Home Blog Page 547

Bea Cukai dan Bupati Bogor Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal dan Miras di Stadion Pakansari

Bogordaily.net – Sebanyak 1.880.812 batang rokok ilegal berbagai merek serta 13.228 botol minuman keras (miras) tanpa izin dimusnahkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Barat, bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto dan jajaran Forkopimda Kabupaten Bogor, Selasa 21 Oktober 2025.

Kegiatan pemusnahan berlangsung di Area Stadion Pakansari, Cibinong, disaksikan langsung oleh aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.

Tumpukan rokok dan miras hasil sitaan itu dimusnahkan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menekan peredaran barang ilegal yang merugikan negara

“Kita sudah menyaksikan bersama bahwa ada kegiatan pemusnahan sejumlah rokok ilegal yaitu sebanyak 1.880.812 batang rokok ilegal dan juga ada sejumlah minuman mengandung alkohol yang ilegal,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Barat, Finari Manan kepada wartawan. 

Rokok Ilegal dari Madura hingga Jawa Timur

Menurutnya, jutaan rokok ilegal yang berhasil dipasarkan dari beberapa warung di wilayah kabupaten Bogor tersebut, berasal dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

“ini adalah rokok lokal yang kita cegah melintas dari Madura, Jawa Tengah, dan Jawa Timur  jadi di Bogor ini atau jawa barat  bukan tempat produksi tetapi tempat perlintasan dan pemasaran,” jelasnya.

Adapun, pemusnahan ini adalah hasil sinergi serta kolaborasi dengan Pemkab Bogor beserta aparat penegak hukum.

“Ini adalah sinergi dan kolaborasi dengan aparat penegak hukum. TNI Polri kejaksaan dan juga tentunya Pemda Satpol PP,” tambahnya.

Ia menilai, barang hasil sitaan itu diperkirakan telah merugikan negara hingga Rp. 1,4 miliar rupiah.

“Total perkiraan barang yang kita musnahkan kurang lebih 2,8 miliar dan kerugian negaranya sekitar 1,4 miliar rupiah,” ujar Finari.

Sementara itu, pihaknya akan menindak tegas para pengedar dan juga menimbun rokok ilegal tersebut dengan ancaman hukuman berat.

“Sesuai dengan pasal 54 Undang Undang Cukai bahwa setiap yang mengedarkan menimbun, membeli, bahkan mengkonsumsi yang rokok ilegal itu dikenakan sanksi tindak pidana 1 tahun paling lama 5 tahun atau denda 200 juta sampai 5 miliar,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

Menteri LH Segera Cabut Sanksi terhadap Belasan KSO di Puncak Bogor, Dorong Investasi Hijau dan Pemulihan Ekonomi Daerah

Bogordaily.net – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq memastikan akan segera mencabut sanksi administratif terhadap belasan Kerja Sama Operasional (KSO) usaha ekowisata di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, sebagaimana yang disampaikan langsung dalam audiensi bersama Anggota DPR RI Mulyadi serta perwakilan pengusaha dan masyarakat Bogor Selatan hari Sabtu, 18 Oktober 2025 lalu di Jakarta.

Langkah tersebut merupakan bentuk perhatian menteri LH terhadap aspirasi masyarakat dan dunia usaha di Bogor yang selama ini terdampak oleh kebijakan penghentian sementara kegiatan ekowisata.

“Kementerian Lingkungan Hidup akan terus mendukung investasi di Kabupaten Bogor, selama selaras dengan pelestarian lingkungan. Kami mendorong para pelaku usaha untuk melakukan penanaman pohon, penataan limpasan air, dan langkah nyata agar tidak terjadi banjir di kawasan Puncak,” ujar Hanif.

Menteri LH juga menegaskan bahwa KLH tidak menutup usaha, melainkan melakukan penghentian sementara untuk memberikan efek jera sekaligus memastikan kepatuhan terhadap aturan lingkungan. “Kami tidak menutup usaha, hanya menghentikan sementara untuk mendorong pembenahan dan kesadaran bahwa ekonomi harus memperhatikan daya dukung lingkungan,” lanjutnya.

Penataa Lingkungan

Menteri LH mengharapkan kolaborasi yang efektif antara penggiat usaha dan kementerian dalam menjaga lingkungan bersama, serta menginstruksikan para pengusaha KSO untuk segera melaporkan langkah penataan lingkungan yang telah dilakukan dan mengarahkan PTPN membenahi perizinan sesuai ketentuan undang-undang.

Perihal izin, Menteri LH juga mengarahkan para pihak pengusaha untuk memberikan laporan terkait penataan lingkungan yang sudah dilakukan dan mengarahkan PTPN untuk segera membenahi perizinan sesuai undang-undang yang berlaku.

Langkah-langkah tersebut diharapkan menjadi dasar bagi Menteri LH dalam memberikan kepastian pencabutan sanksi dalam waktu dekat, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah untuk menegakkan keadilan lingkungan secara proporsional.

Anggota DPR RI Mulyadi memberikan apresiasi tinggi atas sikap cepat dan terbuka Menteri LH dan jajaran KLH dalam merespons aspirasi masyarakat Bogor.

Mulyadi juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri LH yang telah mendengar suara rakyat dan bersedia untuk segera mencabut sanksi demi kepastian usaha yang selaras dengan keberlangsungan lingkungan hidup dan mendukung kolaborasi hijau di kawasan Puncak.

“Saya mengapresiasi aksi cepat Bapak Menteri dan KLH yang akan memberikan kepastian pencabutan sanksi sebelum akhir bulan ini. Ini langkah nyata pemerintah yang berpihak kepada rakyat, sekaligus menunjukkan bahwa penegakan lingkungan bisa berjalan berdampingan dengan investasi,” ujar Mulyadi.

Pembinaan Pelaku Usaha

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan terhadap pelaku usaha agar mampu menerapkan praktik ekowisata berkelanjutan, yang bukan hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga menjaga keseimbangan alam di kawasan Puncak.

Suara senada datang dari Ketua Masyarakat Adat Puncak (MAP), Chaidir Rusly atau akrab disapa Mang Iding. Dengan nada optimistis, ia mengingatkan semua pihak agar menjaga momentum baik ini.

“Kita perlu menjaga kelestarian alam Puncak sekaligus menghidupkan kembali ekonomi masyarakat. Karena itu, kami berharap ada kepastian dan langkah konkret dari KLH. Masyarakat Puncak akan terus mendukung dan mengawal agar komitmen yang disampaikan Menteri LH bisa ditepati secepat mungkin.” tegasnya

Keputusan ini menegaskan posisi KLH sebagai lembaga yang pro-investasi dan pro-rakyat, tanpa mengabaikan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Dengan semangat kolaborasi, KLH berupaya menjadikan kawasan Puncak Bogor sebagai model ekowisata berkelanjutan yang inklusif, produktif, dan ramah lingkungan.***

Harga Emas Hari Ini Selasa 21 Oktober 2025, Naik atau Turun?

0

Bogordaily.net – Harga emas hari ini, Selasa, 21 Oktober 2025, dibuka dengan nada hati-hati di tengah tren koreksi tajam yang melanda pasar logam mulia sehari sebelumnya.

Meskipun pada awal pekan sempat terjadi penurunan signifikan di harga emas murni Antam (Logam Mulia), data dari lembaga resmi seperti Pegadaian menunjukkan adanya stabilitas harga beli dan jual di berbagai produk emas.

Kondisi ini menandakan bahwa minat investor terhadap aset safe haven seperti emas masih cukup kuat.

Bagi sebagian pelaku pasar, situasi saat ini justru menjadi momentum penting untuk menentukan strategi investasi, apakah akan melakukan akumulasi atau realisasi keuntungan setelah fase koreksi.

Pegadaian mencatat bahwa harga emas mini (0,01 gram) dibuka di kisaran Rp24.280 untuk harga beli dan Rp23.430 untuk harga jual.
Meskipun pergerakannya cenderung stagnan, perbedaan harga antar merek masih terlihat cukup mencolok.

Tiga merek besar Antam, UBS, dan Galeri24 masing-masing menunjukkan spread harga yang berbeda, mencerminkan brand value dan tingkat likuiditas yang khas di pasar domestik.

Bagi investor, perbedaan ini menjadi hal krusial, terutama bagi mereka yang memperhitungkan harga entry point dan kemudahan likuidasi aset saat menjual kembali.

Rincian Harga Emas 21 Oktober 2025

Harga Emas GALERI24

0.5 gram Rp 1.314.000

1 gram Rp 2.504.000

2 gram Rp 4.932.000

5 gram Rp 12.238.000

10 gram Rp 24.411.000

25 gram Rp 60.877.000

50 gram Rp 121.658.000

100 gram Rp 243.195.000

250 gram Rp 607.686.000

500 gram Rp 1.214.774.000

1000 gram Rp 2.429.547.000

Harga Emas ANTAM

0.5 gram Rp 1.384.000

1 gram Rp 2.657.000

2 gram Rp 5.247.000

3 gram Rp 7.843.000

5 gram Rp 13.035.000

10 gram Rp 26.010.000

25 gram Rp 64.886.000

50 gram Rp 129.685.000

100 gram Rp 259.284.000

250 gram Rp 647.917.000

500 gram Rp 1.295.602.000

1000 gram Rp 2.591.160.000

Harga Emas UBS

0.5 gram Rp 1.359.000

1 gram Rp 2.513.000

2 gram Rp 4.987.000

5 gram Rp 12.322.000

10 gram Rp 24.514.000

25 gram Rp 61.164.000

50 gram Rp 122.076.000

100 gram Rp 244.056.000

250 gram Rp 609.960.000

500 gram Rp 1.218.483.000

Itulah tadi informasi terkait harga emas hari ini Selasa, 21 Oktober 2025.
 

DKPP Kota Bogor Perkuat Program Ketahanan Pangan dan Gizi untuk Wujudkan Kota Sehat dan Mandiri

0

Bogordaily.net – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor terus memperkuat pelaksanaan program ketahanan pangan dan gizi sebagai bagian dari prioritas pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, berdaya saing, dan sejahtera.

Plt. Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kota Bogor, Elly H. Nainggolan, menjelaskan bahwa program ini memiliki peran strategis dalam mendukung penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi pangan lokal.

“Ketahanan pangan tidak hanya terkait sektor pertanian, tetapi menjadi fondasi dalam mewujudkan kota yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” ungkap Elly pada Kamis 16 Oktober 2025.

Pelaksanaan program ketahanan pangan dan gizi dilakukan melalui koordinasi lintas sektor antara berbagai instansi.

DKPP menjadi koordinator utama dalam penyediaan dan pengawasan pangan lokal.

Sementara itu, Dinas Kesehatan berperan dalam pemantauan status gizi masyarakat, Dinas Sosial menangani keluarga rentan pangan, dan Bappeda memastikan sinkronisasi program dengan arah pembangunan daerah.

Kecamatan dan kelurahan menjadi ujung tombak pelaksanaan kegiatan, mulai dari pendataan sasaran hingga pelaporan berbasis data.

“Koordinasi dilakukan secara rutin melalui rapat teknis dan forum lintas sektor,” katanya.

Sasaran program ditentukan berdasarkan indikator sosial, ekonomi, dan gizi melalui analisis data tingkat kecamatan dan kelurahan.

Wilayah prioritas ditetapkan melalui koordinasi antara DKPP, Bappeda, serta perangkat daerah terkait.

Kelompok sasaran meliputi rumah tangga rawan pangan, ibu hamil dan menyusui, balita, kelompok tani, dan masyarakat penggerak pangan lokal.

Elly mengatakan bahwa keberhasilan program diukur melalui peningkatan ketersediaan pangan lokal, penurunan angka stunting, peningkatan konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), serta terbentuknya kelompok masyarakat seperti P2L, lumbung pangan, dan UP2KP.

Meski telah berjalan dengan baik, Elly mengakui terdapat beberapa tantangan di lapangan, seperti keterbatasan pasokan pangan segar di musim tertentu, kendala distribusi, hingga perubahan perilaku konsumsi masyarakat yang masih berfokus pada pangan berbasis beras

“Kami terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan edukasi masyarakat, dan mengoptimalkan potensi pangan lokal agar ketahanan pangan di Kota Bogor bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam mendukung diversifikasi pangan, DKPP menjalankan berbagai program seperti Pekarangan Pangan Lestari (P2L), pendampingan kelompok tani dan wanita tani, serta kerja sama dengan pelaku usaha lokal untuk memperluas distribusi pangan segar.

Selain itu, promosi konsumsi pangan B2SA gencar dilakukan melalui berbagai kegiatan penyuluhan dan sosialisasi.

Monitoring dan evaluasi program dilaksanakan secara berkala melalui pengumpulan data lapangan, laporan dari kecamatan, serta analisis indikator ketahanan pangan dan gizi masyarakat.

“Hasil evaluasi digunakan untuk menilai efektivitas program serta menyusun kebijakan dan rencana tindak lanjut pada tahun berikutnya,” ucapnya.

Dampak jangka panjang program juga diukur melalui indikator kesehatan masyarakat, seperti penurunan prevalensi stunting, anemia, dan gizi buruk, serta peningkatan proporsi balita dengan berat badan normal.

Elly menegaskan, keberhasilan program ketahanan pangan dan gizi tidak terlepas dari peran aktif masyarakat.

Kelompok seperti TP-PKK, kader ketahanan pangan, dan Posyandu menjadi ujung tombak dalam edukasi, pemantauan, serta penerapan pola konsumsi sehat.

“Petani lokal juga berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan segar dan mendukung diversifikasi pangan daerah,” jelasnya.

Sinergi antara pemerintah daerah, kelompok masyarakat, dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan di Kota Bogor.

Melalui berbagai upaya tersebut, DKPP Kota Bogor berkomitmen untuk terus memperkuat program ketahanan pangan dan gizi guna mendukung terwujudnya masyarakat Kota Bogor yang sehat, tangguh, dan sejahtera.***

Ibnu Galansa

Prabowo Siapkan Mobil Nasional, 3 Tahun Lagi Produksi Massal Dimulai!

0

Bogordaily.net – Presiden Prabowo Subianto memastikan Indonesia akan memproduksi mobil buatan sendiri dalam tiga tahun ke depan, lengkap dengan alokasi dana dan lahan pabrik.

Ia mencontohkan kesuksesan produksi jip dalam negeri yang kini digunakan pejabat dan TNI.

Prabowo juga berpesan agar para pejabat meneladani dirinya dengan menggunakan mobil karya anak bangsa sebagai bentuk kebanggaan nasional.

Prabowo bercerita demi mewujudkan Indonesia memiliki mobil karya anak bangsa, ia sudah mengalokasikan anggaran hingga lahan untuk tempat produksi.

“Saudara-saudara, belum merupakan prestasi tapi sudah kita mulai rintis. Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam tiga tahun yang akan datang. Saya sudah alokasi dana, sudah kita siapkan lahan untuk pabrik-pabriknya. Sedang bekerja sekarang tim,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia sudah berhasil membuat jip buatan dalam negeri. Kekinian jeep tersebut bahkan sudah dipakai para pejabat.

“Kita sudah menghasilkan jip buatan Indonesia. Jadi sekarang pejabat-pejabat kita, perwira-perwira kita bangga, kita tidak pakai jip buatan negara lain. Kita pakai jip buatan Indonesia sendiri,” kata Prabowo.

“Komandan pasukan kita, kalau naik kendaraan pimpin pasukan, dia bangga dia pakai jip buatan Indonesia,” ujar Prabowo.

Diketahui, mobil kepresidenan yang biasa digunakan Prabowo juga buatan dalam negeri, yakni Maung MV3 Garuda Limousine. Kendaraan serupa juga dipakai oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Presidenmu pakai jip buatan Indonesia,” kata Prabowo.

Meski demikian, diakui Prabowo, untuk beberapa kesempatan, ia menggunakan Toyota Alphard. Prabowo berseloroh sudah lama tidak mencicipi kenyamanan menumpangi Alphard.

“Kemarin saya berangkat pergi, mau incognito, jadi saya tidak mau pakai, saya pakai mobil biasa saya pakai Alphard. Sudah lama saya nggak menikmati Alphard, enak juga ini,” kelakar Prabowo.

Kendati begitu, Prabowo menegaskan bahwa sebagai kepala negara tentu ia harus memberikan contoh dengan menggunakan mobil buatan dalam negeri.

“Tapi eits, Prabowo, inget kamu Presiden RI, harus beri contoh, pakai Maung terus,” katanya.

Prabowo lantas berbicara kepada anak buahnya di jajaran kabinet agar bisa meniru hal yang sama.

“Dan sebentar lagi, saudara-saudara harus pake Maung semua. Saya nggak mau tau, yang mobil-mobil bagus pakai kalau libur saja. Ya pada saat saya nggak panggil, kau bolehlah kau pake mobil itu,” kata Prabowo.***

Kementerian UMKM Fasilitasi Para Pengusaha Mikro Yogyakarta Naik Kelas

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memfasilitasi para pengusaha mikro di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk naik kelas melalui Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro.

Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, di Yogyakarta, Senin (20/10), menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas instansi demi mewujudkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029, khususnya dalam penguatan UMKM sebagai pilar ekonomi nasional.

“Seperti Pak Menteri pesankan, pendekatan yang kita lakukan harus bersifat multi-kolaborasi. Melalui Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang diselenggarakan kali ini, mudah-mudahan upaya mencapai target RPJMN dapat kita wujudkan pada tahun 2029,” ujarnya saat membuka Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Yogyakarta, Senin (20/10).

Arif mengatakan, acara ini diikuti oleh setidaknya seribu pengusaha mikro yang akan memperoleh berbagai bentuk fasilitasi untuk mempermudah usaha mereka secara menyeluruh.

“Kami menyadari bahwa mengurus legalitas usaha sering kali terasa rumit dan membingungkan. Oleh karena itu, melalui acara ini, pemerintah berupaya membantu serta membuka jalan yang lebih mudah dan cepat bagi para pengusaha mikro,” katanya.

Arif menambahkan, para peserta Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro dapat memanfaatkan berbagai fasilitas sesuai kebutuhan mereka. Fasilitas tersebut mencakup pendampingan pembuatan legalitas usaha, layanan pelindungan usaha, akses pembiayaan, akses pasar dan kemitraan, akses perdagangan digital dan sistem pembayaran digital, hingga pengembangan UMKM berbasis teknologi informasi.

“Sampai Oktober 2025, lebih dari 14 juta UMKM telah memiliki Nomor NIB, 6,5 juta produk telah bersertifikat halal, dan 1 juta usaha mikro kecil telah memiliki sertifikat SNI. Alhamdulillah, capaian legalisasi dan sertifikasi usaha terus meningkat dan melonjak signifikan tahun ini, salah satunya berkat penyelenggaraan kegiatan seperti ini,” katanya.

Selain itu, Arif juga menyoroti kemajuan signifikan dalam pembiayaan usaha bagi UMKM yang kini semakin mudah diakses dan lebih produktif.

Hingga Oktober 2025, telah tersalurkan Rp214,7 triliun pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada lebih dari 3,6 juta UMKM, atau sekitar 71 persen dari target Rp300 triliun.

Ia menegaskan agenda ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan inisiatif kolaboratif yang bertujuan mempercepat transformasi UMKM Indonesia dari sektor informal ke sektor formal.

“Kami berharap UMKM di Indonesia akan semakin produktif dan berdaya saing tinggi, sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Komisi VII DPR, Saleh Partaonan Daulay sangat mengapresiasi acara Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Yogyakarta yang merupakan provinsi ke enam dari rangkaian acara ini.

“Melihat dari judul acaranya, kita sudah bisa tahu target dan sasarannya. Tujuannya adalah agar rakyat kecil bisa mendapatkan akses kemudahan untuk berusaha, melalui permodalan, legalitas hingga pendampingan,” ujarnya.***

Ada Layanan Akupuntur di RSUD Kota Bogor. Terapi Hilangkan Banyak Penyakit, Namun Biaya Gak Bikin Sakit

0

Bogordaily.net – Kini warga Bogor punya solusi cerdas mengatasi berbagai masalah kesehatan tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. RSUD Kota Bogor secara resmi membuka layanan akupunktur medis yang terbukti efektif menangani puluhan jenis penyakit, mulai dari nyeri kronis, gangguan hormon, hingga masalah pencernaan, dengan biaya yang sangat terjangkau.

“Biaya berobat itu tidak harus mahal. Makanya kami hadirkan akupunktur sebagai terapi utama yang mampu menyembuhkan banyak penyakit, tapi harganya gak bikin sakit,” tegas Kabid Pengembangan Bisnis RSUD Kota Bogor, dr. Armein Sjuhairy Rowi.

Yang membuat terapi ini istimewa adalah manfaatnya yang hampir seperti “satu jurus tamat banyak masalah”. Satu kali terapi tidak hanya meredakan keluhan utama, tapi sekaligus memperbaiki sistem imun, menyeimbangkan hormon, dan mengatur fungsi organ tubuh lainnya. Pasien seperti dapat paket komplit dalam satu kali pengobatan.

Ditambah lagi, metode pengobatan ini ditangani langsung oleh dokter spesialis berpengalaman di bidang pengobatan medis modern yang dikombinasikan dengan pengobatan alternatif, dr. Ursula.

Akupunktur di RSUD Kota Bogor sudah terbukti berhasil menangani beragam kasus rumit. Dari anak-anak dengan gangguan saraf hingga pasien benjolan tiroid yang berangsur mengecil. Yang lebih mengejutkan, terapi ini juga efektif untuk pencegahan penyakit, membuat tubuh lebih kebal dari serangan virus dan bakteri.

“Dengan biaya yang tidak sampai menguras tabungan, masyarakat bisa dapat manfaat tiga dalam satu: menyembuhkan penyakit yang ada, mencegah penyakit baru, dan meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan,” tambah dr. Armein, sapaan akrabnya.

Keberadaan layanan akupunktur ini sekaligus membuktikan komitmen RSUD Kota Bogor dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik yang merakyat. Kini berobat tidak harus mahal, yang penting tepat sasaran dan menyelesaikan masalah sampai ke akar-akarnya.

“Kami ingin memutus mata rantai anggapan bahwa berobat itu pasti mahal. Di RSUD Kota Bogor, kami berikan yang terbaik untuk masyarakat, termasuk terapi akupunktur yang sudah setara rumah sakit swasta, tetapi harga yang jauh lebih bersahabat,” pungkasnya.***

Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Model Koperasi Masa Depan Pembuka Akses Ekonomi Rakyat

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menekankan bahwa eksistensi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih merupakan model koperasi masa depan, di mana koperasi yang hadir di tengah masyarakat dengan solusi konkret untuk membuka akses ekonomi rakyat di tingkat akar rumput.

Oleh karena itu, Menkop berharap Dekopinwil terus menjadi wadah konsolidasi, pembinaan, dan penguatan kapasitas koperasi, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkeadilan.

“Alhamdulillah, kini setiap desa/kelurahan di Jawa Barat kini memiliki Kopdes/Kel Merah Putih sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat,” kata Menkop, pada acara Musyawarah Wilayah (Muswil) Dekopinwil Jawa Barat Tahun 2025, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (20/10).

Di acara yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Bambang Haryadi, Menkop menegaskan bahwa saat ini sudah memasuki era pembaruan gerakan koperasi, sebuah era di mana koperasi tidak boleh hanya menjadi organisasi administratif.

“Tetapi, harus menjadi gerakan ekonomi rakyat yang moderen, profesional, dan berdaya saing tinggi,” ucap Menkop Ferry.

Dekopinwil Jabaw Jadi Motor Penggerak Perubahan

Bahkan, bagi Menkop, Dekopinwil Jawa Barat harus bisa menjadi motor penggerak perubahan, mengawal transformasi koperasi menuju digitalisasi, memperkuat tata kelola, dan memperluas jejaring usaha.

“Kita ingin koperasi tidak hanya hadir di pinggiran ekonomi, tetapi berdiri sejajar dengan pelaku usaha besar dan menjadi bagian integral dari rantai pasok nasional, bahkan global,” ucap Menkop.

Menkop juga merujuk banyaknya koperasi sektor produksi yang tumbuh kuat di Jawa Barat. Ada koperasi peternakan, perikanan, dan pertanian, yang dikelola dengan profesional.

“Kisah-kisah sukses ini perlu diangkat ke permukaan, disebarluaskan, dan dijadikan contoh best practices agar masyarakat tahu bahwa koperasi bisa menjadi pemain utama dalam pembangunan ekonomi daerah,” papar Menkop.

Lebih dari itu, Menkop Ferry berharap Dekopin dapat menjadi etalase keberhasilan koperasi, tempat di mana masyarakat bisa melihat bahwa koperasi bisa unggul, berinovasi, dan menembus pasar luas.

Menurut Menkop, Gerakan Koperasi hanya akan kuat jika menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

“Ini tugas kita bersama adalah memasyarakatkan koperasi, menjadikannya kebanggaan. Kita ingin masyarakat bangga berkata, saya anggota koperasi,” ungkap Menkop.

Koperasi Sebagai Ruang Berkreasi

Di samping itu, Menkop ingin anak muda melihat koperasi sebagai ruang berkreasi, berinovasi, dan berjejaring, bukan sebagai kuno, tetapi sebagai platform ekonomi gotong royong yang relevan dengan zaman digital.

“Di sinilah peran Dekopinwil dan seluruh insan koperasi Jawa Barat untuk membangun narasi positif tentang koperasi, memperkuat publikasi dan pemberitaan, serta membumikan nilai-nilai koperasi dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Menkop Ferry.

Nilai Koperasi

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebutkan bahwa sesungguhnya ada nilai koperasi dalam mengelola negara, karena dibangun atau didesain secara kolektif.

“Sistem pengelolaan APBN atau APBD kita itu ya koperasi, yang disusun atas usaha bersama berazaskan kekeluargaan,” kata Gubernur Jabar.

Begitu juga koperasi, lanjut Dedi Mulyadi, di mana sistem ekonominya disusun atas usaha bersama dengan azas kekeluargaan. Artinya, ada ekonomi berkeadilan yang terdistribusi. “Dananya tidak boleh keluar wilayah atau luar negeri, harus berputar di sekitaran desa,” terang Gubernur Jabar.

Gubernur Jabar pun mewanti-wanti keberadaan para rentenir di tengah masyarakat yang berkedok koperasi, dengan melakukan praktik bank gelap dan berdampak pada tumbuhnya angka kemiskinan.

“Kita ingin menurunkan tingkat kemiskinan, bukan hanya dengan cara meningkatkan pendapatan masyarakat. Tapi, juga menurunkan angka belanja masyarakat. Contoh, pendidikan gratis, makan gratis, dan sebagainya,” kata Gubernur Jabar.

Maka, Dedi Mulyadi mengajak seluruh para penyelenggara negara untuk memiliki spirit koperasi menjadi sebuah sistem.

“Sehingga, kita bisa membangun sistem sosial yang kokoh melalui koperasi,” ucap Dedi.

 

Sinar Mas Land Hadirkan Klaster Burgundy, Hunian Premium Bernuansa Modern Klasik di Rancamaya

0

Bogordaily.net – Pertambahan jumlah penduduk, peningkatan infrastruktur dan hadirnya fasilitas transportasi massal di Kota Bogor mendorong minat masyarakat terhadap hunian tapak di wilayah ini.

Berdasarkan data Indonesia Property Watch, penjualan rumah tapak di Bogor pada kuartal II-2025 tercatat meningkat signifikan sebesar 13,7%, menandakan tingginya permintaan terhadap hunian berkualitas di kawasan ini.

Melihat potensi pasar yang terus tumbuh, Sinar Mas Land kembali memperluas kawasan hunian premiumnya di Rancamaya dengan menghadirkan klaster terbaru bertajuk Burgundy.

Nama “Burgundy” terinspirasi dari warna merah tua keunguan khas wilayah Burgundy di Prancis, yang terkenal dengan anggur merah berkualitas dunia.

Warna ini melambangkan kemewahan, kekayaan, dan keanggunan, nilai yang tercermin dalam setiap unit hunian di Burgundy.

Berada di ketinggian sekitar 430 mdpl, Burgundy menawarkan pengalaman tinggal yang menenangkan, dengan panorama Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango.

Hunian ini dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara kenyamanan modern, privasi, dan kualitas hidup yang sehat.

Desain Modern Klasik

Burgundy mengusung desain arsitektur modern klasik dengan facade elegan, open-plan spacious layout, dan pencahayaan alami yang maksimal.

Setiap unit memanfaatkan orientasi bangunan untuk memastikan sirkulasi udara alami yang optimal. Klaster Burgundy terdiri dari dua dan tiga lantai, hadir dalam tiga tipe.

Pertama, tipe 7 dengan LT 105 m²/LB 123 m² dan terdiri dari 4+1 bedrooms. Tipe 9 dengan LT 171 m²/LB 187 m² dan terdiri dari 4+1 ensuite bedrooms.

Sementara tipe 10 dengan LT 250 m²/LB 280 m², terdiri dari 4+1 ensuite bedrooms dan 1 multifunction room. Pada tahap pertama Burgundy akan tersedia sebanyak 66 unit dan ditawarkan mulai Rp1,9 miliar.

Dari total tersebut, sebanyak 30 unit telah terjual dalam penawaran perdana melalui program khusus VIP Customer, yang menunjukkan respons positif dari pasar.

Burgundy Klaster Pertama yang Dikembangkan

Herry Hendarta, Deputy Group CEO of Strategic Development and Assets, Sinar Mas Land menjelaskan, Burgundy menjadi klaster pertama yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land di Rancamaya, setelah mengakuisisi PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) pada Oktober 2024.

“Peluncuran Burgundy menjadi langkah lanjutan Sinar Mas Land dalam memperkuat posisi Rancamaya sebagai kawasan hunian premium dengan konsep green resort living,” ujarnya

Didukung dengan kualitas udara yang baik, desain arsitektur modern, dan fasilitas lengkap, Burgundy diharapkan menjadi destinasi hunian baru bagi masyarakat urban yang mendambakan keseimbangan antara kenyamanan modern dan ketenangan resort di jantung Kota Bogor.

“Kami yakin Burgundy akan menjadi pilihan ideal bagi mereka yang mencari hunian dengan lingkungan asri, desain berkelas, serta kemudahan akses menuju pusat Kota,” katanya.

Burgundy juga dilengkapi dengan beragam fasilitas seperti garden path, playground, outdoor gym, basketball court, amphitheater, viewing deck, serta area hijau green belt.

One Gate System

Klaster ini menerapkan sistem keamanan one gate system dengan pemantauan CCTV 24 jam, serta dilengkapi fitur smart home system untuk memberikan kenyamanan dan keamanan maksimal bagi penghuni.

Untuk semakin mendukung green resort living, Burgundy terhubung dengan fasilitas unggulan di kawasan Rancamaya seperti Rancamaya Golf & Country Club yang menjadi ikon kawasan, sport club modern, dan menyediakan jogging track dengan ruang terbuka hijau yang menyegarkan.

Kawasan ini juga terletak dekat dengan sekolah bertaraf internasional seperti HighScope Indonesia, R Hotel Rancamaya, serta area komersial yang terus dikembangkan.

Dari sisi akses, Burgundy berlokasi strategis dengan memiliki keunggulan konektivitas. Kawasan terpadu ini dapat ditempuh dalam waktu satu jam dari Jakarta melalui Exit Tol Ciawi.

Lokasinya juga sangat dekat ke Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), hanya 200 meter dari gerbang utama Rancamaya. Aksesibilitas kawasan ini semakin lengkap dengan hadirnya North Gate, yang dapat mempercepat jalur ke pusat Kota Bogor melalui Jalan Batu Tulis, dan Jalan Raya Tajur menghubungkan Rancamaya ke berbagai area bisnis dan komersial lainnya.

Tentang Suryamas Dutamakmur

Suryamas Dutamakmur merupakan pengembang real estate di Indonesia yang didirikan pada 21 September 1989 Proyek pertamanya adalah Rancamaya Golf Estate, yang mengusung konsep resor bernuansa pegunungan dan hijau, seluas 500 hektare.

Rancamaya Golf Estate sejak awal dibuka di tahun 1993 telah dikenal dengan lapangan golf 18 hole, bertaraf internasional yang didesain oleh Ted Robinson.

Tahun 2008, Suryamas menjalin kerjasama dalam bentuk joint venture untuk mengembangkan proyek township baru yang dikenal sebagai “Harvest City” terletak di daerah Cibubur-Cileungsi. Pada Oktober 2008, Suryamas meluncurkan Proyek Harvest City, dengan lisensi untuk pengembangkan lahan seluas kurang lebih 1.050 hektare.

Dengan lisensi tersebut, Harvest City menjadi proyek township baru terbesar di area dengan pertumbuhan pesat daerah Cibubur – Cileungsi. Harvest City terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Bogor (arah Selatan) dan Kabupaten Bekasi (arah Timur).

Pada Juni 2012, Suryamas mengembangkan perumahan Royal Tajur dengan luas tanah 81,2 hektare. Untuk meningkatkan integritas bisnisnya, Suryamas terus menambah fasilitas, seperti R Hotel di Rancamaya yang telah dibuka secara komersial bagi para pengunjung di tahun 2014 serta membeli tanah di kawasan multiguna di kawasan Balaraja dengan total luas 20 hektare di tahun 2015.

Pada Oktober 2024 Sinar Mas Land, melalui PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), mengumumkan langkah strategis terbaru dalam memperluas portofolionya dengan mengakuisisi PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM). yang pengembangannya mencakup kawasan Rancamaya Golf Estate, Royal Tajur, Harvest City, R Hotel, serta lapangan golf bertaraf internasional, yakni Rancamaya Golf & Country Club.

Tentang Sinar Mas Land

Sinar Mas Land adalah pengembang properti di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 50 tahun. Sinar Mas Land telah mengembangkan lebih dari 50 proyek di Indonesia, Inggris, dan Singapura.

Keberhasilan Sinar Mas Land dalam mengembangkan properti dan real estat di Indonesia juga telah diakui oleh lembaga yang independen dan kredibel dengan memperoleh berbagai penghargaan internasional bergengsi seperti MIPIM Awards di Prancis (2018), ASEAN Energy Awards (2019 & 2023), Asia Pacific Property Award (2021 & 2023), Cambridge IFA’s Global Good Governance Awards (2021 & 2023), FIABCI World Prix d’Excellence Awards (2022), dan PropertyGuru Asia Property Awards (2021 – 2024).

Sinar Mas Land dikenal sebagai pengembang township atau kota mandiri melalui sejumlah proyek di antaranya BSD City (Tangerang Raya), Kota Wisata & Legenda Wisata (Cibubur), Grand Wisata (Bekasi), Rancamaya Golf Estate, Royal Tajur, Harvest City, dan R Hotel (Bogor), Grand City Balikpapan dan Balikpapan Baru (Balikpapan), Nuvasa Bay (Batam), serta Wisata Bukit Mas dan Klaska Residence (Surabaya).

Sementara di wilayah Jakarta, Sinar Mas Land juga mengembangkan berbagai proyek apartemen seperti Aerium Residence, Southgate Residence, dan The Elements.

Selanjutnya, Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation juga mengembangkan kawasan industri, yakni Kota Deltamas yang terletak di Cikarang Bekasi.

Selain itu, perusahaan bersama dengan ITOCHU Corporation juga mengembangkan Karawang International Industrial City (KIIC). Selain residensial dan komersial, Sinar Mas Land juga mengembangkan kawasan Digital Hub di BSD City seluas 26 hektare yang dirancang khusus untuk menjadi pusat teknologi, kesehatan, dan edukasi.

Sinar Mas Land tercatat di Bursa Efek Indonesia melalui empat entitas di antaranya PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), PT. Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) dan di Bursa Efek Singapura bernama Sinar Mas Land Limited.

Sinar Mas Land memiliki mitra strategis yang kuat seperti Sojitz Japan, Aeon, Itochu, Mitsubishi Corporation, Hongkong Land, Astra Land Indonesia dan mitra lokal seperti Kompas Gramedia, Kawan Lama Group, Duta Putra Land, dan Kalbe. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.sinarmasland.com.

(Ibnu Galansa)

 

Patroli Skala Besar Digelar di Kabupaten Bogor, Polres dan Aparat Gabungan Siaga Jaga Kamtibmas

Bogordaily.net – Polres Bogor bersama Kodim 0621, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kabupaten Bogor melaksanakan patroli dialogis skala besar pada Senin 20 Oktober 2025.

Diketahui, apel tersebut dilakukan dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan, pentingnya sinergitas antar instansi dalam menjaga stabilitas kamtibmas dan mencegah potensi gangguan menjelang peringatan satu tahun pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

“Patroli pagi ini kita laksanakan secara dialogis dan humanis. Berikan rasa aman kepada masyarakat, serta jaga soliditas antara TNI–Polri dan instansi terkait dalam menjaga keamanan wilayah,” ujar AKBP Wikha Ardilestanto.

Menurut Kapolres, kegiatan nantinya akan dilanjutkan dengan patroli gabungan Skala Besar yang menyusuri sejumlah titik strategis di wilayah Kabupaten Bogor.

Adapun, petugas berinteraksi dengan masyarakat, menyampaikan himbauan kamtibmas, dan mengingatkan agar tetap waspada terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

“Selain menjaga kondusifitas wilayah, patroli juga menyasar lokasi-lokasi rawan dan titik berkumpulnya kelompok masyarakat yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Wikha, Polres Bogor bersama Kodim 0621, Dishub, dan Satpol PP menunjukkan komitmen kuat untuk menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

“Sinergitas lintas sektor ini menjadi langkah preventif dalam menjaga stabilitas keamanan menjelang momentum politik nasional,” ungkap Wikha.

(Albin Pandita)