Home Blog Page 545

IUQI Gelar Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis, Anggota DPR RI Komisi IX Hadiri Langsung

0

Bogordaily.net – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) menginisiasi acara sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja pada hari ini, Rabu (22/10/2025), dengan mengusung tema “Bersama Mewujudkan Gizi Berkualitas untuk Generasi Sehat Indonesia”.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh drh. H. Achmad Ru’yat, M.Si., Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Jawa Barat V Kabupaten Bogor, beserta rombongan.

Acara yang diprakarsai oleh Dekan FEBI IUQI, Dr. Ujang Bukhori, S.Ag., M.E., dan Wakil Dekan, Bapak Egi Agustian Rahmat, M.E., ini dihadiri oleh mahasiswa FEBI IUQI serta mahasiswa Akademi Kebidanan (AKBID) IUQI.

Sambutan Rektor IUQI

Dalam sambutannya, Rektor IUQI, Dr. H. Syamsul Rizal Mz, S.H.I., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta sosialisasi. “Mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam sambutan kami,” ujar Rektor dengan rendah hati.

Dr. Syamsul Rizal menjelaskan perkembangan IUQI yang saat ini telah memiliki 3 fakultas dan 9 program studi. Ia juga menyampaikan bahwa Akademi Kebidanan telah berjalan selama 2 tahun terakhir sebagai bagian dari komitmen institusi dalam bidang kesehatan.

Usulan Perubahan Nomenklatur Berbasis Syariah

Dalam kesempatan tersebut, Rektor IUQI mengajukan usulan perubahan nomenklatur dari Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Makan Bergizi Halal Gratis (MBHG). Usulan ini didasarkan pada dalil Al-Qur’an yang menekankan pentingnya aspek kehalalan dalam konsumsi makanan.

“Kami mengapresiasi program Presiden Prabowo melalui MBG ini. Namun, akan lebih baik jika aspek halal juga menjadi perhatian utama dalam implementasinya,” jelas Dr. Syamsul Rizal.

Temuan Kasus Stunting di Masyarakat

Rektor juga mengutip temuan kasus stunting yang ditemukan di wilayah sekitar kampus. Data ini diperoleh dari hasil Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa IUQI di masyarakat.

Temuan tersebut semakin memperkuat urgensi program MBG sebagai upaya pencegahan dan penanganan masalah gizi di Indonesia, khususnya stunting yang masih menjadi perhatian serius.

Kolaborasi Strategis

Kehadiran drh. H. Achmad Ru’yat, M.Si., sebagai Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung implementasi program MBG hingga ke tingkat kampus dan masyarakat.

Dr. Syamsul Rizal menutup sambutannya dengan harapan besar terhadap kegiatan sosialisasi ini. “Kami berharap kegiatan sosialisasi MBG ini dapat berdampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan program gizi yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi kesehatan generasi mendatang.***

Pro Lingkungan dan Berdampak Sosial, BRI Peduli Dorong Penerapan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menegaskan perannya dalam ekosistem keuangan berkelanjutan melalui partisipasi dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025, yang diselenggarakan pada 10–11 Oktober 2025 lalu di Jakarta International Convention Center (JICC).

Partisipasi BRI dalam forum ini menjadi wujud nyata komitmen Perseroan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan secara menyeluruh, baik di tingkat operasional bisnis maupun sosial kemasyarakatan.

Melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dikemas dalam payung BRI Peduli, perusahaan terus memperluas kontribusi positif terhadap aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.

Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa pelaksanaan TJSL BRI dilakukan secara terarah dan terukur untuk memastikan setiap program memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Fokus pelaksanaan TJSL BRI diarahkan pada pemberdayaan masyarakat agar memiliki daya saing dan kemandirian ekonomi, sekaligus mendorong terciptanya pertumbuhan yang inklusif dan berwawasan lingkungan.

“BRI memastikan pelaksanaan TJSL dijalankan secara konsisten dan memberikan dampak nyata, sejalan dengan prioritas pembangunan nasional serta komitmen Perseroan dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Dhanny.

Sebagaimana diketahui, sejak diperkenalkan pada tahun 2013, BRI Peduli telah menjadi kanal utama implementasi TJSL Perusahaan yang berlandaskan prinsip Creating Shared Value (CSV) serta konsep 3P, Pro People, Pro Planet, dan Pro Profit. Pendekatan ini memastikan setiap aktivitas keberlanjutan membawa manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan ekonomi nasional.

Dalam pelaksanaannya, BRI Peduli menempatkan keberlanjutan sebagai gerakan kolektif lintas sektor. Di bidang sosial, BRI berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai inisiatif seperti Cegah Stunting Itu Penting, Ini Sekolahku, dan Fellowship Journalism yang memperluas akses pendidikan serta literasi publik, serta melalui program beasiswa seperti Creation Scholarship yang telah menjangkau ratusan pelajar berprestasi di seluruh Indonesia.

Pada aspek ekonomi, BRI memperkuat daya saing dan kemandirian masyarakat melalui program Desa BRILiaN, Rumah BUMN, AURA (Aspire to Uplift, Revive, and Achieve), serta Klaster Unggulan yang berfokus pada pemberdayaan UMKM, perempuan pelaku usaha, dan inovasi wirausaha lokal. Hingga September 2025, Rumah BUMN telah memfasilitasi 12.883 UMKM, sementara Desa BRILiaN mendukung pengembangan 33 desa unggulan yang menjadi contoh praktik ekonomi hijau di tingkat lokal.

Komitmen terhadap lingkungan diwujudkan melalui program Gerakan Kelola Sampah (GAS), Taman Kehati, dan Jaga Sungai Jaga Kehidupan yang mendorong konservasi dan aksi iklim berkelanjutan. Tercatat, dalam hal ini program Yok Kita GAS telah mengelola lebih dari 191 ribu kilogram sampah organik dan anorganik, sedangkan Jaga Sungai Jaga Kehidupan berhasil membersihkan ribuan meter sungai di berbagai wilayah Indonesia.

“Ke depan, BRI akan terus memperkuat komitmen keberlanjutan dengan memastikan setiap inisiatif BRI Peduli berjalan konsisten dan memberikan manfaat jangka panjang. Melalui pendekatan yang terintegrasi antara aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, BRI berupaya menghadirkan pertumbuhan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam,” pungkas Dhanny.***

Dua Bocah di Ciomas Jadi Korban Dugaan Penculikan dan Intimidasi, Pelaku Gasak Motor Korban

0

Bogordaily.net – Dua bocah di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, diduga menjadi korban penculikan dan intimidasi oleh seorang pria tak dikenal pada Minggu (19/10/2025) pagi.

Tak hanya membawa kabur motor korban, pelaku juga sempat mengancam dan menurunkan kedua anak di lokasi berbeda.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di Jalan Ciomas, Gang Masjid An-Nur, Kampung Baru. Kedua korban, masing-masing berinisial RA (12) dan IJ (11), saat itu tengah mengendarai sepeda motor.

Tiba-tiba, seorang pria menghadang dan menegur keduanya dengan alasan RA telah memukuli adiknya.

Pelaku kemudian mengancam akan menganiaya korban jika mereka tidak mau ikut bersamanya. Karena ketakutan, kedua bocah itu mengikuti perintah pelaku.

Selama perjalanan, pelaku terus melakukan intimidasi. RA akhirnya diturunkan di kawasan Jembatan Ragasi, Ciomas, sementara pelaku melanjutkan perjalanan bersama IJ dan membawa kabur motor milik korban.

Tak lama kemudian, IJ ditemukan warga di wilayah Gang Otong, Kampung Budaya, Tamansari, dalam kondisi trauma.

Diketahui, orang tua korban tidak mengetahui bahwa anak-anak mereka keluar rumah dengan membawa motor.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.

Kasus ini juga menjadi perhatian warga sekitar karena melibatkan anak di bawah umur dan disertai dengan unsur ancaman serta pencurian kendaraan bermotor.***

Menuju Kemandirian Digital, AMSI Gelar Indonesia Digital Conference 2025 Bahas “Sovereign AI”

0

Bogordaily.net – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) kembali menggelar ajang tahunan Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 di The Hub Epicentrum, Jakarta Selatan, pada 22–23 Oktober 2025.

Tahun ini, IDC mengusung tema “Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital”, yang menyoroti pentingnya kedaulatan dan kemandirian industri media di tengah transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dua tokoh utama dijadwalkan hadir sebagai pembicara kunci, yaitu Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. Dalam forum tersebut, AMSI juga akan menyerahkan dukungan simbolis terhadap revisi UU Hak Cipta dan Proposal Indonesia untuk Copyright & Digital Environment, sebagai langkah strategis memperkuat kedaulatan digital dan melindungi ekosistem media dari ketimpangan nilai ekonomi di era AI.

Deretan Tokoh dan Pemimpin Industri Hadir

IDC 2025 menghadirkan sederet narasumber lintas sektor yang mewakili ekosistem digital Indonesia, di antaranya:

Martin Hartono, CEO GDP Venture

Willson Cuaca, Co-Founder & Managing Partner East Ventures

Angela Tanoesoedibjo, CEO iNews Media Group

Anggini Setiawan, Communications Director TikTok Indonesia

Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero)

Erik Somba, CEO Valid News

Qaris Tajudin, Direktur Tempo Institute

Dwi Eko Lokononto, CEO Berita Jatim

Hana Novitriani, Vice President ICE IDN Media

Selama dua hari, para pembicara akan berbagi pandangan tentang peluang dan tantangan industri digital di tengah kemajuan teknologi AI yang kian pesat.

“Tanpa Kedaulatan AI, Kita Bisa Krisis Eksistensial”

Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika menjelaskan, tema Sovereign AI dipilih karena relevan dengan kondisi industri digital saat ini. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan harus memahami pentingnya kedaulatan teknologi agar tidak tergilas oleh disrupsi.

“Tanpa kedaulatan AI, semua sektor industri dan bisnis kita, terutama ekosistem informasi dan media, bisa mengalami krisis eksistensial,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan, perkembangan AI bukan hanya membawa risiko disrupsi bagi industri media, tetapi juga membuka peluang inovasi dan model bisnis baru. Karena itu, media digital perlu beradaptasi tanpa mengorbankan nilai utama: kredibilitas, akuntabilitas, dan transparansi.

Tantangan Berat Media Digital

Sementara itu, Ketua Panitia IDC 2025 Ismoko Widjaya menilai kondisi bisnis media digital saat ini sedang berada di persimpangan. Industri menghadapi tantangan mulai dari disrupsi AI, perubahan algoritma, hingga gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

“IDC AMSI 2025 diharapkan menjadi angin segar dan wadah mencari solusi agar industri media tak hanya bertahan, tapi juga tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.

IDC 2025 juga akan menghadirkan sesi praktis untuk media, termasuk strategi memperoleh pendanaan dan menemukan model bisnis baru yang relevan di era digital.

Kolaborasi dan Apresiasi

Pada hari kedua, konferensi akan dilanjutkan dengan workshop tematik yang mempertemukan media arus utama (mainstream) dengan media baru (new media) untuk memperkuat kolaborasi di tengah perubahan lanskap digital.

Sebagai penutup, AMSI akan menggelar AMSI Award 2025, ajang penghargaan bagi media yang menunjukkan komitmen tinggi terhadap inovasi dan kualitas jurnalisme di tengah disrupsi teknologi.

Event ini mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan besar, antara lain PT Astra International Tbk, Djarum Foundation, BNI, Pertamina, Harita Nickel, Telkom Indonesia, BRI, Indofood, MIND ID, PLN, Merdeka Copper Gold, Bank Mandiri, Indosat, dan Bank Syariah Indonesia.***

Contoh LSP P3 Bidang Teknologi Data Digital, Siapa Sasarannya?

0

Bogodaily.net – Contoh LSP P3 bidang teknologi data digital kini semakin banyak dibicarakan seiring meningkatnya kebutuhan akan sertifikasi kompetensi di era digital.

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berperan penting dalam memastikan tenaga kerja di bidang data memiliki standar keahlian sesuai dengan ketentuan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Salah satu contoh LSP P3 bidang teknologi data digital yang aktif beroperasi adalah Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Data Digital Indonesia.

LSP ini berperan memberikan layanan sertifikasi bagi publik luas, tidak terbatas pada satu lembaga pendidikan atau perusahaan tertentu. Artinya, siapa pun yang memiliki keahlian di bidang data dan digital dapat mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan.

Secara regulasi, BNSP mengklasifikasikan LSP menjadi tiga kategori utama: LSP Pihak Kesatu (P1) yang didirikan oleh lembaga pendidikan untuk peserta didik atau alumninya, LSP Pihak Kedua (P2) yang dibentuk oleh industri untuk karyawan internal, dan LSP Pihak Ketiga (P3) yang bersifat independen serta terbuka untuk masyarakat umum.

Status LSP sebagai P3 membuat lembaga ini memiliki jangkauan peserta yang lebih luas. Bukti di lapangan menunjukkan, LSP Teknologi Data Digital Indonesia kerap menggelar asesmen di berbagai lokasi, termasuk Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Utara dan Jakarta Barat, hingga bekerja sama dengan instansi seperti Bank Indonesia Jambi.

Pola penyelenggaraan yang lintas institusi tersebut menjadi ciri khas contoh LSP P3 bidang teknologi data digital yang menerapkan sistem terbuka.

Dengan begitu, masyarakat dari berbagai latar belakang — mulai dari profesional, ASN, pegawai BUMN, tenaga pendidik, hingga mahasiswa — dapat mengajukan diri mengikuti uji kompetensi sesuai skema yang tersedia.

Skema sertifikasi yang ditawarkan pun beragam, di antaranya Associate Data Scientist, Data Analyst, dan Data Management Staff.

Program-program ini dirancang berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) agar peserta memperoleh pengakuan formal atas kemampuan profesionalnya.

Dengan semakin meningkatnya permintaan terhadap tenaga ahli data, contoh LSP P3 bidang teknologi data digital seperti LSP Teknologi Data Digital Indonesia menjadi bagian penting dalam ekosistem SDM nasional.

Kehadirannya memperkuat upaya pemerintah dalam memastikan transformasi digital Indonesia berjalan dengan sumber daya manusia yang tersertifikasi dan kompeten.***

Bupati Rudy Susmanto Dorong Pelayanan Publik Inklusif Lewat Raperda Perlindungan Disabilitas

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto, bersama Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara, melaksanakan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor yang berlangsung di ruang rapat DPRD, Selasa (21/10/25). Rapat tersebut membahas penyampaian dan tanggapan terhadap beberapa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

Di antaranya, Raperda Kabupaten Bogor tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, yang disusun untuk menyesuaikan struktur organisasi perangkat daerah dengan dinamika kebutuhan masyarakat, perkembangan wilayah, dan kompleksitas urusan pemerintahan agar lebih efektif, efisien, dan responsif.

Selanjutnya, Raperda Kabupaten Bogor tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, dan Pelindungan Masyarakat, yang bertujuan menciptakan Kabupaten Bogor yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif serta menumbuhkan disiplin dalam perilaku masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bogor Rudy Susmanto memberikan tanggapan positif terhadap Raperda usul prakarsa DPRD tentang Pelaksanaan Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Pemerintah daerah siap membahas lebih lanjut untuk memperoleh kesepahaman dan penyempurnaan sesuai ketentuan perundang-undangan, demi mewujudkan layanan publik yang inklusif dan menghormati hak penyandang disabilitas.

Selain itu, dalam rapat tersebut disampaikan dua Raperda usul prakarsa DPRD lainnya, yakni Perlindungan dan Pengelolaan Sumber Daya Air serta Pengelolaan Sampah, sekaligus menetapkan Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas tiga Raperda agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme pembahasan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bupati Bogor menegaskan bahwa DPRD merupakan mitra sejajar pemerintah daerah, bagian penting yang tidak terpisahkan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD atas dukungan dan kerja sama selama ini.

“Mari bersama-sama membangun Kabupaten Bogor yang aman, adil, dan makmur. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan kemudahan, bimbingan, dan petunjuk-Nya kepada kita semua,” tegas Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Hadir dalam kegiatan Rapat Paripurna, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika, Kepala Perangkat Daerah se-Kabupaten Bogor, Dirut RSUD, Dirut BUMD, dan jajaran terkait lainnya.***

Profil Akira Nishino, Calon Pelatih Timnas Indonesia dengan Segudang Pengalaman Asia

0

Bogordaily.net – Kursi panas pelatih Timnas Indonesia kembali lowong setelah PSSI dan Patrick Kluivert sepakat mengakhiri kerja sama.

Kini perburuan nakhoda baru skuad Garuda dimulai dan spekulasi terkuat mengarah ke seorang juru taktik berpengalaman dari Asia Timur, yakni Akira Nishino.

Analisis ini salah satunya datang dari pengamat sepak bola, Coach Justin. Dalam podcastnya, ia menilai bahwa masalah utama timnas saat ini bukan sekadar hasil, melainkan kualitas permainan.

Ia pun memberikan indikasi kuat mengenai dari mana pelatih baru seharusnya berasal.

“Feeling gue sih, kemungkinan besar dari Jepang. Jepang itu konsisten,” ucap Coach Justin.

Pernyataan ini sontak mengerucut pada satu nama besar Akira Nishino. Lantas, seperti apa rekam jejak pelatih yang digadang-gadang akan menjadi arsitek baru Timnas Indonesia ini?

Nama Akira Nishino melambung tinggi di panggung global pada tahun 2018. Ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Jepang dalam waktu yang mepet, ia secara luar biasa berhasil membawa Samurai Biru melaju hingga ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Rusia.

Namun, kejeniusannya tidak hanya terbukti di level tim nasional. Jauh sebelum itu, ia telah mengukir prestasi emas di level klub.

Puncaknya adalah saat ia sukses membawa Gamba Osaka menjuarai Liga Champions Asia pada tahun 2008.

Pencapaian tersebut membuatnya diganjar penghargaan Pelatih Terbaik AFC di tahun yang sama.

Di level domestik, ia juga berhasil mempersembahkan gelar J1 League pertama bagi Gamba Osaka pada 2005.

Sebelum mencapai puncak kariernya, Nishino telah meniti jalan panjang.

Memulai karier kepelatihan pada 1991, ia mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk membangun fondasi sepak bola Jepang dengan menangani tim nasional kelompok umur, dari U-20 hingga U-23.

Pengalamannya dalam mengorbitkan talenta muda menjadi salah satu nilai plus yang paling menonjol.

Meskipun rekam jejaknya bergelimang prestasi, ada satu noda yang menjadi catatan penting, terutama karena terjadi di lingkungan sepak bola Asia Tenggara.

Akira Nishino dikenal sukses membawa Jepang ke 16 besar Piala Dunia 2018 dan juara Liga Champions Asia 2008 bersama Gamba Osaka.

Meski berprestasi, Nishino pernah gagal saat melatih Thailand, menandakan tantangan unik sepak bola Asia Tenggara.

Setelah mundur dari jabatannya di Timnas Jepang pada 2019, Nishino menerima pinangan untuk melatih Thailand.

Sayangnya, petualangannya bersama tim Gajah Perang tidak berjalan mulus. Ia akhirnya dipecat setelah dinilai gagal memenuhi target di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Pengalaman pahit di Thailand ini menjadi bukti bahwa kesuksesan di level atas tidak selalu menjadi jaminan di Asia Tenggara yang memiliki tantangan unik.

Dengan rekam jejak yang lengkap, sukses di Piala Dunia, juara di level Asia, berpengalaman dengan pemain muda, namun juga pernah merasakan kegagalan di ASEAN, profil Akira Nishino menyajikan sebuah paket yang sangat menarik sekaligus penuh tanda tanya bagi PSSI.***

Sinopsis Film Tak Kenal Maka Taaruf, Cinta yang Datang Tanpa Pacaran

0

Bogordaily.net – Film “Tak Kenal Maka Taaruf” siap menghadirkan kisah cinta yang manis namun penuh makna bagi para penikmat drama religi di Tanah Air.

Diadaptasi dari novel laris karya Mim Yudiarto, film ini menghadirkan kisah perjalanan cinta yang tidak biasa cinta yang lahir tanpa pacaran, tumbuh dengan doa, dan berbuah dengan restu.

Disutradarai dengan sentuhan lembut yang penuh emosi, film ini menyoroti kisah Zoya (Saskia Chadwick), seorang mahasiswi kedokteran yang cerdas, berprinsip, dan taat beragama.

Ia berpegang teguh pada keyakinan bahwa cinta sejati tak perlu melalui proses pacaran, melainkan melalui jalan taaruf, sesuai ajaran Islam.

Namun di balik keteguhannya itu, Zoya menyimpan luka masa lalu yang membuatnya takut untuk jatuh cinta lagi.

Hidup Zoya berubah ketika ia bertemu Faris (Fadi Alaydrus), seorang mahasiswa teknologi kelautan yang karismatik dan religius.

Awal pertemuan mereka jauh dari kesan romantis Zoya justru kesal dengan kebiasaan Faris mengendarai motor berknalpot bising setiap kali menuju masjid kampus.

Namun seiring waktu, interaksi kecil dan kepribadian Faris yang tulus perlahan meluluhkan hati Zoya.

Perjalanan mereka bukan sekadar kisah dua insan yang saling jatuh cinta, tetapi juga tentang perjuangan menata niat dan menjaga batas agar cinta tetap berada di jalan yang diridai Allah SWT.

Dalam proses taaruf itu, Zoya belajar bahwa cinta sejati bukan sekadar rasa, tapi keikhlasan dan ketenangan yang datang dari Tuhan.

Konflik semakin menarik ketika hadir sosok Cleopatra (Dinda Mahira), gadis cantik dan enerjik yang terang-terangan mengagumi Faris.

Kehadiran Cleo memunculkan dilema dan ujian bagi Zoya dan Faris antara keikhlasan, kesabaran, dan keyakinan pada takdir cinta yang suci.

Selain ketiga pemeran utama, film ini juga dibintangi oleh Shandy William, Maghara Adipura, Kheyla Afzah Zahra, Ghina Nisa Salsabiela, dan Ina Marika, yang turut memperkuat dinamika cerita.

Dengan sinematografi yang hangat dan pesan moral yang kuat, “Tak Kenal Maka Taaruf” bukan hanya menawarkan kisah cinta islami, tetapi juga refleksi tentang bagaimana cinta yang benar seharusnya membawa ketenangan, bukan luka.

Film “Tak Kenal Maka Taaruf” akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 13 November 2025, dengan trailer resmi yang telah dirilis sejak 14 Oktober 2025.

Film ini dijamin akan menjadi tontonan inspiratif bagi siapa pun yang percaya bahwa cinta terbaik adalah cinta yang datang dengan izin-Nya.***

Menkop: Operasionalisasi 80.000 Kopdes Ditargetkan Tuntas Pada Maret 2026

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menargetkan sebanyak 80.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang telah terbentuk legalitasnya dapat beroperasi penuh pada Maret 2026. Target ini ditegaskan berdasarkan hasil Rapat Terbatas (Ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.

Menkop Ferry menjelaskan bahwa Presiden Prabowo ingin operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih ini dapat dilakukan secepatnya, namun karena belum seluruh Kopdes/Kel Merah Putih memiliki gudang/gerai dan sarana-prasarana pendukungnya, maka tahapan sebelum dioperasikan perlu dipercepat pembangunan aset fisik tersebut.

“Maret 2026 kita harapkan seluruh gerai dan gudang selesai dibangun, Insya Allah Maret 2026 target operasi Kopdes/Kel Merah Putih bisa berjalan dengan baik,” kata Menkop Ferry Juliantono dalam paparan singkatnya pada acara Town Hall Meeting Satu Tahun Kemenko Pangan dengan tema “Setahun Bekerja, Pangan Swasembada, Negara Berdaya” di Ballroom Graha Mandiri, Selasa 21 Oktober 2025.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri ATR/ BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dan sejumlah Menteri/ Wakil Menteri dan Kepala Badan/ Wakil Kepala Badan Kabinet Merah Putih.

Menkop Ferry menambahkan bahwa saat ini tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan 80.000 Kopdes/ Kel Merah Putih bekerja ekstra keras untuk mewujudkan target tersebut.

Kementerian/ Lembaga yang dikoordinasikan oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan terus berpacu dengan waktu sehingga harapan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di desa melalui Program Kopdes/Kel Merah Putih dapat segera tercapai.

Sebagai langkah percepatan proses pembangunan aset fisik berupa gerai dan gudang Kopdes/Kel Merah Putih, seluruh tim di Satgas dan juga koordinator wilayah diberdayakan untuk memetakan tanah-tanah idle di setiap desa untuk didirikan bangunan tersebut.

Kemudian untuk pembangunan aset hingga modal kerja, akan dikucurkan plafon pinjaman hingga Rp3 miliar untuk setiap Kopdes/Kel Merah Putih.

“Kita sekarang sudah mulai menginventarisir data tanah, asumsinya sekarang per hari bisa kita dapatkan minimal seribu titik tanah di desa-desa. Pokoknya begitu ada titik tanahnya, langsung dibangun (gerai dan gudang),” ujar Menkop Ferry Juliantono.

Selain itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) telah menurunkan Business Assistant dan juga Project Manager Officer (PMO) yang akan bertanggung jawab terhadap 10 Kopdes di setiap wilayah.

Tugas mereka akan dioptimalkan untuk mendukung operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih dapat berjalan dengan baik khususnya setelah efektif beroperasi.

Melalui dukungan penuh lintas K/L dan stakeholder terkait lainnya, Menkop Ferry optimistis ambisi besar Presiden Prabowo untuk mengembalikan sistem ekonomi masyarakat berbasis gotong royong melalui Kopdes/Kel Merah Putih akan tercapai secepatnya

“Semangat kolaborasi lintas kementerian, terutama dengan Pak Menko (Zulkifli Hasan), membuat semuanya yang tadinya dinilai sulit dan berat akan menjadi lebih mudah,” ucap Menkop.

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih merupakan bagian penting dari strategi pemerintah untuk membangun kembali ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong dan memperkuat kedaulatan pangan nasional.

Dalam evaluasi kinerja Kemenko Pangan tahun 2025, Zulkifli menyebut Kopdes menjadi wujud nyata implementasi ekonomi Pancasila yang menekankan kebersamaan dan kesetaraan di tengah tantangan global.

“Kita ingin kembalikan ekonomi Pancasila, gotong royong, kebersamaan, kesetaraan. Maka Presiden Prabowo kemudian menggagas program yang luar biasa salah satunya Koperasi Desa Merah Putih,” ucap Menko Zulkifli Hasan.***

Akad Massal KUR 800.000 Debitur Digelar, Menteri UMKM Optimistis Lapangan Kerja Makin Luas

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, pemerintah daerah, lembaga keuangan, serta para pemangku kepentingan terkait menggelar Akad Massal Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 800.000 debitur UMKM yang tersebar di 38 provinsi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan produktivitas UMKM sekaligus menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan berkelanjutan.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan keyakinannya bahwa penyaluran KUR tahun 2025 sebesar Rp300 triliun kepada 2,34 juta debitur baru dan 1,17 juta debitur graduasi akan memberikan dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja nasional.

“Dari total target sekitar 3,5 juta debitur yang kita distribusikan melalui program KUR, setiap entitas usaha mampu menyerap 2 hingga 3 tenaga kerja. Artinya, ada sekitar 7 hingga 9,5 juta pekerja yang akan terserap melalui program KUR ini,” ujar Menteri Maman saat menghadiri Acara Akad Massal KUR 800.000 Debitur dan Peluncuran Kredit Program Perumahan di Surabaya, Selasa 21 Oktober 2025.

Hingga saat ini, penyaluran KUR telah mencapai lebih dari Rp218 triliun kepada lebih dari 3,7 juta debitur UMKM, termasuk debitur baru dan debitur graduasi.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman. (Istimewa/Bogordaily.net)

Adapun realisasi penyaluran ke sektor produksi mencapai Rp132,5 triliun atau 60,6 persen dari total penyaluran.

Capaian ini menjadikan tahun 2025 sebagai momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya alokasi KUR sektor produksi menembus angka di atas 60 persen.

“Alhamdulillah, berkat arahan Bapak Presiden, untuk pertama kalinya di era Presiden Prabowo Subianto, alokasi KUR ke sektor produksi mencapai 60 persen, sebuah capaian yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Menteri Maman.

“Kenapa angka 60 persen ini penting? Karena saat KUR dialokasikan ke sektor produksi, dampak ekonominya jauh lebih luas dan penyerapan tenaga kerjanya lebih besar,” katanya.

Meski demikian, Menteri Maman mengakui masih terdapat sejumlah catatan dalam proses pendistribusian KUR.

Ia berharap momentum akad massal ini menjadi komitmen bersama antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan untuk terus memperkuat dukungan terhadap pengusaha UMKM di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa target penyaluran KUR sebesar Rp300 triliun pada 2025 harus semakin difokuskan ke sektor-sektor produktif.

“Usaha-usaha produktif biasanya mempekerjakan tiga sampai lima tenaga kerja. Jadi, peningkatan KUR di sektor ini akan menambah jumlah tenaga kerja di bidang wirausaha,” kata Menteri Airlangga.

Ia menambahkan, pemerintah bersama Menteri Maman juga mendorong peningkatan target penyaluran KUR ke sektor produksi dari 60 persen pada 2025 menjadi 62 persen pada 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan untuk memperkuat struktur ekonomi produktif nasional serta memastikan KUR menjadi instrumen efektif dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.***