Home Blog Page 517

Sidang MKD DPR RI: Adies Lolos, Nafa Disanksi, Uya–Eko–Sahroni Ikut Kena Imbas

0

Bogordaily.net – MKD DPR RI resmi membacakan putusan terhadap lima anggota DPR nonaktif—Adies Kadir, Nafa Urbach, Surya Utama (Uya Kuya), Eko Patrio, dan Ahmad Sahroni—dalam sidang terbuka di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Sidang tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian laporan dugaan pelanggaran kode etik yang sebelumnya masuk ke meja Mahkamah Kehormatan Dewan.

Perkara yang menjerat kelima anggota itu teregister dalam Nomor 39/PP/IX/2025, 41/PP/IX/2025, 42/PP/IX/2025, 44/PP/IX/2025, dan 49/PP/IX/2025. Masing-masing kasus memiliki sorotan berbeda, mulai dari kontroversi pernyataan tunjangan hingga perilaku tak pantas pada forum resmi negara.

Adies Kadir: Tidak Terbukti Melanggar Etik

Dalam putusannya, MKD menyatakan Adies Kadir tidak terbukti melanggar kode etik. Wakil Ketua MKD Adang Darajatun menegaskan bahwa pernyataan Adies soal tunjangan DPR memang menimbulkan reaksi luas, namun tidak ditemukan unsur kesengajaan untuk menyesatkan publik.

MKD tetap memberikan catatan penting: Adies harus lebih berhati-hati dan memastikan akurasi data ketika berbicara kepada media. Dengan demikian, Adies Kadir kembali aktif menjalankan tugasnya sebagai anggota dan pimpinan DPR.

Nafa Urbach: Sanksi Nonaktif 3 Bulan

Berbeda dengan Adies, MKD menjatuhkan sanksi nonaktif selama tiga bulan kepada Nafa Urbach. Ia dinilai melanggar beberapa ketentuan kode etik setelah pernyataannya soal kenaikan tunjangan DPR dinilai hedonistik dan tidak pantas di tengah kondisi ekonomi sulit.

Selama masa nonaktif, Nafa tidak memperoleh hak keuangan sebagai anggota dewan. MKD juga menekankan pentingnya menjaga etika komunikasi publik agar tidak menimbulkan persepsi negatif masyarakat.

Kasus Lain: Uya Kuya, Eko Patrio, dan Ahmad Sahroni

MKD DPR RI juga menyampaikan perkembangan kasus terkait Surya Utama alias Uya Kuya dan Eko Patrio. Keduanya diadukan karena berjoget dalam Sidang Tahunan MPR 15 Agustus 2025, yang dinilai tidak menghargai marwah lembaga negara.

Sementara itu, Ahmad Sahroni dilaporkan karena penggunaan kata tidak pantas di depan publik. MKD menyebut penggunaan diksi “tolol” termasuk kategori perilaku yang tidak sesuai etika anggota dewan.

Keputusan MKD mempertimbangkan keterangan saksi dari Setjen DPR, koordinator acara sidang tahunan, hingga sejumlah ahli seperti kriminolog, pakar hukum, sosiolog, serta analis perilaku.

Dengan putusan ini, proses etik bagi lima anggota DPR RI periode 2024–2029 resmi dituntaskan oleh MKD DPR RI, sekaligus menegaskan komitmen lembaga tersebut menjaga standar moral dan integritas parlemen.***

Kiandra Ramadhipa Anak Siapa? Profil Lengkap, Asal Sleman, dan Prestasinya di Eropa

0

Bogordaily.net – Kiandra Ramadhipa anak siapa—itulah pertanyaan yang justru lebih dulu masuk mesin pencari sebelum publik benar-benar mengetahui bagaimana bocah 15 tahun itu menari di atas motor balap di Eropa.

Namanya mendadak melesat, lebih cepat daripada tikungan pertama Catalunya yang ia taklukkan dengan dingin.

Ia baru 15 tahun. Masih remaja. Masih di usia ketika anak-anak lain sedang pusing dengan PR matematika. Tapi Dhipa—begitu ia disapa—justru sedang mengumpulkan podium di European Talent Cup 2025.

Barcelona menjadi saksi: ia start dari belakang, lalu menembus kerumunan pembalap seperti menembus riuh masa depan yang memanggil-manggilnya.

Kemenangan itu mengubah banyak hal. Popularitasnya mendadak memuncak. Kalender balapnya makin padat. Dan mesin pencari seperti sedang kehabisan napas mengikuti gelombang pertanyaan publik. Terutama: kiandra ramadhipa anak siapa.

Melompat dari Asia ke Eropa

Musim 2025 adalah batu loncatan besar. Sebelumnya, Dhipa sudah tampil stabil di ATC dan Red Bull Rookies Cup. Tapi Eropa tetaplah Eropa. Lintasan lebih cepat. Kompetisi lebih padat. Hawa tekanannya berbeda.

Namun Dhipa tidak gentar.
Ia menang di Magny-Cours. Ia menang di Catalunya. Ia memaksa orang-orang memperhatikan. Bahkan bagi yang tidak pernah menonton balapan sekalipun, nama itu mulai akrab di telinga.

Di layar kaca, ia seperti pembalap dewasa yang sudah lama hidup dengan adrenalin.
Di luar lintasan, ia hanya remaja 2009 yang masih sering dipanggil “Rama”.

Biodata yang Dicari Semua Orang

Berikut data ringkasnya—data yang akhirnya menenangkan rasa penasaran publik:

* Nama: Muhammad Kiandra Ramadhipa
* Nama Panggilan: Dhipa / Rama
* Tanggal Lahir:4 Desember 2009
* Usia:15 tahun (menuju 16 tahun pada 4 Desember 2025)
* Instagram: @mk.ramadhipa212
* Pembinaan: Astra Honda Racing School → AHRT / Junior Talent Team

Tetapi biodata saja tidak cukup.
Orang tetap bertanya: kiandra ramadhipa anak siapa?

Jawaban yang Muncul dari Sleman

Pertanyaan itu akhirnya terjawab lewat wawancara media daerah setelah kemenangan Catalunya. Sang ayah, M. Yoki Arafat, muncul. Bercerita tenang. Tentang latihan fisik anaknya. Tentang mental yang ditempa perjalanan panjang. Tentang perjalanan dari Sleman ke panggung Eropa.

Ya, Dhipa berasal dari Sleman, DIY, bukan Purworejo seperti rumor yang sempat beredar di media sosial.
Tanah yang sama yang melahirkan banyak talenta muda balap Indonesia.

Hubungannya dengan Veda Ega

Publik lalu mengaitkan Dhipa dengan Veda Ega Pratama. Ada yang menyebutnya “adik”. Ada yang membayangkan hubungan darah. Padahal keduanya tidak bersaudara.

Mereka hanya sama-sama lahir dari kultur balap, berangkat dari jalur pembinaan Astra Honda.
Veda lebih dulu menembus Eropa.
Dhipa menyusul, membawa semangat yang sama.

Yang satu membuka pintu.
Yang satu lagi berlari masuk.

Dari Sleman ke Barcelona, Dhipa sedang menulis bab awal dari karier panjangnya—bab yang bahkan ia sendiri belum sempat membacanya.

Yang jelas, setiap kali ia naik podium, pertanyaan itu kembali terdengar: kiandra ramadhipa anak siapa?

Dan jawabannya kini sudah jelas. Namun prestasinya—itu tetap pertanyaan yang akan ia jawab sendiri, lap demi lap.***

Bahan Bakar Bobibos Terbuat dari Bahan Apa? Inovasi Energi Hijau dari Jonggol Bogor yang Bikin Kagum

0

Bogordaily.net – Bahan bakar Bobibos terbuat dari bahan apa? Pertanyaan itulah yang sejak Minggu sore, 2 November 2025, ramai berputar di kepala para tamu undangan yang memadati kawasan Bumi Sultan Jonggol.

Di tengah deretan pejabat, pengusaha, dan politisi, anak muda bernama M. Ikhlas Thamrin tampil dengan ketenangan seorang peneliti yang sudah terlalu sering gagal, lalu bangkit lagi.

Sepuluh tahun ia menyalakan satu obsesinya: menciptakan energi buatan Indonesia yang bisa membuat bangsa ini berdiri lebih tegak.

Peluncuran Bahan Bakar Bobibos bukan sekadar seremoni. Juga bukan pesta klaim besar. Ia lahir dari riset panjang PT Inti Sinergi Formula. Dan sejak pagi, seperti magnet, satu pertanyaan terus terdengar: bahan bakar Bobibos terbuat dari bahan apa?.

Jawaban Ikhlas sederhana, justru karena terlalu Indonesia. Bobibos dibuat dari tanaman lokal—jenis yang tumbuh subur di lahan pertanian kita, bahkan di tempat-tempat yang terlalu biasa untuk diperhatikan.

“Kami ingin pangan berjalan seiring energi. Sawah bukan hanya mengenyangkan, tapi juga menggerakkan,” ujarnya. Sederhana sekali. Tapi dari hal sederhanalah sering lahir revolusi.

Nama Bobibos sendiri adalah akronim dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!.

Tapi penelitian di baliknya benar-benar serius. Lemigas menguji, hasilnya: RON 98,1. Lebih tinggi dari beberapa bahan bakar premium yang beredar di pasaran. Mesin lebih enteng, suara lebih halus. Efisiensi meningkat.

H. Amir Mahpud, pendiri Primajasa, bahkan langsung menjadikannya komitmen. Sebanyak 40 bus rute Bandung–Soekarno Hatta serta lebih dari 100 mobil travel akan memakai Bobibos. Bukan karena nasionalismenya saja. Tapi karena hitung-hitungan bisnisnya: lebih irit.

Acara kemarin ditutup dengan doa dan pengisian simbolis ke Fortuner dan Alphard. Seperti ritual pembaptisan untuk “Energi Merah Putih” yang baru saja lahir.

Namun satu pertanyaan tetap ia ulang kembali—pertanyaan yang justru membuat banyak orang manggut-manggut: bahan bakar Bobibos terbuat dari bahan apa? Dari tanaman lokal yang tumbuh di tanah Indonesia.

Dari kemandirian yang tak perlu dibeli. Dari optimisme seorang anak muda yang percaya negara ini bisa berjalan dengan bahan bakarnya sendiri.***

Jelang Puncak Hujan, Dedie Rachim Perintahkan Quick Response Bencana Diperkuat

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyoroti bahwa di Kota Bogor setiap tahunnya terjadi kurang lebih 1.000 bencana.

Dengan demikian, dirinya menekankan mitigasi penanganan dan penanggulangan bencana di Indonesia, termasuk di Kota Bogor, diperlukan sinergi seluruh elemen bangsa, TNI-Polri, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, dan seluruh stakeholder guna terlaksananya quick respon terhadap setiap kejadian bencana.

Hal tersebut diutarakannya saat memimpin Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Mako Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (5/11/2025).

Apel ini merupakan bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel dan sarana prasarana (sarpras) dalam mencegah dan menanggulangi penanggulangan bencana.

Menurut Dedie Rachim, ada delapan pendekatan yang perlu dilaksanakan, di antaranya melakukan deteksi dini dan pemetaan rawan bencana secara berkelanjutan, memberikan informasi dan imbauan kamtibmas termasuk potensi bencana, memastikan kesiapan personel, sarpras, dan logistik, rutin melaksanakan simulasi tanggap darurat sebagai edukasi tanggap darurat, mengedepankan kecepatan dan ketepatan respons dalam tanggap darurat bencana, melaksanakan tugas kemanusiaan dengan penuh empati yang dilaksanakan secara humanis dan profesional, memastikan seluruh kegiatan penanggulangan bencana sesuai prosedur, dan meningkatkan koordinasi dan sinergitas dengan seluruh stakeholder.

“Seperti kita ketahui bersama ada peringatan dari BMKG beberapa waktu lalu bahwa puncak curah hujan November sampai Januari 2026. Dengan demikian, kalau kita bicara curah hujan apalagi Kota Bogor, kita sudah mengalami beberapa kejadian curah hujan di atas 135 milimeter. Artinya, konfirm kejadian hujan ekstrem ini terkait pemanasan global, jadi ada perubahan cuaca yang mengakibatkan banjir lintasan, banjir, longsor, pohon tumbang dan sebagainya,” ujar Dedie Rachim.

Sehingga dengan adanya apel ini, Dedie Rachim menegaskan bahwa sinergitas dan kolaborasi harus dijaga dengan baik untuk terus merawat semangat gotong royong dalam memitigasi dan menangani bencana.

Selain itu, dari hasil pemetaan di Kota Bogor ada dua kecamatan yang relatif dianggap rawan bencana, yaitu Kecamatan Bogor Selatan dan Bogor Barat, sehingga dua kecamatan ini harus bisa melakukan mitigasi secara tepat.

Dedie Rachim juga mengimbau kepada masyarakat untuk bisa lebih peka dan cinta kepada lingkungan dan pelestarian alam.

Berkaitan dengan bencana pohon tumbang, saat ini sebanyak 2.100 pohon telah dilakukan deteksi dini.

“Ada 250-an yang rawan dan sudah dipetakan lagi, ada 50 yang perlu mendapatkan perhatian khusus,” ujarnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak berteduh di bawah pohon saat terjadi hujan ekstrem.

Terpisah, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki periode peningkatan curah hujan yang menandai peralihan menuju puncak musim hujan.

Faisal menjelaskan bahwa fenomena La Nina lemah saat ini tengah berlangsung dan diprediksi bertahan hingga Maret 2026. Namun, dampaknya terhadap peningkatan curah hujan dinilai tidak terlalu signifikan saat puncak musim hujan nanti.

“La Nina lemah akan bertahan hingga awal tahun 2026, namun pada puncak musim hujan dampaknya terhadap penambahan curah hujan tidak terlalu signifikan. Meski begitu, curah hujan tinggi pada periode tersebut tetap perlu diwaspadai,” ujarnya pada Selasa (4/11/2025).

Selama periode November-Desember 2025, sebagian besar wilayah Indonesia masih akan mengalami curah hujan atas normal, terutama di Sumatera bagian utara, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian utara, dan Maluku Utara.

Kombinasi faktor global dan regional seperti La Nina lemah dan Dipole Mode negatif (-1,61) menyebabkan atmosfer tetap labil dan mendukung pembentukan awan konvektif di sejumlah wilayah.

Hal ini meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang, terutama di Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, NTB, dan Sulawesi Selatan.

BMKG mencatat, pada Februari hingga April 2026, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah dan mulai berangsur normal.***

Tiga Pelaku Pembunuhan di Bojonggede Ditangkap, Terancam 15 Tahun Penjara

Bogordaily.net — Kasus pembunuhan sadis di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor akhirnya terungkap. Polisi berhasil menangkap tiga pelaku yang menghabisi nyawa seorang pria berinisial AN.

Ketiganya, yakni MFR (28), MEO (28), dan AS (29), kini ditahan dan terancam hukuman 15 tahun penjara.

Kasat Reskrim Polsek Bojonggede, Kompol Made Gede Oka, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 3 November 2025 sekitar pukul 01.00 WIB di rumah salah satu pelaku.

Menurut Made, awalnya pelaku MEO berkenalan dengan korban melalui Facebook. Dari interaksi daring itu, keduanya sering berkomunikasi hingga akhirnya sepakat untuk bertemu langsung.

“Korban datang ke rumah pelaku sekitar jam sepuluh malam. Mereka nongkrong dan berbincang-bincang. Lalu salah satu pelaku meminjam uang kepada korban, tapi korban menolak,” kata Made, pada Rabu, 5 November 2025.

Karena ditolak, pelaku tersinggung dan marah. Terjadi pertengkaran, lalu korban mencoba kabur. Namun ketiga pelaku malah menyerang korban dengan benda tajam dan pecahan vas bunga. Mereka juga menjerat leher korban dengan kawat hingga korban meninggal di tempat.

Warga yang mendengar keributan langsung datang ke rumah pelaku. Para pelaku panik dan melarikan diri sambil membawa beberapa barang milik korban.

Polisi yang mendapat laporan segera melakukan pengejaran. “Dalam waktu kurang dari dua hari, kami berhasil menangkap ketiga pelaku di daerah Caringin, Maseng, Kabupaten Bogor,” jelas Made.

Kini, ketiga pelaku sudah ditahan di Polsek Bojonggede dan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(Ilham Hasbulloh)

Pinjaman Rp4 Juta Jadi Motif Pembunuhan Brutal di Bojonggede, Tiga Pelaku Ditangkap

Bogordaily.net – Seorang pria berinisial AN ditemukan tewas secara mengenaskan di sebuah rumah kontrakan wilayah Bojonggede, Kabupaten Bogor, setelah dianiaya oleh tiga orang kenalannya sendiri.

Peristiwa ini terjadi akibat perselisihan sepele hanya karena korban menolak memberikan pinjaman uang sebesar Rp4 juta.

Ketiga pelaku yang kini telah diamankan pihak kepolisian diketahui berinisial MPO, EFR, dan HS. Kasus tragis ini menjadi pelajaran pahit bahwa pertemanan di dunia maya tidak selalu berujung baik, bahkan bisa berakhir dengan kekerasan mematikan.

Kasat Reskrim Polsek Bojonggede Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka, menjelaskan bahwa korban dan salah satu tersangka, MPO, awalnya berkenalan melalui grup Facebook. Dari komunikasi tersebut, keduanya kemudian sepakat untuk bertemu secara langsung.

“Pertemanan mereka terjalin bukan sudah lama. Mereka baru saling mengenal dari media sosial, kemudian membuat kesepakatan untuk bertemu dan berkumpul di rumah kontrakan itu,” ujar Kompol Made Gede Oka kepada wartawan, Rabu 5 November 2025.

Pertemanan yang baru terjalin itu kemudian berubah menjadi tragedi. Saat tengah berbincang, tersangka MPO meminta korban meminjamkan uang Rp4 Juta dengan alasan biaya persalinan pacarnya.

Namun permintaan itu ditolak oleh korban. Penolakan tersebut membuat suasana memanas hingga berujung cekcok.

“Korban menolak memberikan uang Rp.4jt tersebut, dan karena penolakan itu timbul keributan antara keduanya. Situasi ini kemudian memicu emosi para tersangka lainnya,” jelasnya.

Ketiga pelaku lalu melakukan penganiayaan secara bersama sama menggunakan berbagai benda yang ada di lokasi, mulai dari pecahan vas hingga senjata tajam. Bahkan, bagian leher korban dijerat menggunakan kawat hingga korban kehilangan nyawa.

Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan leher, serta pendarahan hebat. Para pelaku panik setelah mendengar warga mengetuk kontrakan dan langsung melarikan diri sambil membawa barang milik korban.

Warga yang menemukan korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bojonggede. Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan Satreskrim Polres Metro Depok dan Unit Reskrim Polsek Bojonggede bergerak cepat mengumpulkan keterangan dan melacak keberadaan para pelaku.

“Ketiga pelaku berhasil kami tangkap kurang dari 48 jam di daerah Caringin Maseng, Kabupaten Bogor. Saat ini pelaku sudah kami amankan dan sedang menjalani pemeriksaan,” ungkap Kompol Made Gede Oka.

Ketiga tersangka kini ditahan dan terancam hukuman berat atas tindakan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa interaksi di media sosial memerlukan kewaspadaan. Tidak semua orang yang terlihat dekat dalam ruang digital dapat dipercaya begitu saja dalam kehidupan nyata.

(M Fidri Takhrimsyah)

Kemenkop Apresiasi InKUD Gandeng Perusahaan Migas Asing Dengan Nilai Investasi US$30 Juta

0

Bogordaily.net – Dunia perkoperasian nasional kembali menorehkan tinta emas dalam catatan sejarah di Indonesia.

Perama kalinya, Induk Koperasi Unit Desa (InKUD) resmi menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan luar negeri di sektor minyak dan gas (migas) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama PT Ellips Group (Uzbekistan) dan Center Wobang Hongkong Engineering Co. Ltd.

Kerja sama ini menjadi tonggak bersejarah, karena merupakan terobosan pertama koperasi Indonesia bermitra dengan perusahaan migas internasional, dengan nilai investasi mencapai US$30 juta.

Kolaborasi ini mencakup program eksplorasi sumber daya energi di Indonesia, serta transfer teknologi tinggi dari Rusia, yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 1.000 barel perhari.

Penandatanganan MoU ini disaksikan langsung Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop) Henra Saragih yang dalam hal ini mewakili Menteri Koperasi, di sela kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk KUD Indonesia XLV Tahun Buku 2024, di Jakarta, Rabu (5/11).

“Kerja sama ini semakin membuktikan bahwa koperasi bisa mengelola dan melakukan usaha di semua sektor, termasuk eksplorasi pertambangan migas. Terlebih lagi, sudah didukung UU Minerba yang baru dan PP 39/2025,” kata Henra.

Bahkan, lanjut Henra, sebagai turunan dari PP tersebut, Kemenkop sudah menyusun Peraturan Menteri Koperasi terkait dengan koperasi sebagai penyelenggara atau pengelola tambang minerba. “Jangan sampai koperasi hanya alat dari perusahaan besar. Tetapi, koperasi itu sendiri sebagai pengelola tambang,” imbuh Henra.

Bagi Henra, langkah berani InKUD ini menunjukkan bahwa koperasi Indonesia kini tidak lagi terbatas pada sektor konvensional. Koperasi bisa naik kelas dan menjadi pemain penting dalam sektor strategis seperti energi.

Henra menegaskan, kerja sama ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk memperluas peran koperasi dalam industrialisasi nasional dan kemandirian energi.

“Kami di Kemenkop mendukung penuh langkah progresif ini. InKUD telah membuktikan bahwa koperasi mampu bermitra dengan perusahaan global dan berperan dalam pembangunan energi nasional,” tambah Henra.

Saat ini, Henra menyebutkan bahwa saat ini badan usaha koperasi sudah bisa mengelola sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba), termasuk tambang rakyat. Pasalnya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2025 sudah dirilis pemerintah, yaitu tentang perubahan kedua atas PP Nomor 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Minerba.

Sementara itu, Ketua Umum InKUD Portasius Nggedi menjelaskan, dalam tahap awal, InKUD bersama para mitra akan mengikuti tender eksplorasi migas di wilayah Jambi pada 2026 mendatang, dengan fokus pada eksplorasi berkelanjutan berbasis masyarakat.

“InKUD juga akan berperan aktif dalam penyediaan tenaga kerja lokal, yang diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah,” imbuh Portasius.

Portasius menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar proyek bisnis, tetapi bagian dari visi besar pemberdayaan ekonomi rakyat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa koperasi mampu menjadi tulang punggung ekonomi modern. Melalui kerja sama ini, akan ada alih teknologi, peningkatan kapasitas SDM, dan penguatan ekonomi di tingkat akar rumput,” ungkap Portasius.

Dalam kesempatan yang sama, InKUD juga menyerahkan bantuan beasiswa kepada 200 siswa berprestasi serta bantuan susu gratis untuk 22 sekolah di wilayah Bogor, sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

“Kami juga ingin kontribusi kami nyata, tidak hanya dalam sektor energi, tetapi juga dalam membangun generasi muda yang sehat dan berpendidikan, seperti melalui program beasiswa dan susu gratis yang kami serahkan hari ini,” tambah Portasius.***

Binaa’ul Ummah bi Iqtidaa’il Ulamaa, Spirit Santri PMUQI untuk Membangun Umat

0

Bogordaily.net – Suasana khidmat menyelimuti basement pada Ahad, 2 November 2025. Ribuan santriawan dan santriawati berkumpul dalam kegiatan Muhaadhorotul ‘Amm di Masjid Pondok Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI) pada Minggu, 2 November 2025.

Kegiatan ini merupakan tradisi pesantren dalam memperkuat nilai-nilai keilmuan dan spiritualitas. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema besar, “Terbangunnya Umat dengan Meneladani Para Ulama” (Binaa’ul Ummah bi Iqtidaa’il Ulamaa).

Acara tersebut turut dihadiri jajaran asatidz dan asatidzah PMUQI yang dengan penuh perhatian mendampingi para santri mendengarkan tausiah yang menggugah hati dari Habib Luthfi bin Yahya.

Dalam tausiahnya, Habib Luthfi menekankan tentang dua amanah besar yang dibawa setiap santri ketika menuntut ilmu.

“Kita datang ke pondok untuk menuntut ilmu, membawa dua amanah. Amanah yang pertama adalah amanah kepada orang tua, dan amanah yang kedua adalah amanah kepada guru,” ucap beliau.

Habib Luthfi menjelaskan bahwa orang tua menitipkan doa dan harapan agar anaknya menjadi pribadi berilmu, sementara guru adalah sosok yang menuntun agar ilmu tersebut berbuah adab dan akhlak.

Beliau menambahkan, “Tanda-tanda orang yang berkhidmat adalah orang yang bermanfaat ilmunya.”

Ungkapan ini menjadi pengingat bahwa ukuran keberhasilan seorang penuntut ilmu bukan pada banyaknya pengetahuan yang dimiliki, melainkan seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat dan agama.

Tidak hanya itu, suasana semakin penuh makna ketika Ustadz Yuli, salah satu pengajar di PMUQI, turut memberikan wawancara mengenai pentingnya menghormati ulama dan orang-orang berilmu.

“Menunggu kehadiran ulama saja sudah merupakan ibadah. Apapun keadaannya harus kita syukuri agar pesantren mendapat keberkahan ketika orang-orang berilmu datang ke pesantren kita,” tutur beliau.

(Malvino Erlangga Ramadhan)

Keseruan Acara Robotic Kembali Hadir di Swiss-Belcourt Bogor: “Robotickidz Zoophoria 2025” Siap Jadi Ajang Petualangan Edukatif

0

Bogordaily.net – Setelah sukses menyelenggarakan Robotickidz Spacetacular 2024, tahun ini kegiatan seru dan edukatif tersebut kembali digelar dengan konsep baru yang lebih menantang.

Bertajuk “Robotickidz Zoophoria 2025”, acara ini siap mengajak peserta menjelajahi dunia robotika dengan sentuhan kreativitas dan eksplorasi seru bertema satwa.

Kegiatan berlangsung pada tanggal 26 Oktober dan 2 November 2025 di Sky Ballroom, Swiss-Belcourt Bogor, dengan rangkaian lomba menarik seperti coding, animasi, merakit cepat LEGO, hingga robotic programming.

Peserta berasal dari berbagai jenjang, mulai dari TK-A hingga SMP, yang terbagi dalam beberapa kategori lomba sesuai tingkatannya.

Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Utama Robotickidz, Ibu Rima serta Marcom Manager Swiss-Belcourt Bogor, Rangga Cipta Bentala. Dalam sambutannya, Rangga menyampaikan pentingnya mengembangkan potensi anak di bidang teknologi sejak dini.

“Anak-anak perlu diarahkan untuk memanfaatkan kemajuan era digital sebagai peluang masa depan, bahkan bisa menjadi profesi menjanjikan,” ujarnya.

Peserta tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya, mencapai 322 peserta dari berbagai kategori. Dengan biaya pendaftaran Rp180.000 per peserta, setiap peserta akan mendapatkan voucher makan siang dan minuman, serta kesempatan memenangkan piala, hadiah menarik, dan sertifikat bagi 10 pemenang terbaik di tiap kategori.

Tak hanya kompetisi, acara juga dimeriahkan dengan peragaan robot cosplay dan berbagai games interaktif yang seru untuk seluruh keluarga.

“Pastikan ikut serta dalam acara Robotickidz tahun depan ya! Selain bersenang-senang, anak-anak juga bisa belajar, bertemu teman baru, dan mengasah kreativitasnya,” tambah Ibu Rima.

Sebagai tuan rumah, Swiss-Belcourt Bogor berkomitmen mendukung kegiatan positif seperti ini, terutama yang mendorong pengembangan kreativitas dan potensi generasi muda di bidang teknologi, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun global di masa depan.

Tentang Swiss-Belhotel International

Swiss-Belhotel International saat ini beroperasi di 20 negara, mengelola portofolio lebih dari 150* hotel, resor, dan proyek yang terletak di Australia, Selandia Baru, Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, China, Hong Kong, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, Irak, Mesir, Kenya dan Tanzania. Grup ini menyediakan layanan pengembangan dan manajemen yang komprehensif dan sangat profesional dalam semua aspek hotel, resor, dan tempat tinggal berlayanan.

Kantor-kantor Swiss-Belhotel International terletak strategis di Hong Kong, Selandia Baru, Australia, China, Indonesia, Uni Emirat Arab,Filipina, Vietnam, Malaysia dan Thailand yang mencakup wilayah Oceania, Asia, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan India.

 

RSUD Kota Bogor Gelar Forum Konsultasi Publik, Ini Tujuannya

0

Bogordaily.net – RSUD Kota Bogor menggelar forum konsultasi publik untuk mendengarkan masukan dan saran dari berbagai kalangan.

Forum konsultasi publik ini dilaksanakan di Aula Tanah Sareal, RSUD Kota Bogor dan dihadiri oleh perwakilan TNI, Polri, Kelurahan, Kecamatan, akademisi, tokoh masyarakat dan media massa, pada Rabu 5 November 2025.

Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan standar layanan sekaligus menjaring masukan dari berbagai pemangku kepentingan.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bogor, dr. Sari Chandrawati mengatakan kegiatan ini penting dilakukan untuk memperbarui informasi terkait layanan rumah sakit.

Mereka ingin masyarakat dan stakeholder terinformasi secara menyeluruh mengenai pelayanan yang ada di RSUD.

“Pelayanan itu berkembang, mungkin ada yang tahun lalu belum ada tapi sekarang sudah tersedia,” ujar dr. Sari.

Forum ini juga menghasilkan sejumlah masukan dari peserta, seperti perwakilan kecamatan dan polsek menyoroti penataan lalu lintas di depan RSUD serta ketertiban pedagang. Poltekes menawarkan kerja sama dalam program pengabdian masyarakat.

Kepala Puskesmas Gang Kelor mengusulkan pembentukan forum komunikasi antara puskesmas dan RSUD untuk memperkuat koordinasi layanan.

Sementara perwakilan warga Rusunawa menyoroti masalah parkir pegawai, kebersihan, dan kebisingan kendaraan di sekitar area tempat tinggal mereka.

“Masukan sekecil apa pun bila ditindaklanjuti akan membawa dampak baik,” katanya.

Dokter Sari juga mengakui rumah sakit tengah menghadapi keterbatasan obat dan bahan medis habis pakai. Namun, pihaknya berkomitmen terus memberikan layanan terbaik.

(Muhammad Irfan Ramadan)