Home Blog Page 559

BGN Ajak Kepala Daerah Perketat Pengawasan Program MBG

Bogordaily.net – Badan Gizi Nasional (BGN) mengajak kepada kepala daerah di wilayah Jawa Barat (Jabar), DKI Jakarta, dan Banten untuk dapat memperketat pengawasan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut dilakukan dalam rapat konsolidasi regional peningkatan tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor pada 13 Oktober 2025

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan bahwa, konsolidasi ini dilaksanakan sesuai arahan Presiden Prabowo dalam rangka memperketat pengawasan program MBG.

“Tentunya dengan meningkatkan terus pengawasan menghasilkan menu dengan gizi seimbang agar aman dikonsumsi,” kata Dadan kepada wartawan, Senin 13 Oktober 2025.

Dadan menyebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa memberikan efek yang baik terhadap anak Indonesia, mulai dari bayi dalam kandungan hingga anak SMA untuk menciptakan generasi emas 2045.

Oleh karena itu, pihaknya menginstruksikan kepada KSPPG, mitra, hingga ahli gizi agar dapat bersifat terbuka terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan inspeksi pengawasan monitoring.

“Saya kira kita lakukan ini agar terjadi kerja sama yang baik antara BGN dengan pemda, dimana ini adalah langkah yang penting kita lakukan agar SPPG bisa dievaluasi diawasi dan dimitigasi oleh pemda terkait pelaksanaan makan bergizi dari pemda ke daerahnya agar penerima manfaat menerima,” jelasnya.

Ia berharap, melalui konsolidasi tersebut dapat tercipta kerjasama yang baik antara SPPG, ahli gizi, satgas, mitra dengan Pemerintah daerah untuk mensukseskan program Makan bergizi Gratis (MBG).

“Mudah2an dengan kegiatan konsolidasi dan sinkronisasi bisa berjalan baik, dan akan kita hasilkan MBG dengan aman dan baik hingga konsumtif,” ungkap Dadan.

(Albin Pandita)

Prabowo Batal Hadir di Acara MBG Bogor Gara-Gara Telpon dari Donald Trump

Bogordaily.net – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto batal hadir dalam Konsolidasi Regional peningkatan tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor pada 13 Okt 2025.

Kepala BGN Dadan Handayana menyebut, Presiden Prabowo sejatinya telah dijadwalkan untuk hadir di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB.

Namun, karena ada telpon mendadak dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Prabowo batal hadir, dan langsung bergegas menuju ke Mesir untuk pertemuan dengan Presiden AS.

“Presiden harusnya hari ini hadir tetapi beliau harus dipanggil oleh Donald Trump untuk membahas terkait gaza di Mesir karena Indonesia aktif berperan dalam permasalahan di Gaza,” kata Dadan Handayana dalam sambutanya di SICC Bogor, Senin 13 Oktober 2025.

Dalam kesempatan itu, Dadan memberikan arahan lansung dari Presiden Prabowo untuk dapat mensukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dadan juga meminta kepada para Kepala SPPG, mitra dan juga ahli gizi BGN untuk komitmen dalam menyiapkan menu makanan bergizi yang sehat, bergizi seimbang dan aman dikonsumsi.

“Kita harus siapkan menu dengan gizi seimbang dengan gizi yang baik, aman dikonsumsi agar anak sehat, cerdas mengalami kesakitan,” kata Dadan dalam sambutanya.

Kemudian, Dadan mengajak para mitra, KSPPG, dan juga para ahli gizi untuk menyanggupi komitmen tersebut.

“Apakah para mitra sanggup, ksppg sanggup, ahli gizi sanggup ?,” pintanya.

“Sanggup,” jawab serentak dari KSPPG, mitra dan ahli gizi di SICC Bogor.

Lebih lanjut, kata dia, evaluasi dan juga beberapa inovasi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan rutin dilaksanakan. Tentunya untuk meminimalisir terjadinya keracunan yang kini marak terjadi.

“Ini adalah komitmen anda, setelah ini saya tidak mau ada lagi kejadian ada anak sakit dan masuk rumah sakit. Mari kita lalukan sebaik mungkin agar kejadian itu tidak terulang kembali,” ungkap Dadan.

(Albin Pandita)

Konsolidasi di SICC Bogor, Kepala BGN Minta KSPPG, Mitra dan Ahli Gizi Komitmen Sukseskan MBG

Bogordaily.net – Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar Konsolidasi Regional peningkatan tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tiga wilayah yakni Jawa Barat, Jakarta, dan Banten di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor pada 13 Oktober 2025

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri langsung Kepala Badan Gizi Nasional, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Gubernur, Bupati/ walikota di wilayah Jabar, DKI dan Banten.

Kemudian, perwakilan SPPG di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, mitra kepala regional dan koordinator wilayah, ahli gizi, dan satgas di semua wilayah Jabar, DKI dan Banten

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan arahan lansung dari Presiden Prabowo untuk dapat mensukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kesempatan itu, Dadan juga meminta kepada para Kepala SPPG, mitra dan juga ahli gizi BGN untuk komitmen dalam menyiapkan menu makanan bergizi yang sehat, bergizi seimbang dan aman dikonsumsi.

“Kita harus siapkan menu dengan gizi seimbang dengan gizi yang baik, aman dikonsumsi agar anak sehat, cerdas mengalami kesakitan,” kata Dadan dalam sambutanya

Kemudian, Dadan mengajak para mitra, KSPPG, dan juga para ahli gizi untuk menyanggupi komitmen tersebut.

“Apakah para mitra sanggup, ksppg sanggup, ahli gizi sanggup ?,” pintanya.

“Sanggup,” jawab serentak dari KSPPG, mitra dan ahli gizi di SICC Bogor.

Lebih lanjut, kata dia, evaluasi dan juga beberapa inovasi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan rutin dilaksanakan. Tentunya untuk meminimalisir terjadinya keracunan yang kini marak terjadi.

“Ini adalah komitmen anda, setelah ini saya tidak mau ada lagi kejadian ada anak sakit dan masuk rumah sakit. Mari kita lalukan sebaik mungkin agar kejadian itu tidak terulang kembali,” ungkap Dadan.

(Albin Pandita)

Plaza Jambu Dua Diduga Serobot Lahan, Kuasa Hukum Pemilik Ruko Ajukan Gugatan Ulang ke Pengadilan

0

Bogordaily.net – Persoalan adanya batas lahan para pemilik ruko dengan plaza Jambu Dua, di kawasan Jalan Pajajaran, Warung Jambu, Kecamatan Bogor Utara, diduga diserobot oleh pihak Plaza Jambu Dua, para pemilik ruko yang tergabung kedalam Ikatan Keluarga Ruko Jambu Dua, akan kembali melayangkan gugatan ke pengadilan.

Sebab, pada gugatan pertama telah adanya putusan Pengadilan Negeri Bogor yang menyatakan perkara tersebut berstatus NO (Niet Ontvankelijke Verklaard) pada 7 Oktober 2025.

Sementara, dalam kasus tersebut, objek lokasi lahan yang digugat tidak mendapatkan kepastian secara hukum.

Padahal sudah jelas-jelas lahan tersebut masuk kedalam sertifikat masing-masing para pemilik ruko.

Kuasa Hukum Ikatan Keluarga Ruko Jambu Dua, Zulkifli mengatakan bahwa pihaknya akan kembali mengajukan gugatan terkait sengketa batas tanah yang diduga telah diserobot oleh pihak Plaza Jambu Dua.

Menurut Zulkifli, gugatan awal telah dilayangkan pada 19 November 2024 lalu. Namun, hasil putusan menyatakan gugatan tidak dapat diterima karena alasan teknis administratif, bukan karena pokok perkara ditolak.

“Putusan NO ini bukan berarti kami kalah. Ini hanya menyangkut kelengkapan formal. Kami tetap akan menempuh upaya hukum lanjutan, bahkan bersiap untuk menggugat ulang,” ucap Zulkifli kepada awak media pada Senin, 13 Oktober 2025.

Duguaan Perebuat Area

Dalam perkara ini, Plaza Jambu Dua berposisi sebagai tergugat. Zulkifli menyebut bahwa permasalahan bukan hanya seputar batas patok tanah semata, melainkan adanya dugaan perebutan area yang telah menjadi bagian dari fasilitas umum di kompleks ruko sejak tahun 1988.

“Saat para penghuni membeli ruko dari pengembang, sudah ada fasilitas jalan, saluran air dan taman. Tapi kemudian area tersebut dibangun dan dikuasai oleh pihak Plaza Jambu Dua,” jelasnya.

Menurut Zulkifli, pihaknya sempat mengajukan permohonan pengukuran ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebelum menggugat.

Namun, permohonan tersebut tidak mendapat respon hingga gugatan diajukan ke pengadilan. “Baru setelah satu bulan gugatan masuk, BPN menghubungi kami untuk melakukan pengukuran. Tapi saat itu perkara sudah berjalan,” paparnya.

Adapun dalam proses pembuktian di pengadilan, kuasa hukum menemukan adanya bagian tanah yang tercatat sebagai tanah negara, tetapi dikuasai oleh pihak tergugat.

“Kami temukan bagian di Timur dan Barat area itu merupakan tanah negara, tapi justru dikuasai dan digunakan pihak Plaza Jambu Dua,” ungkapnya.

“Temuan tersebut telah disampaikan dalam replik dan kesimpulan di sidang sebelumnya,” tambahnya.

Zulkifli menegaskan bahwa dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, pihaknya akan mempelajari kembali detail objek sengketa serta pihak-pihak terkait sebelum mengajukan gugatan ulang.

“Kami akan menuntut ganti kerugian serta pengembalian batas tanah yang dirampas. Berdasarkan sertifikat masing-masing, 16 ruko sudah memiliki hak atas tanah yang kini justru dimasuki pihak tergugat,” ujarnya.

Mengenai luas tanah yang disengketakan, Zulkifli menambahkan bahwa pihaknya mengacu pada data Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) milik Plaza Jambu dan masing-masing ruko.

“Luasnya memang belum kami jabarkan secara rinci, tapi berdasarkan sertifikat dan peta lokasi, batas tanah itu masuk ke wilayah kepemilikan ruko,” katanya

Klarifikasi Pihak Plaza Jambu Dua

Ketika dikonfirmasi, pihak management Plaza Jambu Dua, I Made Utama membantah telah melakukan penyerobotan lahan.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menyerobot ataupun menggunakan lahan yang bukan milik Plaza Jambu Dua.

“Kita tidak menyerobot, apalagi menggunakan lahan milik orang lain. Kalau mereka memiliki sertifikat dan lahan itu masuk kedalam sertifikatnya, berarti itu punya mereka dan tidak mungkin kita otak-atik atau dipergunakan,” tegasnya pada Senin 13 Oktober 2025.

Sementara, Kepala Kantor Pertanahan (BPN) Kota Bogor, Dr. Akhyar Tarfi, S.ST., M.H., mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui dan mempelajari terkait adanya persoalan tersebut.

“Saya belum bisa menjawab, karena belum tahu dan belum mempelajari permasalahannya. Silahkan membuat surat resmi ke kami. Intinya kami akan obyektif, apabila lahan itu miliknya, maka harus diserahkan kepada pemiliknya,” pungkasnya.

(Ibnu Galansa)

Toko Tas Tajur Mulai Sepi, Penjualan Turun 50 Persen dan Karyawan Berkurang Drastis

0

Bogordaily.net – Sentra industri Tas Tajur yang dulu ramai dikunjungi wisatawan kini tampak jauh lebih tenang. Kawasan yang pernah menjadi ikon belanja oleh-oleh khas Bogor itu kini mulai kehilangan keramaian.

Bus wisata yang biasanya memenuhi area parkir dan deretan toko kini jarang terlihat, menyisakan suasana sepi di sekitar lokasi.

Beberapa toko masih beroperasi, tetapi aktivitas jual beli tak lagi seramai dulu. Seorang karyawan di salah satu toko tas menceritakan bahwa jumlah pengunjung terus menurun dari tahun ke tahun, sehingga berpengaruh besar terhadap omzet dan kegiatan operasional toko.

“Sekarang pengunjungnya sudah jauh berkurang. Hari-hari biasa sepi, paling ramai itu saat akhir pekan. Dulu hampir setiap hari ramai, banyak rombongan ibu-ibu pengajian atau anak sekolah yang mampir ke sini,” ujar Ina sebagai pegawai kasir.

Pada masa jayanya, deretan toko di Tajur selalu ramai oleh pembeli dari luar kota. Banyak wisatawan yang datang secara rombongan untuk membeli tas dan berbagai oleh-oleh khas Bogor.

Namun kini, situasinya berbeda. Sebagian besar wisatawan memilih destinasi lain, sementara penjualan tas beralih ke ranah digital.

Perkembangan tren belanja online turut mempercepat perubahan pola konsumsi masyarakat.

Belanja Daring Kuasi Pasar

Belanja daring dianggap lebih mudah dan cepat, sehingga toko fisik mulai kehilangan pembeli. Meski begitu, masih ada sebagian pelanggan yang lebih memilih datang langsung agar bisa menilai bahan dan kualitas produk secara langsung.

“Banyak yang bilang lebih puas datang langsung ke toko karena bisa lihat dan pegang bahannya. Kalau beli online, takutnya barangnya beda dari foto”. Sambung Ina

Menurunnya jumlah pengunjung juga berdampak pada pengurangan tenaga kerja. Dari sekitar 100 karyawan yang dulu bekerja, kini hanya sekitar 25 orang yang masih bertahan. Sebagian besar di antaranya bekerja dengan sistem bergantian karena jumlah penjualan yang menurun hingga mencapai 50 persen.

Meski situasi belum kembali normal, pihak toko tetap berupaya menjaga kualitas produk dan pelayanan agar pelanggan tidak berpaling. Koleksi tas yang dipasarkan masih beragam, mulai dari model lama yang tetap diminati hingga desain terbaru yang mengikuti tren pasar.

Toko tas tersebut juga merupakan bagian dari kompleks wisata yang dilengkapi fasilitas lain seperti restoran, taman bermain, dan waterpark. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan bisa kembali menarik pengunjung dan menghidupkan suasana kawasan.

Pihak toko berharap dukungan dari pengelola dan pemerintah daerah dapat membantu memulihkan geliat ekonomi di Tajur. Upaya promosi wisata belanja dan perbaikan fasilitas publik dinilai penting agar kawasan ini kembali menjadi magnet bagi wisatawan seperti dulu.

Meskipun tak lagi seramai masa keemasannya, semangat para pelaku usaha di Tajur belum padam. Mereka terus bertahan di tengah perubahan zaman, menjadi contoh keteguhan usaha lokal yang berjuang agar roda ekonomi tetap berputar.

(Thomas Richardo)

Menkop: Inpres Percepatan Pembangunan Gudang/Gerai Kopdes Sudah Masuk Tahap Finalisasi

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa draft Instruksi Presiden (Inpres) terkait percepatan pembangunan gudang-gudang dan gerai dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia, sudah masuk tahap finalisasi.

“Oleh karena itu, kita harus sesegera mungkin turun ke lapangan untuk menginventarisasi tanah-tanah desa yang akan dibangun gudang dan gerai oleh PT Agrinas dan pihak TNI tersebut,” kata Menkop, usai menghadiri Rapat Koordinasi Satuan Tugas Nasional Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, di Jakarta, Senin (13/10).

Hadir dalam rapat, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, serta Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani.

Menkop juga memastikan bahwa pembangunan gudang dan gerai milik Kopdes Merah Putih juga melibatkan kontraktor-kontraktor lokal, serta melibatkan masyarakat desa. “Intinya, fokus Inpres tersebut ke depan adalah percepatan pembangunan gudang-gudang dan gerai Kopdes Merah Putih,” kata Menkop.

Menkop menambahkan, Rakor kali ini menindaklanjuti pasca penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menkop, Menkeu, Mendagri, Mendes, Danantara, dan BP BUMN. Dilanjutkan ada penandatangan MoU antara PT Agrinas Pangan dengan TNI untuk melakukan percepatan pembangunan fisik gudang/gerai dari Kopdes-Kopdes Merah Putih yang akan dibangun.

“Kemudian, kami diundang ke Kertanegara menemui Presiden Prabowo, dan kita sudah menyerahkan draft Instruksi Presiden untuk percepatan pembangunan Kopdes Merah Putih,” imbuh Menkop.

Bagi Menkop, Inpres tersebut sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat pemerataan ekonomi dan memperkuat rantai pasok pangan, serta distribusi produk lokal, melalui penguatan peran strategis Kopdes Merah Putih.

“Kebijakan ini juga merupakan langkah konkret dalam mewujudkan Asta Cita kedua, yaitu kemandirian bangsa melalui swasembada pangan berkelanjutan, serta Asta Cita keenam, yakni pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi nasional,” papar Menkop.

Dengan lebih dari 80 ribu koperasi yang telah terbentuk di seluruh Indonesia, Menkop berharap percepatan pembangunan gerai, pergudangan, dan sarana pendukung koperasi ini diharapkan dapat dilakukan secara strategis, terpadu, dan terkoordinasi antar kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. “Tujuannya, guna menciptakan sistem ekonomi desa yang produktif dan berdaya saing,” ujar Menkop.***

Kenapa Water Heater Bisa Sebabkan Keracunan? Ini Penjelasan Ilmiahnya Setelah Kasus Gilang dan Cindy Desta

0

Bogordaily.net – Kenapa water heater bisa sebabkan keracunan? Pertanyaan itu kini memenuhi linimasa media sosial sejak kabar duka datang dari pasangan baru menikah, Gilang Kurniawan dan Cindy Desta.

Belum genap seminggu menikah, keduanya ditemukan tak sadarkan diri di kamar mandi penginapan. Cindy meninggal dunia. Gilang kritis. Polisi menyebut dugaan awal: keracunan gas dari water heater.

Orang lalu bertanya-tanya, kenapa water heater bisa sebabkan keracunan yang begitu fatal? Bukankah alat itu justru untuk memanjakan tubuh setelah hari yang panjang?

Dilansir dari Wilson Plumbing Heating Cooling Electric, water heater sejatinya tidak berbahaya. Ia tidak menghasilkan gas beracun. Tapi, masalah muncul ketika pembakaran gas di alat itu tidak sempurna—terutama pada jenis pemanas berbahan bakar gas. Dari sanalah muncul karbon monoksida (CO), si pembunuh senyap yang tak berbau, tak berwarna, dan tak terasa.

Gas itu bisa diam-diam memenuhi ruang tertutup tanpa ventilasi. Satu tarikan napas mungkin tak terasa. Tapi menit demi menit, CO mengambil alih oksigen di darah. Korbannya pun pingsan tanpa sempat berteriak.

Dalam kasus Gilang dan Cindy, dugaan kuat water heater di kamar mandi mereka tidak memiliki ventilasi yang baik. Gas karbon monoksida yang keluar dari pembakaran bahan bakar terperangkap di ruangan kecil itu.

Pertanyaan kenapa water heater bisa sebabkan keracunan lalu berubah menjadi pelajaran berharga: bukan alatnya yang salah, melainkan sistem ventilasinya yang diabaikan.

Kita terlalu sering memuja kenyamanan tanpa memeriksa keselamatan. Sebuah pengingat dari tragedi singkat ini—bahwa bahkan air hangat pun bisa membawa maut, bila udara di sekitarnya tak diberi jalan keluar.***

Aurellia Lanita Kenapa Putus dengan Kenny Austin? Ini Fakta dan Kisah di Baliknya

0

Bogordaily.net – Aurellia Lanita kenapa putus dengan Kenny Austin — pertanyaan itu kembali menggema sejak kabar pernikahan sang aktor muncul di linimasa Jumat, 10 Oktober 2025. Warganet serentak menoleh ke masa lalu. Ke satu nama: Aurellia Lanita.

Dulu, mereka seperti pasangan yang tak tergoyahkan. Enam tahun bersama. Terlihat matang. Terlihat saling mendukung. Tapi tiba-tiba — selesai begitu saja. Tanpa pernyataan resmi. Tanpa klarifikasi panjang. Hanya sunyi, yang kemudian digantikan dengan kabar baru: Kenny Austin menikah.

Di dunia hiburan, sunyi sering kali lebih bising daripada kata. Warganet pun mengisi kekosongan itu dengan tafsir. Muncullah rumor. Katanya ada “cinlok”. Katanya ada orang ketiga. Tapi bukti? Tak ada. Dan Aurellia sendiri memilih diam. Barangkali itu caranya menjaga martabat. Atau mungkin, dia memang sudah berdamai.

Aurellia Lanita kenapa putus dengan Kenny Austin tak pernah dijawab dengan kalimat pasti. Tapi dari diamnya, publik justru menangkap sesuatu: kedewasaan. Tidak semua luka harus diumbar. Tidak semua kenangan harus dijelaskan.

Kini, Aurellia melanjutkan hidupnya. Di dunia mode, namanya terus bersinar. Ia tampil di berbagai panggung peragaan busana bergengsi, menjadi wajah majalah fashion, dan tetap menjaga sikap profesional. Di Instagram @aurellialanita — akun yang kini ramai dikunjungi — ia membagikan potret hidup yang tenang. Tanpa drama.

Usianya sekitar 24 tahun, lahir sekitar tahun 2000. Beragama Kristen. Dan ya, masih tetap anggun dengan gaya khas model profesional. Soal keturunan, Aurellia tak pernah berbicara. Ia hanya ingin dikenal lewat karya, bukan asal-usul.

Setelah kabar pernikahan Kenny Austin tersebar, warganet justru berbondong-bondong datang ke kolom komentarnya. Bukan untuk menghakimi, tapi untuk memberi semangat. Banyak yang bilang: “Tetap cantik dan bahagia ya, Aurellia.”

Barangkali, itu memang akhir yang paling indah dari kisah ini — bukan permusuhan, bukan drama, tapi penerimaan. Dan mungkin, jawaban dari Aurellia Lanita kenapa putus dengan Kenny Austin hanyalah satu: karena waktu sudah selesai bekerja di antara mereka.***

Ibu Olla Ramlan Sakit Apa? Manajer Ungkap Kondisi Tis’ah Djahri Sebelum Wafat

0

Bogordaily.net – Ibu Olla Ramlan Sakit Apa? Pertanyaan itu kini ramai beredar di kalangan warganet setelah kabar duka datang dari artis cantik Olla Ramlan.

Sang ibunda, Tis’ah Djahri, berpulang ke Rahmatullah pada Minggu dini hari, 12 Oktober 2025. Bukan hanya keluarga, tapi juga publik ikut berduka.

Bisa dibayangkan suasana rumah duka di Bintaro pagi itu. Hening, tapi penuh pelukan. Ibu Olla Ramlan sakit apa menjadi pertanyaan yang belum terjawab secara gamblang.

Hanya disebutkan bahwa almarhumah sempat menjalani perawatan medis dan operasi sebelum akhirnya meninggal dunia. Dalam bahasa sederhana, sakit itu sudah cukup lama. Bukan sakit yang datang tiba-tiba.

Manajernya, Alle, yang pertama kali membagikan kabar duka lewat Instagram. Dalam unggahannya, ia menulis kalimat yang membuat siapa pun terdiam: “Telah berpulang ke Rahmatullah, Ibu dari Dewi Ramlan, Lolita Ramlan, dan Olla Ramlan.” Kalimat sederhana, tapi terasa berat bagi mereka yang pernah kehilangan sosok ibu.

Olla Ramlan dikenal sebagai artis yang kuat. Tapi kehilangan ibu, siapa pun akan runtuh. Apalagi bagi Olla yang sangat dekat dengan Tis’ah Djahri.

Beberapa hari terakhir sebelum berpulang, sang ibu dikabarkan sudah tidak stabil kesehatannya. Lagi-lagi, publik bertanya: ibu Olla Ramlan sakit apa sebenarnya?

Pihak keluarga belum memberikan keterangan resmi. Hanya disebut, almarhumah menjalani operasi dan sempat dirawat intensif. Setelah itu, kesehatannya terus menurun. Dan Minggu dini hari, napasnya berhenti di usia senja.

Jenazah disemayamkan di rumah duka kawasan Pondok Indah sebelum dimakamkan di TPU Tanah Kusir. Sejumlah artis datang melayat. Ada peluk, ada air mata. Tapi yang paling terasa adalah keheningan — karena kehilangan seorang ibu memang tidak pernah mudah.

Dalam unggahan yang sama, keluarga besar Olla Ramlan menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak. “Semoga Allah mengampuni segala dosa dan khilaf beliau, serta menempatkannya di tempat terbaik,” tulis Alle mewakili keluarga.

Kini, publik mungkin masih menunggu jawaban dari pertanyaan yang sama: ibu Olla Ramlan sakit apa hingga harus menjalani operasi dan akhirnya berpulang?

Tapi mungkin, di balik setiap pertanyaan itu, tersimpan rasa simpati dan doa yang dalam — bahwa sang ibu telah pergi dengan tenang, meninggalkan cinta yang tidak akan pernah pudar.***

Direktur Perumda PPJ Apresiasi Pasar Pamoyanan Bogor jadi Dapur MBG

0

Bogordaily.net-Badan Gizi Nasional kembali meresmikan satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor.

Berbeda dari sebelumnya, dapur ini merevitalisasi gedung yang dulunya berupa pasar, yakni Pasar Pamoyanan.

Direktur utama Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor, Jaenal Abidin, mengatakan bahwa ini merupakan terobosan baru di Kota Bogor.

“Saya melihat ini adalah sebuah terobosan baru, inovasi baru, karena mungkin ya, pasar ini, terutama di Pamoyanan ini menjadi satu-satunya pasar yang baru ada untuk mendukung program pemerintah dari sisi pemenuhan gizi,” kata Jenal

Perumda Pasar Pakuan Jaya menyediakan lahan untuk dikerjasamakan oleh Yayasan CEO Global Indonesia dan Foodpedia. Bangunan ini juga sudah melewati verifikasi dan seleksi karena ada persyaratan yang harus dipenuhi.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan CEO Global, Trisya Suherman, mengatakan dapur MBG Pamoyanan merupakan dapur kedua yang akan dijalankan.

“Ini adalah dapur kedua kami. Kami Yayasan CEO Global Indonesia ini fokus pada membantu program-program pemerintah. Jadi ini suatu kolaborasi yang luar biasa, di mana dari Pemerintah Kota memberikan tempat, kami mencari investornya,” katanya.

Dari dapur pertama, Trisya mengungkapkan merasa terharu dan bahagia apalagi saat mendapat ‘surat cinta’ dari siswa penerima MBG yang isinya ucapan terima kasih.***

Muhammad Irfan Ramadan