga dianggap tidak sopan tanpa dikaji secara kritis. Hal ini bisa terjadi karena adanya miskonsepsi mengenai sopan santun. Akibatnya, peserta didik cenderung pasif dan hanya menjadi “kolektor informasi.” Hal ini berbeda dengan praktik di negara lain.

Di Inggris, misalnya, anak-anak diperkenalkan buku bergambar yang menarik sejak dini dan didorong untuk mengkritisi isinya sehingga secara tidak sadar mereka diajarkan berpikir kritis sejak dini. Di Finlandia, pendidikan berfokus pada kebutuhan peserta didik (student needs) sehingga pembelajaran bersifat lebih implementatif dan pragmatis. Sementara di China, siswa sudah dikenalkan berbagai keterampilan praktis seperti menjahit dan membuat bangunan sederhana, sehingga kecerdasan intelektual dan keterampilan mereka berkembang seimbang.

Kondisi ini menjadi catatan penting bagi kita semua, terutama bagi insan pendidikan. Pola pembelajaran di perguruan tinggi kita bahkan pada level magister dan doktoral masih didominasi ceramah sehingga lulusan lebih pandai berbicara ketimbang menghasilkan karya nyata. Bahkan syarat lulusnya pun mereka harus mampu berkata-kata mempertahankan argumentasi karyanya dari pertanyaan-pertanyaan dosen pengujinya. Karena itu, reformasi pendidikan mutlak diperlukan agar lembaga pendidikan kembali pada marwahnya, mencetak manusia yang berpikir kritis, kreatif, dan siap berkontribusi nyata bagi masyarakat. ***

Penulis: Irwan Maulana -Dosen Institut Ummul Quro Al Islami Bogor

Wamen UMKM Sebut Wirausaha Muda Bali Punya Modal Kuat untuk Jadi Besar

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menyebut wirausaha muda Bali memiliki modal yang sangat kuat pada sektor budaya dan pariwisata untuk dioptimalkan hingga menjadi usaha besar.

“Saya yakin mahasiswa dan pemuda di Bali punya potensi dan kemampuan untuk menjadi wirausaha maju dan besar. Terlebih Bali dibekali kekayaan budaya, pariwisata, dan saat ini disokong oleh teknologi,” kata Wamen Helvi saat membuka acara Entrepreneur Hub Universitas Udayana 2025 yang bertema “Kampus Berdampak, Wirausaha Berdaya” di Bali, Kamis (24/7).

Menurut Wamen Helvi dengan modal yang ada di Provinsi Bali, ia berharap kegiatan Entrepreneur Hub bisa menjadi ekosistem bagi pengusaha UMKM naik kelas, serta memberikan dampak perekonomian yang positif.

“Dengan tumbuhnya wirausaha di Bali, pada akhirnya bisa memberikan dampak yang nyata pada pertumbuhan ekonomi Bali hingga nasional,” ujarnya.

Wamen Helvi menegaskan kegiatan Entrepreneur Hub memiliki dua tujuan besar yaitu memperkuat ekosistem kewirausahaan dan meningkatkan kapasitas wirausaha.

“Dengan kedua hal tersebut diharapkan lahir wirausaha yang inovatif, produktif, berkelanjutan, dan mampu menyerap tenaga kerja, sebagai upaya dalam mewujudkan Asta Cita ke-3 yaitu meningkatkan lapangan kerja berkualitas dan mendorong kewirausahaan,” katanya.

Wamen Helvi juga berpesan kepada mahasiswa dan peserta yang hadir, untuk tidak patah arang dalam menggali potensi diri untuk menjadi wirausaha.

“Jangan takut gagal, jangan takut memulai dari langkah kecil. Dengan menjadi seorang wirausaha Anda tidak lagi menjadi job seeker, justru Anda akan menjadi job creator dan membuka lapangan kerja,” katanya.

Sementara itu Rektor Universitas Udayana I Ketut Sudarsana mengapresiasi kegiatan Entrepreneur Hub karena menurutnya hal ini merupakan langkah strategis dan konkret dari Kementerian UMKM.

“Menurut saya E-hub Universitas Udaya ini bukanlah akhir, tapi merupakan titik awal dari kolaborasi untuk mendukung wirausaha muda Bali untuk naik kelas,” ujarnya. ***

Omzet Melejit, Kisah Sukses UMKM Kuliner Kurma yang Tumbuh Bersama Rumah BUMN BRI Jakarta

0

Bogordaily.net – Di balik cita rasa legit dan aroma khas olahan kurma, ada sosok inspiratif bernama Lilia yang kini sukses mengibarkan nama Renaco sebagai brand kuliner berbasis kurma di daerahnya.

Perjalanan Lilia dalam membangun usaha Renaco tidaklah mudah, namun kegigihan dan kemauannya untuk terus belajar membawanya hingga mampu meraih rata-rata omzet Rp7 s.d Rp10 juta per bulan.

Kisah sukses ini dimulai pada tahun 2019, saat Lilia yang gemar membuat camilan sehat untuk keluarga melihat peluang besar dari buah kurma.

Menurutnya, kurma sangat populer di bulan Ramadan, tetapi masih jarang ada yang mengolahnya menjadi produk inovatif untuk dikonsumsi sehari-hari. Dari situlah lahir berbagai produk Renaco seperti kurma cokelat, kue kering isi kurma, hingga minuman sehat berbahan dasar kurma.

Awalnya semua produksi dilakukan di dapur rumah dengan bantuan dua pekerja harian. Modal terbatas tidak menjadi penghalang bagi Lilia untuk terus berinovasi.

“Saya ingin Renaco dikenal sebagai pionir olahan kurma yang bukan hanya enak, tetapi juga sehat dan halal,” ungkap Lilia.

Tahun 2022 menjadi titik penting bagi perkembangan Renaco. Saat itu, Lilia bergabung sebagai binaan Rumah BUMN Jakarta yang dikelola BRI.

Melalui berbagai pelatihan seperti pembukuan, foto produk, dan marketing digital, ia mulai menjalankan usahanya dengan lebih profesional.

Pelatihan pembukuan membantu Lilia mengelola keuangan Renaco dengan lebih rapi dan terpisah dari keuangan pribadi.

Sementara pelatihan foto produk membuat tampilan Renaco di media sosial semakin menarik, sehingga penjualan meningkat signifikan.

“Dulu saya asal-asalan mencatat pemasukan dan pengeluaran. Setelah ikut pelatihan, saya jadi paham pentingnya pembukuan untuk melihat perkembangan usaha. Dampaknya terasa sekali, saya bisa mengukur laba dan mempersiapkan strategi bisnis,” kata Lilia.

Selain pelatihan, Lilia juga memanfaatkan fasilitas ekosistem digital dari BRI. Usaha Renaco kini dilengkapi QRIS BRI untuk memudahkan transaksi non-tunai dan Point of Sales (POS) yang memantau penjualan secara real time.

“QRIS BRI membuat pelanggan lebih nyaman saat bertransaksi, sementara saya tidak perlu repot menyiapkan uang kembalian. Semua transaksi tercatat otomatis di POS, jadi saya bisa memantau omzet harian Renaco tanpa harus menghitung manual,” jelasnya.

Perjuangan Lilia membesarkan Renaco membuahkan hasil. Kini semua produk Renaco telah bersertifikasi halal, memiliki izin PIRT, serta dilindungi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Dua pekerja harian yang ia rekrut pun ikut merasakan manfaat dari usaha yang semakin berkembang ini.

“Meski skala usaha masih kecil, saya ingin Renaco memberi dampak positif. Paling tidak ada dua keluarga yang terbantu lewat pekerjaan ini,” tutur Lilia.

Ke depan, Lilia memiliki visi besar untuk Renaco. Ia ingin memperluas pemasaran ke luar daerah bahkan mancanegara melalui platform digital. Ia juga bermimpi memiliki gerai khusus Renaco, sehingga pelanggan bisa langsung menikmati berbagai produk olahan kurma dengan konsep kafe sehat.

“Kalau ada pesan untuk teman-teman UMKM, teruslah belajar dan manfaatkan semua fasilitas yang ada, seperti pelatihan di Rumah BUMN binaan BRI. Jangan cepat menyerah, karena kita tidak pernah tahu kapan usaha kita akan berkembang pesat. Kuncinya konsisten,” ujar Lilia.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa BRI berkomitmen menjadi mitra utama pertumbuhan UMKM di seluruh Indonesia melalui berbagai program pemberdayaan.

“Salah satunya adalah melalui Rumah BUMN, kami tidak hanya memberikan akses pelatihan dan pembinaan, tetapi juga mendukung UMKM dengan teknologi dan akses pasar, sehingga harapannya pengusaha UMKM dapat naik kelas,” pungkas Hendy. ***

BRI Salurkan KUR Rp83,38 triliun, Pertanian Jadi Motor Utama

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui peran aktif sebagai penyalur utama Kredit Usaha Rakyat (KUR), BRI menghadirkan akses pembiayaan yang inklusif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Hingga akhir Triwulan II tahun 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp83,88 triliun, atau setara 47,93% dari total alokasi KUR tahun ini sebesar Rp175 triliun. Penyaluran ini dilakukan dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang terjaga di level 2,48%. KUR terus didorong sebagai solusi keuangan bagi pelaku UMKM untuk memperkuat kapasitas usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menekankan bahwa KUR memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan usaha masyarakat dan perluasan kesempatan kerja. Ia menyebut bahwa akses terhadap modal yang terjangkau merupakan kunci dalam meningkatkan skala usaha dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

“KUR menjadi instrumen penting dalam memperluas inklusi keuangan, khususnya bagi pengusaha UMKM yang selama ini terkendala akses permodalan. Program ini mampu mendorong peningkatan produktivitas sekaligus menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor strategis. Kami percaya bahwa pembiayaan yang tepat sasaran akan memperkuat kontribusi sektor riil terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Sebagian besar KUR yang disalurkan BRI dialokasikan ke sektor produksi. Tercatat sekitar 63,63% dari total penyaluran mengalir ke sektor seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan kegiatan produksi lainnya. Sektor pertanian sendiri menjadi penyerap terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp37,11 triliun atau sekitar 44,25% dari total KUR yang telah disalurkan hingga akhir Juni 2025.

Capaian ini mencerminkan komitmen BRI dalam menyentuh sektor-sektor esensial yang memiliki dampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam menjaga ketahanan pangan dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

“KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi merupakan langkah penting dalam mendorong pengusaha UMKM agar lebih tangguh dan produktif. Dalam menjalankan peran sebagai penggerak ekonomi di akar rumput, BRI terus memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui pemberdayaan hingga perluasan akses pasar agar pembiayaan semakin berdampak nyata terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan usaha,” pungkasnya. ***

Diskominfo dan Badan Informasi Geospasial Bangun Kolaborasi Bidang Informasi dan Komunikasi Publik

Bogordaily.net — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) membangun kolaborasi dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam bidang informasi dan komunikasi publik.

Kolaborasi tersebut dibahas pada pertemuan audiensi antara Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerjasama BIG, Mone lye Cornelia Marschiavelli dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Bambang Widodo Tawekal, Kamis (24/7).

Kepala Diskominfo menerima audiensi didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik beserta jajaran. Sementara Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerjasama BIG hadir bersama jajaran humas.

Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerjasama BIG, Mone lye Cornelia Marschiavelli menyampaikan pentingnya sinergi antara BIG dan Diskominfo, mengingat adanya kesamaan fungsi dalam hal diseminasi informasi publik.

“Kami melihat ada kesamaan fungsi antara BIG dan Diskominfo, khususnya dalam publikasi kegiatan pemerintah. Ke depan, kami berharap sinergi ini bisa saling mendukung untuk memperluas jangkauan informasi geospasial kepada masyarakat,” ujar Mone.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa kerja sama ini diarahkan pada aksi nyata seperti publikasi kegiatan melalui jaringan media milik Diskominfo, termasuk pemanfaatan videotron dan UPT Radio untuk menghadirkan narasumber dari BIG yang dapat mengedukasi publik terkait pentingnya literasi geospasial.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, menyambut dengan baik inisiatif kerja sama yang ditawarkan BIG. Menurutnya, kolaborasi ini akan memperkuat fungsi pelayanan informasi kepada masyarakat, terutama yang berkaitan dengan data dan layanan geospasial.

“Kerja sama ini sangat kami sambut baik. BIG memiliki peran penting dalam menyediakan informasi geospasial. Dengan kolaborasi ini, masyarakat bisa lebih memahami bagaimana peran BIG dalam kehidupan sehari-hari dan perencanaan pembangunan,” ungkap Bambang.(*)

BPBD Kota Bogor Tingkatkan Kapasitas Relawan Kebencanaan

0

Bogordaily.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menggelar kegiatan peningkatan kapasitas relawan kebencanaan di wilayah Kota Bogor.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Agustian Syah, di Whiz Hotel, Jalan Pajajaran, Kota Bogor.

Agustian Syah menuturkan, relawan kebencanaan merupakan garda terdepan dalam proses penanggulangan bencana, tak terkecuali di Kota Bogor.

Menurutnya, keberadaan mereka sangat penting, mulai dari tahap awal, pendampingan, hingga tahap akhir penanganan bencana. Para relawan berperan besar dalam membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, khususnya BPBD, dalam memberikan respons terhadap kejadian bencana.

Melalui peningkatan kapasitas ini, Agustian Syah berharap para relawan mendapatkan ilmu dan penyegaran keterampilan dalam menghadapi serta menangani bencana.

Upaya mitigasi yang dilakukan oleh relawan menjadi poin penting yang dapat dijadikan data bagi Pemkot Bogor dalam menganalisis dan melakukan kajian kebencanaan.

Respons cepat dari para relawan saat bencana terjadi juga mendapat apresiasi, karena membantu BPBD yang memiliki keterbatasan personel.

“Faktor lokasi, kedekatan, dan lainnya membuat para relawan dapat merespons lebih cepat saat bencana terjadi, sementara BPBD membutuhkan waktu untuk mencapai lokasi. Para relawan juga menguasai jalur komunikasi, pengobatan, distribusi logistik, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ia juga menekankan, bahwa Pemkot Bogor tidak bisa bekerja sendiri. Sehingga, diperlukan kolaborasi dari semua pihak.

Selain itu, pentingnya memperkuat sinergi, kolaborasi, dan koordinasi antarelemen relawan kebencanaan. Pemkot Bogor, kata Agustian Syah, memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan kapasitas relawan yang mencakup berbagai aspek kebutuhan.

Selain itu, Agustian Syah juga menyoroti pentingnya kekompakan, solidaritas, dan menghilangkan ego sektoral dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Sementara dalam sambutannya, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas relawan kebencanaan merupakan bagian dari program kerja BPBD Kota Bogor Tahun 2025 yang dilatarbelakangi oleh semangat tanggung jawab kemanusiaan.

Menurut Dimas Tiko, kegiatan ini merupakan forum yang sangat baik sekaligus menjadi titik awal (starting point) untuk melakukan pendataan secara masif terkait jumlah relawan dan pemangku kepentingan (stakeholder) di Kota Bogor. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Program KIP Kuliah Dibuka! Cek Cara Daftar dan Syaratnya Disini

0

Bogordaily.net –  Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tahun 2025 kembali dibuka Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Program ini membuka peluang bagi lulusan SMA/SMK/sederajat yang berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi untuk bisa kuliah.

KIP Kuliah 2025 tersedia untuk calon mahasiswa yang memilih jalur seleksi mandiri di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Program ini menjadi kesempatan bagi calon mahasiswa yang sempat belum beruntung dalam seleksi jalur SNBP dan UTBK-SNBT.

Bagi calon mahasiswa yang berencana mengikuti seleksi mandiri PTN atau PTS, berikut jadwal pendaftaran KIP Kuliah 2025 yang perlu diketahui:

  • Pendaftaran KIP Kuliah seleksi mandiri PTN dan PTS: 4 Juni 2025
    Penutupan pendaftaran KIP Kuliah seleksi mandiri PTN: 30 September 2025.
  • Penutupan pendaftaran KIP Kuliah seleksi mandiri PTS: 31 Oktober 2025.
    Melansir dari laman resmi KIP Kuliah, jadwal tersebut memungkinkan dapat berubah sewaktu-waktu. Sehingga calon mahasiswa perlu mengecek secara berkala dan mengikuti informasi terbaru dari Kemendiktisaintek.

Syarat pendaftaran KIP Kuliah 2025 jalur seleksi mandiri PTS dan PTN

Sebelum memulai proses pendaftaran, ada beberapa syarat yang perlu calon mahasiswa penuhi, yakni sebagai berikut:

1. Lulusan SMA/SMK/sederajat tahun 2023, 2024, atau 2025. KIP Kuliah berlaku bagi lulusan baru hingga tahun sebelumnya yang belum kuliah.

2. Telah diterima sebagai mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS) melalui jalur seleksi mandiri di universitas naungan Kemendiktisaintek dan program studi yang terakreditasi.

3. Calon pendaftar merupakan salah satu kriteria penerima:

4. Pemilik Kartu Indonesia Pintar (KIP) sekolah SMA/sederajat, terdaftar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), atau menerima bantuan sosial dari pemerintah.

5. Termasuk masyarakat miskin atau rentan miskin maksimal desil 3 di data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

6. Berasal dari panti sosial atau panti asuhan.

7. Memiliki potensi akademik yang baik dan berasal dari keluarga keterbatasan ekonomi/miskin, atau kondisi khusus lain yang dibuktikan dengan dokumen sah.

8. Memiliki pendapatan kotor gabungan orang tua/wali maksimal dari Rp4.000.000 per bulan atau pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp750.000 per orang.

9. Memiliki bukti Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari pemerintah desa atau kelurahan secara resmi.
Cara pendaftaran KIP Kuliah 2025 jalur seleksi mandiri

Bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar, berikut adalah langkah-langkah proses mendaftar KIP Kuliah jalur mandiri 2025 secara online:

  • Kunjungi situs resmi KIP Kuliah di http://kip-kuliah.kemdikbud.go.id pendaftaran
  • Klik menu “Daftar/Masuk” dan pilih opsi “Daftar Akun”.
  • Masukkan data diri yang diperlukan, seperti NIK, NISN, dan alamat email yang aktif.
  • Setelah berhasil validasi, periksa kotak masuk email yang didaftarkan. Dalam email akan tersedia nomor pendaftaran dan kode akses untuk login ke akun KIP Kuliah.
  • Login ke laman KIP Kuliah menggunakan nomor pendaftaran dan kode akses yang telah dikirim.
  • Isi formulir pendaftaran dengan data diri yang lengkap, informasi mengenai keluarga, pendidikan, kondisi ekonomi, dan rencana pendidikan pendaftar.
  • Unggah dokumen yang diperlukan, seperti Kartu Tanda Pengenal (KTP), Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), foto rumah, dan bukti prestasi.
  • Pada menu “Seleksi”, pilih jalur “Mandiri PTN” atau “Mandiri PTS”.
  • Isi perguruan tinggi dan program studi tujuan.
  • Periksa kembali semua data yang telah diisi. Setelah itu, klik “Simpan Seleksi” untuk menyelesaikan proses pendaftaran.
  • Pendaftar KIP Kuliah yang dinyatakan lulus seleksi di perguruan tinggi, masih akan menjalani proses verifikasi lanjutan oleh pihak kampus.
  • Apabila berhasil pada tahap verifikasi tersebut, perguruan tinggi akan mengajukan calon mahasiswa ke Kemdiktisaintek sebagai penerima program KIP Kuliah.

Itulah informasi tentang KIP Kuliah 2025. Semoga bermanfaat. ***