Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 581

Pacar Aira Yudhoyono Bikin Netizen Penasaran, Siapa Sebenarnya Saint Bantayan?

0

Bogordaily.net – Pacar Aira Yudhoyono. Tiga kata itu tiba-tiba ramai di media sosial sejak sebuah video TikTok memperlihatkan Aira — putri sulung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) — berjalan bersama seorang pemuda gagah dalam balutan formal di acara ngunduh mantu Al Ghazali dan Alyssa Daguise.

Pemuda itu disebut-sebut bernama Saint Bantayan. Belum ada konfirmasi, belum ada klarifikasi.

Tapi netizen sudah lebih dulu memberi label: pacar Aira Yudhoyono. Setidaknya, itu yang tertulis dalam banyak komentar dan unggahan video pendek yang beredar luas di TikTok.

Dulu publik juga heboh saat AHY muda terlihat sering tampil dengan Annisa Pohan di berbagai acara sebelum resmi menikah.

Tampaknya, publik kita selalu punya rasa ingin tahu besar tentang pasangan dari figur publik — apalagi jika ia putri dari calon presiden masa depan.

Pacar Aira Yudhoyono kembali disebut-sebut dalam unggahan akun TikTok @blue.sky1353.

Di sana terlihat Aira duduk berdampingan dengan pria yang diyakini bernama Saint Bantayan.

Sorotan kamera tak bisa menipu: mereka tampak akrab, dekat, dan sesekali tersenyum kecil.

Tak lama, muncul komentar netizen yang mulai menyusun narasi. “Cowoknya lagi berjuang di Akmil,” kata satu akun.

“Aira masih malu-malu, cowoknya effort banget,” tambah yang lain. Narasi ini pun tumbuh liar — persis seperti bagaimana gosip tumbuh subur di era media sosial: cepat, tak terbendung, dan kadang tanpa konfirmasi.

Dari penelusuran digital, akun TikTok bernama user0739174919478 — yang diduga milik Saint Bantayan — memuat unggahan foto Aira dan dirinya, diunggah pada 6 Januari 2025. Tak ada kata, tak ada caption panjang. Tapi visual lebih lantang dari kata-kata.

Ada yang menyebut Saint Bantayan ini calon perwira. Ada pula yang menduga ia anak dari tokoh penting.

Tapi seperti biasa, semua hanya dugaan. Bahkan nama aslinya pun belum jelas: Saint? Rizky? Bantayan? Netizen mencocokkan wajah, memeriksa nama akun, mencari tahu orang tuanya. Belum ketemu.

Di sinilah menariknya isu seputar pacar Aira Yudhoyono ini. Tak ada yang pasti, tapi semua ikut bersuara. Belum ada kepastian, tapi publik seolah sudah mendapat jawabannya.

Kita memang hidup di zaman ketika sebuah momen bisa melahirkan gosip nasional — cukup dengan satu video berdurasi 15 detik.

Apalagi kalau yang dibahas adalah anak pejabat, wajah rupawan, dan mungkin, masa depan istana.

Tapi sebelum ikut hanyut lebih jauh dalam euforia media sosial, mungkin ada baiknya untuk menunggu konfirmasi.

Bisa saja mereka hanya sahabat. Bisa juga memang sudah saling kenal dekat. Atau bisa juga benar: Saint Bantayan adalah pacar Aira Yudhoyono.***

Video Msbreewc dan Ello 7 Menit Bikin Heboh, Ini Fakta Sebenarnya

0

Bogordaily.net – Video Msbreewc dan Ello 7 menit. Judul yang entah kenapa membuat banyak orang gelisah, penasaran, bahkan sibuk mencari link yang belum tentu benar.

Video itu memperlihatkan dua konten kreator, Ello MG dan Msbreewc, terjebak. Bukan hanya di lift, tapi juga di kamar mandi.

Video ini seperti campuran antara drama tiga babak, parodi Spiderman, dan sinetron komedi era 2000-an. Tapi ya begitulah media sosial.

Yang receh bisa jadi viral. Yang viral bisa jadi misterius. Apalagi jika diberi bumbu cosplay dan ekspresi panik yang (terlihat) natural.

Video Msbreewc dan Ello itu seakan ingin membuat penonton percaya: ini spontan. Tidak ada skenario. Tidak ada sutradara.

Hanya dua manusia dalam kostum Spiderman—merah dan hitam—yang tampak tersesat di dunia nyata. Lucu? Mungkin. Aneh? Jelas. Tapi viral? Sudah pasti.

Cukup satu video 7 menit, satu adegan kocak di lift, dan satu kostum ketat, dunia maya bisa terbalik.

Yang membuat geleng-geleng adalah perburuan tautan video lengkap itu. Di kolom komentar, netizen saling berbagi “info akun”, lengkap dengan peringatan, “Link banyak scam!” Seolah video itu harta karun.

Padahal, yang didapat paling-paling cuma tawa setengah hati dan rasa heran, “Kenapa saya menontonnya?”

Bahkan, sampai tulisan ini dibuat, video Msbreewc dan Ello 7 menit yang asli belum ada di platform resmi.

Hanya potongan-potongan, reupload, dan segelintir akun misterius yang mengaku “punya full-nya.”

Satu hal yang pasti: dunia maya tidak pernah kehabisan cerita. Kadang, justru cerita seperti inilah—yang absurd, jenaka, dan menggoda penasaran—yang membuat kita kembali sadar: internet bukan hanya tempat cari informasi, tapi juga panggung besar. Dan semua orang ingin jadi tokoh utamanya.***

Program Loyalty Poin Cashier 2025, BRI Bagikan Hadiah Mobil Listrik hingga Jam Tangan Pintar bagi Merchant

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan transaksi non-tunai melalui kanal Electronic Data Capture (EDC) dengan menghadirkan program Loyalty Poin Cashier 2025.

Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi BRI dalam mengakselerasi digitalisasi layanan transaksi serta memperluas pemanfaatan teknologi di sektor ritel.

Berlangsung sejak Agustus 2024 hingga Mei 2025, Loyalty Poin Cashier 2025 memberikan penghargaan kepada merchant pengguna EDC BRI berdasarkan performa transaksi selama periode program.

Melalui program ini, BRI tidak hanya memberikan penghargaan berbasis kinerja, tetapi juga membangun keterikatan jangka panjang dengan merchant BRI sebagai bagian penting dalam ekosistem transaksi digital.

Setiap transaksi yang dilakukan dikonversi menjadi poin secara otomatis. Skema ini mendorong peningkatan volume transaksi sekaligus memperkuat loyalitas merchant terhadap kanal pembayaran BRI.

Selama program berlangsung, rata-rata volume transaksi bulanan tercatat meningkat naik 68,42%, serta kenaikan ratas Bulanan CASA dengan persentase pertumbuhan mencapai 60%.

Puncak dari rangkaian program, BRI menggelar pengundian hadiah utama di Kantor Pusat BRI, Jakarta pada Jumat (20/06). Undian ini melibatkan partisipasi aktif dari ribuan merchant BRI di seluruh Indonesia.

Para peserta undian merupakan merchant yang memenuhi kriteria dan memiliki kupon undian aktif.

Adapun daftar hadiah utama yang disediakan dalam program Loyalty Poin Cashier 2025 meliputi 1 unit Wuling Air EV Lite, 2 unit motor Alva Cervo (Standar), 2 unit iPhone 16 Pro 128GB, 2 unit MacBook Air 13” M3, 2 unit iPad Air 13” M2, 2 unit Galaxy Watch 7 44mm, dan 2 unit mesin cuci Samsung.

Selain itu, tersedia pula 10 voucher belanja digital dari Ultra Voucher, masing-masing senilai Rp2 juta. Dengan sistem tiering yang diterapkan, merchant dengan pertumbuhan transaksi tertinggi memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan hadiah, menciptakan kompetisi yang sehat dan mendorong pertumbuhan performa transaksi secara organik.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi BRI dalam mengoptimalkan kanal transaksi merchant untuk mendukung pertumbuhan dana murah secara berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa merchant BRI berperan penting dalam memperkuat sisi pendanaan bank melalui intensitas transaksi harian yang terus meningkat.

“Loyalty Poin Cashier kami jalankan sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem digital BRI, khususnya pada kanal transaksi merchant yang secara langsung mendorong pertumbuhan dana murah. Program ini juga mencerminkan kapabilitas transaction banking BRI yang terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan pelaku usaha. Kami terus mendorong pemanfaatan solusi digital untuk mendukung efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis merchant secara berkelanjutan,” ujar Aquarius.

Aquarius menambahkan bahwa keberhasilan program ini mencerminkan perubahan perilaku pelaku usaha yang semakin mengutamakan efisiensi, kecepatan, dan keamanan dalam bertransaksi.

Hal ini sejalan dengan strategi BRI dalam menghadirkan layanan perbankan digital yang responsif terhadap dinamika kebutuhan nasabah, sekaligus mendukung penguatan ekonomi ritel di berbagai wilayah.

Daftar pemenang Loyalty Poin Cashier 2025 diumumkan melalui laman resmi bbri.id/pemenangloyaltypoin. Seluruh pemenang akan dihubungi langsung oleh unit kerja BRI yang mengelola rekening masing-masing pemenang.

BRI mengimbau nasabah dan merchant untuk tetap waspada terhadap upaya penipuan yang mencatut nama perusahaan, terutama yang disertai permintaan data pribadi atau pembayaran. Seluruh proses dalam program ini tidak dikenakan biaya.***

Wamenkop Dorong Kopontren Jadi Sekunder Kopdes Merah Putih Menjadi Bagian Dari Ekosistem

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono mendorong Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) yang sudah maju dan sukses bisa menjadi sekunder bagi langkah bisnis Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih ke depan.

“Harapannya, Kopontren ke depan bisa menjadi koperasi yang bagus dan bisa menjadi tempat bagi keberadaan Kopdes/Kel Merah Putih,” kata Wamenkop, pada acara Haflah Akhirussanah ke-75 Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini yang dihadiri Ketua Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini Jainudin, Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (22/06).

Kongkritnya, lanjut Wamenkop, Kopontren menjadi semacam sekundernya, menjadi Distribution Center, penyedia aplikasi, hingga penguatan investasi di Kopdes/Kel Merah Putih.

“Ini bisa menjadi bagian dari ekosistem yang dibangun Kopontren. Saya yakin ini akan jadi satu kekuatan yang bisa bersinergi satu sama lain,” ucap Wamenkop.

Terlebih lagi, Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih berkeinginan untuk membangun ekosistem antara Kopontren yang sudah sukses dengan Kopdes/Kel Merah Putih.

Sehingga karena itu, Wamenkop mendorong Kopontren Al-Yasini yang sudah memiliki banyak embrio kegiatan usaha ini menjadi koperasi yang lebih moderen, lebih besar asetnya, hingga lebih banyak kegiatan usahanya.

“Salah satunya adalah membantu salah satu unit kegiatan bisnis di bidang pengelolaan sampah. Kita akan membantu penyediaan peralatan pengelolaan sampah yang nanti bisa hasilnya digunakan untuk keperluan komersial,” kata Wamenkop.

Wamenkop juga berharap Kopontren-Kopontren lain yang sudah profesional dan telah terbukti sukses, bersedia menjadi Kakak Asuh untuk membimbing, mendidik, melatih pengelola, pengurus dari Koperasi Desa/Kelurahan Kelurahan Merah Putih yang ada di Pasuruan dan sekitarnya.

Bagi Wamenkop, santri bukan hanya sebagai penjaga akidah, tetapi juga penggerak ekonomi umat, menciptakan peluang, membuka usaha, hingga mengembangkan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.

“Kita menginginkan santri sebagai pelaku dan pencipta solusi, termasuk dalam bidang ekonomi, baik kewirausahaan, koperasi santri, pertanian moderen, atau teknologi halal,” kata Wamenkop.

Wamenkop yakin para santri mampu menciptakan lapangan kerja, mengelola usaha, dan berdiri di atas kaki sendiri. “Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pendidikan perkoperasian,” ucap Wamenkop.

Pasalnya, lanjut Wamenkop, koperasi adalah model ekonomi masa depan yang bisa diadopsi oleh semua sektor termasuk koperasi santri, yang dapat menjadi tempat santri berwirausaha dan mendorong jiwa kemandirian dengan semangat gotong royong.

“Kemenkop siap untuk mendampingi pendirian dan penguatan koperasi santri dan jika dibutuhkan dapat menjalin kerjasama dengan yayasan dan pesantren,” ujar Wamenkop.***

Promosikan Kopi Lokal, Pemkab Bogor Sajikan Kopi Gratis Bagi Warga di Kabogorfest 2025

Bogordaily.net — Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor ke-543, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) menghadirkan kopi gratis bagi pengunjung Kabogorfest 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi promosi produk lokal unggulan, khususnya kopi Robusta asli Bogor, yang masih belum banyak dikenal oleh masyarakat luas.

Perwakilan dari Bidang Perlindungan Pelayanan Usaha Pertanian Distanhorbun Kabupaten Bogor, Khotip mengatakan, setiap kali ada momen penting yang melibatkan Kabupaten Bogor, pihaknya selalu hadir untuk memperkenalkan hasil bumi daerah.

“Termasuk sekarang di Kabogorfest, sesuai arahan pimpinan, kami fokus mempromosikan kopi Bogor,” ujarnya.

Dalam sehari, Distanhorbun mampu membagikan hingga 250 gelas kopi kepada pengunjung festival secara cuma-cuma. Tersedia dalam varian tanpa gula, gula putih, hingga gula merah, kopi ini disajikan untuk memperkenalkan keunikan rasa kopi Robusta Bogor yang khas.

“Kopi gratis ini bukan hanya untuk dinikmati, tapi sebagai sarana edukasi bahwa Bogor juga penghasil kopi berkualitas. Belum banyak yang tahu, padahal kopi kita sudah tembus ke tingkat nasional bahkan internasional,” tambah Khotip.

Untuk menikmati kopi gratis ini, pengunjung hanya perlu mengisi daftar hadir berupa nama, alamat, dan tanda tangan. Program ini tidak hanya membangun kesadaran terhadap produk lokal, tetapi juga memperkuat posisi kopi Bogor di kancah pasar kopi nasional yang semakin kompetitif.

“Dengan semangat mengangkat potensi lokal, kehadiran kopi Bogor di Kabogorfest 2025 diharapkan mampu mendorong tumbuhnya minat masyarakat terhadap produk pertanian daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani kopi lokal,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Riya, warga Cikaret, yang mengaku bangga sekaligus terkesan dengan cita rasa kopi lokal tersebut.

“Sangat bagus ya, biar masyarakat di sini bisa coba rasa kopi Bogor. Saya bangga banget. Rasanya beda, mirip Torabika tapi ini kopi asli Bogor. Saya senang banget ngopi pakai kopi Bogor,” ujar Riya sambil menikmati secangkir kopi hangat.

Riya berharap kegiatan serupa bisa digelar lebih sering.

“Jangan cuma sekali-sekali ya, diadain berkali-kali biar makin banyak yang kenal dan bangga sama kopi Bogor,”harapnya. (*)

UMKM Rempah Lokal Makin Mendunia, Labuna Bukukan Prestasi Bersama BRI

0

Bogordaily.net – Di tengah dominasi merek rempah besar di pasar, produk lokal bernama Labuna tampil mencuri perhatian dan kini menjadi salah satu brand rempah andalan yang mengisi dapur-dapur Indonesia. Berbekal semangat inovasi dan pemberdayaan, Labuna – singkatan dari Lada Bubuk Nusantara – membuktikan bahwa produk asli daerah mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Didirikan pada tahun 2017 oleh Rudi, seorang pemuda asal Mojokerto, Jawa Timur, Labuna berawal dari kejelian melihat peluang pasar lada bubuk kemasan sachet yang saat itu belum banyak digarap oleh pelaku lokal.

Meski menghadapi persaingan dengan merek-merek mapan, Rudi tetap yakin dan memulai usahanya dari nol dengan komitmen kuat: menghadirkan rempah-rempah berkualitas dalam kemasan praktis sembari memberdayakan petani lokal.

Awalnya memproduksi lada bubuk, namun seiring berjalannya waktu Labuna terus berkembang dengan memperluas lini produk ke rempah-rempah lain seperti kunyit bubuk, ketumbar bubuk, hingga bumbu khas Nusantara lainnya.

Kini distribusi produk Labuna telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia, dari Aceh hingga Sorong, Palu, Samarinda, dan kota-kota besar di Pulau Jawa.

Transformasi Labuna sebagai UMKM naik kelas tak lepas dari peran BRI melalui program Pengusaha Muda Brilian (PMB). Sejak bergabung dengan PMB pada 2022, Labuna mendapatkan pelatihan intensif, mentoring, hingga evaluasi menyeluruh dalam pengembangan produk, pemasaran, dan manajemen usaha.

“Banyak hal bermanfaat dan membantu yang didapat dari PMB BRI,” ujar Marketing Labuna Libri Annisa.
Puncak pencapaian Labuna sebagai UMKM binaan BRI terjadi pada ajang BRI UMKM EXPO(RT) 2025, di mana Labuna sukses meraih penghargaan Best Expo, sebuah pengakuan atas kualitas produk dan kesiapan menghadapi pasar yang lebih luas.

Atas prestasi tersebut, BRI merekomendasikan Labuna untuk mewakili Indonesia dalam ajang Food & Hotel Asia (FHA) di Singapura, salah satu pameran industri makanan dan minuman terbesar di Asia.

“Alhamdulillah kami diikutsertakan dalam event FHA oleh BRI, mewakili Indonesian Pavilion, setelah mendapatkan gelar Best Expo pada BRI UMKM EXPO(RT) 2025. Dari event tersebut kami mendapatkan banyak channel dari potential buyer, baik itu di Asia maupun dari berbagai benua lainnya,” jelas Libri.

Dukungan ini menjadi langkah awal Labuna untuk masuk ke pasar ekspor dan memperkenalkan kekayaan rempah Nusantara ke dunia internasional.

Kisah pertumbuhan Labuna turut tercermin dari capaian omzet yang kini telah melonjak dari semula puluhan juta per bulan menjadi ratusan juta setiap bulan. Perjalanan ini menunjukkan bahwa UKM lokal mampu bertumbuh signifikan jika mendapatkan dukungan yang tepat.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi, menyampaikan bahwa keberhasilan Labuna merupakan contoh nyata komitmen BRI dalam mendukung UKM untuk naik kelas.

“Melalui program seperti Pengusaha Muda Brilian dan BRI UMKM EXPO(RT), BRI menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang terintegrasi. Tak hanya memberikan pembiayaan, kami juga fokus pada peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar, termasuk pasar global,” ujar Agustya.

Menurutnya, prestasi Labuna tidak hanya mencerminkan keberhasilan satu entitas usaha, tetapi juga keberhasilan pendekatan strategis dalam membangun ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berdaya saing.

“Semakin banyak UMKM seperti Labuna yang kami dorong untuk go global, semakin besar pula kontribusi sektor usaha rakyat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Agustya.

Melihat potensi pasar dan permintaan yang terus meningkat, Labuna berharap agar dukungan terhadap sektor hulu, khususnya petani rempah, juga diperkuat.

“Jika petani juga diberi program pengembangan oleh BRI, akan ada peningkatan produksi. Ini penting agar keberlanjutan suplai tetap terjaga,” pungkas Libri.

Labuna bukan sekadar kisah sukses bisnis lokal. Ini adalah bukti nyata dari sinergi antara semangat kewirausahaan, pemberdayaan petani, dan dukungan institusi finansial nasional dalam menciptakan dampak ekonomi yang luas. Dari dusun kecil di Mojokerto, kini Labuna siap membawa harum rempah Indonesia ke panggung dunia. ***

Menuju Harkopnas 2025 Menkop Budi Arie dan Wamenkop: Ziarah ke Makam RM Margono Djojohadikusumo, Mengenang Semangat Perjuangan Koperasi

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi bersama Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono melakukan ziarah ke makam RM Margono Djojohadikusumo di Desa Dawuhan, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (21/6).

Ziarah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa dari R.M. Margono Djojohadikusumo dalam merintis koperasi sebagai fondasi ekonomi nasional yang berbasis gotong royong.

Seperti diketahui, RM Margono Djojohadikusumo adalah kakek dari Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang meninggal dunia pada tanggal 25 Juli 1978 di Jakarta, dan dimakamkan di pemakaman keluarga di Dawuhan, Banyumas, Jawa Tengah.

Menkop Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa RM Margono Djojohadikusumo adalah tokoh pendiri Bank Negara Indonesia dan pelopor gerakan koperasi di Indonesia. Oleh sebab itu menjadi keharusan bagi pemerintah untuk melanjutkan perjuangannya dalam membangun perekonomian yang kokoh dan mandiri salah satunya melalui beberapa program strategis yang telah dicanangkan seperti Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes/ Kel) Merah Putih.

“Ziarah ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan momentum untuk merenungkan kembali semangat perjuangan dan dedikasi dari Margono Djojohadikusumo dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang adil dan mandiri. Beliau meletakkan dasar koperasi sebagai instrumen perjuangan ekonomi rakyat,” kata Menkop Budi Arie.

Turut hadir dalam ziarah tersebut Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono, Sekretaris Kementerian Koperasi (Seskemenkop) Ahmad Zabadi, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Anggota DPR RI Novita Wijayanti, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Taufan E.N. Rotorasiko, Kepala Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah Eddy Sulistyo Bramiyanto.

Menkop menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bertekad melanjutkan semua cita-cita besar dari sang kakek membangun ekonomi kerakyatan. Diyakini melalui Kopdes/ Kel Merah Putih yang ditargetkan sebanyak 80.000 unit secara nasional akan menjadi alat untuk memajukan kesejahteraan masyarakat terutama di desa.

“Presiden Prabowo Subianto meneruskan semangat tersebut dengan menugaskan saya dan Pak Wamenkop (Ferry Juliantono) untuk memperkuat peran koperasi sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Menkop Budi Arie.

Rencananya peluncuran secara resmi program Kopdes/ Kel Merah Putih akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli mendatang. Menkop menambahkan bahwa di Banyumas saat ini telah berdiri Kopdes/ Kel Merah Putih yang dinilai layak menjadi salah satu koperasi percontohan nasional. Terlebih koperasi yang baru saja diluncurkan tersebut lokasinya sangat strategis dan berdekatan dengan makam R.M. Margono Djojohadikusumo.

“Kopdes di Dawuhan ini menandai awal perjalanan koperasi di Indonesia yang kini telah mencapai lebih 80 ribu unit yang siap diluncurkan serentak oleh Presiden bertepatan pada Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli,” ujar Menkop Budi Arie.

Menkop Budi Arie berharap keberadaan Kopdes/ Kel Merah Putih yang saat ini sedang digalakkan pemerintah menjadi salah satu wujud nyata implementasi dari mimpi-mimpi besar R.M. Margono Djojohadikusumo dalam membangun kedaulatan ekonomi Indonesia. Diyakini program ini akan berhasil dan akan menjadi tumpuan utama bagi upaya mendorong kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Dalam berbagai kesempatan saya sudah sampaikan berkali-kali bahwa musuh dari Kopdes/ Kel Merah Putih ini ada tiga yaitu ketakutan, kecurigaan dan keragu-raguan. Kopdes ini tidak akan gagal selama partisipasinya tinggi nawaitunya jelas untuk kemajuan desa,” katanya. ***

Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, PLN UP3 Bogor Lakukan Pembinaan Satuan Pengamanan

0

Bogordaily.net – Memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, PLN UP3 Bogor melakukan pembinaan satuan pengamanan (satpam) pada Senin, 9 Juni 2025.

Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bogor, Grahaita Gumelar, keselamatan kerja tidak hanya sekadar slogan, tapi juga harus menjadi budaya yang dilakukan secara konsisten oleh insan PLN.

Dalam kegiatan pembinaan teknis yang diikuti oleh 73 anggota satpam tersebut, Gumelar berpesan agar seluruh anggota satpam menjaga kesehatan dengan memperhatikan hasil pantauan berat badan setiap bulan.

“Selain itu, kesigapan dan kompetensi petugas satuan pengamanan harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Oleh karena itu, pelatihan dan pembinaan teknis satpam pada hari itu dititikberatkan pada pendalaman materi peraturan baris-berbaris (PBB) dan pengetahuan dasar bela diri.

“Hal ini untuk melatih disiplin dan mental tanggap satpam, ketegasan dan kerapian, serta sebagai dasar komando lapangan seperti formasi pengamanan, menjaga perimeter, dan lain-lain,” kata Gumelar.

Sementara itu, berdasarkan hasil Audit Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) dengan mengacu pada Peraturan Kepolisian Negara Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2017 tentang Pemberian Bantuan Pengamanan pada Objek Vital Nasional dan Objek Tertentu, yang meliputi komitmen dan kebijakan, pola pengamanan, konfigurasi standar pengamanan, dan monitoring dan evaluasi, PLN UP3 Bogor memperoleh skor 95,03% yang termasuk dalam kategori baik.

“Namun masih terdapat elemen dan kriteria yang harus diperbaiki dan ditindaklanjuti,” ucap Gumelar.

Jeri Rustaman, Koordinator Satpam PLN UP3 Bogor, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan pembinaan teknis bersama rekan-rekan anggota satpam.

“Secara evaluasi, alhamdulillah manfaatnya sangat besar sekali dirasakan. Kegiatan pelatihan rutin setiap bulan dilaksanakan dua kali, mempunyai tujuan untuk melatih kebugaran, ketangkasan, dan kebersamaan. Untuk menunjukkan bahwa satpam PLN menjadi satpam yang terbaik melalui pelatihan yang rutin dilaksanakan. Semoga ke depannya satpam PLN tetap jaya,” kata Jeri.

Di tempat terpisah, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Tonny Bellamy, berpesan satpam PLN harus sigap, cepat tanggap, dan profesional untuk mendukung kelancaran operasional PLN dalam melayani pelanggan dan menghadirkan listrik yang aman dan andal bagi masyarakat. ***

Kopdes Dawuhan Tidak Sekedar Piloting, Tapi memberi Energi Kopdes Yang Lain

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih Desa Dawuhan, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) dapat menjadi contoh terbaik dalam pengelolaan koperasi di seluruh Indonesia.

Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengatakan Kopdes/kel Merah Putih Dawuhan ini hanya berjarak 200 meter dari makam Margono Djojohadikusumo (Kakek Presiden Prabowo Subianto), yang merupakan tokoh penting dalam sejarah koperasi di Banyumas.

“Diharapkan, semoga semangat beliau bisa menular ke Kopdes/kel Merah Putih di Dawuhan ini,” kata Menkop dalam Soft Launching Percontohan Kopdes/kel Merah Putih Dawuhan, Banyumas, Sabtu (21/6/2025).

Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Anggota DPR RI Novita Wijayanti, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Taufan E.N. Rotorasiko, Kepala Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah Eddy Sulistyo Bramiyanto, serta perwakilan pejabat dari Kemenkop dan stakeholder terkait.

Banyumas sendiri dikenal sebagai kota bersejarah, di mana koperasi pertama kali didirikan oleh Raden Aria Wirjaatmadja, pelopor Koperasi di Hindia Belanda pada tahun 1895. Sehingga Banyumas, bukan hanya kota yang penuh dengan orang-orang besar tetapi juga sejarah yang luar biasa.

Menkop Budi Arie mengapresiasi pendirian dan pengembangan Kopdes/kel Merah Putih Dawuhan yang dipelopori oleh para Notaris dan tim pengurus desa.

Menkop menekankan, pentingnya menjaga kearifan lokal dalam pengelolaan koperasi. Agar koperasi bisa sama dengan koperasi di seluruh dunia. “Tapi kearifan lokal harus tetap dijaga. Ini ciri khas Banyumas,” ujarnya.

Dirinya juga memberikan target ambisius agar Kopdes/kel Merah Putih Dawuhan bisa menjadi juara satu Koperasi Desa nasional pada tahun depan, dengan syarat koperasi tersebut memiliki anggota minimal setengah dari warga desa dan keuntungan minimal Rp1 miliar rupiah per tahun.

“Maka, pendirian Kopdes/kel Merah Putih Dawuhan ini menandai awal perjalanan koperasi di Indonesia yang kini telah mencapai sekitar lebih 80 ribu unit Koperasi Desa/Kelurahan di seluruh Nusantara,” ujar Menkop.

Pemerintah, kata Menkop Budi Arie, melihat momentum ini sebagai saatnya Indonesia mengukir sejarah baru dalam perubahan ekonomi dan gerakan rakyat yang berfokus pada pengembangan koperasi desa.

Tujuan utama dari pengoperasian Kopdes/kel Merah Putih adalah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Mulai dari mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan sosial keluarga, hingga menstabilkan harga dan pasokan kebutuhan pokok. “Desa-desa diharapkan menjadi lebih produktif, tumbuh, dan mandiri melalui koperasi ini,” ucapnya.

Tak hanya itu, inovasi juga menjadi fokus utama, dengan penerapan sistem transaksi cashless dan digitalisasi yang memudahkan operasional koperasi, serta pengawasan yang lebih transparan dan profesional.

“Saya sudah membuktikan sendiri transaksi tanpa uang tunai menggunakan sistem digital buatan anak bangsa yaitu, QRIS. Berharap seluruh Kopdes/kel Merah Putih menggunakan transaksi digital agar akuntabel dan transparan,” tambah Menkop.

Pemerintah menargetkan, pengoperasian Kopdes/kel Merah Putih secara luas dapat berjalan cepat, namun tetap terukur dan terorganisir dengan baik, agar tidak menimbulkan kerusuhan sosial.

“Tak hanya SDM-nya yang siap, tapi juga organisasinya dan tata kelola juga harus siap. Ada 3 indikatornya dalam mengawasi Kopdes/kel Merah Putih ini. Tercatat, terukur dan terdampak,” ucap Menkop.

Menkop mengungkapkan, keberhasilan koperasi ini akan diukur dari dampaknya terhadap masyarakat desa di seluruh Indonesia. Melalui semangat sejarah dan inovasi teknologi, diharapkan Kopdes/kel Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan dan berdaya saing di era digital. “Koperasi menggerakkan ekonomi dari akar rumput, agar kemiskinan di desa bisa berkurang dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menkop bersama kementerian/lembaga terkait juga melakukan ziarah dan doa di makam Margono Djojohadikusumo, sebagai bentuk penghormatan sekaligus persiapan menyambut Hari Koperasi Nasional yang jatuh pada 12 Juli. ***

Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta, Cocok untuk Harian dan Keluarga

0

 

Bogordaily.net – Mencari mobil bekas di bawah 100 juta rupiah masih menjadi solusi favorit bagi masyarakat Indonesia yang menginginkan kendaraan pribadi tanpa membebani anggaran.

Pasar mobil second di tanah air terus tumbuh, seiring tingginya permintaan akan kendaraan murah, tangguh, dan irit bahan bakar.

Meski tergolong mobil bekas, bukan berarti unit-unit ini ketinggalan zaman. Banyak di antaranya masih memiliki performa mesin yang layak, desain menarik, dan fitur keselamatan standar. Mulai dari mobil kota (city car), hatchback, hingga MPV, semuanya tersedia dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Berikut ini adalah daftar mobil bekas dengan harga di bawah 100 juta yang direkomendasikan karena menawarkan kombinasi harga, kualitas, dan efisiensi:

Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta

1. Honda Brio Satya (2015–2017)

Harga Pasaran: Mulai Rp 78 Juta

Honda Brio Satya merupakan salah satu mobil paling dicari di segmen mobil bekas murah. Dengan mesin 1.2L i-VTEC 4-silinder, mobil ini sanggup menghasilkan tenaga hingga 90 PS dan torsi 110 Nm.

Pilihan transmisi manual 5-percepatan dan CVT menjadikan mobil ini fleksibel untuk kebutuhan kota maupun luar kota.

Konsumsi BBM Brio tergolong irit, mencapai rata-rata 20 km/l. Fitur keselamatan seperti dual airbags, ABS, EBD, serta struktur bodi G-CON + ACE menjamin keamanan berkendara. Desainnya yang stylish dan mudah dimodifikasi juga membuatnya digemari anak muda.

2. Suzuki Ignis (2017)

Harga Pasaran: Mulai Rp 77 Juta

Dikenal dengan gaya urban dan bodi mungil yang tangguh, Suzuki Ignis adalah pilihan unik di kelasnya. Mobil ini dibekali mesin 1.2L K12M yang menghasilkan tenaga 82 PS dan torsi 113 Nm. Cocok untuk pengguna yang menginginkan ground clearance tinggi layaknya SUV mini.

Transmisi tersedia dalam versi manual dan AGS (Auto Gear Shift), serta konsumsi BBM yang sangat irit di kisaran 21–22 km/l. Fitur keselamatan: ABS, EBD, BA, dan dual airbags, sudah jadi standar.

3. Toyota Agya (2016)

Harga Pasaran: Mulai Rp 95 Juta

Toyota Agya menjadi pilihan tepat untuk pengguna pemula atau keluarga kecil. Mesinnya 1.0L atau 1.2L, tergantung varian, dengan efisiensi bahan bakar antara 19–21 km/l.

Dikenal sebagai city car ekonomis, Agya menawarkan fitur keselamatan seperti dual airbags, ABS, dan EBD. Perawatannya mudah dan spare part melimpah. Mobil ini cocok digunakan sehari-hari dan cukup nyaman untuk perjalanan jarak sedang.

4. Daihatsu Ayla (2015)

Harga Pasaran: Mulai Rp 85 Juta

Daihatsu Ayla dikenal sebagai mobil murah dengan efisiensi tinggi. Mobil ini hadir dalam beberapa varian mesin, 1.0L dan 1.2L, serta pilihan transmisi manual dan otomatis. Konsumsi BBM-nya tergolong sangat hemat, berkisar 19–21 km/l.

Walaupun tergolong mobil LCGC (Low Cost Green Car), Ayla tetap dilengkapi dual airbags dan struktur bodi berstandar keselamatan. Selain itu, biaya servis dan pajaknya tergolong ringan.

5. Nissan Grand Livina (2013)

Harga Pasaran: Mulai Rp 90 Juta

Butuh mobil keluarga yang luas tapi tetap ramah di kantong? Nissan Grand Livina jawabannya. Mobil 7-penumpang ini ditenagai mesin 1.5L atau 1.8L yang bertenaga dan cocok untuk perjalanan luar kota. Tenaga mesin mencapai 105–126 PS, tergantung varian.

Meskipun konsumsi BBM-nya sedikit lebih boros (12–15 km/l), kenyamanan kabin, suspensi empuk, dan fitur lengkap seperti ABS, EBD, dan dual airbags membuatnya unggul di kelas MPV bekas murah. Ideal untuk keluarga muda yang aktif.

Itulah tadi rekomendasi mobil bekas dibawah Rp100 juta.***