Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 564

Peringati HUT Bhayangkara ke-79, Polresta Bogor Kota Gelar Jalan Sehat

0

Bogordaily.net – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, Polresta Bogor Kota menggelar kegiatan olahraga bersama berupa jalan sehat pada Sabtu, 28 Juni 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Polresta Bogor Kota bersama personel Kodim 0606 Kota Bogor dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) III.

Jalan sehat menempuh jarak kurang lebih 2,5 kilometer dan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan hiburan lainnya.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Eko Prasetyo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-79, yang bertujuan untuk mempererat sinergi antarinstansi serta mendekatkan Polri dengan masyarakat.

“Kita melaksanakan rangkaian HUT Bhayangkara ke-79 tahun 2025 bersama Kodim 0606 Kota Bogor dan Denpom III, dengan olahraga jalan santai sejauh kurang lebih 2,5 KM. Selain itu, ada juga senam bersama, lomba hiburan, dan door prize,” ujar Kombes Pol Eko Prasetyo.

Ia juga berharap momentum HUT Bhayangkara ini menjadi sarana untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Harapannya, dengan HUT Bhayangkara ke-79, Polri selalu dicintai oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Dandim 0606 Kota Bogor, Kolonel Inf Dwi Agung Prihanto, menyampaikan ucapan selamat kepada Polri atas hari jadinya yang ke-79.

“Selamat HUT Bhayangkara ke-79 tahun, semoga Polri semakin maju, solid, dan bersinergi untuk menjaga keamanan di Kota Bogor,” tutupnya.***

Ibnu Galansa

Tryout UMPPPG 2025: Panduan Daftar, Jadwal Terbaru, dan Solusi Kendala di SIMPKB

0

Bogordaily.net – Tryout UMPPPG 2025 menjadi sorotan utama para calon guru profesional tahun ini.

Program simulasi ujian berbasis komputer ini bukan hanya sekadar uji coba, melainkan bagian penting dari persiapan menghadapi Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) resmi yang akan digelar dalam waktu dekat.

Melalui tryout yang difasilitasi langsung oleh Kementerian Pendidikan melalui platform SIMPKB, peserta dapat mengukur kesiapan mereka secara realistis.

Namun, sejak dibukanya akses modul hingga mendekati ujian, masih banyak peserta yang bingung soal jadwal pelaksanaan hingga cara mendaftar tryout ini. Berikut laporan lengkapnya.

Apa Itu Tryout UMPPPG 2025 dan Mengapa Penting?

Tryout UMPPPG 2025 adalah simulasi ujian tertulis berbasis komputer yang dirancang menyerupai soal-soal UKMPPG sesungguhnya.

Diperuntukkan bagi peserta Pendidikan Profesi Guru jalur dalam jabatan (Daljab), tryout ini bertujuan untuk:

  • Mengenalkan pola soal dan tingkat kesulitan yang mirip dengan ujian resmi;
  • Melatih peserta dalam mengelola waktu;
  • Mengukur kesiapan materi yang telah dipelajari dalam modul;
  • Dan yang paling penting, mengurangi kecemasan peserta menghadapi ujian sesungguhnya.

Peserta yang telah menyelesaikan ketiga modul pembelajaran dan kelas fasilitasi di SIMPKB menjadi prioritas untuk mengikuti tryout ini.

Langkah-Langkah Mendaftar Tryout UMPPPG 2025 di SIMPKB

Banyak peserta masih belum mengetahui prosedur teknis untuk mendaftar. Berikut panduan singkat dan sistematis:

Login ke Akun SIMPKB
Masuk ke situs resmi https://akun.simpkb.id/ menggunakan NIK dan kata sandi Anda.

Cek Menu Tryout
Setelah berhasil masuk, cari bagian “Program PPG” atau “Uji Kompetensi” di dashboard Anda. Jika tryout sudah tersedia, akan muncul tombol “Daftar Tryout”.

Pastikan Syarat Telah Terpenuhi

Anda hanya bisa mendaftar jika telah menyelesaikan seluruh modul dan mengikuti kelas fasilitasi secara penuh.

Pantau Jadwal Resmi

Setelah mendaftar, pantau terus informasi resmi dari SIMPKB dan kanal komunikasi PPG lainnya.

Jadwal tryout seringkali diumumkan beberapa minggu sebelum UKMPPG utama berlangsung.

Update Terkini: Link Tryout Belum Aktif, Apa yang Terjadi?

Hingga Jumat, 27 Juni 2025, banyak peserta melaporkan bahwa link tryout belum dapat diakses. Padahal, seluruh syarat sudah dipenuhi.

Tanggapan resmi menyebutkan bahwa link tryout belum aktif karena jadwal pelaksanaan belum dimulai.

Tim pengelola SIMPKB meminta peserta untuk rutin memantau dashboard dan mengaktifkan notifikasi email.

Biasanya, tryout digelar 2–3 minggu sebelum UKMPPG berlangsung.

Peserta yang mengalami kendala teknis seperti gagal login atau tombol tidak aktif disarankan menghubungi layanan bantuan SIMPKB melalui live chat atau email resmi.

Persiapkan Diri Lewat Tryout untuk Hadapi Ujian Nyata

Tryout UMPPPG 2025 bukan sekadar formalitas. Ia adalah jembatan penting antara pembelajaran teori dan praktik menghadapi UKMPPG yang menentukan kelulusan sebagai guru profesional.

Melalui simulasi ini, peserta bisa mengidentifikasi kelemahan, menyesuaikan strategi, dan membangun kepercayaan diri.

Dengan memahami cara daftar, memantau jadwal, dan mengatasi kendala secara mandiri, peserta memiliki peluang lebih besar untuk sukses dalam ujian utama.

Jangan tunggu link aktif tanpa persiapan—kerjakan ulang materi, cek SIMPKB setiap hari, dan pastikan tryout menjadi bagian dari rutinitas belajar Anda.***

Fakta di Balik Video Viral Diduga Faris Adam Penyanyi Stecu-Stecu yang Trending

0

Bogordaily.net – Fakta di balik video viral diduga Faris Adam penyanyi Stecu-Stecu yang trending mulai mencuat sejak tiga hari lalu.

Bukan karena prestasinya di panggung, bukan pula karena lagu yang sedang digandrungi anak muda itu.

Tapi karena sebuah potongan video yang entah dari mana asalnya, tiba-tiba menyebar liar ke TikTok, Twitter (sekarang X), dan Instagram.

Faris Adam, anak muda dari Maluku Utara itu, seharusnya menikmati sorotan kamera karena lagu Stecu-Stecu.

Lagunya sedang naik daun, suaranya khas, wajahnya mudah diingat, dan banyak yang mulai menyebutnya sebagai penyanyi masa depan Indonesia Timur.

Tapi dunia digital sering tak peduli dengan prestasi. Nama baik bisa goyah hanya karena satu tayangan berdurasi 1 menit 25 detik.

Faris belum mengkonfirmasinya. Atau mungkin tak ingin. Wajar. Dalam keadaan begini, siapa pun akan memilih diam.

Apalagi ketika komentar di setiap unggahan mulai dipenuhi kalimat “itu beneran kamu?”, atau “semangat bang, tetap berkarya.”

Kita pernah hidup di zaman ketika klarifikasi itu disampaikan lewat konferensi pers.

Kini cukup satu story atau bahkan satu emoji, bisa diartikan macam-macam.

Tapi Faris belum mengunggah apa-apa. Sementara publik terus bersuara. Yang membela ada.

Yang menghakimi lebih banyak. Tapi apakah publik tahu fakta di balik video viral diduga Faris Adam penyanyi Stecu-Stecu yang trending itu?

Tentu saja belum. Yang mereka tahu hanya potongan informasi. Potongan video. Dan potongan emosi.

Itulah kekuatan—dan juga kutukan—dunia maya hari ini. Semua bisa viral. Tapi tidak semua bisa benar.

Malam ini, mungkin Faris Adam sedang menyendiri di kamarnya. Mungkin juga sedang mencari jalan untuk menjelaskan.

Tapi siapa yang mau mendengarkan? Sebagian sudah terlanjur percaya apa yang mereka lihat. Sebagian lainnya masih menunggu: benarkah itu dia?

Kita tidak sedang membela siapa pun. Tapi barangkali kita hanya perlu sedikit lebih lambat dalam menilai, dan sedikit lebih cepat dalam memahami: bahwa satu video tidak pernah bisa menjelaskan seluruh hidup seseorang.***

Wayang Golek di Kota Bogor Bangkit Lagi, Dedie Rachim Janji Jadikan Acara Tahunan

0

Bogordaily.net – Wayang golek di Kota Bogor bukan sekadar pertunjukan. Ia adalah napas yang tertahan delapan tahun lamanya.

Lalu malam itu, Jumat 27 Juni 2025, ribuan warga menyaksikannya mengalir lagi dari mulut para dalang—di atas panggung, di bawah langit terbuka, di jantung alun-alun kota.

Saya pernah menyaksikan wayang golek digelar di tengah kebun teh, di atas truk, bahkan di pelataran pabrik.

Tapi kali ini, wayang golek di Kota Bogor tampil seperti raja yang kembali dari pengasingan.

Selama delapan tahun ia absen. Sejak 2017, tak lagi terlihat sosok Cepot, Dawala, atau Semar bicara dalam bahasa rakyat. Baru malam ini, mereka kembali hidup—dengan gaya mereka yang jenaka tapi tajam.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengakui kerinduan warganya.

“Alhamdulillah, delapan tahun kita tidak mengadakan wayang golek. Tahun ini bisa terlaksana lagi, dan luar biasa, alun-alun penuh,” katanya.

Duduk di tikar, membawa anak, bahkan ada yang berdiri di pinggir trotoar hanya untuk bisa mendengar suara dalang.

Tak ada bintang tamu dari Jakarta. Tak perlu. Sebab bintang malam itu adalah budaya itu sendiri: wayang golek di Kota Bogor yang sudah lama ditunggu.

Pagelaran ini bukan sekadar hiburan. Ia membawa pesan. Tema HJB ke-543: Raksa Jaga Dhita—menjaga, merawat, dan melestarikan.

Dalang menyelipkan isu lingkungan: soal buang sampah sembarangan, soal ketamakan manusia yang merusak hutan.

Cerita itu sederhana, tapi mencubit. Karena yang bicara bukan pejabat, tapi tokoh wayang yang didengarkan.

Dedie tahu betul kekuatan ini. Ia bilang, jika anggaran memungkinkan dan dukungan masyarakat mengalir, pagelaran semacam ini akan dibuat rutin tiap tahun.

“Wayang golek harus jadi acara tahunan,” katanya. Ini bukan janji politik. Ini janji seorang anak daerah kepada budayanya sendiri.

Tidak heran bila malam itu lebih banyak tawa daripada jepretan kamera. Dalang masih bisa membuat anak-anak tertawa dengan cerita lucu.

Tapi juga membuat orang tua diam sejenak, merenung, saat tokoh wayang menyinggung soal ketimpangan, kerusakan, dan kebodohan kita sendiri.

Di akhir acara, Dedie mengingatkan: “Menonton budaya jangan sampai lupa nilai budayanya. Orang Bogor suka keindahan dan keteraturan. Mari kita jaga sama-sama.”

Itu cara wali kota memberi wejangan tanpa terasa menggurui. Itu pula cara terbaik merawat warisan budaya: bukan dengan membangunnya kembali, tapi dengan membiarkannya berbicara sendiri lewat lakon dan gamelan.

Wayang golek di Kota Bogor malam itu bukan nostalgia. Ia adalah pengingat. Bahwa kita pernah punya identitas. Dan malam itu, kita menontonnya kembali.***

Kerja Sama dengan Pengusaha Homestay Malaysia, Kadin dan BPPD Kota Bogor Luncurkan HOTAS 2025

0

Bogordaily.net – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Bogor serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor, memperkuat kolaborasi lintas negara di sektor pariwisata dengan meluncurkan Homestay Tourism Showcase atau HOTAS 2025.

HOTAS 2025 merupakan sebuah kampanye promosi pariwisata besar-besaran yang diinisiasi oleh Persatuan Pengusaha Homestay Malaysia (PPHM) dan Tourism Malaysia.

Peluncuran HOTAS 2025  berlangsung meriah di Lantai 2 Botani Square Mall, Kota Bogor, pada Jumat, 27 Juni 2025.

Kota Bogor menjadi salah satu dari tiga kota di Indonesia yang disambangi rangkaian acara HOTAS 2025, selain Jakarta dan Pekanbaru.

Ketua BPPD Kota Bogor, Jamalludin, menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah positif dalam mendorong peningkatan sektor pariwisata lokal dan mempererat hubungan dengan negara tetangga Malaysia.

“Kehadiran HOTAS 2025 di Kota Bogor adalah momen strategis untuk membangun kerja sama wisata dua arah. Ini bukan hanya soal pertukaran budaya dan destinasi, tapi juga potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kunjungan wisatawan dan pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Jamalludin pada Jum’at (27/6).

Menurutnya, kegiatan ini bisa menjadi pintu masuk untuk mengundang wisatawan Malaysia menjelajah berbagai potensi wisata unggulan di Bogor, seperti agrowisata, wisata alam, kuliner tradisional, dan budaya Sunda.

Senada dengan itu, Ketua Kadin Kota Bogor, Maryati Dona Hasanah, menegaskan pentingnya dukungan dari dunia usaha terhadap kolaborasi ini.

“Sebagai lembaga yang menaungi pelaku usaha, Kadin sangat mengapresiasi kehadiran HOTAS 2025. Ini harus kita dukung bersama karena akan membuka peluang bisnis, investasi, dan kerja sama sektor pariwisata yang lebih luas,” ungkap Maryati.

Ia juga berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi sesaat, tapi juga melahirkan konektivitas berkelanjutan antara pelaku industri wisata Malaysia dan Indonesia, khususnya di tingkat daerah seperti Bogor.

HOTAS 2025 membawa misi mempromosikan program homestay komunitas di lebih dari 200 desa wisata di Malaysia yang menawarkan pengalaman budaya, kehidupan desa, kuliner autentik, dan petualangan berbasis ekowisata.

Acara ini menampilkan lebih dari 90 paket wisata tematik yang dipasarkan khusus untuk wisatawan Indonesia.

Selama kegiatan, pengunjung disuguhi beragam pertunjukan seni budaya Malaysia, demo kerajinan batik dan rotan oleh artisan lokal.

Program ini merupakan bagian dari promosi Tahun Melawat Malaysia 2026 (VMY2026) dan Tahun Homestay 2025, dengan tema “Malaysia Destinasi Lestari, Kepelbagaian Budaya, Keindahan Alam Yuk Jelajah Bersama Kami. ***

Pemkot Bogor Gencar Kampanye Antikorupsi

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui berbagai strategi berbasis sistem dan partisipasi publik. Salah satunya dengan menggencarkan kampanye antikorupsi yang menyasar seluruh perangkat daerah dan masyarakat sebagai penerima layanan.

Korupsi sudah menjadi bahaya laten di negeri ini. Tak heran semua pihak sepakat untuk memerangi korupsi, baik dari sisi pencegahan atau preventif maupun sanksi tegas bagi pelaku korupsi atau represif.

Nah, saat ini KPK menggandeng Pemkot Bogor dalam upaya pencegahan korupsi, baik di dinas-dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD) maupun masyarakat sebagai penerima pelayanan dari jajaran Pemkot Bogor.

Terlebih dinas-dinas menerima kucuran anggaran yang berasal dari pajak masyarakat. Anggaran ini tentunya dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk kemudahan pelayanan kepada masyarakat.

“Jadi tidak ada satupun dinas di Kota Bogor yang tidak punya risiko korupsi,” tegas Inspektur Pembantu Khusus Kota Bogor, Jimmy Hutapea.

Menurutnya, seluruh dinas mengelola anggaran, melakukan pengadaan barang dan jasa, serta memberikan pelayanan yang semuanya merupakan titik rawan korupsi. Karena itu, kata Jimmy, Pemkot Bogor mendorong setiap perangkat daerah untuk melakukan identifikasi, pengukuran, dan analisis risiko korupsi.

“Setelah itu harus disusun rencana tindak pengendalian di masing-masing dinas,” jelasnya.

Langkah tersebut merupakan bagian dari program pencegahan korupsi terintegrasi yang diinisiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yaitu Monitoring Center for Prevention (MCP). Program ini menuntut perbaikan tata kelola di delapan area, seperti perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang/jasa, hingga pelayanan publik dan pengelolaan pendapatan.

Inspektorat Kota Bogor juga melibatkan warga secara aktif melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) dari KPK. Saat ini, data penerima layanan dari dinas-dinas tengah dikumpulkan untuk dijadikan responden survei.

“Nanti masyarakat akan ditanya langsung oleh KPK apakah pernah diminta biaya saat mengurus layanan, atau pernah mendengar praktik pungli,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pemkot Bogor telah mengimplementasikan sistem Manajemen Anti Penyuapan berbasis ISO sebagai bagian dari standar antikorupsi institusional. Ini bagian dari memastikan program berjalan dengan baik khususnya di internal Inspektorat.

“Kami sudah bersertifikasi ISO. Penyuapan itu kan bentuk dari korupsi juga,” ujar Jimmy.

Pada tahun 2024, Kota Bogor mencatat skor 77,54 dalam SPI dan menjadi kota dengan nilai integritas tertinggi kedua di Jawa Barat. Meski begitu, Pemkot tak mau berpuas diri. Target tahun depan skor 80.

“Artinya makin sedikit masyarakat yang merasakan atau mendengar praktik korupsi di lingkungan Pemkot. Kami ingin tingkat kepercayaan publik semakin tinggi,” kata Jimmy.

Menurutnya, konsistensi peningkatan nilai integritas tak lepas dari pembangunan budaya antikorupsi di kalangan ASN. Mereka secara rutin melakukan diseminasi, sosialisasi, dan pemetaan risiko setiap tahun.

“Titik-titik yang masih lemah kami evaluasi dan perbaiki,” jelasnya. ***

Tugu Helikopter Puma Jadi Ikon Baru Warga Cibinong, Pemkab Bogor Gelontorkan Anggaran Hingga Rp200 Juta

Bogordaily.net – Kabupaten Bogor khususnya wilayah Cibinong kini punya ikon baru yakni Tugu Helikopter jenis S.A-330 Puma yang berada tak jauh dari Stadion Pakansari, Kecamatan Cibinong.

Adapun,  tugu Helikopter tersebut dibangn oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bekerja sama dengan Eiger Adventure dan  Lanud Atang Sandjaja.

Diperkirakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelontorkan dana hingga Rp200 Juta untuk membangun sarana dan prasarana penunjang dari ikon Helikopter Puma tersebut.

Plt Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Eko Mujiarto menjelaskan bahwa, Helikopter itu merupakan helikopter jenis lama yang dibawa dari Lanud Atang Sandjaja.

“Itu mah kerjasama antara pemerintah daerah ATS sama CSR Eiger. Sekitar 200 juta untuk melengkapi sisa,” kata Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Eko Mujiarto kepada wartawan, Jum’at 27 Juni 2025.

Pihaknya memastikan bahwa, dana dari Anggaran Perbelanjaan Belanja Daerah (APBD) hanya untuk membangun fasilitas seperti pagar hingga taman untuk masyarakat.

“Mungkin untuk APBD kan tinggal taman sama pager aja sama mungkin beberapa tambahan sedikit kalo yang lainnya kan CSR dari Eiger,” jelasnya.

“Kalau yang taman pager itu nanti ada beberapa tambahan ada bangunan di belakang itu APBD tambah tambahan nya aja,” tambah Eko.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Bogordaily.net dilokasi terlihat Tugu Helikopter jenis S.A-330 Puma itu mulai ramai didatangi oleh masyarakat untuk sekedar melihat atau berswa foto.

Salah satu warga asal Kelurahan Pakansari Ningsih mengaku baru mengetahui adanya Helikopter tersebut. Menurutnya tugu tersebut menjadi daya tarik bagi warga sekitar.

“Iya baru tau saya juga ada tugu helikopter, tau dari sosmed. Ini makanya sengaja pengen liat sekalian anak mau foto juga, bagus sih kalo diliat liat mah,” ujar Ningsih kepada wartawan.***

Albin Pandita

Melindungi Generasi Masa Depan, kolaborasi bersama Fasyankes dengan Gebrak Siputik (Gerakan Bersama Raih Capaian Imunisasi dan Input ASIK)

0

Bogordaily.net – Pada awal tahun 2025 Kota Bogor diminta oleh Linked Immunisation Action Network untuk bergabung sebagai salah satu peserta pembelajaran bersama tentang imunisasi yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2025, karena Kota Bogor telah mulai melakukan perluasan program Imunisasi yang dilaksanakan oleh Fasyankes Swasta.

Ini merupakan hal yang dapat menginspirasi bagi Kab/Kota lain untuk meningkatkan capaian Imunisasi di
wilayahnya. Pembelajaran bersama ini melibatkan 9 Kabupaten / Kota di Indonesia yang meliputi Kota Bogor, Kab.Sukabumi, Kab.Serang, Balikpapan, Makasar, Konawe, Lombok
Barat, Kab.Takalar, dan Banjar.

Metode pembelajaran bersama ini dilakukan secara langsung maupun virtual. Dalam pembelajaran bersama masing-masing Kab/Kota dapat berbagi
pengalaman dan memaparkan praktik baik serta tips and trick dalam menghadapi tantangan pada program imunisasi.

Pembelajaran bersama ini dilakukan sesuai dengan kategori wilayah yang telah ditentukan. Kota Bogor, Kab. Serang dan Kab. Sukabumi dikelompokkan menjadi peserta pembelajaran bersama wilayah barat. Setiap bulannya diadakan pertemuan via virtual yang disebut dengan Virtual Collaboration Learning (VCL) bulanan.

Pada tanggal 24 Juni 2025, untuk kedua kalinya Kota Bogor menjadi pembicara dalam VCL Wilayah Barat. Pada VCL kali ini Kota Bogor mengangkat tema “Melindungi Generasi Masa Depan, kolaborasi bersama fasyankes dengan Gebrak Siputik (Gerakan bersama raih
imunisasi dan input ASIK)”. Gebrak Siputik adalah inovasi pada program imunisasi yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan imunisasi di Kota Bogor dengan melibatkan Fasilitas
Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Swasta.

Pelayanan imunisasi di Kota Bogor telah
melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) swasta yang meliputi Rumah Sakit, Klinik, Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD) dan Praktik Mandiri Bidan (PMB). Seluruh Rumah Sakit di Kota Bogor telah memiliki Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Dinas
Kesehatan Kota Bogor.

Dalam rangka perluasan layanan imunisasi ini 25 Puskesmas di Kota
Bogor turut serta mengambil peran dengan menggandeng jejaring Puskesmas (Klinik, PMB dan TPMD) di wilayah kerjanya untuk ber PKS, sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan
untuk mendapatkan pelayanan imunisasi.

Fasyankes swasta memegang peranan penting dalam meningkatkan jangkauan layanan imunisasi. Kolaborasi ini adalah bentuk sinergi sektor publik dan swasta demi masa depan generasi yang lebih sehat. Pelayanan imunisasi yang dilakukan di fasyankes swasta yang telah ber PKS adalah pelayanan imunisasi rutin. Dengan adanya pelayanan imunisasi di Puskesmas dan fasyankes
swasta, hal ini berperan penting dalam menurunkan angka kasus penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di Kota Bogor.

Pada Januari sampai dengan Mei 2025 ditemukan 2 kasus pertussis, 4 kasus rubella dan 1 kasus campak. Sedangkan pada tahun 2024 ditemukan 5 kasus campak, 7 kasus rubella, dan 15 kasus pertusis. Dari hal ini dapat terlihat adanya penurunan kasus PD3I di Kota Bogor pada dua tahun terakhir.

Melalui kerjasama yang berkelanjutan antar sektor pemerintah maupun swasta dalam pelayanan imunisasi, diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Bogor. Pada bulan Agustus dan November akan dilakukan imunisasi anak sekolah atau yang
biasa dikenal dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

BIAS adalah program imunisasi
nasional yang menyasar anak usia sekolah dasar (SD/sederajat) untuk melindungi mereka dari penyakit menular berbahaya seperti campak, difteri, tetanus, dan HPV (pada anak perempuan). Agar pelaksanaan BIAS berjalan lancar dan tepat sasaran, program BIAS tidak hanya melibatkan sektor kesehatan (Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan), tetapi
juga menjalin kemitraan erat dengan sektor Pendidikan. Tanpa dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, pelaksanaan BIAS tidak akan optimal.

Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor ini sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh anak usia sekolah, tanpa terkecuali, mendapatkan hak kesehatan yang sama melalui imunisasi.

Imbauan kepada masyarakat :
1. Membawa Balita ke Puskesmas/RS/Posyandu dan Fasyankes Swasta, untuk mendapatkan imunisasi rutin agar terhindar dari PD3I

2. Mengikuti BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah), yaitu pelaksanaan Imunisasi yang dilakukan di sekolah pada bulan Agustus dan November dengan sasaran
SD/Sederajat untuk Kelas 1,Kelas 2, Kelas 5 dan Kelas 6.

3. Bagi Balita yang belum lengkap Imunisasinya agar segera melengkapi status imunisasinya. Kesuksesan imunisasi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, namun hal ini merupakan tanggungjawab kita bersama.
Kesadaran orangtua untuk memastikan kelengkapan status imunisasi anak sedari dini merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan generasi masa depan yang sehat.  ***

PMUQI Rayakan Milad ke-32 dan Anugerahkan UQI Award 2025

0

Bogordaily.net – Suasana khidmat penuh kemeriahan dan keharuan menyelimuti Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI), Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pada Kamis (26/6/2025) malam. Bertempat di lapangan utama putra, perayaan Milad ke-32 PMUQI digelar bersamaan dengan ajang UQI Annual Award 2025 sebagai bentuk apresiasi bagi seluruh elemen pesantren.

Acara ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendiri, khususnya KH. Helmy Abdul Mubin, sekaligus merayakan perjalanan panjang pesantren. Ratusan santri, dewan guru, dewan kiai, serta tamu undangan larut dalam kebersamaan.

Ketua panitia, Ustaz Andri Noer Zailani, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak yang membuat acara berjalan sukses.

“Alhamdulillah, terima kasih sebesar-besarnya kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya kegiatan ini hingga berlangsung dengan lancar,” ujar dia dalam sambutannya.

Turut hadir memberikan tausiyah Al-Habib Mahdi bin Hamzah Assegaf yang didampingi seluruh jajaran staf Ummul Quro Al-Islami.

Momen ini terasa lebih istimewa karena diselenggarakan tepat satu malam sebelum jadwal kepulangan para santri ke kampung halaman masing-masing.

Pimpinan PMUQI, KH. Saiful Falah, menyebut acara ini menjadi kenangan manis bagi para santri sebelum berlibur. “Ini momen yang indah sebelum pulang. Insya Allah akan terus diagendakan setiap tahun sebagai bagian dari tradisi pesantren,” katanya.

Puncak acara diisi dengan penganugerahan UQI Annual Award 2025. Penghargaan diberikan kepada berbagai pihak yang dinilai berdedikasi tinggi, mulai dari santri dan santriwati berprestasi, guru terbaik, hingga para staf pendukung seperti petugas kebersihan, keamanan, dan perawat.

Penghargaan juga diberikan kepada ustaz dan wali santri yang aktif mempromosikan pesantren melalui media sosial.

Momen paling mengharukan adalah saat Lifetime Achievement Award dianugerahkan kepada Bapak Mad Sholeh, supir pribadi KH. Helmy Abdul Mubin, Lc., atas pengabdian dan kesetiaannya yang panjang. ***

Lewat Dukungan BRI, Casa Grata Buktikan Camilan UMKM Bisa Mendunia 

0

Bogordaily.net– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong pelaku UMKM menembus pasar internasional. Salah satu UMKM binaan BRI, Casa Grata, berhasil melakukan ekspor perdana ke Singapura setelah menampilkan produknya pada ajang FHA Food & Beverage 2025 di Singapura pada 8 hingga 11 April 2025.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian strategis yang mempertegas potensi UMKM Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pasar global, khususnya di sektor makanan sehat.

Casa Grata merupakan usaha yang memproduksi camilan atau snack sehat dengan keunggulan produk yang gluten free dan vegan (berbahan nabati).

Seluruh produknya dibuat tanpa tambahan pengawet, tanpa tambahan MSG, serta tanpa tambahan pewarna, bebas lemak trans dan gluten free.

Usaha ini kini menawarkan sepuluh varian rasa dan secara konsisten memperluas kapasitas produksinya guna menjawab meningkatnya permintaan pasar terhadap produk-produk pangan yang lebih baik bagi gaya hidup sehat.

Adapun varian yang paling diminati konsumen adalah Sea Salt Crackers, Onion & Garlic Crackers, serta Chocolate Cashew Crunchy Drop Cookies.

Mengikuti pameran luar negeri untuk pertama kalinya, tepatnya di ajang FHA Food & Beverage 2025 di Singapura, Co-Founder dan CEO Casa Grata Jane Tanuwijaya menyebut partisipasi tersebut sebagai titik penting dalam membuka peluang ekspor.

“Dalam ajang tersebut, kami bisa bertemu langsung dengan beberapa buyer yang tertarik setelah mencicipi produk kami di lokasi. Percakapan berlanjut setelah acara selesai dan sejak Mei kami mulai mengirim produk secara rutin ke Singapura. Responnya sangat baik karena produk kami diterima dengan antusias dan beberapa buyer menunjukkan ketertarikan untuk menjalin kerja sama lebih lanjut,” ujarnya.

Casa Grata mendapatkan dukungan dari BRI dalam bentuk pelatihan, kurasi produk, fasilitasi promosi, serta pendampingan strategis untuk pengembangan bisnis.

Pendekatan ini mendorong penguatan kapasitas usaha serta membuka jejaring pasar baru, termasuk untuk kebutuhan ekspor yang berkelanjutan.

Menurutnya, dukungan yang diberikan BRI tidak berhenti pada pembinaan awal, melainkan turut mendorong kesiapan bisnis untuk tumbuh berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa pendampingan dari BRI telah membuka jalan penting bagi pertumbuhan bisnisnya.

“Kami bisa tampil di FHA karena melalui proses kurasi dari BRI. Sebelumnya, kami sudah mendapatkan berbagai bentuk pendampingan seperti pelatihan, inkubasi bisnis pada program Growpreneur by BRI serta berkesempatan mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) 2023 dan UMKM EXPO(RT) 2025. Program-program tersebut membantu meningkatkan eksposur produk kami, tidak hanya untuk promosi produk, tetapi juga untuk memahami pasar dan bertemu langsung dengan buyer. Bahkan, produk kami pernah dipercaya menjadi VIP snack dalam perhelatan BRI UMKM EXPO(RT) 2023,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyampaikan bahwa keberhasilan UMKM binaan seperti Casa Grata menjadi representasi konkret dari upaya pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Casa Grata menjadi contoh bagaimana UMKM dapat menembus pasar ekspor melalui proses pemberdayaan yang terstruktur. BRI memfasilitasi mereka melalui kurasi produk, pelatihan, dan promosi terarah agar siap bersaing di kancah internasional”, tambahnya.

”Kami meyakini bahwa dengan dukungan yang tepat, pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan usahanya secara berkelanjutan dan membangun kemitraan strategis lintas negara. Ke depan, BRI akan terus memperluas inisiatif serupa agar lebih banyak UMKM lokal yang mampu berkontribusi dalam rantai pasok dunia,” ujar Hendy.

Pada ajang Inkubasi Growpreneur, Casa Grata meraih predikat Best Participant, dan pada ajang Pengusaha Muda Brillian 2024, Casa Grata meraih predikat Top 20, yang memperkuat posisinya sebagai UMKM berprestasi dengan komitmen kuat terhadap pertumbuhan usaha dan inovasi.

Saat ini, produk Casa Grata telah tersedia di lebih dari 100 toko yang tersebar di Jakarta, Bandung, Bali, dan lebih dari 20 kota lainnya di Indonesia. Casa Grata menghadirkan camilan sehat yang lezat dan dibuat dengan perhatian pada kualitas bahan serta proses yang terjaga.

Nama “Casa Grata” sendiri memiliki makna “rumah penuh rasa syukur”, yang mencerminkan visi usaha untuk membangun kebiasaan hidup berkesadaran yang lebih sehat yang dimulai dari hal kecil sehari-hari. ***