Home Blog Page 501

Pengunjung Papa Bears Babak Belur, Satpol PP Kota Bogor: Jangan Bakar Lumbungnya

0

Bogordaily.net – Peristiwa pengeroyokan yang diduga oleh petugas keamanan Tempat Hiburan Malam (THM) Papa Bears, terhadapa seorang pengunjung berinisial MH, tidak terendus oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kota Bogor.

Akibat pdari aksi kekerasan terhadanya, pada Selasa, 11 November 2025, dini hari sekira, pukul 03.00 WIB. MH harus mengalami luka fisik. Tidak hanya itu ia menderita trauma mendalam.

Menanggapi kejadian terabut, Kabid Gakumda Satpol PP Kota Bogor, Asep, mengaku tidak tahu menahu jika THM tersebut telah terjadi didug tindak perdana berupa pemukulan terhada salah seorang pengunjung.

“Wah, saya malah gak tau, kapan kejadian nya,” tanya balik Asep kepada Bogordaily.net saat dikonfirmasi, Jumat 14 November 2025.

Saat disinggung soal dugaan THM menjadi tempat menjual minuman beralkohol (Minol), sebagai tempat kejadian perkara (TKP), Asep akan mengkaji pelanggarannya terlebih dahulu.

“Perlu analisis dulu, karena di kota bogor cafe lainnya juga menjual minol sesuai ijin. Analoginya ketika ada tikus di lumbung padi, untuk menangkap tikus nya, kan ga harus juga kita bakar lumbung nya,” jelasnya.

DPD KNPI Kota Bogor Buka Suara

Terpisah, menurut Wakil Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Milzam Bajened, tindak kekerasan dalam bentuk apa pun tidak bisa ditoleransi, terlebih jika terjadi di ruang publik yang seharusnya menghadirkan rasa aman.

“Kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan, apalagi terjadi di ruang publik yang seharusnya memberi rasa aman dan nyaman bagi warga,” ujar milzam.

Menurutnya Pemkot Bogor harus melakukan evaluasi Standar Keamanan Tempat Hiburan.

Seharusnya untuk menindaklanjuti kejadian ini, Pemerintah Kota Bogor bersama Dinas Pariwisata dan Satpol PP, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) keamanan di kafe, bar, maupun tempat hiburan lainnya.

Menurut milzam, keamanan di ruang publik seharusnya mengedepankan pendekatan persuasif, bukan represif.

Ia juga mendesak agar pengelola Kafe papabears , lokasi terjadinya insiden, bertanggung jawab baik secara moral maupun hukum.

Meski peristiwa terjadi di luar jam operasional, pihak pengelola tetap memiliki kewajiban untuk memperketat pengawasan terhadap petugas keamanan serta memastikan SOP keamanan diterapkan secara profesional.

Ingatkan Identitas Kota Bogor

Tak hanya itu, Milzan juga melontarkan soal tanggung jawab moral dan etika publik. Milzam menekankan bahwa setiap pelaku usaha wajib menciptakan lingkungan yang kondusif dan menghormati hak-hak konsumen.

Pada kesempatan ini ia mengimbau supaya masyarakat dapat menyikapi secara dewasa dan bersabar dalam menyelesaikan perbedaan.

“Etis saling menghormati harus dijunjung tinggi. Setiap persoalan bisa diselesaikan tanpa harus mengedepankan kekerasan,” tegasnya.

Lebih detail Milza menuturkan Kota Bogor harus menjadi Kota Ramah. Ia mengingatkan bahwa Kota Bogor memiliki identitas sebagai kota wisata sekaligus kota yang religius.

Oleh karena itu, tindakan kekerasan yang mencederai kenyamanan publik tidak boleh dibiarkan berulang.

“Kota Bogor harus dikenal sebagai kota yang ramah dan nyaman bagi siapa pun, bukan kota yang identik dengan kekerasan di ruang publik,” pungkas Milzam.

Insiden ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak agar ke depan tempat hiburan malam maupun ruang publik lainnya di Kota Bogor benar-benar mampu memberikan rasa aman, sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.*

(Irfan Ramadhan/Diki Sudrajat)

Polisi Selidiki Kasus Penyelundupan 10 Paket Narkoba di Lapas Gunung Sindur

0

Bogordaily.net – Polisi selidiki kasus penyelundupan 10 paket narkoba di Lapas Gunung Sindur, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor yang dilakukan oleh seorang wanita berinisial J.

Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Azi Lesmana menjelaskan bahwa, pihaknya sudah melakukan penangkapan terhadap seorang wanita yang membawa barang terlarang, pada Rabu 12 November 2025.

“Sudah sudah (Diamankan), sedang dilakukan penyelidikan mendalam,” kata AKP Aji, Jum’at 14 November 2025.

Azi menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan terkait kasus tersebut. Ia memastikan, pelaku akan ditindak sesuai prosedur hukum.

“Itu masih dalam pengembangan kita yang jelas kan kita bersama dengan lapas seandainya memang ada perbuatan melawan hukum Terkait narkotika langsung kita sesuaikan dengan prosedur yang berlaku,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, petugas lapas Gunung Sindur berhasil mengagalkan penyeludupan yang diduga narkotika jenis sabu. Dugaan barang terlarang itu dibawa oleh seorang gadis di dalam kemasan makanan ringan dan bungkus rokok.

“Pertama ditemukan di dalam makanan ringan, dan selang sekitar 40 menit, satu pengunjung lain kami amankan dengan modus serupa melalui bungkus rokok,” ujar Kepala Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Wahyu Indarto.

Wahyu juga menambahkan bahwa pihaknya berhasil mengamankan satu pengunjung lainnya  yang diduga berusaha menyelundupkan barang terlarang.

Ia juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sepuluh paket sabu, dua unit telepon genggam, satu bungkus rokok, dan dompet milik pelaku dan telah diserahkan ke Polres Bogor

“Selain J petugas juga mengamankan seorang pengunjung lainnya, E, bersama temannya, setelah ditemukan satu paket sabu yang disembunyikan di dalam bungkus rokok yang dibawa untuk napi di Blok B,” ungkap Wahyu.***

Albin

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Apresiasi Pengangkatan 9.687 P3K Paruh Waktu

0

Bogordaily.net – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara, memberikan apresiasi atas pengangkatan 9.687 P3K pegawai paruh waktu yang baru dikukuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor pada Jumat, 14 November 2025. 

Adapun, jumlah tersebut tercatat sebagai yang terbanyak di Indonesia, dan dinilai menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Pertama kami mengucapkan selamat atas pengangkatan pegawai P3K paruh waktu dengan jumlah total terbanyak di seluruh Indonesia, yaitu 9.687 orang. Tentu ini menjadi semangat baru,” kata Sastra Winara.

Menurut Sastra, pengukuhan besar-besaran ini dapat menjadi langkah strategis bagi pemerintah daerah untuk memperkuat layanan kepada masyarakat.

Dengan tambahan ribuan pegawai baru, diharapkan percepatan dan pemerataan pelayanan publik dapat semakin terasa di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

“Kami meminta Pemda, dengan diangkatnya pegawai P3K paruh waktu, bisa semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Kemudian, Sastra mengingatkan pentingnya profesionalisme, dedikasi, dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. 

Ia mendorong para pegawai untuk bekerja sepenuh hati dan menunjukkan kinerja terbaik.

“Selamat berjuang, selamat bergabung. Tunjukkan kinerja terbaik untuk masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Sastra.

Tak hanya itu, Sastra turut mengingatkan agar para pegawai baru menjauhi praktik judi online yang saat ini banyak menjerat masyarakat dan dapat memberikan dampak negatif serius, termasuk terhadap disiplin dan integritas kerja.

“Mudah-mudahan yang baru ini tidak ada yang terlibat judi online. Kita berharap dengan diangkatnya PPPK paruh waktu, mereka tidak tergiur dan tidak terlibat hal-hal seperti itu,” ungkapnya.***

Albin

Wamenkop: Program Pemagangan Ke Kopontren Segera Bergulir Guna Percepat Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) dapat menjadi motor penggerak ekonomi umat. Kopontren juga memiliki potensi besar menjadi pusat pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi yang berkelanjutan.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menjelaskan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang digelorakan pemerintah dapat disinergikan dengan koperasi eksisting termasuk dengan Kopontren. Sinergi ini diperlukan untuk memastikan agar Kopontren dapat menjadi tempat pemagangan bagi pengurus Kopdes/Kel Merah Putih agar saat beroperasi dapat berjalan dengan baik.

Wamenkop Farida menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Koperasi (Kemenkop) memulai menjalankan program pemagangan 500 Kopdes/Kel Merah Putih ke koperasi-koperasi yang aktif dan sehat termasuk kepada Kopontren. “Tiga koperasi pesantren menjadi tempat magang kita, termasuk Koperasi Pondok Pesantren Sunan Drajat di Lamongan,” ujar Wamenkop Farida saat menghadiri acara Optimalisasi Peran Pondok Pesantren dan Lembaga Ekonomi Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat di Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar, Lamongan, Jawa Timur, Jumat (14/11).

Ia juga menjelaskan bahwa berdirinya 80.000 unit Kopdes/Kel Merah Putih menjadikan tugas dan tanggung jawab Kemenkop untuk melakukan pendampingan terhadap eksistensi koperasi semakin besar. Oleh karena itu pendampingan terhadap ribuan koperasi tersebut tidak mungkin dilakukan pemerintah sendiri sehingga memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk dengan Kopontren.

“Pada faktanya, pondok pesantren itu mampu mengkonsolidasi dan menjadikan lembaga koperasi berdaya serta bermanfaat bagi pesantren maupun masyarakat sekitarnya,” tegasnya.

Wamenkop Farida mengapresiasi kepada pondok pesantren yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Ia menegaskan bahwa pelibatan pondok pesantren dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi tidak sekedar teori melainkan sebagai wujud nyata sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pesantren.

“Ini adalah ajang untuk mendorong kemajuan ekonomi umat, dan kita yakin pesantren mampu dan pasti bisa melaksanakan itu,” ujarnya.

Lebih jauh, Wamenkop Farida menegaskan bahwa pondok pesantren bukan hanya lembaga dakwah dan pendidikan, tetapi memiliki tanggung jawab menyiapkan santri dengan jiwa wirausaha. Menurutnya sudah banyak contoh nyata pondok pesantren mampu mengembangkan dan memberdayakan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi ekonomi di wilayahnya.

“Santri masa kini tidak hanya dituntut berdakwah di mimbar, tetapi juga harus mampu menjadi entrepreneur yang menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.

Kemenkop berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan terhadap pondok pesantren dalam penguatan koperasi pesantren, peningkatan profesionalisme SDM, dan pengembangan usaha pesantren secara mandiri. “Koperasi adalah lembaga usaha. Ia bisa untung jika dikelola profesional. Itu yang sedang kami perkuat,” jelasnya.

Farida juga menegaskan bahwa potensi ekonomi pesantren sangat besar melalui jaringan santri, alumni, unit usaha pesantren, serta kedudukan pesantren di tengah masyarakat. Hal ini menjadi modal besar bagi sebuah pesantren untuk meningkatkan kapasitasnya dengan mendirikan sebuah koperasi berbasis pondok pesantren.

Wamenkop Farida menambahkan bahwa konsolidasi koperasi pondok pesantren dengan Kopdes/ Kel Merah Putih akan segera digelar. Ia menilai momentum ini sangat tepat untuk menguatkan peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat melalui Kopdes/Kel Merah Putih yang baru terbentuk.

Wamenkop Farida berharap kerja sama ini benar-benar memberi dampak positif bagi pondok pesantren dan masyarakat sebagai anggota Kopdes/Kel Merah Putih. Tak lupa, Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra mulai dari BAZNAS, Rumah Zakat, BUMN, hingga perbankan syariah yang turut mendukung penguatan ekosistem ekonomi pesantren.

“Semoga apa yang kita lakukan dapat membuktikan bahwa pesantren benar-benar mampu berjaya dan mandiri,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Wamen Farida berharap semangat kolaborasi ini semakin memperkuat posisi pesantren sebagai pusat pemberdayaan dan lembaga ekonomi masyarakat. “Semoga sinergi ini membawa keberkahan bagi pesantren dan masyarakat sekitarnya,” tutupnya.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi membenarkan bahwa wilayahnya merupakan salah satu kabupaten dengan jumlah santri terbanyak di Jawa Timur. Dengan posisi strategis tersebut, Lamongan memiliki peran penting dalam mendukung program swasembada pangan dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis pondok pesantren.

“Program prioritas Lamongan Nyantri menjadi wujud komitmen kami memperkuat eksistensi pesantren sebagai mitra strategis pembangunan daerah termasuk dalam pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.

Menurut Yuhronur, pondok pesantren bukan hanya pusat syiar Islam, tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi umat, pengembangan SDM, dan benteng moral bangsa. Berbagai program seperti UMKM Naik Kelas, Poskestren, Wirausaha Santri, dan Beasiswa Perintis menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan yang terus dijalankan oleh pemerintah daerah Lamongan.

Ia juga melaporkan bahwa Lamongan kini memiliki 474 Kopdes/Kel Merah Putih atau yang terbanyak di Jawa Timur. Dari jumlah itu sebanyak 96 koperasi beroperasi aktif di 21 kecamatan. Dengan adanya Kopontrenndan Kopdes/ Kel Merah Putih di Lamongan, ia berharap sinergi diantara keduanya dapat berjalan optimal terutama dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan penggerak ekonomi masyarakat pesisir Pantura.

“Kami meyakini forum ini akan melahirkan inisiatif kolaboratif untuk memperkuat kemandirian ekonomi Lamongan,” katanya.***

Dedie Rachim Prihatin Soal Puluhan Siswa di Bogor Diduga Keracunan Menu Program MBG

0

Bogordaily.net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah puluhan siswa dari SDN 2 Batutulis, SDN 3 Batutulis, SD Lawanggintung, serta sekolah PUI Kota Bogor mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG pada Jumat 14 November 2025.

Insiden tersebut membuat para siswa tiba-tiba merasakan mual, pusing, hingga muntah tak lama setelah mengonsumsi makanan yang diproduksi oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) La Isola Batutulis.

Temuan awal mengungkapkan bahwa dapur SPPG tersebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan.

Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat SLHS merupakan syarat wajib bagi penyelenggara layanan makanan, terutama yang ditujukan untuk anak-anak sekolah.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh SPPG seharusnya beroperasi hanya jika sudah memenuhi standar kesehatan yang berlaku.

“Saya sangat prihatin, mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Semua SPPG wajib mengantongi SLHS dari Dinas Kesehatan. Kebetulan SPPG yang hari ini menjadi sumber insiden adalah SPPG baru dan memang belum memiliki SLHS,” kata Dedie.

Ia menambahkan, SPPG tersebut semestinya baru akan mengikuti pelatihan pada keesokan hari. Namun operasional yang dilakukan lebih awal tanpa izin dan standar higienitas justru memicu insiden yang membahayakan siswa.

“Harus ada kehati-hatian. Jangan mengabaikan urusan kesehatan anak-anak kita. Jangan sampai hanya karena kecerobohan, anak-anak menjadi korban,” tegasnya.

Dinas Kesehatan Kota Bogor memastikan seluruh siswa yang terdampak telah mendapat penanganan medis. Hingga laporan terakhir, tercatat 36 siswa mengalami gejala keracunan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan Program MBG.***

Muhammad Irfan Ramadan

RS Murni Teguh Ciledug Kini Hadirkan Layanan Spesialis Bedah Onkologi

0

Bogordaily.net – RS Murni Teguh Ciledug terus memperluas layanan medisnya demi memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Kini, rumah sakit telah resmi menghadirkan layanan Spesialis Bedah Onkologi, melengkapi lebih dari 25 layanan dokter yang sudah ada, mulai dari Dokter Umum, Dokter Gigi, hingga berbagai spesialisasi klinis.

Kehadiran layanan baru ini menjadi komitmen RS Murni Teguh Ciledug dalam memberikan penanganan kanker yang lebih komprehensif, modern, dan terintegrasi.

Layanan Bedah Onkologi ditangani langsung oleh dr.Ivan Rinaldy, Sp.B.Subsp.Onk(K), seorang dokter spesialis bedah onkologi yang berpengalaman dalam menangani berbagai jenis tumor ataupun kanker, tumor atau kanker payudara, thyroid, kepala leher, Kulit, kelenjar liur, jaringan lunak atau otot, serta kasus – kasus tumor kompleks lainnya.

Dengan kemampuan melakukan tindakan pembedahan yang presisi dan berbasis bukti ilmiah terkini, dr. Ivan menghadirkan standar pelayanan tinggi bagi setiap pasien.

Didukung fasilitas bedah yang lengkap, tim multidisiplin, serta pendekatan komunikasi yang jelas dan empatik, RS Murni Teguh Ciledug memastikan pasien mendapatkan perawatan yang aman, terarah, dan memberikan harapan untuk kualitas hidup yang lebih baik.

Menurut dr. Ivan Rinaldy, Sp.B.Subsp.Onk(K), layanan Bedah Onkologi ini dihadirkan untuk mempercepat alur penanganan kanker dan memberikan dukungan penuh kepada pasien serta keluarganya.

“Setiap pasien kanker membutuhkan perawatan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi. Kami ingin hadir sebagai solusi yang dapat dipercaya, dengan pendekatan yang holistik dan penuh empati,” ujarnya.

dr. Ivan Rinaldy, Sp.B.Subsp.Onk(K) melayani pasien di RS Murni Teguh Ciledug pada hari :

Senin : 17.00 – 19.00 wib
Selasa : 16.00 – 18.00 wib
Rabu : 16.00 – 18.00 wib
Kamis : 16.00-18.00 wib
Jumat : 16.00-18.00 wib
Sabtu : 14.00 – 16.00 wib

Sesmen UMKM Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi Tepat Guna untuk Tingkatkan Daya Saing

0

Bogordaily.net — Sekretaris Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Sesmen UMKM), Arif Rahman Hakim, mendorong para pengusaha UMKM untuk memanfaatkan teknologi tepat guna agar semakin kompetitif dan memiliki daya saing lebih kuat di pasar.

“Kalau UMKM ingin berproduksi secara massal, skala ekonominya harus terpenuhi supaya biaya produksi bisa turun. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan alat bantu berbasis teknologi tepat guna agar kapasitas produksi dapat meningkat,” ujar Sesmen UMKM Arif Rahman Hakim saat meninjau workshop Metro Mesin di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (13/11).

Menurut Sesmen Arif, teknologi tepat guna bukan sekadar mesin atau alat modern, melainkan solusi inovatif yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat dan skala usaha.

Arif mencontohkan, banyak industri rumahan di sektor pertanian yang sebelumnya hanya mampu menghasilkan satu hingga tiga produk per hari, kini mampu memproduksi hingga ratusan unit setelah menerapkan teknologi sederhana namun efisien.

“Dengan alat yang sesuai kebutuhan, produksi bisa meningkat berkali lipat. Dampaknya, harga per produk menjadi lebih efisien. Ini bukti nyata bagaimana teknologi tepat guna menjadi kunci agar UMKM bisa naik kelas dan meningkat daya saingnya,” katanya.

Lebih lanjut, Arif menyampaikan pada tahun 2025, Kementerian UMKM melalui sumber pembiayaan DAK Nonfisik bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menghubungkan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) ke rantai pasok industri.

Program tersebut mencakup pelatihan bagi 4.649 peserta, pendampingan oleh 198 tenaga pendamping, serta inkubasi usaha bagi 75 tenant terpilih. Langkah ini bertujuan memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas produksi, serta membekali UMK dengan pengetahuan produksi terkini dan pemanfaatan teknologi digital.

“Keterhubungan ini diharapkan memperkuat rantai pasok lokal, mengurangi ketergantungan dari luar daerah, dan pada akhirnya meningkatkan ketahanan ekonomi regional,” kata Arif.

Selain memperluas pasar, program ini juga berfokus pada peningkatan kualitas produk dan efisiensi produksi agar UMK mampu memenuhi standar pasar domestik maupun internasional.

Sementara itu, di lokasi yang sama, pemilik Metro Mesin, Hadi Apriliawan, menuturkan bahwa keunggulan teknologi tepat guna terletak pada kemampuannya menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengguna.

“Keunggulannya adalah disesuaikan dengan kebutuhan customer. Misalnya, dengan penerapan Internet of Things (IoT), proses produksi menjadi lebih cepat dan jumlah output meningkat,” ujar Hadi.***

Terjadi Lagi, Puluhan Siswa SD Diduga Keracunan MBG di Kota Bogor, DPRD Minta Investigasi Total dan Evaluasi SPPG

0

Bogordaily.net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah puluhan pelajar dari SDN 2 dan 3 Batutulis, SD Lawanggintung, dan sekolah PUI di Kota Bogor mengalami dugaan keracunan makanan, Jumat 14 November 2025.

Para siswa disebut mulai merasakan pusing, mual, dan muntah setelah menyantap menu MBG yang diproduksi dapur SPPG La Isola di Batutulis sekitar pukul 09.30 WIB.

Berdasarkan laporan Puskesmas Balekambang dan Dinas Kesehatan Kota Bogor, menu ayam yang dikonsumsi diduga memiliki aroma tidak sedap dan bagian yang belum matang.

Dari 36 siswa yang datang ke fasilitas kesehatan, sebagian besar mengalami keluhan mual, pusing, dan muntah, sementara tiga siswa masih menjalani perawatan.

Menanggapi kejadian tersebut, Anggota DPRD Kota Bogor Dapil Bogor Selatan, Dedi Mulyono, menyampaikan keprihatinan mendalam dan meminta Pemkot Bogor melakukan investigasi menyeluruh.

“Ini kejadian serius dan tidak boleh dianggap ringan. Program MBG dibuat untuk meningkatkan gizi anak-anak, bukan malah menjadi sumber keracunan massal. Pemerintah harus turun cepat dan transparan,” tegas Dedi, Jumat (14/11/2025).

Dedi menilai dugaan ayam kurang matang menunjukkan lemahnya kontrol kualitas di dapur SPPG. Ia menegaskan kejadian seperti ini tidak boleh terulang.

“Kalau ada SPPG yang lalai, harus dihentikan sementara. Semua dapur MBG wajib memperketat standar kebersihan dan proses masaknya. Anak-anak bukan bahan eksperimen,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fakta bahwa dari 55 SPPG yang beroperasi di Kota Bogor, baru 5 yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Ini alarm keras. sertifikasi higiene itu syarat utama, bukan pelengkap. Pemkot harus segera menertibkan semua SPPG agar memenuhi SLHS. Jangan tunggu korban berikutnya,” kata Dedi.

DPRD Kota Bogor, lanjutnya, akan mengawal proses investigasi dan mendorong agar hasil laboratorium segera dipublikasikan.

Ia meminta Dinas Kesehatan dan Dinas PUPR memperketat pengawasan rantai produksi MBG, mulai dari penerimaan bahan, pengolahan, hingga distribusi ke sekolah.

“Program MBG itu bagus dan sangat dibutuhkan. Tapi pelaksanaannya wajib aman, profesional, dan sesuai standar. Tidak boleh lagi ada makanan yang lolos tanpa pengecekan ketat,” pungkasnya.***

Ibnu Galansa

Imigrasi Bogor Gelar Bakti Sosial Hari Bakti Keimigrasian ke-75, Hadirkan Donor Darah dan Sembako

0

Bogordaily.net- Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Bogor menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk “Satu Langkah, Satu Semangat, Satu Pengabdian untuk Bangsa” sebagai bagian dari rangkaian Hari Bakti Keimigrasian yang ke-75 tahun 2025.

Kegiatan tersebut berlangsung penuh kebersamaan dan kepedulian sosial dengan menghadirkan berbagai program seperti donor darah, pembagian paket sembako, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar. Pada Kamis, 13 November 2025.

Kepala Kantor Imigrasi Bogor, Ritus Ramadhana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian jajaran Imigrasi terhadap masyarakat sekaligus wujud nyata pengabdian kepada bangsa.

“Ini salah satu rangkaian kegiatan Hari Bakti Keimigrasian. Kami melaksanakan donor darah, bakti sosial, dan juga tes kesehatan gratis bersama dengan Balai Pemasyarakatan dan Lapas Bogor. Tujuannya tentu untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami ingin ini menjadi agenda rutin, tidak hanya seremonial tahunan. Ke depan kami akan laksanakan kembali di momentum Hari Bakti Keimigrasian berikutnya agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tambahnya Ritus.

Wakil Wali Kota Bogor, Zaenal Muttaqin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah sinergis yang dilakukan oleh Kantor Imigrasi Bogor.

Dalam sambutannya, ia menilai kegiatan sosial seperti ini mampu memperkuat hubungan antara lembaga pemerintah dan masyarakat.

“Membangun sebuah kota tidak bisa hanya oleh pemerintah saja. Dibutuhkan sinergi dan kebersamaan antara lembaga vertikal seperti Imigrasi dengan masyarakat. Hari ini, kegiatan bakti sosial ini menjadi bukti nyata bahwa Imigrasi Bogor memiliki komitmen kuat untuk hadir dan bermanfaat bagi warga,” ujarnya.

Kegiatan tersebut, juga diwarnai dengan pembagian sekitar 300 paket sembako yang disalurkan kepada masyarakat sekitar, termasuk lansia, janda dhuafa, serta pengemudi ojek daring.

Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan, diiringi antusiasme warga yang hadir.

Wakil Wali Kota menilai bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya mempererat tali silaturahim, tetapi juga menjadi sarana efektif membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pelayanan negara.

“Dari kegiatan seperti ini, kita bisa melihat bahwa pemerintah dan masyarakat memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun Bogor yang lebih baik. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga lain untuk melakukan hal serupa,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan, Kantor Imigrasi Bogor menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Melalui langkah nyata ini, Imigrasi Bogor berharap dapat menumbuhkan semangat gotong royong serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kota Bogor.***

(Fitria Hayati)

Tanah Longsor di Cilacap, 21 Warga Hilang, 12 Rumah Rusak, Evakuasi Terus Dilakukan

0

Bogordaily.net – Tanah Longsor di Cilacap kembali mengingatkan bahwa bencana sering datang diam-diam, lalu mencabut apa saja yang berdiri di hadapannya.

Tanah Longsor di Cilacap bukan sekadar kabar musibah, tapi juga potret bagaimana manusia dan alam selalu hidup berdampingan—kadang terlalu dekat.

Tanah Longsor di Cilacap itu terjadi di Desa Cibeunying, Majenang. Malam Kamis, sekitar pukul 20.00 WIB. Hujan memang tidak deras pada hari kejadian, kata Camat Majenang Aji Pramono.

Tapi tanah—yang setiap hari menerima guyuran sejak akhir pekan lalu—rupanya sudah penuh. Sudah jenuh. Tinggal menunggu momen untuk melorot.

Dan ketika waktunya tiba, 12 rumah rusak. 16 rumah lainnya terancam. Nama-nama seperti Surip, Ahmad, Kuswoyo, Subakir, Muslihin, Rohman, Abdul, Econg, Hendrik, Ayu, Atit, Ekem, Warim, Tarim, Warko, sampai Imong, mendadak masuk daftar warga terdampak bencana. Bukan karena pilihan, tapi karena nasib.

Tim SAR gabungan yang dipimpin Kantor SAR Cilacap langsung bergerak. Pagi tadi mereka kembali menyisir dusun Cibuyut dan Tarukahan.

Masih ada 21 warga yang belum ditemukan. Dua sudah ditemukan meninggal dunia. Lima selamat. Sisanya masih menjadi ketegangan tiap menit.

“Tanah masih bergerak di sejumlah titik,” kata Budi Setyawan, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap.

Itu sebabnya warga di zona rawan langsung dievakuasi. Mereka diminta menjauh. Menunggu tanah kembali stabil. Menunggu kabar dari tim pencari.

Aji, sang Camat, menduga akar masalahnya ada pada hujan yang menumpuk selama beberapa hari. Tanah tak mampu lagi menahan akumulasi air. Seperti ember yang terus dituang tanpa henti.

Begitulah. Di desa itu, malam kini terasa lebih panjang dari biasanya. Warga menunggu kabar keluarga.

Tim penyelamat menyisir lumpur demi lumpur. Dan semuanya berharap satu hal: agar tidak ada nama tambahan dalam daftar korban.

Bencana memang tak pernah datang pada waktu yang baik. Tapi manusia selalu mencoba berdiri lagi—meski pelan, meski perih—setelah tanah berhenti bergerak.***