Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 541

Kemendikdasmen Luncurkan Rujukan Kegiatan MPLS Ramah 2025, Ini Tujuannya!

0

Bogordaily.net – Menyambut tahun ajaran baru 2025/2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi meluncurkan Surat Edaran Menteri tentang Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah.

Surat edaran ini disertai dengan Rujukan Kegiatan MPLS Ramah sebagai panduan resmi bagi satuan pendidikan dalam menyelenggarakan MPLS yang aman, nyaman, dan menggembirakan.

Rujukan ini bertujuan memastikan bahwa setiap rangkaian kegiatan selama MPLS berorientasi pada kebutuhan, perlindungan, dan kesejahteraan murid baru. Dengan pendekatan yang menempatkan murid sebagai subjek utama, buku ini mendorong terciptanya pengalaman awal yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Panduan ini memuat contoh kegiatan yang mudah diadaptasi sesuai konteks masing-masing sekolah, termasuk aktivitas pengenalan lingkungan, pembentukan karakter, hingga penguatan hubungan sosial antarwarga sekolah. Buku ini juga menegaskan praktik-praktik yang tidak sesuai dengan prinsip MPLS Ramah.

Pertama, memberikan tugas yang tidak masuk akal atau tidak relevan. Tugas yang diberikan kepada murid harus bersifat edukatif dan mendukung tujuan MPLS Ramah. Penugasan yang berlebihan atau tidak mendidik harus dihindari.

Kedua, melakukan aktivitas yang mengarah pada kekerasan atau perpeloncoan. Semua bentuk kekerasan fisik, verbal, maupun psikis dilarang, termasuk aktivitas yang bersifat menghukum, mempermalukan, atau mengintimidasi murid—baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ketiga, melaksanakan kegiatan MPLS tanpa pengawasan guru. Seluruh kegiatan MPLS Ramah wajib berada dalam pengawasan guru. Jika dilakukan di luar lingkungan sekolah, kegiatan harus diketahui dan mendapat izin tertulis dari orang tua/wali murid.

Keempat, menggunakan atribut yang tidak edukatif dan tidak relevan. Atribut yang dapat mempermalukan murid, merendahkan martabat, atau berdampak negatif pada psikologis murid tidak diperbolehkan digunakan dalam kegiatan MPLS.

Pada Webinar Sosialisasi MPLS Ramah yang diselenggarakan pada Selasa lalu, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan pentingnya pelaksanaan MPLS yang humanis, tanpa kekerasan, dan penuh kebermaknaan.

“Panduan MPLS Ramah ini bukan hanya soal pengenalan fisik sekolah, tetapi juga penumbuhan dan penguatan karakter. Bukan hanya ditujukan untuk pembekalan pada murid tetapi juga banyak manfaatnya untuk para guru,” tegasnya.

Kemendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan, pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, masyarakat, dan media untuk bersama-sama menjalankan dan mengawal pelaksanaan MPLS Ramah secara kolaboratif dan bertanggung jawab, guna mewujudkan pendidikan yang aman, nyaman, dan menggembirakan bagi anak.

Unduh Rujukan Kegiatan MPLS Ramah dan informasi selengkapnya di laman berikut: https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/mplsramah

Dari tautan tersebut berikut ini salah satu contoh kegiatan MPLS Ramah untuk jenjang SD:

Hari 1: Sekolahku Menggembirakan
– Kegiatan 1: Kedatangan dan Pengisian Formulir Identitas Diri Murid Baru
– Kegiatan 2: Upacara Penyambutan Murid Baru
– Kegiatan 3: Pertemuan Pagi Ceria Pertemuan Pagi Ceria dan Jinggel MPLS Ramah
– Kegiatan 4: Perkenalan (Mari Berkenalan!)
– Kegiatan 5: Makan Sehat dan Bergizi
– Kegiatan 6: Pemecah Kebekuan (Ice Breaking)
– Kegiatan 7: Pengenalan Lingkungan Sekolah (Tur Sekolah “Menemukan Harta Karun”
– Kegiatan 8: Refleksi Ceria dan Lagu Penutup
Hari 2: Aku Mengenal Teman dan Guru
– Kegiatan 1: Kedatangan dan Presensi
– Kegiatan 2: Pengondisian Kelas dan Berkenalan Kembali
– Kegiatan 3: Pertemuan Pagi Ceria dan Jinggel MPLS Ramah
– Kegiatan 4: Story Telling terkait Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
– Kegiatan 5: Makan Sehat dan Bergizi
– Kegiatan 6: Pemecah Kebekuan (Ice Breaking) “Tepuk Ramtamtam”
– Kegiatan 7: Kegiatan Mengenal Perbedaan – Contoh: kegiatan “Garis Pemisah”
– Kegiatan 8: Jelajah Belajar Seru-Berkenalan dengan Pelajaran dan Kegiatan Sekolah
– Kegiatan 9: Bernyanyi Lagu “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”
– Kegiatan 10: Refleksi dan Penutup
Hari 3-5: (format kegiatan serupa dapat dibaca lengkap melalui tautan yang diatas) ***

Menkop: Harkopnas ke-78, Tahun 2025 Sebagai Momentum Kebangkitan Gerakan Koperasi

0

Bogordaily.net – Dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78, Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi juga simbol semangat hidup bersama. Bahkan Koperasi sebagai wujud nyata penerapan demokrasi ekonomi bangsa. Sehingga tahun 2025 ini sebagai momentum kebangkitan gerakan koperasi.

Harkopnas ke – 78 mengusung tema “Koperasi Maju, Indonesia Adil Makmur”, Menkop berharap peringatan Harkopnas ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa peran koperasi tidak bisa lagi dikesampingkan bahkan harus menjadi hal yang utama dalam membangun perekonomian nasional.

“Pasal 33 UUD 1945 jelas menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan wujudnya adalah koperasi. Koperasi hadir bukan karena romantisme sejarah, tapi karena memang menjadi kebutuhan masa depan bangsa,” kata Menkop dalam sambutannya pada acara Peringatan Harkopnas di Jakarta, Sabtu (12/7).

Mengarah ke tahun 2045 sebagai Tahun Emas Indonesia, Menkop menekankan pentingnya pemerataan ekonomi yang tidak hanya mengandalkan pertumbuhan teknologi, namun juga berkeadilan dan berdaulat secara ekonomi. Sehingga dibutuhkan suatu wadah perjuangan dalam bentuk koperasi.

“Kita tidak bisa mewujudkan Indonesia Emas dengan meninggalkan rakyat kecil. Kita butuh koperasi yang kuat, yang mandiri dan berkelanjutan yang tidak hanya tumbuh di angka tetapi juga mengakar di hati masyarakat,” katanya.

Data terkini menunjukkan geliat positif koperasi Indonesia. Hingga 2024, tercatat sebanyak 131.617 koperasi aktif dengan hampir 30 juta anggota. Volume usahanya mencapai Rp214 triliun, menyumbang hampir 1 persen terhadap PDB nasional.

Menkop menambahkan bahwa potensi pengembangan koperasi masih dapat ditingkatkan, terlebih dengan hadirnya program pembentukan 80.000 unit Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes/ Kel) Merah Putih. Kehadiran program ini sebagai sarana strategis untuk mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk beberapa prioritas dalam Asta Cita Presiden Prabowo.

“Kita tidak boleh apatis, kita akan menuju ke sana untuk mendorong tumbuhnya koperasi besar dengan memanfaatkan secara optimal potensi dan kekuatan desa,” kata Menkop.

Diakuinya bahwa tantangan yang dihadapi untuk mengembangkan koperasi di Indonesia termasuk pengoperasian Kopdes/ Kel Merah Putih sangat besar. Namun dengan semangat gotong royong dan komitmen yang tinggi dari berbagai pihak, Menkop optimis segala hambatan dan tantangan tersebut dapat diatasi.

Menkop menegaskan bahwa program Kopdes/ Kel Merah Putih ini dirancang bukan hanya sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga pusat distribusi barang subsidi, layanan kesehatan, logistik hasil panen, hingga energi. Lebih dari itu, koperasi-koperasi desa mulai menerapkan pendekatan kolaboratif atau pentahelix dengan menggandeng kelompok tani, BUMDes, sektor swasta, dan perguruan tinggi.

“Mereka tidak lagi berjalan sendiri dimana semua duduk bersama untuk satu tujuan yaitu mensejahterakan rakyat,” kata Menkop.

Saat ini sudah lebih dari 80.000 unit Kopdes/ Kel Merah Putih terbentuk melalui musyawarah desa khusus (musdesus) dan siap dioperasikan secara serentak setelah diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 19 Juli 2025 mendatang. Ditargetkan pada Oktober 2025, seluruh Kopdes tersebut bisa beroperasi dan melayani segala kebutuhan masyarakat di desa/ kelurahan.

“Petani kecil yang dulu menjual sendiri dengan harga rendah, kini bisa menyimpan panen, menunggu harga naik, dan menjual bersama lewat koperasi. Inilah wajah baru ekonomi rakyat,” tegasnya.

Dalam semangat perubahan zaman, Menkop mendorong agar koperasi menjadi entitas yang agile, adaptif dan akuntabel. Menkop juga mengajak generasi muda untuk aktif berkoperasi karena saat ini koperasi sudah memiliki wajah baru dengan menyediakan kesempatan yang lebih luas untuk anak muda berinovasi dan berkreasi bersama dalam wadah koperasi.

“Jangan anggap koperasi itu milik orang tua. Koperasi adalah ruang kalian juga, tempat bertumbuh dan ikut menentukan arah ekonomi bangsa,” katanya penuh semangat.

Mengakhiri sambutannya, Menkop Budi Arie mengapresiasi kepada seluruh insan atau gerakan koperasi karena mampu mengantarkan arah pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih baik. Namun begitu, Menkop berpesan untuk tidak berpuas diri karena masih banyak upaya untuk membangun koperasi lebih maju seperti mengoptimalkan pembentukan koperasi di sektor riil dan produktif agar dapat memberikan dampak yang lebih luas.

“Ketekunan bapak, ibu, dan saudara-saudara dalam berkoperasi telah ikut mengantarkan ekonomi Indonesia tumbuh semakin berkualitas. Tapi perjuangan belum selesai. Kita butuh lebih banyak koperasi sektor riil, yang inovatif dan inklusif,” tuturnya.

Sementara itu Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menambahkan bahwa Harkopnas ke 78 ini dapat menjadi momentum bagi kebangkitan koperasi untuk menjadikannya sebagai Soko Guru Ekonomi Nasional di tengah tantangan ekonomi global yang semakin besar.

“Mari kita sama-sama rayakan (Harkopnas) ini untuk menjadikan koperasi sebagai alat perjuangan rakyat, lembaga ekonomi yang berdaulat di negeri sendiri,” ujar Wamenkop Ferry Juliantono.

Wamenkop menyatakan bahwa koperasi adalah salah satu lembaga ekonomi kerakyatan yang merupakan warisan dari founding father Indonesia yang sesuai dengan kultur dan nilai bangsa Indonesia dalam membangun ekonomi masyarakat. Disadari bahwa di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, ruang tumbuh bagi koperasi menjadi semakin ketat. Namun dengan semangat membangun koperasi secara bersama-sama dan gotong royong, pemerintah optimis koperasi dapat menjadi entitas usaha yang dapat berkontribusi bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

“Selamat Hari Koperasi Nasional ke 78 kepada seluruh Gerakan Koperasi, Mari kita jadikan koperasi sebagai Soko Guru Perekonomian Nasional. Bersama Presiden Prabowo ayo berkoperasi, koperasi bangkit,” katanya.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harkopnas ke-78, Kementerian Koperasi juga mengadakan berbagai kegiatan seperti senam sehat bersama, aksi donor darah yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenkop, permainan ketangkasan (kuis) melalui aplikasi kahoot, lomba di media sosial yang diikuti oleh seluruh civitas Kemenkop serta diakhiri dengan tasyakuran. ***

Ratusan Santri Baru PMUQI TA 2025/2026 Siap Memulai Perjuangan

Bogordaily.net – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI) selama dua hari, mulai Kamis (10/7/2025) hingga Jumat (11/7/2025). Pada periode tersebut, lebih dari 600 santri baru tahun ajaran 2025/2026, didampingi oleh walisantri, datang untuk menyelesaikan registrasi ulang dan secara resmi memulai kehidupan mereka di pesantren.

Proses pendaftaran yang dipusatkan di basement Masjid Jami’ Ummul Quro Al-Islami berjalan dengan tertib. Menurut Ustadz Imam selaku panitia, alur registrasi dirancang untuk memudahkan walisantri, mulai dari pengambilan nomor antrian hingga penyelesaian administrasi di beberapa loket. Setelahnya, para santri baru menerima kelengkapan mukim seperti nomor kamar, seragam, dan kasur.

Di tengah proses administratif, momen perpisahan antara anak dan orang tua menjadi pemandangan yang sakral. Isak tangis dan pelukan hangat menandai penyerahan amanah pendidikan dari walisantri kepada pesantren.

“Saya berharap anak saya bisa jadi harapan buat keluarga kecil saya, karena itu saya harap dengan memasukkan anak saya ke pesantren,” ujar salah seorang walisantri.

Dalam acara sambutan, Pimpinan Pesantren, KH. Saiful Falah, memberikan pesan kepada ratusan santri baru di malam pertama mereka. Beliau menegaskan bahwa kesempatan menjadi santri adalah sebuah pilihan dan kehormatan yang membawa tanggung jawab besar.

“Kalian adalah orang-orang terpilih, tidak semua orang berkesempatan untuk menjadi seorang santri. Karena menjadi santri adalah tanggung jawab,” pesan beliau.

Setelah resmi mukim, para santri baru tidak langsung memulai kegiatan belajar formal. Mereka akan terlebih dahulu mengikuti program awal yaitu Masa Ta’aruf Santri Baru Madrasah (Matsama). Kegiatan orientasi ini dirancang untuk mengenalkan para santri pada infrastruktur, jajaran pengurus, serta budaya dan tata tertib yang berlaku di lingkungan Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami. ***

Bupati Bogor Bersama DPRD Tetapkan Tiga Raperda Menjadi Perda Melalui Rapat Paripurna

Bogordaily.net  — Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama DPRD Kabupaten Bogor menggelar rapat paripurna dalam rangka penetapan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis serta penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, pada Jumat (11/7/25).

Rapat Paripurna dilakukan untuk menetapkan tiga Raperda menjadi Peraturan Daerah (Perda), yaitu. Perda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor Tahun 2025–2029. Perda tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase, dan. Perda tentang Penyelenggaraan Keolahragaan.

“Beberapa kebijakan yang diambil hari ini merupakan hasil perencanaan bersama antara eksekutif dan legislatif, sebagai pijakan arah pembangunan Kabupaten Bogor untuk tahun 2025 dan 2026,” ujar Bupati Rudy Susmanto.

Selain penetapan perda, dalam rapat paripurna ini juga disampaikan Rancangan KUA-PPAS sebagai bagian dari proses penyusunan APBD 2026.

Bupati menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang akan diambil Pemkab Bogor akan melalui proses kajian dan evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah, serta dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Segala instruksi dari pemerintah pusat dan provinsi akan kami tindaklanjuti, namun setiap keputusan yang kami ambil harus didasarkan pada kajian mendalam. Tidak semua wilayah memiliki kondisi yang sama,” tegas Rudy. (*)

KOPLING Jadi Ruang Promosi UMKM Lewat Musik dan Budaya Populer

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman resmi meluncurkan program bertajuk Koplo Keliling (KOPLING) yang merupakan hasil kerja kolaborasi dari Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM dengan Gajah Mada Entertainment.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan program ini hadir sebagai terobosan promosi UMKM yang menggabungkan kekuatan seni, khususnya musik koplo, dengan pemberdayaan ekonomi lokal masyarakat.

“Ini bukan sekadar acara musik, bukan pula sekadar showcase UMKM. Ini adalah wadah kolaborasi positif, karena memberikan ruang bagi seniman dan pengusaha UMKM untuk bertemu dan tumbuh bersama,” kata Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam konferensi pers peluncuran program KOPLING di Jakarta, Jumat (11/7).

Program KOPLING 2025 akan digelar di dua titik yakni Jakarta dan Bogor, dengan melibatkan 300 hingga 500 pengusaha UMKM dari sektor kuliner, kriya, dan gaya hidup. Selain itu, panggung hiburan akan menampilkan artis nasional maupun musisi lokal, serta menghadirkan booth interaktif dari berbagai program unggulan Kementerian UMKM seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Rumah Produksi Bersama, dan Digitalisasi UMKM.

Diperkirakan, setiap pelaksanaan KOPLING akan menyedot partisipasi 20 hingga 25 ribu masyarakat. Hal ini diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi lokal yang signifikan, terutama bagi pengusaha usaha mikro dan kecil di wilayah pelaksanaan acara.

“KOPLING menjadi ruang promosi produk lokal yang dikemas dalam nuansa hiburan yang digemari masyarakat, sekaligus memperkuat kampanye Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Gerakan Nasional Beli Lokal,” kata Menteri Maman.

Ia menyebut, berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) Kementerian UMKM, tercatat sekitar 4,6 juta UMKM berasal dari sektor ekonomi kreatif. Sementara itu, survei terbaru dari GoodStats dan TSurvey.id menunjukkan bahwa 71 persen Gen Z di Indonesia merupakan penggemar musik koplo.

“Kenapa koplo? Karena ini musik yang happening dan dekat dengan kearifan lokal. Kita ingin membawa suasana santai yang bisa dinikmati masyarakat luas, sambil tetap mendorong daya beli dan kebanggaan terhadap produk UMKM,” katanya.

Mengangkat tagline “Goyang Ambyar, UMKM Bersinar”, KOPLING diharapkan menjadi wajah baru kampanye Bangga Buatan Indonesia dan Gerakan Nasional Beli Lokal yang lebih membumi, dekat dengan masyarakat, serta menyatu dengan gaya hidup generasi muda.

“Program ini adalah bentuk ruang kolaborasi yang hidup di mana UMKM bertemu musik, budaya bertemu peluang, dan produk lokal menjadi kebanggaan nasional,” kata Menteri Maman.

Menteri Maman mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan mendukung program ini sebagai bentuk nyata kolaborasi antara pengusaha, pegiat seni, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan ekonomi rakyat.

Pada kesempatan yang sama CEO PT Sinergi Aksi Kreatif Gajah Mada Entertainment Jemmy Tyonoto Rusman, mengatakan melalui KOPLING merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan industri kreatif dengan para pengusaha UMKM.

“Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa musik koplo bukan hanya sekadar huburan tapi juga wadah ekonomi kreatif yang bisa bertumbuh bersama pengusaha UMKM di daerah,” katanya. ***

Penemuan Mayat Tanpa Kepala di Kali Ciliwung Gegerkan Warga, Diduga Pegawai Kemendagri Hilang di Bogor

Bogordaily.net – Warga Rawajati Timur III, Pancoran, Jakarta Selatan, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa kepala di aliran Kali Ciliwung, Rabu, 9 Juli 2025.

Jenazah tersebut diduga merupakan Oden Sumantri (47), pegawai Biro Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang dilaporkan hilang saat memancing di wilayah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, beberapa hari sebelumnya.

Namun, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor belum bisa memastikan identitas korban. Mereka masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan tes DNA dari kepolisian guna mengonfirmasi kebenarannya.

Warga Temukan Mayat Tanpa Kepala

Mayat pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang memancing di pinggir Kali Ciliwung. Korban diduga merupakan pegawai Kemendagri yang hilang saat memancing di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Sabtu 5 Juli 2025.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat memastikan bahwa, mayat yang ditemukan tersebut sudah dievakuasi oleh Basarnas, dan telah dilarikan ke rumah sakit.

“Sebenarnya pada hari kemarin, hari rabu sore itu jenazah ada di kalibata dan kemudian dievakuasi ke RS Fatmawati, Basarnas dengan tim kesana beserta keluarga,” kata Ade Hasrat kepada wartawan, Jum’at 11 Juli 2025.

Menurut Ade, saat ditujukan kepada pihak keluarga dari Oden Sumantri yang merupakan pegawai di Biro Umum Kementerian Dalam Negeri itu, mereka menolak bahwa itu adalah korban.

“Juga menyusul tapi begitu ditunjukkan pada saat itu keluarga masih menolak bahwa itu adalah korban,” jelasnya.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil t forensik dari pihak Kepolisian dan segera melakukan tes DNA terhadap keluarga korban.

“Sehingga nanti t forensik dari polri untuk melakukan tes DNA untuk memastikan apakah sebenarnya itu korban karena memang kalau melihat dari kondisinya sangat jauh berbeda berubah mungkin karena terendam di air dan sudah berhari2,” ungkap Ade.

Lebih lanjut, pihaknya masih kesulitan untuk mengenali ciri ciri dari korban. Dikarenakan kondisi korban sebagian tidak utuh.

“Sulit dikenalnya karena memang ya sudah kan membesar ya seperti itu bagian kepala juga sudah tidak ada sebagian besar. Jadi agak sulit,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

Pemkot Bogor Dukung Kota Layak Anak, Suara Anak Harus Didengar dalam Pembangunan Kota

Bogordaily.net – Pemerintah Kota Bogor menegaskan komitmennya dalam mendengar dan mengakomodasi suara anak sebagai bagian penting dari proses pembangunan kota.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dalam Audiensi Suara Anak Daerah (SAD) Kota Bogor Tahun 2025 yang digelar di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jumat, 11 Juli 2025.

Dalam kegiatan yang melibatkan puluhan perwakilan Forum Anak Kota Bogor (Fanator) tersebut, anak-anak menyampaikan berbagai usulan dan harapan untuk menjadikan Bogor sebagai kota yang lebih ramah anak.

Terdapat lima usulan utama yang menjadi poin penting harapan anggota Fanator. Kelima isu tersebut meliputi reaktivasi forum anak di tingkat kecamatan dan kelurahan, infrastruktur ramah anak, penguatan kawasan tanpa rokok (KTR), akses pendidikan yang merata, serta perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi anak.

“Apa yang disampaikan anak-anak dari Forum Anak Kota Bogor ini luar biasa. Mulai dari pembangunan sekolah, keamanan dan kebersihan lingkungan, sampai harapan mereka agar saat naik angkutan umum tidak ada yang merokok. Itu ide yang brilian menurut saya,” ujar Dedie Rachim, Jumat 11 Juli 2025

Ia menilai, perhatian anak-anak terhadap lingkungan, khususnya keinginan agar angkot bebas asap rokok, merupakan bentuk menyuarakan hak yang sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang telah dimiliki Kota Bogor.

“Mereka ingin ada ketenangan, ingin hak mereka diperhatikan, salah satunya tidak menghirup asap rokok. Ini sejalan dengan Perda KTR yang sudah kita miliki, jadi semua usulan itu insyaallah kita akomodir secara bertahap dan tentu menyesuaikan dengan anggaran yang ada,” katanya.

(Muhammad Irfan Ramadan)

BPBD Tutup Pencarian Pegawai Kemendagri yang Hilang Tergerus Longsor di Puncak Bogor

Bogordaily.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menutup pencarian terhadap satu korban tertimbun tanah longsor di wilayah Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Jum’at 11 Juli 2025.

Diketahui, satu korban itu bernama Oden Sumantri (47) merupakan pegawai di Biro Umum Kementerian Dalam Negeri sedang mancing ikan pada tebingan tepi kolam ikan di Gang Dolar pada Sabtu 5 Juli 2025.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat menjelaskan bahwa, pihaknya bersama Tim SAR Gabungan hingga Jum’at sore masih melakukan pencarian terhadap korban dari titik awal dinyatakan hilang.

“Hari ini terakhir kita melaksanakan pencarian tadi sore ditutup. Kalo kemudian ada informasi lebih lanjut maka tentunya dilanjutkan, koordinasi nya dengan basarnas berkaitan dengan pencarian orang tersebut,” kata Ade Hasrat kepada wartawan, Jum’at 11 Juli 2025.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan pencarian dan juga penyisiran di lokasi hingga jarak 8,5 kilometer, namun belum membuahkan hasil.

“Dari titik sampai katulampa 8,5km,” jelasnya.

Pihaknya memastikan, korban kemungkinan besar terbawa arus sungai Ciliwung. Dikarenakan hingga diangkat puing-puing reruntuhan longsor korban tidak ditemukan.

“Ya kita menduganya seperti itu karena tempat longsoran kita sudah terbongkar sampai batas paling bawah juga kami tidak menemukan,” ungkap Ade.

“Maka hari keempat pencarian kami melanjutkan di sungai dan sampai hari ini masih kita lanjutkan di sungai sampai pada batas katulampa seperti itu dan tidak ditemukan,” tambahnya.

(Albin Pandita)

Hasil Autopsi Ulang Jenazah Juliana Marins Diumumkan, Masih Hidup Usai Lima Menit Terjatuh

0

Bogordaily.net – Hasil autopsi ulang terhadap jenazah Juliana Marins, wisatawan asal Brasil yang meninggal dunia saat mendaki Gunung Rinjani, telah diumumkan otoritas forensik Brasil.

Temuan tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil autopsi awal yang dilakukan di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM), Denpasar, Indonesia.

Dalam laporan media lokal Brasil yang dikutip pada Jumat, 11 Juli 2025, tim dokter forensik menyatakan bahwa Juliana sempat bertahan hidup sekitar 10 hingga 15 menit setelah jatuh dari tebing, sebelum akhirnya meninggal akibat luka parah.

“Autopsi baru itu melengkapi hasil awal yang sebelumnya dilakukan di Indonesia. Para ahli forensik di Brasil menyatakan bahwa mereka belum bisa memastikan secara pasti waktu kematian Juliana. Namun, diperkirakan korban masih hidup dan bertahan selama sekitar 10 hingga 15 menit setelah benturan, sebuah rentang waktu yang tidak memungkinkan adanya pergerakan ataupun respons efektif dari korban,” demikian laporan yang dimuat dalam media berbasis di Brasil tersebut.

Temuan tersebut menyebut kondisi trauma berat yang memicu kegagalan organ secara progresif, atau dikenal dalam istilah forensik sebagai periode agonal, yakni fase stres ekstrem yang terjadi antara trauma besar dan kematian.

Autopsi ulang terhadap jenazah Juliana dilakukan atas permintaan keluarga, yang mencurigai adanya kelalaian penanganan dari otoritas Indonesia saat proses evakuasi berlangsung.

Juliana Marins dilaporkan jatuh dari tebing saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 21 Juni 2025. Ia sempat terlihat masih hidup setelah terjatuh, namun bantuan medis baru tiba hampir 90 jam kemudian.

“Juliana terjatuh dari tebing pada 21 Juni 2025, saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani. Dia masih terlihat hidup setelah terjatuh, tapi bantuan baru tiba hampir 90 jam kemudian,” tulis media tersebut.

“Jenazahnya baru bisa dievakuasi dari lokasi kejadian pada tanggal 25 Juni 2025, dengan bantuan para relawan dan tim penyelamat lokal,” tandasnya.***

 

Jangkau 67 Ribu Desa, AgenBRILink Terus Perkuat Inklusi Keuangan di Indonesia

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menguatkan komitmennya melalui sejumlah strategi untuk memperluas inklusi keuangan nasional di tengah gelombang transformasi digital yang semakin masif di sektor keuangan.

Dengan pendekatan hybrid bank yang memadukan teknologi digital banking dan jaringan fisik, segmentasi yang lebih adaptif, serta ekspansi layanan, AgenBRILink menjadi ujung tombak transformasi layanan keuangan hingga ke pelosok negeri.

Dengan jaringan layanan keuangan yang memberikan akses perbankan bagi masyarakat yang belum terlayani secara optimal, AgenBRILink hadir hingga ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Keberadaannya pun turut mendorong peningkatan signifikan dalam jumlah agen dan volume transaksi.

Tercatat, sepanjang Januari hingga Mei 2025, layanan ini membukukan 443 juta transaksi, didukung oleh 1,19 juta agen yang tersebar di 67.013 desa di seluruh Indonesia.

Dengan menyediakan akses transaksi seperti tarik tunai, transfer, hingga pembayaran tagihan, membuat AgenBRILink juga menyumbang pendapatan non-bunga (Fee Based Income) sebesar Rp643 miliar bagi BRI selama periode tersebut.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan peran AgenBRILink yang semakin strategis tidak terlepas dari berbagai langkah konkret yang dilakukan oleh BRI dalam memperkuat fondasi dan kapabilitas jaringan keagenan di wilayah Indonesia.

Diantaranya dengan memperkuat sistem dan infrastruktur digital guna meningkatkan keandalan, efisiensi, dan keamanan transaksi di tingkat agen.

“BRI akan terus memperkaya fitur layanan yang ditawarkan, sehingga para agen dapat memberikan beragam solusi keuangan kepada masyarakat. Selain tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan. Pembelian asuransi mikro, setoran pinjaman, layanan referral pembukaan rekening tabungan dan layanan mikrofinansial lainnya dapat terlayani oleh AgenBRILink,” ujar Hery.

Adapun, dengan strategi yang matang dan eksekusi yang konsisten, BRI optimistis AgenBRILink dapat menciptakan peluang usaha bagi masyarakat setempat.

Bahkan, ke depan AgenBRILink akan terus menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan di seluruh Indonesia.