Home Blog Page 625

Dukung Pembinaan Pramuka, PMUQI Selenggarakan KMD 2025

0

Bogordaily.net – Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami menyelenggarakan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) tahun 2025 di Gedung Serba Guna area putri Kwartir Ranting Leuwiliang Kabupaten Bogor. Pelatihan diikuti 71 peserta yang terdiri atas 39 santri putra dan 32 santri putri. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat karakter santri sekaligus meneguhkan peran pramuka di PMUQI.

Ketua Kwartir Ranting Leuwiliang Kak Zaini Haruman S Pd I M M mengapresiasi penyelenggaraan KMD dan berharap dampaknya menjalar ke gugus depan.

“Kami berharap kegiatan KMD ini dapat diikuti dengan sebaik baiknya sehingga para peserta dapat melatih santri PMUQI lainnya dengan izin legalitas formal,” jelasnya.

Ia menambahkan reputasi kepramukaan PMUQI kian dikenal masyarakat setelah keterlibatan marching band pada peringatan Hari Pramuka yang dinilai baik oleh kecamatan.

Kepala Pusdiklat Kwartir Cabang Kabupaten Bogor Kak Saifullah S Pd I M Pd I menyebut KMD sebagai langkah strategis memperluas daya jangkau pembinaan.

“Saya sangat antusias ketika pesantren mengadakan kegiatan KMD ini,” ungkapnya.

Ia menekankan nilai universal kepramukaan yang selaras dengan tradisi pesantren.

“Proses pembinaan pramuka ini bersifat universal dan dibentuk oleh ulama besar. Dasadarma pramuka mengandung makna yang mendalam. Oleh karena itu pramuka menjadi media dakwah Islam menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Pembina Pramuka PMUQI Kak Nur Nazmi S Pd I M Pd I memaparkan rancangan pelatihan yang berfokus pada fondasi kepanduan.

“Materi mencakup dasar dasar kegiatan pramuka serta teknik pembinaan pramuka penggalang,” jelasnya.

Ia menilai KMD menjadi pengungkit mutu pembinaan di gugus depan.

“Manfaatnya adalah meningkatkan kualitas pendidikan pramuka di Gudep PMUQI. Ke depan kegiatan ini akan diwajibkan bagi seluruh santri karena dapat menunjang karir dan prestasi mereka di masa depan.” pungkasnya.***

Sri Mulyani Tegaskan 2026 Tanpa Pajak Baru, Fokus Naikkan Kepatuhan

0

Bogordaily.net – Sri Mulyani lagi-lagi bikin kejutan. Menteri Keuangan itu memastikan tidak ada pajak baru dan tidak ada kenaikan tarif pada 2026. Padahal target pendapatan negara tahun depan melonjak tinggi.

“Pendapatan negara naik, tapi pajaknya tetap sama. Tidak ada kebijakan baru,” kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan DPD RI secara virtual, Selasa (2/9/2025).

Dalam RAPBN 2026, pendapatan negara dipatok naik 9,8 persen menjadi Rp3.147,7 triliun. Mayoritas dari penerimaan pajak: Rp2.357,7 triliun, tumbuh 13,5 persen.

UMKM Tetap Dilindungi

Sri Mulyani menegaskan arah kebijakan perpajakan tetap berpihak pada kelompok kecil. UMKM dengan omzet hingga Rp500 juta bebas PPh. Di atas itu hingga Rp4,8 miliar, pajak finalnya hanya 0,5 persen.

“Kalau pakai PPh Badan normal, angkanya 22 persen. Jadi ini pemihakan kepada UMKM,” jelasnya.

Tak hanya UMKM. Sektor pendidikan dan kesehatan juga mendapat perlindungan. Masyarakat dengan pendapatan di bawah Rp60 juta setahun tidak dipungut PPh.

Gotong Royong dan Teknologi

Di balik kebijakan ini ada prinsip yang sederhana: gotong royong. Mereka yang mampu wajib membayar dengan mudah dan patuh. Yang lemah tetap dibantu.

Di sisi lain, reformasi layanan pajak juga digencarkan. Coretax—Sistem Inti Administrasi Perpajakan—disempurnakan. Transaksi digital dan non-digital diperlakukan sama. Pertukaran data, pengawasan, hingga intelijen pajak terus diperkuat.

“Programnya jelas: perbaikan pelayanan, sinergi data, pemeriksaan konsisten,” tegas Sri Mulyani.

Intinya.

Sri Mulyani Pajak 2026 bukan soal tarif baru. Bukan juga soal menaikkan angka. Melainkan menjaga keseimbangan: pendapatan negara naik, rakyat kecil tetap dilindungi, dan sistem pajak makin modern.***

Cara Ubah Foto Profil Brave Pink Hero Green yang Lagi Viral di Media Sosial

0

Bogordaily.net – Profil Brave Pink Hero Green belakangan ini ramai dipasang netizen Indonesia. Bukan sekadar tren warna-warni di media sosial. Pink dan hijau ini kini punya makna. Punya simbol. Punya cerita.

Brave Pink lahir dari satu sosok: Ibu Ana. Ia tampil sederhana, kerudung pink, berdiri di depan barisan aparat, bendera Merah Putih di tangannya. Kamis (28/8), depan DPR RI, Jakarta. Ia bukan tokoh politik. Ia bukan orator. Tapi keberaniannya viral. Satu foto bisa lebih bertenaga daripada seribu kata.

Hero Green muncul berbeda. Warnanya identik dengan jaket ojek online. Tapi kisahnya tragis. Affan Kurniawan, driver ojol, tewas dilindas rantis Brimob. Padahal, ia hanya mengantar makanan. Tidak ikut aksi. Netizen pun serentak memberi penghormatan. Hero Green jadi lambang solidaritas.

Kini kedua warna itu—Brave Pink dan Hero Green—bertemu di media sosial. Foto profil berubah. Wajah-wajah bercampur tone pink-hijau. Semua seakan berkata: kami ikut bersuara. Kami peduli. Kami tidak diam.

Caranya? Mudah. Ada generator khusus. Dibagikan lewat akun X (Twitter) @marjono__. Cukup buka situs brave-pink-hero-green.lovable.app. Unggah foto, pilih efek, lalu download. Foto sudah siap dipasang di profil.

Website itu juga aman. Tidak menyimpan foto. Semua proses berlangsung di browser pengguna. Jadi, tak perlu takut kebocoran data.

Profil Brave Pink Hero Green akhirnya bukan lagi sekadar warna. Ia adalah pesan. Pesan bahwa rakyat bisa bersuara dengan cara sederhana. Lewat satu klik. Lewat satu foto profil.***

Kota Bogor Jadi Ruang Pertukaran Ilmu Lintas Negara

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim membuka International Seminar On Government and Civilization V di Auditorium Universitas Nusa Bangsa, Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Selasa (2/9/2025).

Mengusung tema “Cross Civilization In The Industrial Revolution 5.0: Politics, Science, and Environmental Sustainability”, seminar internasional ini diselenggarakan atas kerja sama Universitas Nusa Bangsa dengan Universitas Putra Malaysia.

Wali Kota Bogor mengapresiasi pelaksanaan seminar internasional yang menjadikan Kota Bogor sebagai tuan rumah.

“Sehingga kunjungan ini sebagai bagian dari memperkuat hubungan persaudaraan dan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia, dua negara serumpun di ASEAN, dan kunjungan ini menjadi momen penting untuk semakin mempererat kerja sama yang telah terjalin antara Nusa Bangsa dan Putra Malaysia,” ujar Dedie Rachim.

Dedie Rachim mengungkapkan bahwa tema yang diusung sangat relevan dengan tantangan global saat ini, seperti politik, tata kelola pemerintah, transformasi digital, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan serta hubungan antarbangsa.

Dedie Rachim menyebut bahwa seminar ini sebagai ruang pertukaran ilmu lintas negara serta lintas disiplin ilmu dan budaya yang diharapkan dapat memperkuat hubungan akademik sosial dan kebudayaan.

“Titik pentingnya adalah kontribusi akademik dalam memberikan masukan konstruktif untuk kebijakan politik dan tata kelola pemerintah dalam pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua Jabatan Faculty Of Human Ecolog Universitas Putra Malaysia yang juga ketua rombongan peserta dari Malaysia, Prof Madya Mohm Mahadee Bin Ismail, merasa sangat kagum atas kehadiran Dedie Rachim yang hadir langsung dalam pertemuan internasional ini.

Ia mengatakan bahwa meski situasi kondisi di Indonesia sedang dinamis, namun itu tidak membuatnya takut atau risau.

Ia menjelaskan bahwa penyampaian aspirasi adalah hal yang wajar, sehingga menurutnya tidak ada yang perlu ditakuti, terlebih Kota Bogor merupakan kota yang aman.

Ia juga menegaskan, bahwa pertemuan internasional dalam seminar ini, Universitas Putra Malaysia akan terus menjalin hubungan baik dengan Universitas Nusa Bangsa, umumnya dengan Indonesia dan Bogor.

“Dari Kota Bogor ini kami akan terus melanjutkan jaringan di tingkat akademik dan ke sektor-sektor lain. Kita sama-sama membangun nusa dan bangsa Malaysia dan Indonesia untuk sama-sama memacu kekuatan di Asia,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa Indonesia yang saat ini diberikan tanggung jawab dalam kepengurusan ASEAN akan menjadi jalan untuk terus menggalakan hubungan internasional di negara-negara Asia Tenggara ini.

Wakil Rektor I Universitas Nusa Bangsa, Prof Ucu Cahyana, mengatakan seminar ini fokus dalam membahas politics science dan sustainable dengan pertukaran ide gagasan pemikiran dan inovasi yang akan dilakukan.

“Sehingga ini bisa memberikan rekomendasi dan solusi, karena antara politics science dan lingkungan merupakan suatu yang saling berkaitan. Jadi sains tidak bisa berdiri sendiri, politik tidak bisa berdiri sendiri, dan juga lingkungan,” ujarnya.

Apa yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan internasional ini juga sangat relevan dengan kondisi global saat ini, di mana sains mendukung sektor politik dan sebaliknya.

Ia berharap akan ada rekomendasi yang bisa diimplementasikan dalam kebijakan untuk kemajuan sains, teknologi, politik, dan lingkungan yang berkelanjutan.

“Dengan begitu akan ada ide, gagasan, rekomendasi, solusi terhadap problem yang ada di dunia saat ini,” ucapnya.***

Wamenkop: Pengentasan Kemiskinan Desil V Dipercepat, Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak

0

Bogordaily.net — Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama lintas Kementerian dan Lembaga (K/L) di bawah koordinasi dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat bertekad untuk melakukan berbagai terobosan dan program untuk percepatan pengentasan kemiskinan di seluruh Indonesia khususnya untuk kelompok masyarakat Desil V.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) sekaligus Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih Ferry Juliantono menyatakan bahwa masyarakat miskin yang masuk dalam kategori Desil V merupakan kelompok yang sangat rentan untuk jatuh ke Desil di bawahnya. Oleh sebab itu diperlukan upaya bersama dan struktural untuk menyelamatkan kelompok ini agar tingkat kemiskinannya tidak semakin parah.

Di sisi lain pemerintah juga akan mengoptimalkan berbagai program dan stimulus lanjutan untuk masyarakat miskin yang masuk dalam kelompok Desil 1-4 dimana program-program yang akan dilakukan secara simultan ini disesuaikan dengan tingkat keparahan kemiskinan berdasarkan ketegori masing-masing.

“Program kami di masing-masing Kementerian dan Lembaga akan diarahkan agar lebih tepat sasaran, lebih tepat guna maka kita perlu untuk melakukan validitas basis datanya. Kami bersepakat untuk memberi penyempurnaan dukungan terhadap BPS (Badan Pusat Statistik) untuk penyempurnaan data yang presisi (terkait data kemiskinan) agar ke depan itu bisa digunakan sebagai basis data pengambilan keputusan yang lebih baik,” kata Wamenkop saat menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta, Selasa (2/9).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri sejumlah pejabat setingkat Menteri/ Wakil Menteri yaitu Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri UMKM Maman Abdurahman, Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri P2MI Christina Aryani dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Data – data terkait angka kemiskinan yang dimiliki dan dikembangkan oleh setiap K/L akan disinkronisasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola BPS. Melalui penyatuan data tersebut, pemerintah berharap arah pembangunan ekonomi desa dapat dipercepat dan kebijakan yang diambil lebih efektif.

“Salah satu yang terpenting adalah perlunya basis data desa yang presisi atau akurat untuk membantu BPS dalam pengembangan DTSENnya agar bisa lebih sempurna sehingga kita harus melakukan konsolidasi data yang lebih baik,” ucap Wamenkop Ferry.

Program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

Dijelaskannya bahwa upaya penyatuan dan penyeragaman basis data kemiskinan tersebut akan menjadi acuan utama dalam pelaksanaan program percepatan penanggulangan kemiskinan yang sejauh ini didominasi di desa. Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan untuk melakukan percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di desa melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025.

Di Kemenkop sendiri, salah satu upaya yang akan dioptimalkan untuk percepatan pengentasan kemiskinan di desa untuk semua tingkatan yaitu melalui Kopdes/Kel Merah Putih. Wamenkop meyakini operasionalisasi Kopdes akan menjadi instrumen yang sangat strategis dalam upaya mencapai target penurunan angka kemiskinan.

“Kopdes/Kel Merah Putih ini bisa berdampak sosial secara nyata seperti pengurangan kemiskinan, memutus rantai distribusi yang panjang, dan lainnya,” tambah Ferry.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyatakan sinkronisasi data diperlukan agar seluruh program pemberdayaan ekonomi masyarakat lebih efektif karena data selalu berkembang. Beberapa program prioritas yang akan dilakukan bersama lintas K/L yaitu penciptaan lapangan kerja guna pengurangan angka pengangguran.

“Salah satu program untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran adalah program koperasi desa (Kopdes/ Kel Merah Putih) yang dapat menjadi andalan untuk menciptakan stabilitas ekonomi yang tumbuh di desa termasuk untuk mengantisipasi persaingan pelaku ekonomi di level desa serta kegiatan lain yang dilakukan oleh K/L sektor yang ada,” kata Muhaimin.***

 

Membanggakan! Tim Dokter RSUD Kota Bogor Juara 1 Lomba Cerdas Cermat, Raih Pengakuan di Pentas Medis se-Bogor

0

Bogordaily.net – Dalam ajang bergengsi PIT XIV Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Bogor, yang berlangsung di IPB International Convention Center Botani Square pada 30-31 Agustus 2025, tim dokter dari RSUD Kota Bogor mencetak sejarah dengan meraih juara 1 dalam lomba cerdas cermat antar rumah sakit se-Bogor.

Dengan nilai nyaris sempurna, mereka berhasil menonjol di antara 15 peserta rumah sakit lainnya, di mana 14 di antaranya merupakan rumah sakit swasta.

Acara yang bertajuk Bogor Update In Internal Medicine (BUCIN) 2025 ini menampilkan 15 tim yang masing-masing terdiri dari tiga perwakilan dokter. RSUD Kota Bogor mengirimkan tiga dokter IGD berbakat, dr. Dessy Nathania Hudaja, dr. Anjar Raraswati, dan dr. Nelwan Filipus Tando.

Ketiganya menunjukkan pengetahuan yang luar biasa dan kerja sama yang solid, membuktikan bahwa dedikasi dan usaha keras membuahkan hasil yang gemilang.

“Alhamdulillah, ini berkat kerja keras tim, sehingga kami bisa memenangkan lomba ini,” ucap Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir, M.Kes, penuh rasa syukur dan bangga atas pencapaian tersebut.

Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir, juga mengungkapkan kebanggaannya. Menurutnya, ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan. “Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi tim medis lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” sebutnya.

Prestasi ini tidak hanya menjadi sorotan bagi RSUD Kota Bogor, tetapi juga menegaskan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, berkah Allah SWT. Terima kasih kepada ketiga dokter IGD yang telah bekerja cerdas dan keras, sehingga berhasil menoreh prestssi,” tutup Buya Ilham, sapaan akrabnya.***

Eskalasi Politik Nasional Terus Meningkat, OKP Lintas Iman Kabupaten Bogor Beri Pernyataan Sikap Mitigasi Konflik 

0

Bogordaily.net – Organisasi Kepemudaan (OKP) Lintas Iman Kabupaten Bogor melaksanakan diskusi publik bertajuk “Peta Eskalasi dan Mitigasi Proksi Politik” di Kafe Up2date, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Selasa 2 September 2025.

Diskusi tersebut turut dihadiri langsung segenap Pimpinan Organisasi Kepemudaan diantaranya, Ketua GP Ansor Kabupaten Bogor, Damiri A Ghazali, Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah, Ramdan Nugraha, Ketua Pemuda Katolik Bernardo Julianus, Ketua Gamki Bogor Raya, Andry Simorangkir dan beberapa undangan lainya.

Dalam kesempatan itu, OKP juga turut memberikan pernyataan sikap dalam rangka melakukan mitigasi konflik yang jauh lebih buruk.

Hal tersebut dilakukan, berdasarkan eskalasi politik nasional yang terus meningkat dan memanas saat ini disebabkan oleh berbagai kebijakan pemerintah yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat Indonesia.

Serta berkembang mengalami puncak kekecewaan dengan disahkannya kebijakan tunjangan sewa rumah DPR RI setelah rentetan kebijakan pemerintah lainnya sebelum itu.

Dimana, rakyat Indonesia mengekspresikan aspirasi yang selama ini tidak didengar oleh para pejabat pemerintah terkait dengan aksi demonstrasi yang belakangan semakin tidak kondusif, bahkan sampai mengakibatkan adanya korban jiwa. Kondisi ini berpotensi meluas ke berbagai daerah tidak terkecuali dengan Kabupaten Bogor.

Inisiasi Forum OKP Pemuda Lintas Iman

Wakil Ketua bidang riset, teknologi dan manajemen SDM Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bogor, Ramdan Nugraha, menjelaskan bahwa, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Bogor menginisiasi forum OKP Pemuda Lintas Iman, yang terdiri dari Gamki, Pemuda Katolik dan juga GP Ansor.

Tujuanya, untuk merespons atas permasalahan yang hari ini terjadi cukup hangat, dan menimbulkan eskalasi politik yang cukup memanas hingga menimbulkan korban jiwa.

“Forum ini sebetulnya ingin menyorot mitigasi konflik dalam konteks Kabupaten Bogor. Karena Kabupaten Bogor adalah salah satu daerah terpadat di Indonesia, dengan jumlah populasi yang tinggi dan jarak ke Jakarta itu dekat. Sehingga kalo proxy politik itu kemungkinan besar akan sangat mudah sampai dan itu sudah terjadi sebetulnya ada penyerangan di Mako Brimob Cikeas yang kira kira bisa diantisipasi,” kata Ramdan kepada wartawan, Selasa 2 September 2025.

Menurut dia, hal ini juga belum tentu menjadi jaminan seutuhnya kondisi Kabupaten bogor tidak adanya sama sekali potensi konflik.

Ia menuturkan, Jakarta sampai sekarang tetap berlangsung aksi protes meskipun hari ini semakin kondusif, tetapi tidak juga menjadi jaminan karena sejauh ini belum ada ketegasan dari Pemerintah untuk meredam emosi rakyat khususnya dalam hal tunjangan DPR itu. Kemudian memicu aksi protes yang konfrontatif.

Dikarenakan, OKP memiliki basis massa masing masing, pihaknya akan melakukan berbagai langkah, salah satunya adalah penguatan internal terkait dengan pemahaman secara holistik mengenai isu ini.

“Kalo memang ingin merevitalisasi komposisi DPR RI fokusnya tetap disitu karena bagi kami komunitas kelembagaan legislasi negara itu yang paling mengikat sebetulnya, paling mengikat aturan hidup bernegara, dari bangun tidur sampai bangun tidur kembali, kehidupan ini diatur oleh atau produk kelembagan legislatif,” jelasnya.

Ia menilai, performa dewan yang baik akan menimbulkan produktivitas yang baik dalam kehidupan tata kelola negara. Namun, performa yang buruk tadi dampak nya pada aksi protes dimana mana.

“Karena tadi ada arogansi ada abuse of power ada semacam privilege di kalangan dewan yang merasa punya elektabilitas tinggi sehingga dia mereaksi masyarakat bukan dengan komunikasi yang baik malah membuat seolah olah bullying dan satir bagi saya kontra produktif,” ujar Ramdan.

Ia berharap, kedepan pihaknya akan menitikberatkan kepada kesadaran kolektif partai politik. Karena kata dia, muara masalah sebetulnya ada dalam kebijakan politik yang diberlakukan atau diimplementasikan oleh DPR RI. Sehingga mereaksi masyarakat dan menimbulkan kekecewaan.

“Kalo revitalisasi partai politik tidak dilakukan saya kira DPR akan menjadi salah satu, mungkin satu satunya yang mendapatkan ketidakpercayaan publik terhadap kinerja dalam kelembagaan itu sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, pihaknya juga akan terus memperkuat konsolidasi sipil, hingga menjadi simpul simpul akar yang bisa memitigasi. Sehingga jika nantinya menjadi isu sara, akan bisa dimitigasi dari awal.

“Sehingga kita berikan informasi dan edukatif ke masing masing rumah di kelembagaan kita masing masing,” ungkap Ramdan.

Sebagai informasi, beberapa poin poin pernyataan sikap tersebut diantaranya :

1. Meminta Mahkamah Kehormatan Dewan dan Ketua Umum Partai Politik terkait untuk segera mengambil tindakan tegas dalam hal pemberhentian penuh anggota DPR-RI yang telah melakukan tindakan-tindakan provokatif dan bertentangan dengan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang menyebabkan eskalasi politik nasional meningkat hingga menimbulkan korban jiwa.

2. Meminta Bupati Bogor membuka ruang dialog antara Forum Koordinasi Pemerintah Daerah dengan seluruh simpul masyarakat lintas latar belakang untuk sama-sama mencegah potensi konflik proksi yang bersifat kontraproduktif.

3. Meminta Dandim dan Kapolres Bogor untuk tetap menjalankan tugasnya sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 tanpa terjebak dalam situasi konflik yang bias dan sarat dengan propaganda politik destruktif.

4. Meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk tetap menyuarakan aspirasi melalui jalur konstitusional hingga kedaulatan kembali ke tangan rakyat sesuai dengan Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.*

(Albin Pandita)

Pasar Jambu Dua Kota Bogor Dipoles Total Hadapi Tiga Ajang Bergengsi Nasional

0

Bogordaily.net – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor tengah serius memoles Pasar Jambu Dua agar siap menghadapi tiga ajang bergengsi di tahun 2025 yakni penilaian Standar Nasional Indonesia (SNI), Pasar Sehat, serta Adipura.

Direktur Utama PPJ Kota Bogor, Jenal Abidin, mengatakan persiapan sudah berjalan, mulai dari sarana prasarana hingga fasilitas pasar.

Tim penilai SNI bahkan sudah dua hingga tiga kali meninjau langsung Pasar Jambu Dua untuk mengecek kelayakan.

“Untuk SNI, kami menyiapkan semua hal yang dibutuhkan, seperti drainase, petunjuk arah, akses disabilitas, serta aspek kebersihan, kenyamanan, dan keamanan pasar,” jelasnya

Ia menambahkan, penunjukan Pasar Jambu Dua dilakukan secara bergiliran. Tahun lalu, Pasar Gunung Batu berhasil meraih predikat SNI di bawah kepemimpinan Iwan Arief Budiman.

Menariknya, tahun ini Iwan juga dipercaya memimpin Pasar Jambu Dua.

“Pasar Gunung Batu dulu berhasil juara saat dipimpin Pak Iwan. Sekarang beliau kami tempatkan di Jambu Dua, mudah-mudahan bisa mengulang sukses yang sama,” kata Jenal optimistis.

Menurutnya, ada tiga kota yang menjadi sorotan Asosiasi Pengelola Pasar Seluruh Indonesia (APARSI) terkait pasar ber-SNI yaituKota Cirebon, Bekasi, dan Bogor.

Dengan demikian, persaingan akan semakin ketat. Selain SNI, PPJ juga menyiapkan Pasar Jambu Dua untuk mendukung upaya Pemerintah Kota Bogor meraih kembali predikat Adipura serta ikut lomba Kota Sehat.

“Tingkat layanan kesehatan juga jadi bagian penting. Intinya pasar harus nyaman, aman, dan ramah bagi semua, termasuk penyandang disabilitas,” tutup Jenal

(Muhammad Irfan Ramadan)

Diberdayakan BRI, Usaha Pecel Ini Naik Kelas Jadi Kuliner Favorit Kota Batu

0

Bogordaily.net – Jika sedang pelesiran ke Kota Batu Jawa Timur, Pecel Ndoweh menjadi salah satu menu kuliner favorit di kota tersebut. Pengunjung dapat menikmati nasi pecel dengan kelezatan bumbu kacang, berikut aneka hidangan penyerta yang memanjakan lidah.

Dwi Rinawati (53), Owner Pecel Ndoweh mengaku mendapatkan pengalaman membuat bumbu pecel dari kakek dan neneknya yang juga seorang pemilik warung di kampung halamannya di Madiun. Pengalaman itu pun kemudian sengaja dibawa ke Kota Batu dengan mendirikan warung pecel rumahan yang awalnya ala kadarnya.

“Awalnya ya di depan sini pakai meja, sama juga jualan untuk latihan sepak bola di lapangan. Kan anak saya itu melatih, sekalian kita bawa jualan di mobil,” ungkap Dwi Rinawati di warungnya, Pecel Ndoweh yang berlokasi di Desa Binangun, Kec. Bumiaji, Kota Batu Malang.

Pecel Ndoweh disajikan dengan sebuah piring bambu khusus dilapisi daun pisang. Paket sajian seharga Rp8 Ribu dilengkapi toping peyek, acar, mendoan, orek tempe dan srundeng. Namun pengunjung bisa minta tambahan lauk seperti telor dadar, ayam dan sarang tawon dengan tambah harga. “Banyak orang yang suka dan diterima masyarakat sini,” tegasnya.

Kisah Berdirinya Usaha Warung Nasi Pecel

Usaha warung nasi pecel itu dirintis Dwi Rinawati dan keluarga pada awal 2021, saat Pandemi Covid-19. Kala itu, anak dan menantunya yang bergantung pada bisnis pariwisata dirumahkan dan harus mencari alternatif jalan usaha lain. Dunia pariwisata sepi dan tidak dapat diharapkan sebagai sumber penghidupan bagi keluarga lagi. Sementara usaha terus berjalan, apalagi Ia hidup bersama dua orang anak dan dua cucu.

Keadaan itu yang membuat Rinawati dan keluarga menemukan ide untuk membuat warung pecel di meja depan rumah dengan modal yang tidak banyak. Warung yang tanpa papan nama itu memanfaatkan emperan rumah yang ditata dengan apik.

Seiring waktu pesanan terus berdatangan, sebungkus dua bungkus diantar ke rumah-rumah pemesan, termasuk melayani masyarakat yang menjalani karantina. Bersamaan juga membuat sambel pecel yang dijual secara terpisah dan dititipkan ke beberapa warung di sekitar.

Sekali waktu, putri dari Rinawati mendapatkan informasi dari seorang temannya yang bekerja di Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Batu mengenai adanya bantuan usaha. Anaknya pun mencoba mengajukan permohonan modal usaha dan Namanya pun masuk dalam daftar penerima bantuan dari BRI.

“Bantuan senilai Rp2,4 juta itu kemudian direalisasikan dalam bentuk mesin penggilingan bumbu pecel, sesuai dengan peruntukannya untuk mendukung usaha kuliner. Dengan adanya mesin tersebut, produksi sambel pecel milik Rinawati meningkat, sehingga dapat memenuhi kebutuhan warung sekaligus permintaan dari luar,” Imbuhnya.

Manfaat UMi dari BRI

Rinawati mengungkapkan bahwa produksi sambel pecel semakin meningkat seiring dengan bertambahnya pesanan. Ia bahkan pernah mengirimkan produknya hingga ke Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Selain mendapatkan bantuan peralatan usaha, Ia juga mendapatkan akses pendanaan usaha Ultra Mikro (UMi) dari BRI untuk mengembangkan usahanya.

Rinawati mengaku bahwa ia merasakan banyak manfaat dari program pinjaman BRI dan hingga saat ini tetap menjadi nasabah aktif. Usahanya pun terus berkembang hingga ia mampu membangun warung yang lebih permanen dan kini menjadi salah satu tempat makan yang direkomendasikan oleh masyarakat Kota Batu.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya, mengungkapkan bahwa kisah dari Dwi Rinawati ini adalah contoh nyata komitmen BRI untuk terus mendukung pelaku usaha ultra mikro melalui pendampingan dan pemberdayaan usaha dimana pemberdayaan itu tidak hanya didukung pendanaan semata namun juga dilakukan melalui pendampingan dan pemberdayaan usaha.

“Kisah usaha ini menjadi contoh bahwa pemberdayaan oleh BRI itu ternyata tidak cukup dikasih pinjaman/kredit saja. Yang paling penting, dua hal yaitu dikasih kredit dan diberikan pemberdayaan untuk terus berkembang. Semoga bisa menjadi kisah inspiratif yang dapat ditiru oleh pelaku usaha lainnya,” ungkapnya.***

Melalui Istighosah dan Doa Bersama, PCNU Kabupaten Bogor Dukung Langkah Bupati-Forkopimda Jaga Kondusifitas

0

Bogordaily.net – Pengurus Cabang (PCNU) Kabupaten Bogor bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Forkopimda melaksanakan salat gaib, istighosah dan doa bersama di Masjid Baitul Faidzin, Senin malam 1 September 2025.

Adapun, kegiatan tersebut dilakukan untuk mendoakan almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal dalam aksi demonstrasi di Jakarta. Sekaligus menjaga solidaritas dan kondusifitas di Kabupaten Bogor.

Dalam kesempatan itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor Abdul Somad atau Gus Dul mendukung langkah Bupati Bogor Rudy Susmanto dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjaga kondusifitas wilayah di tengah maraknya aksi demonstrasi di sejumlah daerah.

Menurutnya, upaya antisipatif pemerintah daerah bersama unsur TNI dan Polri telah memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga Kabupaten Bogor tetap aman dan tidak terjadi unjuk rasa sebagaimana yang berlangsung di daerah lain.

“Kami sangat mendukung dan terkesan dengan upaya yang dilakukan Bupati dan Forkopimda. Edukasi yang diberikan kepada masyarakat cukup efektif sehingga situasi di Kabupaten Bogor tetap terkendali,” kata Gus Abdul Somad, Selasa 2 September 2025.

Kemudian, dirinya juga meminta agar masyarakat untuk tetap menjaga kedamaian dalam menyampaikan aspirasi serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kericuhan.

“Menyampaikan pendapat boleh, tapi harus dilakukan dengan cara damai dan sesuai aturan,” jelasnya.

Jaga Loyalitas, Hindari Provokasi

Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga telah mengeluarkan arahan resmi bernomor 4381/PB.01/A.II.08.47/99/08/2025 tertanggal 30 Agustus 2025, yang ditandatangani Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekjen Drs H Saifullah Yusuf.

Dalam instruksi tersebut, PBNU menegaskan pentingnya meneguhkan kepercayaan dan loyalitas kepada Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai wujud komitmen kebangsaan Nahdlatul Ulama.

PBNU juga meminta seluruh jajaran PWNU dan PCNU se-Indonesia melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat untuk meredakan masalah serta membangun situasi kondusif di wilayah masing-masing.

Selain itu, PBNU menginstruksikan kader dan warga NU untuk tidak terprovokasi isu-isu yang menimbulkan kegaduhan, menghindarkan diri dari segala bentuk tindakan pengrusakan, serta memperbanyak istighatsah memohon perlindungan Allah SWT agar bangsa Indonesia tetap dalam lindungan.

(Albin Pandita)