Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 624

RSUD Kota Bogor Gelar Podcast Kesehatan, Bahas Soal Hipertensi

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kota Bogor akan menggelar podcast kesehatan yang bertema ‘Pembunuh Diam-Diam : Apa itu Hipertensi’.

Podcast kesehatan ini akan dilaksanakan secara live streaming melalui kanal Youtube RSUD KOTA BOGOR DAILY.

Kamu bisa mengikuti podcast yang membahas hipertensi ini pada Kamis 12 Juni 2025. Mulai pukul 13.00 WIB sampai selesai.

Podcast RSUD Kota Bogor tersebut akan diisi oleh narasumber yang ahli dalam bidang kesehatan yaitu dr. Indera Noor Achmad, Sp.JP., FIHA (pembicara) dr. Hania Danty Chairunnisa (moderator).

Seperti yang diketahui, Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi.

Kondisi ini umumnya ditandai dengan tekanan darah di atas 140/90 mmHG dan akan dianggap parah jika sudah menyentuh angka 180/120 mmHG.

Hipertensi dapat menyebabkan dinding arteri melemah sehingga memicu terbentuknya kantong yang rapuh pada pembuluh darah arteri.

Jika tekanan darah terlalu tinggi, maka lama kelamaan arteri dapat pecah yang kemudian menimbulkan kerusakan organ permanen hingga kematian

Makanan pemicu hipertensi termasuk makanan tinggi garam seperti makanan olahan, fast food, keripik, dan daging asin, serta makanan berlemak jenuh seperti gorengan dan daging berlemak.

Minuman berkafein dan alkohol berlebih juga dapat meningkatkan tekanan darah. Hindari makanan ini untuk membantu mengontrol hipertensi. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Heboh! Habib Melelang Bolu yang Sudah Digigit, Netizen: Najis!

0

Bogordaily.net – Viral seorang pria yang disebut sebagai Habib, yang terekam sedang melelang bolu bekas gigitannya. Tak tanggung-tanggung, harga awal lelang dibuka mulai dari Rp150 ribu.

Video tersebut diunggah oleh akun media sosial dan langsung menjadi viral, menuai pro dan kontra dari warganet.

Dalam video itu terlihat si habib memegang potongan kue bolu dan menyebut bahwa kue tersebut telah ia gigit sebelumnya, lalu mulai melelangnya kepada para pengikutnya.

“Tuai pro kontra, seorang habib lelang bolu bekas gigitannya mulai start dari 150 ribu,” tulis keterangan dalam video yang dikutip pada Rabu 11 Juni 2025.

Komentar Netizen Pedas Soal Bolu Habib yang Dilelang

Tentu saja, aksi nyeleneh tersebut langsung mengundang beragam reaksi dari publik. Sebagian besar netizen merasa jijik dan tak habis pikir dengan lelang makanan bekas tersebut.

“Lha mau gitu bekas jigongnya?” komentar seorang netizen dengan nada heran.

“Jijik gak sih itu, gw sih ogah,” timpal netizen lainnya.

“Idih najis banget,” sahut netizen yang lain.

Di sisi lain, sebagian kecil warganet menilai hal itu hanyalah bentuk gimmick atau hiburan, meski tetap mempertanyakan pantas atau tidaknya tindakan tersebut dilakukan di ruang publik.

Belum diketahui pasti siapa sosok habib tersebut dan dalam konteks apa lelang itu dilakukan.

Namun aksi ini menambah daftar panjang fenomena konten kontroversial demi popularitas yang belakangan semakin sering terjadi di media sosial.

Sejumlah warganet bahkan menyayangkan jika gelar atau status keagamaan digunakan untuk menarik perhatian lewat cara-cara yang tidak mencerminkan nilai kesopanan atau kebersihan.***

Tragis! Mahasiswa Unila Tewas Usai Diksar, Diduga Dipaksa Minum Spiritus oleh Senior

0

Bogordaily.net – Kasus kekerasan dalam dunia pendidikan kembali menyita perhatian publik. Kali ini, insiden tragis menimpa seorang mahasiswa Universitas Lampung (Unila) bernama Pratama Wijaya Kusuma, yang ditemukan tewas usai mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala Mahepel, organisasi pencinta alam di kampus tersebut.

Fakta terbaru yang terungkap dalam kasus ini mengejutkan banyak pihak. Pratama diduga tak hanya mengalami kekerasan fisik, namun juga dipaksa meminum cairan spiritus oleh seniornya saat mengikuti kegiatan tersebut.

“Iya benar, berdasarkan keterangan lima rekan korban yang juga mengalami kekerasan, bahwa korban ini dipaksa meminum cairan spiritus,” ungkap Icen Amsterly, kuasa hukum keluarga korban, saat memberikan keterangan di Mapolda Lampung pada Kamis 5 Juni 2025.

Menurut Icen, total ada enam mahasiswa yang mengikuti kegiatan Diksar tersebut. Namun hanya Pratama yang mendapat perlakuan ekstrem berupa pemaksaan menenggak cairan berbahaya tersebut.

“Iya, hanya dia (Pratama) yang dipaksa minum spiritus,” tegas Icen.

Lebih lanjut, Icen menjelaskan bahwa kedatangan keluarga ke Mapolda Lampung juga bertujuan untuk menyerahkan sejumlah bukti tambahan yang akan mendukung proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

“Ada yang kami bawa (bukti). Ini akan kami serahkan ke penyidik,” jelasnya.

Kematian tragis Pratama Wijaya Kusuma ini menambah daftar panjang kasus kekerasan dalam kegiatan organisasi mahasiswa yang berujung maut.

Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga menuai kemarahan dan keprihatinan masyarakat luas.

Desakan pun bermunculan agar pihak kampus dan kepolisian segera bertindak tegas dan mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.

Banyak pihak menilai bahwa kegiatan Diksar yang seharusnya menjadi ajang pembinaan mental dan fisik justru kerap disalahgunakan menjadi ajang kekerasan terselubung.***

Sentuh 12,2 juta Transaksi, BSI Agen Jadi Pilar Layanan Syariah Tanpa Cabang

0

Bogordaily.net – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) menegaskan peran penting BSI Agen dalam mendekatkan layanan keuangan syariah kepada masyarakat. Hingga Mei 2025, BSI Agen tercatat membukukan volume transaksi mencapai Rp31,33 triliun atau sekitar12,2 juta transaksi.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan bahwa “BSI Agen mampu menjadi alternatif pendapatan bagi masyarakat di daerah. Selain agen layanan keuangan syariah, ternyata kehadiran BSI Agen menarik minat masyarakat di daerah sebagai sumber alternatif pendapatan”.

Menurut Anton, BSI Agen diharapkan menjadi solusi strategis inklusi dan penetrasi keuangan bagi masyarakat yang tinggal jauh dari kantor cabang bank.

Melalui layanan seperti setor dan tarik tunai, pembayaran tagihan, top-up e-wallet, referral gadai emas, hingga pelunasan pembayaran haji, masyarakat kini dapat mengakses layanan perbankan dengan lebih mudah.

“BSI Agen bukan hanya memperluas jangkauan layanan kami, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Kami melihat potensi besar dalam pemberdayaan masyarakat melalui agen ini,” ujar Anton.

Lebih lanjut, Anton menegaskan bahwa strategi ini sejalan dengan misi BSI dalam menghadirkan layanan keuangan syariah yang inklusif.

“Kami tidak hanya membuka akses, tapi juga membuka peluang. Banyak agen kami yang kini tumbuh menjadi pelaku ekonomi produktif di wilayahnya masing-masing,” ungkapnya.

Pertumbuhan BSI Agen mencapai 18,36% secara tahunan dan mencapai sekitar 120 ribu agen, mencerminkan antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan syariah.

Agen-agen ini tersebar luas, terutama di wilayah Aceh, Palembang, dan Surabaya.

Profil agen didominasi oleh pelaku usaha mikro seperti pedagang dan pemilik toko kelontong. Peran BSI Agen diharapkan juga mendorong inklusi dan literasi keuangan syariah di lingkungannya.

Ke depan, BSI menetapkan target untuk meningkatkan jumlah BSI Agen menjadi 123.000 agen pada akhir tahun 2025.

Target ini akan dicapai melalui pemetaan wilayah-wilayah strategis berbasis kebutuhan layanan keuangan, khususnya di daerah yang belum terjangkau kantor cabang.

Selain memperluas cakupan geografis, BSI juga berfokus pada penguatan fungsi agen agar mampu memberikan fitur layanan yang lebih luas.

“Kami terus mendorong agar BSI Agen tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga relevan secara fungsi. Ke depan, setiap agen akan menjadi representasi keuangan syariah dalam pelayanan yang modern, cepat, dan memberdayakan,” tutup Anton.***

RSUD Kota Bogor Gelar Edukasi Bahas Bahaya Hipertensi, Catat Tanggalnya!

0

Bogordaily.net – RSUD Kota Bogor kembali menghadirkan edukasi kesehatan melalui live streaming YouTube yang terbuka untuk umum.

Kali ini, tema yang diangkat adalah “Pembunuh Diam-Diam: Apa Itu Hipertensi”, yang akan diselenggarakan pada:

  • Hari/Tanggal: Kamis, 12 Juni 2025
  • Waktu: Pukul 13.00 WIB hingga selesai
  • empat: Live Streaming YouTube RSUD Kota Bogor

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama dr. Indera Noor Achmad, Sp.JP., FIHA, seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang akan membagikan pengetahuan mendalam seputar hipertensi,.

Gejala-gejalanya yang kerap tak terasa, serta bahaya laten dari penyakit ini jika tidak ditangani dengan tepat. Acara akan dipandu oleh dr. Hania Danty Chairunnisa sebagai moderator.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi kerap disebut sebagai “silent killer” karena tidak menunjukkan gejala pada tahap awal namun bisa menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal.

Melalui acara ini, masyarakat diajak untuk memahami pentingnya deteksi dini, gaya hidup sehat, dan pemantauan tekanan darah secara berkala.

RSUD Kota Bogor mengundang seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Bogor dan sekitarnya, untuk mengikuti acara ini secara langsung melalui kanal YouTube resmi RSUD Kota Bogor.

Partisipasi aktif masyarakat dalam menyimak edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga tekanan darah tetap normal.

Ayo bergabung dan ramaikan acara edukasi RSUD Kota Bogor ini! Mari bersama-sama belajar mengenali dan mencegah hipertensi sebelum terlambat.***

Viral! Oknum Guru Tendang Kepala Siswa di Kelas, Sekolah Masih Bungkam

0

Bogordaily.net – Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh aksi kekerasan yang dilakukan seorang oknum guru yang tendang siswa di ruang kelasnya.

Peristiwa ini terjadi di SMP Negeri 1 Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Selasa 10 Juni 2025 pagi, dan langsung menuai sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun TikTok @matajateng, terlihat seorang pria berkemeja cokelat dan mengenakan peci berdiri di atas meja siswa, lalu menendang kepala seorang murid laki-laki berinisial G sebanyak tiga kali.

Aksi itu dilakukan di hadapan siswa lainnya yang terdengar tertawa, bahkan diduga turut merekam kejadian.

Sambil membentak dengan nada tinggi, sang guru mengajukan pertanyaan kasar, “Koncomu biasane sopo?”, lalu melepaskan tendangan ke kepala korban.

Meskipun siswa G mencoba menjawab, suaranya tertutup oleh suasana gaduh di dalam kelas.

Tak berhenti, guru tersebut kembali menghardik dengan nada tinggi dan menunjuk ke arah siswa yang tampak tertekan.

Menurut penuturan kakak korban, Fajar, kejadian bermula saat terdengar suara siulan di kelas ketika siswa akan mengerjakan tes.

Guru tersebut langsung menuduh G sebagai pelakunya, padahal tidak ada bukti jelas. Akibatnya, G menjadi sasaran pelampiasan emosi.

Video kekerasan ini menyebar luas di media sosial dan memicu kemarahan publik. Banyak pihak mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan yang mencoreng dunia pendidikan.

Reaksi keras juga datang dari aktivis pendidikan dan orang tua siswa yang menuntut agar pelaku diberi sanksi tegas.

Namun hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Demak belum memberikan pernyataan resmi.

Masyarakat dan berbagai pihak mendesak agar investigasi dilakukan secara menyeluruh, dan oknum guru tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang aman, bukan tempat kekerasan.

Masyarakat berharap agar kejadian serupa tak terulang, dan ada langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menindak tegas pelaku serta memperkuat sistem pengawasan di lingkungan pendidikan.***

Prabowo Resmi Cabut Izin Tambang 4 Perusahaan di Raja Ampat, Produksi Dihentikan!

0

Bogordaily.net – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas terkait aktivitas pertambangan di wilayah konservasi Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Pemerintah secara resmi mencabut izin usaha pertambangan (IUP) dari empat perusahaan yang sebelumnya beroperasi di wilayah tersebut.

Kebijakan ini diumumkan secara resmi oleh Menteri Sekretariat Negara, Prasetyo Hadi, pada Selasa 10 Juni 2025.

Keputusan tersebut diambil langsung atas petunjuk Presiden Prabowo Subianto setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk perlindungan lingkungan dan kelestarian kawasan Raja Ampat yang merupakan salah satu ekosistem laut terkaya di dunia.

Langkah tersebut menandai komitmen pemerintah dalam menjaga kawasan strategis dari eksploitasi berlebihan.

Raja Ampat selama ini dikenal sebagai kawasan dengan biodiversitas laut yang tinggi dan merupakan tujuan ekowisata internasional.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa dari lima IUP yang sempat beroperasi di Raja Ampat, hanya satu yang memiliki Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) aktif, yakni PT GAG Nikel.

Empat IUP lainnya tidak memiliki RKAB aktif di tahun 2025, sehingga menjadi dasar kuat untuk pencabutan izin.

Produksi seluruh IUP yang aktif juga telah dihentikan sementara guna menjalani evaluasi dan proses pencabutan permanen.

Pemerintah menegaskan bahwa setiap aktivitas pertambangan harus sesuai dengan aturan dan tidak boleh merusak lingkungan, terutama di wilayah sensitif seperti Raja Ampat.

Kebijakan ini mendapat perhatian luas karena dinilai sebagai langkah berani untuk mengutamakan kelestarian lingkungan dibanding kepentingan ekonomi sesaat.

Dengan pencabutan izin ini, diharapkan kawasan Raja Ampat bisa tetap lestari dan menjadi warisan alam Indonesia yang tak ternilai.***

Resmikan Sentra Layanan Prioritas di Cirebon, Kini BRI Miliki 43 Lokasi Layanan Premium yang tersebar di Seluruh Indonesia

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperluas layanan Wealth Management dan yang terbaru adalah hadirnya Sentra Layanan Prioritas Cirebon Kartini. Berada di lokasi premium Gedung BRI Kartini, Jl. Kartini No. 85, Kota Cirebon.

Sentra layanan ini bukan sekadar tempat bertemu nasabah, tetapi sebuah financial experience center yang menghadirkan pendekatan menyeluruh dari konsultasi keuangan, pengelolaan kekayaan, hingga akses investasi eksklusif yang dirancang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan nasabah.

“Kami memahami bahwa kebutuhan nasabah prioritas terus berkembang. Mereka mencari mitra finansial yang mampu mendampingi perjalanan hidup mereka bukan hanya dalam hal transaksi, tetapi juga dalam perencanaan masa depan. Sentra Layanan BRI Prioritas di Cirebon ini hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi.

Tak hanya mengedepankan layanan prima, fasilitas ini juga memiliki nilai estetika dan sosial yang tinggi.

Dengan menghadirkan galeri mini yang menampilkan karya seni seniman lokal, BRI ingin menciptakan suasana eksklusif yang tetap membumi, sekaligus mendukung pelestarian budaya Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian dari peta jalan BRI dalam menjangkau lebih banyak High Net Worth Individual (HNWI) di kota-kota strategis Indonesia.

Cirebon dipilih karena perannya yang krusial sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan utara Jawa Barat, sekaligus pintu gerbang ekonomi kreatif dan industri di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan).

Di sepanjang tahun 2025, BRI berhasil mencatat berbagai pencapaian yang menegaskan posisinya sebagai salah satu market leader di industri wealth management di Indonesia.

Di antaranya adalah penghargaan dari Euromoney Private Banking Awards sebagai Indonesia’s Best for Discretionary Portfolio Management, serta predikat Most Trusted Financial Brand 2025 untuk layanan wealth management pada ajang Investortrust.

Kinerja segmen Wealth Management BRI hingga kuartal I tahun 2025 pun menunjukkan pertumbuhan signifikan yang semakin memperkuat posisi perseroan sebagai pemimpin di industri layanan keuangan premium.

Total Assets Under Management (AUM) meningkat 14,09% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan tingginya minat dan kepercayaan nasabah terhadap solusi keuangan BRI yang komprehensif dan relevan.

Selain itu, hal tersebut juga menegaskan keberhasilan BRI dalam membangun loyalitas nasabah serta menghadirkan layanan pengelolaan kekayaan yang bernilai tambah dan berkelanjutan.

Lebih jauh, client base nasabah premium tumbuh sebesar 18,79% secara tahunan (YoY) hingga Mei 2025, menandakan layanan Wealth Management BRI semakin diminati oleh segmen affluent, khususnya melalui program Pribadi Terpilih BRI yang menawarkan pengalaman dan solusi finansial terpersonalisasi.

Di saat yang sama, jumlah total investor juga meningkat signifikan sebesar 36,87% YoY, sebagai hasil dari pendekatan edukatif yang konsisten dan perluasan kanal distribusi investasi yang mudah dijangkau oleh berbagai profil nasabah.

“Capaian ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kepercayaan, loyalitas, dan hubungan jangka panjang yang kami bangun bersama nasabah. Kami ingin memastikan bahwa ke mana pun mereka tumbuh, BRI akan selalu hadir mendampingi,” tambah Hendy.

Sentra Layanan BRI Prioritas Cirebon merupakan wujud apresiasi BRI dalam meningkatkan layanan eksklusif kepada nasabah Pribadi Terpilih BRI Prioritas.

Saat ini, total outlet layanan nasabah prima BRI sebanyak 43, terdiri dari 2 Signature Private BRI Outlet, 41 Sentra Layanan BRI Prioritas, serta dilengkapi 163 Priority Lounge yang tersebar di seluruh Indonesia.***

Kembangkan Potensi Desa, Kelompok Wanita Tani Ini Terus Berinovasi Berkat Pemberdayaan BRI

0

Bogordaily.net – Kisah ini bisa ditemui di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Amerta Giri yang berada di Dusun Asah Panji, Desa Wanagiri, Sukasada, Bali.

Kontribusi ini digunakan untuk mengembangkan daerah dengan segala sumber dayanya bisa dilakukan oleh siapa saja.

Perempuan juga bisa memberikan peranan penting untuk membantu pemberdayaan masyarakat agar semakin maju.

Wanagiri merupakan salah satu desa yang dikenal dengan keelokan alamnya. Namun jauh di balik itu, juga memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang besar.

Menurut Ketua KWT Sari Amerta Giri, Ni Nyuman Budiani, kelompok ini pertama kali berdiri pada tahun 2009 yang tujuan awalnya adalah untuk pemberdayaan masyarakat.

“Sewaktu pertama kali tinggal di sini, saya diajak aktif mengikuti kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kemudian saya mengenal konsep kelompok wanita tani lewat salah satu kegiatan bersama anggota dewan. Dari situ akhirnya mulai terpikirkan untuk membuat kelompok serupa karena di Wanagiri masih belum ada,” ceritanya.

Perempuan yang akrab disapa Ani ini kemudian mengumpulkan beberapa wanita dari desa untuk mendirikan wadah serupa.

Ia mulai mengajak mereka untuk membentuk kelompok tani agar menjadi wadah bagi mereka.

Tujuan pembentukan kelompok tersebut adalah untuk mendorong kemajuan para ibu di daerah itu dalam mengembangkan potensi diri guna mendukung pembangunan desa.

Ia juga mengundang tim penyuluh lapangan dari Dinas Pertanian untuk memberikan pendampingan. Akhirnya, Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Amerta Giri terbentuk pada tahun 2009 dengan jumlah anggota awal sebanyak 17 orang.

Di awal berdiri, KWT Sari Amerta Giri hanya fokus mengelola lahan pertanian milik anggota.

Kemudian mereka mendapatkan bantuan mesin roasting kopi dari Bupati yang menjabat saat itu yang akhirnya digunakan untuk mengembangkan kegiatan usaha lain.

“Dari situ kami mulai membuat produk kopi bubuk sendiri, waktu itu kami beri nama Dua Putri. Tapi kami tidak membatasi diri di kopi saja, jadi berbagai hasil kebun kami kelola seperti keripik dan ekstrak jahe juga ada,” lanjut Ani.

Produk utama dari KWT Sari Amerta Giri adalah kopi bubuk yang produksinya dalam sebulan bisa mencapai 100-150 kg.

Pemasarannya sendiri dilakukan di toko dan desa sekitar. KWT juga aktif mengikuti pameran UMKM sehingga produk mereka bisa dikenal luas dan mendapatkan pembeli dari daerah lain.

Selain itu, mereka juga berinovasi membuat produk baru berupa wine kopi, yaitu seperti wine pada umumnya namun diolah dari kopi.

“Kehadiran KWT ini jelas berdampak ya. Dari yang awalnya 17 orang, sekarang ada 27 anggota kelompok. Dari modal KWT ini kami juga bisa membeli tanah yang akhirnya kami kelola bersama anggota kelompok sebagai lahan pertanian dan perkebunan,” ungkap Ani.

Pemberdayaan BRI Dukung Pengembangan Potensi Desa

Sebagai ketua, Ani mengaku aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti pokdarwis maupun kelompok hutan tani.

Ia juga sering terlibat aktif dalam kegiatan dinas pemerintahan, seperti Dinas Pertanian dan Dinas Koperasi. Dari sinilah ia mengenal beberapa mantri dari BRI. Pendampingan pun terwujud lewat program BRI KlasterkuHidupku.

“Pendampingan dari BRI kami dapat di tahun 2024 kemarin. Kami mendapatkan banyak bantuan yaitu mesin espresso dan freezer. Selain itu kami juga mendapatkan pelatihan sertifikasi barista yang diikuti anggota kelompok,” jelas Ani.

Ia mengaku bantuan dari BRI sangat mendukung pemberdayaan berkelanjutan sekaligus pengembangan potensi di desanya.

“Dari bantuan BRI berupa mesin espresso ini, kami juga melakukan pemberdayaan untuk masyarakat desa dengan mengadakan pelatihan sertifikasi barista dasar. Hal ini sangat penting untuk mengembangkan potensi desa karena kopi bisa menjadi potensi usaha besar di masa mendatang,” ungkap Ani.

Ia pun berharap kerja sama dan bantuan dari BRI bisa terus berkelanjutan demi mengembangkan potensi desa yang lebih besar lagi.

“Sebagai ketua KWT, seneng dan bahagia sekali bisa mendapatkan bantuan dari BRI karena manfaatnya luar biasa tak hanya bagi kelompok, tapi juga anak-anak dan masyarakat umum. Semoga kegiatan di KWT kami ini bisa memberikan inspirasi untuk kelompok wanita lainnya,” pungkasnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan bahwa BRI berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu para pelaku UMKM melalui program “Klasterkuhidupku”, di mana tidak hanya berupa penyaluran pinjaman modal usaha saja, namun juga berupa pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya.

“Kami percaya, dengan berbagai program pemberdayaan yang BRI miliki, pengusaha UMKM Indonesia dapat naik kelas dan menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kisah inspiratif dari KWT Sari Amerta Giri ini bisa jadi kisah inpiratif yang dapat direplika oleh kelompok usaha di daerah lain”, pungkas Hendy.***

Garuda Indonesia Diterpa Isu Kehilangan HP Penumpang, Awak Kabin Dibebastugaskan Sementara

0

Bogordaily.net – Maskapai nasional Garuda Indonesia tengah melakukan investigasi menyeluruh usai muncul laporan kehilangan HP milik salah satu penumpang dalam penerbangan GA 716 rute Jakarta–Melbourne pada Jumat, 6 Juni 2025 lalu.

Insiden ini menjadi sorotan setelah beredar unggahan di media sosial yang mengklaim adanya kehilangan HP saat penumpang berada di dalam pesawat Garuda.

Merespons hal tersebut, manajemen Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan menegaskan komitmen mereka untuk menangani kasus ini dengan serius.

Pihak Garuda melalui Direktur Niaga, Ade R. Susardi, menyatakan bahwa investigasi tengah berlangsung dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk otoritas bandara dan pihak keamanan terkait.

Sebagai langkah awal, Garuda Indonesia telah membebastugaskan sementara seluruh awak kabin yang bertugas dalam penerbangan tersebut guna mendukung kelancaran proses investigasi.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi terhadap penanganan insiden.

Menurut keterangan resmi, awak kabin yang bertugas diklaim telah menjalankan prosedur operasional standar saat menerima laporan kehilangan.

Mereka langsung berkoordinasi dengan otoritas bandara setempat dan melakukan pencarian bersama personel keamanan di area pesawat dan bandara.

Tak hanya itu, Garuda Indonesia juga mengerahkan perwakilannya di Melbourne untuk mendampingi penumpang yang bersangkutan.

Pendampingan ini dilakukan dalam proses pelaporan resmi ke kepolisian Australia agar kasus bisa ditindaklanjuti secara hukum.

Garuda Indonesia menegaskan bahwa mereka terus menjalin komunikasi intensif dengan penumpang tersebut dan berkomitmen memastikan seluruh hak penumpang terpenuhi secara maksimal.

Lebih lanjut, maskapai pelat merah ini menegaskan bahwa mereka tetap berpegang pada prinsip layanan prima yang menjunjung tinggi keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap standar penerbangan internasional.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan internal dan peningkatan pelayanan, terutama dalam hal menjaga kepercayaan publik terhadap maskapai penerbangan nasional.***