Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 57

Deddy Corbuzier Murka! Peramal yang Klaim Ramal Kematian Vidi Aldiano Terancam Dilaporkan

0

Bogordaily.net – Kemarahan ditunjukkan oleh Deddy Corbuzier setelah muncul sejumlah unggahan dari para peramal yang mengaitkan kabar duka meninggalnya Vidi Aldiano dengan ramalan yang mereka buat sebelumnya.

Sejumlah akun di media sosial ramai membagikan klaim bahwa mereka telah memprediksi kepergian sang penyanyi jauh sebelum kabar duka tersebut muncul. Unggahan tersebut pun viral dan memicu berbagai reaksi dari warganet.

Sebagai sahabat dekat Vidi, Deddy Corbuzier mengaku sangat geram melihat adanya pihak yang memanfaatkan kabar duka tersebut untuk menaikkan popularitas.

Ia menilai tindakan tersebut tidak pantas dilakukan, apalagi di tengah suasana duka.

Pernyataan Deddy mengenai hal tersebut kemudian beredar luas di media sosial. Ia bahkan menegaskan tidak akan tinggal diam jika ada pihak yang memanfaatkan situasi tersebut demi kepentingan pribadi.

“Kalau sampai ada peramal-peramal palsu itu berani bilang sudah saya prediksi Vidi akan meninggal hanya untuk naikin popularitas peramal itu, saya kejar Anda sampai ke liang kubur!” kata Deddy Corbuzier, dikutip pada Selasa 10 Maret 2026.

Kemarahan tersebut muncul setelah beredar beberapa unggahan yang memperlihatkan klaim ramalan mengenai kondisi kesehatan Vidi Aldiano.

Salah satu yang menjadi sorotan berasal dari akun Instagram Instagram @kokofengshui.

Akun tersebut membagikan kembali unggahan yang disebut dibuat pada 22 Agustus 2025. Dalam unggahan tersebut, ia menyampaikan prediksi mengenai kondisi seorang penyanyi yang disebutnya lahir pada tahun 1990.

“Penyanyi V kelahiran tahun 1990 saya tidak mau menyebut tanggal lahirnya, mohon maaf umur saya lihat hanya akan bertahan maksimal 3 tahun dari sekarang dan di tahun depan sangat kritis kesehatannya. Semoga Tuhan berkehendak lain dan dia bisa selamat,” kata si Koko Fengshui.

Unggahan tersebut kemudian menyebar luas dan menuai perdebatan di kalangan warganet.

Banyak yang menilai tindakan mempublikasikan ramalan semacam itu, apalagi setelah kabar duka terjadi, dianggap tidak sensitif terhadap keluarga maupun sahabat yang sedang berduka.***

Resmikan Sundra Family Care, Menkop Apresiasi Diversifikasi Bisnis Kopontren Sunan Drajat

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri Grand Opening Sundra Family Care di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Selasa 10 Maret 2026.

Sundra Family Care adalah unit bisnis baru yang di kelola oleh Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sunan Drajat dengan beberapa fasilitas baru seperti gerai ritel modern, klinik kesehatan, apotik, playground hingga restoran.

Menkop Ferry Juliantono mengapresiasi inisiatif dari Kopontren Sunan Drajat yang mampu melakukan diversifikasi usaha sehingga menjadikan Kopontren semakin kuat basis fundamentalnya dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik bagi para santri dan masyarakat sekitar.

Kehadiran Sundra Family Care ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ekonomi pesantren melalui koperasi.

“Kami siap mendukung pengembangan ekonomi Ponpes Sunan Drajat. Ini bakal menjadi cabang ekonomi baru dari Pondok Pesantren Sunan Drajat,” ujar Menkop Ferry Juliantono dalam sambutannya.

Hadir dalam acara tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur, Direktur Utama Perekonomian Ponpes Sunan Drajat Anas Al Hafni, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdiyanto, Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Faiz Abdul Haq Zaini (Gus Faiz).

Menkop Ferry menilai usaha pembentukan divisi bisnis baru oleh Kopontren Sunan Drajat sebagai teladan bagi kopontren-kopontren lainnya di seluruh Indonesia.

Dengan keyakinan penuh, Ia menyebut bahwa Kopontren Sunan Drajat sangat ideal untuk menjadi kakak asuh bagi puluhan ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang saat ini sedang dikebut pembangunan aset fisiknya.

“Kyai Ghofur dengan Ponpes Drajat dan Kopontrennya menjadi referensi terbaik bagi koperasi pesantren di seluruh Indonesia. Ponpes ini bisa menjadi contoh bagaimana bisnis dikelola dengan sangat baik,” ucapnya.

Menkop Ferry juga mendukung penuh upaya dari Ponpes Sunan Drajat yang sedang mengembangkan entitas bisnis berupa pusat distribusi yang nantinya diharapkan dapat mendukung suplai logistik bagi kebutuhan gerai Kopdes/Kel Merah Putih.

Dukungan akan diberikan kepada Kopontren Sunan Drajat oleh Kemenkop berupa pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) dari Kementerian.

Selain itu, dukungan teknis berupa peningkatan kapasitas SDM juga dipastikan akan diberikan apabila dibutuhkan.

“Insyaallah ini akan menjadi kebanggaan kita semua karena dirintis oleh Ponpes Sunan Drajat,” katanya.

Menkop Ferry menyebut inisiatif yang dilakukan Kopontren Sunan Drajat sejalan dengan cita-cita pendiri bangsa yang ingin menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian.

Ia menambahkan, langkah ini juga menjadi bagian dari amanah besar yang diemban Kemenkop untuk mengembalikan koperasi ke posisi strategis di dalam pembangunan ekonomi nasional.

Ia mendorong agar Kopontren Sunan Drajat khususnya Sundra Family Care dapat turut mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Berbagai produk yang dihasilkan masyarakat seperti hortikultura, perikanan, pertanian, kerajinan, kuliner dan lain-lain diharapkan dapat dikurasi untuk kemudian didistribusikan melalui unit bisnisnya tersebut.

“Insyallah Sundra Family Care dapat memberikan manfaat bagi kita semua, ini menjadi langkah yang besar untuk kita bersama-sama tumbuh,” kata Menkop.

Direktur Utama Perekonomian Ponpes Sunan Drajat, Anas Al Hafni menekankan bahwa keberhasilan usaha Ponpes Sunan Drajat tidak lepas dari dukungan masyarakat dan juga para santri serta alumni.

Sebagai bentuk syukur atas keberhasilan membuka unit bisnis baru, Kopontren Sunan Drajat menggelar santunan bagi anak yatim dan dhuafa.

Anas menjelaskan bahwa Sundra Family Care menyediakan kebutuhan dasar dengan harga murah dan berkualitas.

Ditegaskan bahwa seluruh produk berasal dari masyarakat dan kembali untuk masyarakat, sehingga menciptakan siklus ekonomi yang sehat.

“Semoga dengan doa dan dukungan dari semua pihak, Sundra Family Care menjadi berkah dan teladan bagi pesantren lain di Indonesia,” katanya.***

BRI BO Bekasi Siliwangi Bagikan 105 Paket Bingkisan Ramadan untuk Warga

0

Bogordaily.net – BRI Branch Office Bekasi Siliwangi kembali menggelar kegiatan sosial untuk masyarakat sekitar. Kali ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan, BRI BO Bekasi Siliwangi menyalurkan bingkisan ramadan.

Pimpinan BRI BO Bekasi Siliwangi, Iqbal Perdana menjelaskan, penyaluran bingkisan ramadan 2026 diberikan kepada para petugas kebersihan dan satpam di area sekitar kantor BRI BO Bekasi Siliwangi.

Sebanyak 105 paket ramadan disalurkan kepada yang membutuhkan. Dimana 50 paket diantaranya diberikan ke petugas kebersihan dan satpam di Kemang Pratama. Sedangkan 55 paket ramadan lainnya di berikan ke tukang parkir dan Duafa sekitar.

“Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat bagi yang menerimanya,” ungkapnya.

Tak hanya saat ramadan, BRI BO Bekasi Siliwangi juga mempunyai beragam program lainnya dibidang pendidikan, keagamaan, sosial, kesehatan dan lainnya.

Ini merupakan salah satu buktinya nyata kepedulian BRI BO Bekasi Siliwangi terhadap masyarakat. Dan juga menjadi salah satu upaya dalam memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat sekitar kantor BRI BO Bekasi Siliwangi.

“BRI BO Bekasi Siliwangi tak hanya memiliki produk perbankan unggulan, upaya pelayanan ke masyarakat pun kami perhatikan,” tutupnya.

Tak Perlu Lagi Bawa BPKB, Perpanjang STNK Tahunan Lebih Mudah

0

Bogordaily.net – Kabar baik bagi para pemilik kendaraan bermotor di Jawa Barat. Proses perpanjang STNK tahunan kini menjadi lebih sederhana karena salah satu syarat administrasi telah dihapus.

Dalam aturan terbaru, pemilik kendaraan tidak lagi diwajibkan membawa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), baik asli maupun fotokopi, saat melakukan pembayaran pajak kendaraan tahunan sekaligus pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Informasi ini disampaikan melalui laman resmi Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat atau Bapenda Jabar.

Dengan kebijakan ini, masyarakat diharapkan dapat mengurus pajak kendaraan dengan lebih mudah tanpa harus membawa dokumen tambahan yang sebelumnya menjadi syarat.

Sebelumnya, BPKB kerap diminta sebagai salah satu dokumen pendukung saat melakukan perpanjangan STNK.

Namun kini, untuk perpanjangan tahunan, dokumen tersebut tidak lagi diperlukan dalam proses administrasi.

Meski begitu, perlu dipahami bahwa aturan ini hanya berlaku untuk perpanjangan STNK tahunan atau pembayaran pajak kendaraan setiap tahun.

Kebijakan ini tidak berlaku untuk perpanjangan STNK lima tahunan yang biasanya disertai dengan penggantian pelat nomor kendaraan.

Syarat Perpanjang STNK Tahunan

Untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan sekaligus pengesahan STNK tahunan, masyarakat hanya perlu menyiapkan beberapa dokumen utama, yakni:

STNK asli dan fotokopi

KTP asli dan fotokopi pemilik yang sesuai dengan data identitas kendaraan (untuk kendaraan perorangan)

Sementara itu, untuk kendaraan yang terdaftar atas nama perusahaan, terdapat beberapa dokumen tambahan yang perlu dilampirkan, yaitu:

  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan
  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  • Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Selain itu, apabila proses pengurusan dilakukan oleh pihak lain yang diberi kuasa, maka perlu melampirkan surat kuasa dari pemilik kendaraan.

Untuk kendaraan milik perusahaan, surat kuasa harus dibuat di atas kop surat perusahaan, disertai tanda tangan pemberi kuasa, stempel perusahaan di atas meterai, serta melampirkan KTP pemberi kuasa.

Aturan Berbeda untuk Perpanjangan 5 Tahunan

Meski syarat untuk perpanjangan STNK tahunan kini lebih sederhana, ketentuan berbeda masih berlaku untuk proses perpanjangan STNK lima tahunan atau yang sering disebut ganti kaleng.

Pada proses tersebut, pemilik kendaraan tetap diwajibkan membawa dokumen kendaraan yang lengkap.

“Untuk proses pembayaran Pajak Kendaraan & perpanjangan STNK 5 tahun (Ganti Kaleng) tetap melampirkan BPKB asli, E-KTP asli dan STNK asli,” demikian dijelaskan.

Dengan adanya kebijakan ini, proses administrasi pajak kendaraan di Jawa Barat diharapkan menjadi lebih praktis dan efisien.

Masyarakat pun tidak perlu lagi khawatir membawa dokumen tambahan saat melakukan perpanjangan STNK tahunan.***

Petasan Jumbo Meledak di Pangandaran, Dua Pemuda Luka Serius dan Atap Rumah Rusak

0

Bogordaily.net – Insiden ledakan petasan jumbo terjadi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dan mengakibatkan dua pemuda mengalami luka serius.

Ledakan tersebut terjadi saat keduanya sedang meracik petasan berukuran jumbo yang disebut-sebut sebesar paha orang dewasa.

Peristiwa ini berlangsung di Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, pada Jumat (6/3) sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat kejadian, dua pemuda bernama Anton (23) dan Udan (20) diketahui tengah membuat petasan di lokasi tersebut.

Namun, saat proses peracikan berlangsung, petasan yang mereka buat tiba-tiba meledak. Dentuman keras terdengar hingga tiga kali dan sempat mengejutkan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Kerasnya ledakan bahkan menyebabkan dampak pada bangunan di sekitar tempat kejadian.

Sejumlah warga melaporkan sebagian atap rumah di area tersebut mengalami kerusakan akibat getaran dari ledakan.

Kapolsek Padaherang, Abdurahman, mengatakan pihaknya langsung menerima laporan dari warga tak lama setelah kejadian.

Polisi kemudian segera menurunkan anggota ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.

“Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB. Kedua pemuda tersebut sedang membuat petasan. Diduga karena kurangnya prosedur keamanan saat meracik, petasan tersebut meledak,” ujar Abdurahman.

Akibat ledakan tersebut, kedua korban mengalami luka yang cukup serius. Warga bersama petugas kemudian segera mengevakuasi mereka untuk mendapatkan perawatan medis.

Keduanya kemudian dilarikan ke rumah sakit di Ciamis guna mendapatkan penanganan intensif dari tenaga medis.

“Melihat kondisi korban, mereka mengalami luka serius, namun kemungkinan nyawa keduanya masih bisa diselamatkan,” tambahnya.

Setelah kejadian, pihak kepolisian juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses penyelidikan dilakukan dengan berkoordinasi bersama tim dari Polres Pangandaran untuk memastikan penyebab pasti dari ledakan tersebut.

Selain melakukan penyelidikan, polisi juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuat maupun menyalakan petasan, terutama menjelang Idul Fitri.

Aktivitas tersebut dinilai sangat berbahaya karena berpotensi menimbulkan kecelakaan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak meracik ataupun menyalakan petasan karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” pungkas Abdurahman.***

Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Instrumen Utama Tindak Lanjut Program Perlindungan Sosial

0

Bogordaily.net – Ketiga kalinya program Kolaborasi antara Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dan dengan Program Keluarga Harapan (PKH) diluncurkan. Kali ini program kolaborasi ini dilakukan di Desa Gejugjati Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa 10 Maret 2026.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan pentingnya transformasi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi anggota Kopdes/Kel Merah Putih sebagai langkah strategis pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan keberadaan Kopdes Merah Putih Gejugjati maka program Perlindungan Sosial yang selama ini dilakukan di Desa Gejugjati oleh Kementerian Sosial (Kemensos)dapat dilanjutkan.

Ia berharap setelah para penerima program dari Kemensos seperti PKH, Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Sembako dan program lainnya menjadi anggota koperasi dapat meningkat derajat hidup dan kesejahteraannya.

Dengan demikian maka para penerima manfaat program dapat menjadi keluarga yang mandiri di masa mendatang.

“Kalau semua penerima manfaat PKH dan sembako menjadi anggota Kopdes, maka ini bisa meringankan tugas Kemensos untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, mudah-mudahan ikhtiar ini menjadi terobosan dan bisa kita lakukan di banyak tempat,” kata Menkop Ferry dalam sambutannya.

Turut hadir dalam acara ini, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis kartu anggota Kopdes/Kel Merah Putih, buku simpanan keluarga penerima manfaat PKH, bantuan sembako, ayam petelur, serta modal kerja dari BNI dan Bank Jatim masing-masing senilai Rp20 juta.

Selain itu, Pupuk Indonesia menyerahkan 1 ton pupuk non-subsidi, sementara Perum Bulog dan ID Food memberikan perangkat komputer, printer, dan paket sembako.

Menkop Ferry kembali menegaskan bahwa sejumlah manfaat akan didapatkan para keluarga penerima manfaat program PKH ketika menjadi anggota Kopdes/Kel Merah Putih.

Mereka dipastikan akan memperoleh kemudahan untuk mendapatkan berbagai komoditas bersubsidi seperti pupuk, gas LPG dan komoditas lainnya melalui Kopdes.

Bahkan selain menjadi konsumen, para penerima manfaat PKH akan mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) di setiap akhir periode.

SHU ini merupakan akumulasi dari seluruh transaksi anggota Kopdes dan masyarakat umum ketika melakukan transaksi di Kopdes.

“Ketika kopdes punya profit, akan dibagikan kembali ke bapak ibu melalui SHU. Dengan begitu akan mengangkat derajat hidupnya dari desil 1 ke desil 2 dan seterusnya,” jelas Menkop Ferry.

Ia juga menegaskan bahwa Presiden Presiden Prabowo Subianto tidak ingin masyarakat desa dan kelurahan hanya sekadar menjadi penerima manfaat program sosial.

Melalui keberadaan Kopdes/Kel Merah Putih ini, mereka ditransformasikan menjadi pelaku ekonomi.

“Mereka didorong menjadi pelaku ekonomi, dan sekarang sudah dibuatkan badan usahanya, namanya koperasi desa kelurahan Merah Putih,” ujarnya.

Menkop Ferry menjelaskan bahwa pembangunan gerai Kopdes/ Kel Merah Putih dilakukan secara masif.

Berdasarkan data dari PT Agrinas Pangan Nusantara yang bersinergi dengan TNI, pembangunan gerai, gudang dan sarana pendukung lainnya sudah ada sekitar 32 ribu.

Dari jumlah itu, yang dinyatakan telah selesai 100 persen sebanyak 2.200 di seluruh Indonesia.

Ia menambahkan bahwa partisipasi masyarakat menjadi anggota koperasi akan meningkat signifikan jika program ini dijalankan di seluruh desa. Kopdes, menurutnya, adalah instrumen pemberdayaan yang nyata.

Menkop Ferry juga menekankan bahwa Kopdes/Kel Merah Putih diarahkan untuk menjadi offtaker produk masyarakat.

Ia menyebutkan, Kemenkop akan mendorong agar produk UMKM lokal di Pasuruan maupun Jawa Timur dapat diinkubasi, dikurasi, hingga mendapatkan pembiayaan.

Produk-produk tersebut nantinya akan dipasarkan melalui gerai Kopdes/Kel Merah Putih.

“Itu gunanya koperasi desa, menjadi offtaker dari produk masyarakat apakah peternakan, UMKM, kerajinan, kuliner, dan lain-lain,” paparnya.

Saat menutup sambutannya, Menkop berpesan agar Kopdes Merah Putih di Gejugjati dapat dioptimalkan dan dikelola secara profesional.

Hal ini penting dilakukan karena Kopdes/Kel Merah Putih bukan sekadar program pemerintah melainkan sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di desa/kelurahan.

Sementara itu Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa di Jawa Timur penerima manfaat ada 5 juta keluarga penerima manfaat PKH dan bantuan lainnya.

Sementara di Kabupaten Pasuruan lebih dari 229 ribu keluarga. Saifullah memastikan seluruh penerima manfaat akan didorong untuk menjadi anggota Kopdes/Kel Merah Putih. Mensos juga mengingatkan agar bantuan sosial digunakan secara produktif.

“Kalau menerima bantuan tidak boleh untuk bayar utang atau membeli hal-hal yang merusak ekonomi keluarga seperti judi online dan miras. Setelah mendapatkan bansos, harapannya semangat untuk menjadi keluarga mandiri. Karena bansos itu sementara, berdaya itu selamanya,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar pemerintah daerah dan pusat dapat mempererat hubungan agar proses operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih dapat berjalan dengan baik dan lancar sebagaimana yang diharapkan pemerintah.

“Mari kita bersama-sama memastikan seluruh program sosial dari pemerintah pusat dapat menjadi pintu menuju kemandirian keluarga,” pungkasnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai program Kopdes/Kel Merah Putih sebagai wadah penting bagi penguatan ekonomi desa.

Di Jawa Timur, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tumbuh sebesar 5,85 persen. Tingginya realisasi pertumbuhan ekonomi ini turut digerakkan oleh kegiatan ekonomi desa termasuk program dari pemerintah pusat.

“Saat ini sudah beroperasi 97 kopdes, ada yang punya lebih dari satu gerai. Total anggota terdaftar 157 ribu orang, padahal di awal pembentukan hanya 6 ribu,” ucapnya.

Menurutnya, koperasi desa mampu memperkokoh ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut sehingga mampu menciptakan multiplayer effect di masa mendatang.***

Akhir Perjalanan Semesta Danur, Prilly Latuconsina Haru Menutup Kisah Risa Setelah 10 Tahun

0

Bogordaily.net – Film horor Danur: The Last Chapter dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026. Film ini menjadi penutup dari rangkaian panjang semesta Danur yang selama ini dikenal sebagai salah satu fenomena dalam dunia perfilman horor Indonesia.

Bagi Prilly Latuconsina, film tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar proyek akting. Selama hampir satu dekade, ia memerankan karakter Risa, sosok yang diangkat dari kisah nyata Risa Saraswati.

Perjalanan panjang itu dimulai saat Prilly masih berusia 19 tahun ketika pertama kali menjalani proses syuting film Danur.

Kini, setelah hampir sepuluh tahun berlalu, ia menyadari bahwa karakter tersebut telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan kariernya di industri film.

“Buat aku ini rasanya mengharukan sekali karena nggak terasa sudah 10 tahun perjalanannya. Dari aku 19 tahun syuting Danur ini dan senangnya adalah Danur selalu punya penontonnya dan selalu dicintai sama komunitasnya,” ujar Prilly di XXI Agora, Sudirman, Jakarta baru-baru ini.

Dalam film terakhir ini, Prilly melihat cerita yang disajikan benar-benar menjadi rangkuman dari perjalanan karakter Risa sejak awal hingga kini.

Sosok yang dulu digambarkan sebagai anak kecil yang memiliki hubungan dengan makhluk gaib kini telah berkembang menjadi pribadi yang lebih dewasa.

“Sedih karena ceritanya benar-benar merangkum semuanya, meng-capture fase kehidupan Risa yang sudah bertumbuh dewasa dan bagaimana dia berinteraksi dengan teman-temannya, Peter Cs, yang dari kecil menemani dia,” ungkap perempuan kelahiran Tangerang, Jawa Barat, 15 Oktober 1996 itu.

Film Danur juga memiliki arti penting bagi perjalanan karier Prilly di dunia perfilman. Ia mengakui bahwa proyek tersebut menjadi titik awal dirinya belajar dan berkembang sebagai seorang aktris di industri yang tidak selalu mudah untuk dijalani.

“Danur adalah titik pertama kali aku belajar dipercaya dan bertumbuh di tempat yang tidak diterima semua orang. Jadi rasanya kita sudah di penghujung perjalanan, pasti mengharukan banget dan semoga ini menjadi penutup yang manis,” kata pemeran Niskala dalam film Kukira Kau Rumah itu.

Selama menjalani perjalanan panjang sebagai Risa, Prilly juga mengaku merasakan kedekatan emosional dengan karakter sahabat gaib yang dikenal sebagai Peter dan kawan-kawannya, atau yang lebih populer disebut Peter Cs dalam cerita Danur.

Menjelang penayangan Danur: The Last Chapter, rumah produksi MD Pictures bersama Jurnal Risa juga menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Road to Danur: The Last Chapter. Kegiatan tersebut berlangsung di Bandung pada 4 Maret 2026.

Kota Bandung dipilih karena memiliki kaitan erat dengan kisah Risa Saraswati. Di kota inilah cerita tentang dirinya dan para sahabat gaib pertama kali dikenal publik melalui buku sebelum akhirnya diangkat ke layar lebar.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para pemain serta kru diajak mengunjungi sejumlah lokasi yang memiliki kenangan penting dalam perjalanan hidup Risa.

Sepanjang perjalanan, Risa Saraswati juga kembali menceritakan berbagai kisah mengenai sahabat-sahabat gaibnya serta tempat-tempat yang menjadi bagian dari semesta Danur, termasuk cerita tentang Asih, Canting, dan Ivanna.

Perjalanan itu kemudian berlanjut ke sebuah sekolah dasar yang disebut sebagai lokasi pertama Risa bertemu dengan Peter dan kawan-kawannya.

Di tempat tersebut, tim Jurnal Risa juga mencoba melakukan komunikasi spiritual dengan beberapa sosok yang selama ini dikenal dalam cerita Danur.

“Aku sempat ikut ke Jurnal Risa di Bandung dan diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan mereka (Peter Cs) secara langsung. Itu menjadi perpisahan yang manis buat aku,” tuturnya.***

Ketua DPRD Sastra Winara Apresiasi Lomba Masak “Pesona Ramadan 2026”

0

Bogordaily.net – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Sastra Winara mengapresiasi adanya lomba masak “Pesona Ramadan 2026”.

Menurut Sastra, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kebersamaan antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Bogor.

“Semoga kebersamaan yang terjalin ini semakin memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bogor,” kata Sastra, Selasa 10 Maret 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, menyampaikan bahwa kegiatan Pesona Ramadhan 2026 diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai unsur.

“Jumlah peserta lomba memasak pada kegiatan Pesona Ramadhan yang diselenggarakan selama dua hari ini sebanyak 120 peserta dari kecamatan dan 135 peserta dari SKPD serta BUMD,” ujar Ria Marlisa.

Ia menambahkan, lomba memasak ini menghadirkan dewan juri profesional, di antaranya Chef Harris, Chef Sekar, Chef Feby, dan Chef Ridho, guna memastikan proses penilaian berjalan objektif dan berkualitas.

Ria Marlisa menjelaskan bahwa maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk meramaikan bazar Ramadhan, meningkatkan daya tarik kunjungan masyarakat, serta mendorong perputaran ekonomi, khususnya bagi para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Kabupaten Bogor.

“Melalui lomba memasak ini, kami ingin memberikan ruang kreativitas di bidang kuliner serta mempererat kebersamaan antara perangkat daerah dengan masyarakat,” ungkapnya.***

Albin

Perumda Pasar Tohaga Pastikan Bahan Pokok Stabil Jelang Lebaran

0

Bogordaily.net – Perumda Pasar Tohaga memastikan kondisi harga kebutuhan pokok di seluruh pasar rakyat stabil jelang hari raya idul Fitri 1447 Hijriah.

Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga Haris Setiawan menyampaikan bahwa, hingga saat ini belum terjadi kenaikan harga yang signifikan pada sejumlah komoditas sembako.

Adapun, stok kebutuhan pokok masyarakat juga dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Untuk saat ini, menjelang dua minggu Lebaran, kami belum melihat adanya kenaikan harga yang signifikan,” kata Haris, Selasa 10 Maret 2026.

Menurut Haris, tren kenaikan harga bahan pokok bisa saja terjadi pada seminggu jelang hari raya Idul Fitri.

“Biasanya tren kenaikan harga mulai terjadi pada H-7 Lebaran, seiring meningkatnya permintaan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, kata Haris, pihaknya akan terus melakukan monitoring dan koordinasi intensif dengan para pedagang serta pihak terkait guna memastikan stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga hingga Hari Raya.

Sebagai bentuk transparansi dan kemudahan akses informasi bagi masyarakat, Perumda Pasar Tohaga juga mengimbau masyarakat untuk memantau harga kebutuhan pokok secara real time melalui website resmi Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Bogor.***

Albin

Hadirkan Senyum Lebaran, BAZNAS Kota Bogor Ajak Anak Yatim Belanja Kebutuhan Hari Raya

0

Bogordaily.net – Menjelang Hari Raya Idulfitri, BAZNAS Kota Bogor kembali menebar kebahagiaan melalui program unggulan santunan sosial. Sebanyak 50 anak yatim diundang secara khusus untuk merasakan pengalaman berbelanja kebutuhan lebaran secara mandiri di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bogor.

Kegiatan yang penuh kehangatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bogor, Kepala Kementerian Agama Kota Bogor, Camat Bogor Timur, serta perwakilan dari Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Kota Bogor. Kehadiran para pimpinan daerah ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program kemanusiaan yang dikelola oleh BAZNAS.

Dalam program “Belanja Bareng Yatim” ini, setiap anak diberikan santunan sebesar Rp500.000. Dana tersebut dapat digunakan secara bebas oleh masing-masing anak untuk memilih pakaian, sepatu, atau perlengkapan lebaran lainnya yang mereka sukai.

Ketua BAZNAS Kota Bogor, Subhan Murtadla,S.Ag, M.E, menyampaikan bahwa nominal tersebut diharapkan cukup untuk memberikan kebahagiaan yang layak bagi anak-anak yatim dalam menyambut hari kemenangan.

“Hari ini kita mengajak 50 anak yatim untuk berbahagia dengan memberikan santunan masing-masing sebesar Rp500.000. Kami ingin mereka merasakan suasana lebaran yang sama dengan anak-anak lainnya, di mana mereka punya kebebasan untuk memilih sendiri apa yang mereka butuhkan. Melalui santunan sosial ini, BAZNAS Kota Bogor berkomitmen memastikan dana zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki memberikan dampak psikologis dan keceriaan nyata bagi para mustahik,” ujar Subhan.

Sinergi Pemerintah dan Lembaga Zakat
Wali Kota Bogor memberikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS Kota Bogor yang terus berinovasi dalam penyaluran bantuan. Kehadiran jajaran pemerintahan, mulai dari Kepala Kemenag hingga Camat Bogor Timur, menunjukkan soliditas dalam mengawal kesejahteraan sosial di wilayah Bogor.

“Pemerintah Kota Bogor sangat mendukung langkah BAZNAS. Dengan santunan Rp500.000 per anak bagi 50 anak yatim hari ini, kita sedang menanamkan benih kebahagiaan. Saya berharap sinergi antara BAZNAS, Kemenag, dan bagian Kesra terus diperkuat agar program santunan sosial seperti ini bisa menjangkau lebih banyak lagi warga yang membutuhkan di seluruh pelosok Kota Bogor,” pungkas perwakilan pemerintah.

BAZNAS Kota Bogor secara rutin menyelenggarakan berbagai program santunan sosial yang transparan dan akuntabel. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota dan Kementerian Agama, BAZNAS memastikan setiap rupiah dari zakat dan sedekah masyarakat tersalurkan kepada mereka yang paling membutuhkan melalui program-program yang kreatif dan bermartabat.***