Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 516

Analis Pertahankan Rekomendasi Untuk Koleksi BBRI, Program Koperasi Desa Merah Putih Diproyeksikan Beri Sentimen Positif

0

Bogordaily.net – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang akan diluncurkan Pemerintah pada 19 Juli 2025 dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap prospek saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Hal tersebut disampaikan oleh Indo Premier Sekuritas dalam riset terbarunya pada tanggal 11 Juli 2025, yang mempertahankan rekomendasi BUY untuk saham BBRI dengan target harga Rp4.700,- mencerminkan potensi kenaikan sebesar 21,1% dari harga penutupan Jumat (11/7) yang berada di level Rp3.880,- per lembar saham.

Dalam riset tersebut, Indo Premier menilai bahwa implementasi KDMP akan memperluas potensi pembiayaan BRI, terutama pada sektor mikro dan pedesaan, segmen yang merupakan core business dari BRI.

KDMP menargetkan pembentukan hingga 80.000 koperasi desa, dengan kebutuhan pembiayaan sekitar Rp3 miliar per koperasi. Program ini dinilai sejalan dengan kekuatan BRI dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta produk inklusi keuangan lainnya.

“Skema pembiayaan KDMP yang mengandalkan skema KUR akan memperkuat kontribusi BRI di sektor mikro. Dengan manajemen risiko yang tepat, margin keuntungan tetap menarik, sementara eksposur risiko dapat diminimalisir melalui penjaminan pemerintah,” tulis analis Indo Premier dalam laporan tersebut.

Selain itu, riset juga mencatat bahwa pelaksanaan KDMP berpotensi membuka peluang cross-selling layanan perbankan lain seperti tabungan, virtual account, hingga layanan digital, yang akan memperkuat ecosystem banking BRI di tingkat desa.

Penyaluran kredit ke koperasi desa dinilai dapat mendorong pertumbuhan pinjaman secara selektif, sekaligus memperluas basis nasabah secara berkelanjutan.

Secara valuasi, saham BBRI dinilai masih menarik dengan price-to-book value (P/BV) sebesar 1,8x untuk 2025, jauh di bawah rata-rata historis 10 tahun sebesar 2,4x.

Kinerja keuangan BBRI juga dinilai tetap solid, dengan proyeksi laba bersih tahun 2025 sebesar Rp56,8 triliun, serta imbal hasil dividen (dividend yield) mencapai 8,7%.

Dengan proyeksi pertumbuhan kredit yang stabil, kualitas aset yang terjaga, dan potensi tambahan pembiayaan dari program KDMP, Indo Premier menilai bahwa BBRI tetap menjadi salah satu pilihan utama di sektor perbankan.

Di sisi lain, sebagai salah satu strategi untuk menjaga fundamental kinerja yang berkelanjutan, BRI telah meluncurkan BRIvolution Initiatives Phase 1 – Kicking Off a New Horizon sebagai bagian dari langkah akseleratif dalam transformasi bisnis.

Peluncuran inisiatif ini menandai komitmen kuat BRI dalam membangun masa depan perbankan yang adaptif dan berbasis nilai.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan tonggak penting dalam mengarahkan BRI menuju horizon baru yang lebih visioner, kolaboratif, dan berdampak, demi memperkuat posisi BRI sebagai bank terbesar dan paling inklusif di Tanah Air.

“Peluncuran fase pertama BRIvolution ini menjadi fondasi awal dari rangkaian transformasi berkelanjutan yang akan dijalankan BRI, seiring dengan upaya perusahaan untuk menjawab dinamika industri keuangan dan kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan untuk memperkuat daya saing dan memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholder BRI,” pungkas Hery. ***

Wamen UMKM Ajak Lembaga Inkubator MCEBI Ciptakan WIrausaha Muda Berkualitas

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Wamen UMKM) Helvi Moraza mengajak Universitas Muhammadiyah melalui lembaga inkubator Muhammadiyah Center For Entrepreneurship and Business (MCEBI) turut mengambil bagian dalam menciptakan wirausaha berkualitas dengan sentuhan teknologi.

“Kami percaya untuk menaikkelaskan UMKM itu perlu ada sentuhan teknologi dan sebagai pusat teknologi, tentu saja kampus punya peranan penting itu,” kata Wamen UMKM Helvi Moraza dalam acara Seminar Studentpreneur Boot Camp 2025 yang diselenggarakan oleh MCEBI di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (19/7).

Melalui program Entrepreneur Hub, Wamen UMKM menjelaskan pihaknya akan berkolaborasi dengan lembaga inkubator MBECI untuk menciptakan ekosistem wirausaha yang mumpuni dengan menghadirkan pendampingan pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha, hingga perluasan akses pasar melalui platform digital.

Menurut Wamen Helvi, menciptakan UMKM berkualitas dapat memberikan dua dampak signifikan terhadap kehidupan bangsa.

”Pertama, pengentasan kemiskinan dan kedua, penciptaan lapangan kerja baru,” kata Wamen UMKM.

Oleh karena itu menjadi penting untuk mendorong generasi muda untuk mengambil bagian dalam menumbuhkembangkan UMKM di tanah air.

“Diharapkan nanti para mahasiswa yang berencana jadi wirausaha dapat menjadi UMKM tangguh. Hal ini penting untuk didorong karena UMKM berkontribusi signifikan terhadap PDB kita, dan para mahasiswa inilah yang menjadi calon penerus kita di masa depan,” kata Wamen Helvi.

Ia berharap ke depan kolaborasi ini dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan sehingga semua pihak dapat bergerak bersama dalam mewujudkan wirausaha muda tangguh untuk Indonesia Maju 2045. ***

Pemkot Lanjutkan Penataan Longsor Batutulis, Fokus pada Penguatan Lereng dan Saluran Air

0

Bogordaily.net – Penanganan longsor di kawasan Batutulis terus digenjot Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Seperti diketahui, kawasan tersebut menjadi salah satu titik krusial jalur penghubung wilayah selatan dan pusat kota.

Hingga Jumat (18/7/2025), sejumlah progres pekerjaan telah dirampungkan di lokasi tersebut.

Tiga fokus utama dalam penataan kali ini meliputi pekerjaan lanjutan pancang untuk beronjong pada daerah pengaruh tebing (DPT) lereng level 1, penataan lanjutan lereng level 2 dan 3, serta koordinasi teknis untuk pemasangan saluran u-ditch dan pemindahan pohon di median tengah Jalan Batutulis.

“Pekerjaan penanganan ini kami pastikan terus berjalan sesuai rencana dan standar keselamatan konstruksi. Ini bagian dari langkah mitigasi bencana jangka panjang, dan tentunya demi menjamin kelancaran aktivitas warga,” ujar Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Jumat (18/7/2025).

Dedie Rachim menekankan, bahwa proyek ini bukan hanya respons terhadap kondisi darurat, tapi juga bagian dari penguatan infrastruktur jangka panjang Kota Bogor.

Dedie Rachim juga menegaskan bahwa Pemkot Bogor akan terus mengawasi jalannya pengerjaan secara intensif.

Selain pekerjaan fisik, Pemkot Bogor juga tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait teknis pemindahan pohon di median jalan yang terdampak serta optimalisasi saluran drainase agar aliran air hujan tidak memperparah kondisi lereng.

Dedie Rachim mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan selama pekerjaan berlangsung.

“Kami sangat mengapresiasi kesabaran dan dukungan warga. Ini proses bersama demi keamanan jangka panjang,” tutur Dedie Rachim.

Proyek penataan longsor Batutulis ditargetkan rampung sesuai jadwal, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan faktor teknis lainnya di lapangan. ***

Tingkatkan Kesadaran Kanker, Garda Mangkunegaran Jabar – Banten Gandeng Mayapada Hospital

0

Bogordaily.net Generasi Muda (Garda) Mangkunegaran, mengadakan seminar dan pemeriksaan kesehatan gratis di Mayapada Hospital Bogor, Sabtu 17 Juli 2025.

Ketua Garda Mangkunegaran Jabar-Banten, Giri Maya Yudistira, menuturkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda edukatif, melainkan bentuk nyata kepedulian komunitas terhadap ketimpangan akses kesehatan yang masih dirasakan warga, khususnya di Kota Bogor.

“Banyak warga yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan berkualitas. Lewat kegiatan ini, kami ingin membangun jembatan kolaborasi antara komunitas, tenaga medis, dan dunia usaha,” ujar Giri.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Garda Mangkunegaran, Mayapada Hospital, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Manulife.

“Kami melihat kanker sebagai isu krusial, mengingat banyak kasus baru ditemukan di tahap lanjut. Maka kami dorong edukasi tentang pencegahan dan deteksi dini,” tambahnya.

Selain seminar, Mangkunegaran Jabar-Banten juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya bagi peserta.

Ini termasuk konsultasi awal, pemeriksaan tekanan darah, dan pengenalan cara deteksi dini kanker.

Lebih dari 100 anggota aktif Garda di Bogor yang berasal dari beragam latar belakang dari ASN, hingga tenaga medis ikut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Bagi Giri, peran komunitas seperti Garda sangat strategis dalam menggerakkan kesadaran kolektif soal pentingnya kesehatan masyarakat.

“Kami ingin menjadi lebih dari sekadar organisasi internal. Target kami adalah menjangkau masyarakat umum, apalagi di daerah seperti Pasir Jaya, di mana hampir setengah penduduknya hidup dalam garis kemiskinan,” tuturnya.

Harapan ke depan, lanjut Giri, adalah membuka ruang kolaborasi lebih luas, termasuk dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), lembaga pemerintah, dan rumah sakit lainnya.

Sementara itu, dalam sesi edukasi kesehatan, dr. Arman Mukhtar, Spesialis Bedah Onkologi dari Mayapada Hospital, menyampaikan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala awal kanker, khususnya kanker payudara yang paling umum menyerang perempuan di usia produktif.

“Pemeriksaan mandiri seperti SADARI bisa menyelamatkan nyawa. Banyak pasien datang terlambat karena kurang informasi dan takut memeriksakan diri,” jelas dr. Arman.

Ia menekankan bahwa, semakin dini kanker dikenali, semakin besar peluang kesembuhan melalui metode seperti operasi, kemoterapi, atau terapi radiasi.

Dengan semangat gotong royong, Garda Mangkunegaran berharap program serupa bisa menjadi gerakan berkelanjutan, untuk memperkuat solidaritas sosial dan membuka akses kesehatan yang lebih merata bagi semua lapisan masyarakat. (Ibnu Galansa)

Roadshow IAPVC 2025, Taman Safari Bogor Kampanye Konservasi Satwa Lewat Karya Visual

0

Bogordaily.net Taman Safari Bogor dipercaya menjadi tuan rumah untuk rangkaian Roadshow International Animal Photo and Video Competition (IAPVC) 2025, kompetisi fotografi dan videografi satwa terbesar di Indonesia yang telah berlangsung selama lebih dari 34 tahun.

Setelah sebelumnya sukses menggelar roadshow pertamanya di Solo Safari, IAPVC 2025 kini melanjutkan perjalanannya ke kota kedua, yaitu Bogor, membawa semangat dengan tema “The Picture of Secret Nature”. 

Sebagai lokasi ke-2 dari rangkaian roadshow, Taman Safari Bogor dipilih karena perannya yang strategis sebagai pusat konservasi satwa dan salah satu destinasi edukatif favorit masyarakat Indonesia.

“The Picture of Secret Nature,” IAPVC 2025 mengajak masyarakat untuk melihat lebih dalam keindahan dan kisah tersembunyi di balik kehidupan satwa liar melalui karya foto dan video.

President Director Taman Safari Indonesia Aswin Sumampau menjelaskan bahwa, tema ini mengajak masyarakat untuk menyelami keindahan tersembunyi dunia satwa dan alam, serta mengabadikannya dalam karya visual.

“Kami sangat bangga Taman Safari Bogor, menjadi bagian dari rangkaian roadshow IAPVC 2025. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen kami dalam

pelestarian satwa serta pendidikan konservasi kepada masyarakat,” ujar Aswin Sumampau, Sabtu 19 Juli 2025.

“Melalui lomba ini, kami ingin mengajak lebih banyak orang untuk ikut serta dalam kampanye konservasi, tidak hanya dengan tindakan nyata, tetapi juga melalui karya visual yang inspiratif dan bermakna.” tambahnya.

Dengan menggabungkan Wisata, Konservasi, dan Kreativitas Roadshow ini bukan sekadar perkenalan kompetisi.

Menurutnya, ini adalah ruang kolaborasi antara dunia wisata, pelestarian satwa, dan kreativitas visual. 

Melalui pameran foto, workshop fotografi bersama juri IAPVC, hingga talkshow edukasi, masyarakat diajak untuk lebih memahami peran penting konservasi dan mendapatkan pengalaman langsung memotret satwa.

Adapun, khusus di Taman Safari Bogor, para pengunjung juga bisa mengikuti Roadshow Photo Competition, sebuah kategori khusus yang hanya bisa diikuti peserta yang hadir di lokasi.

Di tempat yang sama, Acting CMO Taman Safari Indonesia Alexander Zulkarnain mengatakan bahwa, pelaksanaan IAPVC yang ke 34 ini menjadi momentum baik untuk mengedukasi masyarakat mengenai kecintaan terhadap satwa liar. 

Menurutnya, konservasi senantiasa diadakan oleh Taman Safari Indonesia grup melalui lensa dan juga baik foto maupun video.

“Karena kita mengetahui begitu banyak jutaan konten mengenai satwa baik dari foto atau dari video melalui ajang ini akan kita kanalisasi menjadi pendidikan yang baik untuk orang orang yang ingin berkontribusi terhadap konservasi satwa liar,” ungkap Alexander Zulkarnain kepada wartawan.

Sebagai informasi, dalam kategori kompetisi IAPVC 2025 menghadirkan enam kategori yang terbuka bagi berbagai kalangan, diantaranya, Indonesian Endemic – Fokus pada satwa endemik Indonesia. Wildlife Category – terbuka untuk peserta nasional dan internasional.

Kemudian, Photo Enthusiast (10–18 Tahun) untuk peserta muda. Roadshow Category khusus untuk peserta roadshow di Solo, Bogor, dan Prigen. Serta Social Media Photo Competition dan Social Media Video Competition.

Sementara itu, IAPVC 2025 juga memberikan apresiasi besar untuk karya terbaik. Total hadiah yang diperebutkan mencapai ratusan juta rupiah, dan yang paling dinanti Grand Prize berupa 1 unit Wuling New Air EV Lite, sebagai simbol komitmen terhadap gaya hidup ramah lingkungan.(Albin Pandita)

Atty Somaddikarya Dorong SKPD Kota Bogor Percepat Penurunan Angka Kemiskinan

0

Bogordaily.net Anggota DPRD Kota Bogor Atty Somaddikarya menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dalam menurunkan dan mempercepat penanggulangan angka kemiskinan di Kota Bogor.

Hal ini dilakukan dalam rapat koordinasi Panitia Khusus (Pansus) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor.

Ia menyoroti agar program-program tersebut harus sejalan dengan visi-misi Wali Kota terpilih serta memenuhi janji-janji politik yang telah disampaikan kepada masyarakat.

“Program itu harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar formalitas dalam laporan. Dan yang paling penting, pastikan anggarannya tersedia,” tegas Atty pada Sabtu 19 Juli 2025.

Lebih lanjut, politisi PDIP ini menyampaikan beberapa usulan konkret kepada SKPD yang diharapkan bisa segera diimplementasikan, antara lain:

1. Dinas Koperasi (Dinkop)

Diminta untuk bekerja sama dengan Bank Kota dalam menyalurkan modal usaha kepada pelaku UMKM dengan skema bunga yang lebih ringan, yakni 50 persen dari suku bunga normal, agar lebih terjangkau oleh masyarakat kecil.

2. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker)

Didorong untuk menganggarkan program padat karya tunai bagi 5.000 hingga 10.000 masyarakat pengangguran, yang direkrut berbasis RT/RW di setiap Kelurahan.

Program ini akan memberikan upah harian sebagai bentuk bantuan langsung yang mampu mendongkrak daya beli masyarakat kurang mampu.

3. Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda)

Diusulkan untuk menggratiskan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi warga miskin dengan tagihan di bawah Rp100 ribu, atau bagi masyarakat dengan luas tanah dan bangunan yang sangat terbatas.

4. Dinas Sosial (Dinsos)

Ditekankan agar memanfaatkan data warga miskin berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Daerah dengan 19 parameter yang terintegrasi lintas OPD.

“Hal ini bertujuan agar Pemkot dapat memberikan pelayanan kesejahteraan dengan pendekatan kearifan lokal, khususnya bagi warga yang belum tercakup dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kemensos,” jelasnya.

Atty juga mengingatkan bahwa, anggaran untuk program padat karya tunai sebenarnya telah tersedia di berbagai pos OPD.

Sehingga dapat langsung digunakan untuk menyerap tenaga kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat miskin, khususnya mereka yang tidak memiliki sumber penghasilan tetap

“Kemiskinan tidak cukup ditangani lewat wacana. Harus ada aksi nyata dan kolaborasi lintas OPD agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tutup Atty.(Ibnu Galansa)

Wilawan Emsawat, Dalang di Balik Skandal Seks Biksu yang Mengguncang Thailand

0

Bogordaily.net – Nama Wilawan Emsawat mendadak jadi buah bibir di Thailand. Perempuan berusia 35 tahun itu disebut sebagai dalang di balik skandal seks biksu yang menggemparkan publik.

Ia diduga menjadi pelaku utama dalam kasus pemerasan seksual terhadap sejumlah tokoh agama Buddha, hingga menyeret institusi keagamaan ke dalam sorotan tajam.

Wajahnya yang cantik, pembawaannya yang anggun, ternyata menyimpan sisi gelap yang mengejutkan banyak orang.

Wilawan diduga merancang skenario untuk menjebak para biksu ke dalam hubungan intim.

Modusnya merayu secara halus, menggoda secara perlahan, hingga akhirnya berhasil mengajak para biksu melakukan hubungan seksual dengannya. Yang lebih mengejutkan, semua tindakan itu diam-diam direkam olehnya.

Setelah video asusila itu berhasil direkam, Wilawan mulai menjalankan aksi pemerasannya.

Para biksu yang terperangkap dalam jebakannya diminta membayar sejumlah uang agar video tidak disebarluaskan.

Ketakutan akan aib dan rusaknya reputasi membuat banyak korban akhirnya memilih membayar, meski dalam diam.

Motifnya diduga murni ekonomi, namun tak sedikit yang percaya ada skenario lebih besar di balik tindakan Wilawan.

Beberapa pihak menduga ia bukan bertindak sendiri, melainkan bagian dari jaringan kriminal yang menargetkan kelemahan institusi keagamaan.

Nama Wilawan Emsawat kini jadi pembicaraan hangat di media sosial dan media arus utama.

Masyarakat menilai kasus ini tak hanya sekadar pelanggaran moral, tapi juga memperlihatkan celah rentan di balik sistem keagamaan yang seharusnya dijaga ketat dari godaan duniawi.

Skandal seks biksu ini telah mencoreng nama institusi religius di Thailand, dan peran Wilawan sebagai pemicu utama tak bisa dipandang remeh.

Kini publik menanti kelanjutan kasus ini, apakah Wilawan akan bertanggung jawab sepenuhnya atas perbuatannya, dan apakah para biksu yang menjadi korban sekaligus pelaku juga akan menghadapi sanksi tegas?***

Didukung BRI, UMKM Katering Pemasok Program MBG Sukses Ekspansi Dapur dan Berdayakan Ratusan Karyawan

0

Bogordaily.net – Pemenuhan gizi anak dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus menjadi fokus utama Pemerintah, salah satunya melalui implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun di balik distribusi makanan bergizi untuk ribuan siswa, terdapat kebutuhan besar untuk memastikan rantai pasok berjalan secara efisien dan berkelanjutan.

Dalam hal ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebagai mitra strategis pemerintah terus mendukung program-program yang berpihak pada masyarakat. Salah satu bentuk konkret dari komitmen tersebut adalah melalui penyediaan akses pembiayaan bagi pelaku usaha lokal yang menjadi bagian dari ekosistem MBG.

Implementasi nyata dari inisiatif ini terlihat di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Di wilayah ini, Ely Hartati, pelaku usaha katering lokal, merasakan langsung manfaat dari akses pembiayaan BRI yang membantunya mengembangkan dua dapur produksi, keduanya kini menjadi bagian dari rantai pasok Program MBG di daerah tersebut.

“Saya awalnya mendapat tawaran dari yayasan untuk menjadi mitra dalam program dapur MBG. Saat itu, dapur saya adalah yang paling siap direnovasi,” ujarnya.

Ely menambahkan, peluang tersebut terbuka berkat kedekatannya sebagai nasabah setia BRI selama lebih dari 30 tahun. Selama itu pula ia rutin memanfaatkan fasilitas kredit dari BRI untuk mengembangkan usaha kateringnya yang telah berdiri sejak 2009. Saat ini, Ely mengelola dua dapur aktif yang berlokasi di Jalan Panjaitan dan Jalan Enggang di Kecamatan Tenggarong.

“Lewat pinjaman dari BRI, saya bisa melakukan pengadaan peralatan seperti food tray, kendaraan operasional, dua kulkas besar, serta showcase untuk penyimpanan makanan,” tambahnya.

BRI Berdayakan Ratusan Karyawan

Dia menuturkan melalui dukungan pembiayaan tersebut, dapur pertamanya berhasil beroperasi sejak Februari 2025. Dapur 1 yang dikelola Ely saat ini mendistribusikan makanan bergizi ke 6 sekolah, terdiri dari 2 SMP dan 4 SD, dengan total 3.310 siswa sebagai penerima manfaat.

Kini, seiring meningkatnya jumlah sekolah yang dilayani dan permintaan distribusi makanan bergizi dari wilayah sekitar, dapur kedua yang berlokasi di Jalan Enggang mulai disiapkan. Dapur ke-2 ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2025 untuk melayani 12 sekolah, mencakup 2 SMK, 1 SMA, 1 SMP, dan 8 SD, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 3.350 siswa.

Lebih lanjut, Ely pun bercerita bahwa dampak dari distribusi makanan bergizi gratis ini mulai dirasakan secara nyata. Selain memberikan manfaat dari sisi peningkatan gizi bagi anak-anak sekolah, inisiatif ini juga berkontribusi langsung terhadap perputaran ekonomi lokal.

Melalui dua dapur yang dikelolanya, Ely kini dapat membuka lapangan pekerjaan dengan mempekerjakan masing-masing 52 karyawan lokal, mulai dari juru masak, tenaga distribusi, logistik, hingga staf administrasi operasional. Secara total, dia menyebut sudah ada lebih dari 100 orang telah terlibat dalam ekosistem dapur yang ia bangun sebagai bagian dari Program Makan Bergizi.

“Kami berusaha membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, semua masyarakat kami libatkan. Awalnya kan kami punya karyawan itu ya hanya beberapa. Namun, dengan meningkatnya kapasitas dapur membuat kita butuh orang lagi, dari situ saya tarik banyak tetangga saya yang ingin bekerja,” jelas Ely.

Pembiayaan Kepada Palaku UMKM

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan bahwa dukungan BRI berupa akses pembiayaan kepada pelaku UMKM dalam program MBG merupakan bentuk nyata sinergi antara sektor perbankan dan Pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus menciptakan dampak sosial yang luas mulai dari peningkatan gizi masyarakat hingga pemberdayaan ekonomi lokal.

“BRI terus berperan aktif dalam memastikan para pelaku UMKM yang terlibat dalam program MBG pemerintah dapat tumbuh secara konsisten dan berkelanjutan. Tidak terbatas pada KUR, namun juga kita membuka banyak akses pembiayaan lainnya. Kisah Bu Ely menjadi salah satu contoh bagaimana pelaku UMKM dapat mengakses pendanaan usaha untuk meningkatkan kapasitas usaha sehingga bisa terus berkembang usahanya sehingga mampu mendukung program pemerintah,” ungkap Hendy.

Viral! Gegara Tampar Murid, Guru Madrasah di Demak Disanksi Rp25 Juta

0

 

Bogordaily.net – Jagat media sosial kembali diramaikan oleh video viral yang memperlihatkan seorang guru madrasah diniyah (madin) di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang dikenai sanksi denda hingga Rp25 juta lantaran tampar salah satu muridnya.

Aksi tersebut memicu kecaman dari wali murid dan masyarakat, hingga akhirnya diselesaikan melalui jalan damai berupa kesepakatan denda.

Dalam video yang beredar, tampak guru tersebut tengah menandatangani sebuah surat pernyataan atau kesepakatan di hadapan wali murid.

Tidak dijelaskan secara gamblang isi dokumen tersebut, namun disebutkan bahwa denda diberikan sebagai bentuk tanggung jawab atas tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap siswa.

“Guru madin Ngampel Jatirejo Kecamatan Karanganyar didenda Rp 25 juta karena menampar murid sehingga membuat wali murid tidak terima atas kejadian tersebut,” narasi unggahan tersebut, dikutip pada Sabtu, 19 Juli 2025.

Belum diketahui apakah kejadian ini dilaporkan ke aparat penegak hukum atau hanya diselesaikan secara kekeluargaan. Namun dari narasi yang beredar, pihak madrasah memilih jalur damai dengan wali murid yang bersangkutan.

Perangkat Desa Jatirejo, Latif, membenarkan bahwa insiden tersebut memang benar terjadi. Ia mengatakan bahwa persoalan tersebut telah ditangani langsung oleh pihak madrasah diniyah (madin) tempat guru tersebut mengajar.

“Iya benar adanya kejadian ini, yang nangani langsung dari pihak madin,” pungkasnya.***

 

Cegah Peredaran Beras Oplosan, Disdagin Lakukan Pengawasan Langsung Ke Toko Modern

Bogordaily.net – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor lakukan monitoring dan pengawasan langsung ke sejumlah toko modern dan supermarket di wilayah Kabupaten Bogor guna mencegah beredarnya beras oplosan.

Hal itu tentu bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kasus beras oplosan, mengingat adanya temuan beras oleh Kementerian Pertanian RI di sejumlah daerah di Indonesia.

Monitoring dan pengawasan langsung ke sejumlah toko modern dan supermarket di wilayah Kabupaten Bogor.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan konsumen sekaligus memastikan mutu dan keamanan pangan, khususnya beras, yang beredar di pasaran aman bagi masyarakat.

Kepala Disdagin Kabupaten Bogor, Arif Rahman menyampaikan bahwa, dari hasil pengawasan yang dilakukan, seluruh produk beras yang dijual di Kabupaten telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Kami memastikan bahwa produk beras yang dijual di toko-toko modern dan supermarket di Kabupaten Bogor telah sesuai standar, baik dari aspek pelabelan maupun berat bersih/netto,” kata Arif, Sabtu 19 Juli 2025.

“Semua produk yang kami periksa mencantumkan label dengan jelas dan berat bersih sesuai, yaitu 5 kg sebagaimana tertera pada kemasan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya indikasi beras oplosan di wilayah Kabupaten Bogor. Hasil pengawasan menunjukkan bahwa produk beras yang beredar di Kabupaten Bogor telah memenuhi ketentuan yang disyaratkan.

“Ini menjadi jaminan atas keamanan serta kualitas bagi para konsumen,” ujarnya.

Menurutnya, meski hasil pengawasan kali ini menunjukkan tingkat kepatuhan yang cukup tinggi dari pelaku usaha terhadap standar mutu pangan. Ia menegaskan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala dan menyeluruh.

“Kesadaran akan pentingnya standar kualitas pangan di Kabupaten Bogor cukup baik, namun kami tetap akan konsisten melaksanakan pengawasan demi menjaga kepercayaan masyarakat serta menjamin keamanan dan kualitas pangan yang beredar di wilayah kami,” ungkap Arif.

(Albin Pandita)