Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 613

Bukan Karena Sakit, Ini Penyebab Gustiwiw Meninggal Dunia Secara Mendadak

0

Bogordaily.net – Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan Indonesia. Musisi muda berbakat, Gusti Irwan Wibowo, atau yang dikenal luas dengan nama panggung Gustiwiw, meninggal dunia secara mendadak pada Minggu, 15 Juni 2025, di usia 26 tahun.

Kepergian mendadak Gustiwiw sempat memunculkan banyak spekulasi di media sosial, mengingat sang musisi terlihat masih aktif di akun Instagram miliknya beberapa jam sebelum dinyatakan wafat. Banyak yang bertanya-tanya, apa penyebab Gustiwiw meninggal dunia?

Akhirnya, pihak manajemen buka suara dan memberikan klarifikasi resmi.

Dalam pernyataan yang dirilis Minggu malam, sang manajer, Pinkan, menyampaikan bahwa Gustiwiw wafat bukan karena sakit atau penyakit tertentu, melainkan akibat terjatuh di kamar mandi saat sedang berada di Bandung, Jawa Barat.

“Jatuh di kamar mandi di Bandung,” ungkap Pinkan kepada awak media.

Insiden tersebut diduga terjadi dalam waktu singkat dan langsung menyebabkan cedera fatal. Manajemen menyebut ini sebagai kecelakaan domestik, dan menegaskan bahwa tidak ada riwayat penyakit serius yang diderita Gustiwiw sebelumnya.

Masih Aktif di Media Sosial

Yang membuat kabar ini semakin mengguncang, publik menyadari bahwa Gustiwiw sempat mengunggah Insta Story hanya 13 jam sebelum ditemukan meninggal dunia. Ia tampak ceria dan aktif, sehingga kepergiannya begitu tak terduga.

Hal ini membuat para penggemar dan warganet merasa kehilangan mendalam. Tak lama setelah kabar kematian beredar, tagar #Gustiwiw langsung memuncaki trending topic di media sosial, disertai ribuan ucapan belasungkawa, kenangan, dan doa dari para penggemar maupun rekan artis.

Jejak Karier dan Karya-Karya Populer Gustiwiw

Lahir di Bekasi pada 28 November 1999, Gustiwiw merupakan putra dari musisi senior Timur Priyono. Sejak usia muda, ia sudah aktif dalam dunia musik dan dikenal sebagai sosok multitalenta: penyanyi, produser musik, komedian, hingga penyiar radio.

Namanya dikenal luas di kalangan anak muda lewat karya-karya seperti “Icik Icik Bum Bum” dan“Diculik Cinta”, soundtrack film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu (2025)

Gaya musik Gustiwiw yang unik, menggabungkan pop, dangdut, dan unsur humor, membuatnya cepat diterima masyarakat. Ia juga pernah menjadi penyiar di Gen FM dan Jak10FM, serta kerap menjadi bintang tamu di berbagai acara hiburan.

Kepergian Gustiwiw bukan hanya mengejutkan, tapi juga menyisakan kesedihan yang dalam di kalangan fans dan pelaku industri hiburan.

Banyak yang mengenangnya sebagai pribadi yang ceria, rendah hati, penuh semangat, dan selalu memberikan energi positif dalam setiap karya dan penampilannya.***

 

Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini, Senin 16 Juni 2025: Waspadai Hujan Ringan hingga Sedang

Bogordaily.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk Kota Bogor dan sekitarnya pada hari ini Senin, 16 Juni 2025.

Warga diimbau untuk tetap waspada dan mempersiapkan perlindungan diri, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, karena hujan ringan hingga sedang diperkirakan akan mengguyur sebagian besar wilayah kota hujan ini.

BMKG juga mengimbau masyarakat Bogor untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, terutama saat terjadi hujan disertai angin atau petir, meskipun secara umum prakiraan hari ini menunjukkan hujan bersifat ringan.

Informasi prakiraan cuaca Bogor ini akan diperbarui secara berkala. Warga disarankan terus memantau laman resmi BMKG atau kanal media terpercaya agar tetap mendapatkan informasi cuaca yang akurat dan terbaru.

Berdasarkan data resmi dari BMKG, seluruh kecamatan di Kota Bogor diperkirakan mengalami cuaca hujan ringan dengan suhu udara berkisar antara 21–30 derajat Celsius, serta tingkat kelembapan tinggi antara 68% hingga 97%.

Detail Prakiraan Cuaca Kota Bogor Hari 16 Juni 2025

Berikut rincian prakiraan cuaca berdasarkan kecamatan yang ada di Kota Bogor:

1. Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Ringan

Suhu Udara: 21–27 °C

Kelembapan: 72–97%

2. Bogor Timur

Cuaca: Hujan Ringan

Suhu Udara: 22–28 °C

Kelembapan: 71–97%

3. Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan

Suhu Udarda: 22–29 °C

Kelembapan: 70–97%

4. Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan

Suhu Udara: 23–30 °C

Kelembapan: 69–97%

5. Bogor Utara

Cuaca: Hujan Ringan

Suhu Udara: 22–29 °C

Kelembapan: 69–97%

6. Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Ringan

Suhu Udara: 23–30 °C

Kelembapan: 68–97%

Demikian prakiraan cuaca Kota Bogor hari Senin, 16 Juni 2025 berdasarkan informasi dari BMKG.***

Masyarakat Babel Minta 7 Pulau Dikembalikan

0

Bogordaily.net – Masyarakat Kepulauan Bangka Belitung meminta agar Presiden Prabowo Subianto mengembalikan 4 pulau milik Aceh, sekaligus juga mengembalikan 7 pulau milik Babel yang juga sama dengan kasus Aceh korban Permendagri.

Babel juga menjadi korban pencaplokan atas tujuh pulau kawasan Pekajang di perbatasan dengan Kepulauan Riau. Demikian disampaikan mantan Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Babel Emron Pangkapi, Minggu di Jakarta.

Tujuh pulau di kawasan Pekajang (juga disebut sebagai pulau Tujuh), sebelumnya adalah milik pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Ketika terjadi pemekaran pembentukan Provinsi Kepulauan Babel berdasarkan UU No. 27 Tahun 2000 kawasan Pekajang otomatis masuk Provinsi Kep. Babel.

“Lampiran peta daerah yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Undang-undang secara terang benderang Pulau Tujuh masuk Babel” tegas Emron Pangkapi.

Gugusan Pulau Tujuh berada di Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka di posisi laut Utara, yang berbatasan dengan laut Kabupaten Lingga Kepri.

Pulau Tujuh lebih dekat ke Pulau Bangka. Baik administratif dan kegiatan ekonomi masyarakat nelayan berkiblat ke pulau Bangka. Dari daratan pulau Bangka (Belinyu), ditempuh 5 jam pelayaran perahu nelayan. Sebaliknya dari daratan Pulau Lingga/Singkep harus ditempuh dalam 9 jam.

Sebelum dicaplok Kepri, seluruh KTP dan administratif dikeluarkan pemerintah Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka. Bahkan Camat Belinyu th 90-an Sofyan Rebuin secara teratur mengunjungi wilayah tersebut.

Dari 7 pulau gugusan Pekajang, hanya satu pulau berpenghuni. Selebihnya hanya tempat istirahat nelayan. Kawasan ini terkenal sebagai pemasok utama Siput Gonggong, makanan laut khas Bangka yang diproduksi turun temurun hingga kini.

Emron mrnjelaskan ketika DPR RI membahas RUU ttg Babel dan sekaligus RUU pembentukan Provinsi Kepri, masalah perbatasan ini sudah dibahas tuntas oleh Pansus kedua RUU.

Kebetulan RUU kedua provinsi dibahas bersamaan pada tahun 2000. Hanya saja Babel selesai lebih cepat disahkan pada 21 November 2000 sedang Kepri molor ke tahun 2002, karena ada penolakan Provinsi induk Riau serta DPOD.

Menurut Emron Pangkapi, yang juga mantan Kordinator Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Babel, kekisruhan terjadi pasca terbentuknya UU tentang Pembentukan Kabupaten Lingga yang mencantumkan batas daerahnya dengan laut Bangka.

Kemudian oleh Kemendagri pada tahun 2022 Pulau Tujuh dimasukkan dalam kode daerah Kabupaten Lingga.

“Sama dengan Aceh, penetapan batas wilayah diduga hasil negosiasi, bukan berdasarkan fakta undang-undang”.

Berkali-kali tim dari Babel mempersoalkannya ke Kemendagri, tapi tidak mendapatkan respon yang layak. Tokoh Babel yang juga mantan Anggota MPR RI ini berharap Presiden Prabowo segera mengembalikan 4 pulau milik Aceh dan 7 pulau milik Kepulauan Babel, sekaligus menutup peluang “korupsi kesewenangan” yang sering terjadi di masa lalu. ***

Sukses! UKM Perpustakaan Keliling Gelar Harlah yang ke-7

Bogordaily.net – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perpustakaan Keliling (Pusling) Institut Ummul Quro Al-islami Bogor sukses melaksanakan hari lahir (harlah) yang ke-7 pada, Sabtu 14 Juni 2025.

Harlah Pusling IUQI Bogor berlangsung di Auditorium Gedung C dari pukul 08.00-12.00 WIB. Dengan adanya Harlah Pusling IUQI yang ke-7 ini semoga dapat terus menebar manfaat dalam mengembangkan literasi baik di lingkungan mahasiswa ataupun masyarakat.

Kegiatan ini bukan sekedar harlah biasa tetapi di isi dengan acara talk show, lomba video, serta potong tumpeng bersama sebagai simbol dibukanya harlah pusling yang ke-7.

Tak lupa juga yang mendirikan perpustakaan keliling yaitu Bapak Abdullah, S.Sos sekaligus pembina yang selalu membersamai dan mendukung acara Pusling IUQI Bogor.

Ketua pelaksana Muhammad Taufik, berharap semoga acara ini membawa manfaat, karena perjalanan sampai usia ke-7 tahun ini bukan hal yang mudah, namun penuh perjuangan.

Selain ketua pelaksana ada sambutan-sambutan lain seperti Ketua Umum UKM Pusling IUQI periode 2024-2025 yaitu Saudara Suhendri yanh mengucapkan terimakasih banyak atas partisipasi kepada demisioner, tamu undangan, peserta yang telah hadir.

“Pusling IUQI ini bukanlah perjalanan yang singkat, namun UKM pusling ini sebagai wadah dalam mengembangkan literasi,” katanyam

Presiden Mahasiswa Ryan Nasrudin, menyampaikan berkumpul merayakan hari lahir Perpustakaan Keliling (Pusling) IUQI bukan sekadar peringatan, tetapi juga refleksi atas komitmen kita bersama dalam membangun budaya literasi dan gaya hidup sehat sebagai fondasi generasi unggul.

Dalam konteks era disrupsi ini, literasi bukan lagi sekadar kemampuan membaca, melainkan keterampilan kritis dalam mengolah informasi, memecahkan masalah, dan berinovasi.

Data UNESCO (2023) menunjukkan, negara dengan tingkat literasi tinggi memiliki daya saing ekonomi dan indeks kebahagiaan yang lebih baik. Oleh karena itu, melalui tema hari ini, kita menegaskan bahwa buku bukan hanya koleksi kata, tapi pemicu gerakan intelektual dan sosial.

Tema kali ini mengaitkan literasi dengan gaya hidup sehat, karena keduanya adalah pilar generasi berkualitas. Literasi kesehatan—seperti pemahaman nutrisi, mental health, dan physical wellness—adalah pengetahuan yang harus diakses melalui bacaan berkualitas.

Penelitian Journal of Public Health* (2022) membuktikan, individu dengan kebiasaan membaca memiliki kesadaran kesehatan 30% lebih tinggi. Inilah bukti bahwa literasi dan kesehatan adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.

Selamat ulang tahun, Pustaka Keliling IUQI!

Terima kasih atas dedikasi semua pihak yang telah menjadikannya jantung peradaban kampus. Ketua MPM Hafiz Muhammad Rahman, menyampaikan di hari bertambahnya usia UKM Pusling hari ini adalah bentuk komitmen semua rekan-rekan pengurus untuk terus meningkatkan literasi sebagai bentuk mempersiapkan generasi emas di masa yang akan datang.

Wakil Rektor III Galih Pratama, M.Pd.,M.I.Kom mengatakan UKM ini memiliki semangat yang berbeda. Semoga apa yang diharapkan oleh perpustakaan keliling bisa terwujud.

SelanjutnyanRektor Institut Ummul Quro Al-islami Bogor Haji Saiful Falah, M.Pd.I. menyampaikan dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada UKM Pusling yang istiqomah kegiatannya. Ia sekaligus membuka acara Hari Lahir Pusling yang ke-7 dengan simbolis potong tumpeng.

Selain di hadiri oleh mahasiswa adapun acara ini dihadiri oleh siswa dari SMA/SMK/MA yang berada di Bogor Barat. Tema yang di usung pada harlah ini yaitu “Meningkatkan Literasi dan Menguatkan Gaya Hidup Sehat Untuk Generasi Berkualitas.” Adapun narasumber yang mengisi di talk show dalam rangka memperingati Harlah Pusling yaitu Kak Cahaya Listian Putri sebagai narasumber kesehatan beliau juga dari Duta Muda Sehat tahun 2023 dan Kak Tiara Salsabila, SH. sebagai narasumber Literasi, ia juga dari Duta Baca tahun 2021. Materi yang disampaikan sangat luar biasa menginspirasi dan memotivasi. ***

Menkop: Soft Launching Percontohan Kopdes/Kel Merah Putih di Bantul Dapat Direplikasi Daerah Lain

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa pihaknya terus mendorong percepatan pembentukan 80 percontohan (Mock-Up) Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia. Saat ini, sudah ada sekitar delapan Kopdeskel Merah Putih yang menjadi percontohan.

Kedelapan percontohan Kopdes/Kel Merah Putih tersebut adalah Kopdes/Kel Merah Putih Srimulyo (Bantul, DIY), Penfui Timur (Kupang, NTT), Tamanmartani (Sleman, DIY), Sinduadi (Sleman, DIY), Rengel (Tuban, Jatim), Wonokerto (Pasuruan, Jatim), Randugading (Malang, Jatim), dan Sidomulyo (Jember, Jatim).

“Saya berharap mereka dapat menjadi contoh yang membanggakan dan dapat direplikasi daerah lain di seluruh Indonesia,” kata Menkop Budi Arie Setiadi pada acara Soft Launching Percontohan Kopdes/Kel Merah Putih, di Kalurahan Srimulyo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (15/6).

Menkop menganggap bahwa percontohan Kopdes/Kel Merah Putih tersebut bisa dijadikan sebagai best practise sehingga berikutnya bakal direplikasi daerah-daerah lain. “Ini kan namanya piloting, contoh bagaimana mengelola Kopdes/Kel yang baik dan prudent, menguntungkan, tingkat partisipasi masyarakat tinggi, serta bisa memberikan manfaat,” ucap Menkop.

Bagi Menkop Budi Arie, koperasi itu sebagai alat yang berdampak untuk kesejahteraan masyarakat. “Kita akan bikin jaringan koperasi nasional, dengan memetakan potensi-potensi Kopdes yang ada agar terbaca daerah mana butuh apa, kurang apa, akan disuplai Kopdes daerah lain,” kata Menkop.

Sehingga, lanjut Menkop Budi Arie, kemandirian ekonomi bisa diwujudkan secara bersama-sama. “Jadi, Kopdes/Kel Merah Putih itu jaringan distribusi baru, jaringan pemasaran baru, dan jaringan kekuatan ekonomi rakyat berbasis gotong royong,” jelas Menkop.

Menkop menambahkan, sesuai amanat Inpres Nomor 9/2025, semua penerima program KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dari Kementerian Sosial didorong untuk menjadi anggota Kopdes. “Saya akan melihat berapa jumlah anggota Kopdes, maka syarat menjadi anggota jangan memberatkan,” kata Menkop.

Menkop menambahkan karena salah satu ukuran kesuksesan Kopdes/Kel Merah Putih adalah tingkat partisipasi masyarakat dalam menjadi anggota koperasi.

Dalam kesempatan yang sama, Menkop Budi Arie juga melakukan dialog interaktif secara online dengan pengurus Kopdes-Kopdes percontohan tersebut. Ketua Kopdes Penfui Timur asal Kupang, misalnya, menjelaskan bahwa Kopdesnya sudah memiliki enam gerai (kantor, logistik, cold storage, sembako) dan bergerak di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Namun, kita belum bisa memiliki klinik dan apotik desa karena berkaitan dengan proses perijinan,” kata Ketua Kopdes Penfui Timur.

Menanggapi hal itu, Menkop Budi Arie menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan masuk ke dalam Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih. “Tenang, saya akan bereskan masalah perijinan itu,” tegas Menkop.

Bahkan, Menkop menekankan bahwa semua aturan yang ada, termasuk di daerah, harus mendukung suksesnya Kopdes/Kel Merah Putih. “Kalau perlu relaksasi aturan, bila untuk kepentingan masyarakat. Jangan sampai aturan menghambat kita,” ucap Menkop.

Menkop mencontohkan aturan yang mensyaratkan hanya Noraris Pembuat Akta Koperasi (NPAK) yang boleh mengeluarkan sertifikat atau akta Kopdes. “Saya surati Menteri Hukum, dan semua notaris boleh mengeluarkan akta Kopdes,” ungkap Menkop.

Kopdes lainnya dari Sidomulyo, Jember, menjabarkan bahwa Desa Sidomulyo merupakan penghasil kopi robusta terbesar di Jember dengan total produksi sebesar 5000 ton yang siap ekspor ke Jepang dan Singapura. “Itu direct ekspor,” ucap Ketua Kopdes Sidomulyo.

Selain kopi, Desa Sidomulyo juga penghasil domba terbaik di Indonesia. “Kita juga sudah bekerjasama dengan Singapura sebanyak 2500 ekor,” kata Ketua Kopdes Sidomulyo.

Sementara Ketua Kopdes Randugading asal Kabupaten Malang mengatakan, Kopdesnya sudah memenuhi enam gerai Kopdes ditambah satu gerai untuk pengelolaan air bersih. “Kami juga mempunyai merek beras lokal sendiri yang bisa melayani 3 ton perbulan untuk seluruh anggota koperasi,” kata Ketua Kopdes Randugading

Selain itu, Kopdes Randugading yang merupakan pengembangan dari Koperasi Wanita (Kopwan) dan beraset sebesar Rp3 miliar itu, juga berkeinginan menjadi distributor pupuk bersubsidi dan gas elpiji 3 kilogram. “Kami juga memohon agar proposal pinjaman dana bergulir LPDB bisa segera dicairkan,” kata Ketua Kopdes Randugading.

Motor Penggerak

Sementara itu, di Bantul sejauh ini ada tiga bakal percontohan Kopdes/Kel Merah Putih untuk nasional. Tiga percontohan itu berada di Kalurahan Srimulyo (Kecamatan Piyungan), Kalurahan Sriharjo (Imogiri), dan Kalurahan Bangunharjo (Sewon). Namun, baru Kopdes/Kel Merah Putih di Srimulyo yang dianggap lebih siap dibandingkan yang lain.

Dimana Kopdes/Kel Merah Putih Srimulyo dirancang menjadi motor penggerak ekonomi desa dengan unit usaha meliputi ketahanan pangan, klinik desa, apotek, unit simpan pinjam, pergudangan, toko sembako, jasa pariwisata, peternakan, hingga perikanan.

Intinya, unit usaha Kopdes/Kel Srimulyo dapat berfokus pada pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dan memperkuat rantai ekonomi desa.

“Kopdes/Kel Merah Putih sebagai garda terdepan perekonomian, sehingga perlu dikelola dan dibangun agar tercipta kesejahteraan masyarakat Srimulyo,” kata Lurah Srimulyo Wajiran.

Kopdes/Kel Merah Putih Srimulyo juga dinilai mampu bergerak dengan menjalin kolaborasi bersama tokoh masyarakat dan warga setempat. Di sana, sudah ada yang mau kerja sama, mau menyumbangkan aset, dan sebagainya. Artinya, sudah ada kolaborasi dengan warga setempat atau sekitar.

Lurah Wajiran mengungkapkan, Kopdes/Kel Merah Putih Srimulyo yang didukung Dana Keistimewaan (Danais) sebesar Rp700 juta diharapkan menjadi penggerak utama ekonomi lokal serta penyertaan modal dalam bentuk aset. ***

RSUD Kota Bogor Gelar Podcast Kesehatan, Bahas Prilaku yang Mempengaruhi Kesehatan Jantung

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kota Bogor akan menggelar podcast kesehatan yang bertema’ Prilaku yang Mempengaruhi Kesehatan Jantung’.

Podcast kesehatan ini akan dilaksanakan secara live streaming melalui kanal Youtube RSUD KOTA BOGOR DAILY.

Kamu bisa mengikuti podcast ini pada Jumat 16 Juni 2025. Mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai.

Podcast RSUD Kota Bogor tersebut akan diisi oleh narasumber yang ahli dalam bidang kesehatan yaitu dr. Bambang Agustian, Sp.PD, K-Kv, FINASIM (pembicara) dr. Ni Nyoman Diah, MARS (moderator).

Seperti yang diketahui, beberapa perilaku dapat mempengaruhi kesehatan jantung, baik secara positif maupun negatif.

Perilaku yang buruk seperti merokok, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Di sisi lain, perilaku positif seperti rutin berolahraga, menjaga pola makan sehat, mengelola stres, dan tidak merokok dapat membantu menjaga kesehatan jantung.

Berikut adalah beberapa perilaku yang dapat memengaruhi kesehatan jantung:
Perilaku yang Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung.

Merokok

Merokok dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan risiko pembentukan plak di arteri.

Pola Makan Tidak Sehat

Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, dan garam dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Kurang Aktivitas Fisik.

Gaya hidup sedenter (kurang bergerak) dapat meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, yang semuanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Konsumsi Alkohol Berlebihan

Alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, kadar trigliserida, dan risiko penyakit jantung. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Terbentuk 100% Kopdeskel Merah Putih di Sleman, Menkop: Mendekatkan Teknologi dan Akses Modal ke Warga Desa

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengapresiasi Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta, khususnya Pemkab Sleman, karena sudah 100% membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayahnya.

Dari data yang ada, di tingkat DIY, sampai dengan tanggal 15 Juni 2025 pukul 10.00 WIB, badan hukum yang telah diberikan pada 404 koperasi atau sebesar 92,24 % dan telah terdata di Online Data System Kementerian Koperasi serta dashboard Koperasi Merah Putih sebanyak 390 koperasi atau 89,04 %.

Capaian DIY ini merupakan capaian tertinggi di Indonesia, yang menunjukkan bahwa Pemda DIY didukung pemerintah kabupaten/kota serius dalam melaksanakan program Pemerintah. Diharapkan sebelum akhir Juni 2025 sudah terbentuk Koperasi Merah Putih sebanyak 100%.

“Maka, dengan adanya Kopdes tersebut, akan bisa mendekatkan teknologi digitalisasi dan akses modal ke masyarakat desa. Juga mampu mewujudkan kewirausahaan di akar rumput masyarakat desa,” kata Menkop Budi Arie Setiadi pada acara penyerahan SK Badan Hukum Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, di Kalurahan Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (15/6).

Menkop Budi Arie juga meyakini bakal tercipta jaringan koperasi nasional diantara Kopdes-Kopdes seluruh Indonesia.

“Antara Kopdes/Kel Merah Putih bisa saling bertukar produk dan pasar sesuai dengan potensi desanya masing-masing,” ucap Menkop.

Menurut Menkop Budi Arie, setelah tahap pembentukan (badan hukum), tahap berikutnya yang tidak kalah penting adalah operasionalisasi dan pengembangan Kopdes/Kel Merah Putih secara berkelanjutan.

“Maka perlu dilakukan identifikasi terhadap potensi usaha desa yang dapat dikembangkan, baik di sektor pertanian, UMKM, perdagangan, maupun jasa lainnya,” kata Menkop.

Selanjutnya, Menkop Budi Arie mendorong aneka potensi tersebut harus dikelola dengan model bisnis yang tepat, dikelola SDM yang profesional dan kompeten, disertai dengan pendampingan yang komprehensif. “Mulai dari aspek manajemen, pemasaran, hingga akses pembiayaan,” ucap Menkop.

Pada tahap ketiga, lanjut Menkop, akan masuk ke level monitoring, evaluasi, hingga pengembangan usaha. “Kita jangan tergesa-gesa tapi harus prudent,” tegas Menkop.

Lebih dari itu, Menkop berharap penyerahan SK Badan Hukum ini menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi desa. “Karena, tujuan dari koperasi adalah untuk memperkuat posisi ekonomi masyarakat melalui usaha bersama, mengurangi ketergantungan dari pihak luar, serta menciptakan kesejahteraan yang merata,” papar Menkop Budi Arie.

Bagi Menkop Budi Arie, eksistensi Kopdes/Kel Merah Putih juga bakal mampu menghilangkan praktik tengkulak, rentenir, hingga pinjaman online di desa-desa. “Modal tengkulak di desa-desa itu uang, truk, dan gudang. Maka, Kopdes harus punya itu semua,” ucap Menkop.

Lumbung Mataram

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mendukung penuh eksistensi Kopdes Merah Putih, karena sejalan dengan program pengembangan pangan (Lumbung Mataram) di Yogyakarta, untuk menambah penghasilan warga.

“Saya berharap tercipta kerjasama yang baik dalam membangun jaringan usaha antara Lumbung Mataram dengan Kopdes Merah Putih. Jaringan ini harus kita bangun bersama,” kata Sri Sultan .

Sri Sultan meyakini, dengan hadirnya Kopdes/Kel Merah Putih akan menciptakan kepastian manajemen yang profesional dan akuntabel. “Banyak sarjana dari desa bisa kita didik dengan baik agar bisa memegang manajemen koperasi dengan baik,” kata Sri Sultan.

Sri Sultan juga menekankan bahwa ke depannya Kopdes/Kel Merah Putih harus terus didorong untuk berjalan mandiri. “Dibantu cukup sekali, selanjutnya harus mampu mandiri. Maka, akuntabilitas harus dilakukan,” kata Sri Sultan.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyebutkan bahwa seluruh kalurahan di wilayahnya sudah melakukan musyawarah desa khusus untuk membentuk Kopdes Merah Putih, hingga sudah terbentuk keanggotaannya.

“Pengembangan Kopdes Merah Putih ini mencakup pendirian gerai layanan multifungsi seperti kantor koperasi, sembako, simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, cold storage atau pergudangan, serta logistik desa disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing wilayah,” terang Wabup Sleman.

Wabup Sleman menambahkan, hasil dari Musdesus di Sleman menyebutkan, 83 Kalurahan memilih cara pembentukan koperasi yang baru, sedangkan tiga Kalurahan memilih pengembangan koperasi yang sudah ada.

Tiga kalurahan yang memilih untuk mengembangkan koperasi yang sudah ada, antara lain Kalurahan Sinduadi (Kecamatan Mlati), Sidomulyo (Godean), dan Jogotirto (Berbah).

Kalurahan Sinduadi, memilih untuk mengembangkan koperasi simpan pinjam (KSP) eks BKM yang sebelumnya sudah ada. Sidomulyo memilih untuk mengembangkan koperasi Gapoktan yang selama ini telah berjalan, sedangkan di Jogotirto pengembangan KSP Kalurahan yang sudah eksis.  ***

Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Sudah Cair, Cepat Cek Sekarang Juga!

0

Bogordaily.net – Kabar dari Kementerian Sosial, bantuan sosial atau bansos PKH dan BPNT tahap 2 sudah cair.

Bansos PKH dan BPNT tahap dua dipastikan sudah cair pada triwulan dua akan cari di minggu ketiga bulan Juni 2025.

Untuk itu, masyarakat bisa melakukan cek bansos tahun 2025 secara online melalui laman resmi Kemensos, https://cekbansos.kemensos.go.id.

Namun dimungkinkan ada perubahan daftar penerima bansos.

Mengingat, sebelumnya Kemensos menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dalam penyaluran bansos tersebut.

“Ada beberapa warga yang dulu menerima bantuan, kini tidak lagi karena adanya pemutakhiran data. Begitupun sebaliknya, ada warga baru yang masuk sebagai penerima,” ujar menteri sosial.

Cara Cek apakah kamu sudah terdaftar DTKS atau belum?

1. Akses website cekbansos.kemensos.go.id

2. Kamu juga bisa langsung menanyakannya ke dinas sosial terkait namamu

Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2011 tentang penanganan fakir miskin menjelaskan bahwa program penerimaan bantuan sosial harus mengacu pada data Terpadu yang dikelola kementerian sosial yang sekarang disebut DTKS. ***

Lestarikan Budaya, Dispora Bogor Gaungkan Permainan Tradisional Kepada Masyarakat di Kabogorfest 2025

Bogordaily.net – Dalam upaya melestarikan budaya lokal dan memperkenalkan kekayaan olahraga tradisional kepada generasi muda, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor menggelar serangkaian kegiatan permainan tradisional di Kabogorfest 2025, yang berlangsung dari 11-26 Juni 2025.

Permainan tradisional ini tidak hanya bernilai hiburan, tetapi juga mengandung filosofi kebersamaan dan ketangkasan.

Fungsional Perencana Dispora Kabupaten Bogor, Wahid, menjelaskan bahwa beragam permainan khas daerah turut diperkenalkan, antara lain sumpitan, terompah panjang, enggrang, ketapel, hingga layangan yang kerap menjadi favorit. Beberapa permainan ini bahkan dipersiapkan untuk ajang perlombaan di tingkat nasional.

“Kami di sini ingin masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya generasi muda, mengenal kembali permainan tradisional yang menjadi bagian dari warisan budaya bangsa. Tahun ini, ada ajang Pornal 2025 di Lombok, dan teman-teman dari komunitas Pelangi akan berpartisipasi membawa permainan ini ke panggung nasional,” ujar Wahid.

Selain mempertandingkan permainan tradisional, Dispora Kabupaten Bogor juga menyediakan berbagai hadiah menarik untuk peserta dan pemenang, mulai dari bola voli, bola futsal, bola basket, hingga tumbler dan mug eksklusif.

Menurut Wahid, langkah ini merupakan bagian dari kewenangan Dispora dalam memperkenalkan budaya olahraga kepada masyarakat.

“Harapan kami, masyarakat Kabupaten Bogor minimal bisa kenal dan menghargai olahraga tradisional yang kita miliki. Ini bukan sekadar bermain, tapi juga bagian dari menjaga identitas budaya kita,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari berbagai kalangan, termasuk komunitas olahraga, pemerhati budaya, dan sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Bogor.

Di tempat yang sama, Adi Sitorus, salah satu warga Cijujung, Kecamatan Sukaraja, mengapresiasi upaya Dispora Kabupaten Bogor dalam menghidupkan kembali olahraga tradisional melalui Kabogorfest. Menurutnya, permainan seperti sumpitan dan katapel merupakan olahraga tradisional yang sangat baik untuk diperkenalkan kembali kepada masyarakat.

“Olahraga tradisional ini sebenarnya sangat menarik dan bagus, tapi peminatnya selama ini kurang banyak. Dengan adanya Kabogorfest, kami merasa ada kesempatan bagus untuk memperkenalkan kembali olahraga tradisional kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Adi berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat lebih mengenal dan mencintai olahraga yang sarat nilai budaya tersebut.

“Kami ingin olahraga tradisional tidak hanya menjadi kenangan, tapi juga menjadi bagian dari aktivitas kemasyarakatan yang menyenangkan dan mendidik,” imbuhnya. (*)

Kabar Duka, Musisi Gustiwiw Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya

0

Bogordaily.net – Dunia musik tanah air tengah berduka. Musisi muda Gusti Irwan Wibowo atau akrab disapa Gustiwiw meninggal dunia pada Minggu (15/6/2025).

Kabar ini dibagikan oleh aktor dan komedian Ananta Rispo melalui akun X pribadinya, @anantarsipo.

“Innalillahi wainailaihi rojiun. Saya bersaksi demi Allah @gustiwiw orang baik, baik banget malah. Semoga tenang dan ditempatkan di tempat terbaik, Allah ampuni dosanya dan Alla terima amal ibadahnya aamiin,” bunyi cuitan Ananta, dikutip Minggu (15/6/2025).

Almarhum Gusti dikenal sebagai produser yang memproduseri beberapa musisi muda terkenal seperti Ardhito Pramono di album Wijaya Kusuma, Nadin Amizah, Alsa Aqilah.

Selain itu Gusti juga bertindak sebagai produser untuk lagu Rasa-Rasanya yang menjadi original soundtrack film Keluarga Cemara 2.

Kabar meninggalnya Gustiwiw yang baru berusia 29 tahun ini mengejutkan warganet.

“Kak ya Allah aku suka banget sama lagu-lagu kamu,” tulis netizen.

“Innalilahi wa inna ilaihi raji’un, kaget ih kenapa ya?” kata netizen lain.

“Innalillahi, kaget sekaget-kagetnya,” timpal yang lain.

Gusti meninggal dunia usai jatuh di kamar mandi. Hal ini diungkap oleh salah satu tim manajemen Gusti.

“iya benar meninggal dunia karena jatuh di kamar mandi. Lagi di Bandung,” katanya.

Terkait pemakaman akan dikabarkan lebih lanjut oleh tim manajemen. Saat ini Gusti kabarnya akan dibawa ke rumah duka di kawasan Bekasi, Jawa Barat. ***