Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 556

Longsor di Megamendung Bogor, Santri Tertimbun Tanah

0
Bogordaily.netSabtu sore, tanah Puncak Bogor kembali bergetar. Kali ini bukan karena wisatawan, tapi karena tangis yang tertahan di balik reruntuhan pesantren.

Hujan Deras, Tanah Longsor, Santri Menghilang

Sabtu, 5 Juli 2025. Langit Megamendung menggantung kelabu sejak siang. Udara sejuk yang biasanya mengundang wisatawan kini menyisakan dingin yang mencekam. Derasnya hujan mengguyur wilayah Puncak sejak sore, dan bersamanya datang kabar duka.

Satu orang santri dikabarkan tertimbun longsor. Lokasinya: Kampung Rawa Sadek RT 01 RW 04, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Informasi awal ini disampaikan oleh Jalaluddin, staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor.

“Informasi sementara seperti itu, satu santri (tertimbun),” ujarnya singkat saat dikonfirmasi Sabtu malam.

Evakuasi yang Belum Berujung

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih terus melakukan proses pencarian. Namun hingga artikel ini diturunkan, kondisi korban belum diketahui secara pasti.

“Tim masih melakukan evakuasi. Belum bisa memberikan data detail,” lanjut Jalaluddin.

Kondisi medan yang curam, licin, dan tertutup reruntuhan bangunan membuat proses evakuasi berlangsung lambat dan penuh kehati-hatian.

Video Warga: “Satu Santri Belum Kelihatan”

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan bangunan dengan dinding hijau yang sudah separuh roboh. Dalam narasi video, terdengar suara warga menyebut bahwa satu santri masih belum ditemukan.

“Lokasi yang diduga tertimbun longsor di sini satu, tapi emang satu orang enggak ada santri sampai sekarang belum kelihatan,” ujar si perekam video.

Video itu menyebar cepat. Bukan karena sensasional, tapi karena menggambarkan rasa cemas dan panik warga yang hanya bisa berharap keajaiban datang dari balik reruntuhan.

Megamendung: Surga yang Rapuh Saat Hujan Tiba

Megamendung, yang selama ini dikenal sebagai kawasan wisata, ternyata rapuh saat musim hujan tiba. Tidak sedikit kejadian longsor yang telah terjadi di kawasan ini.

Infrastruktur sederhana dan posisi geografis yang berada di lereng membuat risiko bencana tanah longsor selalu mengintai.

Bahkan dalam laporan BMKG, wilayah Puncak termasuk zona merah rawan longsor pada musim hujan ekstrem.

Antara Doa dan Evakuasi

Hingga malam ini, belum ada kabar pasti mengenai nasib sang santri. Doa dari orang tua dan sesama santri terus menggema. Di sisi lain, tangan-tangan sukarela terus menggali, mencari, dan berharap bisa membawa kabar baik dari balik tanah yang runtuh.

Puncak tak hanya butuh wisatawan. Ia butuh sistem peringatan dini yang lebih kuat, pembangunan yang lebih ramah lingkungan, dan mitigasi bencana yang benar-benar diterapkan.

Karena di balik hijaunya hutan dan sejuknya udara, ada anak-anak yang sedang mengaji dan menghafal Al-Qur’an—yang nyawanya dipertaruhkan .***

Goa Lalay Klapanunggal Bogor, Wisata Alam Murah & Edukatif untuk Keluarga

0
Bogordaily.netDahsyat. Tapi bukan dalam arti menakutkan. Justru menyenangkan.
Begitulah kira-kira kesan pertama yang dibawa pulang banyak keluarga yang baru saja pulang dari Goa Lalay, kawasan Klapanunggal, Bogor.
Tempat wisata yang kini semakin viral itu menawarkan sesuatu yang tidak biasa: menyusuri goa alami yang gelap, lembap, penuh kelelawar — sambil tetap aman dan nyaman.

Goa Lalay Klapanunggal: Pesona Wisata Alam yang Mengedukasi

Ibu Lina, seorang ibu asal Ciracas, Jakarta Timur, datang bersama anak-anaknya.
Baginya, Goa Lalay adalah “paket lengkap” untuk wisata keluarga. “Saya baru satu kali ke sini. Tapi daya tariknya itu karena ada gunung,” ujarnya sambil menunjuk perbukitan hijau di kejauhan.
Anak-anaknya yang tumbuh di lingkungan perkotaan bahkan tak tahu bentuk gunung seperti apa sebelumnya.
“Di Jakarta Timur kan nggak ada pegunungan. Pas anak saya lihat, mereka langsung tanya, ‘Ini apa sih, Mak?’ Nah, dari situ saya bisa jelaskan langsung,” tambahnya sambil tersenyum.

Fasilitas Murah Meriah: Edukasi, Hiburan, dan Air yang Menyegarkan

Goa Lalay bukan hanya tempat untuk menjelajah goa. Di sana ada fasilitas kolam renang, jalur tracking ringan, hingga wahana perahu untuk masuk ke dalam goa lebih dalam.
Harga tiket:

  • Tiket masuk + motor: Rp45.000 per orang
  • Tiket perahu dalam goa: Rp30.000 per orang

“Murah, nggak bikin kantong bolong,” kata Anwar, wisatawan dari Pondok Ranggon.

Ia mengaku senang dengan pengalamannya menyusuri goa. “Di dalam gelap banget, tapi seru. Banyak kelelawar juga. Tapi pemandunya ngasih edukasi, kita jadi tahu kehidupan di goa.”

Anak-anak Bisa Bermain Sambil Belajar

Konsep wisata alam terbuka seperti di Goa Lalay Klapanunggal Bogor memberi peluang besar untuk mengajari anak-anak soal lingkungan.
Bukannya sibuk dengan gawai, mereka sibuk bertanya.“Saya justru senang anak-anak banyak bertanya. Karena mereka penasaran, saya jadi bisa ajak mereka belajar sambil jalan-jalan,” tutur Ibu Lina.
Setelah puas berenang, ia dan keluarganya lanjut menjelajah ke dalam goa, bahkan mencoba wahana arung jerawat — wahana air ringan yang sengaja dirancang untuk anak-anak.

Jadi Primadona Wisata Keluarga di Bogor Timur

Walau belum seterkenal kawasan Puncak, Goa Lalay Klapanunggal kini mulai mencuri perhatian, terutama bagi keluarga muda yang mencari destinasi edukatif dan tidak terlalu ramai.
Keberadaan Goa Lalay membuktikan bahwa wisata alam tidak harus mahal. Tidak juga harus jauh.
Cukup di Bogor bagian timur, kita bisa menikmati udara segar, pemandangan indah, dan edukasi yang berkesan — terutama untuk anak-anak yang lahir dan besar di tengah tembok beton dan lalu lintas bising.***

Dua Pelaku Kematian Notaris Bogor Syarifah Sidah Alatas Ditangkap Polisi

0

Bogordaily.net –  Seorang notaris senior. Perempuan. Usia 60 tahun. Syarifah Sidah Alatas namanya. Ia bukan hanya dikenal di kalangan hukum Bogor, tapi juga cukup disegani karena integritasnya.

Lalu tiba-tiba—nama itu muncul di berita, sebagai jenazah yang ditemukan mengambang di Sungai Citarum, Bekasi.

Bagaimana bisa seorang Notaris Bogor Syarifah Sidah Alatas berakhir di sungai? Apa yang terjadi? Siapa yang tega?

Dilaporkan Hilang, Ditemukan Tak Bernyawa

Beberapa hari sebelum penemuan jasadnya, keluarga sempat melapor ke Polsek Tanahsareal, Kota Bogor.

Laporan orang hilang. Tak ada yang menyangka, pencarian itu akan berujung di aliran air keruh yang menjadi saksi bisu akhir hidupnya.

“Jenazah kita evakuasi kemarin siang. Lalu dibawa ke RS Polri Kramat Jati,” kata AKBP Agta Bhuwana Putra, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi.

Dua Orang Ditangkap

Hari ini, jawaban mulai mendekat. Polda Metro Jaya, lewat Unit 1 Resmob, sudah menangkap dua orang yang diduga pelaku. Konfirmasi itu datang dari AKBP Ressa Fiardy Marasabessy.

“Sudah diamankan,” ujarnya. Siapa mereka? Apa motifnya? Polisi belum bicara. Tapi arah angin sudah jelas: ini bukan kecelakaan. Ini pembunuhan.

Masih Ada yang Hilang

Tidak hanya nyawa yang melayang. Kendaraan pribadi milik Notaris Bogor Syarifah Sidah Alatas juga belum ditemukan. Mobil itu entah di mana. Apakah dibawa kabur pelaku? Atau bagian dari skenario?

“Kami masih telusuri kendaraan korban,” tambah Agta.

Luka Masih Disimpan

Polisi belum membeberkan luka-luka di tubuh korban. Mereka memilih menunggu hasil autopsi dari RS Polri Kramat Jati. Yang pasti, kematian ini tidak wajar.

Dari Kantor Notaris ke Sungai Citarum

Notaris Bogor Syarifah Sidah Alatas bukan tokoh sembarangan. Ia tahu hukum.

Ia terbiasa menelaah dokumen rumit dan menjaga rahasia klien. Tapi bahkan hukum kadang tak cukup untuk menyelamatkan dari niat jahat manusia.

Dua Nama, Banyak Tanda Tanya

Dua orang sudah ditangkap. Tapi kasus ini jauh dari selesai. Motif masih mengambang, seperti jasad yang pernah mengambang di sungai itu.

Apakah ini soal dendam, uang, atau pengkhianatan? Waktu yang akan menjawab.***

Puncak Bogor Banjir Deras, Jalan Raya Lumpuh, Pengendara Motor Bertumbangan

0

Bogordaily.netPuncak Bogor Banjir. Tiga kata itu langsung jadi pembicaraan sore Sabtu, 5 Juli 2025.

Hujan deras sejak siang seakan mengguyur tanpa ampun kawasan Megamendung. Dan seperti biasa, banjir datang tanpa aba-aba.

Air tiba-tiba meluap di Jalan Raya Puncak Bogor. Deras. Tinggi. Mengalir seperti anak sungai yang turun dari pegunungan.

Motor-motor satu per satu tumbang. Mereka yang mencoba menerobos arus justru diseret.

Pengendara terpental. Ada yang jatuh dan langsung berdiri. Ada pula yang terseret lebih jauh—berjuang sendiri, sampai warga datang menolong.

Air dari Gunung, Sampah dari Manusia

“Sampah. Itu masalah utamanya,” ujar  Ketua RW di kawasan Megamendung. Ia tidak sedang menyalahkan hujan. Ia menyalahkan kita. Kita yang masih dengan santainya membuang plastik ke saluran air.

Air itu, kata dia, datang dari atas: RW 06, 05, 04, 02, hingga ke RW 01. Semuanya muaranya satu: Jalan Raya Puncak.

Saluran tak mampu lagi menampung. Tersumbat. Meluap. Melintasi aspal. Menghantam ban dan rem motor yang tak siap.

“Banjir seperti ini sudah sering,” tambahnya. “Tiap hujan deras. Tapi tak pernah ada penyelesaian yang jelas.”

Ironis. Puncak adalah destinasi wisata favorit di Indonesia. Tapi tiap air turun dari langit, seolah tak ada yang siap.

Gadog Sampai Pandansari: Semua Kena

Tak hanya Megamendung. Luapan air juga menerjang wilayah Gadog dan Desa Pandansari di Kecamatan Ciawi.

Jalan yang biasanya padat saat weekend itu justru sepi oleh suara klakson. Suara mesin tenggelam oleh gemuruh air.

Video amatir yang beredar memperlihatkan sepeda motor saling tabrak saat mencoba bertahan di tengah genangan.

Ada pengendara yang berdiri di tengah jalan, menahan motornya dari arus. Ada pula yang sudah menyerah, menepi dengan wajah pasrah.

Puncak sore itu bukan lagi tentang kabut tipis dan jagung bakar. Ia menjadi panggung darurat banjir mendadak.

Puncak Bogor, Cantik Tapi Rawan

Puncak adalah jalur pegunungan yang menghubungkan Kota Bogor dan Bandung.

Membentang dari Megamendung, Cisarua, sampai Cipanas dan Cianjur. Terletak di antara Gunung Gede-Pangrango dan Pegunungan Jonggol, Puncak memiliki ketinggian sekitar 1.500 meter.

Indah, sejuk, menawan. Tapi sekaligus rawan. Karena air dari atas, dan saluran yang tak sanggup membawa ke bawah.

Masih Mau Buang Sampah ke Selokan?

Banjir di Puncak Bogor tidak datang dari hujan semata. Ia datang dari keteledoran kita semua.

Dari sampah-sampah plastik yang dibuang sembarangan, hingga kebijakan yang tak kunjung tuntas.

Air mungkin akan selalu datang. Tapi banjir bisa dicegah. Jika saluran dibersihkan. Jika kita berhenti menyumbatnya dengan dosa-dosa kecil bernama botol plastik dan kantong kresek.

Puncak boleh indah. Tapi jangan sampai tiap akhir pekan, ia kembali mencekam.***

Pasutri Necis Ngutil Kacamata Mewah. Terekam CCTV, Tertangkap Polisi. Siapa Dia?

0

Bogordaily.net – Sosial media kembali geger. Kali ini bukan karena selebritas atau video lucu, melainkan sepasang suami istri.

Tapi bukan pasutri biasa. Penampilan mereka necis. Rapi. Berkelas. Tapi aksinya memalukan.

 

Pasangan ini terekam kamera pengintai—CCTV—di sebuah outlet optik dalam mall, sedang mencuri kacamata. Bukan sembarang kacamata.

Nilainya ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Lokasi aksinya pun tak main-main: Jakarta, Bekasi, hingga Jakarta Selatan.

Aksi Diam-diam Pasutri Pencuri Kacamata Branded

Video CCTV yang diunggah akun TikTok @polisi_indonesia_ pada 1 Juli 2025 memperlihatkan bagaimana strategi pasutri ini bekerja.

Satu berpura-pura mencoba kacamata, yang lain beraksi saat situasi dirasa aman. Kacamata mahal masuk ke dalam tas, lalu mereka kabur seolah tak terjadi apa-apa.

Unit 2 Subdit Jatanras Polda Metro Jaya langsung bergerak. Tak butuh waktu lama untuk mengungkap identitas dua pelaku: FXDA (29) dan TDA (28). Polisi memastikan mereka adalah suami istri.

“Selasa, 1 Juli 2025, kami mengamankan sepasang kekasih yang mencuri kacamata di outlet optik mall,” tulis akun TikTok tersebut.

Bukan Sekali Beraksi: Sudah Berulang Kali di Tiga Mall

Yang mengejutkan, pasangan ini ternyata bukan pemain baru. Dalam catatan polisi, mereka sudah mencuri di beberapa outlet optik yang berbeda di tiga pusat perbelanjaan besar:

  • Mall di Bekasi
  • Mall di Jakarta Utara
  • Mall di Jakarta Selatan

Modusnya selalu sama. Salah satu pelaku mengalihkan perhatian, yang lain beraksi cepat. Profesional.

Polisi Tangkap Penadah: HS Terlibat dalam Jaringan

Selain FXDA dan TDA, polisi juga menciduk seorang penadah berinisial HS. Ia diduga membeli kacamata hasil curian dari pasutri tersebut.

Kini, ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka. Pasutri necis itu dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun, sementara HS dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman penjara 4 tahun.

Gaya Necis, Tapi Berakhir Tragis

Ada ironi besar dalam kasus ini. Penampilan rapi dan sopan seolah menjadi kedok yang sempurna.

Tapi kejahatan, sekecil apapun, tak pernah bisa disembunyikan lama. Terlebih di era kamera pengintai dan sosial media yang menyebar lebih cepat dari kabar angin.

Kini, pasutri yang sempat bikin takjub karena penampilannya, justru dikenal sebagai pencuri kacamata mahal.***

Ig Takbirdha Tsalasiwi Wartyana Diserbu Warganet Usai Aksi Kekerasannya Viral

0

Bogordaily.net Ig Takbirdha Tsalasiwi Wartyana kini jadi perbincangan hangat di media sosial. Bukan karena prestasi, tapi lantaran aksinya yang terekam kamera saat melakukan pemukulan terhadap pacar seorang pengemudi ojek online.

Pria yang mengaku bekerja di industri pelayaran itu sontak menuai reaksi keras dari komunitas ojol. Bahkan, warganet kini ramai-ramai memburu akun Ig Takbirdha Tsalasiwi Wartyana, yang hingga kini belum bisa dipastikan keberadaannya.

Awal Mula Kejadian: Dari Makanan Telat hingga Tangan Melayang

Semua bermula pada Kamis sore, 3 Juli 2025, di sebuah sudut Bantulan, Sleman. Hari itu, Takbirdha memesan makanan lewat aplikasi layanan antar. Biasa saja, awalnya.

Namun ketika pesanan datang, suasana mendadak memanas. Bukannya mengucapkan terima kasih, Takbirdha justru keluar rumah dengan amarah.

Ia merasa makanannya telat diantar. Lalu memaki, dan—seperti dalam video yang beredar luas di platform X—ia diduga memukul pacar dari driver ojol tersebut.

Solidaritas Driver Ojol Meledak: Ratusan Massa Datangi Rumah Takbirdha

Video berdurasi pendek itu langsung viral. Tidak butuh waktu lama, komunitas ojol bergerak. Pada 5 Juli 2025, ratusan driver mendatangi rumah Takbirdha sebagai bentuk solidaritas terhadap korban.

Kepolisian Sleman pun langsung turun tangan. Mengantisipasi potensi konflik dan aksi anarkis. Situasi berhasil dikendalikan, tapi tekanan publik sudah telanjur membesar.

Takbirdha Minta Maaf, Tapi Hukum Tetap Jalan

Melalui video klarifikasi yang juga beredar di media sosial, Takbirdha Tsalasiwi Wartyana menyampaikan permintaan maaf. Kepada korban. Kepada keluarga korban. Dan kepada seluruh driver ojol yang tersinggung.

Namun, permintaan maaf tidak menghentikan proses hukum. Pihak korban resmi melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian. Proses penyelidikan kini sedang berjalan, dan publik menantikan kelanjutannya.

Ig Takbirdha Tsalasiwi Wartyana Diburu Netizen

Di tengah memuncaknya perhatian publik, muncul pertanyaan baru: “Mana akun Instagram Takbirdha Tsalasiwi Wartyana?”

Warganet ramai-ramai mencari Ig Takbirdha Tsalasiwi Wartyana, berharap bisa melihat lebih banyak jejak digital atau klarifikasi langsung darinya.

Namun hingga artikel ini tayang, akun tersebut belum bisa dipastikan keberadaannya—entah disembunyikan, dihapus, atau memang tidak pernah ada.

Publik Menunggu: Apakah Akan Ada Babak Lanjutan?

Kasus ini menyisakan banyak tanda tanya. Apakah pelaku akan ditahan? Apakah akan ada jalan damai? Atau kasus ini akan jadi pelajaran sosial tentang pentingnya menahan emosi dan menghargai pekerjaan orang lain?

Yang jelas, satu hal yang pasti: netizen tidak akan berhenti sampai mendapatkan jawaban. Apalagi kalau menyangkut Ig Takbirdha Tsalasiwi Wartyana.***

Host Live TikTok Defi Retno Winasih Tewas Tak Wajar, Suami Diduga Tutupi Fakta?

0

Bogordaily.netDefi Retno Winasih bukan selebritas. Ia hanya host live TikTok biasa dari Desa Pingit Lor, Pandanarum, Banjarnegara.

Tapi kematiannya membuat warganet geger. Video terakhirnya yang menyentuh, menjadi awal dari sorotan publik yang belum mereda.

Luka Lebam, Busa di Mulut, dan Goresan di Tubuh

Defi ditemukan dalam kondisi tak wajar pada Rabu, 18 Desember 2024. Luka lebam di punggung bawah, busa di mulut, dan goresan di dekat selangkangan membuat publik bertanya-tanya. Dugaan kekerasan pun muncul seiring makin viralnya kasus ini.

“Temen-Temen, Aku Pamit Ya” – Video Terakhir yang Mengiris

Dalam video terakhir yang viral di TikTok, Defi Retno Winasih berulang kali mengucapkan pamit. “Temen-temen ya, aku mau izin pamit ya,” ucapnya sambil tersenyum getir. Banyak yang menyebut itu sebagai firasat kematian.

Penolakan Autopsi dan Misteri Sang Suami

Pihak atasan Defi dikabarkan meminta dilakukan autopsi, namun suami Defi menolak. Penolakan ini menjadi pemantik kecurigaan. Publik pun bertanya: siapa sebenarnya suami dari Defi?

Nama asli suaminya tak diketahui pasti. Tapi di Facebook, ia menggunakan akun bernama Putra Bung Rnb. Beberapa foto kebersamaan mereka bersama anak-anaknya masih bisa ditemukan di akun itu.

Desakan Netizen: “Usut Tuntas!”

Kolom komentar di TikTok dan media sosial dibanjiri simpati dan kemarahan.

“Astagfirulloh, harus diusut, al-fatihah untuk almarhum Defi Retno.” – @SkibidiCupu

“Yaampun kasian banget kamu Devi, semoga tenang di alam sana dan kasusnya segera terungkap.” – @noname_

“Itu saudara saya kak, tolong bantu up kasus ini ya.” – @Gina Regina

Suara Defi Belum Reda

Kematian Defi Retno Winasih menyisakan banyak tanya. Apakah akan ada keadilan? Atau semua akan berlalu seperti kasus viral lainnya? Satu yang pasti: netizen belum selesai bersuara. Dan suara itu makin nyaring.***

Video 2 Menit 31 Detik Andini Permata Viral, Warganet Heboh. Ada Sosok Adik, Kontennya Ganjil?

4

Bogordaily.net – Video viral Andini Permata tiba-tiba menguasai trending topic di berbagai platform media sosial, mulai dari TikTok hingga X (sebelumnya Twitter).

Ini semua dipicu oleh sebuah video berdurasi 2 menit 31 detik yang memperlihatkan dirinya tengah berjoget santai bersama seorang yang diduga adik laki-lakinya.

Bukan Video Biasa: Joget, Sound Jedag-Jedug, dan Sosok Misterius

Dalam sejumlah potongan video yang tersebar, Andini Permata tampil dengan berbagai outfit mencolok: dari baju loreng hitam putih, daster santai rumahan, hingga busana menyerupai kostum pelayan. Jogetnya ekspresif, ringan, namun tak bisa dibilang biasa-biasa saja.

Beberapa klip bahkan diiringi dengan sound TikTok viral bernuansa jedag-jedug, khas konten dance yang belakangan mendominasi FYP (For Your Page).

Namun, yang paling mencolok perhatian publik adalah sosok bocah laki-laki yang muncul di beberapa video. Banyak yang mengira ia adalah adik kandung Andini.

Komentar Netizen Meledak, Platform ‘Bocor’ Link Video Asli

Kehadiran sang adik dalam video tersebut membuat publik bertanya-tanya. Tidak ada penjelasan gamblang dari Andini mengenai maksud atau konteks kontennya. Tapi warganet seperti biasa: cepat bereaksi.

“Udah nonton semua videonya di YouTube Sa**ku Mi**er,” – @Tyyyaa

“Adiknya kasihan njir, coba liat di S**a*u,” – @Pandji

“Yang mau masuk Tele gua DM aja, tinggal download andini 30+ video,” – @Megusta

Puluhan akun lain juga mencari link full video atau bahkan mengaku sudah mengunduh “versi lengkap”-nya. Namun belum ada konfirmasi apakah video tersebut memang satu rangkaian utuh atau hasil editan dan potongan yang menyesatkan.

Belum Ada Klarifikasi, Spekulasi Terus Bergulir

Hingga artikel ini tayang, belum ada pernyataan resmi dari pihak Andini Permata ataupun keluarganya.

Tidak jelas apakah video itu merupakan bagian dari konten hiburan yang tak bermakna khusus, atau ada narasi tersembunyi di baliknya.

Pakar media sosial menekankan pentingnya netizen lebih bijak dalam mengonsumsi dan menyebarkan konten viral yang belum jelas konteks maupun validitasnya.

“Jangan asal share. Konteksnya belum jelas, jangan sampai ikut memperkeruh suasana,” kata salah satu pemerhati digital di X.

Netizen Harus Kritis, Bukan Sekadar Viral

Fenomena video Andini Permata 2 menit 31 detik ini menjadi cerminan bagaimana konten viral bisa memicu kehebohan tanpa kejelasan informasi.

Terlepas dari benar tidaknya spekulasi warganet, yang jelas: tanggung jawab konsumsi konten digital tetap di tangan pengguna.***

Punya 3 Cabang, AgenBRILink Ini Sukses Bantu Petani Dapatkan Akses Layanan Keuangan

0

Bogordaily.net – AgenBRILink merupakan wujud nyata komitmen BRI dalam memperluas inklusi keuangan hingga ke berbagai daerah.

Melalui inisiatif ini, BRI tidak hanya membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan layanan perbankan yang mudah dijangkau hingga ke level grassroot.

Di Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, M. Aris Yuliyanto, pemilik “SDM Mart” menjadi contoh nyata bagaimana kemitraan sebagai AgenBRILink dapat mendorong pengembangan usaha dan membawa manfaat bagi komunitas sekitarnya.

“Saya memandang keberadaan AgenBRILink memang selalu dicari masyarakat, karena layanannya mudah diakses, dekat, dan tidak terikat jam kantor. Hasilnya, terbukti banyak pelanggan datang ke tempat kami,” ujar Aris.

Usaha yang dirintis sejak 2015 tersebut pun telah berkembang pesat. Saat ini Aris memiliki tiga cabang AgenBRILink di Kecamatan Klambu, masing-masing berlokasi di Desa Menawan, Desa Klambu, dan Desa Selonjari.

Peluang Kerja Bagi Warga Sekitar

Perkembangan ini turut membuka peluang kerja bagi warga sekitar, dengan delapan orang yang kini menjadi karyawannya.

Meski demikian, dirinya bercerita bahwa usaha yang dijalankannya bermula dari sebuah toko kecil yang hanya menjual pulsa dan voucher. Kala itu, Aris masih bekerja sebagai karyawan minimarket sekaligus bertani, sementara sang istri menjaga toko.

Seiring waktu, Aris dan istrinya membangun mimpi untuk memiliki minimarket sendiri. Berbekal pengalaman kerja dan dukungan permodalan dari BRI, mereka membeli sebidang tanah dan mendirikan toko dengan manajemen komputerisasi yang tertata.

Kemudian, momentum besar pun datang ketika Aris ditawari menjadi AgenBRILink. Penawaran tersebut menjadi titik balik yang membawa dampak signifikan bagi usahanya.

“Ketika AgenBRILink mulai berjalan di usaha kami, dampaknya sangat besar. Banyak nasabah datang untuk bertransaksi dan sekaligus berbelanja di toko. Selain itu, kami juga mendapat banyak fasilitas dari BRI yang sangat membantu operasional,” ungkap Aris.

Keberadaan AgenBRILink

Lebih lanjut, Aris menilai bahwa keberadaan AgenBRILink tidak hanya berdampak pada perkembangan usahanya, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama di sektor pertanian.

Sebagai Ketua BRILinkers Purwodadi, ia kerap membantu proses pembukaan rekening, menabung, pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta memperkenalkan berbagai program BRI kepada para petani.

Seiring berjalannya waktu, Aris yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani di Desa Menawan, pun rutin mengedukasi kelompok petani mengenai cara bertransaksi baik secara tunai maupun non-tunai yang aman, utamanya saat petani membeli sarana produksi pertanian maupun menjual hasil panen.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi, menyampaikan bahwa kisah Aris merupakan salah satu bukti nyata peran AgenBRILink dalam menjangkau berbagai lapisan masyarakat di seluruh daerah.

Ia menjelaskan bahwa BRI terus mendorong inklusivitas dengan memperluas jaringan layanan perbankan hingga ke warung-warung melalui AgenBRILink. Langkah ini memungkinkan BRI untuk melayani transaksi keuangan masyarakat secara lebih dekat, efisien, dan merata.

“AgenBRILink sendiri telah menjadi motor utama dalam perluasan layanan keuangan BRI. Melalui skema kemitraan dengan nasabah, BRI menjadikan mereka sebagai perpanjangan tangan layanan perbankan yang dapat melayani transaksi secara real-time online dengan konsep berbasis sharing fee,” ujarnya.

Dari sisi kinerja, AgenBRILink pun mencatat capaian yang solid. Sepanjang Januari hingga Mei 2025, layanan ini telah membukukan 443 juta transaksi, didukung oleh 1,19 juta agen yang tersebar di 67.013 desa di seluruh Indonesia.

Daftar Lengkap Olahraga yang Kena Pajak di Jakarta 2025, Golf Dikecualikan

0

Bogordaily.net – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengenakan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) kategori hiburan terhadap 21 jenis olahraga permainan, termasuk padel, futsal, hingga panjat tebing, dengan tarif pajak sebesar 10 persen.

Namun yang menarik perhatian publik, olahraga golf tidak masuk dalam daftar yang dikenakan pajak hiburan, meski dikenal sebagai olahraga berbiaya tinggi.

Kebijakan ini telah tertuang dalam Keputusan Kepala Bapenda Nomor 257 Tahun 2025 yang menjadi perubahan kedua atas Keputusan Bapenda Nomor 854 Tahun 2024.

Menanggapi keheranan masyarakat, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur Jakarta, Yustinus Prastowo, menjelaskan bahwa olahraga golf memang sempat dikenakan pajak hiburan dan PPN secara bersamaan. Namun hal itu dinilai tidak sesuai dengan prinsip perpajakan yang melarang pajak ganda pada objek yang sama.

“Betul (dikenakan pajak 10 persen). Lapangan padel termasuk dikenakan pajak daerah sesuai dengan Keputusan Kepala Bapenda Nomor 257 Tahun 2025,” ujar Ketua Pelaksanaan Penyuluhan Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jakarta, Andri Mauludi Rijal.

Putusan MK tersebut menyatakan bahwa layanan lapangan dan peralatan golf bukan merupakan objek pajak hiburan, sehingga kini golf hanya dikenai PPN sebesar 11 persen, dan tidak lagi termasuk dalam pengenaan pajak daerah untuk jasa hiburan.

Andri menjelaskan, pajak ini dikenakan untuk penyediaan jasa hiburan kepada konsumen, baik yang dilakukan secara langsung maupun melalui platform digital. Bentuk transaksi yang dikenakan pajak termasuk tiket masuk, sewa tempat/lapangan, serta pemesanan online.

“Pajak dikenakan atas penyediaan jasa hiburan kepada konsumen, termasuk penggunaan sarana dan prasarana olahraga yang dikomersialkan, baik melalui biaya masuk, sewa tempat, atau bentuk pembayaran lain,” kata Andri.

Daftar Olahraga yang Kena Pajak di Jakarta

Berikut adalah daftar olahraga permainan yang dikenai pajak hiburan 10 persen di Jakarta:

  • Tempat kebugaran (fitness center)
  • Yoga / Pilates / Zumba
  • Lapangan futsal / sepak bola / mini soccer
  • Lapangan tenis
  • Kolam renang umum / komersial
  • Lapangan bulutangkis
  • Lapangan basket
  • Lapangan voli
  • Lapangan tenis meja
  • Lapangan squash
  • Lapangan panahan
  • Lapangan bisbol / sofbol
  • Lapangan tembak
  • Tempat bowling
  • Tempat biliar
  • Tempat panjat tebing
  • Tempat ice skating
  • Tempat berkuda
  • Sasana tinju / bela diri
  • Tempat atletik / jogging track profesional
  • Jetski & Lapangan padel