Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 609

Kapolda Jabar, Bupati Hingga Kapolres Bogor Resmikan Pos Gadog Hoegeng

0

Bogordaily.net – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan, beserta Bupati Bogor Rudy Susmanto, Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro beserta jajaran meresmikan Pos Gadog Hoegeng, Kabupaten Bogor, pada Selasa 17 Juni 2025.

Diketahui, Pos Gadog Hoegeng tersebut merupakan salah satu pos polisi yang terbesar di Indonesia usai dilakukan berbagai renovasi pembangunan

Adapun, berbagai fasilitas tersedia dalam Pos Gadog ini salah satunya command center, yang nantinya dapat memantau kepadatan arus lalu lintas di kawasan Puncak Bogor.

Selain itu, Kapolda Jawa Barat beserta jajaran turut meresmikan Pos Polisi Bellanova menjadi Pos Soebianto dan juga Jalan Simpang Gadog menjadi Jalan Jendral Hoegeng Iman Santoso.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan turut mengapresiasi Kapolres Bogor atas inisiasinya mau mengubah wajah fisik dari Pospol Gadog ini. Tidak hanya mengubah fisiknya, tetapi pasti bertujuan memberi pelayanan lebih baik dari sebelumnya.

“Terima kasih kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto dan pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan. Keberadaan pos-pos ini penting dalam mengatur lalu lintas dan membantu melayani masyarakat,” kata Irjen Rudi kepada wartawan, Selasa 17 Juni 2025.

Menurut Irjen Rudi, sosok-sosok tersebut penuh integritas, sangat sederhana dan melayani masyarakat. Diharapkan dengan pemberian nama Pospol dan jalan ini dapat menginspirasi kita yang menghuni dan melewati jalan ini khususnya polisi nanti.

“Ini harus mencerminkan nilai-nilai yang ditinggalkan, harus punya integritas yang tinggi, dan semangat melayani masyarakat,” ungkapnya.***

Albin Pandita

Siapa Pemilik Wilmar Grup? Bos Singapura yang Kembalikan Rp11,8 Triliun ke Negara

0

Bogordaily.net – Siapa pemilik Wilmar Grup? Pertanyaan itu pelan-pelan menguap dari ruang konferensi pers Kejaksaan Agung, Selasa kemarin.

Di balik tumpukan uang tunai yang ditata rapi—senilai Rp11,8 triliun—ada satu nama yang nyaris tak pernah muncul di layar kaca.

Kuok Khoon Hong. Ia bukan menteri, bukan pengusaha yang gemar konferensi pers, bahkan bukan WNI. Tapi dalam hal pengaruh, dia seperti angin: tak tampak, tapi bisa menggoyang pohon paling tinggi.

Siapa pemilik Wilmar Grup? Jawabannya tetap sama: Kuok Khoon Hong. Lahir dan besar di Singapura, lelaki 75 tahun itu membangun kerajaan agribisnis yang tak hanya besar, tapi juga menggurita.

Mulai dari kebun sawit di Kalimantan, pabrik penyulingan di Cina, hingga rak-rak minimarket di Afrika. Semuanya bernama Wilmar.

Ia memulai langkahnya sebagai pedagang minyak sawit. Namanya menanjak setelah menggandeng Martua Sitorus dari Sumatra Utara. Mereka mendirikan Wilmar International Ltd pada 1991.

Kini, perusahaan itu seperti makhluk berkepala seribu. Ada yang bernama PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Wilmar Bioenergi, dan tiga lainnya yang ikut disorot dalam pusaran korupsi ekspor CPO 2022.

Siapa pemilik Wilmar Grup? Sekali lagi, bukan sekadar pertanyaan. Itu adalah pintu masuk untuk memahami bagaimana sebuah perusahaan bisa mengatur ritme ekonomi pangan dari balik layar.

Kuok Khoon Hong bukan pemain baru. Ia tercatat memiliki saham properti di berbagai kota besar dunia.

Termasuk Aviva Tower di London, pencakar langit tempat ia mungkin menyeduh teh sambil memantau pusaran berita dari kejauhan.

Pada 2020, anak usaha Wilmar di Cina, Yihai Kerry Arawana, mencatatkan IPO senilai USD2,1 miliar. Salah satu yang terbesar di Bursa Shenzhen.

Di Indonesia, Wilmar dikenal sebagai penguasa jalur distribusi minyak goreng. Tapi kekuasaan itu juga membawa risiko.

Audit BPKP dan kajian Fakultas Ekonomi UGM menyebut lima anak perusahaan Wilmar menerima fasilitas ekspor ilegal saat larangan ekspor sawit berlaku.

Total kerugian negara: Rp11,88 triliun. Jumlah yang kemudian dikembalikan.

Kuok tetap bungkam. Bahkan saat uang sebesar itu dibalikkan ke negara. Tak ada permintaan maaf.

Tak ada klarifikasi. Dunia mengenalnya sebagai pria pendiam yang membiarkan bisnisnya berbicara sendiri.***

Profil Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi dan Rekam Jejaknya di Birokrasi

0

Bogordaily.net – Profil dan rekam jejak Denny Mulyadi Sekda Kota Bogor pilihan Walikota Dedie Rachim jadi sorotan

Nama itu makin sering disebut-sebut. Bukan oleh lembaga survei, bukan pula oleh mesin pencari, tapi oleh para pejabat dan wartawan Kota Hujan. Denny Mulyadi.

Birokrat kawakan yang diam-diam membangun sistem, pelan-pelan merakit reputasi, dan sekarang—tanpa banyak slogan—terpilih jadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor 2025.

Orang ini memang bukan tipe pencari panggung. Tapi siapa pun yang pernah bersentuhan dengan urusan anggaran, pendapatan, atau pengadaan di Kota Bogor selama dua dekade terakhir, pasti pernah mendengar namanya.

Atau, lebih tepatnya: pernah menikmati hasil inovasinya.

Karier Denny dimulai tahun 1997. Ia hanya staf ekonomi di Sekretariat Daerah waktu itu.

Tapi ia tahu betul: jika ingin dipercaya, maka kepercayaan harus dirawat sejak dari pekerjaan paling kecil.

Itulah yang ia lakukan. Sampai akhirnya, ia menjadi sekretaris pribadi dua wali kota berturut-turut: Iswara Natagara (1998–2003), lalu Diani Budiarto (2004–2009).

Menjadi sekretaris wali kota itu bukan jabatan strategis, tapi posisi sangat strategis—kalau orang tahu caranya.

Denny tahu. Ia menyimak, mencatat, dan belajar tentang cara kerja sebuah pemerintahan dari ring satu. Bukan belajar teori. Tapi praktik.

Maka begitu ia dilepas ke jalur struktural, ia sudah sangat siap. Ia pernah mengepalai subbidang pengendalian di Dinas Pendapatan.

Lalu kepala bagian program. Lalu, naik lagi menjadi Kepala Dinas Pendapatan tahun 2012. Lalu jadi Kepala BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah).

Salah satu jabatan terpenting di birokrasi manapun. Tempat uang dikelola. Tempat akuntabilitas diuji.

Tapi Denny bukan sekadar “kepala dinas.” Ia pelopor. Perintis. Beberapa orang menyebutnya teknokrat.

Tapi dia tidak suka label itu. Ia lebih suka bekerja diam-diam. Salah satu gagasannya: LPSE, sistem pengadaan barang dan jasa secara elektronik.

Jauh sebelum kata digitalisasi menjadi keren di kalangan birokrasi, Denny sudah mendorong Bogor ke arah itu.

Lalu SIPDEH. Sistem pelaporan dan pembayaran pajak daerah yang sepenuhnya online.

Mengurangi tatap muka, mengurangi godaan amplop. Di zaman ketika banyak orang baru berpikir soal “transparansi,” Denny sudah menanamnya menjadi sistem.

Tahun 2014, ia memasang tapping box. Benda kecil, tapi berdampak besar. Alat ini dipasang di kasir restoran dan hotel.

Setiap transaksi tercatat otomatis. Pemkot tahu berapa omzetnya. Wajib pajak tidak bisa lagi “main mata.” Pendapatan asli daerah? Meningkat tajam.

Gedung pun ia bangun. Enam lantai. Megah tapi efisien. Kini menjadi kantor Badan Pendapatan Daerah.

Salah satu simbol bahwa birokrasi bisa terlihat modern, kalau dipimpin oleh orang yang tahu apa yang harus dibangun—bukan sekadar membangun.

Di luar kantor, Denny juga aktif. Ia Ketua PDBI (Persatuan Drum Band Indonesia) Kota Bogor.

Mungkin karena ia percaya: generasi muda harus punya ruang berekspresi, bukan hanya ruangan tempat menunggu bantuan pemerintah.

Kini, di usia birokrasi yang matang, Denny Mulyadi terpilih jadi Sekda Kota Bogor tahun 2025 setelah kosong.

Jabatan itu bukan soal prestise. Tapi soal kemampuan menggerakkan seluruh mesin birokrasi kota.

Dan Denny sudah membuktikan, bahwa ia tahu cara memperbaiki mesin itu—tanpa perlu mematikan suara klakson politik.

Ia birokrat yang tumbuh bersama zaman. Tapi tetap menjaga irama seperti drum band yang ia pimpin: disiplin, presisi, tapi tetap energik.

Profil Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi dan rekam jejaknya memang panjang.

Bagaimana setelah jadi Sekda? Waktulah yang akan bicara. Tapi kita berharap: ia jangan sekadar sekda. Ia harus jadi harapan yang bisa membantu dan mewujudkan visi walikota membangun Kota Bogor.***

Walikota Bogor Tunjuk Denny Mulyadi Jadi Sekda Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Denny Mulyadi akhirnya dipilih Walikota Bogor, Dedie A Rachim sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, setelah mengikuti seleksi bersama tiga kandidat lainnya.

Ketiganya yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Denny Mulyadi; Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Sri Nowo Retno; dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Eko Prabowo.

Hasil ini diumumkan setelah melalui tahapan-tahapan dan pertimbangan terkait latar belakang, kemudian juga pengalaman dan hasil penilaian.

Dari proses itu, Dedie Rachim menyampaikan bahwa pada akhirnya, dirinya harus mengambil satu keputusan terkait dengan hal tersebut.

“Untuk itu, pada kesempatan yang baik ini juga saya ingin mengumumkan hasil seleksi menunjuk saudara Denny Mulyadi, yang akan mengisi jabatan Sektetaris Daerah Kota Bogor,” ujarnya dalam jumpa pers di Plaza Balai Kota Bogor didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, Selasa (17/6/2025).

Untuk itu secara khussus, Dedie Rachim meminta kepada Denny Mulyadi untuk mempersiapkan diri.

Selanjutnya, secara simultan juga pihaknya akan menyelesaikan proses administrasi ke tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Demikian pengumuman ini, informasi ini. Mudah-mudahan dapat menjadi hal yang baik bagi kita semua sebagai warga Bogor untuk bisa bersama-sama membangun Bogor lebih baik lagi ke depan,” tutupnya.

Sebelumnya, pada Jumat (13/6/2025), tiga calon Sekda Kota Bogor melakukan tahap akhir, yakni wawancara dengan Dedie Rachim, di Balai Kota Bogor, Jumat (13/6/2025).

Setelah tahapan wawancara, Dedie Rachim mengaku kesulitan memilih Sekda di antara ketiganya. Sebab, menurutnya, mereka memiliki pengalaman yang tidak bisa diragukan lagi.

Selain itu, Dedie Rachim menuturkan bahwa ketiganya memiliki semangat dan keinginan yang sama untuk membangun Kota Bogor.

Dedie Rachim juga mengungkapkan bahwa dalam proses asesmen itu sudah dipertimbangkan berbagai aspek hingga ketiga nama tersebut mencuat.

“Saya, yang pasti, agak kesulitan untuk menentukan salah satu dari tiga kandidat yang saat ini sudah sampai pada tahapan interview. Saya melihat semuanya punya semangat, punya keinginan untuk membangun dan memajukan Kota Bogor,” ungkap Dedie Rachim.***

Ferry Juliantono: Target Pembentukan Kopdes/ Kel Merah Putih Terlampaui, Satgas Siap Kawal Hingga Operasionalnya

0

Bogordaily.net – Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes/ Kel) Merah Putih Ferry Juliantono mengapresiasi kerja tim yang tergabung di dalam Satgas sehingga pembentukan Kopdes/ Kel Merah Putih telah melebihi target yang dicanangkan.

Per tanggal 17 Juni 2025 pukul 16.00 WIB jumlah koperasi yang terbentuk melalui mekanisme musyawarah desa khusus (musdesus) mencapai 80.015 unit. Sementara target yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto hanya 80.000 unit.

Ferry Juliantono yang juga sebagai Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) menyatakan keberhasilan ini tidak lepas dari kinerja yang solid antara Satgas dengan pemerintah daerah (pemda).

“Ini adalah hasil kerja semua pihak baik dari Kementerian/ Lembaga dan kepala daerah sampai masyarakat desa yang sudah berpartisipasi mendukung gagasan Presiden Prabowo” ujar Ferry Juliantono dalam keterangan resminya, Selasa (17/6).

Mengacu Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 dan Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih, kerja tim Satgas dan Pemda akan dilanjutkan dengan upaya pendampingan secara simultan untuk pembentukan badan hukum koperasi. Diharapkan akhir Juni 2025, target legalitas dari seluruh koperasi yang terbentuk dapat diterbitkan oleh Kementerian Hukum melalui Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU).

“Proses ini selanjutnya akan dilengkapi dengan Akte Badan Hukum koperasinya serta mempersiapkan mock up atau percontohan di berbagai tempat sambil mematangkan konsep operasionalisasinya,” ucap Ferry Juliantono.

Sebelum diluncurkan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto pada 12 Juli 2025 mendatang, seluruh tim Satgas yang terdiri dari 18 K/L beserta pemda akan bersama – sama mengawal proses penyelesaian seluruh masalah yang dihadapi oleh pengurus koperasi. Selain itu juga akan dilakukan upaya pematangan konsep/ rencana bisnis dari masing-masing koperasi.

Diharapkan setelah peluncuran Kopdes/ Kel Merah Putih ini, seluruh koperasi dapat segera menjalankan kegiatan usahanya sehingga masyarakat desa dapat segera merasakan manfaat dari kehadiran koperasi ini. Diakui hingga saat ini sudah ada beberapa koperasi yang sudah berjalan bahkan berpotensi menjadi salah satu dari koperasi percontohan.

“Presiden Prabowo rencananya akan melaunching 80.000 koperasi desa kelurahan ini pada tanggal 12 Juli bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional,” ucapnya.***

Tingkatkan Peran Strategis Posyandu di Wilayah Kabupaten Tangerang, Workshop Sinar Mas Land Menggelar Peningkatan Kapasitas 159 Kader Posyandu

0

Bogordaily.net – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) memiliki peran penting sebagai garda terdepan layanan terpadu bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan yang fokus pada ibu, bayi, dan balita.

Di bidang kesehatan, peran aktif kader Posyandu sangat krusial dalam mencegah stunting , meningkatkan status gizi anak, serta membangun kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk kontribusi aktif terhadap penguatan sistem pelayanan kesehatan dasar, khususnya di sekitar wilayah BSD City, Sinar Mas Land menginisiasi program Posyandu Sehat Bersama.

Pada tahap awal, program ini diimplementasikan melalui Workshop Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu 2025 ( batch 2) yang merupakan kelanjutan program dari batch pertama yang telah dilaksanakan pada tahun 2024.

Acara ini merupakan bagian dari program Kontribusi Membangun Negeri, khususnya di bidang Kesehatan dan Lingkungan. Workshop ini dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 11-12 Juni 2025 dan diikuti 159 Kader Posyandu dari 53 Posyandu yang tersebar di 7 desa di antaranya Jatake, Kadu Sirung, Pagedangan, Cijantra, Cicalengka, Situ Gadung, serta Lengkong Kulon yang berada di wilayah Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Tingkatkan Peran Strategis Posyandu di Wilayah Kabupaten Tangerang, Workshop Sinar Mas Land Menggelar Peningkatan Kapasitas 159 Kader Posyandu

Para Kader Posyandu dari 7 desa ini setiap bulannya melayani hampir 2.000 penerima manfaat (ibu, bayi, dan balita).
Workshop Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu 2025 juga berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang, Puskesmas Pagedangan, Yayasan Bumi Pertiwi Asri (BPA), serta para bidan dan perangkat desa setempat.

Dony Martadisata, Managing Director President Office Sinar Mas Land mengatakan bahwa “Workshop Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu 2025 tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas teknis, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi dan pemberdayaan kader sebagai pilar penting dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat khususnya di sekitar wilayah BSD City. ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat di sekitar BSD City.”

Workshop Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu 2025 ini menghadirkan sejumlah pemateri seperti Dr.dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS yang membahas optimalisasi peran kader kesehatan melalui keterampilan kader serta pencegahan stunting ; dr. H. Achmad Muchlis, MARS yang menyampaikan pendekatan strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di Posyandu; Fachrul Rozi S.Sos, M.Si yang memaparkan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui model Posyandu hijau dan berkelanjutan; dr. Hendra Tarmizi, MARS yang menyoroti peran keluarga dalam meningkatkan tumbuh kembang balita; serta Holi Minihanova yang memberikan sosialisasi dan edukasi tentang Sentra Edukasi dan Kelola Lingkungan Bersih & Asri (SELARAS) Ekosistem.

Melalui program Kontribusi Membangun Negeri, Sinar Mas Land berkomitmen menjalankan berbagai inisiatif sosial berkelanjutan yang mencakup lima pilar utama, yaitu Pendidikan, Lingkungan, Ekonomi, Kesehatan dan Olahraga, serta Sosial-Budaya. Seluruh program ini dihadirkan untuk menciptakan dampak positif dan nyata bagi masyarakat serta lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Dalam pilar Pendidikan, Sinar Mas Land fokus menghadirkan pendidikan formal dan informal untuk masyarakat sekitar wilayah perusahaan melalui program Bina Sekolah (Sekolah Berhati), Pengembangan Budaya Literasi, Bantuan Pendidikan, Bantuan Sekolah dan Green Camp .

Pada pilar Lingkungan, Sinar Mas Land mengimplementasikan program Bina Kampung, Ekosistem SELARAS, Rawat Ekosistem untuk Keberlanjutan (RESIK), hingga Penanaman Pohon untuk mewujudkan lingkungan yang hijau dan berkelanjutan di sekitar wilayah perusahaan.

Kemudian pada pilar Ekonomi, perusahaan menginisiasi program Bina Usaha, Pasar Rakyat Berdaya, Pelatihan Pemula dan UMKM Ramah Lingkungan, hingga Kemitraan Pertanian Lokal.
Pada pilar Olahraga dan Kesehatan, Sinar Mas Land menghadirkan program Sehat bersama Posyandu, Pengobatan Gratis, Donor Darah, Vaksinasi Covid-19, dan Sekolah Sepak Bola (SSB).

Perusahaan juga turut aktif berkontribusi pada pilar Sosial Budaya melalui sejumlah program seperti, Bakti Sosial, Bedah Rumah, dan Bedah Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum), Berantas Buta Qur’an (BBQ) dan kontribusi hewan kurban.***

Sindikat Penjual Susu Kadaluwarsa di Bogor Ditangkap

0

Bogordaily.net – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota berhasil membongkar praktik kriminal berbahaya yang memalsukan tanggal kedaluwarsa produk susu kemasan.

Operasi yang dilakukan pada Senin 16 Juni 2025 ini mengungkap upaya sistematis memperdagangkan produk kedaluwarsa yang tampak masih layak konsumsi.

Penggerebekan dilakukan di sebuah toko grosir bernama Toko Farhan atau Grosir Permen Termurah yang berlokasi di Jalan Raya Pangkalan 1, Kedunghalang, Bogor Utara.

Dari lokasi tersebut, polisi menyita 38 dus susu botol dan 66 dus susu kotak merek Indomilk yang diduga telah dimanipulasi tanggal kedaluwarsanya.

“Pengungkapan ini bermula dari temuan produk susu yang tampak seperti barang reject atau kedaluwarsa, namun diberi label baru. Setelah dikembangkan, kami menemukan gudang lain di Depok,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi Nugroho, pada Selasa 17 Juni 2025

Tim penyidik melanjutkan investigasi ke gudang milik Toko Azkiah Shop di Jl. Jabon, Bedahan, Depok, yang dikelola oleh seorang perempuan berinisial Fitria (27).

Di sana, ditemukan 300 dus susu kotak yang juga telah diubah label tanggal kedaluwarsanya.

Pemilik toko mengaku memperoleh barang dari Fitriawati, yang pada gilirannya membeli dari seorang sales misterius yang tidak memiliki kontak atau alamat jelas.

Polisi mengamankan lima orang dalam kasus ini, yaitu Muhammad (53), Fitria (27), Ilham, Khairil Anwar, dan Fitriawati. Seluruh produk kedaluwarsa dijual dengan harga jauh di bawah pasaran, yakni Rp75.000 per karton—baik untuk kemasan botol maupun kotak.

“Modus mereka adalah menghapus dan mengganti label tanggal kedaluwarsa agar produk terlihat masih layak edar. Motif utamanya adalah keuntungan ekonomi dengan memanfaatkan jalur distribusi ilegal,” jelas AKP Aji.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 99 jo Pasal 143 UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman pidana hingga 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp4 miliar.

Kepala Balai POM Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, menegaskan bahaya dari konsumsi produk pangan kedaluwarsa, khususnya susu, yang dapat mengandung bakteri seperti Salmonella Paratyphi. Kontaminasi ini dapat menyebabkan keracunan berat bahkan kematian.

“Produk seperti ini sangat berbahaya. Harus ada pengujian laboratorium karena risikonya bisa fatal. Masyarakat jangan pernah mengonsumsi produk yang kedaluwarsa,” tegas Jeffeta.

Polresta Bogor Kota mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa label EXP secara cermat dan segera melapor jika menemukan produk mencurigakan.

Saat ini, polisi tengah menyusun berkas perkara untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Bogor, serta terus menelusuri jaringan distribusi ilegal yang diduga masih aktif di wilayah Jabodetabek.***

Muhammad Irfan Ramadan

Meriahkan HJB ke-543, Bogordaily Bersama Balai Saji Sediakan Makan Gratis di Masjid At-Taqwa

0

Bogordaily.net – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543, Bogordaily.net bersama Balai Saji dan Pemerintah Kota Bogor menggelar program makan siang gratis bertajuk “Balai Saji” yang dibuka secara resmi di Masjid At-Taqwa, Balai Kota Bogor, pada Selasa 17 Juni 2025.

“Kalau pemerintah punya program makan siang bergizi gratis, kali ini Bogordaily bekerja sama dengan beberapa restoran dan Balai Saji menyediakan makan siang gratis bagi jamaah Masjid At-Taqwa,” ujar Walikota Bogor, Dedei A. Rachim saat membuka acara.

Program makan siang gratis ini berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat, 17–20 Juni 2025.

Bogordaily Bersama Balai Saji Sediakan Makan Gratis di Masjid At-Taqwa. (Ibnu/bogordaily.net).

Setiap harinya, Balai Saji Bogordaily menyediakan 100 porsi makan siang gratis bagi para jamaah shalat Dzuhur di masjid tersebut.

Tidak hanya makan siang, kegiatan ini juga diisi dengan kajian keagamaan yang menghadirkan Komjen Pol (Purn) H. Anton Bahrul Alam sebagai penceramah, menambah nuansa spiritual dan kebersamaan dalam kegiatan ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung acara ini. Mudah-mudahan Allah SWT melimpahkan keberkahan atas ikhtiar ini,” tambah Dedie.

Program “Balai Saji” ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara media, swasta, dan pemerintah dalam menciptakan kegiatan sosial yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.***

Ibnu Galansa

Walk-In Interview BRI di IPB University Sukses Digelar, Ratusan Talenta Ikuti Seleksi

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah sukses menyelenggarakan Walk-In Interview Career Day selama dua hari berturut-turut, yakni pada Jumat dan Sabtu, 16–17 Mei 2025 yang digelar di Ballroom Lantai 3, Innopreneurship Center, Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Gelaran ini telah menarik ratusan pencari kerja, khususnya dari kalangan lulusan baru dan profesional muda.

Kegiatan rekrutmen ini juga, sebagai bentuk kontribusi BRI kepada IPB University, yang selama ini telah menjadi mitra sekaligus nasabah BRI.

Selain itu, acara ini juga menjadi bagian dari komitmen BRI dalam menjaring talenta unggul untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan kerja BRI sekaligus memberikan manfaat ganda, baik bagi BRI maupun para pencari kerja.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Cabang BRI Branch Office Pajajaran, Hendra Satya Darma.

“ini merupakan kontribusi BRI kepada IPB University yang telah menjadi rekananan strategis BRI sebagai nasabah BRI juga sebagai bagian dari komitmen BRI dalam menjaring talenta-talenta unggul untuk memperkuat sumber daya manusia di lingkup kerja BRI,” ungkap Hendra, Selasa 17 Juni 2025.

Program walk-in interview ini, lanjut Hendra, memungkinkan para peserta untuk menjalani proses seleksi secara langsung, dengan tujuan menjadikan proses rekrutmen lebih cepat, transparan, dan efisien.

Dimana sebelumnya, para pelamar telah melakukan registrasi daring yang ditutup pada Kamis, 15 Mei 2025.

BRI membuka lima posisi strategis yang ditawarkan dalam ajang ini, yaitu:

1. Relationship Manager SME
2. Relationship Manager
3. Transaction Staff
4. Relationship Manager (Korporasi)
5. Frontliner

Kelima posisi tersebut dibuka untuk mendukung kebutuhan bisnis BRI yang mencakup berbagai unit kerja di Jakarta dan sekitarnya.

Melalui pembukaan posisi ini, BRI berharap dapat memperkuat lini pelayanan serta memperluas jangkauan bisnis secara berkelanjutan.

“Kami bersyukur, para peserta yang hadir menyambut baik kegiatan ini. Mereka merasa terbantu dengan sistem Walk-In, serta memberikan kesempatan berinteraksi langsung dengan tim rekrutmen,” ungkapnya.

Lebih jauh, Hendra Satya Darma menegaskan pentingnya mengenalkan peran BRI dalam membangun ekosistem kerja yang dinamis dan responsif.

“Kegiatan ini menjadi sarana yang efektif bagi peserta untuk memahami lebih dalam mengenai budaya kerja dan peluang karier di BRI,” tuturnya.

Menurut Hendra, suksesnya acara tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi dari IPB University, BRI Kantor Pusat dan Human Capital Business Partner Department BRI Region 7.

“Saya mengapresiasi dan berterimakasih kepada IPB University, BRI Kantor Pusat dan Human Capital Business Partner Department BRI Region 7 yang telah mendukung dan mensukseskan acara ini,” ungkap Hendra.

Secara keseluruhan, Walk-In Interview Career Day ini bukan hanya menjadi ajang rekrutmen semata, melainkan juga wujud nyata komitmen BRI dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, unggul, dan siap menghadapi tantangan industri perbankan modern.***

Ibnu Galansa

Perumda PPJ Gandeng PT Sehat Utama Gemilang Kelola Pasar Pamoyanan Jadi Dapur Makan Bergizi Gratis

0

Bogordaily.net – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) resmi menjalin kerja sama dengan PT Sehat Utama Gemilang dalam pengelolaan area Pasar Pamoyanan, Kota Bogor, sebagai lokasi Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilaksanakan pada Senin, 16 Juni 2025, di Bonjour Village, Kabupaten Bogor.

Kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Perumda PPJ, Jenal Abidin, dan Direktur PT Sehat Utama Gemilang, Asep Suhanda.

Kerja sama tersebut merupakan upaya konkret untuk mendukung program unggulan pemerintah, yakni pemberian makan bergizi gratis bagi pelajar.

“Alhamdulillah, kami sudah melakukan kerja sama dengan PT Sehat Utama Gemilang untuk pengelolaan Pasar Pamoyanan sebagai Dapur Makan Bergizi Gratis,” ujar Jenal Abidin.

Menurut Jenal, saat ini ada tiga pasar yang direncanakan menjadi lokasi Dapur MBG, yaitu Blok F Trade Center Pasar Kebon Kembang di Bogor Tengah, Pasar Tanah Baru di Bogor Utara, dan Pasar Pamoyanan di Bogor Selatan. Namun, untuk tahap awal, hanya Pasar Pamoyanan yang segera difungsikan.

“Intinya, Perumda PPJ mendukung penuh program pemerintah dengan menyiapkan lahan atau tempat untuk lokasi Dapur MBG di pasar,” tambahnya.

Program Dapur Makan Bergizi Gratis ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi para pelajar, khususnya di wilayah Kota Bogor, yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas dapur program tersebut.***

Ibnu Galansa