Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 547

ASPPA Bogor Raya Gelar Donor Darah, Wujud Kepedulian Nyata untuk Perempuan dan Anak

0

Bogordaily.net – Aliansi Srikandi Peduli Perempuan dan Anak (ASPPA) Bogor Raya menggelar kegiatan donor darah di Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Kamis, 10 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen ASPPA dalam mendukung pelayanan sosial dan kemanusiaan, khususnya bagi perempuan dan anak-anak.

Ketua DPC ASPPA Bogor Raya, Inne Nurani, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kasih sayang dan aksi nyata dalam membantu sesama, terutama bagi anak-anak penyintas thalasemia yang membutuhkan transfusi darah secara berkala.

“Donor darah adalah simbol kepedulian kami terhadap mereka yang membutuhkan. Ini bukan hanya aksi sosial, tapi juga bentuk solidaritas dan cinta kasih kepada sesama,” ujar Inne.

ASPPA sendiri merupakan organisasi kemasyarakatan yang fokus pada pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pelayanan sosial dan kemanusiaan.

Organisasi ini aktif mengangkat isu-isu penting seperti pernikahan anak di bawah umur, kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk kasus bullying, intimidasi, hingga kekerasan psikis dan fisik.

Selain itu, ASPPA juga menunjukkan kepeduliannya terhadap anak-anak stunting dan berbagai permasalahan kesehatan lainnya, seperti thalasemia.

“Kami ingin menjadi jembatan kepedulian masyarakat terhadap isu-isu perempuan dan anak. Karena mereka adalah fondasi masa depan bangsa,” tambah Inne.

Kegiatan donor darah kali ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk UPT Puskesmas Semplak, JNE Ekspedisi, BPJS Ketenagakerjaan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Perhimpunan Orang Tua Penyandang Thalasemia Indonesia (POPTI), serta seluruh unsur masyarakat.

Inne berharap kegiatan seperti ini dapat terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya saling membantu, khususnya dalam bidang kemanusiaan.***

Ibnu Galansa

Dishub Kabupaten Bogor Petakan Sejumlah Titik Pengembangan Jalur Transportasi Feeder untuk KRL dan Transjakarta

Bogordaily.net – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor menyebut sejumlah titik sudah dipetakan untuk pengembangan jaringan feeder, seperti Sentul Selatan dan Pancakarsa.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto mengungkapkan bahwa, lokasi-lokasi tersebut dinilai memiliki kepadatan mobilitas tinggi dan pertumbuhan permukiman yang signifikan.

“Jalur-jalur feeder ini nantinya akan terkoneksi langsung dengan stasiun KRL maupun koridor TransJakarta. Kita juga tengah menyusun konsep bus wisata listrik lintas wilayah yang mencakup Bogor, Depok, dan sekitarnya,” kata Bayu, Kamis 10 Juli 2025.

Bayu menjelaskan, salah satu rute awal yang sedang dikaji adalah Kebun Raya Bogor–Pakansari–Margonda, sebagai koridor wisata sekaligus penghubung utama tiga wilayah aglomerasi.

“Transisi ini harus berjalan mulus dan inklusif. Kita libatkan Organda supaya tidak ada yang merasa dirugikan. Insya Allah, tahun depan sudah mulai diuji coba,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Bayu, untuk merealisasikan rencana ini, Pemkab Bogor akan menyusun kajian pada APBD Perubahan 2025. Uji coba layanan dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026.

Tentunya dengan melibatkan organisasi angkutan darat (Organda) guna mengakomodasi kepentingan para pelaku transportasi yang telah beroperasi.

Sebelumnya diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menyusun langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas transportasi warganya ke Jakarta dengan mengembangkan sistem transportasi terintegrasi berbasis listrik.

Adapun, Inisiatif ini mencakup integrasi antara TransJakarta, KRL Commuter Line, dan layanan feeder berbasis kendaraan listrik.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menjelaskan bahwa, langkah ini merupakan bagian dari upaya menciptakan transportasi publik yang efisien, nyaman, dan ramah lingkungan bagi masyarakat Bogor.

“Kita ingin menghadirkan transportasi massal yang benar-benar bisa menjadi pilihan utama warga, khususnya bagi mereka yang setiap hari berangkat ke Jakarta. Kunci utamanya adalah integrasi dan kemudahan akses,” ujar Rudy.

Rudy menjelaskan, saat ini TransJakarta sudah menjangkau wilayah perbatasan Kabupaten Bogor seperti Cibinong dan Sentul.

Namun, belum ada moda pengumpan (feeder) yang efektif menghubungkan kawasan permukiman ke titik-titik layanan utama seperti stasiun KRL dan halte busway.

“Kita butuh kendaraan feeder berbasis listrik yang bisa masuk ke perumahan dan mengantarkan warga ke stasiun atau halte TransJakarta. Dengan sistem ini, warga tidak perlu lagi membawa kendaraan pribadi ke Jakarta,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada efisiensi, Pemkab Bogor juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan. Sistem feeder dirancang menggunakan kendaraan listrik sebagai bentuk komitmen terhadap pengurangan emisi dan pencemaran udara.***

Albin Pandita

Kemenkop dan Komisi VI DPR RI Sepakat Bangun Basis Data Desa yang Akurat untuk Hapus Kemiskinan

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi atau Kemenkop dan Komisi VI DPR RI menyepakati untuk membangun basis data yang akurat untuk menghapus kemiskinan di wilayah pedesaan seiring program koperasi desa merah putih.

Kesepakatan ini mengemuka dalam Rapat Kerja antara Kemenkop dan Komisi VI DPR RI yang berlangsung di Gedung Nusantara II, Jakarta, Rabu (9/7).

Pada kesempatan itu Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendampingi Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi dan hadir seluruh Eselon I beserta jajaran Kementerian Koperasi.

Wamenkop Ferry Juliantono yang sekaligus Koordinator/Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih itu menyampaikan keprihatinannya bahwa tanpa data yang akurat, operasionalisasi koperasi desa kurang efektif utk mengurangi kemiskinan di desa, tanpa benar-benar menyentuh akar masalahnya.

“Saya khawatir koperasi desa ini untung, tapi tidak menurunkan angka kemiskinan,” ujar Ferry. Kekhawatiran ini muncul karena desa belum memiliki sistem data yang dapat menjadi parameter kebutuhan masyarakat desa secara spesifik.

Ferry menegaskan bahwa data desa yang presisi harus menjadi pedoman dasar dalam perumusan dan pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih. Lebih jauh lagi, ia menyatakan bahwa data yang akurat akan sangat dibutuhkan oleh seluruh lini pemerintah dalam menyusun kebijakan publik.

“Jangan sampai kebijakan dibuat hanya berdasarkan asumsi atau data semu,” tegasnya.

Dalam paparannya, Ferry mencontohkan bagaimana Presiden Tiongkok Xi Jinping berhasil menurunkan angka kemiskinan dalam waktu lima tahun melalui strategi berbasis data desa yang sangat terukur.

“Dengan data presisi, mereka tahu secara rinci siapa yang miskin dan apa intervensi yang tepat. Ini menjadi praktik yang patut kita pelajari,” tambah Ferry.

Ia juga menyoroti bagaimana berbagai program pengentasan kemiskinan di Indonesia seperti dana desa, bantuan langsung tunai, dan bantuan sosial belum optimal hasilnya karena tidak dibarengi dengan akurasi data sasaran.

“Sama halnya dengan koperasi desa. Kita ingin koperasi ini hadir sebagai solusi, tapi harus dimulai dari pemetaan masalah secara presisi,” katanya.

Oleh karena itu, Ferry mengajak Komisi VI DPR RI untuk bersama-sama menyusun sebuah roadmap nasional penguatan koperasi desa yang berbasis data.

Ia mengusulkan agar forum diskusi bersama dalam bentuk simposium digelar guna merumuskan pentingnya data presisi sebagai fondasi kebijakan.

“Mohon ini jadi catatan penting dalam rapat dengar pendapat hari ini bahwa kita perlu forum bersama untuk membahas urgensi data pedesaan yang presisi,” katanya.

Rapat kerja ini menegaskan bahwa arah pembangunan koperasi desa tidak bisa dilepaskan dari validitas dan integritas data. Sinergi antara pemerintah dan parlemen menjadi kunci agar koperasi desa tidak hanya menjadi instrumen ekonomi, melainkan menjadi bagian dari strategi besar pengentasan kemiskinan nasional.

Sejumlah rekomendasi rapat kerja mencakup Komisi VI DPR RI meminta peta jalan dalam model Tripola Kebijakan Koperasi Desa Merah Putih; Komisi VI DPR RI mendukung Kementerian Koperasi mengadakan simposium penyusunan Peta Jalan “Tripola” KDMP dan Data Desa/Kelurahan Presisi sebagai data dasar KDMP.

Kemudian Komisi VI DPR RI mendukung Kementerian Koperasi masuk klasifikasi Kementerian Negara Kelompok II dan akan mengomunikasikan kepada Pimpinan DPR untuk selanjutnya disampaikan kepada Presiden.

Dalam rapat dibahas penguatan pengawasan program Kopdes/Kel Merah Putih, Kemenkop bersama Komisi VI DPR RI menekankan pentingnya peran aktif DPR dalam mengawal operasionalisasi di lapangan.

DPR mendorong agar program ini tidak sekadar administratif, namun memiliki dampak nyata bagi masyarakat desa, dengan pengawasan dan pendampingan yang intensif serta penyusunan roadmap berbasis temuan lapangan. ***

RS Murni Teguh Ciledug Hadirkan Paket Diet Sehat Bersama Dokter Nita

0

Bogordaily.net – RS Murni Teguh Ciledug kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pola hidup sehat masyarakat dengan menghadirkan Paket Diet Sehat bersama dokter Nita, M.Gizi, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik yang berpengalaman di bidangnya.

Melalui program ini, masyarakat dapat berkonsultasi secara intensif mengenai pola makan, nutrisi yang seimbang, serta strategi penurunan berat badan yang tepat dan aman.

Dengan biaya hanya Rp500.000, pasien sudah mendapatkan tiga kali sesi konsultasi, analisis komposisi tubuh, dan sudah termasuk biaya administrasi.

Program ini dirancang untuk mendampingi pasien secara menyeluruh dalam perjalanan mereka menuju tubuh yang lebih sehat dan ideal, dengan pendekatan yang profesional dan berbasis medis.

Adapun beberapa syarat dan ketentuan yang perlu diperhatikan paket tidak dapat digabungkan dengan program atau paket lainnya.

Tidak termasuk biaya obat-obatan, hanya berlaku untuk pasien umum dan asuransi, promo ini berlaku hingga 31 Desember 2025.

Bagi masyarakat yang tertarik untuk mengikuti program ini, informasi lebih lanjut bisa didapatkan melalui akun Instagram resmi @murniteguhciledug atau menghubungi langsung ke nomor 0812-8000-0565.

Dengan menghadirkan paket diet sehat ini, RS Murni Teguh Ciledug berharap masyarakat dapat menjalani pola hidup sehat dengan pengawasan medis yang tepat dan terukur.

Sebagai informasi Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug sebelumnya beroperasional dengan nama Rumah Sakit Aminah sejak tahun 2006 dibawah naungan PT Medikarya Aminah Utama dan telah diakuisisi oleh Murni Teguh Hospitals pada awal tahun 2019.

Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug dikembangkan sesuai dengan perubahan lingkungan yang dinamik serta tuntutan kebutuhan akan pelayanan rumah sakit yang terus meningkat.

Sehingga Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug sedang terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan serta fasilitasnya.

Selain bekerjasama dengan berbagai asuransi dan instansi / perusahaan, Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug juga berkomitmen untuk berkontribusi pada program pemerintah melalui kerjasama jaminan kesehatan nasional (JKN).

PT Medikarya Aminah Utama telah melakukan evaluasi rumah sakit agar dapat berkembang menjadi rumah sakit yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi perusahaan, masyarakat Kota Tangerang khususnya dan pemerintah pada umumnya.

Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug memiliki fasilitas yang lengkap antara lain: IGD 24 jam, poliklinik spesialis, radiologi (X-Ray, CT Scan 128 slices, USG), laboratorium patologi klinik, lab PCR, kamar bedah, kamar bersalin, NICU/ICU/HCU, hemodialisa, stroke service, rehabilitasi medik, phacoemulsifikasi, dan lainnya.***

Ibnu Galansa

Profil Lita Gading, Psikolog yang Dilaporkan Ahmad Dhani Gegara Bully Safeea Ahmad

0

Bogordaily.net – Nama Lita Gading trending di dunia maya setelah dilaporkan Ahmad Dhani dan Mulan Jameela ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Rabu (9/7/2025).

Laporan ini buntut dari unggahan konten Lita di media sosial yang dinilai telah menyudutkan dan menampilkan wajah anak mereka, Safeea Ahmad.

Tak hanya lapor ke KPAI, Dhani juga berencana membawa kasus ini ke ranah hukum dengan melaporkan Lita Gading ke Polda Metro Jaya pada Jumat (11/7/2025) mendatang.

Dalam unggahan di akun TikTok @litagading5, Lita Gading membahas soal keluarga Ahmad Dhani, bahkan turut menampilkan wajah Safeea Ahmad. Tak pelak, konten itu memicu komentar negatif dari netizen yang berujung pada dugaan perundungan terhadap Safeea.

Meski belum memberikan pernyataan resmi, Lita sempat menjawab pertanyaan warganet soal aduan Dhani di akun TikTok-nya.

“Dok, dilaporin sama Pakde Dhani sudah tahu belum?” tanya akun @tya.

Lita menjawab santai, “Oyaa, belum tahu,” disertai emoji tawa. Bahkan, beberapa netizen menanggapi santai reaksi Lita, “Dokter hanya tertawa, wkwk,” tulis salah satunya.

Sebenarnya siapa sosok Lita Gading?

Lita Gading yang lahir 10 September 1975 dikenal luas sebagai psikolog serta publik figur. Namun, sebenarnya Lita Gading juga pernah meniti karier sebagai seorang artis.

Ya, Lita Gading pernah menjadi bintang sinetron sampai model iklan. Beberapa proyek akting yang pernah Lita Gading lakoni seperti Warkop Millenium, Intan, dan Suci.

Dan sekarang, Lita Gading juga aktif sebagai konten kreator yang membagikan informasi seputar kesehatan mental sampai parenting.

Latar belakang pendidikan Lita Gading yang merupakan founder Lita Gading Consultant ini nggak kaleng-kaleng. Lita menamatkan S1 di Fakultas Psikologi Universitas Indonusa Esa Unggul Jakarta.

Kemudian Lita melanjutkan S2 di Lingnan University of Hong Kong dan mengambil studi profesi psikologi di Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta.

Lita Gading yang memiliki gelar doktor di bidang psikologi klinis juga merupakan seorang ahli di bidang grafologi (analisis tulisan tangan) dan fisiognomi (Analisis karakter melalui wajah). ***

Fakta Video Andini Permata 2 Menit 31 Detik yang Viral, Netizen Ramai Cari Link Asli di Medsos

0

Bogordaily.net – Kata kunci video Andini Permata 2 menit 31 detik mendadak viral di mesin pencari Google dan menjadi bahan perbincangan panas di berbagai media sosial seperti TikTok, X (Twitter), hingga Telegram.

Ramainya pencarian tersebut dipicu oleh beredarnya sebuah cuplikan video berdurasi 2 menit lebih yang disebut-sebut memperlihatkan aksi Andini Permata bersama seorang bocah laki-laki.

Keberadaan video ini menimbulkan berbagai reaksi publik, mulai dari rasa penasaran hingga kritik tajam dari para netizen.

Berdasarkan penelusuran di sejumlah platform, video viral Andini Permata yang berdurasi 2 menit 31 detik itu menunjukkan seorang perempuan berjoget mengikuti irama musik cepat atau musik “jedag-jedug”, tren khas konten hiburan media sosial saat ini.

Perempuan dalam video itu disebut-sebut sebagai Andini Permata, yang tampil dengan beragam kostum, seperti kaos loreng, daster rumahan, hingga pakaian menyerupai pelayan restoran. Gaya jogetnya dinilai cukup ekspresif dan mengundang perhatian.

Namun, yang menjadi sorotan utama adalah kehadiran seorang bocah laki-laki dalam video tersebut. Bocah itu muncul tiba-tiba ketika sang perempuan tengah asyik menari. Warganet menduga bocah tersebut adalah adik kandung Andini.

Kemunculan bocah di tengah video yang bergaya hiburan dewasa itu pun menuai kontroversi. Sejumlah netizen menganggap konten tersebut kurang pantas, apalagi jika dikaitkan dengan anak-anak yang seharusnya dilindungi dari eksposur konten viral yang tidak sesuai usia.

Banyak netizen yang menyayangkan tindakan tersebut dan menilai apa yang dilakukan oleh perempuan tersebut tidak pantas, apalagi sampai dilihat oleh sang adik.

“Astaghfirullah masih kecil udah di ajak begituan Indonesia cemas,” kritik akun @wa***.

“Adeknya masih polos banget,” tulis akun @te***.

Link Video Viral Andini Permata Picu Kekhawatiran

Efek dari viralnya video tersebut membuat warganet ramai-ramai mencari link video Andini Permata 2 menit 31 detik di berbagai kanal, termasuk Google dan forum-forum digital. Hal ini memicu gelombang baru keingintahuan publik, terutama soal isi dan konteks sebenarnya dari video tersebut.

Sayangnya, popularitas video itu juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Sejumlah link palsu yang mengatasnamakan video Andini Permata tersebar luas di internet. Warganet yang tergiur untuk mengklik tautan tersebut malah diarahkan ke grup judi online (judol), situs-situs phising, hingga konten penipuan digital.

Beberapa pengguna melaporkan bahwa mereka diarahkan masuk ke grup Telegram ilegal, bahkan kehilangan data pribadi setelah mengakses tautan yang tidak jelas asal-usulnya.***

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Kamis 10 Juli 2025, UBS dan Galeri24 Kompak Turun

0

Bogordaily.net – Harga emas batangan hari ini, Kamis 10 Juli 2025, mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya.

Berdasarkan data resmi dari laman Pegadaian, dua jenis logam mulia populer yakni emas UBS dan emas Galeri24 mengalami penurunan harga jual di semua ukuran.

Produk emas batangan UBS turun sebesar Rp19.000 per gram, dari yang sebelumnya Rp1.902.000 menjadi Rp1.883.000 per gram.

Sementara itu, emas Galeri24 juga mengalami koreksi sebesar Rp13.000 per gram, dari harga sebelumnya Rp1.886.000 menjadi Rp1.873.000 per gram.

Turunnya harga emas hari ini menjadi perhatian bagi para investor maupun masyarakat yang ingin membeli logam mulia, baik untuk tujuan investasi jangka panjang maupun sekadar koleksi.

Kedua produk emas batangan yang dijual oleh Pegadaian tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Produk emas UBS dijual dalam ukuran maksimal 500 gram, sedangkan Galeri24 menyediakan ukuran hingga 1 kilogram (1.000 gram).

Berikut daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 per Kamis, 10 Juli 2025, berdasarkan informasi dari Pegadaian.

Harga emas UBS:

– Harga emas UBS 0,5 gram: Rp1.018.000

– Harga emas UBS 1 gram: Rp1.883.000

– Harga emas UBS 2 gram: Rp3.738.000

– Harga emas UBS 5 gram: Rp9.236.000

– Harga emas UBS 10 gram: Rp18.375.000

– Harga emas UBS 25 gram: Rp45.845.000

– Harga emas UBS 50 gram: Rp91.499.000

– Harga emas UBS 100 gram: Rp182.926.000

– Harga emas UBS 250 gram: Rp457.180.000

– Harga emas UBS 500 gram: Rp913.284.000

Harga emas Galeri24:

– Harga emas Galeri24 0,5 gram: Rp982.000

– Harga emas Galeri24 1 gram: Rp1.873.000

– Harga emas Galeri24 2 gram: Rp3.690.000

– Harga emas Galeri24 5 gram: Rp9.157.000

– Harga emas Galeri24 10 gram: Rp18.264.000

– Harga emas Galeri24 25 gram: Rp45.546.000

– Harga emas Galeri24 50 gram: Rp91.019.000

– Harga emas Galeri24 100 gram: Rp181.949.000

– Harga emas Galeri24 250 gram: Rp454.647.000

– Harga emas Galeri24 500 gram: Rp908.846.000

– Harga emas Galeri24 1.000 gram: Rp1.817.692.000.

 

Kadin se-Jawa Barat Dukung Agung Suryamal Gelar Musprov Agustus 2025

0

Bogordaily.net – Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Jawa Barat bakal digelar Agustus 2025 mendatang. Kepastian pelaksanaan Musprov ini setelah para ketua Kadin seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat, secara bulat menyatakan komitmen penuh memberi dukungan..

Pernyataan dukungan ini juga sekaligus merupakan bentuk legitimasi terhadap kepemimpinan Ketua Caretaker Kadin Jawa Barat, Agung Suryamal Sutisna, yang ditunjuk secara resmi berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie dengan nomor SKEP/030/DP/IV/2025.

“Dengan adanya SK tersebut, kami menegaskan kembali bahwa kepengurusan sah Kadin Jawa Barat berada di bawah kepemimpinan Bapak Agung Suryamal Sutisna dan kami mendukung penuh ketua caretaker untuk menegakkan aturan organisasi sesuai AD/ART PO,” ucap Ketua Kadin Kota Depok, Miftah Sunandar mewakili seluruh ketua Kadin kabupaten/kota di Jawa Barat pada Selasa, 8 Juli 2025.

Lebih lanjut, Miftah menekankan bahwa para ketua Kadin se-Jawa Barat kompak menolak segala bentuk klaim atau maklumat sepihak dari pihak-pihak yang menyatakan diri sebagai Forum Kadin Jawa Barat, tanpa dasar legal yang sah dan tidak diakui secara organisasi.

Menurut Miftah, langkah kolektif ini penting demi menjaga marwah Kadin sebagai organisasi yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dan pelaku usaha. Ia berharap Musprov mendatang akan melahirkan kepemimpinan yang kredibel dan aspiratif.

“Musprov mendatang diharapkan dapat menghasilkan kepemimpinan Kadin Jawa Barat yang kredibel, aspiratif, dan mampu membawa Kadin Jabar lebih maju dan bersinergi dengan berbagai elemen pembangunan di tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.

Adapun sejumlah ketua Kadin dari berbagai daerah di Jawa Barat yang menyatakan dukungannya antara lain berasal dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kota Sukabumi.

Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Pangandaran. ***

Penataan Puncak Resmi Dimulai, Bupati Bogor Komitmen Wujudkan Kawasan Puncak yang Tertib dan Asri

Bogordaily.net — Penataan lanjutan kawasan wisata Puncak resmi dimulai hari ini, menandai langkah awal Pemerintah Kabupaten dalam mewujudkan wajah baru Puncak yang lebih tertib, bersih, dan nyaman. Gerakan ini dilakukan sebagai bentuk nyata dari komitmen Bupati Bogor, Rudy Susmanto, untuk mengembalikan keindahan dan keteraturan kawasan wisata andalan Kabupaten Bogor.

Penataan kali ini tidak hanya menyasar jalan-jalan utama, tetapi juga menyentuh lingkungan pedesaan, termasuk saluran air dan sungai.

Langkah percepatan penataan kawasan Puncak ini juga merupakan bagian dari strategi besar Pemkab Bogor dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan penataan wilayah, tidak hanya terfokus di kawasan Cibinong Raya, namun juga menyentuh wilayah-wilayah lain yang memiliki potensi besar, termasuk Puncak.

“Puncak adalah wajah Kabupaten Bogor. Penataan kawasan ini tidak hanya soal keindahan, tapi juga mencakup aspek tata ruang, ketertiban umum, dan peningkatan kualitas lingkungan hidup,” ungkap Rudy Susmanto.

Bupati Bogor menegaskan pentingnya gerakan kolaboratif lintas sektor, baik pusat, daerah, hingga masyarakat. Penataan tidak boleh lagi dibatasi oleh persoalan kewenangan.

“Hari ini kita tidak bicara soal siapa yang punya kewenangan. Kalau menunggu, tidak akan selesai. Siapa yang bisa bergerak duluan, maka lakukan. Ini demi kepentingan masyarakat luas dan masa depan kawasan Puncak,” tegasnya.

Sejak pagi, tim gabungan dari Kecamatan Cisarua, Satpol PP, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dikerahkan untuk melakukan berbagai penertiban. Fokus utama hari pertama adalah membersihkan tumpukan sampah, menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL), serta menurunkan baliho liar dan reklame tanpa izin dan yang izinnya sudah kadaluarsa, pada Rabu (9/7/25).

Dalam aksi hari ini, sejumlah titik yang sebelumnya dipenuhi sampah dan lapak semrawut mulai terlihat lebih tertata. Baliho-baliho liar yang merusak keindahan panorama Puncak juga telah diturunkan secara bertahap. Penertiban dilakukan secara persuasif dan melibatkan dialog dengan pelaku usaha dan warga sekitar.

Penataan kawasan Puncak ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi akan berlangsung secara berkelanjutan dengan pengawasan rutin. Pemerintah Kabupaten menargetkan kawasan ini bisa menjadi contoh tata ruang kawasan wisata yang harmonis antara alam, ekonomi lokal, dan ketertiban umum.

Kemudian, Plt. Kepala DPKPP Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto menyampaikan bahwa penertiban ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat lintas sektor yang dilaksanakan pada Selasa lalu, melibatkan organisasi perangkat daerah, unsur perhotelan, kecamatan, serta kementerian terkait dari tingkat pusat dan provinsi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi bersama untuk menjadikan kawasan Puncak sebagai destinasi wisata nasional yang nyaman, tertata, dan menarik.

“Penataan ini bertujuan menjadikan kawasan Puncak lebih indah dan aman bagi wisatawan. Kita tertibkan reklame yang tidak memiliki izin, dan untuk yang berizin tapi penempatannya tidak tepat, kita arahkan untuk digeser, misalnya yang berdiri di atas saluran air atau terlalu dekat badan jalan,” ujar Eko.

Selanjutnya, Camat Cisarua, Heri Risnandar, menjelaskan bahwa pembongkaran bak-bak sampah ini menjadi bagian dari gerakan awal untuk mengubah wajah kawasan Puncak agar lebih tertib, bersih, dan ramah bagi pengunjung maupun masyarakat.

“Hari ini tim gabungan dari Satpol PP, DLH, DPKPP, dan unsur kecamatan mulai membongkar bak-bak sampah yang tidak lagi layak. Lokasi yang dulunya jadi tempat pembuangan sementara, kita tutup dan tanami pot tanaman agar lebih asri,” jelas Heri saat ditemui di lokasi kegiatan.

Penataan ini juga menyasar revitalisasi saluran air yang kerap mengalami genangan. Alat berat direncanakan segera diturunkan untuk memperbaiki sejumlah titik rawan banjir yang selama ini menjadi keluhan warga.

Untuk pengecatan jalan protokol juga akan dilakukan secara gotong royong bersama stakeholder dan perusahaan sekitar, termasuk membersihkan tembok dari vandalisme dan menggantinya dengan warna-warna yang mencerminkan kebersihan dan kerapian.

Kecamatan Cisarua telah menggerakkan tim di tingkat desa seperti di Lewi Malang yang telah memulai aksi bersih-bersih. Ke depan, Heri menargetkan setiap desa dan kelurahan memiliki tim penataan kawasan masing-masing.

“InsyaAllah, target kita akhir Juli penataan jalan protokol sudah rampung. Semua ini adalah langkah awal untuk menjadikan kawasan Puncak lebih nyaman, aman, dan berdaya saing sebagai destinasi wisata nasional,” tambahnya. (*)

DPRD Kota Bogor Bakal Bahas Raperda Baru Target Majukan Kota Bogor Lewat Sektor Ekonomi Kreatif

Bogordaily.net – DPRD Kota Bogor resmi akan melakukan pembahasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Usul Prakarsa tentang Pelindungan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif.

Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menyampaikan persetujuan ini diambil dalam rapat paripurna.

Adit menjelaskan, tujuan utama dari dikembangkannya ekonomi kreatif untuk mengakui, menghargai, melindungi serta mengembangkan budaya dari perbedaan kondisi ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat dalam rangka mewujudkan kesejahteraan.

“Sejak era Covid-19, sektor UMKM dan ekonomi kreatif jelas menjadi penyangga perekonomian di Kota Bogor. Sehingga, kami DPRD Kota Bogor berinisiatif untuk menyiapkan landasan hukum untuk memajukan sektor ekonomi kreatif,” kata Adit.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bogor, Anna Mariam Fadhilah, menjelaskan landasan pembentukan Raperda ini adalah Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 83 Tahun 2019.

Tentang Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Jawa Barat dan Peraturan Gubernur Nomor 44 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021-2025.

“Sehingga di Kota Bogor perlu ada Perda yang menindaklanjuti aturan tersebut sehingga pendelegasian kewenangan antara pusat dan daerah terlaksana dengan baik,” jelas Anna.

Lebih lanjut, Anna juga menjelaskan bahwa didalam Raperda ini akan memuat pasal yang mempermudah para pelaku ekonomi dalam proses permodalan, program pelatihan dan promosi melalui APBD.

“Raperda ini hadir untuk menciptakan usaha yang kondusif bagi para pelaku ekonomi,” tutup Anna.

(Muhammad Irfan Ramadan)