Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 563

Refleksi Tahun Baru Islam 1447 H, Syarikat Islam Kota Bogor Teguhkan Komitmen Dakwah Ekonomi Umat

0

Bogordaily.net Menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Syarikat Islam (SI) Kota Bogor menggelar refleksi dan peneguhan kembali arah perjuangan organisasi dalam mewujudkan dakwah Islam secara kaffah melalui jalur ekonomi.

Momen 1 Muharram ini dipandang sebagai waktu strategis untuk bermuhasabah dan memperkuat gerakan dakwah ekonomi umat yang telah digagas sejak akhir 2020, di bawah kepemimpinan Ketua Dewan Cabang, Drs. H. Dedie A. Rachim, MA dan Ketua Pimpinan Cabang, Subhan Murtadla, S.Ag., ME.

Selama lima tahun terakhir, DPC SI Kota Bogor menjadikan dakwah ekonomi bukan hanya sebatas jargon, melainkan langkah nyata dalam upaya membangun kemandirian umat.

Sejumlah capaian telah diraih dalam upaya tersebut, seperti:

  • Sekolah Saudagar Syarikat Islam, yang mendidik dan melahirkan kader muda pengusaha mikro dan kecil yang mandiri dan visioner.
  • LP3H (Lembaga Pendamping Proses Produk Halal), yang aktif membantu pelaku UMKM mendapatkan sertifikasi halal gratis.
  • Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan LSP Halal, yang fokus pada pendampingan sertifikasi halal dan pengembangan kompetensi halalpreneur.
  • LAZIS SI Kota Bogor, lembaga resmi pengelola zakat yang berbasis pada pemberdayaan mustahik secara produktif.
  • Koperasi Konsumen Kaum Amanah Sejahtera, sebagai sarana distribusi kebutuhan dasar umat melalui model koperasi syariah.
  • PT Serikat Saudagar Indonesia dan PT Pakuan Mahakarya Abadi, yang menjadi wadah aktivitas ekonomi produktif berbasis jamaah dan bisnis kreatif sosial.
  • Yayasan Trilogi Cokroaminoto Indonesia dan Yayasan Saudagar Mulia Indonesia, sebagai pilar penguatan sumber daya manusia, dakwah, dan pendidikan berbasis ideologi perjuangan ekonomi Islam.

Melalui momentum Tahun Baru Islam ini, DPC SI Kota Bogor kembali menyerukan semangat Hijrah Ekonomi dari ketergantungan menuju kemandirian, dari stagnasi menuju produktivitas, dari retorika menuju karya nyata.

Organisasi ini juga mengajak seluruh anggota dan Kaum Syarikat Islam di Kota Bogor untuk terus memperkuat gerakan tauhid dan keadilan sosial melalui penguatan ekonomi umat, sebagaimana yang diwariskan oleh pendiri Syarikat Islam, H.O.S. Tjokroaminoto.

Tahun Baru Islam 1447 H diharapkan menjadi titik awal transformasi kolektif menuju umat yang lebih mandiri, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan zaman melalui jalan dakwah ekonomi.***

Diberdayakan BRI, UMKM Kopi Asal Toraja ToRi Coffee Ini Bisa Ekspor dan Jadi Pemasok Coffee Shop di 5 Negara

0

Bogordaily.net Berangkat dari semangat kembali ke akar budaya dan menggali potensi daerah, ToRi Coffee berhasil membuktikan bahwa produk Indonesia mampu bersaing di pasar global.

Berkat pendampingan berkelanjutan dari BRI, pengusaha UMKM asal Toraja, Sulawesi Selatan ini sukses mengembangkan ekosistem bisnis kopi dari hulu ke hilir, sekaligus memperkenalkan identitas budaya Toraja ke panggung internasional.

Didirikan oleh Citra Wulandari dan Fredy Pairunan pada 2 Februari 2020, ToRi Coffee lahir dari keputusan besar, di mana pasangan suami istri ini meninggalkan pekerjaan mereka di kotadan kembali ke kampung halaman guna membangun ToRi Coffee, sebagai upaya melestarikan cita rasa dan kekayaan budaya khas Toraja.

“Toraja dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di Indonesia, hingga akhirnya kami memutuskan untuk mengangkat karakter etnik Toraja di coffee shop kami, termasuk dalam filosofi brand hingga desain produk,” ujarCitra.

Lebih dari sekadar menyajikan cita rasa kopi khas Toraja, ToRi Coffee juga membawa misi sosial yang lebih dalam.

Keunikan ToRi Coffee tidak hanya terletak pada kualitas produknya, tetapi juga pada komitmen dalam mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) lokal.

Usaha yang dirintis oleh Citra Wulandari bersama sang suami kini telah mempekerjakan 21 karyawan, termasuk mahasiswa yang bekerja paruh waktu untuk mendapatkan pengalaman sekaligus penghasilan tambahan.

Tak hanya menciptakan lapangan kerja dan ruang pengembangan diri, Citra juga aktif mendampingi para petani kopi serta memberikan edukasi bagi anak-anak mereka sebagai bagian dari upaya regenerasi agar kopi Toraja tetap hidup lintasgenerasi.

Dengan tumbuh bersama masyarakat, bisnis ToRi Coffee pun perlahan berkembang. Saat ini, ToRi Coffee mampumemasarkan sekitar 275 kilogram roasted bean dan kopi bubuk setiap bulan.

Produk tersebut pun disalurkan ke berbagai toko oleh-oleh di kawasan pariwisata Toraja, didistribusikan ke sejumlah provinsi di Indonesia, bahkan dijual langsung kepada konsumen di luar negeri.

Di pasar internasional, produk ToRi Coffee telah menjangkau konsumen di Australia, Prancis, Jepang, dan Belanda, namun masih dalam skala terbatas.

“Untuk luar negeri, biasanya pemesanan dilakukan untuk menu khusus di coffee shop atau konsumsi pribadi, dengan minimal pembelian lima kilogram dan continue,” jelas Citra.

Atas capaian tersebut, BRI merekomendasikan  ToRi Coffee untuk mewakili Indonesia dalam ajang FHA Food & Beverage2025 di Singapura yang berlangsung pada 8–11 April 2025.

“Saat mengikuti FHA, kami dihubungi oleh potential marketdari Singapura yang tertarik untuk memasok beans Toraja ke coffee shop mereka,” paparnya.

Meski demikian, Citra menegaskan bahwa rangkaian pameranyang dirinya ikuti bukanlah hasil instan, melainkan buah dariproses panjang yang dijalani ToRi Coffee bersama dukunganstrategis dari BRI.

Segalanya berawal ketika Citra dan suaminya memutuskan untuk mengembangkan usaha kopi mereka secaralebih serius dengan memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.

Keputusan itu menjadi pintu masuk keterlibatan aktif mereka sebagai nasabah, yang kemudian membuka akses ke berbagai program pembinaan dan pengembangan usaha.

Salah satunya adalah program Pengusaha Muda BRILiaN 2022, di mana Citra terpilih mewakili Sulawesi Selatan hingga ke tingkat nasional sebagai salah satu dari 21 pengusaha muda terbaik.

Dalam program tersebut, ia mendapatkan berbagai bentuk pendampingan untuk memperkuat fondasi bisnisnya.

“Tentu berkat pendampingan dari BRI usaha kami jadi lebih level up. Kami mendapat kesempatan untuk mengikuti berbagai expo, yang berdampak langsung pada peningkatan pemasaran produk. Selain akses ke e-commerce, kami memperoleh pembekalan mengenai perencanaan bisnis, branding dan digital marketing,” ungkap Citra.

Ke depan, Citra berharap ToRi Coffee dapat mengekspor kopi Toraja dalam skala besar, sembari terus memberdayakan masyarakat lokal dan memperkuat citra kopi Indonesia di matadunia.

“Kami ingin ToRi Coffee menjadi role model UMKM berbasis lokal yang berdampak luas. Dan kami percaya BRI akan terus menjadi mitra penting dalam perjalanan ini,” harapCitra.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi turut menyampaikan bahwa, BRI secara konsisten menjalankan berbagai program pemberdayaan untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia.

Menurutnya, pelaku UMKM memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatanekonomi nasional, sekaligus memperkenalkan identitas budaya Indonesia melalui produk lokal di pasar internasional.

“Kami meyakini bahwa dengan dukungan yang tepat, pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan usahanya secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, serta dapat menembus pasar internasional,” tutup Hendy.***

Waspada Hujan Lagi! Cek Ramalam Cuaca Bogor 29 Juni 2025

0

Bogordaily.net – Ramalan cuaca dari BMKG untuk Kota Bogor pagi hari ini, Minggu 29 Juni 2025 diperkirakan cerah sepanjang hari.

Kota Bogor yang dikenal dengan julukan Kota Hujan memang kerap kali mengalami perubahan cuaca yang cepat dan tak terduga.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi cuaca secara akurat sangat penting agar aktivitas harian Anda tidak terganggu, baik saat berangkat kerja, sekolah, maupun beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Bogor dan sekitarnya. Hari ini Bogor diperkirakan berawan seharian.

Informasi ini mencakup prediksi suhu, kelembapan, potensi hujan, dan peringatan dini cuaca ekstrem jika ada.

Jadi, pastikan Anda menyimak ulasan lengkapnya agar bisa lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan Anda sepanjang hari ini.

Ramalan Cuaca Bogor Minggu 29 Juni 2025

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Cerah
Suhu: 21-26°C
Kelembapan: 70–98%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-27°C
Kelembapan: 68–97%

Bogor Tengah

Cuaca: Cerah
Suhu: 22-28°C
Kelembapan: 65–97%

Bogor Barat

Cuaca: Cerah
Suhu: 23–28°C
Kelembapan: 56–89%

Bogor Utara

Cuaca: Cerah
Suhu: 24-30°C
Kelembapan: 66–96%

Tanah Sareal

Cuaca: Cerah
Suhu: 23–28°C
Kelembapan:67–95%

Walau cerah, untuk jaga-jaga apabila memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Minggu 29 Juni 2025. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

BSU Rp600 Ribu Belum Masuk Rekening, Yuk Ketahui Alur Penyaluran Bantuan Subsidi Upah

0

Bogordaily.net – Setelah berhasil menyalurkan Bantuan Subsidi Upah atau BSU tahap pertama, pemerintah bersiap untuk penyaluran tahap kedua. Hingga minggu terakhir Juni, BSU tahap kedua memang belum masuk ke rekening.

Banyak pekerja yang sudah dinyatakan memenuhi kriteria penerima BSU menantikan pencairan uang sebesar Rp600 ribu itu.

Lewat akun media sosialnya, Kementerian Tenaga Kerja atau Kemnaker memberikan informasi alur penyaluran BSU 2025:

1. Kemnaker mengirim surat kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk meminta data calon penerima sesuai dengan kriteria

2. BPJS Ketenagakerjaan menyiapkan data, melakukan verifikasi, dan validasi data sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam Permenaker nomor 5 tahun 2025

3. Data yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh BPJS Ketenagakerjaan, dikirim kembali ke Kemnaker untuk dilakukan pengecekan dan pemadanan data

4. Data calon penerima disampaikan kepada bank atau penyalur untuk dilakukan verifikasi dan validasi

5. Daftar calon penerima BSU yang sudah dilakukan verifikasi dan validasi oleh BPJS Ketenagakerjaan, Kemnaker, dan bank atau POS penyalur, kemudian dilakukan oleh Kemnaker sebagai dasar pemberian bantuan

6. Dana BSU akan dikirimkan ke rekening penerima melalui bank atau POS penyalur.

Itulah informasi terkait penyaluran BSU 2025. Semoga bermanfaat. ***

KPK Tetapkan 5 Tersangka Kasus Korupsi Proyek Jalan, Salah Satunya Pejabat di Pemprov Sumut

0

Bogordaily.net – Lima orang ditetapkan tersangka oleh KPK usai terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis malam (26/6).

Salah satu dari 5 Tersangka tersebut adalah kepala dinas yang bertugas di Pemerintah Provinsi Sumut.

Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK Asep Guntur Rahayu menyampaikan bahwa 5 orang tersangka itu terdiri atas 2 pemberi suap dan 3 penerima suap.

Masing-masing pemberi suap adalah Direktur Utama PT DNG M.Akhirun Efendi Siregar (KIR) dan Direktur PT RN M. Rayhan Dulasmi Pilang.

Sedangkan 3 orang penerima suap terdiri atas Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumut Topan Obaja Putra Ginting (TOP), Kepala UPTD Gunung Tua sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rasuli Efendi Siregar (RES), dan PPK Satker PJN Wilayah I Provinsi Sumut Heliyanto (HEL).

”Dalam kegiatan tangkap tangan itu, KPK selain mengamankan sejumlah 6 pihak, juga mengamankan sejumlah uang tunai senilai Rp 231 juta, yang diduga merupakan Sebagian atau sisa komitmen fee dari proyek-proyek,” terang Asep.

OTT yang berlangsung di Sumut dilakukan oleh KPK setelah mereka mendapat laporan masyarakat. Mereka menerima laporan dugaan rasuah dan melakukan pendalaman hingga terjadi OTT. Korupsi dilakukan oleh para tersangka dalam proyek pembangunan jalan dengan nilai total Rp 231,8 miliar.

Atas perbuatan mereka, para tersangka disangkakan melanggar aturan yang tertuang dalam Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Yakni tersangka KIR dan RAY disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kemudian tersangka TOP, RES, dan HEL disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 11, atau 12B UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Kini para tersangka sudah ditahan oleh KPK di rumah tahanan (rutan) KPK cabang Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan (Jaksel). ***

Rudy Susmanto Apresiasi Polri Semakin Dekatkan Diri Dengan Masyarakat

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengapresiasi Polres Bogor menggelar berbagai kegiatan yang membaur langsung dengan masyarakat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79. Salah satu kegiatan yang menarik antusias warga adalah lomba memancing, di Cibinong, Sabtu (28/6).

Menurut Rudy, ini sebagai wujud kedekatan Polri dengan masyarakat Kabupaten Bogor. Hadir bersama Bupati Rudy Susmanto, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Sekretaris Daerah, Ketua KNPI Kabupaten Bogor, serta perwakilan Forkopimda.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas semangat jajaran Polres Bogor dalam merayakan Hari Bhayangkara ke-79 dengan cara yang merakyat. Diisi dengan kegiatan-kegiatan yang dekat dan berbaur dengan masyarakat.

“Pagi ini ada lomba mancing, malam hari ada lomba lari, lalu ada juga kegiatan lomba kicau burung dan pelayanan publik seperti SIM dan STNK, tentu ini sangat positif,” ujar Rudy.

Menurutnya, kehadiran Polri dalam kegiatan seperti ini mencerminkan komitmen nyata dalam membangun kedekatan emosional dan mempererat hubungan antara aparat dan warga.

“Kami melihat semangat Polri hari ini betul-betul ingin mendekatkan diri dengan masyarakat Kabupaten Bogor. Terima kasih Kapolres Bogor dan seluruh jajaran, selamat Hari Bhayangkara ke-79, Polri adalah milik rakyat Indonesia,” pungkas Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini melibatkan seluruh elemen penting di Kabupaten Bogor, termasuk Bupati Bogor, Ketua DPRD, Dandim 0621, serta para tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami merayakan Hari Bhayangkara ke-79 bersama seluruh kekuatan yang ada, untuk menunjukkan bahwa Polri selalu ingin dekat dan hadir di tengah masyarakat,” ungkap AKBP Rio.

Lebih lanjut, AKBP Rio menegaskan bahwa, Polri bukan hanya milik institusi, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor. Ia berharap kegiatan seperti lomba memancing ini dapat dilestarikan karena mencerminkan kultur dan kebersamaan warga.

“Kabupaten Bogor punya banyak potensi yang harus terus kita berdayakan bersama. Di bawah kepemimpinan Bapak Bupati dan Ketua DPRD, kami yakin kegiatan semacam ini akan semakin memperkuat ikatan antara aparat dan rakyat,” ujar AKBP Rio.

Ketua KNPI Kabupaten Bogor, Wahyu Chaniago menjelaskan, alhamdulillah pada pagi hari ini KNPI Kabupaten Bogor, bersama Polres Bogor sebagai mitra terdekat kami melaksanakan kegiatan lomba mancing Hari Bhayangkara ke-79.

“Pada kegiatan hari ini, terlihat antusias masyarakat terhadap mancing itu luar biasa. Dan Polres Bogor membuktikan dekat dengan masyarakat dengan cara melaksanakan lomba mancing Hari Bhayangkara ke-79 tahun ini,” jelas Wahyu Chaniago.(*)

Penutupan Spektakuler Akhiri HJB 543

0

Bogordaily.net – Penutupan spektakuler akhiri HJB 543 malam ini. Di Jalan Jendral Sudirman, tempat biasanya lalu lintas padat dan pengendara sibuk menatap jalan, malam ini akan berubah jadi lautan manusia.

Walikota Bogor, Dedie A. Rachim, bahkan sudah memberi kode: siap-siap, bawa jas hujan, dan jangan lupa tertib.

Malam nanti, dari kejauhan suara tabuhan angklung dan rampak bedug pasti akan terdengar bersahut-sahutan, mengantar langkah 36 kelompok masyarakat yang akan memeriahkan Kirab Helaran.

Inilah titik akhir dari rangkaian panjang perayaan Hari Jadi Bogor ke-543, atau HJB 543 — dan benar, penutupan spektakuler akhiri HJB 543 dengan cara yang hanya Kota Hujan bisa lakukan: malam-malam, mungkin basah, tapi selalu meriah.

Helaran HJB kali ini sedikit berbeda. Biasanya siang, sekarang malam. Katanya demi masyarakat yang tak bisa libur kerja. Anak-anak sekolah juga bisa ikut nonton.

Malam hari adalah waktu rakyat — waktu mereka menonton, bersorak, sekaligus bersilaturahmi. Dan kalau hujan turun?

“Jangan lupa bawa payung,” kata Dedie. “Tapi juga jangan lupa bawa kantong sampah. Jangan bikin Bogor kotor.” Itu bukan sekadar imbauan, itu pelajaran.

Penutupan spektakuler akhiri HJB 543 juga jadi penegas: budaya masih hidup, bahkan makin bersinar saat diberi panggung yang pas.

Diharapkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akan hadir. Kalau jadi datang, bisa jadi ini bukan sekadar kirab. Ini jadi peristiwa. Momentum.

Karena kirab bukan hanya soal pawai, tetapi tentang merawat identitas dan kebersamaan.

Tentang Bogor yang tak ingin hanya jadi kota penyangga ibu kota — tapi kota dengan jiwa sendiri.

Dan malam ini, di sudut-sudut Sudirman, di antara lampu dan lentera, itulah jiwa itu menyala.***

Emosi Meledak di Toko Sembako Ciomas Bogor, Wanita Dipukul hingga Hidung Patah

0

Bogordaily.net – Tindakan pemukulan terhadap seorang perempuan di sebuah toko sembako di Ciomas, Kabupaten Bogor, kembali menunjukkan betapa tipisnya batas antara emosi dan kekerasan.

Kejadiannya Kamis sore, 26 Juni 2025. Lokasinya di Toko Sembako Alam Tirta Lestari. Tepat pukul 16.56 WIB, sebuah kamera CCTV merekam insiden yang kini ramai diperbincangkan warga sekitar.

Dalam video berdurasi singkat itu, seorang perempuan berbaju hijau terlihat sedang berbicara santai dengan karyawan toko, di dekat kasir.

Suasana tenang berubah dalam hitungan detik. Datang seorang perempuan lain—berkerudung merah—yang diduga tidak sengaja menendang si perempuan berbaju hijau.

Lalu dimulailah cekcok.

Si perempuan berkerudung merah, setelah insiden kecil itu, terlihat menghampiri seorang pria yang berdiri tak jauh dari situ.

Mungkin mengadu. Atau mungkin hanya bereaksi. Tapi yang pasti, si pria tersebut langsung melangkah ke arah perempuan berbaju hijau, dan tanpa kata, tangannya lebih dulu bicara.

Hidung patah. Darah mengucur. Toko seketika sunyi.

Kata orang, emosi itu iblis yang menyamar. Dan pada sore itu, di toko sembako yang harusnya jadi tempat belanja kebutuhan harian, emosi berubah jadi tragedi.

Belum diketahui pasti hubungan antara si pria dan kedua perempuan tersebut. Polisi masih menyelidiki.

Tapi satu hal yang sudah terang: korban mengalami luka serius, dan hasil pemeriksaan medis menyebut adanya patah pada tulang hidung.

CCTV yang merekam kejadian kini menjadi bukti utama. Sebuah kamera sederhana yang tak pernah tidur, tapi merekam segalanya.

Kekerasan memang tak kenal tempat. Bisa terjadi di sudut mana saja. Bahkan di tempat yang setiap harinya jadi langganan ibu-ibu belanja telur dan beras.

Dan sore itu, pemukulan di toko sembako di Ciomas Bogor adalah  satu tindakan tangan mematahkan lebih dari sekadar tulang. Ia meretakkan rasa aman.***

Ngopi Sambil Belajar Sejarah? Ini Tempat Ngopi di Bogor yang Unik dan Penuh Cerita

0

Bogordaily.net – Tempat ngopi di Bogor kini tak sekadar jadi lokasi menyeruput kafein.

Ada tempat yang menyajikan lebih dari sekadar rasa. Di Pasir Mulya, Ciomas, ada satu nama baru: Kopi Sejarah by Pinotjohnny.

Lokasinya tersembunyi di balik keramaian warung ayam bebek, namun aromanya menyusup tajam ke lubuk nostalgia para pecinta kopi.

Pecinta kopi harus melihat, mencium, dan merasakan seperti apa sebenarnya empat brand legendaris yang katanya sudah ratusan tahun hidup dalam gelas-gelas kecil rakyat Bogor itu.

Namanya Kopi Sejarah, tapi jangan salah. Di balik nama klasik itu, ada sentuhan kekinian.

Tempat ini adalah rumah bagi empat brand kopi yang melegenda di kalangan wong cilik Bogor: kopi Cap Mbah Sipit, kopi Cap Teko, kopi Cap Oplet, dan kopi Cap Liong Obor.

Empat-empatnya disajikan. Diseruput. Diaduk dulu, lalu diminum pelan-pelan.

Cap Teko cocok bagi yang menyukai pahit yang bersahaja. Cap Oplet hadir dengan rasa lebih ringan, cocok buat sore yang ingin lembut.

Cap Mbah Sipit? Ini kuat. Pekat. Seperti percakapan bapak-bapak di pos ronda yang tak bisa berhenti bicara politik.

Dan Cap Liong Obor? Ini beda. Aromanya kompleks. Rasanya dalam. Mungkin ini yang disebut cinta pertama dalam secangkir kopi.

Tempat ngopi di Bogor seperti Kopi Sejarah by Pinotjohnny ini bukan hanya tentang kopi. Tapi tentang waktu. Tentang sejarah.

Jonny Pinot bukan cuma jualan minuman, tapi juga cerita. Ia menyatukan empat merek kopi rakyat menjadi satu rumah bernama sejarah kopi.

“Saya ingin orang ngopi, tapi sambil belajar,” kata Jonny.

Ia ingin kopi bukan hanya masuk warung, tapi juga masuk restoran. Bukan hanya kopi tubruk, tapi juga bisa jadi latte, espresso, cold brew—asal tetap mempertahankan rasa dan identitas.

Yang bikin bangga: semua kopi yang dijual di Kopi Sejarah ini berasal dari jenis robusta Lampung, di-grill langsung di tempat.

Bukan dari mesin besar, tapi dari tangan-tangan kecil yang tahu bagaimana kopi harus diperlakukan.

Untuk para pecinta kopi, untuk para pejalan sore yang sedang mencari makna hidup dalam sebatang rokok dan secangkir kopi, tempat ngopi di Bogor ini layak dicoba.

Harganya hanya Rp15.000 per cangkir. Tapi rasa dan ceritanya, tak ternilai.

Lokasinya? Di dalam area resto ayam bebek sambal khas Pasir Mulya, Ciomas, Kota Bogor.

Jangan takut nyasar. Bau kopinya akan menuntun.

Dan buat kamu yang belum sempat datang, cukuplah video dari channel Bogoran Info dan Jajablok Jalan-jalan Sambil Ngalebok sebagai pembuka selera.

Tapi ingat, kopi terbaik bukan yang ditonton. Tapi yang diseruput. Di tempat. Langsung.

Jadi, ayo ke Kopi Sejarah by Jonny Pinot. Karena kadang, cara terbaik untuk memahami masa depan… adalah dengan mencicipi sejarah yang masih hangat di cangkir.***

Wamenkop: Saatnya Rakyat Papua Jadi Subyek Perekonomian Lewat Kopdes/Kel Merah Putih

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono selaku Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih menegaskan bahwa pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih di Papua Barat merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa dan menjadikan masyarakat Papua sebagai subyek dari perekonomian.

“Koperasi didorong menjadi pusat layanan ekonomi rakyat, dikelola secara profesional, dan menjadi ruang kolaborasi masyarakat membangun kesejahteraan bersama. Kopdes/Kel Merah Putih adalah manisfestasi pendekatan kesejahteraan oleh negara dan menjadikan masyarakat Papua sebagi subyek dari ekonomi,” kata Wamenkop, pada acara Dialog Monitoring Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Manokwari, Provinsi Papua Barat, Sabtu (28/06).

Turut hadir dalam acara Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Wakil Gubernur Papua barat Mochamad lacitany, Bupati Manokwari dan Bupati Walikota se Provinsi Papua Barat, Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen serta beberapa perwakilan Kementerian dan Lembaga.

Wamenkop merujuk Manokwari menjadi contoh keberhasilan dengan capaian 100%. “Karena, koperasi desa/kelurahan merah putih adalah manifestasi pendekatan kesejahteraan oleh negara,” kata Wamenkop.

Wamenkop Ferry mengungkapkan, selama ini para petani, nelayan, dan penggerak ekonomi rakyat lainnya, kurang mendapat keadilan secara ekonomi. Termasuk yang ada di Papua Barat. Bayangkan saja, di produsen harganya rendah, tapi setelah diproses harganya tinggi di tingkat konsumen.

“Keuntungan yang didapat lebih banyak diambil para perantara atau middleman,” ucap Wamenkop.

Adanya Kopdes/Kel Merah Putih, Wamenkop meyakini dapat mengubah kondisi tersebut, karena dapat memutus mata rantai distribusi yang terlalu panjang.

Wamenkop pun menggambarkan kondisi di Papua Barat, di mana ada kebutuhan bahan-bahan pokok yang disuplai juga justru dari daerah-daerah lain. Ini juga yang menyebabkan harga produk mahal.

“Padahal, barang-barang tersebut bisa dihasilkan dari daerah itu sendiri. Baik dari provinsi, baik dari kabupaten, kota maupun dari desa-desa itu sendiri,” terang Wamenkop.

Kemudian, harga bahan pokok yang tidak stabil dan mahal, karena kebutuhan desa disuplai dari desa yang lain, hingga kecamatan butuh beras juga disuplai dari daerah yang lain.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, diakuinya banyak anak muda kesulitan mencari lapangan pekerjaan. Di Indonesia sekarang banyak anak muda, atau hampir sebagian besar anak muda pindah ke kota, karena desa tidak ada tempat atau kegiatan untuk bekerja.

“Adanya Kopdes/Kel Merah Putih di desa-desa, akan menyerap banyak tenaga kerja, khususnya kaum muda terdidik, agar tidak urbanisasi lagi,” papar Wamenkop.

Dampak positif lainya, lanjut Wamenkop, adalah akses kesehatan. “Presiden Prabowo ingin kegiatan Kopdes/Kel Merah Putih ini juga bisa menyediakan apotik-apotik desa, supaya harga obat bisa terjangkau oleh rakyat,” ucap Wamenkop.

Sementara itu unit bisnis lainnya dari Kopdes/Kel Merah Putih, yaitu Klinik Desa, nantinya akan memperkuat keberadaan posisi Puskesmas dalam rangka kewajiban negara memberikan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di pedesaan.

Bagi Wamenkop, yang tak kalah pelik adalah banyak masyarakat, khususnya masyarakat desa, yang terjebak pinjaman online dan rentenir. “Nah, dengan adanya Kopdes/Kel Merah Putih, segala hal rentenir, tengkulak, dan pinjaman online, bisa dihapus atau diminimalisir,” jelas Wamenkop.

Dalam kesempatan itu, Wamenkop juga memaparkan kondisi 80 ribu Kopdes Merah Putih pada akhir Juni 2025 ini sudah terbentuk di seluruh Indonesia. “Maka, kehadiran saya adalah untuk terus mendorong supaya wilayah-wilayah yang belum menyelesaikan 100 persen, kita minta untuk ikut menyelesaikan,” imbuh Wamenkop.

Khusus untuk Papua Barat, Wamenkop anggap sebagai langkah penting karena kegiatan Kopdes/Kel Merah Putih ini akan ikut membantu mensejahterakan warga desa, di Provinsi Papua Barat.

Langkah berikutnya, terang Wamenkop, selama tiga bulan ke depan (Juli hingga Oktober) akan memasuki tahap lebih krusial, yaitu mempersiapkan model bisnis, mempersiapkan modul-modul pelatihan untuk mempersiapkan SDM-SDM, pengawas, pengurus dan pengelola Kopdes/Kel Merah Putih.

“Jadi, tiga bulan ini kita masuk tahap yang kedua, tahap yang sebenarnya juga makin membutuhkan kerjasama. Karena, ini juga tahap yang tidak mudah,” ujar Wamenkop.

Terkait Kopdes/Kel Merah Putih percontohan atau Mock-Up di Papua Barat, Wamenkop menekankan pada dua pendekatan. Yaitu, satu percontohan yang di populasi desa di wilayah petanian, sedangkan satu lagi mock-up di wilayah pesisir.

“Saya berharap di Papua Barat sudah ada percontohan Kopdes/Kel Merah Putih yang nantinya akan mendapat pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir,” ucap Wamenkop.***