Home Blog Page 553

Biodata Diana Murni Papayo, Pendukung Vokal Jokowi yang Jadi Sorotan Usai Debat Panas dengan Roy Suryo

0

Bogordaily.net – Biodata Diana Murni Papayo mendadak menjadi kata kunci paling dicari di dunia maya.

Nama perempuan yang satu ini — terkadang ditulis “Payapo” — sedang jadi buah bibir sejak awal Oktober 2025. Semua bermula dari satu momen: adu argumen panasnya dengan Roy Suryo di sebuah acara talk show politik yang disiarkan secara nasional.

Gaya bicaranya keras. Tatapannya tajam. Kalimatnya meluncur tanpa jeda, seperti peluru yang sudah lama disiapkan. Begitulah kesan publik ketika menyaksikan Diana Murni Papayo membela Presiden Joko Widodo dengan nada tinggi, menepis tudingan yang menurutnya tidak berdasar. Video itu pun menyebar ke mana-mana—dari YouTube hingga TikTok, dari ruang keluarga sampai grup WhatsApp.

Lalu, publik mulai bertanya-tanya: siapa sebenarnya Diana Murni Papayo? Dari mana asalnya? Apa agamanya? Dan mengapa begitu vokal membela Jokowi?

Pendukung Vokal Jokowi

Dalam beberapa pemberitaan media, Biodata Diana Murni Papayo dikenal sebagai sosok pendukung garis keras Presiden Jokowi. Ia muncul di banyak forum publik, termasuk acara diskusi televisi, dengan gaya bicara yang lugas dan penuh keyakinan.

Popularitasnya melonjak ketika ia mengaku kecewa terhadap lambannya penanganan laporan hukum yang ia ajukan terhadap Roy Suryo dan sejumlah pihak yang, menurutnya, telah memfitnah Presiden. Klimaksnya terjadi saat ia berdebat langsung dengan Roy Suryo di acara televisi. Tayangan itu viral — penuh tensi, penuh emosi, dan memantik reaksi beragam dari masyarakat.

Sebagian warganet memuji keberaniannya. Sebagian lain menganggapnya terlalu berlebihan. Tapi satu hal jelas: Biodata Diana Murni Papayo kini bukan sekadar nama, melainkan fenomena yang menandai polarisasi politik yang makin tajam di media sosial.

Soal Agama dan Asal Daerah

Namun ketika rasa penasaran publik beralih ke ranah personal, media justru memilih berhati-hati. Hingga pertengahan Oktober 2025, tak ada satu pun sumber kredibel yang mempublikasikan secara resmi agama maupun asal daerah Diana Murni Papayo.

Pemberitaan sejauh ini lebih menyoroti kiprahnya di ruang publik, bukan identitas pribadi yang sensitif. Setiap klaim yang beredar di media sosial tentang agama atau kampung halaman Diana belum dapat diverifikasi dan sebaiknya tidak disebarluaskan.

Mengapa Nama Ini Begitu Viral?

Ada tiga alasan sederhana mengapa nama Diana Murni Papayo begitu cepat naik ke permukaan.

Pertama, momen debatnya dengan Roy Suryo adalah “bahan bakar” sempurna bagi dunia maya yang haus kontroversi.
Kedua, gaya retorikanya yang lugas membuatnya mudah dikutip, dipotong, lalu disebarkan ulang.

Ketiga, tema yang ia angkat — pembelaan terhadap Jokowi — menyentuh urat nadi politik yang sudah lama tegang di negeri ini.

Viralitasnya bukan sekadar soal sosok, tapi tentang bagaimana percakapan publik terbentuk di tengah era polarisasi dan algoritma.

Dan mungkin, seperti banyak tokoh lain yang tiba-tiba muncul ke permukaan, waktu yang akan menentukan apakah Diana Murni Papayo hanya fenomena sesaat — atau akan menjadi nama yang terus disebut dalam peta politik nasional. ***

Mahasiswa IUQI Bogor Rocky Bayu Kamajaya Raih Penghargaan Mandaya Awards 2025 Kategori Lifetime Contribution

0

Bogordaily.net – Penggiat pemberdayaan masyarakat asal Bogor dan mahasiswa Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor (IUQI) ,Rocky Bayu Kamajaya, berhasil meraih penghargaan sebagai Juara 3 dalam ajang Mandaya Awards 2025 untuk kategori Lifetime Contribution.

Acara puncak penganugerahan ini diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan berlangsung di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, pada hari Kamis, 16 Oktober 2025.

​Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan dampak positif yang telah dihadirkan Rocky melalui praktik pemberdayaan masyarakat yang inspiratif.

Inisiatif utamanya berfokus pada pengembangan ekonomi lokal melalui konsep yang ia gagas.

​”Gagasan utama kami adalah ‘Satu Desa, Satu Wirausaha’, dengan fokus utama pada pemberdayaan perempuan dan pemuda di tingkat lokal,” ujar Rocky Bayu saat diwawancarai mengenai programnya.

Ia menjelaskan bahwa dengan mendorong lahirnya wirausahawan baru di setiap desa, terutama dari kalangan perempuan dan generasi muda, kemandirian ekonomi masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan.

​Apresiasi dari Pemerintah
​Acara penganugerahan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh para nominator serta tamu undangan dari berbagai daerah.

Penghargaan untuk Rocky Bayu diserahkan langsung oleh tamu kehormatan acara, yaitu Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Bapak Dr. (HC) Drs. A. Muholmin Iskandar, M.Si.. Kehadiran dan penyerahan langsung oleh Menteri Koordinator menjadi bukti pengakuan pemerintah atas kerja keras para penggerak di akar rumput yang tanpa lelah berkontribusi bagi kemajuan komunitas, lingkungan sosial, dan ekologi.***

Warga Cibogor Kepung Pencuri Motor Saat Salat Jumat, Aksi Bocah Ini Jadi Penyelamat

0

Bogordaily.net — Siang itu, suasana Jalan Abesin, Gang Masjid, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor berubah tegang.

Jumat, 17 Oktober 2025, ketika warga tengah khusyuk melaksanakan salat Jumat, dua pria nekat melakukan aksi pencurian motor di kawasan padat penduduk itu.

Namun, aksi mereka gagal total. Dan penyelamatnya bukan siapa-siapa — melainkan seorang anak kecil yang tengah ikut salat di masjid.

Ketika sang bocah melihat dua orang tak dikenal tengah mengutak-atik motor milik warga, nalurinya langsung bereaksi. Dengan lantang, ia berteriak satu kata yang membuat jantung siapa pun berdegup kencang: “Maling!”

Teriakan itu menggema, memecah kesunyian jamaah Jumat. Warga pun berhamburan keluar dari masjid, sebagian masih bersarung.

Suasana mendadak riuh, dan dalam hitungan detik, jalan kecil di Gang Masjid berubah menjadi arena kejar-kejaran.

Salah satu pelaku sempat panik dan melarikan diri lewat parit kecil, naik ke atap rumah warga untuk bersembunyi. Tapi warga Cibogor tidak tinggal diam. Mereka mengepung seluruh area, memastikan tidak ada celah bagi sang maling untuk kabur.

Sementara satu pelaku lain berhasil meloloskan diri, rekan pelakunya justru apes. Ia berhasil ditangkap warga dalam keadaan ketakutan, kemudian diamankan oleh petugas yang datang ke lokasi tak lama kemudian.

Aksi cepat warga ini menunjukkan solidaritas yang masih hidup di tengah masyarakat perkotaan.

Namun di balik semua itu, yang paling berkesan adalah keberanian seorang bocah yang tanpa ragu meneriakkan kebenaran di tengah situasi genting.

Kini, pelaku yang tertangkap telah diamankan aparat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara warga Cibogor kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa — dengan satu cerita baru yang pasti akan lama dikenang: hari ketika teriakan seorang anak kecil menyelamatkan sebuah motor dari tangan pencuri.***

BGN Perketat Standar MBG, Ahli Gizi dan Relawan Wajib Cicipi Makanan Sebelum Dibagikan

0

Bogordaily.net— Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat standar keamanan dan kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mewajibkan seluruh ahli gizi dan relawan untuk mencicipi makanan produksi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebelum dibagikan, lengkap dengan bukti video.

“Kami ingin masyarakat yakin bahwa makanan MBG benar-benar aman, sehat, dan bersih. Karena itu, semua ahli gizi dan perwakilan relawan harus makan dulu sebelum dibagikan,” ujar Sony saat meninjau dapur SPPG Sempur di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Senin (22/9/2025).

Sony menegaskan bahwa momen pencicipan wajib direkam sebagai bentuk transparansi publik dan jaminan keamanan pangan.

“Makanan yang dimakan oleh relawan dan ahli gizi setiap hari adalah makanan yang sama dengan yang diterima masyarakat,” tegasnya.

Selain kebijakan baru itu, BGN juga menekankan pentingnya standar operasional prosedur (SOP) dalam seluruh proses pengolahan makanan MBG. Hal ini untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga, baik dari segi gizi, kebersihan, maupun kesehatan.

Sementara itu, Camat Plered Heri Anwar mengatakan, program MBG di wilayahnya menjadi yang terbesar di Purwakarta. Hingga kini, terdapat sekitar 22 ribu penerima manfaat, mulai dari pelajar, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui.

“Target kami 30 ribu orang. Untuk mencapainya, dapur MBG akan ditambah dari enam menjadi sembilan pada Oktober 2025,” ungkap Heri.

Ia menambahkan, program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan asupan gizi masyarakat, tetapi juga membawa manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

“Program ini bukan sekadar memberikan makanan sehat, tapi juga membuka lapangan kerja baru bagi ratusan warga lokal,” tutupnya.***

Aksi Pencurian Handphone di Indomaret Muara Raya Bogor Terekam CCTV

0

Bogordaily.net – Pencurian handphone menimpa seorang karyawan Indomaret Muara Raya di Jalan Kapten Yusuf, Bogor Barat, pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Korban yang tengah bekerja kehilangan iPhone 13 miliknya saat sedang bertugas di toko tersebut.

Insiden bermula ketika korban meletakkan ponsel miliknya di rak depan, area khusus member dekat display jersey Timnas Indonesia.

Handphone tersebut sebelumnya digunakan untuk memotret rak barang yang baru dipasangi label promo.

Namun, karena kondisi kasir yang ramai, korban terpaksa meninggalkan ponsel tersebut tanpa pengawasan.

Rekaman kamera CCTV toko menangkap sosok pelaku, seorang perempuan berkerudung dengan pakaian berwarna pink, yang mendekati rak tempat handphone itu disimpan.

Perempuan tersebut terlihat dengan cepat mengambil ponsel dan berjalan menuju temannya yang sedang berada di area ATM.

Dari hasil pengamatan, pelaku tidak melakukan pembelian atau transaksi apa pun di dalam toko, melainkan hanya menemani temannya yang sedang menggunakan ATM.

Sampai saat ini belum diketahui apakah teman pelaku sadar atau terlibat dalam aksi pencurian tersebut.

Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati menjaga barang pribadi di tempat umum.***

Asap KRL Bogor Picu Kepanikan Penumpang di Stasiun Tanjung Barat

0

Bogordaily.net – Suasana panik karena asap sempat terjadi di dalam KRL Commuter Line rute Bogor–Jakarta Kota pada pagi tadi, tepatnya saat kereta mendekati Stasiun Tanjung Barat, Jumat 17 Oktober 2025.

Kejadian ini berawal ketika penumpang di gerbong khusus perempuan mencium bau asap yang tiba-tiba tercium kuat dari dalam gerbong.

Bau asap tersebut membuat para penumpang merasa cemas dan langsung berupaya turun dari kereta begitu KRL berhenti di Stasiun Tanjung Barat.

Kepanikan melanda terutama karena belum diketahui secara pasti sumber bau asap tersebut, sehingga penumpang segera mengambil langkah untuk memastikan keselamatan diri.

Petugas stasiun dan keamanan setempat segera melakukan pemeriksaan di gerbong yang dilaporkan tercium bau asap.

Meskipun penyebab asap di KRL ini belum dikonfirmasi secara resmi, langkah cepat petugas berhasil mengendalikan situasi agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih membahayakan.

Kejadian ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan protokol keselamatan di moda transportasi umum yang setiap hari mengangkut jutaan penumpang di Jabodetabek.

Hingga saat ini, perjalanan KRL rute Bogor–Jakarta Kota telah kembali berjalan normal setelah insiden bau asap ini.***

Rayakan HUT Rivera ke 2, Gratis Tiket Masuk Bagi yang Berulang Tahun di Bulan Oktober

0

Bogordaily.net – Memasuki usia ke 2 tahun, Rivera Outbound & Edutainment yang berlokasi di kawasan Bogor Nirwana Residence, menyiapkan berbagai promo menarik periode 1 – 31 Oktober 2025.

Ada promo Ulang Tahun bagi yang berulang tahun di bulan Oktober, gratis masuk dan bermain wahana yang ada di Rivera.

General Manager Rivera, Firanto mengatakan untuk Promo Ulang Tahun, Gratis bagi yang berulang tahun di bulan Oktober dengan syarat membawa minimal 2 orang pendamping, wajib datang sesuai bulan kelahirannya, dan membawa foto copy KTP/KK/kartu pelajar/akte lahir saat kedatangan.

Promo ulang tahun berlaku untuk pembelian di loket. Harga pendamping yaitu Rp65.000,- /orang pada Senin-Jumat dan Rp75.000,- /orang pada Sabtu dan Minggu serta libur nasional, tidak berlaku double promo.

Firanto menambahkan, bagi yang memiliki KTP Bogor, untuk tiket masuk Rivera harga tiketnya cukup hemat yaitu Rp58.500,- /orang pada Senin-Jumat dan Rp67.500,- /orang pada Sabtu dan Minggu serta libur nasional.

Dan ada diskon 50% untuk sewa kostum Jepang/Belanda. Harga tersebut sudah termasuk kunjungan ke Taman Burung Rivera dan Gratis Es Krim bagi pemilik KTP Bogor.

Caranya mudah, tunjukkan KTP Bogor saat transaksi di loket, 1 KTP berlaku untuk 4 orang dan tidak berlaku double promo. “ jelas Firanto.

Ada juga paket Promo Ber-4 Shocktober dengan harga hemat yang berlaku selama periode Oktober 2025.

Terdapat dua pilihan paket yaitu paket Terusan Ber-4 dan paket Terusan Ber-6 “Promo berempat Shocktober dengan harga tiket Rp240.000 untuk 4 orang dan paket promo berenam Shocktober dengan harga Rp330.000,- untuk 6 orang.

“Pembelian paket ini hanya bisa dilakukan di loket saat kedatangan dan khusus untuk kunjungan Weekday (Senin – Jumat),” kata Firanto.

Untuk kunjungan Weekend (Sabtu – Minggu) dan libur Nasional Firanto menambahkan, “Promo Ber-4 Weekend dengan harga tiket Rp280.000 untuk 4 orang dan promo ber-6 Shocktober dengan harga Rp390.000,- untuk 6 orang.

Pembelian paket ini hanya bisa dilakukan di loket saat kedatangan dan khusus untuk kunjungan weekend (Sabtu – Minggu) dan libur Nasional,” kata Firanto.

Untuk yang datang perorangan, ada harga khusus paket terusan, harga yang ditawarkan yaitu Rp65.000/orang untuk kunjungan di Senin-Jumat, dan Rp75.000/orang untuk kunjungan di Sabtu – Minggu dan libur Nasional.

Pembelian langsung di loket tiket dan tidak berlaku double promo. Harga tersebut sudah termasuk kunjungan ke Taman Burung Rivera dan Gratis Es Krim.

Selain itu ada juga Tiket juga bisa dibeli secara online lebih hemat di www.riveraoutboundbogor.com.

Untuk rombongan yang berkunjung minimal 30 orang, akan ada harga spesial yang ditawarkan, dengan berbagai kegiatan yang dapat dilakukan seperti fun games, team building, agri agro, melukis di kue atau tanah liat, camping, dan berbagai kegiatan seru lainnya yang akan membangun kekompakan dan kebersamaan antar anggota grup.

Untuk kegiatan camping sendiri, Rivera menyediakan beberapa paket promo mulai harga Rp75.000,-/orang untuk sewa lahan camping dan sudah tiket masuk Rivera dan 1 wahana.

Fasilitas area camping lengkap mulai dari mushola, kamar bilas, keamanan 24 jam, penerangan area, toilet, dan parkir luas.

Rivera memiliki lebih dari 15 wahana yang hadir saat ini dan dapat dinikmati untuk segala usia diantaranya Ropes & obstacles, flying fox dengan 2 lintasan, kursi sultan, wall climbing, ezy roller, trampolin, mobil listrik, panahan, perahu air, canoe, crazy ball.

Selain itu ada juga Taman Jepang dan Taman Belanda, dimana pengunjung dapat menyewa kostum ala kedua negara tersebut.

Rivera lebih lengkap dengan banyaknya atraksi baru, salah satunya ada Taman Burung. Ada juga area Taman rusa, dimana pengunjung bisa langsung memberi makan rusa.

Rivera juga menghadirkan kegiatan edukasi yaitu agri agro, dimana pengunjung bisa belajar menanam sayur sayuran dan hasilnya bisa dibawa pulang, fun farming, melukis gerabah dll.

Di area Rivera juga kini telah hadir Graha Rivera, gedung serbaguna untuk umum yang dapat dipergunakan untuk berbagai acara seperti pernikahan, ulang tahun, rapat, pameran, dan berbagai acara lainnya.

Rivera juga mengadakan Donor Darah (14 Oktober), Pemeriksaan Kesehatan Gratis (Cek IVA) 25 Oktober yang terbuka untuk umum dalam rangka HUT Rivera ke -2. Selain itu, ada pula animal show (12,19,26 Oktober) dan perlombaan basket 3 on 3 Holiday (18 dan 19 Oktober).

Rivera beroperasi setiap hari pukul 09.00 – 17.00 WIB. Informasi lebih lanjut dapat dicek di website www.riveraoutboundbogor.com, instagram @rivera.bogor, atau WA official 0822 1039 3301.***

Meneguhkan Arah Baru Pendidikan Indonesia: Bermutu, Merata, dan Berkarakter

0

Bogordaily.net – Pagi di Sabu, Nusa Tenggara Timur, seorang guru berdiri di depan kelas berdinding bata merah, mengawali pelajaran dengan doa dan senyum. Sementara di Batu, Jawa Timur, sekelompok siswa menatap layar interaktif di laboratorium digital mereka, belajar sains dengan semangat yang sama. Dua potret yang berbeda pulau, tapi kini terikat oleh satu hal, perubahan nyata dalam wajah pendidikan Indonesia.

Dalam satu tahun terakhir, gema reformasi pendidikan menggema dari ujung timur hingga barat negeri.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat, sepanjang Oktober 2024 hingga Oktober 2025, tujuh program prioritas berhasil dijalankan dengan total anggaran mencapai Rp181,72 triliun.

Sebuah langkah besar untuk mewujudkan mimpi lama bangsa ini — pendidikan yang bermutu, merata, dan berkarakter.

Salah satu capaian paling terasa adalah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, yang menandai babak baru pembenahan sekolah dari PAUD hingga SMA/SMK dan SLB.

Dengan alokasi Rp16,97 triliun, program ini tidak hanya melampaui target awal 10.440 satuan pendidikan, tapi berhasil menjangkau 15.523 sekolah di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto (2025), menyebutkan hasil evaluasi menunjukkan potensi optimalisasi lebih luas lagi, hingga 16.000 satuan pendidikan.

Tak hanya itu, program Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) juga mencatat peningkatan signifikan, dari target 982 menjadi 1.943 satuan pendidikan, hampir dua kali lipat dari rencana awal.

Namun yang membuat program ini berbeda bukan sekadar jumlah sekolah yang direnovasi, melainkan cara masyarakat dilibatkan. Revitalisasi dijalankan dengan model swakelola berbasis gotong royong, di mana warga sekitar, guru, dan pemerintah daerah bahu-membahu memperbaiki ruang belajar.

Di Kudus, warga dan guru SMPN 1 Bae bersama-sama membangun toilet ramah disabilitas, memastikan setiap siswa — termasuk yang berkebutuhan khusus — punya akses yang sama untuk belajar dengan nyaman.

Sementara di Kota Batu, bantuan revitalisasi senilai Rp1,7 miliar menghidupkan kembali 293 satuan pendidikan.

“Pendidikan bukan sekadar urusan angka, tapi urusan masa depan dan peradaban,” ujar Henry Suyanto, Wakil Wali Kota Batu. “Kemajuan kota tak diukur dari tinggi gedungnya, tapi dari semangat belajar anak-anaknya.”

Di balik data dan proyek yang berjalan, ada denyut kehidupan yang baru. Para pekerja lokal mendapat penghasilan tambahan dari proyek perbaikan sekolah, pedagang kecil di sekitar area pembangunan ikut merasakan dampak ekonomi, dan yang terpenting — anak-anak kembali punya alasan untuk bersemangat datang ke sekolah.

Meski demikian, ada satu catatan yang tak boleh diabaikan: revitalisasi fisik tidak boleh berhenti di tembok dan genting baru.

Banyak bangunan kini berdiri megah, tapi tanpa transformasi pedagogi dan peningkatan kompetensi guru, ruang belajar itu bisa kehilangan ruhnya.

Pendidikan yang hidup bukan sekadar tempat yang layak, tetapi proses yang menumbuhkan cara berpikir dan karakter.

Di sinilah tantangan berikutnya dimulai — memastikan bahwa setiap bangunan yang berdiri, juga menegakkan martabat manusia yang belajar di dalamnya.

Transformasi Struktural Digital dan Keadilan Pengetahuan untuk Indonesia
Gelombang transformasi digital kini menjadi denyut utama dalam pembaruan pendidikan nasional.

Sejak diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Digitalisasi Pendidikan Nasional, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjadikan teknologi sebagai jembatan kesetaraan belajar, bukan sekadar simbol modernitas.

Program ini mencakup lebih dari 285.000 satuan pendidikan, dari PAUD hingga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), yang kini mulai terhubung dengan sistem pembelajaran digital terpadu.

Di banyak daerah, perubahan ini terasa nyata. Di Jayapura, televisi pendidikan kembali hidup sebagai pusat belajar komunitas; di Tarakan, radio lokal menyiarkan pelajaran setiap sore bagi anak-anak pesisir; sementara di
Palu, siswa SMP menggunakan tablet untuk mengakses modul Kurikulum Merdeka. Pemandangan semacam ini menandai bahwa digitalisasi kini bukan milik kota besar semata, tetapi mulai menyapa daerah yang dulu jauh dari jangkauan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS, 2025) menunjukkan bahwa 68% sekolah di wilayah 3T kini memiliki akses internet, meningkat 14% dari tahun sebelumnya.

Angka ini adalah kemajuan penting, namun juga cermin dari pekerjaan rumah besar: 32% sekolah masih belum memiliki konektivitas memadai.

Kesenjangan digital inilah yang menjadi tantangan utama bagi Indonesia dalam memastikan prinsip keadilan pengetahuan benar-benar terwujud.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan, “Digitalisasi bukan tentang teknologi semata, tapi tentang keadilan pengetahuan.”

Pernyataan ini menjadi garis bawah dari kebijakan digital yang berpihak pada pemerataan. Pemerintah tidak hanya mengandalkan jaringan internet, tetapi juga memperkuat sarana belajar digital dengan menyalurkan 288.000 Papan Interaktif Digital (Interactive Flat Panel/IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Di SMKN 1 Kudus, guru Puji Basuki menceritakan bahwa sejak perangkat tersebut digunakan, “Anak-anak jadi lebih antusias. Mereka merasa belajar itu bukan tugas, tapi pengalaman.”

Kalimat sederhana itu mengandung pesan besar: teknologi, ketika dimaknai dengan benar, dapat mengubah suasana kelas menjadi ruang tumbuh yang inspiratif.

Namun, para pengamat pendidikan mengingatkan bahwa distribusi alat tidak serta merta berbanding lurus dengan peningkatan mutu.

Kajian Pusat Studi Pendidikan UGM (2025) mengungkapkan bahwa pelatihan guru dalam mengintegrasikan teknologi baru menjangkau 47% tenaga pendidik di luar Pulau Jawa.

Artinya, hampir separuh guru di wilayah 3T belum memiliki kemampuan memadai untuk menggunakan Learning Management System (LMS) atau memproduksi konten pembelajaran digital secara efektif.

Menurut Darmaningtyas, pengamat pendidikan nasional, masalah utama bukan pada ketiadaan perangkat, tetapi pada minimnya literasi digital guru dan keberlanjutan program pelatihan.

Dalam wawancaranya dengan Kompas (2025), ia menegaskan, “Kita sering sibuk menyalurkan alat, tapi lupa menyiapkan manusianya. Tanpa kapasitas guru, digitalisasi hanya akan jadi pajangan teknologi.”

Kritik ini senada dengan laporan Bank Dunia (2024) yang menyoroti bahwa transformasi pendidikan di negara berkembang sering gagal karena ketidakseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan investasi pada sumber daya manusia.

Selain soal pelatihan, aspek kurasi konten digital pendidikan juga menjadi perhatian. Banyak sekolah mulai memanfaatkan sumber belajar daring tanpa pengawasan mutu yang memadai.

Indra Charismiadji, praktisi pendidikan digital, menyebutkan, “Teknologi tanpa panduan bisa menyesatkan. Yang dibutuhkan bukan sekadar akses, tapi arahan agar siswa belajar dari sumber yang kredibel, bukan sekadar viral.” (Republika, 2025).

Di sisi lain, kemajuan digital juga membawa implikasi sosial yang perlu diwaspadai. Sebagian orang tua di daerah menilai bahwa pembelajaran daring justru meningkatkan ketimpangan karena anak-anak mereka belum terbiasa belajar mandiri.

Hasil survei Katadata Insight Center (KIC, 2025) tentang Persepsi Publik terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menunjukkan bahwa, meski 88% responden menilai sistem digitalisasi pendidikan lebih baik dari sebelumnya, sekitar 24,9% orang tua masih mengeluhkan minimnya sosialisasi dan kendala teknis sistem daring — mulai dari akses server hingga kejelasan prosedur pendaftaran.

Fakta ini menegaskan bahwa digitalisasi bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga komunikasi. Tanpa sosialisasi yang masif dan literasi digital masyarakat yang kuat, kebijakan canggih bisa kehilangan maknanya di lapangan.

Maka, jika pemerintah ingin memastikan digitalisasi benar-benar menjadi jembatan kesetaraan, bukan jurang baru, dua langkah harus ditempuh.

Pertama, memperluas pelatihan guru dengan pendekatan berjenjang dan berbasis daerah. Kedua, memperkuat literasi digital masyarakat agar mampu mengawal perubahan ini dari bawah.

Karena pada akhirnya, keberhasilan digitalisasi bukan diukur dari seberapa banyak sekolah yang terkoneksi, melainkan seberapa jauh pengetahuan dapat diakses dan dimaknai oleh semua anak bangsa — dari Jakarta hingga Pegunungan Bintang.

Teknologi hanyalah alat; yang menentukan keadilan tetaplah manusia.
Bermutu, Merata, dan Berkarakter Demi Pendidikan Indonesia Emas
Pada akhirnya, perjalanan pendidikan Indonesia sepanjang Oktober 2024–Oktober 2025 bukan sekadar rentetan program dan angka anggaran.

Ia adalah kisah tentang bangsa yang sedang berusaha meneguhkan arah barunya — menata kembali nilai, membangun pondasi, dan menyalakan harapan dari ruang-ruang belajar yang dulu sunyi.

Dari revitalisasi satuan pendidikan yang kini menjangkau lebih dari 15 ribu sekolah di seluruh penjuru negeri, pemerintah tidak hanya membangun dinding dan atap, tetapi juga membangun rasa percaya diri anak-anak di pelosok.

Program ini menghidupkan kembali semangat gotong royong — dari tukang batu di Sabu hingga guru di Kudus, semua bergerak dengan tujuan yang sama: menghadirkan ruang belajar yang layak bagi setiap anak Indonesia.

Transformasi berlanjut melalui digitalisasi pendidikan nasional, yang kini membuka akses bagi lebih dari 285 ribu sekolah di bawah payung Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025.

Di banyak daerah, ruang kelas berubah menjadi pusat konektivitas — tablet menggantikan papan tulis, dan sinyal menjadi jembatan pengetahuan.

Namun di balik kemajuan itu, pekerjaan rumah tetap ada: masih ada 32% sekolah di wilayah tertinggal yang belum menikmati koneksi internet stabil (BPS, 2025). Tantangan ini mengingatkan bahwa teknologi tanpa pemerataan hanyalah kemewahan yang berpihak.

Di tengah transformasi digital, guru tetap menjadi jantung perubahan. Pemerintah menyalurkan lebih dari Rp13,2 triliun untuk mendukung kesejahteraan dan pengembangan profesi mereka — dari tunjangan profesi hingga fasilitasi pendidikan lanjut.

Di ruang kelas, perubahan itu mulai tampak: guru tak lagi sekadar pengajar, tapi fasilitator pembelajaran yang hidup.

Meski demikian, masih banyak yang menantikan sistem yang memberi ruang lebih luas untuk refleksi dan kreativitas, bukan hanya rutinitas administratif. Sebab, kesejahteraan tanpa kebebasan berpikir hanyalah separuh reformasi.

Untuk siswa, kebijakan afirmatif seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) menjadi benteng keadilan sosial.
Lebih dari 18 juta anak kini dapat terus bersekolah tanpa terbebani biaya, sementara program BOSP senilai Rp59 triliun memastikan sekolah-sekolah tetap hidup dan berfungsi optimal.

Di tengah semua itu, sistem Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) lahir sebagai simbol perubahan struktural — menggantikan PPDB dengan sistem yang lebih adil dan transparan.

Laporan Katadata Insight Center (2025) menunjukkan lebih dari 90% publik menilai SPMB memperbaiki pemerataan akses dan transparansi seleksi, meski tantangan sosialisasi dan kendala teknis masih perlu diperbaiki.

Seperti yang diingatkan oleh pengamat kebijakan publik Darmaningtyas, “reformasi administratif baru akan bermakna jika publik merasa menjadi bagian dari prosesnya.”

Dan di antara semua kebijakan besar itu, terselip program sederhana namun bermakna — “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.”

Bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur tepat waktu — nilai-nilai yang sederhana, tapi justru menjadi inti pendidikan yang sejati: membentuk manusia yang sehat, berkarakter, dan tangguh.

Di banyak sekolah, kebiasaan kecil ini tumbuh menjadi budaya. Murid datang lebih pagi, guru lebih bersemangat, dan suasana belajar menjadi lebih hidup.
Menurut laporan Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar (2025), kehadiran siswa meningkat 72% dan kedisiplinan guru meningkat signifikan di sekolah-sekolah pelaksana program tersebut.

Semua ini memberi pesan yang sama pendidikan Indonesia sedang bergerak ke arah yang lebih matang dan manusiawi.
Revitalisasi memberi tubuh, digitalisasi memberi jembatan, dan pembentukan karakter memberi jiwa.

Namun seperti halnya setiap perjalanan besar, masih banyak ruang untuk refleksi. Ketimpangan akses, beban administratif, dan sosialisasi kebijakan masih menjadi tantangan yang menuntut keberanian untuk terus memperbaiki diri.

Sebagaimana disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam kunjungannya ke Kudus, “Pendidikan bukan proyek pemerintah, tapi perjalanan bangsa — untuk memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi.”

Dan mungkin di sanalah inti dari seluruh capaian ini pendidikan Indonesia tidak lagi sekadar mengejar angka, tetapi tengah menulis bab baru tentang kesetaraan, martabat, dan masa depan yang terbuka bagi semua.

Menyemai Nilai, Menumbuhkan Manusia

Setelah semua infrastruktur berdiri megah dan kebijakan dijalankan dengan anggaran besar, ujung dari setiap reformasi pendidikan selalu kembali pada satu hal yang paling mendasar: manusia. Sebab, pendidikan sejati bukan sekadar urusan membangun ruang kelas, melainkan membangun jiwa yang berkarakter.

Dalam semangat itulah lahir program “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” — sebuah gerakan sederhana namun sarat makna. Bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur tepat waktu.

Tujuh kebiasaan yang tampak biasa, tetapi justru di situlah pondasi luar biasa diletakkan: menanam disiplin, menumbuhkan empati, dan menghidupkan kesadaran moral sejak dini.

Program ini kini diterapkan di ribuan PAUD, SD, dan SLB di seluruh penjuru negeri. Berdasarkan laporan Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar (2025), tingkat kehadiran siswa meningkat hingga 72%, sementara kedisiplinan guru melonjak tajam di berbagai wilayah.

Dari data itu tampak bahwa perubahan perilaku bisa tumbuh ketika nilai tidak hanya diajarkan, tapi dihidupkan setiap hari.

Namun di balik capaian yang menggembirakan itu, ada pesan reflektif yang perlu direnungkan bersama. Pendidikan karakter tidak tumbuh dari slogan atau peraturan, tetapi dari keteladanan dan kebersamaan.

Di SMA Negeri 1 Kudus, misalnya, setiap pagi anak-anak memulai hari dengan senam bersama dan sarapan sehat.

Seorang kepala sekolah di Yogyakarta berujar dengan tulus, “Ketika anak belajar dengan gembira, karakter tidak diajarkan, melainkan tumbuh.”

Kalimat itu menegaskan bahwa pendidikan moral hanya akan hidup jika guru dan lingkungan menjadi cermin nilai yang ingin ditanamkan.

Kini, Indonesia sedang menulis bab baru dalam perjalanan pendidikannya — bukan lagi tentang ketimpangan dan keterbelakangan, melainkan tentang kesetaraan, martabat, dan kemanusiaan yang tumbuh dari ruang-ruang belajar yang hidup.

Revitalisasi yang menyentuh akar, digitalisasi yang menjembatani jarak, serta kebijakan afirmatif yang memuliakan guru dan murid — semuanya berpadu menjadi arah baru pendidikan nasional yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berjiwa.

Namun perjalanan ini belum selesai. Masih banyak ruang untuk memperbaiki, mendengar, dan berefleksi. Sebab kritik bukanlah penolakan, melainkan bentuk cinta terhadap masa depan bangsa.

Seperti disampaikan Abdul Mu’ti, “Pendidikan bukan proyek pemerintah, melainkan perjalanan bangsa.”

Dan perjalanan itu kini benar-benar sedang berlangsung — di ruang kelas yang kembali hidup, di wajah murid yang berani bermimpi, dan di hati para guru yang kembali percaya bahwa mengajar adalah bentuk cinta paling tulus kepada negeri.***

Penulis: Thoriq Anshorullah
Pengamat Pendidikan Asal Jabodetabek

Lewat TRING! by Pegadaian, BRI Group Hadirkan Super App Emas Digital untuk Perluas Inklusi Keuangan

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya PT Pegadaian yang tergabung dalam Holding Ekosistem Ultra Mikro, memasuki fase baru dalam transformasi layanan keuangan di Indonesia. Peluncuran super app TRING! by Pegadaian menjadi milestone penting dalam pengembangan ekosistem investasi emas nasional yang inklusif.

Adapun, peluncuran TRING! by Pegadaian yang digelar di Ballroom The Gade Tower pada Rabu 8 Oktober 2025 ini dihadiri oleh CEO BRI Group Hery Gunardi,
Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan serta Perwakilan Danantara Indonesia.

Acara ini menjadi momentum penguatan sinergi antar entitas di bawah Holding Ekosistem Ultra Mikro (UMi) guna mendukung penguatan inklusi layanan keuangan.

Dalam sambutannya, CEO BRI Group Hery Gunardi mengatakan bahwa peluncuran ini menjadi bukti semangat “Collaborative” di bawah payung BRI Group.

Integrasi TRING! yang terhubung dengan super apps BRImo, membuat nasabah BRI dapat menabung dan mencicil emas tanpa perlu aplikasi terpisah.

Menurutnya, dengan basis lebih dari 42 juta pengguna BRImo ditambah dengan lebih dari 4 juta pengguna digital Pegadaian yang aktif, maka potensi pasar TRING! bisa mencapai lebih dari 45 juta pengguna potensial di seluruh Indonesia.

“Kita dari Holding Group menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Pegadaian. TRING! ini adalah salah satu upaya dari Pegadaian untuk menjangkau customer-nya yang tidak datang ke outlet atau ke cabang-cabang,” ucapnya.

Terlebih, kata Hery, Indonesia merupakan salah satu pasar emas terbesar di Asia Tenggara, dengan tingkat konsumsi emas per kapita yang terus meningkat setiap tahunnya.

Data dari World Gold Council menunjukkan bahwa lebih dari 50% masyarakat Indonesia kini menjadikan emas sebagai instrumen utama untuk investasi dan tabungan jangka panjang.

Bahkan, nilai transaksi emas digital nasional diperkirakan mencapai lebih dari Rp70 triliun pada akhir 2025, dan terus tumbuh seiring meningkatnya literasi keuangan masyarakat.

Dengan begitu, TRING! pun diharapkan menjadi platform utama bagi masyarakat Indonesia untuk berinvestasi emas secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat posisi Pegadaian sebagai market leader pembiayaan berbasis emas yang adaptif terhadap kebutuhan nasabah.

Senada, Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan mengungkapkan bahwa Pegadaian terus berkomitmen menghadirkan pengalaman bertransaksi yang aman dan nyaman untuk nasabah melalui super app TRING!.

“Pegadaian menempatkan keamanan sebagai prioritas utama. Aplikasi TRING! memastikan keamanan data nasabah terjamin dan aset emas yang dimiliki nasabah dijamin fisiknya serta tersimpan dengan standar keamanan terbaik,” ucapnya.

Perlu diketahui, TRING! menjadi super app dengan ekosistem emas terlengkap yang menghadirkan berbagai fitur seperti tabungan, cicilan, gadai, hingga jual beli emas.

Aplikasi ini juga dilengkapi dengan layanan pembiayaan, transfer tabungan emas, dan pembayaran digital, sehingga memberikan kemudahan, keamanan, serta kenyamanan bagi nasabah untuk bertransaksi dalam satu platform.

Sebagai bagian dari sinergi BRI dengan Pegadaian dan PNM dalam ekosistem Holding UMi, kehadiran TRING! yang terintegrasi dengan BRImo juga semakin memperkuat layanan keuangan yang inklusif dan mudah diakses oleh masyarakat.

Tercatat, hingga Triwulan II 2025, Holding Ultra Mikro yang terdiri dari BRI, Pegadaian dan PNM telah melayani 34,7 juta debitur aktif dengan total pembiayaan mencapai Rp631,9 triliun.

Dari jumlah tersebut, BRI berkontribusi sebesar Rp479,8 triliun, diikuti Pegadaian sebesar Rp101,5 triliun, dan PNM sebesar Rp50,6 triliun, dengan total 126 juta rekening simpanan mikro yang tersebar di seluruh Indonesia.***

Jadwal Layanan Poliklinik dan Dokter di RSUD Bakti Pajajaran Cibinong Oktober 2025

0

Bogordaily.net – Berikut jadwal layanan poliklinik termasuk dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bakti Pajajaran Cibinong, Kabupaten Bogor selama Oktober 2025.

Dalam poliklinik rawat jalan ini terdapat jadwal praktek dokter dengan berbagai layanan klinik diantaranya, klinik penyakit dalam, klinik saraf, klinik jantung, klinik kebidanan dan kandung serta klinik bedah syaraf.

Dengan jadwal layanan termasuk jadwal dokter di poliklinik RSUD Bakti Pajajaran Cibinong yang masih beroperasi mulai hari Senin hingga Jumat.

Adapun pendaftaran pelayanan poliklinik dimulai pada pukul 07.00 WIB sampai 11.00 WIB untuk hari Senin sampai Kamis. Kemudian untuk hari Jumat pukul 07.00 WIB sampai 10.00 WIB.

Pelayanan poliklinik berlaku bagi para pasien pengguna BPJS dengan mendaftar dan melampirkan surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama/FKTP (asli dan fotocopy), serta melampirkan fotocopy KTP.

Selain itu, khusus untuk pasien klinik mata, bagi yang akan melakukan pemeriksaan pergerakan mata visus dan tes buta warna wajib melampirkan pas photo 4×6 berwarna.

RSUD Bakti Pajajran Cibinong akan terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada pasien, termasuk selama bulan Oktober 2025.

Direktur RSUD Bakti Pajajaran Cibinong, dr Yukie Meistisia Ananda Putri Satoto berpesan kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga keseimbangan gizi.

Jajaran direksi dan staf RSUD Bakti Pajajaran Cibinong terus berupaya memaksimalkan pelayanan terhadap pasien.

Salah satunya melalui program  “CAGEUR” atau RSUD Cibinong Gancang Ngubaran Dulur, yang merupakan layanan rujukan, telemedicine dan home care yang dimiliki oleh RSUD Bakti Pajajaran juga dihadirkan sebagai upaya mendekatkan diri dengan masyarakat. Dan mendukung pemerataan pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Dokter Yukie menyebut layanan CAGEUR sudah berbasis aplikasi yang bisa diunduh oleh masyarakat di www.cageur.rsudcibinong.com .

Di dalamnya terdapat layanan tele konsultasi, perawatan di rumah, farmasi, pelayanan nutrisi, pelayanan paliatif, asisten medis, evakuasi medis, tim medis gawat darurat, dan mini ICU.

Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya mewujudkan layanan pre Hospital, Hospital Without Wall, sebagai upaya mempermudah akses pelayanan langsung kepada masyarakat.(Albin)