Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 614

Hjb ke-543, Imigrasi Bogor Gelar Layanan Spesial “543 PASPOR”

0

Bogordaily.net — Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor menggelar layanan spesial bertajuk “543 PASPOR” di Balai Kota Bogor pada Sabtu 14 Juni 2025.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (14–15 Juni 2025), ini terselenggara atas kolaborasi antara Imigrasi Bogor dengan Pemerintah Kota Bogor.

Layanan 543 PASPOR memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengurus paspor, baik untuk permohonan baru maupun penggantian paspor.

Selain itu, pengambilan paspor kini semakin praktis dengan hadirnya fasilitas drive thru, serta opsi pengiriman langsung ke rumah melalui layanan Mobile POS yang bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Bogor, Ritus Ramadhana, menjelaskan bahwa jumlah pemohon paspor dalam layanan ini ditetapkan secara simbolik, sesuai angka usia Kota Bogor tahun ini.

“Rata-rata pemohon harian di Imigrasi Bogor sekitar 350 orang. Tapi spesial di momen HJB ke-543, kami melakukan pelayanan simpatik dengan kuota sebanyak 543 paspor, sebagai bentuk perayaan dan penghormatan terhadap hari jadi Bogor ini. Kami pun menyiapkan 10 booth paspor untuk melayani masyarakat,” ujar Ritus.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Wali Kota Bogor Dedie Rachim, Direktur Izin Tinggal Direktorat Jenderal Imigrasi Jaya Saputra, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat Filianto Akbar, serta perwakilan instansi pemerintah dan pihak perbankan, termasuk Direksi Bank BRI dan Bank BSI.

Tak hanya memberikan pelayanan prima, Imigrasi Bogor bersama mitra perbankan juga menghadirkan kejutan menarik.

Dua orang pemohon yang lahir pada tanggal 3 Juni mendapat hadiah berupa paspor gratis.

Selain itu, 13 orang lainnya yang berhasil menjawab kuis di lokasi juga mendapatkan paspor tanpa dipungut biaya.

Layanan 543 PASPOR menjadi bukti nyata sinergi antara Kantor Imigrasi Bogor dan Pemerintah Kota Bogor dalam mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat.

Di momen perayaan HJB ke-543 ini, masyarakat diuntungkan dengan proses yang lebih cepat, mudah, dan penuh kejutan.***

Ibnu Galansa

Menteri Maman Bangun Sistem Sapa UMKM sebagai Solusi Terpadu Transformasi Usaha

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan saat ini tengah membangun sistem SAPA UMKM sebagai solusi terpadu untuk mendorong UMKM naik kelas melalui pendekatan ekosistem dan transformasi digital.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat memberikan sambutan dalam Seminar dan Audiensi yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Doktor Akuntansi (Ikadokansi) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti, Jakarta, Sabtu (14/6), menyampaikan terdapat empat permasalahan utama yang hingga kini masih menjadi tantangan besar bagi pelaku UMKM di Indonesia.

“Empat masalah utama UMKM kita hari ini adalah dominasi skala mikro, keterbatasan akses pasar, keterbatasan akses pembiayaan, dan lemahnya kapasitas teknologi serta standaridsasi. Kita tidak bisa hanya bicara jargon naik kelas, tapi harus punya sistem yang konkret,” kata Menteri Maman dalam acara seminar yang mengambil tema “UMKM Naik Kelas: Peran Pemerintah dan Dukungan Ekosistem Ekonomi” itu.

Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Kementerian UMKM saat ini sedang membangun sistem digital nasional bernama Sapa UMKM. Ini merupakan super aplikasi yang akan menjadi ekosistem layanan terintegrasi untuk pendataan, pembinaan, fasilitasi pembiayaan, hingga konektivitas UMKM dengan pasar dan industri besar.

“Kementerian UMKM tidak akan mungkin menjangkau langsung 57 juta pelaku UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Maka, kami membangun Sapa UMKM sebagai kanal utama, agar setiap program kementerian bisa hadir langsung di genggaman pelaku usaha. Ini bukan hanya aplikasi, tapi wajah baru cara kerja pemerintah untuk UMKM,” katanya menegaskan.

Melalui Sapa UMKM, Kementerian UMKM menargetkan semua fasilitas insentif, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), pendampingan SDM, dan penguatan kualitas produk, hanya akan diberikan kepada UMKM yang telah terverifikasi dan terintegrasi dalam sistem ini. Proses ini sekaligus menjawab tantangan validasi data UMKM yang selama ini tersebar dan belum terstruktur secara baik.

Lebih lanjut, Menteri Maman menyampaikan bahwa Kementerian UMKM saat ini mengemban dua mandat besar, yaitu meningkatkan rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,1 persen pada tahun 2025 (dari baseline 3,08 persen) dan meningkatkan proporsi usaha kecil dan menengah dari total pelaku UMKM.

“Piramida UMKM kita masih timpang. Dari 57 juta unit usaha, sekitar 54 juta atau hampir 97 persen masih di level mikro. Target kami adalah mendorong terjadinya perpindahan strata dari mikro ke kecil, dan dari kecil ke menengah. Inilah esensi dari konsep naik kelas yang sesungguhnya,” katanya menerangkan.

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM menjadi dasar hukum dalam upaya mencapai target tersebut. Dalam Perpres itu, salah satunya disebutkan tentang otoritas Kementerian UMKM untuk mendorong seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah agar mengalokasikan minimal 40 persen belanja barang/jasa pada produk UMKM.

“PP Nomor 7/2021 ini memberi kami kekuatan untuk mengintervensi sistem pengadaan pemerintah agar lebih berpihak pada UMKM. Tapi sekali lagi, tantangannya adalah pengawasan dan konsistensi implementasi di lapangan,” katanya menambahkan.

Menteri Maman pada kesempatan itu juga menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor, terutama dari kalangan akademisi, praktisi, dan komunitas intelektual termasuk Ikadokansi. Ia menyebutkan bahwa para doktor yang tergabung dalam Ikadokansi merupakan pemikir strategis di bidang ekonomi dan akuntansi yang berperan penting dalam mengawal arah kebijakan transformasi UMKM Indonesia.

“Sebagai Menteri, saya bukan Superman. Saya butuh dukungan dari para pejuang intelektual seperti Bapak dan Ibu sekalian. Karena hanya dengan kerja kolektif, ekosistem UMKM kita bisa dibangun secara berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh para akademisi, praktisi usaha, dan alumni program doktoral FEB Universitas Trisakti. Seminar ini juga menjadi ruang diskusi antara pemerintah dan pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi konkret akselerasi UMKM naik kelas.***

Helaran Budaya HJB ke-543 Kabupaten Bogor Dimeriahkan 90 Mobil Hias

0

Bogordaily.net – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bogor menyebut Helaran Budaya HJB ke-543 mendapat sambutan positif dari berbagai lapisan masyarakat.

Plt Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bogor Ria Marlisa mengatakan bahwa, pelaksanaan Helaran Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 itu mendapat respon positif khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Alhamdulillah hari ini atas arahan pak Bupati Bogor, kegiatan helaran sudah termasuk dalam rangkaian peringatan HJB termasuk Kabogorfest salah satunya adalah untuk meramaikan UMKM yang ada di seputaran Kabogorfest,” kata Ria Marlisa, Sabtu 14 Juni 2025.

Kemudian, kata Ria, dalam Helaran Budaya tersebut ada sebanyak 90 mobil yang dihias oleh sejumlah Satuan Kepegawaian Perangkat Daerah (SKPD) dan juga Kecamatan.

“Alhamdulillah 90 mobil hias dari skpd, bumd, dan Kecamatan semua ikut serta dalam kegiatan tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, Helaran Budaya tersebut dibuka langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto. Kemudian sejumlah SKPD maupun Kecamatan menampilkan beberapa tema budaya adat daerah nya masing-masing.

Adapun, parade Helaran Budaya dalam rangka meriahkan HJB Ke-543 itu berlangsung mulai pukul 10.00 hingga pukul 12.00 WIB, dengan rute Lapangan Tegar Beriman menuju Stadion Pakansari.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi acara helaran budaya kali ini yang diikuti oleh sejumlah Satuan Kepegawaian Perangkat Daera (SKPD) dan juga para pegawai dari 40 Kecamatan, hingga kelompok masyarakat.

Dimana, mereka menghias kendaraannya masing masing hingga mengenakan kostum adat dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih, bukan hanya peserta dari 40 kecamatan, bukan hanya dari seluruh OPD, bukan hanya dari sanggar sanggar bukan hanya dari kelompok-kelompok masyarakat,” ujar Rudy Susmanto kepada wartawan, Sabtu 14 Juni 2025.***

Albin Pandita

Bawa Leuit, Perumda Pasar Tohaga Meriahkan Parade Helaran Budaya di Cibinong

0

Bogordaily.net – Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor memeriahkan parade Helaran Budaya yang berlangsung di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong pada Sabtu 14 Juni 2025.

Dalam kesempatan itu, terlihat jajaran Direksi dan Staf Perumda Pasar Tohaga mengenakan pakaian adat sunda ala arjuna sambil membawa beberapa senjata adat seperti pedang, panah dll.

Kemudian, mobil yang dihias oleh jajaran Perumda Pasar Tohaga terbuat dari ukiran bambu dan juga beberapa atap dari padi padian.

Sebelumnya diketahui, Helaran Budaya tersebut dibuka langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto. Kemudian sejumlah SKPD maupun Kecamatan menampilkan beberapa tema budaya adat daerah nya masing-masing.

Adapun, parade Helaran Budaya dalam rangka meriahkan HJB Ke-543 itu berlangsung mulai pukul 10.00 hingga pukul 12.00 WIB, dengan rute Lapangan Tegar Beriman menuju Stadion Pakansari.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi  acara helaran budaya kali ini yang diikuti oleh sejumlah Satuan Kepegawaian Perangkat Daera (SKPD) dan juga para pegawai dari 40 Kecamatan, hingga kelompok masyarakat.

Dimana, mereka menghias kendaraannya masing masing hingga mengenakan kostum adat dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih, bukan hanya peserta dari 40 kecamatan, bukan hanya dari seluruh OPD, bukan hanya dari sanggar sanggar bukan hanya dari kelompok-kelompok masyarakat,” ujar Rudy Susmanto kepada wartawan, Sabtu 14 Juni 2025.***

Albin Pandita

RS Islam Bogor Promo Free Upgrade Kamar Rawat Inap Khusus Pasien Asuransi dan Perusahaan

0

Bogordaily.net – Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik dan kenyamanan ekstra bagi pasien, Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) menghadirkan promo spesial berupa free upgrade kamar rawat inap selama Juni 2025.

Promo ini ditujukan khusus bagi pasien asuransi dan perusahaan (non-COB BPJS) yang telah menjalin kerjasama dengan RSIB.

Melalui promo ini, pasien bisa mendapatkan peningkatan kelas kamar secara gratis dari kelas 1 ke kamar VIP, dan dari kamar VIP ke kamar Suite Room tanpa biaya tambahan.

Promo ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pasien yang telah mempercayakan pelayanan kesehatan kepada RS Islam Bogor.

Namun, promo ini hanya berlaku bagi pasien rawat inap, dan harus diklaim saat proses pendaftaran awal.

Selain itu, promo diberikan sesuai ketersediaan kamar, serta mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku.

Pasien atau calon pasien yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat langsung menghubungi 0899-8268-777.

Jangan lewatkan kesempatan ini! Dapatkan pelayanan terbaik dengan kenyamanan lebih hanya di Rumah Sakit Islam Bogor.***

Ibnu Galansa

Dedie Rachim Dukung Tempe Jadi Warisan Budaya Dunia

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap tempe sebagai produk unggulan Indonesia yang telah mendunia.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan Forum Tempe Nasional bertajuk “Budaya Tempe, Persembahan dari Indonesia untuk Dunia” yang berlangsung di Istana Ballroom, Hotel Salak The Heritage, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Sabtu 14 Juni 2025.

Tema tahun ini menjadi sangat istimewa karena tempe telah diajukan oleh pemerintah Indonesia ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Culture Heritage).

Menurut Dedie Rachim, tempe bukan hanya sekadar makanan tradisional, tetapi telah menjadi produk pangan berprotein tinggi yang diminati masyarakat dunia.

Bahkan, di Kota Bogor sendiri, terdapat produsen tempe yang telah mengekspor ke 10 negara.

“Di Bogor sendiri saat ini ada produsen tempe yang sudah menjadi eksportir tempe ke 10 negara. Ini tentu membuat kita bangga karena penggemar tempe tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga dari mancanegara,” ujar Dedie Rachim.

Ia menilai, tempe sebagai warisan budaya kuliner memiliki potensi besar tidak hanya untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia, tetapi juga menambah kebanggaan terhadap identitas bangsa.

“Dulu kita sering dengar istilah ‘bangsa tempe’ adalah bangsa yang lemah, tapi kini justru tempe menjadi produk unggulan bernilai gizi tinggi yang dikonsumsi banyak negara. Ini bukti bahwa bangsa Indonesia sejak dulu sudah berpikir maju dalam mengolah makanan sederhana menjadi pangan berkelas dunia,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Forum Tempe Indonesia, dr. Hardinsyah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Tempe Nasional (Hartempenas) yang jatuh setiap 6 Juni, bertepatan dengan hari lahir Bung Karno.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Bogor yang telah mendukung perkembangan industri tempe dan mengapresiasi peran Kota Bogor sebagai kota bersejarah lahirnya gagasan pengakuan tempe sebagai warisan budaya dunia.

“Hari ini, kita bersyukur karena pemerintah Indonesia sudah mengajukan tempe ke UNESCO. Ini tidak terlepas dari peran Forum Tempe Indonesia dan sejarah panjangnya yang dimulai dari Kota Bogor, 11 tahun lalu,” ungkap Hardinsyah.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan penandatanganan rembud budaya tempe. Turut hadir pula para pelaku usaha tempe, akademisi, pegiat budaya, serta pemangku kepentingan dalam kegiatan tersebut.***

Ibnu Galansa

Momen Haru Maia Estianty di Siraman Al Ghazali, Duduk Sejajar dengan Ahmad Dhani dan Mulan

0

Bogordaily.net – Momen haru dan bahagia mewarnai prosesi siraman Al Ghazali, putra sulung dari pasangan musisi ternama Ahmad Dhani dan Maia Estianty.

Siraman ini digelar sebagai bagian dari rangkaian jelang pernikahan Al Ghazali dengan sang kekasih, Alyssa Daguise.

Namun bukan hanya prosesi adatnya yang menjadi sorotan, melainkan kehadiran sang ibunda, Maia Estianty, yang mencuri perhatian publik.

Maia Estianty, musisi sekaligus produser ternama, hadir mengenakan kebaya klasik bermotif bunga bernuansa merah dan biru. Ia duduk di kursi utama bersama suaminya, Irwan Mussry, menatap penuh kasih ke arah Al Ghazali yang bersimpuh di hadapannya, memohon restu sebagai seorang anak menjelang pernikahan.

Tatapan penuh cinta itu menjadi pusat perhatian setelah tersebarnya foto-foto dari acara tersebut di media sosial. Banyak netizen yang terharu melihat ketulusan dan kasih sayang Maia terhadap anaknya, yang selama ini ia besarkan dengan penuh perjuangan sebagai seorang ibu tunggal.

Maia Estianty Duduk Sejajar dengan Ahmad Dhani dan Mulan Jameela

Yang juga menjadi perbincangan adalah posisi duduk Maia yang berada sejajar dengan mantan suaminya, Ahmad Dhani, dan istri Dhani saat ini, Mulan Jameela. Ketiganya tampil serasi mengenakan busana adat berwarna putih, menciptakan suasana khidmat dan harmonis dalam acara yang sarat nilai keluarga dan adat tersebut.

Maia tampak anggun dalam balutan kebaya putih lengkap dengan veil tipis, sementara Irwan Mussry duduk di sampingnya, menambah kesan damai dan hangat dalam suasana keluarga besar yang berkumpul demi kebahagiaan Al Ghazali.

Kebersamaan mereka dalam satu frame menimbulkan banyak reaksi dari warganet. Banyak yang memuji kebesaran hati Maia yang mampu hadir dengan penuh ketulusan dan menyatu dalam satu momen penting bersama mantan suami dan keluarga barunya.

Reaksi Netizen

Potret Maia yang menyaksikan Al Ghazali dengan tatapan penuh cinta diabadikan oleh berbagai akun media sosial, termasuk salah satunya yang viral dari akun @pembasmi.kehaluan.reall di Instagram. Unggahan tersebut langsung dibanjiri ribuan komentar dari netizen.

“Hati bunda luas banget ya Allah,” tulis seorang pengguna Instagram.

“Al tetap harus sungkem ke ibu kandungnya, bukan ibu sambung,” komentar lainnya.

“Demi anak-anak, bunda Maia mengalahkan egonya. Hatimu seluas samudera,” puji netizen lain yang juga viral.(*)

Belanda dan Sunda, Pertemuan Pertama di Pelabuhan Banten

0

Bogordaily.net – Bagaimana proses masuknya bangsa Eropa ke Nusantara khususnya ke tanah Jawa? Ternyata tidak semudah yang dikira.

Pertama kali bangsa Eropa menjejakkan kakinya di tanah Jawa yaitu di Pelabuhan Banten pada abad 16.

Saat dalam misi menjelajah dunia, bangsa Eropa dari Belanda berinteraksi dengan orang-orang pribumi yang masih berbudaya Sunda. Meski secara kepercayaan mereka sudah menganut agama Islam namun secara sosial dan budaya masih melekat kesundaannya.

Dalam dokumen pelayaran De Eerste Schipvaart der Nederlanders naar Oost-Indië onder Cornelis de Houtman (1595–1597), terdapat narasi mendetail yang mencerminkan dinamika interaksi awal tersebut. Analisis ini berfokus pada dimensi diplomasi, komunikasi budaya, ketegangan sosial, dan penilaian timbal balik antara kedua belah pihak.

Diplomasi dan Intrik Bangsa Eropa di Banten

Kedatangan de Houtman disambut baik meski secara protokoler oleh pejabat kesultanan Banten. Dijelaskan mengenai kedatangan armada Belanda yaitu menggunakan perahu kecil untuk menemui Gubernur.

“Capiteijn in onse roey-jacht hebbende den Gouverneur te ghemoeten, welck oock also geschiede, ende sonden een Balaon voor om zyne hoogheyt te veradverteren van onse comste…”

Bahkan saking protokolernya kesultanan ketika itu, seorang sahbandar pelabuhan Banten rela menjadi sandera. Tujuannya adalah untuk menjamin keselamatan rombongan pihak Belanda. Barang tentu agar diplomasi dapat berjalan lancar antara Belanda dengan kesultanan Banten.

“Den Sabandar aen de Sloepe gecomen, begeirende dat wy aen landt soude comen, presenterende zynen persoon in gyselinghe te blyven, dwelck hem gherefuseert worde…”

Interaksi ini menandakan bahwa proses diplomasi harus berjalan dengan baik tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Apalagi komunikasi bilateral ini menyangkut dengan para elite Banten dalam hal kemaritiman yang harus penuh kehati-hatian.

Diplomasi tidak melulu berjalan lancar. Sempat terjadi ketegangan antara pihak Banten dengan Belanda. Para elite Banten menilai de Houtman ini bersikap sombong. Karena pada saat bicara nadanya terlalu tinggi.

“Capiteijn te veel ghesproken hadde”

Ditambah lagi bangsa Portugis ketika itu telah memiliki posisi khusus di teritori Banten termasuk di batas lautnya. Kedatangan Belanda justru dianggap menjadi pengganggu bagi Portugis yang telah memiliki kedekatan spesial dengan kesultanan Banten. Terpaksa pihak Portugis yang sudah lama beroperasi di kawasan itu menyebarkan rumor:

“De Portugesen… seggende dat wy maer verspieders en waren, om de gheleghentheyt van ’t landt te besichtighen, ende dat wy gheenen sin hadden om coopen…”

Kecurigaan ini mencerminkan bahwa hubungan Eropa dan masyarakat lokal sudah terjalin sebelumnya, dan kedatangan kekuatan Eropa baru seperti Belanda dianggap mengganggu status quo.

Selama dalam penawanan politik, de Houtman beserta rombongannya mengamati secara detail mengenai kehidupan orang-orang Sunda. Mereka menggambarkan meski tidak presisi dalam gambaran mereka namun kegiatan sosial dan proses musyawarah mereka rinci satu persatu.

Orang Sunda di Mata Bangsa Eropa

Dalam dokumen “De Eerste Schipvaart der Nederlanders naar Oost-Indië onder Cornelis de Houtman”, terdapat beberapa catatan yang menggambarkan masyarakat Sunda pada akhir abad ke-16, sebagaimana diamati oleh pelaut dan penulis Belanda dalam ekspedisi tahun 1596. Gambaran tersebut mencakup baik kalangan ningrat maupun rakyat biasa.

Berikut rangkuman karakteristik mereka.

Dimulai dari kalangan ningrat dan pemerintahan yang para bangsawan dan pejabat tingginya digambarkan memiliki pemerintahan yang tertata dengan sistem musyawarah (raad of vergadering) termasuk melibatkan bangsawan senior.

Termasuk soal-soal penting seperti militer juga diambil secara kolektif. Dicatat bahwa seorang raja dan gubernur duduk di tengah sebuah pertemuan yang dikelilingi para bangsawan terkemuka.

Mereka mengambil keputusan berdasarkan suara dari yang paling tinggi derajatnya ke bawah. Lalu dijelaskan sebutan “300 Capiteynen” atau kepala pasukan, yang menunjukkan adanya struktur militer yang mapan dan tersentralisasi.

Dalam “De Eerste Schipvaart der Nederlanders naar Oost-Indië onder Cornelis de Houtman” dicatat bahwa di wilayah pedalaman Sunda, khususnya sekitar Bantam (Banten) dan kaki Gunung Besar, masyarakat petani hidup damai dan rajin. Mereka pendatang baru yang sebelumnya tinggal di Passaruan dan kemudian bermigrasi dengan izin dari raja Banten.

Mereka digambarkan sebagai masyarakat yang sangat tenang, hidup dari pertanian, dan mengikuti ajaran Brahmana sebelum kedatangan Islam. Disebutkan bahwa mereka adalah vegetarian (“eten niet dat leven ghehadt heeft”), hidup hemat, dan menjalani kehidupan religius secara ketat.

Bangsa Sunda juga disebutkan kehidupan sosial kalangan atas memperlihatkan pola istirahat, makan, dan audiensi dengan rakyat atau bawahannya. Seorang bangsawan bisa menghabiskan waktu dengan istri atau selirnya sebelum menerima audiensi pada sore hari.

Ketika bersidang, para pembesar duduk di tanah, menunjukkan adanya kesederhanaan dalam protokol atau upacara kenegaraan, meskipun tetap penuh wibawa.

Penulis Belanda sendiri menyebut masyarakat Sunda sebagai “seer goetvolck” (bangsa yang sangat baik), yang memberi kesan bahwa mereka melihat masyarakat ini sebagai orang-orang yang ramah, damai, dan terorganisir.

Meskipun terjadi insiden politik dan konflik kecil (misalnya penahanan Cornelis de Houtman oleh penguasa lokal karena dianggap “terlalu banyak bicara”), kesan umum yang ditulis oleh orang Belanda tetap menunjukkan kekaguman terhadap struktur sosial dan budaya masyarakat Sunda.

Eko Hadi (Komunitas Bogor Historia)

Meriah! Helaran Budaya HJB ke-543 Tampilkan Mobil Hias dan Kostum Adat dari 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor

Bogordaily.net – Ribuan warga Kabupaten Bogor tumpah ruah menyaksikan kemeriahan acara yang diikuti oleh 40 kecamatan, puluhan SKPD, dan berbagai sanggar budaya.

Helaran Budaya 2025 dibuka langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto di Lapangan Tegar Beriman, dengan rute pawai menuju Stadion Pakansari, Cibinong. Acara dimulai sejak pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dan menyita perhatian masyarakat yang telah memadati lokasi sejak pagi hari.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi besar dari seluruh komponen masyarakat. Ia menilai Helaran Budaya ini menjadi momentum penting untuk memperkuat rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa.

“Kami mengucapkan terima kasih, bukan hanya peserta dari 40 kecamatan, bukan hanya dari seluruh OPD, bukan hanya dari sanggar sanggar bukan hanya dari kelompok-kelompok masyarakat,” kata Rudy Susmanto kepada wartawan, Sabtu 14 Juni 2025.

Kemudian, Rudy turut menyampaikan terima kasih atas kehadiran beberapa daerah lainnya untuk memeriahkan Helaran Budaya seperti, Kabupaten Garut, Ciamis, Sukabumi hingga Indramayu.

“Alhamdulillah hadir untuk memeriahkan dari kota dan kabupaten sukabumi, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Indramayu, Kota Bogor kota depok yang ikut memeriahkan karnaval hari ini,” jelasnya.

“Sekali saya ucapkan terima kasih, saya melihat semangat yg luar biasa dari kemaren sore, baru hari ini saya tinggal di pendopo, jam tiga pagi sudah ramai,” tambah Rudy.

Selain itu, Rudy berharap acara tahunan ini menjadi semangat baru bagi masyarakat Kabupaten Bogor dalam melestarikan budaya, dan adat sejumlah daerah di Indonesia.

“Saya ke luar, ada pimpin SKPD yg ikut menghias mobil biasa nya banyak masyarakat yg turut serta menghias mobil hias nya untuk memberikan yang terbaik dan saya tahu masyarakat kabupaten Bogor rindu terhadap hal ini,” ungkap Rudy.

(Albin Pandita)

BRI dan Rumah BUMN Cetak UMKM Siap Ekspor: Kisah Sukses Baker’s Gram

0

Bogordaily.net – Perjalanan usaha sering kali berawal dari kecintaan pada tradisi keluarga. Inilah yang dialami Ratna, pemilik Baker’s Gram, sebuah UMKM di bidang kuliner yang telah berevolusi dari industri rumahan menjadi café modern dengan visi ekspor global.

Awal mula usaha ini dirintis sejak Ratna duduk di bangku SMP, membantu ibunya yang menggantikan sang kakak mengelola bakery di sebuah bridal house keluarga.

“Saat itu, bakery kami menjadi bagian dari layanan komprehensif bridal house, mulai dari busana hingga kue pengantin,” ujarnya.

Setelah sempat vakum karena renovasi rumah menjadi ruko pada tahun 2000, semangat berwirausaha kembali tumbuh saat anak-anak telah dewasa. Maka lahirlah kembali brand Baker’s Gram pada 5 Desember 2023.

Kini, usaha tersebut tidak hanya menjual roti dan kue, tetapi juga menghadirkan konsep café yang nyaman di kawasan Gunung Sahari, Jakarta, lengkap dengan menu kopi, sarapan, dan hidangan utama seperti chicken steak dan bakmi.

Ratna mendirikan badan hukum dengan nama PT Genta Tata Boga pada akhir Desember 2024 sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi pemerintah. Legalitas usaha kini telah lengkap, termasuk NIB, sertifikasi halal, dan BPOM.

Dalam proses tumbuh kembang usahanya, Ratna bergabung sebagai UMKM binaan Rumah BUMN BRI Jakarta sejak tahun 2024. Di sini, ia aktif mengikuti berbagai pelatihan seperti strategi digital marketing, e-commerce, hingga sertifikasi halal self-declare. “Saya paling antusias ikut pelatihan marketing digital, karena di era sekarang, penjualan online sangat penting,” tuturnya.

Dukungan penuh dari BRI juga menjadi faktor penting dalam perjalanan Baker’s Gram. Melalui Rumah BUMN Jakarta, BRI juga memberikan kemudahan layanan transaksi keuangan digital seperti EDC Merchant dan QRIS.

“BRI terus berkomitmen menjadi mitra utama pertumbuhan UMKM di seluruh Indonesia. Melalui Rumah BUMN, kami tidak hanya memberikan akses pelatihan dan pembinaan, tetapi juga mendukung UMKM dengan teknologi dan akses pasar,” ujar Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi.

Tenaga kerja café ini juga didominasi oleh lulusan SMK dan Gen Z yang aktif dalam pengelolaan media sosial dan platform e-commerce. “Mereka punya gaya sendiri, penuh semangat, dan cepat beradaptasi dengan dunia digital,” ujar Ratna.

Saat ini, Baker’s Gram sedang bersiap untuk langkah besar berikutnya: ekspor ke pasar internasional. Jika tak ada aral melintang, mereka akan mengikuti pameran produk UMKM Indonesia di Istanbul pada September 2025, bekerja sama dengan KJRI Istanbul dan Kementerian terkait.

Sebagai pesan untuk sesama pelaku UMKM, Ratna menegaskan pentingnya semangat dan keterbukaan belajar. “Tetap semangat, terus buka wawasan dan cari produk yang sesuai dengan passion. Ketika produk sudah ditemukan, fokuslah untuk mengembangkannya,” pungkasnya.(*)