Home Blog Page 608

RS Islam Bogor Tawarkan Paket Fisioterapi untuk Hidup Aktif Tanpa Nyeri

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) menghadirkan paket fisioterapi bagi masyarakat yang ingin kembali bergerak bebas tanpa rasa nyeri.

Layanan ini ditujukan bagi pasien dengan berbagai keluhan, mulai dari nyeri otot, sendi, saraf, hingga gangguan pernapasan seperti asma dan PPOK.

Fisioterapi di RSIB dapat membantu proses pemulihan dari cedera olahraga, stroke, nyeri punggung, lutut, leher, saraf terjepit, serta permasalahan otot.

Dengan metode terapi modern menggunakan alat infrared, MWD, Ultra Sound, Tens, Nebulizer, hingga Exercise, pasien akan mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan kondisi tubuhnya.

RS Islam Bogor menyediakan tiga pilihan paket fisioterapi, yaitu paket tindakan fisioterapi 1: 5 kali terapi, 1 alat, seharga Rp 350.000. Paket tindakan fisioterapi 2: 5 kali terapi, 2 alat, seharga Rp 500.000. Paket tindakan fisioterapi 3: 5 kali terapi, 3 alat, seharga Rp 650.000.

Pihak rumah sakit Islam Bogor mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan layanan ini agar bisa kembali beraktivitas dengan lebih sehat, aktif, dan tanpa rasa nyeri yang mengganggu.

Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan paket fisioterapi, masyarakat dapat menghubungi nomor 0899-8278-777.

(Ibnu Galansa)

Tiga Tahun Kasus Pengeroyokan di Tamansari Mandek, Keluarga Korban Tuntut Keadilan

0

Bogordaily.net – Kasus pengeroyokan yang menimpa tiga warga Desa Sukaresmi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor pada Februari 2023 lalu, hingga kini belum menemukan titik terang.

Meski laporan polisi sudah berjalan hampir tiga tahun, pelaku masih bebas berkeliaran tanpa adanya penetapan tersangka. Kondisi ini membuat keluarga korban geram dan menilai kinerja kepolisian lamban.

Peristiwa tragis itu terjadi pada 12 Februari 2023. Tiga warga Sukaresmi menjadi korban, yakni Nasrul Zapar (23), Nugi Hidayat (21), dan Anggi Setiadi (20).

Dari ketiganya, Nasrul mengalami luka paling parah, yakni penggumpalan darah di kepala hingga menyebabkan hilang ingatan

“Satu di antaranya mengalami penggumpalan darah di otak,” ungkap Ketua Karang Taruna Desa Sukaresmi, Apid Firdaus.

Kronologi Kejadian di Lapangan Bola

Menurut Apid, pengeroyokan terjadi di sebuah lapangan bola. Saat itu, warga Desa Sukaluyu sedang berlatih sepak bola. Begitu giliran warga Sukaresmi tiba untuk menggunakan lapangan, justru terjadi penyerangan mendadak.

“Pengeroyokannya di lapangan bola, waktu itu diduga ada puluhan warga dari Desa Sukaluyu lagi latihan bola. Setelah mereka, giliran warga Sukaresmi. Tapi tiba-tiba diduga warga Sukaluyu menyerang dan memukuli tiga warga Sukaresmi,” jelasnya.

Ketiga korban sempat dilarikan ke RS Ummi Bogor untuk menjalani perawatan. Namun, hingga kini Nasrul belum pulih akibat hilang ingatan dan tidak bisa kembali beraktivitas seperti semula.

Kuasa hukum korban, Rd. Anggi Triana Ismail, dari Kantor Hukum Sembilan Bintang, menilai aparat kepolisian belum serius menangani perkara ini.

“Awalnya keluarga korban sudah melapor ke Polsek Tamansari, namun infonya kini sudah dilimpahkan ke Polres Bogor dengan alasan SDM dan kondusifitas keamanan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Laporan polisi teregister dengan Nomor: LP / B / 34 / II / 2023 / Sektor, tertanggal 21 Februari 2023. Perkara ini masuk dalam sangkaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama sebagaimana Pasal 170 KUHP, dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun 6 bulan penjara.

“Proses sudah masuk ke penyidikan, tinggal menetapkan tersangka. Perjalanan LP tersebut sudah 2 tahun lebih lamanya, pihak penyidik belum menetapkan tersangka dalam LP ini. Saya meminta Polres Bogor agar segera menetapkan tersangka dan mengamankan para pelaku yang sampai dengan saat ini masih berkeliaran bebas dan bahkan sesekali terlihat di hadapan pelupuk mata korban. Ini menampar hati para korban. Dan juga Kepolisian tetap komitmen menegakan hukum criminal justice system dengan profesional dan akuntabel,” tegasnya.***

 

 

Konten Kreator Rizky Kabah Diduga Hina Suku Dayak, Terancam Hukum Negara dan Adat Capa Molot

0

Bogordaily.net – Seorang konten kreator asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Rizky Kabah, tengah menuai sorotan publik setelah diduga menghina suku Dayak dalam konten yang ia buat.

Kasus ini tidak hanya berpotensi menyeretnya ke ranah hukum pidana, tetapi juga membuka pintu bagi penegakan hukum adat Dayak yang dikenal tegas terhadap kasus penghinaan.

Ketua Umum Mangkok Merah Kalimantan Barat (MMKB), Iyen Bagago, menegaskan bahwa Rizky Kabah bisa dikenai sanksi adat berupa capa molot, sebuah bentuk hukuman adat bagi siapa pun yang dianggap melontarkan kata-kata tidak pantas atau merendahkan kehormatan orang lain.

“Karena dia berbicara tidak senonoh, maka dia bisa dihukum adat capa molot. Terus masalah penghinaan juga ada hukum adat,” ungkap Iyen Bagago saat dikonfirmasi, Sabtu, 13 September 2025.

Iyen menjelaskan, proses hukum adat di lingkungan masyarakat Dayak Kanayatn memiliki struktur dan tahapan yang jelas. Penanganan kasus akan dilakukan pertama oleh Temenggung Adat, yang berwenang menjatuhkan keputusan.

Setelah itu, Pasirah akan berperan sebagai petugas hukum adat tahap kedua dalam memastikan proses berjalan sesuai aturan adat yang berlaku.

Menurutnya, meskipun Rizky Kabah kelak dijatuhi hukuman melalui jalur hukum negara, sanksi adat tetap harus ditegakkan demi menjaga marwah masyarakat Dayak.

“Meski dihukum negara, kita tetap akan sampaikan ke Temanggung dan Pasirah agar ada sanksi hukum adat capa molot dan penghinaan. Itu tetap kami lakukan agar jangan sampai ada Rizky Kabah yang lain. Agar Dayak tidak menjadi bahan olok-olokan atau dihina,” tegasnya.***

Jadwal Ganjil Genap dan One Way Puncak Bogor, Sabtu 13 September 2025

0

Bogordaily.net – Bagi wisatawan yang berencana liburan ke kawasan Puncak, Bogor, akhir pekan ini perlu memperhatikan jadwal ganjil genap dan one way yang kembali diberlakukan.

Aturan ini ditujukan untuk mengendalikan volume kendaraan yang kerap menumpuk saat akhir pekan.

Sistem ganjil genap bukan hanya berlaku untuk mobil, tetapi juga kendaraan roda dua (motor). Untuk akhir pekan ini, penerapannya dimulai lebih awal.

  • Jumat, 12 September 2025: aturan berlaku sejak pukul 14.00 WIB.
  • Sabtu, 13 September 2025: aturan dimulai lebih pagi, yakni 06.00 WIB.

Pemberlakuan ini bersifat situasional. Jika kepadatan sudah terlihat sebelum jadwal resmi, petugas dapat memberlakukan ganjil genap lebih cepat.

Mengacu pada tanggal 13 September 2025 yang merupakan angka ganjil, maka hanya kendaraan dengan plat nomor berakhiran ganjil (1, 3, 5, 7, 9) yang diperbolehkan melintas menuju kawasan Puncak.

Bagi kendaraan dengan plat nomor genap, petugas akan melakukan tindakan tegas berupa putar balik di titik penyekatan. Dari arah Jakarta, penyekatan dilakukan di sekitar Simpang Gadog, sementara dari arah Cianjur dilakukan di Simpang Empat Tugu Lampu Gentur.

Aturan One Way di Puncak Bogor

Selain ganjil genap, sistem satu arah (one way) juga diterapkan pada akhir pekan dan libur nasional. Aturan ini diterapkan secara situasional, yakni hanya ketika arus lalu lintas dinilai sangat padat.

Polanya adalah sebagai berikut:

Arah Naik (Menuju Puncak): pukul 07.00 – 12.00 WIB. Seluruh jalur diprioritaskan bagi kendaraan yang menuju kawasan wisata Puncak.

Arah Turun (Menuju Jakarta): pukul 12.30 – 18.00 WIB. Setelah arus naik ditutup, jalur dialihkan untuk kendaraan yang kembali ke arah Jakarta.

Namun, jadwal ini tidak bersifat kaku. Petugas kepolisian bisa memperpanjang atau mempercepat penerapan sistem satu arah sesuai kondisi di lapangan.

Wisatawan diimbau untuk selalu memantau update informasi lalu lintas sebelum berangkat. Pasalnya, perubahan cuaca dan lonjakan volume kendaraan bisa memengaruhi jadwal ganjil genap maupun sistem satu arah.

Informasi terbaru dapat dipantau melalui kanal resmi kepolisian:

Instagram: @satlantaspolresbogor.tmc

  • X (Twitter): @tmcpolresbogor
  • Facebook: TMC Polres Bogor
  • Call Center: 082-311-311-566

Dengan memahami jadwal ini, masyarakat diharapkan bisa merencanakan perjalanan lebih baik, menghindari kemacetan panjang, serta tetap menikmati liburan di kawasan Puncak Bogor dengan nyaman.

Polres Bogor Fasilitasi Mediasi Kasus Viral Ojol Vs Pemilik Brio, Berakhir Damai

0

Bogordaily.net – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) yang sempat viral di media sosial akhirnya menemukan titik terang.

Polres Bogor bersama Polsek Cibinong bergerak cepat meredam keresahan publik dengan memfasilitasi pertemuan mediasi antara kedua pihak pada Jumat, 12 September 2025.

Mediasi tersebut berlangsung di Ruang Kapolsek Cibinong sekitar pukul 15.30 WIB. Hadir dalam pertemuan itu Sdr. Madsil, pengemudi ojol yang menjadi korban, serta Sdr. Deny, pemilik mobil Brio yang diduga melakukan penganiayaan.

Proses mediasi dipimpin langsung oleh Kanit Intelkam Polsek Cibinong, Iptu Suradji, bersama Kanit II Sat Intelkam Polres Bogor, Ipda M. Ramadhan A.R.I.Z, S.Tr.K., M.Si. Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsek Cibinong Bripka Efendi juga turut mendampingi sebagai penengah.

Dalam forum mediasi tersebut, kedua belah pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan kronologi dan klarifikasi masing-masing. Setelah melalui dialog yang cukup panjang, akhirnya Madsil dan Deny sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan tanpa menempuh jalur hukum.

“Kedua belah pihak telah sepakat berdamai dan tidak akan melanjutkan persoalan ini ke ranah hukum,” terang salah satu pejabat yang hadir dalam proses mediasi.

Baik Madsil maupun Deny menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Polres Bogor dan Polsek Cibinong yang sudah memberi ruang penyelesaian secara damai.

Menurut mereka, mediasi ini menjadi jalan tengah terbaik untuk menghindari konflik berkepanjangan sekaligus meluruskan kabar yang sudah terlanjur viral di media sosial.

Dengan adanya kesepakatan damai ini, Polres Bogor berharap masyarakat tidak lagi terprovokasi oleh informasi yang beredar di dunia maya.

Kepolisian juga menegaskan bahwa setiap persoalan yang menimbulkan keresahan publik akan ditangani dengan cepat dan tepat.***

Kadishub Mengusulkan Papan Informasi Digital dan Pembuatan Lajur Penyelamatan

0

Bogordaily.net – Pasca insiden kecelakaan di Gerbang Tol Ciawi 1 yang sempat menyita perhatian publik, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor mulai mengusulkan sejumlah langkah teknis sebagai upaya pencegahan.

Kepala Dishub Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menegaskan perlunya tindakan cepat meski relokasi gate membutuhkan waktu panjang. Menurutnya, langkah preventif sementara sangat penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Deretan Usulan Teknis Dishub

1. Rambu Berulang untuk Kendaraan Barang

Sujatmiko menilai perlunya pemasangan rambu peringatan batas kecepatan secara berulang di sepanjang ruas jalan sebelum pintu gerbang. Fokus utamanya adalah kendaraan barang atau truk besar yang lebih rawan mengalami gangguan pengereman.

2. Batas Kecepatan Maksimal 300 Meter Sebelum Gate

Untuk jalan tol menuju gerbang Ciawi dengan gradien turunan sekitar 4 persen, Dishub mengusulkan batas kecepatan maksimal 60 km/jam bagi kendaraan besar.

Rambu pengurangan kecepatan ditempatkan sekitar 300 meter sebelum pintu tol agar pengemudi punya cukup waktu mengurangi laju kendaraannya.

3. Papan Informasi Gigi Rendah

Dishub juga menyoroti kebiasaan pengemudi yang masih menggunakan gigi tinggi saat melintasi turunan panjang. Padahal, pengereman terus-menerus dalam kondisi ini bisa memicu rem blong.

Karena itu, perlu papan informasi khusus yang mengingatkan pengendara untuk menggunakan gigi rendah 100 meter sebelum gerbang tol.

4. Informasi Digital Lebih Efektif

Mengingat banyak pengguna jalan sering mengabaikan rambu konvensional di tepi jalan, Dishub mengusulkan pemasangan media informasi digital. Lokasinya bisa ditempatkan 100 meter sebelum gate, baik di tepi jalan maupun secara overhead, sehingga lebih mudah terlihat pengemudi.

5. Pengawasan ETLE Lebih Intensif

Teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) juga dinilai penting untuk menindak pelanggar batas kecepatan. Dengan pengawasan lebih intensif, diharapkan pengemudi lebih disiplin dan patuh pada aturan kecepatan.

6. Penerangan Maksimal di Area Gate

Dishub menilai kondisi pencahayaan juga berperan penting. Fasilitas penerangan perlu ditingkatkan mulai dari area sebelum gerbang hingga ke titik gate. Dengan begitu, keberadaan gerbang tol bisa terlihat jelas dari kejauhan, terutama pada malam hari.

7. Jalur Penyelamatan untuk Darurat

Salah satu usulan paling penting adalah pembangunan jalur penyelamatan (escape lane) di sisi kiri gate Tol Ciawi. Jalur ini dilengkapi lajur peralihan dengan rambu bertuliskan, “Rem Blong, Gunakan Jalur Ini”. Fasilitas ini dinilai krusial bagi kendaraan yang mengalami gangguan pengereman di turunan panjang.

Dengan kombinasi antara infrastruktur yang aman, teknologi pengawasan, serta kesadaran pengemudi dan perusahaan, Dishub berharap kecelakaan di pintu Tol Ciawi tidak kembali terjadi.***

Tujuh Santri MTs Ummul Quro Wakili Sekolah di Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net – Semangat berprestasi kembali ditunjukkan oleh para santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ummul Quro Al-Islami. Tahun ini, tujuh santri terbaik mereka resmi terpilih untuk mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 tingkat Kabupaten Bogor.

Kompetisi akademik yang dilaksanakan dengan sistem Computer Based Test (CBT) itu berlangsung pada Kamis, 11 September 2025, serentak di lima titik lokasi yakni MAN 1 hingga MAN 5 Kabupaten Bogor.

Kepala MTs Ummul Quro, Ustadz Enang, menjelaskan bahwa ketujuh santri yang berangkat ke tingkat kabupaten ini sebelumnya telah melalui proses seleksi internal madrasah.

Seleksi tersebut dilaksanakan pada 16 Agustus 2025, dengan pengumuman peserta terbaik yang berhasil lolos diumumkan pada 26 Agustus 2025.

“Kami berharap anak-anak diberi kelancaran, kemudahan dalam menjawab soal-soal, dan mendapatkan hasil sesuai harapan,” ujarnya.

Peserta yang dikirim terdiri dari empat santri putra dan tiga santri putri. Mereka adalah M. Arfan (IPA), Arfairuz (Matematika), Keyyiz (IPS), Fayyaz (IPS), Sayyidah Nafisa (IPA), Agniya Fitri (Matematika), dan Andhini Chaira (Matematika). Para santri ini dipilih melalui seleksi tingkat satuan pendidikan yang diadakan pada 16 Agustus 2025.

“Santri yang lolos diumumkan pada 26 Agustus untuk mewakili lembaga pada tingkat kabupaten,” jelasnya.

Pihak madrasah memberikan bimbingan khusus di luar jam pelajaran untuk mematangkan persiapan. Selain latihan soal, para santri didorong menjaga niat dan memohon restu guru serta orang tua.

“Kami selalu tekankan untuk berdoa, membersihkan hati, dan meminta ridho guru serta orang tua agar dimudahkan,” tutur Ustadz Enang.

Menurutnya, partisipasi dalam OMI bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga sarana pendidikan karakter.

“Ini membangkitkan jiwa kompetisi, rasa ingin tahu, dan mengajarkan bahwa apa pun yang dicapai harus dengan usaha maksimal dan niat yang bersih,” ungkapnya.

Target yang dipasang madrasah adalah lolos ke tingkat provinsi. Dukungan pun mengalir dari seluruh keluarga besar pesantren.

“Dukungan moril dan materiil terus diberikan, termasuk doa dari para guru dan teman-teman santri,” tambahnya.

BPBD Catat 23 Sekolah hingga Ponpes di Kabupaten Bogor Rusak Akibat Bencana Selama Januari-September 2025 

0

Bogordaily.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat ada sebanyak 23 sekolah hingga Pondok Pesantren (Ponpes) rusak akibat bencana sepanjang Januari hingga September 2025.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani menjelaskan bahwa, peristiwa sekolah rusak terjadi akibat terdampak berbagai bencana yang melanda seperti banjir, tanah longsor hingga angin kencang.

“Ada 23 sekolah yang rusak selama Januari sampai September, karena terdampak bencana,” kata Adam kepada wartawan, Jumat, 12 September 2025.

Menurut Adam, pihaknya mencatat ada 15 dari 40 Kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor yang terdampak sekolah rusak akibat bencana.

“Yang terdampak di Cigudeg, Ciawi, Caringin, Ciseeng, Cigombong, Sukaraja, Babakan Madang, Citeureup, Rumpin, Megamendung, Sukamakmur, Cibinong, Leuwiliang, Gunung Putri, dan Cileungsi,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya dengan berbagai instansi lainnya akan terus melakukan penanganan pasca bencana dan memperbaiki sekolah rusak tersebut.

“BPBD terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan perbaikan,” ungkap Adam.

Sekolah hingga Ponpes Rusak Akibat Bencana

Sebagai informasi, berdasarkan data yang diterima BPBD Kabupaten Bogor beberapa sekolah yang rusak, dari bulan Januari hingga September 2025, diantaranya,

Januari

1. Pondok Pesantren (Ponpes) Samsul, Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg karena angin kencang

2. Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hidayah Al-Irsyad, Desa Teuk Pinang Kecamatan Ciawi karena angin kencangd

Februari

3. Paud Alhidayah, Desa Muara Jaya Kecamatan Caringin karena angin kencang
4. SMK Garuda Satya, Desa Putat Nutug Kecamatan Ciseeng karena angin kencang
5. Madrasah Ibtidaiyah, Desa Ciburayut Kecamatan Cigombong karena angin kencang

Maret

6. Pondok Pesantren (Ponpes) Alminhaj Alislami, Desa Cinagara Kecamatan Caringin karena angin kencang
7. Pondok Pesantren (Ponpes) Al Dimiyati, Desa Sukaraja Kecamatan Sukaraja karena tanah longsor
8. Pondok Pesantren (Ponpes) Alinaya, Desa Bojong Koneng Kecamatan Babakan Madang karena pergerakan tanah
9. SDN 2 Tajur Desa Tajur Kecamatan Citeureup karena tanah longsor
10. TPA PAUD Nurul Amsya Desa Hambalang Kecamatan Citeureup karena tanah longsor
11. SDN Cipayung Girang 2 dan  Kecamatan Megamendung terdampak banjir
12. Pondok Pesantren (Ponpes) Salapian Darut Tauhid Desa Sukasari Kecamatan Rumpin terdampak banjir
13. Paud RA Darul Rahim Desa Cipayung Datar Kecamatan Megamendung terdampak banjir

April

14. SDN Sirna Jaya 1 Desa Wargajaya Kecamatan Sukamakmur ambruk

Mei

15. Pondok Pesantren (Ponpes) Serumpun Desa Cinagara Kecamatan Caringin karena tanah lomgsor
16. SDN Cipayung 1 Desa Tengah Cibinong karena tanah longsor
17. Pondok Pesantren (Ponpes) Daruttahfidz Pura Sari Leuwiliang karena tanah longsor
18. MI Alislamiah Leuwinutug Citeureup karena angin kencang

Juni

19. Madrasah Ariadul Bariah Sukamakmur Kecamatan Sukamakmur karenax longsor

Juli

20. SDN 6 Gunung Putri Desa Gunung Putri Kecamatan Gunung Putri tanah longsor
21. Pondok Pesantren (Ponpes) Albarosi Megandung Kecamatan Megamendung karena tanah longsor

Agustus

22. SMP Amanah Bangsa Desa Sukamaju Kecamatan Cigudeg

September

23. SMKN 1 Cileungsi Desa Limus Nunggal

(Albin Pandita)

 

287 Kontingen Kabupaten Bogor Resmi Dilepas untuk Berlaga di di Kejuaraan POPDA dan Paperda 2025

0

Bogordaily.net – Sebanyak 287 kontingen Kabupaten Bogor dilepas untuk berjuang mengikuti ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke-14, Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) 2025, dan Special Olympics Asia Pacific Badminton Competition 2025 di Malaysia.

Pelepasan kontingen dilaksanakan di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah, Cibinong, oleh Wakil Bupati Bogor Jaro Ade, dan Kepala Dinas Pemuda dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga beserta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, pada Jumat, 12 September 2025.

217 Atlet POPDA Siap Bertarung di 21 Cabang Olahraga

Diketahui, POPDA ke-14 yang digelar di Kota Bandung, Kabupaten Bogor mengirimkan 217 atlet dan 43 pelatih pada 21 cabang olahraga, mulai dari Atletik, Angkat Besi, Tarung Derajat, Karate, Judo, Taekwondo, Pencak Silat, Tinju, Gulat.

Kemudian, Panahan, Bulu Tangkis, Tenis Lapang, Renang, Sepak Takraw, Sepak Bola, Bola Voli Indoor, Bola Voli Pasir, Bola Basket, Bola Tangan, Panjat Tebing hingga Dayung.

Sedangkan untuk Peparpeda 2025, Kabupaten Bogor mengirimkan 30 atlet dan 13 pelatih yang akan bertanding pada empat cabang olahraga yakni Bulu Tangkis, Atletik, Renang dan Tenis Meja.

Selain itu, Kabupaten Bogor juga mengirimkan enam atlet dan dua pelatih untuk mengikuti ajang tingkat Asia Pasifik, Special Olympics Asia Pacific Badminton Competition 2025 yang akan berlangsung di Malaysia.

Pesan Wakil Bupati Bogor

Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade menyampaikan kebanggaannya kepada para atlet dan pelatih yang akan membawa nama baik Kabupaten Bogor di tingkat regional hingga internasional.

“Jadilah duta olahraga yang inspiratif, tunjukkan dedikasi terbaik saudara-saudara. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah, saya yakin kalian akan meraih hasil gemilang,” kata Jaro Ade, Jum’at 12 September 2025.

Jaro Ade berpesan agar para atlet menjunjung tinggi sportivitas, menjaga nama baik diri, keluarga, dan daerah, serta menargetkan medali emas dan juara umum.

Ia juga mengingatkan para atlet dan pelatih untuk tidak lupa meminta doa orang tua, memperbanyak istighfar, dan berdoa agar ikhtiar yang dilakukan mendapat hasil terbaik.

“Kemenangan bukanlah segalanya, namun cara kita meraihnya jauh lebih penting. Hormati setiap keputusan wasit karena itu menunjukkan kedewasaan dan karakter atlet sejati,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Asnan menjelaskan, Pemkab Bogor sangat mendukung dan mendorong para atlet agar dapat bertanding dengan penuh semangat dan membawa nama baik Kabupaten Bogor di kancah regional maupun internasional.

“Kontingen Kabupaten Bogor siap berlaga pada berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan di POPDA ke-14 dan Peparpeda 2025,” ungkap Asnan.

Ia menambahkan, dengan dukungan penuh Pemkab Bogor, diharapkan kontingen Kabupaten Bogor dapat mempertahankan prestasi dan mengharumkan nama daerah di ajang POPDA, Peparpeda, maupun Special Olympics Asia Pasifik 2025.

(Albin Pandita)

Banjir di Tanah Sareal Tak Kunjung Usai, DPRD Kota Bogor Siapkan Langkah Baru

0

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil mengundang pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta tokoh komplek perumahan Tamansari Persada (TSP) RW 15 Kelurahan Cibadak untuk penanganan banjir di wilayah Kecamatan Tanah Sareal khususnya di TSP dan Kampung Pabuaran.

Ujang, Ketua RW 15 Cibadak mengungkapkan, lokasi TSP berada di titik terendah di Kecamatan Tanah Sareal.

“Kalau hujan besar, air banyak masuk tapi keluarnya kecil”, ujar Ujang di Kantor DPRD Kota Bogor

Pelebaran saluran pembuangan air, lanjut Ujang, tidak mengatasi banjir.

“Pelebaran saluran hanya memperlancar keluarnya air. Penyusutan air pasca hujan besar sudah lebih cepat”, katanya.

Menurutnya, harus ada upaya mengurangi air yang masuk ke TSP. Ia mengusulkan dibangun kolam retensi di belakang mall simpang Yasmin.

Namun untuk hal tersebut butuh dana besar, perlu ada dukungan anggaran dari pusat dan provinsi.

Ferdy, wakil Ketua RW 15 Cibadak berpendapat dengan posisi TSP yang rendah, banjir susah dihindari.

“Yang bisa dilakukan, kalau terjadi banjir bagaimana agar cepat surut”, ucapnya.

Ferdy mengusulkan, untuk jangka pendek saluran air keluar dari bendali yang sebelah kiri ditinggikan. “Tutup gorong-gorong dibuat rata dengan jalan”, ujarnya.

“Jangka menengah, saluran air yang sebelah kanan direvitalisasi dan dibuat lebih lebar”, tambah Ferdy.

Sementara itu Sekretaris Dinas PUPR M. Hutri menyebutkan akan melakukan survei lokasi terlebih dahulu terutama saat hujan lebat.

“Supaya dapat gambaran secara utuh mengenai persoalan banjir tersebut”, katanya.

Beberapa waktu lalu, warga Kampung Pabuaran RW 03 Kelurahan Cibadak Kecamatan Tanah Sareal datang ke Kantor DPRD Kota Bogor mengeluh sudah bertahun-tahun kebanjiran setiap usai hujan besar. Lokasi Kampung Pabuaran berada diatas TSP.

Saat itu Adityawarman menyampaikan kepada warga bahwa dibawah lokasi banjir warga tersebut ada komplek perumahan TSP yang juga rawan banjir.

“Drainase di komplek perumahan TSP perlu diperbaiki terlebih dulu”, ujar Adityawarman.

(Muhammad Irfan Ramadan)