Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 568

Kantor Hukum Sembilan Bintang: “Ada Dusta Dibalik Demokrasi, Pemilihan Walikota Bogor 2024”

0

Dalam rangka penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024 sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, serta berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang berlaku, serta guna memastikan terselenggaranya proses demokrasi yang jujur, adil, dan transparan.

Kantor Hukum Sembilan Bintang, melalui Muhamad Solihin, S.H., memberikan pernyataan tegas mengenai dugaan praktik kerdil berupa Suap dan Gratifikasi yang diduga dilakukan oleh Salah Satu Paslon walikota bogor Kepada penyelenggara negara Komisioner KPUD Kota Bogor semata untuk Memenangkan Salah Satu Paslon Dalam Pilkada Serentak 2024.

Demokrasi, yang seharusnya menjadi sistem unggulan dinegara indonesia kini menghadapi distorsi makna yang cukup serius.

Di balik visi misi serta jargon-jargon surgawi tentang partisipasi, kebebasan, dan keadilan, tersimpan realitas yang begitu memprihatinkan: ada dusta dan khianat yang menghiasi demokrasi di Kota Bogor hari ini.

Pemilu yang semestinya menjadi pesta rakyat, justru berubah menjadi ajang manipulasi kekuasaan. Uang, citra, dan propaganda mendominasi ruang publik.

Di Indonesia, prinsip jujur dan adil merupakan salah satu asas penting dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Hal ini diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan, salah satunya adalah:
Pasal 3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, yang menyatakan bahwa:
Pemilihan diselenggarakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Jika asas ini dilanggar, maka penyelenggaraan Pilkada dapat dianggap inkonstitusional dan tentunya mencoreng marwah penyelenggara itu sendiri. Mereka paham hukum, namun dusta pula terhadap apa yang dipahaminya, ini gilaaaaa jika itu terjadi.

Berbagai regulasi yang seharusnya menjaga nilai – nilai demokrasi justru dijadikan alat untuk bagi – bagi kue neraka. Hal tersebut tergambar didalam proses hukum yang saat ini sedang berjalan namun terseok – seok di Kepolisian Resor Kota Bogor sebagaimana Laporan Informasi Nomor : R / LI – 327 . XI / RES . 1 . 11 / 2024 / SATRESKRIM tertanggal 28 Nopember 2024. Adapun temuan dan / atau aduan tersebut tentang adanya dugaan pidana Korupsi berupa suap dan / atau Gratifikasi terhadap Komisioner KPUD Kota Bogor periode 2024 – 2029.

Melalui siaran pers ini, kami menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk kembali membuka mata guna mengedukasi diri serta menyadari bahwa demokrasi kita sedang dalam keadaan darurat, karena perilaku busuk saat ini tengah berada dihadapan kita semua.

Semoga proses yang saat ini sedang diselidiki oleh Sahabat-sahabat Polres Kota Bogor, dapat menjawab kegundahan masyarakat Kota Bogor.

Siapa pelaku utamanya? bagaimana persitiwa hukum tersebut dilakukan? Paslon siapa yang berani menabrak aturan hukum? Berapa uang suap dan / atau gratifikasi?

Kantor Hukum Sembilan Bintang menegaskan akan komitmen untuk senantiasa memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat yang menjadi korban dari keangkuhan kekuasaan penyelenggara negara in casu KPUD kota Bogor.

Dalam waktu dekat ini pun kami akan mendampingi seseorang yang In Sya Allah akan membongkar serta membantu teman – teman penyelidik Polresta Bogor Kota terkait praktik suap dan / atau gratifikasi yang diduga dilakukan oleh salah satu Paslon Walikota Bogor terhadap Penyelenggara KPUD Kota Bogor periode 2024 – 2029 dibawah pimpinan M Habibi Zaenal Arifin.***

Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polresta Bogor Kota Gelar Bakti Sosial “Belanja Sepuasnya, Bayar Pakai Doa”!

Bogordaily.net – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polresta Bogor Kota menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk “Belanja Sepuasnya Bayar Pakai Doa” pada Jumat, 27 Juni 2025, bertepatan dengan 1 Muharam 1447 H.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pendekatan humanis Polri kepada masyarakat, khususnya warga kurang mampu di wilayah Kota Bogor.

Melalui program ini, warga yang telah terdata mendapatkan kesempatan untuk berbelanja kebutuhan pokok secara gratis. Sebagai gantinya, mereka hanya diminta membayar dengan doa.

Kapolresta Bogor Kota menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso, dalam keterangannya menyatakan bahwa kegiatan ini tidak semata-mata bentuk bantuan materil, melainkan wujud pengabdian dan pelayanan tulus Polri kepada rakyat.

“Kami ingin kehadiran Polri bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, tidak hanya saat terjadi masalah, tetapi juga dalam momen bahagia dan penuh harapan seperti ini,” ujar Kapolresta.

“Bagi kami, doa dari masyarakat adalah energi dan motivasi dalam menjaga keamanan, melindungi, dan melayani mereka,” tambahnya.

Kapolresta juga menekankan pentingnya pendekatan emosional dan spiritual dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga kepolisian. Ia berharap program semacam ini dapat direplikasi oleh jajaran kepolisian lainnya di seluruh Indonesia.

Kegiatan bakti sosial ini disambut antusias warga dan diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi kegiatan serupa di masa mendatang. Selain berbagi kebahagiaan, momentum ini juga menjadi refleksi spiritual di awal tahun baru Islam.***

Tasyi Athasyia Sentil Komentar Jahat Netizen Usai Dibilang Mirip Elvy Sukaesih

0

Bogordaily.net – Tasyi Athasyia akhirnya angkat bicara usai ramai disebut-sebut mirip dengan penyanyi dangdut legendaris Elvy Sukaesih.

Lewat unggahan Instagram Stories pada Kamis, 26 Juni 2025, Tasyi memberikan klarifikasi panjang terkait kontroversi tersebut yang menyita perhatian publik.

Tuduhan bahwa Tasyi “tidak terima” atau bahkan “ngamuk” saat disamakan dengan Elvy muncul setelah video tutorial makeup bertema Cleopatra miliknya viral.

Dalam video tersebut, tampilan makeup Tasyi dinilai sebagian warganet menyerupai gaya riasan Elvy Sukaesih, lengkap dengan riasan mata dramatis dan aksen glamor ala diva dangdut era klasik.

Klarifikasi  Tasyi Athasyia

Namun menurut Tasyi, isu ini telah digiring ke arah yang salah dan menjurus pada bentuk adu domba yang dilakukan oleh media serta oknum netizen

“Ini bukan antara aku dan umi Elvy Sukaesih, tapi… Politik adu domba yg dilakukan media2 jaman sekarang,” tulisnya seperti dilansir Poskota dari Instagram @tasyiiathasyia pada Kamis, 26 Juni 2025.

Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat menyinggung pihak mana pun, apalagi membandingkan diri dengan sang penyanyi senior.

Justru, Tasyi merasa bahwa narasi yang berkembang memperkeruh suasana dan memanipulasi konteks sebenarnya dari unggahan make up miliknya.

“Konten Cleopatra aku menjadi melebar ke mana-mana.. Di sini aku mau buka bukaan secara fakta aja. Jadi buat yang pintar pasti ngerti kok,” sambungnya.

Tasyi menjelaskan bahwa sorotan publik kini tertuju pada satu komentar netizen yang menjadi titik awal kesalahpahaman.

Berawal dari Komentar Netizen

Komentar tersebut dianggap sebagian orang sebagai pujian, namun bagi Tasyi, konteks dan penggunaan emoji tertawa dalam komentar itu bernuansa sarkastik.

“Sekarang orang-orang fokus terhadap reaksi aku terhadap salah satu comment yg katanya comment-nya bagus kenapa aku blg di bully,” jelasnya.

Ia mempertanyakan, benarkah komentar tersebut tulus bernada positif, atau justru dibuat untuk mengolok-olok dirinya dan Elvy Sukaesih.

“Apakah kalian benar2 percaya bahwa comment itu adalah suatu comment positive, bukan comment yg diniatkan untuk meng olok org lain??” ujarnya.

“Penyebutan nama umi Elvy tanpa menggunakan gelar umi saja sudah menunjukkan ketidaksopanan dan adab dari yang menulis dan dia tutup dengan menambahkan emoji tertawa,” sambung Tasyi.

Maka dari itu, Tasyi bingung komentar itu pujian atau lelucon belaka karena menggunakan emoticon tertawa.

“Yang ingin saya tanyakan kalau memang itu pujian mengapa penulisannya seperti lelucon dan ditambahkan emoticon [tertawa],” katanya.

Dalam Instagram Stories selanjutnya, Tasyi menegaskan bahwa permasalahan yang ia angkat bukanlah soal dirinya dengan Umi Elvy Sukaesih, melainkan soal kurangnya adab dan norma masyarakat dalam mengomentari penampilan orang lain.

Ia merasa tidak pernah menyebut dirinya lebih cantik atau menjelekkan penampilan Elvy, sehingga tuduhan tersebut tidak berdasar.(*)

Amaroossa Royal Bogor Tawarkan Paket Romantic Dinner di Tengah Kota Hujan

0

Bogordaily.net – Menjawab kebutuhan akan pengalaman makan malam romantis yang elegan namun tetap terjangkau, Amaroossa Royal Bogor resmi menawarkan Paket Romantic Dinner seharga Rp750.000 per pasangan, menghadirkan suasana intim di tengah kenyamanan Hotel Amaroossa Royal Bogor.

Paket ini dirancang khusus untuk pasangan yang ingin merayakan momen spesial—baik ulang tahun pernikahan, lamaran, ataupun sekadar quality time bersama orang terkasih. Bertempat di area restoran hingga di Sky Lounge.

Para tamu akan disambut dengan dekorasi romantis, serta pelayanan privat dari staf Amaroossa Royal Bogor.

Dengan harga Rp750.000 per pasangan, tamu akan menikmati: Set menu 3 hidangan (appetizer, main course, dessert), dekorasi meja romantis dengan lilin dan bunga segar, personalized service dari tim hotel selama sesi makan malam.

Amaroossa Royal Bogor menghadirkan paket ini sebagai bentuk apresiasi terhadap para tamu yang ingin merayakan cinta dalam suasana hangat dan nyaman, tanpa harus pergi jauh dari kota.

Lokasi Hotel Amaroossa Royal Bogor yang hanya berjarak beberapa menit dari Kebun Raya dan Museum Zoologi membuatnya menjadi destinasi ideal untuk pasangan yang ingin menggabungkan momen kuliner dan wisata singkat dalam satu hari.

Paket Romantic Dinner ini tersedia setiap hari dengan sistem reservasi minimal 2 hari sebelumnya. Kapasitas terbatas setiap malam untuk menjaga kenyamanan dan privasi para tamu. ***

Hotel Harga Terjangkau di Jantung Kota, Dekat Museum Zoologi

0

Bogordaily.net – Hotel Amaroossa Royal Bogor merupakan salah satu pilihan akomodasi yang tepat karena terletak tepat di depan Tugu Kujang.

Dengan harga yang kompetitif, Hotel ini menawarkan pengalaman menginap dengan nuansa interior klasik untuk pengalaman yang menyenangkan.

Terletak di kawasan jantung kota, Hotel Amaroossa Royal Bogor hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki dari salah satu destinasi edukasi paling populer di Bogor, yakni Museum Zoologi. Lokasi ini menjadi pilihan menarik untuk destinasi liburan keluarga, rombongan belajar sampai wisatawan.

Museum ini sendiri merupakan institusi bersejarah yang pertama kali berdiri pada tahun 1894. Dikenal dengan nama resmi Museum Zoologicum Bogoriense, tempat ini menyimpan lebih dari 2,7 juta spesimen fauna dari seluruh nusantara.

Dikelola oleh LIPI, museum ini buka setiap hari dan memiliki tarif masuk yang sangat terjangkau, sehingga cocok dipadukan dengan pengalaman menginap di Hotel Amaroossa Royal Bogor.

Dengan kombinasi lokasi strategis, harga terjangkau, serta akses langsung ke destinasi edukatif, Amaroossa Royal Bogor tidak hanya menawarkan tempat beristirahat, tetapi juga pengalaman bermakna yang memperkaya perjalanan para tamunya.

Para tamu pun tidak perlu khawatir, karena masih ada beberapa museum lagi yang bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki dari Amaroossa Royal Bogor.

Hotel Amaroossa Royal Bogor menyediakan beberapa tipe kamar yaitu; Deluxe Room, Executive Room dan Suite Room. Tamu bisa memilih tipe kamar sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

Bagi para wisatawan yang ingin menginap pun tidak perlu khawatir, nantikan promo spesial di akun instagram @amaroossaroyal agar lebih hemat. ***

PMKM Prima Indonesia Cabang Kota Bogor Dukung Kegiatan “Cekatan & Sepakat” Cegah Kekerasan terhadap Anak

0

Bogordaily.net – Pengusaha Mikro Kecil Menengah (PMKM) Prima Indonesia Cabang Kota Bogor mensupport dalam kegiatan “Cekatan & Sepakat” yang bertujuan mencegah kekerasan terhadap anak melalui sosialisasi, edukasi perlindungan anak, serta kolaborasi aktif dan terpadu.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) dan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Kecamatan Bogor Barat pada Kamis 26 Juni 2025.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua PMKM Prima Indonesia Cabang Kota Bogor, Indah Siti Khulaidah.

Ia menyampaikan komitmennya dalam mendukung upaya perlindungan anak, terutama dari sisi penguatan ekonomi keluarga sebagai salah satu fondasi penting bagi tumbuh kembang anak yang sehat secara mental dan sosial.

“Kami diajak untuk mendukung kegiatan ini, dan kami menyambutnya dengan baik. Dukungan kami hadir dalam rangka membangun kekuatan ekonomi masyarakat, karena ketika ekonomi keluarga kuat, maka itu juga akan berdampak positif terhadap kondisi mental dan kesejahteraan anak,” ujar Indah.

PMKM Prima Indonesia Cabang Kota Bogor Dukung Kegiatan "Cekatan & Sepakat" Cegah Kekerasan terhadap Anak

Kegiatan “Cekatan & Sepakat” merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah anak.

Dengan menggabungkan unsur edukasi, advokasi, dan pemberdayaan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak sedari dini.

PMKM Prima Indonesia, sebagai wadah pengusaha kecil dan mikro, melihat pentingnya peran pelaku usaha dalam membangun masyarakat yang sejahtera, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga sosial.

Keterlibatan PMKM Prima Indonesia cabang Kota Bogor dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi antara sektor ekonomi dan perlindungan sosial dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi masa depan.***

Ibnu Galansa

BRI Konsisten Salurkan FLPP, Dukung Akses Hunian Terjangkau untuk Masyarakat

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya dalam penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Salah satu kontribusi nyata BRI adalah melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang menjadi bagian integral dari Program 3 Juta Rumah.

Program FLPP sendiri dirancang untuk mengatasi tantangan backlog perumahan nasional yang masih tinggi.

Menyasar kelompok masyarakat dengan penghasilan maksimal Rp14 juta per bulan, FLPP memberikan akses terhadap kepemilikan rumah pertama secara terjangkau, dengan suku bunga pembiayaan tetap maksimal sebesar 5% dan tenor kredit hingga 20 tahun.

Adapun, sebagai bentuk dukungan Perseroan terhadap Pemerintah, BRI secara konsisten terus menyalurkan pembiayaan rumah subsidi.

Tercatat, dalam 3 tahun terakhir, sejak 2022 hingga 2024, lebih dari 57 ribu unit rumah telah disalurkan dengan total plafon pembiayaan mendekati Rp9,1 triliun.

Rinciannya, pada 2022, BRI menyalurkan sebanyak 19.637 unit dengan plafon pembiayaan sebesar Rp2,98 triliun.

Pada 2023, jumlah penyaluran meningkat menjadi 22.076 unit, dengan plafon mencapai Rp3,45 triliun. Sementara pada 2024, BRI menyalurkan 16.196 unit dengan plafon sebesar Rp2,67 triliun.

Komitmen ini berlanjut pada 2025, di mana BRI menargetkan penyaluran 17.701 unit rumah subsidi, dengan plafon pembiayaan sebesar Rp2,92 triliun, meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Terkait dengan hal tersebut, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menegaskan bahwa penyaluran KPR subsidi melalui FLPP merupakan bagian dari strategi jangka panjang BRI dalam memperluas akses pembiayaan perumahan yang inklusif.

“Harapannya, hal ini dapat membantu mengatasi backlog perumahan dan memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah pertama,” ujar Hendy.

Lebih lanjut, guna memperluas jangkauan program, BRI juga menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah pihak. kolaborasi ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen BRI dalam memperluas akses pembiayaan FLPP secara merata ke berbagai lapisan masyarakat.

Di sektor Aparatur Sipil Negara (ASN), BRI bekerja sama dengan sejumlah instansi pemerintah, antara lain Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Badan Kepegawaian Negara (BKN), Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), serta Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Melalui kerja sama ini, pegawai ASN mendapatkan kemudahan akses terhadap pembiayaan rumah subsidi yang sesuai dengan ketentuan program FLPP.

Tak hanya itu, BRI juga memperluas inisiatif ke sektor informal. Salah satu bentuk kemitraan dijalin bersama PT Bluebird Tbk, yang memungkinkan para pengemudi taksi untuk memperoleh rumah pertama melalui skema FLPP.

“BRI tidak hanya melihat FLPP sebagai instrumen pembiayaan, tetapi juga sebagai bagian dari kontribusi nyata kami dalam pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, kami berharap lebih banyak masyarakat (termasuk ASN dan pekerja informal) dapat memperoleh akses yang setara terhadap hunian yang layak,” tutup Hendy.***

Profil Aceng Abdul Mujib, Ustadz Garut yang Sebut Dedi Mulyadi Gubernur Tolol

0

Bogordaily.net – Profil dan siapa Aceng Abdul Mujib, ustadz dari Garut itu kini jadi sorotan publik.

Nama itu kini meledak di ruang publik. Bukan karena ceramahnya yang viral, bukan pula karena prestasi akademik atau kiprah keagamaan biasa.

Tapi karena satu kalimat pedas yang ditujukan kepada tokoh nasional: “Gubernur tolol,” katanya tentang Dedi Mulyadi.

Kalimat yang menyulut banyak pertanyaan dan amarah. Tapi juga memunculkan rasa ingin tahu besar: siapa Aceng Abdul Mujib dan seperti apa profil pak ustadz ini sebenarnya?

Bukan orang baru. Bukan pula orang sembarangan.

Di Garut, dia disebut “Singa Garut”. Julukan yang tidak datang dari hasil poling online.

Tapi karena suaranya yang lantang dalam berbagai isu, dari radikalisme hingga distribusi dana hibah.

Ia juga pimpinan Pondok Pesantren Fauzan—pesantren yang dikenal vokal dan berpengaruh di kalangan masyarakat religius.

Tak hanya itu, Aceng juga menjabat sebagai Ketua Aliansi Masyarakat Garut Anti Radikalisme dan Intoleransi (Almagari).

Sebuah posisi yang membuatnya tidak hanya jadi tokoh agama, tapi juga juru bicara dari sebuah sikap ideologis yang tegas.

Profil dan Siapa Aceng Abdul Mujib?

Ia adalah salah satu Ketua MUI Kabupaten Garut. Julukan “Dewa Garut” disematkan kepadanya bukan karena ia sakti, tapi karena pengaruhnya yang begitu kuat di lingkungan elite keagamaan dan pemerintahan lokal.

Dalam satu desa, bisa jadi ustadznya tak pernah bertemu dengannya, tapi tetap mencatut namanya ketika bicara soal kekuasaan atau dana bantuan.

Isu yang membakar kontroversi ini pun muncul dari dalam. Dari Garut Selatan, tepatnya.

Dalam sebuah video, seorang tokoh lokal menyebut bahwa pernyataan Aceng tentang Dedi Mulyadi itu dilandasi oleh “sentimen pribadi.” Netizen pun langsung ramai.

“Bentar lagi juga nangis-nangis minta maaf.”

“Dana hibah 1,3 M ilang bro, pantas murka si Aceng Suraceng teh.”

Sebuah rumor pun menyebar: bahwa yayasan-yayasan pesantren yang dekat dengan lingkaran Aceng dulunya rutin menerima dana hibah dari pemerintah provinsi.

Tapi sejak Dedi Mulyadi menjabat, aliran itu berhenti. Maka konflik pun mulai. Tapi itu baru rumor.

Menariknya, hingga kini publik belum tahu secara pasti nama akun Instagram pribadi Ustadz Aceng Abdul Mujib.

Ia seolah menjadi tokoh di era digital tanpa eksistensi digital yang kuat. Tapi suara dan pengaruhnya nyata. Ia bisa viral tanpa harus bikin konten.

Siapa dan seperti apa profil Aceng Abdul Mujib?

Ia adalah gabungan antara ulama, orator, penggerak sosial, sekaligus aktor politik lokal.

Dan kini, ia sedang berhadapan dengan kekuatan lain yang lebih besar: Dedi Mulyadi.***

Benarkah Ada Larangan Potong Rambut dan Kuku Saat Malam 1 Suro? Ini Penjelasan Menurut Primbon Jawa

0

Bogordaily.net – Malam 1 Suro atau yang juga dikenal sebagai malam 1 Muharam dalam kalender Hijriah, merupakan momen penting dan sakral dalam budaya Jawa. Lantas, benarkah ada larangan potong rambut dan kuku saat malam 1 Suro 2025?

Selain menandai pergantian tahun baru Jawa, malam ini juga kerap diselimuti nuansa mistis dan sarat dengan berbagai mitos serta pantangan.

Salah satu kepercayaan yang cukup populer dan masih dipercaya hingga kini adalah larangan memotong rambut dan kuku pada malam tersebut.

Tahun ini, malam 1 Suro jatuh pada Jumat malam, 27 Juni 2025, bertepatan dengan 1 Muharam 1447 Hijriah. Dalam tradisi masyarakat Jawa, malam dimulai saat matahari terbenam, sehingga malam 1 Suro dimulai sejak Kamis petang dan berlangsung hingga Jumat malam.

Lantas, seperti apa mitos itu dan apa maknanya? Dilansir dari kanal YouTube @KiTrunoPamungkas, Berikut penjelasannya:

Mitos Memotong Rambut atau Kuku Malam 1 Suro

Beberapa orang Jawa percaya bahwa memotong rambut atau kuku pada malam 1 Suro dapat mendatangkan kesialan atau mengurangi rezeki.

Mitos ini mungkin berkaitan dengan kepercayaan bahwa malam 1 Suro adalah waktu untuk introspeksi, bukan untuk melakukan perubahan fisik.

Konon, malam 1 Suro dipandang sebagai waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi dan evaluasi diri. Masyarakat Jawa meyakini bahwa dengan merenungkan perbuatan selama setahun ke belakang, seseorang dapat memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik di tahun mendatang.

Introspeksi ini sejalan dengan konsep Jawa “mulat sarira hangrasa wani”, yang berarti berani mawas diri.

Sementara itu, larangan potong rambut atau kuku di malam 1 Suro berbanding dengan pandangan Islam yang menyebut bukan sebuah larangan.

Tidak ada dalil dalam Al-Quran maupun Hadits yang melarang memotong rambut atau kuku pada malam 1 Suro atau malam-malam lainnya.

Pandangan Islam menekankan pada kebersihan dan kerapian diri, dan memotong rambut atau kuku termasuk dalam hal menjaga kebersihan.

Keyakinan yang melarang aktivitas tersebut pada malam 1 Suro lebih kepada kepercayaan lokal atau budaya yang berkembang di masyarakat, dan tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.

Oleh karena itu, memotong rambut atau kuku pada malam 1 Suro diperbolehkan dalam Islam.  Yang penting adalah menjaga kebersihan dan tidak ada niat-niat yang menyimpang dari ajaran agama.***

 

Pedal Rem Terasa Dalam? Waspadai Risiko Rem Blong di Mobil Diesel dan Bensin!

0

Bogordaily.net – Sebelum mobil melaju lebih jauh, ada baiknya cek dulu kondisi rem kalian baik itu mobil diesel maupun bensin.

Sistem rem adalah komponen vital dalam keselamatan berkendara, dan tanda-tanda awal kerusakan sering kali muncul dari pedal rem yang terasa tidak normal saat diinjak.

Idealnya, ketika pedal rem diinjak sedikit, maka rem akan mulai bekerja secara responsif. Namun, bagaimana jika pedal rem terasa dalam atau bahkan seperti ‘ngelos’? Itu bisa jadi indikasi serius bahwa ada masalah di sistem pengereman mobil kalian.

Salah satu penyebab umum adalah kualitas minyak rem yang sudah menurun. Minyak rem berbahan dasar glycol, yang sifatnya menyerap uap air dari udara.

Jika kandungan uap air di dalam minyak rem mobil sudah mencapai sekitar 3%, maka performa pengereman akan terganggu dan rem bisa terasa los atau tidak menggigit.

Selain itu, udara palsu yang masuk ke sistem pengereman juga dapat membuat tekanan hidrolik menjadi tidak stabil, menyebabkan pedal terasa dalam saat diinjak.

Solusinya? Kuras minyak rem secara total secara berkala untuk mencegah terjadinya rem blong baik pada mobil diesel maupun bensin.

Namun, penyebab pedal rem dalam tak hanya itu. Dedi Santoso, Kepala Bengkel Honda Kencana Kranji, menjelaskan bahwa kebocoran halus juga bisa menyebabkan tekanan minyak rem berkurang secara perlahan.

“Kalau pedal rem diinjak bisa juga karena adanya kebocoran halus yang menyebabkan tekanan minyak rem berkurang,” terangnya.

Selain itu, master rem yang bermasalah juga dapat membuat rem terasa dalam saat diinjak, meskipun tidak selalu disertai kebocoran yang terlihat jelas.

“Master rem yang bermasalah juga membuat rem jadi terasa dalam saat diinjak,” tutup Dedi.

Jadi, jangan abaikan gejala kecil seperti pedal rem yang terasa tidak seperti biasanya. Lebih baik mencegah daripada menyesal saat rem gagal berfungsi di kondisi darurat.***