Home Blog Page 5178

BSI Salurkan 3.691 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

0

Bogordaily.net – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (LAZNAS BSMU) bersama 23 lembaga zakat menyalurkan 3.691 hewan kurban bagi masyarakat duafa ke berbagai wilayah Indonesia melalui Program Inspirasi Kebaikan Idul Adha 1443 H.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, berkurban adalah ibadah tahunan yang terus harus dilakukan agar selalu belajar dan mempertajam kepekaan kita untuk peduli terhadap sesama.

Hal ini sejalan dengan semangat Bank Syariah Indonesia untuk terus meningkatkan peran aktif dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jiwa iklas berkorban dan peduli terhadap sesama ini penting sekali ditumbuhkan dalam setiap pribadi, serta yang terpenting dapat mengambil hikmah dari simbolik ibadah kurban. Insya Allah ini menjadi berkah untuk kita semua,” tutur Hery Gunardi.

Idul Adha ini juga menjadi semangat BSI untuk mengajak masyarakat berbagi kebahagiaan dengan menyalurkan hewan kurban terbaik, dimana saat ini BSI telah memberikan banyak kemudahan akses pembelian hewan kurban melalui BSI Mobile, BSI Hasanah Card dan channelchannel lainnya yang bekerjasama dengan lembaga LAZNAS terpercaya.

Tercatat jumlah penyaluran hewan kurban yang dilakukan BSI tahun ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, yaitu dari 3.306 ekor menjadi 3.691 ekor, yang terdiri dari 358 ekor sapi dan 3.333 ekor kambing.

Keseluruhan hewan kurban tersebut dihimpun melalui pembelian hewan kurban melalui e-channel BSI Mobile. Melalui e-channel tersebut, BSI menargetkan lebih dari 3.000 transaksi pembelian hewan kurban. Di samping itu, penghimpunan juga dilakukan melalui Kerjasama dengan LAZNAS BSMU dan mitra lainnya.

Adapun proses kurban yang dilakukan BSI bersama LAZNAS BSMU ini mengikuti fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait penyembelihan hewan kurban di tengah merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK).

Salah satunya dengan mengikuti apa yang disarankan MUI untuk menyembelih hewan ternak yang sehat, setelah sebelumnya melakukan proses jual beli hewan kurban sesuai yang diizinkan pemerintah daerah setempat.

Hery pun menegaskan bahwa pihaknya menerapkan green activity pada saat pemotongan hewan kurban. Green activity yang dilakukan oleh perseroan mencakup penggunaan kantong besek bambu yang mudah terurai, penampungan limbah kotoran sapi dan kambing ramah lingkungan demi menjaga kualitas udara agar tidak tercemar polusi, serta peningkatan kualitas kemasan untuk daging siap olah.

“Hal ini merupakan ikhtiar kegiatan yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan, sebagai komitmen BSI dalam menerapkan prinsip Environment, Social dan Governance (ESG) di berbagai sektor,” tambahnya.

Selain penyaluran daging hewan kurban, Program Inspirasi Kebaikan Idul Adha 1443 H juga mencakup literasi pentingnya berkurban dan berhaji sejak dini.

BSI terus mendorong pemahaman masyarakat melalui serangkaian program kurban bersama BSI Hasanah Card, pembelian hewan kurban melalui BSI Mobile, serta program berhaji melalui BSI Tabungan Haji Indonesia.***

Tanam Serentak, Bukti Komitmen Korem Baladhika Jaya Dukung Ketahanan Pangan

0

Bogordaily.net – Aksi tanam serentak kali ini dilakukan di wilayah teritorial Korem 083/Baladhika Jaya. Tanam serentak itu, dipusatkan di Kecamatan Sumbermanjing, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Rabu, 13 Juli 2022.

Selain di Kabupaten Malang, ternyata tanam jagung dan padi itu juga berlangsung di Sembilan Kabupaten yang ada di wilayah teritorial Korem.

Kolonel Inf Yudhi Prasetiyo mengatakan, tanam serentak tersebut merupakan upaya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Tentunya, kegiatan itu melibatkan beberapa instansi terkait lainnya.

“Kegiatan ini mendapat dukungan dari pihak Pemda dengan menyediakan lahan kosong atau lahan tidur yang tidak produktif,” ujar Danrem.

Tanam serentak seperti yang dilakukan saat ini, kata Danrem, adalah program teritorial yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus bentuk implementasi dari 7 perintah harian KSAD.

“Yang pada intinya perintah itu berbunyi TNI harus bisa hadir ditengah kesulitan masyarakat, dan harus bisa memberikan solusi,” ungkapnya.

Bukan hanya itu saja, Danrem juga mengapresiasi peran Pemda yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan itu. Tanam serentak ini, kata Kolonel Yudhi, merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan adanya ketahanan pangan nasional.

“Program ketahanan pangan yang selama ini sudah berjalan, akan terus kita tingkatkan,” tegas Danrem.***

Tiba di Malagayneri, Satgas 203/Arya Kemuning Kenalkan Diri

0

Bogordaily.net – Beberapa personel Satgas 203/Arya Kemuning terlihat berkumpul bersama warga di Desa Lowanom, Distrik Malagayneri, Kabupaten Lanny Jaya, Papua, Rabu, 13 Juli 2022.

Keberadaan Satgas di lokasi itu, bertujuan untuk melakukan komunikasi sosial sekaligus memperkenalkan diri pada masyarakat.

Danpos Malagayneri, Letda Inf Sukamto mengatakan, dalam komsos yang dilakukan oleh dirinya bersama personelnya tersebut, terdapat beberapa pesan yang ia sampaikan. Salah satunya terkait adanya kesiapan Satgas untuk membantu warga.

“Kita sampaikan pada warga, kalau terjadi kendala atau permasalahan agar disampaikan pada kami, dan kami siap membantu mengatasi keluhan atau kesulitan itu,” jelasnya.

Ternyata, adanya komsos itu mendapat respon positif dari masyarakat. Miskin Kogoya (68), salah satu tokoh masyarakat di Desa itu mengatakan jika kedatangan Satgas di Desanya, seakan memberikan nuansa damai.

Bahkan, ia mengungkapkan jika dirinya bakal bersinergi dengan Satgas dalam upaya menjaga kondusifitas.

“Kami sangat mendukung adanya Satgas ini. Kami akan selalu bersama-sama menjaga keharmonisan di Desa ini,” bebernya.***

KemenKopUKM Tegaskan Pentingnya Pendampingan untuk Pengembangan KUMKM

0

Bogordaily.net – Dalam menghadapi tantangan untuk pengembangan Koperasi dan UMKM (KUMKM) pentingnya diperlukan pendampingan.

ntuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menyiapkan berbagai program, serta rencana kerjanya hingga tahun 2024.

Disampaikan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (SesKemenKopUKM) Arif Rahman Hakim, Pemerintah melalui KemenKopUKM sangat menaruh perhatian pada KUMKM.

“Jumlah UMKM nya banyak tapi alokasi pembiayaannya belum berkeadilan bahkan belum sampai 20 persen. Itu mengapa kemudian disepakati sampai tahun 2024 alokasi kredit ke UMKM dari lembaga pembiayaan termasuk perbankan ditingkatkan hingga 30 persen,” sebutnya dalam acara Webinar bertajuk Cara Mudah Mendapatkan Pendampingan dan Permodalan secara daring, Jakarta, Rabu 13 Juli 2022.

Arif mengatakan, selanjutnya adalah, mempersiapkan pendampingan pelaku UMKM dalam mendapatkan pembiayaan, agar bisa menaikkan omzet bisnisnya.

“Kami di kedeputian punya program transformasi dari informal ke formal. Juga mendorong agar UMKM meraih Nomor Induk Berusaha (NIB)” kata dia.

Tantangan selanjutnya sambung Arif adalah, regenerasi dan terbatasnya SDM Pengelola Koperasi yang berkualitas sehingga berdampak pada pengelolaan Koperasi yang tidak menggunakan pendekatan manajemen usaha yang professional.

Kemudian, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) masih mendominasi jumlah koperasi. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya dari sisi kebutuhan konsumen dari bisnis yang dijalankan oleh koperasi, jenis Koperasi Simpan Pinjam yang menyediakan jasa modal maupun dana bagi anggotanya dipandang lebih diminati.

“Koperasi juga masih dihadapi oleh kendala sistem produksi dan pemasaran yang masih bersifat konvensional dan belum mampu mengambil peluang untuk mengkonsolidasikan pasar. Bagaimana seharusnya mengefisensikan rantai pasok dan kebutuhan sebagai aggregator serta tanggap terhadap perkembangan teknologi dan inovasi,” kata Arif.

Termasuk tantangan minimnya modal usaha UMKM yang belum optimal mengakses kredit Lembaga Keuangan Formal seperti Perbankan. Serta jumlah Usaha Mikro dan Kecil yang belum memiliki legalitas usaha dan berbadan hukum/informal.

Untuk itu tegas Arif, KemenKopUKM memiliki sejumlah target kinerja lingkup KUMKM yang optimistis akan dicapai hingga tahun 2024. Seperti target rasio nasional kewirausahaan hingga 3,95 persen, Kontribusi terhadap PDB Koperasi sebesar 5,5 persen, dan Kontribusi terhadap PDB UMKM 65 persen.

Selanjutnya Proporsi UMKM yang Mengakses Kredit Lembaga Keuangan Formal 30,8 persen, pertumbuhan wirausaha hingga 4,0 persen, Jumlah Koperasi Modern yang Dikembangkan 500 Unit, dan Penumbuhan Start Up 3.500 Unit.

Selain itu, ada pula enam program/kegiatan prioritas pengembangan KUMKM yang terdiri dari, pertama, pendataan lengkap KUMKM melalui integrasi dan standardisasi data KUMKM.

Kedua, pengelolaan terpadu UMKM, melalui kolaborasi dan peningkatan nilai tambah lewat Rumah Produksi Bersama.

Ketiga, penumbuhan wirausaha produktif yang merupakan implementasi Perpres 2 tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional.

Keempat, penghapusan kemiskinan ekstrem melalui peningkatan Skala Usaha Mikro Menuju Sejahtera. Kelima, redesign PLUT-KUMKM melalui sarana dan intelegensi SDM PLUT Menuju Center Of Excellence.

“Terakhir program Koperasi Modern, yakni korporatisasi petani dan nelayan melalui Koperasi, Modeling Koperasi Modern, Pengawasan Terpadu Koperasi, Revisi Undang-Undang Koperasi,” tutup Arif.***

Diduga Gelapkan Warisan Mendiang Ibunda, Kartika Putri Tuntut Oknum ke Polisi

0

Bogordaily.net – Kartika Putri dan saudara kandungnya Adit, datangi Polres Metro Bogor untuk melaporkan beberapa oknum terkait penggelapan aset tanah warisan mendiang Almarhumah Ibunya.

Saat ditanya wartawan terkait kedatangan dirinya ke Polres Bogor, Kartika Putri mengatakan, membuat laporan adanya surat pemalsuan, penggelapan, serta melarikan juga bisa ya, melarikan sertifikat ya. Kartika akui saat itu tidak fokus mengurusi warisan orang tuanya, sehingga ada oknum yang memanfaatkan aset.

“Jadi kronologinya almarhumah Mama Masayu Diana Puspita Putri, ibu kandung kami dari ketiga anak, hanya dua yang hadir, satu berhalangan hadir kakak saya yang pertama,” tutur Kartika Putri di Polres Bogor, pada Rabu 13 Juli 2022.

Lebih lanjut Kartika Putri menyampaikan, jadi hari ini terpaksa kita melakukan hal tersebut.

“Jadi, waktu mama meninggal satu tahun lalu, kita tidak fokus ke harta beliau, karena kita masih berduka,” jelas Kartika.

Kartika Putri mengakui, sebelumnya sudah dinasihati oleh sang suami, Habib Usman. Namun sayang, saat itu dirinya dan saudara kandungnya belum fokus mengurus warisan.

“Secara Islam sudah dinasihati sama Habib kalau ada waris segera dibagikan, cuma kita anak-anaknya punya kesibukan masing-masing. Kakak saya punya kesibukan, saya juga sama, akhirnya kita tidak fokus,” beber Kartika.

Kemudian Kartika Putri dan saudara-saudaranya baru sadar setelah satu tahun sang Ibu tercinta meninggal dunia. Ketika itu Kartika hendak membagikan warisan, ternyata sertifikat rumah itu tak ada di tangan dirinya ataupun saudara-saudaranya.

“Kita fokus hal-hal yang jauh dari warisan, tapi kemarin pas mau satu tahun di berikan petunjuk beliau meninggal. Baru kita mau bagi-bagi barang-barangnya yang lebih bermanfaat diberikan ke orang sekeliling, ternyata kita baru sadar sertifikatnya posisi salah satu aset yaitu itu rumah yang di Cibubur ternyata tidak ada sertifikatnya di tempat yang semestinya. Kita ahli waris tahu nggak kak, pada nggak tahu. Dari situ kita menyadari bahwa kehilangan sertifikat tersebut,” paparnya.

Kartika menduga kalau ada oknum yang menguasai sertifikat mendiang Ibunya.

“Lalu diduga ada oknum yang menyalahgunakan sertifikat tersebut dan yang kita kagetnya lagi setelah kita selidiki secara kekeluargaan sudah ada kuasa akta jual atas nama kita bertiga.

“Kita nggak pernah bikin, jadi tiba-tiba ada keluar akta kuasa jual, juga akta ahli waris yang di mana kita nggak pernah ngurus buat. Pada saat sertifikat itu kita cari tahu, simpang siur tidak ada pertanggungjawaban,” pungkasnya.***

Pahlawan Nasional Jadi Gambar Uang Rupiah, Berikut Daftarnya

0

Bogordaily.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 13 Tahun 2022 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional sebagai Gambar Utama pada Bagian Depan Uang Rupiah Kertas Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Proklamator kemerdekaan Indonesia, Sukarno dan Mohammad Hatta, menjadi gambar utama pada bagian depan uang Rp 100 ribu.

Keppres tersebut ditandatanganinJokowi pada 6 Juli 2022. Berikut daftar daftar gambar pahlawan nasional yang ditetapkan sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah kertas NKRI sebagaimana dijelaskan di Pasal 1:

a. Gambar Pahlawan Nasional Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah kertas Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan pecahan Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah).

b. Gambar Pahlawan Nasional Ir H. Djuanda Kartawidjaja sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah kertas Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan pecahan Rp 50.000,00 (lima puluh ribu rupiah).

c. Gambar Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah kertas Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan pecahan Rp 20.000,00 (dua puluh ribu rupiah).

d. Gambar Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah kertas Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan pecahan Rp 10.000,00 (sepuluh ribu rupiah).

e. Gambar Pahlawan Nasional Dr. K.H. Idham Chalid sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah kertas Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan pecahan Rp 5.000,00 (lima ribu rupiah).

f. Gambar Pahlawan Nasional Mohammad Hoesni Thamrin sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah kertas Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan pecahan Rp 2.000,00 (dua ribu rupiah).

g. Gambar Pahlawan Nasional Tjut Meutia sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah kertas Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan pecahan Rp 1.000,00 (seribu rupiah).

Keppres itu menjelaskan bahwa penggunaan gambar dan nama pahlawan nasional itu telah mendapat persetujuan dari ahli waris masing-masing pahlawan nasional.

Penggunaan gambar dan nama pahlawan nasional ini dijelaskan untuk penerbitan Rupiah kertas NKRI tahun emisi 2022.***

Kak Seto Sebut Komnas Anak Ilegal

0

Bogordaily.net – Kak Seto dan Arist Merdeka Sirait berbeda pendapat dalam penanganan anak hingga disebut keduanya berseteru gegara perkara yang melibatkan anak.

Perseteruan tersebut bermula saat Arist Merdeka Sirait mengkritik Kak Seto yang menjadi saksi disidang dugaan pelecehan seksual dengan terdakwa Julianto Eka Putra, pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Batu, Malang, Jawa Timur.

Arist Merdeka Sirait pun kaget tak menyangka Kak Seto sebagai sahabat anak-anak berada di barisan yang sama dengan terdakwa. Bahkan menjadi saksi atas kasus itu.

Sementara, Ketua Komnas Anak merupakan Tim Litigasi dan Advokasi Perkara Pelecehan Seksual di SMA SPI Batu tersebut.

Dalam kesempatan berbeda, Kak Seto mengaku menolak jika dirinya membela terdakwa.

“Bahkan kami mendesak, bila memang terbukti di sidang pengadilan terdakwa melakukan kejahatan seksual, maka berikan hukuman setinggi-tingginya,” ucap Kak Seto.

Saat persidangan, Kak Seto mengaku pengacara terdakwa minta dijelaskan perbedaan antara LPAI, KPAI dan Komnas Anak.

“Akhirnya saya minta izin kepada hakim karena saya sebagai ahli, bukan sebagai saksi dan nggak ada istilah saksi ahli. Dan ahli itu bisa didatangkan dari pihak terdakwa, dari pihak korban bisa, dari JPU juga bisa,” katanya.

“Nggak pernah ada nama Komnas Anak lagi, itu nama kami yang lama LPAI ini. Kan sejarahnya dia sudah dipecat dari Komnas Anak karena segala kekeliruannya, tapi dia ngotot nggak mau. Akhirnya dia nggak mau diturunkan, dia ngotot,” sambungnya.

Arist Merdeka Sirait, kata Kak Seto, merupakan ketua di periode keempat, setelah sebelumnya menjadi ketua di lembaga bernama Komnas Anak secara berturut-turut.

“Dan nama dia yang tercatat di LPAI itu. Makanya itu saya anggap kebohongan publik. Selalu di mana-mana bilang Komnas Anak, komisi itu kan lembaga negara, sampai banyak orang salah paham,” jelasnya.

“Intinya sama sekali tidak benar (tudingan mendukung terdakwa JE). Dia tidak tahu masalahnya, dia meledak marah-marah, dia menuduh-nuduh. Tapi ya sudah, dia junior saya kan. Artinya dia melanjutkan saya menjadi ketua Komnas Anak. Yang memberikan nama juga saya itu jadi nama populer, tapi begitu ada Komisi Perlindungan Anak atau KPAI sebagai lembaga negara, akhirnya kami melalui proses kembali ke LPAI,” imbuhnya.

Selain itu, Kak Seto pun menceritakan munculnya Komnas Anak tersebut. Ia menjelaskan pada 1997, saat itu muncul Gerakan Nasional Perlindungan Anak dan dirinya diangkat sebagai ketua.

“Nah pada 1998, reformasi, akhirnya pemerintah menyerahkan kepada masyarakat lembaga itu. Lalu saya sebagai warga biasa, jadi ketua yang pertama di LPAI. Lalu 1998 sampai 2002, sempat ditawarkan Ibu Presiden Megawati, untuk dibuatkan SK Komnas Perempuan dan Komnas HAM, lalu Lembaga Perlindungan Anak (LPAI) ini, saya beri nama populer Komnas Perlindungan anak (KPAI),” ungkapnya.

“Nah, saya mengusulkan saat itu, kalau bisa jangan SK Presiden tapi dasarnya UU menyusun gitu,” tuturnya.

Komnas yang diketuai oleh Arist Merdeka Sirait ditegaskan Kak Seto adalah ilegal. Sebab, ia sudah mengembalikan nama itu menjadi LPAI.

“Sejarah komnas itu kan tetap yang dikawal oleh LPA Indonesia gitu. Sementara dia, ya terus dengan nama itu karena populer namanya dan bisa seolah kayak negara, sehingga ya tahulah berbagai penyimpangannya. Tapi, ya itu masalah lain ya,” pungkasnya.***

Viral Terekam CCTV! Pria Tewas Dibacok, Satu Pelaku Ditangkap

0

Bogordaily.net– Peristiwa pembacokan yang menimpa seorang pria hingga tewas viral di media sosial. Aksi yang dilakukan pelaku terekam kamera CCTV dan disebutkan terjadi di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Video viral pria tewas dibacok tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @merekamjakarta. Dalam keterangannya disebut terjadi pada Rabu, 13 Juli 2022 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

“Korban diketahui berinisial Y (28) saat itu baru saja tiba dari kampung halamannya di Kuningan, Jawa Barat menggunakan bus. Y merupakan karyawan di sebuah perusahaan logistik. Y kemudian menunggu di depan kantornya sambil bermain handphone untuk menunggu pagi,” tulis unggahan video yang dilansir dari akun Instagram @merekamjakarta.

Namun saat itu kantornya sudah terkunci sehingga tak bisa langsung masuk. Korban tak bisa pulang ke indekosnya karena sudah tak ada angkot dan kendaraan. Nah, saat menunggu, dua pelaku berboncengan motor datang mengancam dan berusaha membacok korban.

Namun, korban sempat menghindar, sedangkan pelaku mengecek barang bawaan milik korban. Ternyata, barang bawaan korban berisi daging dan alpukat. Pelaku lalu kembali mengejar dan membacok korban yang terjatuh.

Di tengah suasana yang sepi, korban melarikan diri meskipun mengalami luka bacok. Ia pun harus kehilangan uang sebesar Rp400.000.

“Y sempat mendapatkan perawatan medis lantaran mendapatkan luka bacok yang lebar di bagian pinggang tetapi akhirnya meninggal dunia,” tulis akun @merekamjakarta.

Sementara itu pada video tersebut juga diketahui polisi menangkap satu dari dua pelaku pembacokan.

Pelaku warga Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara yang ditangkap merupakan orang yang membawa motor. Polisi juga mengamankan motor yang digunakan saat membacok korban.

“Motif pembacokan korban tak lain adalah motif ekonomi. Kedua pelaku ingin menguasai barang-barang milik korban. Pelaku yang berhasil diamankan disebut merupakan otak dari perampokan tersebut,” sambungnya.

Polisi pun masih memburu satu pelaku yang membacok korban.

Sementara itu unggahan video tersebut menuai ragam komentar warganet.

“Mereka ngincer korbannya random, nyari yg lg sendiri ditempat sepi, ketemu bantai….. Ngeri,” tulis warganet.

“Klu di liat dr cctv kok kayanya pelaku datang lsg ngebacok ga pake nanya” dl. Kayanya emang niat mau ngebunuh itu. Klu cm mau ngerampok mungkin ga sampe ngejar” gtu sambil ngebacok lagi,” kata warganet.

“Mantap ndan. Kasih hukuman setimpal ndan,” timpal yang lainnya.***

Netizen Murka, Nathalie Holscher Tuntut Harta Gono Gini ke Sule

0

Bogordaily.net – Setelah Nathalie Holscher melayangkan gugatan cerai ke Sule gegara disebabkan adanya konflik antara Nathalie dengan Putri Delina tersebut.

Nathalie disebut dalam gugatan cerai menuntut sejumlah harta gono-gini dari Sule.

“Kalau untuk harta gono-gini, Sule tidak menjelaskan secara detail,” kata sahabat Sule, Dicky Chandra dikutip dari Suara, pada Kamis 14 Juli 2022.

Tuntutan itu diduga berdasarkan pada royalti syuting televisi, bintang iklan, konten podcast, dan aneka konten sosmed. Nathalie Holscher pun sebelumnya mengungkap telah membuat kesepakatan dengan Sule.

“Bahkan juga udah ada hak dan kewajiban yang udah kita kesepakatan bersama,” ucap Nathalie dalam podcast Uya Kuya TV beberapa waktu lalu.

Selain itu, Sule juga sudah menyiapkan besaran biaya hidup yang akan disiapkan untuk anaknya yakni Adzam per bulannya.

“Dia yang kasih nominal bulanannya Rp 25 juta per bulan,” sambung Nathalie Holscher.

Sahabat Sule Dikcy Chandra mengatakan, bahwa Sule tak ingin perhitungan soal biaya hidup Adzam.

“Jawaban Sule ‘enggak mau hitungan’. Kalau untuk urusan anak, Sule sudah siap,” pungkasnya.

Terkait Kisruh rumah tangga Nathlie dan Sule membuat netizen ramai memberikan kritik dan sindiran kepada Nathalie Holscher.

“Memang itu yang direncanakan Nathalie,” tulis seorang netizen.

“Nikah 2 tahun, cerai dapat harta gono-gini miliaran,” ucap netizen lain,

“Semuanya balik ke harta,” ujar netizen lainnya.***