Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 607

Klaim Saldo DANA Gratis 2025 Hari Ini 18 Juni 2025, Cara Aman Dapat Link DANA Kaget Tanpa Aplikasi Tambahan

0

Bogordaily.net –  Saldo DANA gratis hari ini Rabu, 18 Juni 2025 bisa didapatkan dengan banyak cara hingga terkumpul Rp170.000 setiap harinya. Yuk ketahui selengkapnya di bawah ini.

Salah satu fitur paling populer untuk mendapatkan saldo ini adalah melalui link DANA Kaget yang banyak tersebar di internet dan media sosial.

Link DANA Kaget adalah fitur yang memungkinkan pengguna saling berbagi saldo secara langsung dalam bentuk tautan.

Ketika pengguna membagikan link tersebut, siapa pun yang berhasil mengaksesnya lebih dulu bisa langsung mengklaim saldo gratis yang tersedia di dalamnya.

Namun perlu diingat, jumlah saldo terbatas dan link dapat hangus dalam hitungan menit jika terlalu banyak yang mengakses secara bersamaan.

Latas, bagaimana cara klaim saldo gratis dari link DANA kaget?

Cara Klaim Link DANA Kaget Hari Ini 18 Juni 2025

DANA Kaget kerap diburu karena memungkinkan pengguna mendapatkan saldo DANA gratis tanpa aplikasi tambahan. Namun, keberhasilan klaim sangat tergantung pada kecepatan dan strategi kamu.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk klaim DANA Kaget terbaru hari ini:

  • Temukan link DANA Kaget terbaru di media sosial, grup WhatsApp, Telegram, atau situs tertentu. Pastikan link tersebut valid dan bukan phishing atau tautan palsu.
  • Perhatikan waktu pembukaan link. Beberapa pengguna menyetel jam tertentu saat link dapat diakses, jadi pantau terus notifikasinya.
  • Klik link DANA Kaget tepat pada detik pertama akses dibuka. Ketepatan waktu sangat krusial untuk mendapatkan bagian saldo.
  • Kamu akan diarahkan ke aplikasi DANA, lalu tekan tombol “Buka di sini”.
  • Jika berhasil, nama akunmu akan muncul bersama nama-nama pengguna lain yang juga berhasil mengklaim.
  • Cek saldo di akun DANA-mu, biasanya akan langsung bertambah sesuai nominal yang berhasil kamu klaim.

Link DANA Kaget biasanya hanya aktif selama 24 jam, namun bisa saja hangus lebih cepat jika kuota saldo sudah habis dibagi.

Itulah tadi informasi cara klaim saldo DANA gratis hari ini Rabu, 18 Juni 2025 melaluik link DANA kaget.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi seputar cara mendapatkan saldo DANA gratis hari ini melalui fitur resmi DANA Kaget.

Namun, keberhasilan dalam mengklaim saldo tidak dijamin karena tergantung pada kecepatan akses, ketersediaan saldo, serta validitas tautan.

Klaim Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini Rabu 18 Juni 2025, Banyak Hadiah Langka Menanti!

0

Bogordaily.net – Punya mimpi tampil keren di medan tempur Free Fire (FF) tanpa keluar uang? Buruan klaim kode redeem FF hari ini Rabu, 18 Juni 2025, hanya berlaku dalam waktu terbatas.

Garena kembali membagikan kode redeem FF terbaru yang dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah eksklusif, mulai dari skin senjata langka, bundle karakter premium, hingga voucher diamond gratis.

Kode redeem Free Fire ini menjadi salah satu cara favorit pemain untuk mendapatkan item tanpa perlu membeli diamond, sehingga selalu diburu setiap kali diumumkan.

Namun, karena jumlah klaim sangat terbatas, pemain disarankan untuk segera mengakses dan menukarkannya sebelum kadaluarsa.

Jangan sampai kehabisan ya, karena setiap kode punya batas waktu klaim dan jumlah pengguna terbatas. Jadi, siapa cepat dia dapat!

Apa Saja Hadiah dari Kode Redeem FF?

Saat berhasil klaim, kamu bisa memperoleh item spesial yang biasanya hanya bisa dibeli dengan diamond. Hadiah-hadiah yang bisa kamu dapatkan antara lain:

  • Skin senjata langka seperti AK47, MP40, hingga shotgun M1887
  • Bundle karakter premium dan eksklusif
  • Pet lucu dan item tambahan untuk bantu kamu di medan pertempuran
  • Voucher Gold Royale dan Weapon Royale
  • Tiket inkubasi dan Diamond Voucher

Cara Klaim Kode Redeem FF Hari Ini

Untuk para pemain yang masih bingung bagaimana cara menukarkan kode FF gratis, berikut ini panduan lengkap dan mudahnya:

  • Buka browser dan kunjungi situs resmi Garena Free Fire: https://reward.ff.garena.com/id
  • Login menggunakan akun FF yang terhubung dengan Facebook, Google, VK, atau X.
  • Setelah berhasil login, masukkan kode redeem FF 12-16 digit pada kolom yang tersedia.
  • Klik tombol Konfirmasi untuk menukarkan kode.
  • Jika berhasil, hadiah akan otomatis masuk ke dalam mailbox akun Free Fire kamu.

Kode Redeem FF Hari Ini 18 Juni 2025

VENGY18EX472

4F96ZWSWS2R4

HE3WH99A89S8

KIOSGAMERFF1

TIMNASETB5J1

INDOR0D4W8E6

4AZYG8SZ1FJ6

JKTE8M89FM4M

SGJKT48TOKEN

TKNSG2WINDAH

JKT48TOKENSG

X5HCV6PVGHH3

Incubator

WISHTX8J3NMR

OSCARGANTENG

Demikian informasi yang dapat Anda simak terkait klaim kode redeem FF hari ini Rabu, 18 Juni 2025.***

DISCLAIMER: Artikel ini tidak menjamin seluruh kode akan berhasil diklaim oleh semua pengguna, karena faktor seperti region, waktu klaim, serta akun yang sudah pernah menggunakan kode serupa. 

Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Rabu 18 Juni 2025, Diguyur Hujan Dibeberapa Wilayah

Bogordaily.net – Warga Kota Bogor diimbau untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca disekitar. Berikut informasi prakiraan cuaca Bogor hari ini Rabu, 18 Juni 2025.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah di Kota Bogor diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, bahkan disertai petir dan angin kencang di sejumlah kecamatan.

Kondisi cuaca hari ini berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan seperti pelajar, pekerja lapangan, pedagang, dan pengendara.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru agar dapat mengantisipasi risiko seperti banjir lokal, pohon tumbang, hingga keterlambatan transportasi.

Detail Prakiraan Cuaca Kota Bogor Hari Ini 18 Juni 2025

Berikut rincian prakiraan cuaca berdasarkan kecamatan yang ada di Kota Bogor:

1. Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Petir

Suhu Udara: 21–24°C

Kelembapan: 86–97%

2. Bogor Timur

Cuaca: Hujan Petir

Suhu Udara: 21–25 °C

Kelembapan: 85–96%

3. Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Sedang

Suhu Udarda: 22–26 °C

Kelembapan: 85–95%

4. Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan

Suhu Udara: 22–26 °C

Kelembapan: 80–94%

5. Bogor Utara

Cuaca: Hujan Sedang

Suhu Udara: 22–26 °C

Kelembapan: 81–95%

6. Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Ringan

Suhu Udara: 23–27 °C

Kelembapan: 78–94%

Demikian prakiraan cuaca Kota Bogor hari Ini Rabu, 18 Juni 2025 berdasarkan informasi dari BMKG.***

 

Menelusuri Hijau dan Sejuknya Pagi di Bogor

Bogordaily.net – Pagi di Bogor selalu menyuguhkan pengalaman yang menyegarkan dan menenangkan. Udara segar yang masih dipenuhi sisa embun menyambut setiap langkah, menciptakan suasana yang ideal untuk memulai hari. Dari kamar kos di daerah Malabar, saya memutuskan untuk menjelajahi keindahan pagi dengan jogging. Dengan sepatu lari terpasang dan earphone yang mengalunkan musik lembut, saya melangkah keluar, siap menelusuri kota yang terkenal dengan julukan “Kota Hujan”.

Begitu keluar dari kos, udara pagi yang masih sejuk langsung menyapa wajah saya. Langit masih berwarna jingga samar, tanda matahari baru saja terbit. Jalanan di sekitar Malabar masih lengang, hanya beberapa kendaraan yang melintas, dan beberapa pedagang kaki lima mulai menata dagangan mereka. Aroma kopi dari warung kecil di sudut jalan bercampur dengan harumnya tanah basah setelah hujan semalam. Saya menarik napas dalam-dalam, menikmati ketenangan yang jarang bisa dirasakan saat siang hari ketika kota mulai sibuk.

Saya mulai berlari pelan, mengikuti trotoar yang dipenuhi pepohonan rindang. Suara kicauan burung terdengar di kejauhan, berpadu dengan langkah-langkah ringan di atas aspal yang masih dingin. Sesekali, saya melihat pesepeda yang juga menikmati udara segar pagi ini, beberapa di antaranya saling menyapa dengan senyum ramah. Di persimpangan, saya melewati tukang bubur ayam yang tengah sibuk melayani pelanggan pertama mereka. Harum kaldu ayam yang menggoda membuat perut saya sedikit bergemuruh, tapi saya memutuskan untuk menyelesaikan jogging terlebih dahulu sebelum menikmati sarapan.

Taman Sempur : ruang terbuka untuk berolahraga
Pagi di Taman Sempur selalu punya suasana yang khas. Udara masih segar, matahari baru naik, dan orang-orang sudah mulai beraktivitas. Begitu masuk ke area taman, saya langsung melihat beberapa kelompok yang sedang jogging, ada juga yang sekadar jalan santai sambil ngobrol. Di tengah lintasan, sekelompok ibu-ibu tampak serius mengikuti instruktur senam, gerakannya energik banget. Musik aerobik yang diputar dari speaker kecil bikin suasana semakin semangat. Saya mulai berlari pelan, menikmati ritme pagi yang ramai tapi tetap terasa nyaman.

Di salah satu sudut taman, ada sekumpulan anak muda yang sedang latihan tari tradisional. Saya berhenti sebentar, penasaran dengan gerakan mereka. Salah satu dari mereka menyalakan musik, dan tiba-tiba suasana berubah. Semua mulai menari dengan penuh energi, gerakan mereka kompak dan bertenaga. Beberapa pengunjung taman ikut memperhatikan, ada yang merekam dengan ponsel, mungkin buat konten media sosial. Saya tersenyum melihatnya—Bogor memang penuh anak-anak muda kreatif yang selalu punya cara untuk mengekspresikan diri.

Setelah satu putaran jogging, saya duduk di salah satu bangku taman buat istirahat sebentar. Seorang bapak tua yang duduk di sebelah saya menyapa ramah, “Baru pertama kali jogging di sini?” Saya mengangguk dan bilang kalau saya mahasiswa yang baru beberapa bulan tinggal di Bogor. Obrolan kami mengalir santai, beliau cerita kalau sudah lebih dari sepuluh tahun rutin olahraga di Sempur. “Udara pagi di sini bikin badan enak, kalau udah biasa, sehari nggak olahraga malah kerasa ada yang kurang,” katanya sambil tersenyum.

Di sekitar area taman, beberapa pedagang kaki lima mulai sibuk melayani pembeli. Ada yang jual jus buah, gorengan, sampai bubur ayam. Bau harum bubur yang mengepul dari mangkok bikin perut saya keroncongan. Saya akhirnya jalan ke salah satu pedagang yang jual es kelapa muda. “Es kelapa muda, Mbak? Seger lho buat abis olahraga,” kata penjualnya sambil menyodorkan gelas plastik berisi es kelapa yang masih ada serat-seratnya. Saya langsung menerimanya, meneguk perlahan sambil menikmati suasana. Rasanya manis alami dan segar, pas banget setelah jogging.

Sebelum pulang, saya berjalan ke area dinding mural yang ada di taman. Warna-warnanya mencolok, dengan gambar yang mencerminkan budaya Bogor. Salah satu mural yang menarik perhatian saya bertuliskan, “Jaga Sempur, Jaga Kota Kita.” Sebuah pengingat sederhana tapi berarti banget. Saya mengambil beberapa foto sebelum akhirnya beranjak pergi. Pagi ini di Taman Sempur benar-benar menyenangkan, dan saya yakin bakal sering balik ke sini lagi.

Kebun Raya Bogor: Keindahan Alam yang Menawan
Setelah puas menikmati suasana pagi di Taman Sempur, saya melanjutkan perjalanan ke Kebun Raya Bogor. Jalanan masih cukup lengang, hanya sesekali terlihat kendaraan yang melintas. Saya berjalan santai di trotoar, menikmati udara pagi yang masih sejuk. Beberapa pedagang kaki lima mulai membuka lapak di pinggir jalan, ada yang menjual kue-kue basah, ada juga yang menawarkan kopi panas. Aroma kopi yang menyeruak membuat saya tergoda, tapi saya memutuskan untuk lanjut dulu—nanti saja cari yang lebih santai di dalam kebun.

Begitu melewati gerbang Kebun Raya, suasana langsung berubah. Pepohonan tinggi menjulang di kanan dan kiri, memberikan keteduhan yang jarang saya temukan di tengah kota. Udara di sini terasa lebih segar, dengan aroma tanah yang lembap bercampur dengan dedaunan hijau. Burung-burung berkicau riuh, seakan menyambut para pengunjung yang datang. Saya menarik napas dalam-dalam, menikmati ketenangan yang langsung menyelimuti. Ini salah satu alasan kenapa saya selalu suka tempat-tempat hijau seperti ini—rasanya tenang banget, jauh dari kebisingan kota.

Saat berjalan di salah satu jalur setapak, saya melihat seorang pria dengan kamera besar sedang fokus memotret sesuatu di atas pohon. Saya penasaran dan mendekat untuk melihat lebih jelas. Rupanya, dia sedang mengabadikan seekor burung kecil berwarna cerah yang bertengger di dahan. “Kalau pagi, burung-burungnya lebih aktif,” katanya tanpa melepas pandangan dari kamera. Saya mengangguk dan bertanya apakah dia sering memotret di sini. “Sering banget! Tempat ini surga buat fotografer, banyak objek menarik, dari burung, pohon, sampai serangga kecil yang unik,” jawabnya antusias. Saya jadi berpikir, sepertinya asyik juga kalau lain kali saya bawa kamera dan coba cari objek menarik di sini.

Saya melanjutkan perjalanan ke area kolam teratai. Airnya tenang, dengan daun-daun teratai yang mengapung di permukaan, beberapa di antaranya sudah mulai berbunga. Warna merah muda bunga teratai kontras dengan hijaunya daun, menciptakan pemandangan yang cantik. Di tepi kolam, seorang ibu dan anaknya sedang melemparkan makanan ke ikan-ikan yang berenang di bawah. “Lihat, ikannya besar-besar ya, Bu!” seru si anak dengan mata berbinar. Ibunya hanya tersenyum, menikmati momen sederhana itu bersama anaknya. Saya ikut terpesona melihat ikan-ikan koi berwarna-warni bergerak lincah di dalam air.

Saat berjalan lebih jauh, saya sampai di area yang menghadap langsung ke Istana Bogor. Dari balik pagar besi, saya bisa melihat bangunan megah itu berdiri dengan anggun, dikelilingi taman hijau yang luas. Beberapa rusa tampak sedang merumput dengan santai, sesekali mengangkat kepala seolah memperhatikan pengunjung yang mengamati mereka dari kejauhan. Saya tersenyum sendiri melihat rusa-rusa ini selalu jadi salah satu hal paling menarik setiap kali datang ke Kebun Raya.

Tak jauh dari situ, ada sekelompok mahasiswa yang sedang duduk di bawah pohon, tampak asyik berdiskusi sambil membuka buku dan laptop. Salah satu dari mereka, seorang perempuan berkacamata, tiba-tiba berdiri dan berjalan ke arah saya. “Mbak, boleh fotoin kami nggak?” tanyanya dengan senyum ramah. Saya mengangguk dan mengambil ponselnya. “Oke, satu… dua… tiga!” Setelah beberapa kali jepretan, mereka melihat hasilnya dan langsung tertawa puas. “Makasih ya, Mbak!,” kata salah satu dari mereka. Saya tersenyum dan mengangguk.

Setelah cukup lama berjalan kaki, saya iseng menyewa skuter listrik yang tersedia di dekat pintu masuk. Lumayan, biar nggak capek keliling Kebun Raya yang luas banget ini. Begitu skuter mulai melaju pelan, angin sejuk langsung terasa di wajah. Rasanya seru juga menyusuri jalan setapak yang dikelilingi pepohonan tinggi, sambil sesekali melihat pengunjung lain yang juga menikmati pagi di sini.

Di salah satu jalur yang agak sepi, saya melewati pasangan muda yang juga naik skuter. Mereka tampak asyik bercanda, sesekali saling balapan kecil. Saya tertawa sendiri melihatnya, lalu tanpa sadar jadi ikut mempercepat laju skuter. Bukan buat balapan sih, cuma biar lebih terasa adrenalinnya.

Saat hampir sampai di area dekat kolam teratai, saya melambatkan laju skuter dan berhenti sebentar. Ada beberapa orang yang duduk di pinggir kolam, menikmati pemandangan air yang tenang dengan bunga teratai yang mengapung di atasnya. Saya juga ikut duduk sebentar, menarik napas dalam-dalam. Suasananya damai banget.
Tiba-tiba, seorang anak kecil yang juga naik skuter berhenti di sebelah saya. “Kak, kakak juga baru belajar naik ini ya?” tanyanya polos. Saya tertawa kecil, “Enggak sih, tapi emang masih agak kagok juga.” Dia mengangguk paham, lalu bilang, “Aku tadi hampir nabrak batu, untung nggak jatuh.” Saya hanya tersenyum sambil mengacungkan jempol. “Hebat dong kalau bisa jaga keseimbangan,” balasku.

Setelah merasa cukup istirahat, saya kembali melanjutkan perjalanan. Meliuk-liuk di jalur setapak dengan skuter listrik memang pengalaman yang seru. Nggak cuma bikin eksplorasi jadi lebih cepat, tapi juga nambah kesan menyenangkan di Kebun Raya. Rasanya belum puas, tapi hari makin siang, jadi saya pun memutuskan untuk mengembalikan skuter dan beranjak pulang.

Sebelum pulang, saya memutuskan untuk duduk sebentar di bawah pohon besar, menikmati suasana sekitar. Angin sepoi-sepoi berhembus lembut, membuat dedaunan bergoyang perlahan. Saya menutup mata sebentar, meresapi ketenangan yang jarang bisa saya temukan di tempat lain. Kebun Raya Bogor benar-benar tempat yang sempurna untuk melarikan diri sejenak dari kesibukan. Saya tahu, saya pasti akan kembali ke sini lagi.

Momen Berharga dalam Kesederhanaan
Saya menyempatkan diri duduk sejenak di bangku taman, menikmati sepoi angin sambil mengamati pengunjung lain yang juga menikmati keindahan alam. Ada keluarga yang piknik, anak-anak bermain, serta pasangan muda yang mengambil foto-foto romantis. Momenmomen sederhana ini sangat berarti; mereka mengingatkan saya akan pentingnya menghargai keindahan alam sekitar.

Setelah merasa cukup berkeliling dan meresapi keindahan pagi itu, saya memutuskan untuk kembali ke kos. Perjalanan pulang terasa lebih ringan; mungkin karena energi positif yang saya dapatkan dari aktivitas pagi ini. Udara segar dan pemandangan hijau membuat rutinitas sederhana ini terasa begitu bermakna.

Saat berjalan pulang melewati jalan-jalan kecil di sekitar Kebun Raya, saya melihat warung bubur ayam yang mulai buka, dengan beberapa pelanggan sudah duduk di bangku kayu sederhana. Aroma kaldu ayam yang hangat langsung menggoda perut yang mulai keroncongan. Saya akhirnya memutuskan untuk berhenti sebentar dan duduk di salah satu bangku kosong.

Seorang bapak paruh baya dengan gerobak dorongnya tampak sibuk meracik pesanan. “Pakai sambal, Kak?” tanyanya ramah ketika menyajikan semangkuk bubur dengan topping melimpah. Saya mengangguk, lalu mengambil sendok dan mulai menikmati sarapan sederhana ini. Rasanya enak, dengan tekstur bubur yang lembut berpadu dengan gurihnya kacang dan ayam suwir.

Di sebelah saya, ada dua orang ibu-ibu yang asyik mengobrol sambil menikmati sarapan mereka. “Pagi-pagi makan bubur emang paling pas ya, Bu,” salah satu dari mereka berkomentar, disambut anggukan setuju dari temannya. Saya hanya tersenyum, menikmati suasana pagi yang santai.

Sambil menghabiskan bubur, saya melihat jalanan mulai lebih ramai. Orang-orang berangkat kerja, pedagang kaki lima semakin banyak yang buka, dan suasana kota mulai hidup kembali. Rasanya puas bisa menikmati pagi dengan tenang sebelum kembali ke aktivitas harian.

Setelah membayar dan mengucapkan terima kasih kepada penjual, saya kembali melanjutkan perjalanan pulang. Perut kenyang, hati senang, dan pagi ini terasa lebih spesial dari biasanya.***

Cikita Sinaga
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Peran Strategis Komunikasi dan Media Digital Diera Society 5.0

0

Bogordaily.net – Komunikasi digital merupakan suatu cara mengirimkan pesan kepada komunikan atau penerima pesan melalui media digital. Komunikasi juga dapat dipahami sebagai mekanisme pengalihan informasi ataupun mekanisme pengalihan informasi ataupun pesan dari publik melalui sarana digital. Adapun karakteristik komunikasi digital ini sangat berbeda dari cara konvensional.

Perbedaan utama dan yang paling mencolok dapat dilihat dari segi pengemasan informasi pada media digital pesan atau informasi disajikan dalam bentuk gabungan berupa teks, gambar, grafik, sound, animasi, videp, yang dikemas menjadi file digital sehingga informasi tersebut terjadi dengan lebih menarik.

Di era digital 5.0 saat ini yang semakin berkembang pesat menjadi bagian yang semakin berkembang pesat menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Berbeda dengan televisi, radio, maupun koran yang merupakan media tradisional yang sudah mulai ditinggalkan. Media digital memanfaatkan internet untuk menjangkau audiens di seluruh dunia. Hal ini memungkinkan penyebaran informasi atau pesan yang lebih efektif, cepat dan luas.

Dewasa ini, media digital menjadi pilihan terbaik dalam penyerbarluasan informasi dengan menggunakan internet informasi yang ingin dibagikan kepada audiens dapat dengan cepat disebarluaskan. Selain itu, bentuk dan format media digital itu sendiri yang beragam mulai dari aplikasi mobile, video online, blog hingga website memungkinkan pengguna menyajikan konten yang lebih menarik sesuai dengan kebutuhan.

Perkembangan media digital yang begitu pesat, terutama dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga media ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, memungkinkan orang untuk berinteraksi dengan konten secara instan dan global.

Ide dasar dari komunikasi digital mencakup beragam konsep penting yang ada dalam dunia digital, termasuk internet (Konsep Digital, n.d.). Namun, mereka juga meliputi hal-hal yang tidak terkait langsung dengan internet, sperti CD-ROM, media multimedia, serta perangkat lunak realitas virtual yakni, perangkat lunak yang memungkinkan penciptaan gambar tiga dimensi yang tampak seolah-olah nyata.

Sejarah Komunikasi Digital
Awal mula media digital bisa dilacak kembali ke tahun 1940-an hingga 1960an ketika komputer pertama mulai dikembangkan. Penemuan mesin seperti ENIAC membuka jalan untuk pengolahan data yang lebih canggihl.

Pada tahun 1970-an hingga 1990-an, internet mulai berkembang dari proyek militer AS yang dikenal sebagai ARPANET. Di akhir 1980-an, Tim Berners-Lee menciptakan World Wide Web, yang membuat akses informasi jadi lebih mudah dan cepat.

Di era 1990-an, media digital makin berkembang dengan hadirnya browser web, yang memungkinkan pengguna mengakses konten multimedia seperti gambar dan video.
Tahun 2000-an menjadi era di mana media sosial mulai merajai dunia digital. Platform seperti Facebook, Twitter, dan YouTube mengubah cara orang berkomunikasi, berbagi konten, dan berinteraksi secara online.

Sejak tahun 2007, dengan kemunculan smarthpone, akses ke media digital semakin mudah. Aplikasi dan layanan streaming mengubah cara kita menikmati konten, membuat semuanya bisa diakses di mana saja dan kapan saja.

Mulai dari 2010-an hingga sekarang, teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai digunakan untuk menyajikan konten yang lebih personal bagi pengguna, sehingga pengalaman digital jadi lebih menyenangkan dan efisien. Algoritma cerdas ini membantu merekomendasikan apa yang mungkin ingin kita lihat atau dengar.

Apa Teori yang Relevan dengan Media Digital ?
Komunikasi digital merupakan cara penyampaian pesan menggunakan teknologi digital seperti, blog, website, email, iklan online, podcast, dan lainnya. Oleh karena itu, berbicara tentang komunikasi digitak saat ini, kita akan membahas bagaimana teknologi mempermudah penyebaran informasi secara cepat, efiseien dan interaktif.

Ada teori penting yang erat kaitannya dengan media digital yaitu:
1. Internet sebagai Media Jurnalisme
Dalam hal ini, internet dapat diketahui sebagai media baru yang menggabungkan beberapa unsur yakni computing dan information technology, communication network, dan digital content. Dengan kombinasi tiga unsur tersebut media digital diartikan sebagai penggabungan media massa akibat pengaruh perkembangan teknologi informasi, ke dalam satu tempat yaitu dunia digital. Media digital memerlukan internet yang memberikan kecepatan, kapasitas penyimpanan yang lebih besar, mudah diakses, biaya yang lebih murah serta mampu menyajikan informasi secara real-time dan interaktif. Ini menjadikan internet sebagai komponen yang harus ada dan sebagai alai yang kuat dalam komunikasi digital, tidak menutup kemungkinan untuk menyebarluaskan berbagai bentuk informasi tersebar dengan cepat dan global.

2. Teori Jaringan
Teori jaringan digunakan untuk memahami bagaimana hubungan hubungan antara produksi, komunikasi, dan informasi beroperasi dalam media digital. Adapun jaringan yang dimaksud dalam hal ini yang bersifat fisik, seperti jaringan global atau internet, serta jaringan non-fisik , yakni jaringan sosial media. Intinya, teori jaringan ini membahas tentang bagaimana koneksi-koneksi ini memungkinkan arus informasi atau pesan dan komunikasi berlangsung di era digital.
Dengan memahami kedua teori ini, kita bisa lebih mudah melihat bagaimana teknologi memengaruhi cara kita berkomunikasi dan mengakses informasi di dunia modern.
Jenis-Jenis Media Sosial dan Perannya

Ada beberapa jenis media sosial, di antaranya:
1. Jejaring Sosial
Jejaring Sosial merupakan media sosial yang paling banyak digunakan saat ini, dengan berbagai fitur di dalamnha memnungkinkan kita untuk berkomunikasi satu sama lain, berbagi informasi, video, audio, gambar, dan video. Misalnya seperti facebook, Instagram, linkedIn dan lainnya.
2. Blog
Blog bisa dikatakan sebagai jurnali pribadi yang ada di internet. Penggunanya dapat menuangkan pendapat atau ide nya melalui tulisan atau catatan mengenai topik yang dianggap menarik dan menggunggah nya untuk dibagikan kepada orang lain.

Selain itu, terdapat peran dan fungsi media sosial yang biasa digunakan, seperti:
1. Menyediakan informasi dan membantu kita mendapatkan informasi
2. Sebagai media promosi
3. Sebagai media ekspresi dan branding
4. Sarana dokumentasi, dan integrasi
5. Membantu system administrasi

Apa saja Strategi dalam Penggunaan Media Digital pada Media Sosial ?
1. Media Politik atau Pemungutan Suara Online
Media sosial atau platform digital bisa digunakan untuk mendukung proses politik, seperti pemungutan suara online, polling, atau untuk menyampaikan pendapat politik secara lebih mudah dan cepat kepada banyak orang. Selain itu, media sosial juga dapat mempengaruhi pola piker Masyarakat tergantung bagaimana kita mengemas konten dengan semenarik mungkin.

2. Media Pemasaran dan Penjualan
Platform digital bisa menjadi tempat yang efektif untuk memasarkan dan menjual produk. Melalui media sosial atau website, kita bisa mempromosikan barang dan jasa kepada banyak orang tanpa harus memiliki toko fisik. Di era 5.0 ini kebanyakan Masyarakat memilih untuk berbelanja online karena di anggap lebih murah, praktis dan efisien.

3. Media Iklan
Media digital dapat digunakan sebagai media iklan melalui digital advertising. Periklanan digital adalah strategi pemasaran yang menggunakan media digital untuk mempromosikan produk atau layanan bisnis. Internet sering digunakan sebagai sarana untuk menampilkan iklan. Dengan memasang iklan di media sosial, website, atau aplikasi, perusahaan bisa memperkenalkan produk mereka kepada banyak orang dengan cara yang lebih menarik dan terarah.

4. Sebagai Media Peringatan untuk Masyarakat
Media digital adalah media yang isinya dapat berupa kombinasi teks, gambar, dan data suara uyang disebarluaskan melalui internet. Dengan begitu media digital dapat dijadikan sarana peringatan darurat kepada khalayak ramia, seperti informasi bencana, cuaca buruk, prakiraan cuaca, atau berita penting lainnya yang perlu diketahui banyak orang.***

Cikita Sinaga

Biografi Yafinda Julia Andriani, Perjalanan dari Karawang Menuju Industri Event

0

Bogordaily.net – Yafinda Julia Andriani, seorang perempuan yang lahir di Karawang pada 20 Juli 2022. Masa kecilnya diwarnai dengan penanaman nilai kemandirian yang kuat dari keluarga. Ia tidak pernah diantar jemput sekolah sejak TK, bahkan sudah berani naik kendaraan umum sejak berada di Sekolah Dasar (SD).

Kebiasaan ini tentunya sangat berperan penting dalam pembentukan kepribadiannya menjadi seseorang yang lebih disiplin, teratur, dan tidak bergantung pada orang lain. Tidak bisa dipungkiri, Yafnida sering merasa kesulitan, meskipun ia dibiasakan untuk selalu berusaha sendiri. Namun, keluarganya tetap menjadi garda terdepan dan selalu siap membantu Yafnida ketika ia sedang ada masalah.

Pengalaman dan Ketertarikan pada Komunikasi dan Dunia Event
Ketertarikan Yafnida pada dunia komunikasi dan event mulai tumbuh sejak Sekolah Menengah Akhir (SMA). Ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan memiliki kemampuan lebih dalam berbicara di depan umum (public speaking) yang membuatnya semakin menyadari betapa ia menikmati berinteraksi dengan orang lain dan membuat acara yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ketika melihat program studi Komunikasi Digital Media (KMN) menawarkan mata kuliah event organizer, Yafnida merasa menemukan jurusan yang tepat untuk mengembangkan minatnya. Oleh sebab itulah, keinginan untuk belajar Public Speaking dan meniti karir di bidang event semakin memantapkan pilihannya untuk menekuni program studi Komunikasi Digital dan Media (KMN) di Sekolah Vokasi IPB University.

Masa studi di Komunikasi Digital dan Media (KMN) sangat berkesan bagi Yafnida. Ia berkesempatan untuk terlibat dalam berbagai proyek lapangan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Dari proyek-proyek itulah yang menjadi wadah bagi Yafnida untuk mengasah skill dan membentuk kemampuan yang ia miliki. Yafnida merasa bahwa Komunikasi Digital dan Media (KMN) telah memberikan bekal yang sangat berharga untuk mempersiapkan dirinya menghadapi dunia kerja di masa depan.

Di KMN, Yafnida tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi acara. Ia juga belajar bagaimana bekerja dalam tim, berkomunikasi dengan klien, dan memecahkan masalah yang muncul selama proses penyelenggaraan acara. Semua pengalaman ini sangat membantunya dalam membangun karirnya di bidang event.

Turning Point: Memperdalam Fokus pada Sebuah Event
Saat berkuliah sebagai mahasiswi Komunikasi Digital dan Media (KMN), Yafnida aktif berorganisasi, termasuk di BEM dan Musik of Vocation (MOV) Sekolah Vokasi IPB University. Titik balik dalam karirnya terjadi ketika ia bergabung dengan Bigu Festival, sebuah event musik piknik terbesar di Indonesia. Ia terlibat dalam festival ini selama dua tahun, pada tahun 2023 saat masih menjadi mahasiswa akhir dan pada tahun 2024.

Pengalaman di Bigu Festival membuka jalannya untuk lebih fokus di bidang event musik dan penyelenggaraan acara secara luas. Yafinda Julia, belajar banyak tentang bagaimana mengel.ola acara besar, berkoordinasi dengan berbagai pihak, dan memastikan semua berjalan lancar. Dari sinilah Yafnida semakin yakin bahwa karirnya memang berada di dunia event.

Berkarya di Vincy Entertainment: Menciptkan Kebahagiaan Lewat Event di Purwakarta dan Sekitarnya
Saat ini, Yafinda Julia berkarir di Vincy Entertaintmet, sebuah event organizer yang berbasis di Purwakarta. Yafnida memegang peran atau memiliki jobdesck sebagai Event Planner, yang memungkinkan keterlibatan langsung dari awal persiapan acara, baik itu dari brainstorming ide, meeting dengan klien, hingga pitching, Yafnida selalu terlibat aktif. Yafnida merasa sangat beruntung bisa bergabung dengan Vincy Entertainment, yang sejalan dengan minatnya di bidang event dan memberikan kesempatan untuk mengembangkan karirnya.

Vincy Entertainment didirikan dengan tujuan untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Purwakarta, yang sebelumnya di kota tersebut belum memiliki banyak penyelenggara event atau event organizer. Hal tersebut yang menjadi tolak ukur bagi Yafnida dan tim untuk mendirikan dan terus mengembangkan Vincy Entertainment di kota Purwakarta. Selain itu, Yafinda Julia dan tim Vincy Entertainment memiliki visi untuk menjadikan Vincy sebagai event organizer yang dikenal di Purwakarta dan mempeluas jangkauan ke Jabodetabek. Tagline Vincy adalah “create happiness”, yang mencerminkan komitmen mereka untuk menciptakan kebahagiaan bagi klien dan semua orang yang terlibat dalam acara yang mereka selenggarakan.

Salah satu proyek yang paling berkesan bagi Yafnida adalah ketika Vincy Entertainment dipercaya untuk menyelenggarakan acara screening movie digital dan grand opening brand fashion muslim, Wearing Klamby. Keberhasilan acara ini dan feedback positif dari klien membuat Yafnida semakin termotivasi untuk terus berkarya di bidang event. Terlebih lagi, Wearing Klamby memberikan repeart order kepada Vincy Entertainment, yanng semakin membuktikan kualitas kerja mereka.

Dengan Vincy Entertainment yang terus berkembang yang benchmarking di Purwakarta dan menjadi tolak ukur bagi event organizer di Purwakarta, Yafnida miliki visi yang lebih dalam, yaitu menciptakan kebahagiaan yang berkelanjutan melaluis setiap event yang ia selenggarakan. Ia percaya bahwa setiap acara adalah kesempatan untuk menyebarkan kebahagiaan, membangun koneksi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Memanfaatkan Ilmu KMN untuk Memajukan Klien
Yafnida berperan sebagai event planner dan sosmed spesialis di Vincy Entertainment. Ia mengelola media sosial klien dan mengembangkan strategi konten yang efektif. Skill ini tentunya ia peroleh berkat mata kuliah di Komunikasi Digital dan Media (KMN) yang memebrikan bekal pengetahuan dan keterampilan di bidang media sosial. Yafnida merasa senang bisa memanfaatkan ilmu yang dia dapatkan di bangku kuliah untuk membantu memajukan bisnis klien Vincy Entertaintment.
Pesan Motivasi untuk Mahasiswa/i KMN: Jangan Takut Keterbatasan, Cari Peluang!

Yafnida berpesan kepada mahasiswa KMN untuk tidak pernah takut menghadapi keterbatasan. Yafnida mengajak setiap mahasiswa untuk terus mencari peluang dan memaksimalkan potensi yang dimiliki. Selain itu, Yafnida juga menekankan pentingnya mencari passioan, mengasah skill, dan membangun relasi. Ia meyakini bahwa dengan kerja keras, kegigihan, dan selalu melakukan kebaikan, mahasiswa KMN dapat meraih kesuksesan di masa depan.***

Cikita Sinaga

Donal Trump dan Ancaman Kesehatan Global

0

Bogordaily.net – Donal Trump, Presiden Amerika Serikat, baru-baru ini mengumumkan keputusan kontroversial dengan menghentikan pasokan obat untuk tuberkulosis (TBC), HIV, dan malaria ke negara-negara miskin, termasuk Indonesia. Kebijakan ini merupakan bagian dari pembekuan bantuan dan pendanaan yang dimulai sejak 20 Januari 2025. Langkah ini dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap upaya penganggulangan penyakit di negaranegara yang paling membutuhkan dukungan medis ini.

Dikutip dari detikHealth, Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) selama ini membantu negara-negara miskin di seluruh dunia melalui berbagai program pembangunan, ekonomi, dan kemanusiaan.

Keputusan tersebut juga mencakup penghentian distribusi perlengkapan medis untuk bayi baru lahir di negara-negara yang sebelumnya menerima bantuan dari Badan Pembangunan Internasional AS (USAID).
Dampak Kebijakan

Penghentian bantuan medis ini dipandang sebagai keputusan politis yang dapat memperburuk penyebaran penyakit di seluruh dunia. Ketua Yayasan Stop TB Partnership Indonesia (STPI), dr Nurul Luntungan, menyatakan bahwa keputusan ini akan meningkatkan risiko penyebaran penyakit secara global dan menggangu upaya kesehatan masyarakat.

Keputusan ini juga dapat menyebabkan krisis kesehatan masyarakat yang lebih luas, dengan meningkatkan jumlah kasus baru dan kematian akibat penyakit yang seharusnya dapat dicegah atau diobati. Hal ini menciptkan beban tambahan bagi sistem kesehatan di negara-negara miskin.

Mantan pejabat Badan Pembagunan Internasional Amerika Serikat (USAID), Atul Gawande, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala kesehatan global di lembaga tersebut, menyebut keputusan ini sebagai “bencana besar”.

Dampak jangka panjang dari penghentian pasokan obat ini bisa sangat besar, terutama bagi penderita HIV. Tanpa pengobatan, virus HIV dapat berkembang pesat, melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan meningkatnya resikp penularan ke orang lain.

Menurut The New York Times, satu dari tiga wanita hamil yang tidak menerima pengobatan dapat menularkan virus HIV kepada bayi mereka. Selain itu, penghentian terapi ini juga bisa memperburuk krisis resistensi obat, yang berpotensi menciptkan strain baru yang lebih sulit diobati.

Jirair Ratevosian, mantan kepala staf PEPFAR di era pemerintahan Presiden Joe Biden, menyebut kebijakan ini sebagai “domino lain dari dampak buruk pembekuam program yang sangat berbahaya, yang membuat nyawa tergantung pada keseimbangan.” Sebuah studi memperkirakan, jika program bantuan ini dihentikan, lebih dari 600.000 nyawa di Afrika Selatan saja bisa hilang dalam satu dekade ke depan.

Langkah ini menimbulkan kekhawatiran besar terkait masa depan upaya penganggulangan HIV dan penyakit-penyakit lainnya di negara-negara miskin, yang sangat bergantung pada bantuan dari USAID dan lembaga internasional lainnya.
Implikasi untuk Indonesia

Dalam konteks Indonesia, keputusan Trump dsatang pada saat yang krusial. Negara ini memiliki beban TBC tertinggi kedua di dunia setelah India, berisiko gagal mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2030. Penghentian pendanaan dan akses terhadap obat-obatan vital dapat merusak strategi pengendalian penyakit yang telah dibangun, sehingga menghambat kemajuan dalam penganggulan TBC dan HIV.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut hal itu sedikit banyak mempengaruhi sumber hibah untuk pendanaan sejumlah penanganan penyakit maupun pengobatan, termasuk salah satunya TBC. Meskipun pemerintah Indonesia berusaha mencari alternatif pendanaan dari negara lain, seperti Arab Saudi dan India, dampak dari keputusan AS tetap signifikan.

Selama ini, Indonesia beberapa kali mendapatkan bantuan secara langsung dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) hingga sumber lain Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan juga aliansi vaksin internasional GAVI. Sumbangan utama di lembaga tersebut juga didominasi AS. Misalnya, pendanaan WHO yang 14,53 persen di antaranya merupakan hibah AS.

Meskipun begitu, pemerintahan Indonesia telah menjadikan penanganan Tb sebagai salah satu prioritas dalam rencana pemerintahan Presiden Prabowo untuk periode 2024-2029, seperti yang tekah diungkapkan oleh Ktua Yayasan STOP Tb Partnership Indonesia (STPI), Nurul Luntungan.

Keberadaan obat Tb yang efektif sangat penting untuk menjaga kesetimbangan dalam penanggulangan penyakit ini. Meski vaksinasi sudah dilakukan, penanganan di lapangan melalui akses obat yang memadai tetap menjadi kunci untuk mengatasi penyebaran Tb. Oleh karena itu, masyarakat dan pemerintah dunia diharapkan bisa bersatu untuk menyampaikan pentingnya dukungan internasional dalam memerangi penyakit berbahaya ini.

Dalam menghadapi tantangan ini, penting bagi semua pihak untuk mempertahankan nilainilai kemanusiaan dan memahami dampak dari setiap kebijakan yang diambil. STPI berharap agar ke depannya tidak ada lagi keputusan yang diambil secara instan tanpa analisis mendalam, khususnya dalam konteks kesehatan yang berhubungan dengan nyawa manusia. Dengan tetap memberikan akses yang layak terhadap obat-obatan, diharapkan kehidupan mereka yang terpapar Tb bisa diselamatkan.

Penghentian pasokan obat yang diusulkan Trump dapat mengakibatkan dampak yang lebih arah di berbagai bidang, terutama kesehatan masyarakat. Tanpa akses yang memadai terhadap pengobatan, pencapaian target global untuk pengentasan Tb akan semakin sulit dicapai.

Penghentian pasokan obat yang diusulkan Trump dapat mengakibatkan dampak yang lebih arah di berbagai bidang, terutama kesehatan masyarakat. Tanpa akses yang memadai terhadap pengobatan, pencapaian target global untuk pengentasan Tb akan semakin sulit dicapai. Hal ini menjadi tantangan serius bagi seluruh dunia untuk tetap berkomitmen dalam penanganan penyakit ini.

Keputusan ini merupakan sebuah tindakan politis yang tidak mempertimbangkan dampak kemanusiaan. Sebuah keputusan politis untuk menunjukkan kekuasaan.***

Cikita Sinaga
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Tikar, Curug, dan Saudara Ketemu Gede

Bogordaily.net – Sebagai mahasiswa, liburan murah meriah adalah pilihan utama. Jadi ketika aku dan beberapa teman memutuskan untuk pergi ke curug, kami benar-benar mengandalkan insting hemat. Alam terbuka, suara air terjun, dan bekal seadanya yang penting liburan, deh.

Namun begitu sampai di lokasi, ternyata semuanya berbayar. Mulai dari makanan dan minuman, hingga tikar buat duduk. Harga sewa tikar? Rp35.000. Buat kami yang datang dengan uang seadanya, itu jelas bikin mikir dua kali. Apalagi lahan-lahan kosong pun udah ‘dikuasai’ oleh tikar-tikar sewaan. Kami cuma bisa berdiri dan celingak-celinguk, bingung cari tempat duduk yang nggak perlu keluar uang.

Di tengah kebingungan itu, datanglah seorang ibu-ibu entah dari mana, yang dengan santainya berkata: “Dek, mau duduk? Gak usah nyewa. Nih saya kasih aja tikarnya. Nanti saya bilang kalian sodara saya ya.”

Tanpa mikir panjang, kami langsung jawab, “Iya buu!” sambil senyum lega.
Spontan, kami langsung bikin skenario dadakan versi keluarga: dua teman salim, satu lagi manggil “tante!”, bahkan ada yang dadah-dadah ke anaknya yang lagi main. Kita semua masuk ke peran masing-masing seolah-olah memang bagian dari keluarga besar ibu itu.

Padahal nggak ada yang tahu nama ibu itu siapa, atau siapa anaknya. Tapi yang jelas, dia menyelamatkan kekantongkeringan kami. Kami duduk nyaman, makan bekal, ngobrol, dan menikmati alam, di atas tikar yang bukan kami sewa, tapi kami pinjam dari kebaikan hati seseorang yang kami tidak kenal.

Sampai sekarang, kami masih suka tertawa tiap kali ingat kejadian itu. Cerita sederhana, tapi hati kami pulang dengan penuh ceria. Salam dari “anak-anak sodara ibu” versi curug dadakan.***

Selfira Putri

Langkah Kecil Menuju Mimpi Besar: Perjalanan Khalila Zahra Maharani

0

Bogordaily.net – Khalila Zahra Maharani, berusia 22 tahun, seorang mahasiswa yang tengah berjuang untuk melanjutkan Studi S2. Perjalanan hidupnya penuh dengan tantangan dan segudang keberhasilan. Sejak kecil, Kalila sudah memiliki cita-cita yang besar, termasuk keinginan untuk belajar di luar negeri. Dengan tekad dan kerja keras, ia berhasil mencapai banyak hal yang sebelumnya hanya menjadi angan-angan. Meski penuh rintangan, termasuk perasaan kehilangan arah saat pertama kali masuk kuliah di masa pandemi, Kalila tetap berusaha mengejar tujuannya.

Di awal kuliahnya, Kalila sempat merasa tidak yakin dengan pilihannya, terutama karena program kuliah yang banyak dijalani secara online akibat COVID-19. Ia merasa kesulitan beradaptasi dengan pembelajaran jarak jauh, merasa terisolasi karena tidak bisa bersosialisasi dengan teman-teman sekelas, dan sempat berpikir bahwa ia tidak cocok dengan jurusan komunikasi. Bahkan, ia sempat merasakan tekanan mental yang cukup berat, sampai akhirnya ia jatuh sakit karena panic attack. Namun, lambat laun, Kalila mulai menemukan kembali semangatnya. Dia menyadari bahwa meskipun banyak tantangan, itu semua adalah bagian dari proses yang membentuknya menjadi lebih baik.

Sebagai anak tunggal, Kalila sangat dekat dengan orang tuanya, yang selalu mendukung keputusan hidupnya tanpa pernah memaksakan kehendak. Kedua orang tuanya selalu mengingatkannya untuk tetap berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, untuk terus berkembang, dan tidak berhenti berjuang. Ayahnya selalu memberikan semangat dengan berkata, “Kamu harus lebih keren dari ayah,” dan reaksi kebahagiaan saat mendengar Kalila diterima di universitas di luar negeri menunjukkan betapa besar dukungannya terhadap perjuangan anaknya. Kalila merasa sangat terinspirasi oleh orang tuanya, yang selalu memberikan yang terbaik dan mendukungnya dengan sepenuh hati.

Di samping orang tuanya, Kalila juga merasa terinspirasi oleh berbagai pengalaman yang ia jalani selama kuliah, seperti magang di berbagai perusahaan media dan berinteraksi dengan orang-orang yang bekerja di bidang yang ia minati. Selain itu, ia aktif dalam berbagai kegiatan di lingkungan kampus dan komunitas, seperti menjadi asisten dosen, yang memberinya kesempatan untuk membimbing mahasiswa lain dalam menulis penelitian dan jurnal mereka.

Pengalaman-pengalaman ini membentuknya untuk lebih yakin dalam mengejar impian dan terus berusaha memberikan yang terbaik. Namun, perjalanan Kalila tidak selalu mulus. Terkadang, ia merasa terhambat dengan banyaknya rintangan dan kesulitan yang dihadapinya, baik dalam hal akademik maupun pribadi.

Meski begitu, ia selalu berusaha untuk bangkit dan terus melangkah maju. Keinginan untuk memberikan manfaat bagi orang lain, terutama keluarga dan lingkungan sekitar, menjadi motivasi utama dalam hidupnya. Kalila merasa bahwa hidupnya tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk memberikan dampak positif bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.

Dalam percakapan tersebut, Kalila juga menyampaikan pesan untuk generasi muda yang tengah berjuang seperti dirinya. Menurutnya, meskipun pendidikan akademik penting, pengalaman hidup dan hubungan sosial juga tidak kalah pentingnya. Membangun hubungan yang sehat dengan orang lain, baik itu dengan teman, pasangan, atau keluarga, akan sangat mendukung perjalanan hidup seseorang. Kalila mengingatkan untuk tidak terlena hanya pada dunia akademik, tetapi juga penting untuk menjaga keseimbangan dalam hidup, karena orang-orang di sekitar kita sangat mempengaruhi perkembangan pribadi kita.

Selain itu, Khalila Zahra,  juga menekankan pentingnya membaca buku dan terus belajar, tidak hanya melalui buku akademik, tetapi juga untuk memahami perspektif orang lain. Ia mengingatkan agar generasi muda tidak meninggalkan agama sebagai pegangan hidup, dan terus berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.

Ia menegaskan bahwa dalam hidup, kita harus berusaha untuk menjadi orang yang baik, memiliki budi pekerti, dan berusaha untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Pesan terakhir Kalila adalah untuk tidak takut mengambil langkah pertama meskipun banyak rintangan yang menghadang. Ia mengingatkan agar kita selalu percaya pada diri sendiri dan tidak menyerah pada keadaan.

Perjalanan hidup memang tidak selalu mudah, tetapi dengan tekad dan dukungan orang-orang tercinta, kita bisa melewati segala tantangan. Khalila Zahra,  berharap agar generasi muda terus berjuang dan tidak pernah berhenti mengejar impian mereka. Sebagaimana yang ia rasakan dalam perjalanannya, di akhir semua perjuangan tersebut, akan ada hasil manis yang menanti.***

Putri Nabila Raissah

Pengalaman Pertama Liburan ke Bali

Bogordaily.net – Akhirnya, setelah beberapa bulan cuma jadi wacana di grup WhatsApp keluarga, liburan ke Bali benar-benar terlaksana juga. Ini merupakan pengalaman pertama saya ke Pulau Dewata. Kami berangkat pagi-pagi dari Jakarta. Suasana di bandara sudah ramai, tapi semua tetap semangat. Saya duduk di sebelah kakak saya di pesawat, dan sepanjang penerbangan dia sibuk motret langit dari jendela. Ibu sibuk mengecek tas kami, dan Ayah seperti biasa tenang-tenang saja, cukup bawa koran dan kopi.

Begitu mendarat di Bandara Ngurah Rai, udara panas langsung terasa, tapi justru itu yang bikin beda. Ada aroma laut, campur bau dupa dari sesajen di setiap sudut. Rasanya langsung tahu, “Oke, ini Bali.” Kami dijemput oleh sopir hotel yang sudah kami pesan jauh- jauh hari.

Namanya Pak Wayan, orangnya ramah banget dan suka cerita soal tempat-tempat seru di Bali selama perjalanan ke Seminyak. Hari pertama, kami langsung ke Pantai Kuta. Pantainya ramai tapi tetap asik. Saya
dan adik main air, sementara Ibu duduk santai di bawah payung sambil ngemil kacang rebus.

Ayah? Dia sibuk motret kami dari segala sudut. Sore harinya kami tungguin sunset. Warna langitnya keren banget, oranye keemasan, kayak lukisan. Saya cuma bisa diam, menikmati pemandangan sambil berpikir, “Kapan lagi bisa kayak gini sama keluarga.”
Hari kedua, kami sewa mobil dan jalan ke Pura Tanah Lot.

Ini salah satu tempat yang dari dulu pengin saya lihat langsung, bukan cuma dari foto. Jalannya agak jauh, tapi pemandangan sepanjang jalan bikin lupa capek. Begitu sampai, pura itu berdiri megah di atas batu karang, dikelilingi ombak. Kami sempat duduk-duduk sambil minum es kelapa, lalu makan siang di warung kecil yang ternyata enak banget ayam betutunya juara.

Hari ketiga, kami pindah suasana ke Ubud. Suasananya jauh lebih tenang, banyak
pepohonan, dan sawah-sawah hijau yang bikin adem mata. Kami mampir ke Monkey Forest, tempat yang dipenuhi monyet yang lumayan jahil.

Salah satu monyet malah naik ke bahu adik saya dan nggak mau turun, kami semua langsung ketawa. Setelah itu, kami iseng masuk ke galeri seni kecil, tempat seniman lokal jualan lukisan dan ukiran. Saya sempat ngobrol sebentar dengan salah satu pelukisnya, dan dia cerita soal inspirasi dari budaya Bali. Saya jadi sadar, di Bali, seni itu bukan cuma karya, tapi bagian dari hidup.

Sorenya, kami ikut kelas membuat canang sari. Ternyata nggak segampang
kelihatannya. Bikin sesajen kecil dari janur dan bunga ini butuh kesabaran dan ketelitian. Tapi dari situ saya belajar, bahwa di Bali, hal-hal kecil pun punya makna. Semua dilakukan dengan hati, bukan cuma rutinitas.

Hari keempat, kami pergi ke Bedugul, ke Danau Beratan. Cuacanya lebih sejuk dibanding daerah pantai. Kabut tipis menyelimuti danau, dan Pura Ulun Danu berdiri cantik di pinggir air. Kami sempat duduk di dekat danau, diem-diem aja, sambil menikmati udara segar. Saya sempat berpikir, kapan terakhir kali saya benar-benar menikmati suasana kayak gini nggak pegang HP, nggak mikirin kerjaan, cuma bareng keluarga.

Sebelum pulang, kami sempat belanja oleh-oleh di pasar seni Sukawati. Suasananya ramai, penuh warna, dan tentu saja penuh godaan. Saya beli kaos Bali buat teman-teman, Ibu borong camilan khas, dan Ayah akhirnya beli ukiran kayu kecil yang dari kemarin dia taksir tapi masih mikir-mikir.

Liburan ini bukan cuma soal tempat-tempat bagus yang kami kunjungi, tapi soal
waktu yang kami habiskan bareng-bareng. Ketawa di mobil, makan bareng, saling ganggu di kamar hotel, semua itu yang bikin perjalanan ini terasa hangat. Rasanya menyenangkan bisa lepas sebentar dari rutinitas, dan kembali merasa dekat dengan keluarga.

Bali bukan cuma tentang pantai dan pura. Buat saya, Bali adalah tentang momen-
momen sederhana yang bikin hati penuh. Hari kelima, kami bangun sedikit lebih siang karena malam sebelumnya semua kelelahan. Tapi tetap saja, semangat jalan-jalan belum hilang.

Hari itu kami memutuskan untuk santai saja, tidak terlalu banyak aktivitas. Setelah sarapan di hotel, kami jalan kaki menyusuri jalan-jalan kecil di sekitar Seminyak. Banyak kafe lucu dan toko oleh-oleh kecil yang menjual kerajinan tangan, sabun alami, sampai baju-baju etnik.

Saya dan kakak membeli beberapa gantungan kunci dan sabun aromaterapi buat teman-teman di rumah. Siangnya, kami menghabiskan waktu di pantai Double Six. Tidak seramai Kuta, tapi tetap indah. Kami menyewa bean bag warna-warni dan duduk di tepi pantai sambil menikmati jus semangka dingin.

Ada musisi lokal yang menyanyi akustik di kafe sebelah, suara gitar dan angin laut jadi latar belakang yang sempurna. Saya sempat berpikir, rasanya hidup seperti melambat di Bali. Segalanya terasa lebih tenang, tidak tergesa-gesa.

Sore hari, kami mencoba spa tradisional Bali. Ini adalah ide Ibu, dan awalnya Ayah agak malas, tapi akhirnya dia malah yang paling betah. Dengan aroma minyak esensial, musik lembut, dan pijatan yang menenangkan, tubuh kami semua terasa lebih segar. Rasanya seperti mengisi ulang energi setelah beberapa hari padat jalan-jalan.

Malamnya, kami makan malam terakhir di sebuah restoran pinggir sawah di Umalas.
Pemandangannya cantik, meski malam hari. Lampu-lampu kecil digantung di pepohonan, membuat suasananya hangat dan intim. Kami memesan menu khas Bali: bebek goreng, lawar, dan sambal matah yang pedasnya bikin ketagihan.

Di tengah makan malam itu, tanpa direncanakan, kami saling bercerita kenangan favorit selama di Bali. Ternyata setiap orang punya momen tersendiri Ayah paling suka saat di danau, Ibu suka belanja di pasar seni, dan saya? Saya paling suka saat duduk diam di Pura Ulun Danu sambil melihat kabut menari di atas air.

Keesokan paginya, saat koper sudah terisi penuh oleh pakaian dan oleh-oleh, perasaan campur aduk mulai terasa. Senang karena perjalanan ini berjalan lancar dan menyenangkan, tapi juga sedih karena harus kembali ke rutinitas. Di mobil menuju bandara, suasana agak sepi. Bukan karena bosan, tapi karena semua sedang menikmati detik-detik terakhir berada di pulau ini.

Pesawat kami lepas landas siang hari. Dari jendela, saya melihat garis pantai Bali
yang perlahan menjauh. Saya menarik napas panjang dan tersenyum. Banyak hal yang saya pelajari dari liburan ini. Bahwa keluarga adalah rumah, ke mana pun kami pergi. Bahwa berhenti sejenak dari kesibukan itu penting. Dan bahwa Bali, dengan segala ketenangan dan pesonanya, akan selalu punya tempat khusus di hati saya.
Saya tahu, suatu hari nanti, saya ingin kembali lagi.

Setelah kembali ke Jakarta, rutinitas langsung menyambut kami—kemacetan jalan, bunyi alarm pagi, dan tumpukan pekerjaan yang sempat tertunda. Tapi entah kenapa, hati saya tetap terasa ringan. Setiap kali melihat wallpaper ponsel yang saya ganti menjadi foto matahari terbenam di Pantai Kuta, saya tersenyum sendiri. Rasanya seperti ada semangat baru yang dibawa pulang dari Bali.

Beberapa hari setelah liburan, saya masih sering menceritakan pengalaman di sana kepada teman-teman kantor. Mereka tertawa waktu saya cerita soal monyet yang naik ke pundak adik saya, atau tentang bagaimana Ayah akhirnya ketagihan spa. Bahkan salah satu teman saya sampai bilang, “Kayaknya kamu pulang dari Bali auranya beda ya. Lebih kalem.” Saya cuma senyum, tapi dalam hati, saya mengakui itu benar. Ada sesuatu dari suasana Bali kesederhanaannya, ketenangannya, dan budayanya yang membuat saya melihat hidup dengan cara yang sedikit berbeda.

Satu hal yang paling membekas buat saya adalah nilai-nilai keseimbangan dan rasa syukur yang begitu kuat di kehidupan masyarakat Bali. Hampir setiap rumah di sana punya tempat sembahyang, dan setiap pagi saya melihat orang-orang meletakkan canang sari dengan penuh ketulusan. Mereka melakukan semua itu bukan karena ingin dilihat, tapi karena memang sudah menjadi bagian dari hidup mereka.

Hal kecil seperti itu mengingatkan saya untuk lebih sering meluangkan waktu berhenti sejenak, menarik napas, dan menghargai hal- hal yang mungkin selama ini saya anggap sepele.

Setelah liburan itu juga, saya jadi lebih dekat dengan keluarga. Kami jadi lebih sering makan malam bersama, lebih sering ngobrol, bahkan mulai merencanakan liburan berikutnya. Bukan karena ingin ke tempat yang lebih mewah atau lebih jauh, tapi karena kami menyadari betapa berharganya waktu yang bisa kami habiskan bersama tanpa gangguan.

Saya pun mulai menulis pengalaman ini di buku catatan pribadi. Mungkin suatu hari
nanti, saya akan membacanya lagi mengingat perasaan bahagia dan tenang yang saya alami di sana. Mungkin suatu hari, saya akan kembali ke Bali, ke tempat-tempat yang sama, atau mungkin menjelajahi sisi lain dari pulau itu yang belum sempat saya kunjungi.

Tapi yang pasti, saya tidak akan pernah lupa, bahwa liburan itu bukan sekadar pergi dari tempat biasa, tapi tentang kembali menemukan bagian dari diri sendiri. Bali, dengan segala keindahannya, telah meninggalkan jejak yang dalam di hati saya. Jejak yang membuat saya ingin menjadi pribadi yang lebih sederhana, lebih tenang, dan lebih menghargai kebersamaan.

Beberapa minggu setelah pulang, saya masih menyimpan beberapa kebiasaan kecil yang saya pelajari selama di Bali. Setiap pagi sebelum mulai bekerja, saya menyempatkan diri untuk duduk sebentar di balkon rumah, sekadar menikmati udara pagi dan membiarkan pikiran saya tenang sebelum menghadapi kesibukan. Rasanya seperti versi sederhana dari momen-momen duduk di tepi sawah Ubud atau pinggir danau Bedugul. Ketenangan itu ternyata bisa dibawa pulang, asal saya mau meluangkan waktu untuk menciptakannya.

Kadang saat sedang sendiri, saya memutar ulang video-video pendek yang kami
rekam selama di Bali. Suara tawa kami, ombak, dan senandung musisi jalanan masih terasa dekat. Momen-momen itu sederhana, tapi terasa hangat dan penuh makna. Dari semua perjalanan yang pernah saya lakukan, liburan ke Bali bersama keluarga adalah salah satu yang paling berkesan. Bukan hanya karena keindahan tempatnya, tetapi karena Bali mengajarkan saya cara menikmati hidup secara perlahan, tanpa terburu-buru, dan dengan hati yang penuh rasa syukur.***

Naufal Rafi Aqil Putra
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB