Home Blog Page 558

Taman Safari Indonesia dan Pemkab Bogor Jajaki Kolaborasi Pengembangan Kawasan Edukasi dan Konservasi

0

Bogordaily.net – Taman Safari Indonesia (TSI) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menjajaki kolaborasi untuk pengembangan kawasan edukasi dan konservasi.

Hal tersebut dilakukan dalam pertemuan antara Tim Teknis Taman Safari Indonesia dengan Bupati Bogor Rudy Susmanto di Ruang Soekarno Hatta, Pendopo Bupati Bogor, Selasa 14 Oktober 2025.

Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk membahas rencana pengembangan destinasi edukasi dan konservasi satwa di wilayah Kabupaten Bogor.

Perwakilan Taman Safari Indonesia, Marco menegaskan komitmen Taman Safari Indonesia untuk terus menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Bogor, dalam upaya pelestarian lingkungan dan konservasi satwa.

“Kami sepenuhnya mendukung langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh Pemkab Bogor. Kami merasa terhormat dapat dilibatkan dalam rencana besar untuk konservasi dan pengembangan wisata edukatif,” kata Marco, Selasa 14 Oktober 2025.

Menurut Marco, pertemuan tersebut menjadi tahap awal untuk menyamakan persepsi dan arah kerja sama antara Taman Safari Indonesia dan Pemkab Bogor.

“Hari ini kita mendengarkan dan memahami lebih dulu. Hal-hal yang bersifat teknis akan dibahas pada pertemuan selanjutnya,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan apresiasinya atas kiprah Taman Safari Indonesia sebagai lembaga konservasi satwa yang diakui dunia dan menjadi kebanggaan Kabupaten Bogor.

“Kami bangga Taman Safari Indonesia ada di Kabupaten Bogor. Ini bukan hanya tempat wisata, tapi juga pusat konservasi satwa terbaik di Indonesia yang diakui secara global,” ujar Rudy Susmanto.

Menurut Bupati Bogor, keberadaan Taman Safari Indonesia memiliki nilai strategis, baik dari aspek lingkungan, pendidikan, maupun pariwisata.

Ia menjelaskan bahwa kedepan Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen menghadirkan kawasan edukatif serupa yang dapat diakses masyarakat secara gratis, sebagai bentuk pemerataan akses terhadap ruang publik dan edukasi konservasi.

“Kami ingin menghadirkan tempat yang bisa dinikmati masyarakat tanpa berbayar, dengan operasional yang ditanggung oleh pemerintah. Konsepnya tetap edukatif dan berbasis konservasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rudy menuturkan bahwa Pemkab Bogor tengah menyiapkan berbagai rencana pembangunan di kawasan Stadion Pakansari, yang menjadi pusat pertumbuhan (central point) Kabupaten Bogor.

Pembangunan ini akan mencakup sarana olahraga, fasilitas publik, hingga taman tematik edukatif.

“Lahan di area Stadion Pakansari akan kita manfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Tahun 2025 di sekitar Stadion Pakansari akan dibangun beberapa objek oleh pemerintah daerah, pusat, maupun swasta,” ungkapnya.***

Albin

Acara Trans7 yang Diduga Lecehkan Pondok Pesantren Lirboyo Tuai Kecaman dan Seruan Boikot

0

Bogordaily.net – Trans7 tiba-tiba jadi bahan perbincangan hangat. Bukan karena program hiburannya yang lucu. Tapi karena sebuah segmen dalam salah satu acaranya justru dianggap menyinggung sesuatu yang sangat sakral: Pesantren Lirboyo, Kediri.

Semuanya bermula dari acara Trans7 yang diduga lecehkan Pesantren Lirboyo, tayang Senin, 13 Oktober 2025. Nama programnya: Xpose Uncensored. Sebuah tayangan yang sejatinya dirancang kritis, tapi kali ini terasa terlalu “tidak tahu tempat”.

Ketika Narasi Jadi Luka

Di layar, tampil adegan seorang santri menyalami kiai sepuh. Sebuah pemandangan yang biasa — dan justru indah — di dunia pesantren. Tapi narasi yang menyertainya membuat hati panas.

Santri digambarkan “rela ngesot demi memberikan amplop kepada kiai”. Kalimat yang, bagi sebagian orang kota, mungkin terdengar lucu. Tapi bagi para santri dan alumni Lirboyo, itu penghinaan.

Dalam tradisi pesantren, sikap seperti itu bukan merendahkan diri — melainkan bentuk ta’dzim, penghormatan kepada guru. Namun dalam tayangan itu, hubungan suci antara kiai dan santri justru diframing dengan logika pasar: siapa memberi, siapa menerima.

Itulah yang membuat acara Trans7 yang diduga lecehkan Pesantren Lirboyo ini jadi bahan amarah di media sosial. Tagar #BoikotTrans7 langsung menanjak jadi trending.

Boikot Bukan Soal Marah, Tapi Soal Martabat

Ribuan warganet dari keluarga besar Nahdlatul Ulama, alumni, dan santri Lirboyo ramai menyerukan boikot. Bukan karena ingin memusuhi media, tapi karena merasa harga diri mereka diinjak oleh narasi yang salah tempat.

Apalagi sosok yang tersinggung bukan sembarang orang. KH. Anwar Manshur — kiai sepuh yang dihormati, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. Dalam pandangan mereka, menyinggung beliau berarti menyinggung seluruh santri dan alumninya.

Acara Trans7 yang diduga lecehkan Pesantren Lirboyo itu akhirnya jadi pelajaran mahal bagi dunia media: bahwa tak semua hal bisa dijadikan bahan “kritik” dengan gaya sinis. Ada wilayah yang suci, yang tak bisa dipandang dari kacamata hiburan.

Lirboyo: Bukan Sekadar Pesantren

Lirboyo berdiri sejak 1910. Dari sini lahir banyak ulama besar, politisi santun, dan tokoh bangsa. Ribuan santri menimba ilmu dengan semangat yang sama: ngaji, ngamal, ngibadah.

Mereka belajar bukan untuk populer, tapi untuk menjadi manfaat. Itulah sebabnya, ketika ada yang melecehkan simbol-simbol pesantren, reaksi publik begitu besar.

Bagi mereka, ini bukan hanya soal program televisi. Tapi soal kehormatan.***

Kemenkop dan Kemenkum Bersinergi Perkuat Perlindungan Hukum Produk Koperasi Secara Kolektif

0

Bogordaily.net — Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Kementerian Hukum (Kemenkum) menandatangani kerja sama strategis untuk memperkuat ekosistem perlindungan hukum terhadap merek secara kolektif produk koperasi. Inisiatif ini diharapkan menjadi daya ungkit dalam meningkatkan daya saing produk koperasi di pasar nasional maupun internasional.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem ekonomi koperasi yang berdaya saing dan berorientasi pada perlindungan hak kekayaan intelektual. Melalui pendaftaran merek kolektif ini tidak hanya menjadi formalitas administratif, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menumbuhkan kebanggaan, kepercayaan diri, dan kemandirian ekonomi rakyat melalui koperasi.

“Produk lokal yang berkualitas di daerah sering kalah di pasar hanya karena belum punya identitas yang kuat dan terlindungi, (maka) hari ini kita menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Kemenkop dan Kemenkum untuk memperkuat proses pembangunan ekosistem berupa dukungan terhadap merek kolektif dari hasil produk koperasi,” ujar Menkop Ferry dalam sambutannya pada acara Penandatangan PKS dan Seminar Nasional di Jakarta, Selasa (14/10).

Dokumen kerja sama antara Kemenkop dan Kemenkum tentang Fasilitasi dan Perlindungan kekayaan Intelektual Terhadap Penguatan Daya Saing Produk Koperasi tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop) Ahmad Zabadi dan Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkum Razilu. Dalam kesempatan ini juga diselenggarakan seminar nasional bertema “Memperkuat Ekosistem Inovasi Industri Pangan Melalui Pendaftaran Merek Kolektif Produk Koperasi Merah Putih Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi”.

Menkop Ferry menegaskan dengan memiliki legalitas merek yang terdaftar di Kementerian Hukum, dipastikan produk-produk hasil anggota koperasi memiliki nilai tambah dan jaminan kualitas yang diakui secara hukum. Dengan begitu persoalan pemasaran baik di pasar domestik ataupun internasional akan jauh lebih mudah.

“Melalui Surat Edaran Menteri Hukum Nomor M.HH-AH.10.02-142 Tahun 2025 tentang Percepatan Pendaftaran Merek Kolektif Koperasi dan UMKM, kita memiliki payung hukum yang jelas untuk melindungi identitas produk koperasi dan mempercepat proses pendaftaran di seluruh daerah,” ujarnya.

Menurut Menkop Ferry, kolaborasi lintas Kementerian menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menaikkan kelas badan usaha koperasi agar tidak tertinggal dari BUMN dan sektor swasta. Sejauh ini keberadaan koperasi kerap tidak diperhitungkan sehingga perhatian publik terhadap koperasi tergeserkan oleh peran BUMN atau swasta. Padahal koperasi memiliki catatan sejarah yang sangat penting dalam membangun pondasi perekonomian nasional.

“Saya yakin, dengan pendaftaran merek kolektif, koperasi dan UMKM akan naik kelas. Produk koperasi tidak lagi dipandang sebagai produk kecil,” kata Menkop Ferry.

Lebih jauh, Menkop Ferry menilai bahwa penguatan merek kolektif dapat menjadi instrumen penting untuk mempercepat pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional. Koperasi diharapkan mampu berkontribusi signifikan terhadap target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintah.

“Harapannya nanti koperasi akan mempunyai andil besar terhadap pencapaian target pemerintah. Insya Allah Kementerian Koperasi akan terus bersinergi dan memperkuat konektivitas agar koperasi kita tidak tertinggal lagi,” pungkasnya.

Sementara itu Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyambut baik kerja sama antara Kemenkop dan Kemenkum dan menegaskan pentingnya pendaftaran merek kolektif sebagai bentuk perlindungan hukum atas kekayaan intelektual koperasi. Ia menilai langkah ini akan menciptakan kepastian hukum sekaligus membuka peluang investasi di sektor koperasi.

“Perlindungan merek kolektif bukan hanya soal identitas, tetapi juga instrumen penting untuk melindungi nilai ekonomi dan reputasi koperasi,” ujarnya.

Menteri Supratman menegaskan bahwa kementeriannya siap memberikan kemudahan dan percepatan dalam proses pendaftaran merek kolektif melalui sistem digital yang telah disiapkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).“Kami memastikan proses pendaftaran akan lebih sederhana, transparan, dan terintegrasi dengan sistem data koperasi di Kemenkop,” ujar Menkumham.

Di sisi lain Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkum RI Razilu menambahkan hingga saat ini terdapat 504 permohonan merek kolektif atau merek dagang dimana dari jumlah itu 12 permohonan berasal dari Koperasi. Dari jumlah tersebut sebanyak 319 merek kolektif telah terdaftar dan sebanyak 8 koperasi sudah memiliki merek kolektif terdaftar

“Capaian ini menunjukkan semakin tingginya koperasi dalam melindungi produknya, berbagai produk yang didaftar ini juga mencerminkan sumber daya kekayaan lokal,” kata dia.***

Perumda PPJ Bogor dan PT BRINS Jalin Kerjasama Perjanjian Asuransi

0

Bogordaily.net-Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT BRI Asuransi Indonesia (BRINS) di The Gazebo Café Danau Bogor Raya, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur pada Selasa 14 Oktober 2025 siang.

Kerja sama ini dilakukan bertujuan untuk memberikan perlindungan asuransi bagi para pedagang yang berjualan di seluruh pasar wilayah Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang hadir menyaksikan langsung penandatanganan nota kesepahaman tersebut memberikan apresiasi langkah Perumda PPJ dan BRI Insurance dalam memberikan jaminan perlindungan kepada pedagang pasar.

“Tadi saya hadir menyaksikan perjanjian kerja sama antara PPJ Kota Bogor dan BRI Insurance untuk pendaftaran polis asuransi bagi pedagang di Kota Bogor. Ini baru simbolis dengan beberapa pedagang, nantinya para paguyuban akan membantu mensosialisasikan manfaat asuransi ini,” ungkap Jenal.

Jenal memaparkan, dengan premi sebesar Rp40 ribu per tahun, pedagang akan mendapatkan manfaat asuransi senilai Rp5 juta jika terjadi kerusakan pada kios mereka.

“BRI juga telah berperan dalam membantu pedagang melalui skema pembiayaan dengan bunga rendah untuk kepemilikan kios,” paparnya.

Jenal juga mendorong PPJ agar terus menciptakan pasar yang lebih interaktif dan menarik bagi masyarakat. Karena pasar bukan hanya tempat belanja, tapi juga tempat berinteraksi.

“Saya berharap ada event-event atau terobosan yang bisa menarik masyarakat datang, terutama di pasar-pasar baru seperti Pasar Jambu Dua dan Pasar Sukasari yang perlu penanganan khusus agar semakin representatif,” terangnya.

Sementara itu, Branch Manager BRINS Jakarta 2, David Uluan Pospos, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk dukungan BRI Insurance terhadap UMKM dan pedagang pasar agar dapat berjualan dengan lebih tenang.

“Kerja sama ini adalah dukungan kami untuk memberikan kenyamanan bagi pedagang dan sahabat UMKM. Ke depan, kami akan memperluas jangkauan ke seluruh 14 pasar di Kota Bogor,” terang David didampingi Departement Head Regional Office East, Dendy Eko Widiarto dan Head Of Representative Office BRINS Bogor, Prayogo Koes Anggoro.

David menejelaskan, produk asuransi mikro ini menanggung risiko kerusakan tempat usaha dengan premi terjangkau sebesar Rp40 ribu per tahun dan santunan hingga Rp5 juta per polis.

Ditempat yang sama, Direktur Utama (Dirut) Perumda PPJ Kota Bogor, Jenal Abidin memaparkan, bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memberikan solusi atas risiko tinggi yang dihadapi para pedagang. Pasar merupakan tempat publik yang berisiko terhadap berbagai musibah seperti kebakaran atau banjir.

“Karena itu, kami berupaya memberikan solusi agar pedagang merasa aman, salah satunya melalui asuransi,” ungkap Jenal.

Jenal menambahkan, pada tahap awal, pihaknya melibatkan perwakilan paguyuban dari lima pasar untuk membantu menyosialisasikan program ini.

“Kami punya sekitar 8.000 pedagang. Untuk menjaga mereka, kami harus punya solusi, salah satunya dengan mengasuransikan bangunan kios yang ada di pasar,” pungkasnya.***

Muhammad Irfan Ramadan

 

Eco Enzym dan Tongkol Jagung, Inovasi Ramah Lingkungan Dongkrak Produksi Jamur Tiram Putih di Tangerang

0

Bogordaily.net – Permintaan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) terus meningkat karena kaya akan protein, nabati, rendah lemak, dan harganya terjangkau.

Namun, di tengah meningkatnya permintaan, petani jamur di Tangerang menghadapi tantangan besar yaitu keterbatasan bahan baku media tanam (baglog).

Serbuk kayu yang biasanya digunakan kini sulit diperoleh karena diserap industri besar seperti PLTU dan mebel, sedangkan dedak digunakan untuk pakan ternak. Akibatnya, harga baglog meningkat dan menghambat produksi jamur tiram putih.

Solusi dari Limbah Pertanian: Tongkol Jagung dan Eco Enzym

Untuk menjawab permasalahan ini, tim dosen dan mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di UKM Oemah Jamur Tangerang.

Kegiatan PkM ini dapat terselenggara atas bantuan dana internal UPH dan dari Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia (RISTEKDIKTI) dengan nomor kontrak: 063/LL3/DT.06.01/2025,034/LPPM-UPH/VI/2025 serta fasilitas dari mitra UMKM Oemah Jamur Tangerang.

Program ini mengembangkan inovasi baglog berbahan tongkol jagung yang diperkaya dengan Eco enzym, yaitu cairan organik hasil fermentasi limbah rumah tangga seperti kulit buah dan sayur.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tongkol jagung, dedak, molase dan Eco enzym mempercepat pertumbuhan miselium jamur tiram putih hingga 2x lipat dibandingkan media konvensional.

Kandungan selulosa sebanyak 41% pada tongkol jagung memberi sumber nutrisi ideal, sementara Eco enzym memperkaya mikroba yang bermanfaat untuk mempercepat pertumbuhan.

“Pendekatan ini bukan hanya menghemat biaya produksi, tetapi juga mendukung pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan limbah pertanian dan rumah tangga” jelas Wahyu Irawati, ketua tim PKM.

Proses Produksi: Efisien, Steril, dan Berkelanjutan

  • Prose pembuatan baglog dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
  • Penggilingan tongkol jagung menjadi partikel halus
  • Pencampuran dengan dedak, molase, dan Eco enzym menggunakan mixer hingga homogen
  • Sterilisasi autoklaf pada suhu 121°C selama 30 menit untuk menghindari kontaminasi
    Inokulasi bibit jamur tiram putih secara steril
  • Penambahan Eco enzym lanjutan setelah miselium tumbuh untuk mempercepat perkembangan.

Melalui penggunaan mesin press baglog menjadikan proses pengemasan kini jauh lebih cepat dibandingkan cara manual

Dampak Nyata untuk Petani dan Ekonomi Lokal

Program ini tidak hanya berfokus pada budidaya jamur, tetapi juga mendukung pengolahan hasil panen menjadi produk yang bernilai jual seperti jamur crispy dan nugget jamur.

Produk jamur segar kini dikemas menggunakan teknologi press vacuum untuk memperpanjang masa simpan dan dipasarkan melalui e-commerce dan minimarket lokal.

Selain memiliki dampak dalam ekonomi, program ini sejalan dengan tujuan SDGs yang mendukung konsumsi berkelanjutan, mengurangi limbah, dan memperkuat ketahanan pangan lokal.

Menuju Pertanian Sirkular dan Mandiri

Kegiatan PKM ini menjadi langkah konkret menuju pertanian sirkular di Tangerang, di mana limbah pertanian seperti tongkol jagung kembali memberi nilai tambah. Kedepannya, tim UPH akan melanjutkan riset formulasi terbaik baglog tongkol jagung dengan variasi Eco enzym untuk hasil panen yang lebih tinggi dan stabil

Tim dosen UPH (Wahyu Irawati, Adolf Jan Nexson Parhusip dan Reisky Megawati Tammu yang juga melibatkan mahasiswa melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), memberi mereka pengalaman langsung dalam riset terapan dan pengabdian masyarakat.

Dua mahasiswa yang terlibat yakni Nicolas Tunggul Adhigandewa (Pendidikan Biologi) dan Amelia Ranindah Sagala (Teknologi Pangan), berperan aktif dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari formulasi hingga evaluasi pertumbuhan miselium, hingga produk olahan berbasis jamur tiram putih.***

Cerita Asli Video Bu Ida Tuban 9 Menit 30 Detik, Heboh di TikTok dan X, Benarkah Ada Videonya?

0

Bogordaily.net – Cerita asli video Bu Ida Tuban 9 menit 30 detik kini jadi bahan gunjingan nasional.

Dari warung kopi sampai grup WhatsApp ibu-ibu, semuanya membicarakan satu hal: benar tidak sih videonya ada?

Sosok Bu Ida disebut-sebut seorang guru dari Tuban yang kabarnya digerebek warga saat sedang “mabar” dengan rekan kerjanya di sebuah kontrakan.

Cerita ini bermula dari satu unggahan TikTok. Akun bernama @cilomut menulis dengan percaya diri, “Inilah guru Tuban yang viral 9 menit 30 detik, kontrakannya digerebek warga.”

Kalimat itu, lengkap dengan narasi tentang hubungan dua rekan guru, membuat ribuan orang langsung penasaran. Ditambah lagi tagar #idaparengantuban dan #beritatiktok, unggahan itu pun melesat jadi trending.

Tapi seperti banyak “viral” lainnya, kehebohan kadang lebih besar dari kenyataannya. Setelah ditelusuri, tak satu pun bukti autentik muncul.

Tak ada video 9 menit 30 detik. Tak ada jejak unggahan asli selain narasi berantai yang makin lama makin melebar. Cerita asli video Bu Ida Tuban 9 menit 30 detik pun mulai terasa seperti ilusi kolektif netizen: ramai, tapi kosong.

Netizen yang penasaran menumpuk di kolom komentar. “Lihatnya di mana, Bang?” tanya seorang pengguna TikTok. Yang lain menjawab, “Coba cari di akun denazm1, ada potongannya.”

Tapi ketika diperiksa, akun itu ternyata tak menampilkan apa pun. Sejumlah akun yang disebut-sebut sebagai sumber pun hanya berisi video biasa—tanpa jejak “Bu Ida” yang disebut-sebut.

Fenomena ini menunjukkan satu hal: betapa cepat kabar bisa berubah jadi kebenaran baru di media sosial.

Hanya butuh satu narasi, satu gambar, dan satu kalimat provokatif. Dalam hitungan jam, ribuan orang sudah percaya. Dalam sehari, satu nama bisa jadi topik nasional.

Cerita asli video Bu Ida Tuban 9 menit 30 detik akhirnya bukan soal videonya—tapi soal bagaimana masyarakat mudah terpancing oleh sesuatu yang belum tentu ada.

Seperti bayangan di balik layar ponsel, yang tampak nyata tapi bisa jadi cuma pantulan imajinasi netizen sendiri.***

Regon Tekankan Pentingnya Seragam Sebagai Identitas dan Media Promosi Perusahaan

0

Bogordaily.net – CEO PT Regon Makmur Sejahtera, Reza R. Akbar, menegaskan bahwa seragam kerja memiliki peran penting dalam membangun citra dan kredibilitas perusahaan.

Reza mengungkapkan fakta menarik bahwa bahkan dalam proses pengajuan kredit, seragam kerja menjadi salah satu indikator penting yang menunjukkan profesionalisme dan kejelasan identitas perusahaan.

“Saya sempat berbincang dengan sahabat yang bekerja di lembaga pembiayaan, dan ternyata salah satu syarat pengajuan kredit adalah foto dengan seragam kerja dan ID card di lingkungan perusahaan,” ujar Reza.

“Ini menunjukkan bahwa seragam bukan sekadar pakaian kerja, tetapi juga simbol kepercayaan dan legitimasi perusahaan di mata pihak luar.” Sambungnya.

Reza juga mengaitkan hal ini dengan kampanye “Beyond Uniform, Building Legacy” yang diluncurkan PT Regon Makmur Sejahtera pada perayaan ulang tahun ke-13 perusahaan bulan Agustus lalu.

Kampanye tersebut menekankan pentingnya membangun warisan dan reputasi perusahaan melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna seragam kerja.

“Seragam kerja adalah media promosi berjalan. Tanpa harus banyak bicara, orang lain bisa langsung mengenali perusahaan Anda hanya dengan melihat seragam yang dikenakan,” lanjutnya.

Dengan desain yang elegan dan logo yang minimalis, seragam bisa menceritakan kredibilitas perusahaan secara visual.

Sebagai perusahaan Customize Uniform Solution profesional di wilayah Jabodetabek, Regon Your Corporate Uniform Partner menghadirkan seragam custom berkualitas tinggi dengan pengerjaan cepat, detail presisi, serta bahan yang nyaman dan tahan lama.

“Seluruh proses produksi kami dikerjakan langsung di pabrik milik sendiri, bukan melalui pihak ketiga. Kami ingin memastikan kepercayaan klien terjaga melalui kontrol kualitas yang ketat dan hasil yang sesuai janji,” tegas Reza.

Mulai dari desain custom, kemeja kerja, hingga jaket seragam, Regon Your Corporate Uniform Partner terus berupaya menghadirkan produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga merepresentasikan profesionalisme dan identitas unik setiap perusahaan klien.

“Seragam adalah aset,” tutup Reza.

(Ibnu Galansa)

Polisi Tetapkan Kades Cikuda Bogor Jadi Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Jual Beli Tanah di Parungpanjang

0

Bogordaily.net – Polisi menetapkan Kades Cikuda, Kecamatan Parungpanjang berinisial AS sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi dalam penerbitan dokumen jual beli tanah di wilayahnya.

Penetapan tersangka itu tertuang dalam Surat Ketetapan Nomor: S.Tap / 409 / X / Res.T.24 / 2025 / Reskrim, yang ditandatangani langsung oleh Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, pada 3 Oktober 2025.

“Status tersangka diberikan setelah penyidik memperoleh dua alat bukti yang sah — baik keterangan saksi maupun barang bukti — yang menguatkan adanya tindak pidana korupsi,” terang Teguh dalam keterangannya.

Diduga Terima Uang dan Fasilitas

Kades AS diduga menyalahgunakan jabatannya untuk memperoleh keuntungan pribadi maupun pihak lain. Polisi menduga, AS menerima gratifikasi berupa uang atau fasilitas yang berkaitan dengan proses penerbitan dokumen jual beli tanah di Desa Cikuda.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo memastikan penyidik masih terus mendalami kasus tersebut.

“Tindak lanjutnya masih dalam penanganan. Yang jelas, kita sudah menetapkan tersangka,” kata kasat yang baru dilantik menggantikan AKP Teguh Kumara itu.

“Setelah ini, kami akan menjalankan langkah-langkah lanjutan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tambahnya.

Potensi Pemberhentian Sementara

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor), Hadijana, menyebut bahwa penetapan tersangka terhadap Kades AS bisa berimplikasi pada pemberhentian sementara dari jabatannya.

“Harus ada penetapan resmi dulu, sesuai Peraturan Bupati. Kalau sudah ada dasar hukumnya, baru bisa diberhentikan sementara,” jelas Hadijana.

Ia menambahkan, surat penetapan tersangka yang beredar kini akan dikonsultasikan ke bagian hukum Pemkab Bogor.

“Nanti BPD bisa mengajukan permohonan pemberhentian kepada Bupati setelah hasil konsultasi keluar,” pungkasnya.

Kasus dugaan korupsi di level desa ini menjadi perhatian publik, mengingat wilayah Parungpanjang tengah menjadi sorotan karena meningkatnya nilai jual tanah akibat pesatnya pembangunan kawasan. Polisi memastikan penyelidikan akan berjalan transparan dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.***

Albin

Rizky Febian Akui Hidup Berubah Setelah Jadi Ayah, Rumah Kini Lebih Disiplin

0

Bogordaily.net – Penyanyi muda berbakat Rizky Febian kini tengah menikmati babak baru dalam hidupnya sebagai seorang ayah.

Kehadiran buah hatinya, Zairee Selina Quinlyn Kareema Febian atau akrab disapa Selina, membawa perubahan besar dalam kesehariannya, baik di rumah maupun dalam cara pandangnya terhadap hidup.

Pelantun lagu Mantra Cinta itu menceritakan, kehidupannya kini jauh berbeda dibanding sebelum menikah.

Dulu, rumah Rizky identik dengan suasana ramai, penuh tawa, dan aktivitas dari para pegawai maupun teman-temannya yang sering datang berkunjung. Ia bahkan mengaku tidak terlalu peduli jika rumah dalam keadaan berantakan.

“Oh, banyak, karena mungkin sebelum nikah aku biasanya sama bujang-bujang, di rumah tuh mau berantakan mau apa, terus aku orangnya nggak bisa sepi, harus sama tim, bercanda, seru-seruan,” ungkap Rizky Febian dalam video YouTube Podkesmas.

Namun setelah menikah dengan penyanyi Mahalini Raharja dan dikaruniai seorang anak, suasana rumahnya kini jauh lebih tertata.

Rizky menyebut, kehidupannya menjadi lebih disiplin, termasuk soal aturan di dalam rumah, salah satunya tentang larangan merokok di sekitar rumah.

“Pas sudah nikah, tetap ada pegawai, ramai, tapi lebih disiplin saja (soal) waktu. Ngerokok sudah nggak boleh (sekitar rumah), jauh tempatnya,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rizky Febian juga memuji Mahalini sebagai sosok istri yang sangat terencana dan sigap dalam mengurus anak. Ia tak menyangka, pasangannya itu memiliki kesiapan luar biasa sejak awal menjadi seorang ibu.

“Itu yang aku kaget, apalagi pas punya anak, ternyata dia itu sudah sesiap itu, malah dia yang prepare semua, mulai dari perintilannya,” katanya tentang Mahalini.

Bagi Rizky, kehadiran Mahalini dan Selina menjadi motivasi baru dalam hidupnya. Ia kini lebih berhati-hati dalam membuat keputusan, termasuk dalam membagi waktu antara karier dan keluarga.

Rizky Febian dan Mahalini Raharja menikah pada 10 Mei 2024 setelah lebih dari setahun pacaran. Pernikahan mereka dikaruniai anak perempuan bernama Selina yang lahir pada 15 Februari 2025.***

Bogor Barat Terapkan Inovasi ‘SABDO’ dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

0

Bogordaily.net – Kecamatan Bogor Barat mendorong warga untuk mengolah sampah rumah tangga menggunakan metode sederhana bernama SABDO (Sebelas Detik Bio Degradasi Organik).

Camat Bogor Barat, Dudi Susandi, mengatakan metode ini didapat setelah pihaknya melakukan kunjungan ke School of Waste Management (SWAM) yang dikelola oleh Prof. Arief Sabdo Yuwono, di Kelurahan Margajaya, Bogor Barat, Kota Bogor.

“Ini sejalan dengan arahan Bapak Wali Kota agar semangat Adipura terus dijalankan. Permasalahan sampah memang masih menjadi kendala di Kota Bogor, dan kami di Bogor Barat berkomitmen untuk fokus mengelolanya,” ujar Dudi pada Selasa 13 Oktober 2025.

Menurut Dudi, metode SABDO sangat praktis dan tidak memerlukan anggaran khusus.

Prosesnya hanya memakan waktu dua bulan untuk mengubah sampah organik menjadi kompos tanpa bau dan tanpa menggunakan bahan tambahan.

“Kami membawa 16 Lurah beserta satu pengelola sampah dari masing-masing wilayah untuk belajar langsung. Harapannya, mereka bisa menularkan pengetahuan ini ke masyarakat di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Secara teknis, metode ini menerapkan konsep minimize, di mana warga hanya perlu memisahkan sampah organik sisa makanan, menaruhnya di tempat yang sudah disiapkan, dan mendiamkannya tanpa diaduk.

“Kuncinya jangan diacak-acak. Bau justru muncul karena adanya pergerakan, baik oleh manusia maupun hewan. Jadi cukup didiamkan, diberi udara satu sentimeter dari atas, dan ditutup kawat agar aman dari kucing,” jelas Dudi.

Sementara itu, pemilik SWAM, Prof. Arief Sabdo Yuwono, menuturkan bahwa metode SABDO mampu menghasilkan kompos berkualitas standar nasional (SNI) tanpa menggunakan listrik, mesin, maupun bahan tambahan.

“Dengan luas 50 meter persegi, fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara komunal oleh masyarakat untuk menaruh sampah organiknya. Dalam dua bulan, semua akan terdegradasi menjadi kompos siap pakai,” jelas Arief.

(Ibnu Galansa)