Home Blog Page 548

Massa Santri dan Ansor Gelar Aksi Demo di Bank Mega Bogor, Bakar Ban hingga Desak Penghentian Operasional

0

Bogordaily.net — Puluhan massa dari kalangan santri dan kader Ansor menutup sebagian jalan di depan Kantor Bank Mega, tepat di kawasan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah pada Senin, 20 Oktober 2025.

Asap hitam mengepul dari ban bekas yang dibakar, mengiringi teriakan lantang yang menggema,“Hentikan operasional Bank Mega sekarang juga!”

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap dugaan keterlibatan Bank Mega yang disebut masih memiliki kaitan dengan PT Transcrop.

Para demonstran menuntut agar operasional Bank Mega dihentikan sementara hingga ada kejelasan hukum serta klarifikasi terbuka kepada publik.

Dalam aksinya, massa membawa spanduk bertuliskan kecaman dan membakar ban bekas sebagai simbol kekecewaan terhadap pihak bank. Sejumlah aparat keamanan tampak berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pimpinan cabang ansor, Abdulloh Haris, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk keresahan publik terhadap persoalan yang belum mendapatkan penjelasan resmi.

“Kami meminta kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menindaklanjuti dan bertindak terhadap apa yang dilakukan oleh Trans7, karena sampai saat ini belum ada sanksi yang terlihat di publik. Ini adalah aksi penyegelan yang kami lakukan sebagai bentuk kekecewaan,” ujarnya.

Selain menuntut penghentian operasional Bank Mega, massa juga menyatakan siap menggelar aksi lanjutan yang lebih besar dengan melibatkan para kiai dan santri dari berbagai daerah.

“Kalau tidak ada tanggapan, kami akan turun dengan jumlah lebih banyak, bersama para kiai dan santri. Kami ingin keadilan dan kejelasan hukum yang terbuka,” tambah Abdulloh.

Aksi berjalan dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan dan berlangsung kondusif hingga siang hari. Pihak Bank Mega maupun PT Transcrop hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan para demonstran.

(Fitri)

 

RSUD Kota Bogor Sambut Baik Pemerataan Layanan Kesehatan Pemprov Jabar

0

Bogordaily.net – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengukuhkan komitmennya dalam pemerataan dan peningkatan layanan kesehatan. Salah satunya di RSUD Kota Bogor.

Direktur RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir, menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap upaya Pemprov Jabar tersebut.

Ia memandang ini sebagai momentum emas untuk melakukan transformasi fundamental, menjadikan RSUD Kota Bogor sebagai salah satu garda terdepan pelayanan kesehatan regional.

Optimisme ini menjadi sinyal positif akan kolaborasi yang kuat antara pemerintah kota dan provinsi dalam merealisasikan visi kesehatan yang lebih baik.

“Saya berharap hasil verifikasi positif sehingga peralihan ini bisa segera terealisasi. Ini adalah kesempatan emas bagi masyarakat Bogor untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” ujar dr. Ilham

Pernyataan ini menegaskan keyakinan bahwa dengan dukungan sumber daya yang lebih besar dari provinsi, RSUD Kota Bogor akan mampu mengembangkan kapasitasnya, menyediakan layanan yang lebih luas, dan kualitas perawatan yang lebih tinggi bagi pasien yang datang dari berbagai daerah.

Target utama Pemprov Jabar adalah meningkatkan status RSUD Kota Bogor menjadi rumah sakit tipe A.

Peningkatan status ini bukan sekadar perubahan administratif, melainkan sebuah jaminan akan standar layanan nasional yang lebih tinggi, kelengkapan fasilitas, peralatan medis mutakhir, serta ketersediaan tenaga ahli yang lebih mumpuni.

Ini adalah investasi jangka panjang dalam infrastruktur kesehatan yang akan membawa manfaat signifikan bagi masyarakat regional.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Kisah Pilu di Terminal Baranangsiang, Perjuangan Hidup Sopir Angkot di Tengah Bahaya Korsleting dan Turunnya Penumpang

0

Bogordaily.net – Deru mesin dan teriakan kenek bersahutan di Terminal Baranangsiang, jantung transportasi Kota Bogor yang tak pernah benar-benar tidur.

Di antara kepulan asap knalpot dan hiruk-pikuk penumpang yang berlalu-lalang, tersimpan kisah keteguhan hati para sopir angkutan kota (angkot), mereka yang menjadi urat nadi mobilitas warga Kota Hujan.

Namun, di balik kesibukan itu, terselip bayang-bayang ketakutan. Sebuah insiden kebakaran angkot di salah satu sudut kota baru-baru ini mengguncang rasa aman, sekaligus membuka perbincangan baru tentang keselamatan transportasi publik di Bogor.

Hendra (45), seorang sopir angkot 09 rute Baranangsiang–Pasar Baru, adalah salah satu dari sekian banyak wajah pejuang di terminal ini.

Selama 15 tahun, ia mengais rezeki dari balik kemudi, memulai hari sejak pukul enam pagi hingga senja menjelang. Baginya, menjadi sopir bukan sekadar pekerjaan, tetapi sebuah bentuk pelayanan.

“Saya pernah bantu ibu-ibu mau lahiran, saya antar sampai rumah sakit tanpa minta bayaran. Rasanya puas banget bisa bantu,” kenang Hendra.

Namun, semangat pelayanan itu kini diuji oleh tantangan ekonomi yang berat. Maraknya transportasi online secara drastis menggerus jumlah penumpangnya.

“Dulu bisa bawa pulang seratus ribu sehari, sekarang kadang cuma cukup buat bensin dan setoran,” keluhnya.

Bertahan di Tengah Tekanan dan Perubahan

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tak diimbangi penyesuaian tarif semakin menghimpit pendapatan mereka.

Meski begitu, para sopir tetap berusaha bertahan. Mereka beradaptasi dengan meningkatkan pelayanan: lebih ramah, menjaga ketepatan waktu, dan memastikan kebersihan angkot. Hubungan dengan pengemudi ojek online yang dulu sempat memanas pun kini telah membaik.

“Sekarang sama-sama cari makan,” ujar Hendra.

Di sela antrean kendaraan, mereka sering bercanda satu sama lain, saling berbagi rokok, dan sesekali menumpang istirahat di bawah pohon besar di pinggir terminal.

Terminal Baranangsiang yang dulu megah kini tampak menua. Beberapa bagian perlu peremajaan, terutama fasilitas bagi sopir dan penumpang.

“Musholanya bagus, tapi tempat istirahat buat sopir kecil dan sering penuh. Toilet juga kadang kurang bersih,” ungkap Hendra.

Mereka berharap ada perbaikan fasilitas, kebersihan, dan penataan lalu lintas yang lebih tegas untuk mengatasi kemacetan di depan terminal.

Kekhawatiran Penumpang

Aktivitas di Terminal Baranangsiang mungkin terlihat normal, namun insiden angkot yang terbakar di wilayah lain di Kota Bogor meninggalkan jejak kecemasan di benak para penumpang.

Peristiwa yang diduga akibat korsleting listrik itu menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan.

Rina, seorang pegawai swasta yang setiap hari menaiki angkot rute Baranangsiang–Bubulak, menyuarakan kekhawatirannya.

“Jujur saja kaget dan takut. Setelah kejadian itu, saya jadi lebih hati-hati milih kendaraan. Kalau kelihatan mobilnya tua atau mesinnya berasap, saya pilih tunggu yang lain,” ujarnya.

Harapannya sederhana namun mendasar: para sopir lebih waspada dan pemerintah lebih proaktif.

“Saya harap sopir jangan merokok di dalam mobil dan pastikan mobilnya aman sebelum jalan. Pemerintah juga harus rutin melakukan pengecekan kendaraan,” tambah Rina.

(Zahroh)

Peringati Hari Pangan Sedunia 2025, DKPP Kota Bogor Gelar Gerakan Pangan Murah

0

Bogordaily.net – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (World Food Day) yang jatuh setiap tanggal 16 Oktober, IPB University melalui Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan (HIMATEPA) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor melalui DKPP Kota Bogor menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah di Alun-Alun Kota Bogor, Minggu 19 Oktober 2025.

Acara ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat akan arti penting ketahanan pangan sebagai kebutuhan dasar manusia.

Plt. Kabid Ketahanan Pangan DKPP Kota Bogor, Elly H. Nainggolan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan.

“Gerakan Pangan Murah ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, seperti telur ayam, daging ayam, minyak goreng, beras, gula, terigu, aneka cabai, bawang merah, bawang putih, sayuran segar, ikan, dan buah-buahan,” kata Elly H. Nainggolan pada Senin 20 Oktober 2025.

Tak hanya itu, acara ini juga melibatkan pelaku UMKM pangan yang turut menjajakan produk olahan seperti dimsum, sosis, dan makanan olahan lainnya.

HIMATEPA IPB juga menyelenggarakan lomba cipta menu berbahan pangan lokal, seperti jagung, kentang, dan talas untuk mendorong kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan alternatif.

Kegiatan menarik lainnya adalah WFD100, sebuah kuis interaktif untuk menguji pengetahuan peserta tentang pangan, serta pembagian pisang gratis yang didukung oleh Badan Pangan Nasional.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat dan tokoh penting, di antaranya Staf Ahli Wali Kota Bogor Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Agustiansyah, serta Apriyanto Dwi Nugroho, yang mewakili Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional.

Hadir pula Ketua Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University, Eko Hari Purnomo, serta perwakilan dari Badan Pangan Nasional, Dinas Pariwisata Kota Bogor, Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor, dan berbagai organisasi mahasiswa IPB University.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan bergizi, aman, dan beragam semakin meningkat, sekaligus mendorong dukungan terhadap produk pangan lokal.

(Ibnu Galansa)

 

25 Pejabat Administrator dan Pengawas Pemkab Bogor Kembali Dilantik, Ini Pesan Rudy Susmanto

Bogordaily.net – Sebanyak 25 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor kembali dilantik, pada Senin 20 Oktober 2025.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan bahwa, pelantikan ini merupakan bagian dari upaya konkret Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan profesionalitas aparatur, serta memantapkan kualitas pelayanan publik.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum penting untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih responsif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” kata Rudy Susmanto.

Kemudian, ia juga berpesan agar para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi tinggi.

“Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi untuk masyarakat Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan, pelantikan ini dilakukan untuk menuntaskan rekomendasi penempatan pejabat dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Dari total 25 pejabat yang dilantik, terdapat dua camat baru yakni Camat Gunung Sindur dan Camat Ciseeng, serta sejumlah sekretaris, kepala bidang, dan kepala UPT di berbagai perangkat daerah.

“Hari ini kita sudah melantik 25 pejabat yang memang sudah direkomendasikan. Ini bagian dari penyegaran agar organisasi tetap dinamis dan siap menghadapi tantangan tahun depan,” ungkap Ajat.

(Albin Pandita)

 

Influenza Melonjak di Musim Pancaroba, Puskesmas Leuwiliang Beri Tips Jaga Imun di Tengah Cuaca Ekstrem

Bogordaily.net – Cuaca yang tak menentu, dari panas terik tiba-tiba berubah menjadi hujan deras, kini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Kondisi pancaroba ini tidak hanya berdampak pada aktivitas harian warga, tetapi juga memicu lonjakan kasus penyakit menular, terutama influenza.

Puskesmas Leuwiliang mencatat, dalam beberapa minggu terakhir, keluhan batuk, pilek, demam, hingga dehidrasi meningkat signifikan.

Tak hanya dari warga sekitar pusat kecamatan, tetapi juga dari wilayah-wilayah terpencil yang masuk dalam cakupan pelayanan puskesmas tersebut.

Layanan Kesehatan Meningkat di Tengah Cuaca Tak Stabil

Dalam sehari, Puskesmas mencatat 600-700 kunjungan. Sekitar 400-500 kunjungan terjadi di dalam gedung Puskesmas, sementara sisanya berlangsung di luar gedung.

Kunjungan ini tidak hanya terbatas pada pasien sakit, tetapi juga mencakup konsultasi kesehatan. Jarak dan waktu menjadi kendala utama dalam menjangkau seluruh area yang menjadi target program dinas kesehatan.

Akhir-akhir ini, penyakit yang paling sering ditemukan adalah influenza. Faktor pemicunya beragam, termasuk keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA), pola kerja masyarakat, dan perubahan cuaca ekstrem (pancaroba) yang tidak menentu.

Ancaman Penyakit Ganda di Musim Pancaroba

Kondisi pancaroba tidak hanya memicu influenza, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit berat seperti batuk, pilek, dehidrasi, diare, dan DBD. Risiko ini semakin tinggi bagi mereka yang menerapkan pola hidup tidak sehat.

Menanggapi situasi ini, Puskesmas segera bertindak. Upaya pengendalian penyakit menular terutama terhadap DBD, dilaksanakan dengan menggerakkan masyarakat untuk membersihkan tempat-tempat yang dicurigai sebagai sarang nyamuk, diikuti dengan tindakan fogging.

Puskesmas juga memiliki program terstruktur untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, meliputi Kesehatan Lingkungan (Kesling) dan Promosi Kesehatan (Promkes).

Seluruh petugas, dari dokter hingga Office Boy, saling berkontribusi dalam menanggulangi situasi darurat dan memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan.

Melalui program Promkes, edukasi kesehatan rutin diberikan kepada masyarakat. Promkes bersama bidan juga aktif memberikan pelayanan dan vaksinasi sesuai usia dan tingkat kelas di sekolah, serta memberikan edukasi kepada murid dan guru.

“Mudah-mudahan dalam kondisi seperti ini yang tidak bisa kita kendalikan masyarakat bisa mengendalikan diri berperilaku hidup sehat. Tidak mengonsumsi es berlebih karena cuaca panas, sehingga nanti bisa memicu penyakit batuk, pilek bahkan mungkin lebih parah.” Ungkap James G.H Tambun, Kepala Puskesmas Leuwiliang.

Tips Sehat di Masa ncaroba

Untuk menjaga daya tahan tubuh selama cuaca pancaroba, Puskesmas memberikan beberapa tips praktis:

1. Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Kurangi kegiatan di luar rumah dan gunakan pelindung untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung, karena kulit akan lebih sensitif dan imunitas tubuh mudah menurun.

2. Asupan Makanan Bergizi

Selain vitamin dan imunisasi, penting untuk mengonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna. Pilihlah makanan lengkap dengan nasi, lauk, sayur, dan buah. Misalnya pepaya, buah yang terjangkau dan kaya akan vitamin C, B, dan D.

3. Cukupi Kebutuhan Air Putih

Minum air putih minimal 4-5 gelas per hari untuk anak kecil dan 8-12 gelas per hari untuk dewasa. Namun, disesuaikan kembali dengan kebutuhan cairan tubuh masing-masing.

4. Istirahat Cukup

Pastikan tubuh mendapatkan waktu tidur yang berkualitas dan kuantitas yang memadai untuk memulihkan energi dan menjaga fungsi kekebalan tubuh tetap optimal.

5. Olahraga Teratur

Lakukan olahraga ringan setidaknya 2.000-3.000 langkah per hari agar peredaran darah lancar. Olahraga membantu menggerakkan otot, meningkatkan volume otot, dan menstabilkan jantung dalam memompa darah (dari 60 kali/menit menjadi 90-100 kali/menit saat berolahraga). Pompa yang cukup akan mencegah zat padat halus dalam darah menempel di dinding pembuluh darah.

(Salma Nur Zahro M)

BRI Dukung Program Makan Bergizi Acara Bakti Sosial Bersama Alumni AAL 1996 “Moro Saka”

Bogordaily.net — Alumni Akademi TNI Angkatan Laut Angkatan 42 Tahun 1996 (Moro Saka) menggelar kegiatan Bakti Sosial dan Penanaman 1.996 pohon di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Sentul, Bogor.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, jajaran TNI AL, serta mitra strategis Bank BRI.

Dalam kegiatan ini, BRI memberikan dukungan penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat sekitar. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen BRI untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat dan memperkuat ketahanan sosial di berbagai daerah.

Branch Office Head BRI Mabes TNI Cilangkap, Pranathan Triatmojo mengatakan, melalui dukungan makan bergizi gratis ini, BRI berharap masyarakat dapat memperoleh manfaat nyata dari kegiatan sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan.

“BRI akan terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI AL, dalam menumbuhkan semangat kepedulian dan keberlanjutan bagi bangsa,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan Bakti Sosial Moro Saka ini meliputi pembangunan jalan dan jembatan, penanaman 1.996 pohon, pembagian makanan bergizi, pembagian paket sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, serta layanan nikah massal.

Acara ini menjadi wujud nyata sinergi antara Danantara dan TNI AL dalam membangun masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berkelanjutan.(*)

Lima Program Utama Tangani Kemiskinan di Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus melakukan langkah penanganan kemiskinan melalui lima program utama pemberdayaan masyarakat.

Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa berbagai inovasi penanganan kemiskinan yang terintegrasi terus dilakukan antara lain, pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Program-program yang kami jalankan tidak hanya fokus pada satu sektor, tapi melibatkan banyak pihak dan lintas bidang. Dari pembangunan infrastruktur desa, pemberdayaan ekonomi, penanganan stunting, hingga penyediaan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana semuanya berorientasi pada pemberdayaan masyarakat,” kata Ajat, Senin 20 Oktober 2025.

Menurutnya, lima program utama penanganan kemiskinan lintas sektor di Kabupaten Bogor, antara lain Program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) dengan memberikan bantuan keuangan khusus infrastruktur kepada seluruh desa yang dilaksanakan secara padat karya.

Sehingga membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa. Program ini menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat akar rumput dengan perputaran uang di desa mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahun.

Kemudian, program Gotasmil (Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting dan Ibu Hamil KEK) dengan menggerakkan kepedulian lintas elemen mulai dari pelaku usaha hingga pejabat pemerintahan untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan gizi ibu hamil berisiko melalui partisipasi langsung dan sukarela.

Lalu ada Beasiswa Pendidikan Tinggi, Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan bantuan pendidikan bagi 1.200 mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk menempuh pendidikan S1 sebagai investasi jangka panjang dalam memutus rantai kemiskinan.

Selanjutnya, program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Miskin, melalui dukungan modal usaha, pelatihan, dan pendampingan di sektor perikanan dan peternakan, program ini membantu masyarakat miskin agar mampu mandiri dan memiliki sumber penghasilan berkelanjutan.

Kemudian, Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Melalui Pokmas, dengan memberikan hunian layak bagi korban bencana melalui mekanisme swakelola tipe IV, dimana masyarakat sendiri terlibat langsung dalam proses pembangunan.

Selain menciptakan lapangan kerja, program ini juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan gotong royong antarwarga.

Selain lima aspek utama tersebut, Pemkab Bogor juga terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan lain, seperti perbaikan rutilahu, pengelolaan air bersih dan sanitasi, kampung ramah lingkungan, pelatihan wirausaha baru, pengembangan desa wisata, serta kerja sama dengan perguruan tinggi dalam KKN tematik kemiskinan dan stunting.

Ajat Rochmat Jatnika menegaskan, seluruh program tersebut merupakan wujud konkret komitmen Pemkab Bogor untuk memastikan penanganan kemiskinan dilakukan secara berkelanjutan, inklusif, dan kolaboratif.

“Kami berupaya agar setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.(Albin)

Tingkatkan Kinerja, Perumda Pasar Tohaga Lakukan Rapat Kerja Anggaran 2026

0

Bogordaily.net – Perumda Pasar Tohaga melaksanakan rapat kerja anggaran (RKA) tahun 2026 bersama seluruh unit pasar di Kabupaten Bogor.

Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga Haris Setiawan menjelaskan bahwa, rapat tersebut dilaksanakan sebagai langkah awal untuk menyusun strategi, rencana, dan anggaran yang lebih baik demi mewujudkan kinerja optimal di tahun mendatang.

“Ini adalah langkah awal untuk menyusun strategi, rencana, dan anggaran yang lebih baik,” kata Haris Setiawan, Senin 20 Oktober 2025.

Menurut dia, berbagai inovasi terus dilakukan oleh Perumda Pasar Tohaga, salah satunya melalui program digitalisasi melalui aplikasi Qris di seluruh pasar tradisional Kabupaten Bogor.

Ia menambahkan, metode pembayaran yang kini diterapkan oleh Perumda Pasar Tohaga yakni menggunakan pembayaran melalui aplikasi Qris untuk meminimalisir terjadinya peredaran uang palsu di pasar tradisional.

“Maka program cashles ataupun uang digital termasuk didalamnya penggunaan qris mutlak diperlukan,” jelasnya.

“Untuk menghindari peredaran uang palsu dimanapun itu berada termasuk dalam transaksi di pasar tradisional,” tambah Haris.(Albin)

Kecelakaan Tunggal di Jalan Pajajaran, Seorang Pengendara Motor Meninggal Dunia

0

Bogordaily.net – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Pajajaran, tepatnya di samping restoran Gurih 7, Kota Bogor, pada Senin pagi, 20 Oktober 2025, sekitar pukul 10.40 WIB. Insiden ini mengakibatkan seorang pengendara motor meninggal dunia di lokasi kejadian.

Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera berusaha memberikan pertolongan, namun nyawa pengendara tak dapat diselamatkan.

Hingga kini, identitas korban masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang. Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Kota Bogor untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, menjaga kecepatan, dan memperhatikan kondisi jalan demi menghindari peristiwa serupa di kemudian hari.***