Home Blog Page 628

Umrah atau Jalan-Jalan? Potret Ahmad Sahroni dan Istri Tuai Tanda Tanya Netizen

0

Bogordaily.netFoto kebersamaan Ahmad Sahroni dan istrinya, Feby Belinda, saat berada di Tanah Suci mendadak jadi bahan perbincangan hangat warganet.

Potret tersebut ramai dibagikan hanya sehari setelah rumah mereka di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dijarah massa pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

Dalam foto yang tersebar, pasangan itu terlihat khusyuk beribadah. Kehadiran mereka di Makkah disebut-sebut sebagai upaya menenangkan diri pasca insiden penjarahan.

“Pak Ahmad Sahroni enggak ada kabar, ternyata lagi umrah sama istri, berdoa ke pusat,” tulis salah satu akun yang menyebarkan unggahan itu.

Namun, kabar keberangkatan umrah ini tidak sepenuhnya dipercaya publik. Sejumlah netizen justru menyebut ada kejanggalan.

“Kemarin sore Sahroni dari Singapura tujuan Frankfurt Airport. Jadi kemungkinan dia tidak umrah, karena letaknya jauh sekali,” komentar seorang warganet.

Netizen lain menimpali dengan nada serupa.

“Baru kemarin sore dari SG flight tujuan FRA. Itu foto dianggap tujuan Makkah/Madinah. Orang-orang mikirnya umrah, padahal bisa jadi jalan-jalan. Jangan gampang percaya,” tulisnya.***

Rumah Jungkook BTS Kembali Jadi Sasaran Sasaeng, Polisi Tangkap Pelaku

0

Bogordaily.netRumah Jungkook BTS di Distrik Yongsan kembali nyaris dibobol penggemar obsesif alias sasaeng. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 30 Agustus 2025 malam sekitar pukul 23.20.

Menurut keterangan Kepolisian Yongsan, pelaku adalah seorang wanita Korea Selatan berusia 40-an.

Ia tertangkap basah mencoba masuk ke area parkir rumah Jungkook dengan mengikuti sebuah mobil.

Gerak-geriknya terekam kamera CCTV dan membuat petugas keamanan curiga hingga segera melapor ke polisi.

Saat diperiksa, pelaku memberikan keterangan yang tidak konsisten. Ia beralasan berada di sana karena mengira rumah Jungkook adalah milik temannya.

Kini, ia diselidiki atas dugaan penguntitan dan pelanggaran masuk properti pribadi.

Area parkir rumah Jungkook diketahui memiliki desain tertutup, sehingga upaya sang wanita jelas dianggap sebagai tindakan ilegal.

Insiden tersebut dibenarkan langsung oleh Jungkook saat ia melakukan siaran langsung di Weverse untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-27 pada Senin 1 September 2025.

“Seseorang datang ke rumahku lagi. Jangan datang. Aku mohon, jangan. Kalau kamu datang, kamu nggak akan bisa keluar. Jadi kalau kamu nggak mau berakhir di kantor polisi, jangan datang,” ujarnya.

Ia juga menambahkan telah melihat sendiri rekaman CCTV kejadian itu. Jungkook menegaskan bahwa, meskipun ia menganggap para penggemarnya sebagai teman dan keluarga, tindakan yang melanggar privasi tetap tidak bisa diterima.

Ini bukan kali pertama rumah vokalis utama BTS itu diganggu sasaeng. Pada 11 Juni lalu, seorang wanita asal Tiongkok berusia 30-an ditangkap setelah berulang kali mencoba membuka pintu rumah Jungkook dengan menekan kata sandi. Kasus tersebut bahkan telah dilimpahkan ke kejaksaan pada 27 Agustus.

Berdasarkan Undang-Undang Hukuman Kejahatan Penguntitan Korea Selatan yang berlaku sejak Oktober 2021, pelaku penguntitan dapat dijatuhi hukuman maksimal tiga tahun penjara atau denda hingga 30 juta won (sekitar Rp355 juta).

Jika melibatkan senjata atau benda berbahaya, ancamannya meningkat hingga lima tahun penjara atau denda 50 juta won (Rp392 juta).***

Risiko Negatif Patriot Bond

0

Oleh: Dipo Satria Ramli, Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia

Pemerintah melalui Danantara meluncurkan Patriot Bond senilai Rp50 triliun dengan kupon hanya 2% per tahun.

Instrumen ini dipromosikan sebagai wujud gotong royong untuk membiayai proyek strategis, mulai dari waste to energy hingga transisi energi. Narasi patriotisme terdengar manis.

Pertanyaan fundamentalnya, apakah Patriot Bond solusi pembiayaan inovatif atau justru distorsi pasar yang berisiko menggerus iklim investasi? Kuponnya jauh di bawah harga pasar.

Yield obligasi pemerintah saat ini di kisaran 6%–6,5%, sementara suku bunga acuan Bank Indonesia 5%. Perbedaan tajam berisiko mengganggu efisiensi alokasi modal, menekan likuiditas pasar utang, dan menciptakan preseden berbahaya tentang politisasi instrumen keuangan.

Patriot Bond menyasar kelompok usaha besar yang dianggap punya ‘kewajiban moral’ untuk berpartisipasi. Padahal, mereka umumnya tidak memiliki dana tunai menganggur Rp2 triliun–Rp5 triliun.

Struktur modal mereka sudah padat dengan rasio utang terhadap ekuitas relatif tinggi (leverage). Dengan kupon 2% per tahun, partisipasi hampir pasti mengorbankan investasi produktif yang menawarkan imbal hasil jauh lebih tinggi, atau bahkan menambah utang baru hanya untuk membeli Patriot Bond.

Dana yang seharusnya mengalir ke sektor bernilai tambah malah terparkir di instrumen berimbal hasil rendah. Ini bentuk nyata misallocation of capital, salah alokasi modal, yang merugikan perekonomian jangka panjang.

Prinsip dasar pasar adalah efisiensi alokasi: modal mengalir ke proyek dengan imbal hasil terbaik setelah memperhitungkan risiko. Patriot Bond memaksa logika sebaliknya, dana masuk bukan karena prospek, melainkan tekanan politik. Nilai Rp50 triliun bukan jumlah kecil. Angka ini lebih dari separuh proyeksi penerbitan obligasi korporasi domestik 2025 yang hanya sekitar Rp90 triliun. Pasar obligasi Indonesia sendiri dangkal dan minim likuiditas.

Masuknya instrumen baru sebesar itu menimbul-kan risiko crowding out.Masalahnya, Danantara tidak meminjam langsung ke pasar, melainkan “mengalihkan” beban pembiayaan ke kelompok usaha besar yang didorong untuk membeli obligasi ini. Akibatnya, utang quasi pemerintah berubah wujud menjadi utang korporasi.

Banyak perusahaan harus menambah pinjaman demi memenuhi kewajiban ‘patriotik’ ini. Terjadilah fenomena double leverage: liabilitas meningkat tanpa penciptaan aset produktif. Risiko sistem keuangan pun membengkak. Efek lanjutan lebih serius.

Dengan Rp50 triliun tersedot ke Patriot Bond, ruang pembiayaan proyek swasta menyempit. Likuiditas di pasar berkurang, biaya pin-jaman bagi perusahaan lain justru naik. Terjadi kontradiksi: pemerintah menikmati dana murah 2% per tahun, sementara sektor swasta menghadapi lonjakan biaya pinjaman.

Patriot Bond menciptakan efek crowding out di sistem perbankan yang merugikan sektor riil. Untuk membeli Patriot Bond, konglomerat tak serta-merta menggunakan kas internal. Sebagian besar harus menambah pinjaman bank atau menarik plafon kredit. Inilah jebakan tersembunyi.

Dana bank yang seharusnya bisa mengalir ke 500.000 UMKM itu, kini tersedot untuk membiayai ‘investasi patriotik’ konglomerat. Bank terpaksa mengalihkan portofolio kredit dari sektor produktif, warung, bengkel, hingga usaha kelu-arga, ke pembiayaan obligasi pemerintah dengan imbal hasil rendah.

Ini bentuk salah alokasi sumber daya finansial dalam skala besar. Dampaknya langsung terasa di sektor UMKM yang menjadi mesin pertumbuhan inklusif.

Employment multipliernya jauh lebih tinggi. Setiap Rp100 juta kredit bisa menciptakan 8–12 lapangan kerja baru. Sebaliknya, Rp100 juta yang terserap ke proyek teknologi Danantara hanya menampung 1–2 tek-nisi spesialis.

Artinya, sistem finansial berpotensi kehilangan ratusan ribu peluang kerja demi membiayai proyek elite. Pasar membaca sinyal, dan sinyal Patriot Bond negatif. Tidak ada korporasi besar di Indonesia yang mampu menerbitkan obligasi berbu-nga 2% per tahun ketika BI rate 5% per tahun. Bahkan pemerintah harus membayar yield 6% per tahun.

Kupon 2% per tahun hanya mungkin bagi negara berperingkat AAA seperti Jerman atau Singapura, dengan cadangan devisa raksasa dan kredibili-tas fiskal tinggi. Jika Danantara bisa di 2% per tahun, jelas alasannya bukan fundamental, melainkan tekanan politik.

Investor asing bisa menangkap pesan berbahaya: Indonesia bersedia mengorbankan logika pasar demi agenda politik. Konsekuensinya, policy risk meningkat dan kepercayaan pasar terganggu. Patriot Bond lahir dari niat baik untuk mengusung gotong royong.

Namun tanpa studi kelayakan dan roadmap penciptaan kerja yang jelas, ia rawan sekadar menjadi par kir dana murah 2% di SUN, kosmetik bagi kinerja keuangan Danantara. Dengan risiko crowding out, double leverage, dan terimpitnya ruang kredit UMKM, Patriot Bond lebih menyerupai solusi semu ke timbang jawaban nyata.

Alih-alih inovasi pembiayaan pe merintah, Patriot Bond justru berpotensi merusak iklim investasi dan memperlambat pertumbuhan. Padahal, pemerintah memiliki opsi pembiayaan yang le bih sehat dan kredibel.

Misalnya, green bond dengan kupon kompetitif, skema public-private partnership dengan government guaran-tee, atau instrumen credit enhancement yang menurunkan biaya pinjaman karena faktor fundamental, bukan tekanan politik.

Bahkan di luar pasar, corporate and social responsibility (CSR) atau dana gotong royong tetap bisa digalang tanpa mengorbankan kredibilitas sistem keuangan. Patriotisme tidak boleh dibayar dengan distorsi pasar.

Apabila pemerintah ingin menjaga semangat gotong royong, instrumen pembiayaan harus tetap kredibel, transparan, dan mampu mendorong penciptaan nilai tambah bagi.***

Lucinta Luna Ikut Demo di DPR, Pakai Helm Ojol untuk Kenang Affan Kurniawan

0

Bogordaily.netLucinta Luna hadir di tengah aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu 30 Agustus 2025.

Kehadirannya menarik perhatian massa setelah memberikan orasi langsung di atas pagar pembatas.

Dalam video yang beredar di media sosial, selebritas yang memiliki nama asli Ayluna Putri itu tampak tampil modis dengan setelan hijau, namun tetap unik dengan mengenakan helm berlogo aplikasi ojek online.

Helm tersebut sengaja dipakai sebagai bentuk penghormatan kepada Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal dunia akibat terlindas kendaraan taktis Brimob pada Kamis 29 Agustus 2025.

“Gue sengaja pakai helm karena kita harus mengenang almarhum mas Affan yang dilindas,” ujarnya dalam orasi sambil memegang pengeras suara.

Ia juga mengibarkan bendera One Piece, yang sempat menuai kontroversi pada Agustus lalu menjelang perayaan HUT RI ke-80.

Dalam aksinya, Lucinta menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah dan mendesak agar DPR dibubarkan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berhenti membayar pajak jika dana yang terkumpul justru digunakan untuk menindas rakyat.

Selain itu, Lucinta mengimbau rekan-rekan artis serta influencer agar tidak diam dan berani turun ke jalan.

“Buat para artis, selebtok, selebgram, maju. Jangan pada pengecut. Ayo kita bangkitkan sila ke-5 Pancasila,” katanya.

Aksi Lucinta ini menuai beragam tanggapan. Banyak netizen memuji keberaniannya turun langsung ke jalan, bahkan kekasihnya, Kenji Hans, juga memberi dukungan lewat media sosial.

Tak hanya Lucinta, sejumlah publik figur lain juga ikut bergabung dalam aksi massa.

Denny Sumargo, Andovi da Lopez, dan Jovial da Lopez tampak hadir di lapangan. Sementara itu, aktris Zaskia Adya Mecca membantu menangani peserta aksi yang terluka.

Di sisi lain, Atta Halilintar, Faby Marcelia, Ichal Muhammad, serta Nyak Hopsah atau Bang Madun, ikut berpartisipasi dengan membagikan konsumsi untuk para demonstran.***

Pemuda Cimahi Ungkap Rencana Penjarahan Rumah Sri Mulyani & Ahmad Sahroni. Siapa Dalangnya?

0

Bogordaily.net – Suasana depan Kompleks Parlemen Senayan pada Ahad siang (31/8/2025) tampak lengang. Tak ada lagi ribuan massa yang sebelumnya memadati area tersebut.

Hanya aparat kepolisian yang masih berjaga membentuk pagar tameng di depan gerbang DPR.

Meski begitu, sisa-sisa gas air mata masih terasa pedih. Seorang pemuda asal Cimahi yang ditemui wartawan mengaku sudah dua hari tidak makan dan terpisah dari rombongannya setelah bentrokan. Pemuda berusia 21 tahun itu—disebut Ahu—membuka cerita soal siapa di balik aksi ricuh Senayan.

Ungkap Rencana Penjarahan

Ahu menyebut dirinya bagian dari rombongan massa bayaran yang dibawa dari Cimahi, Bandung, hingga Bogor menuju Jakarta. Mereka, kata dia, mendapat instruksi membawa bom molotov dan petasan untuk menyerang pagar DPR.

“Sudah disiapkan 160 botol molotov. Katanya nanti target rumah pejabat, di Jakarta Utara banyak mobil mewah,” ujarnya seperti diberitakan Republika.co.id.

Ia juga mengungkap rencana penjarahan rumah sejumlah pejabat negara, termasuk kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani dan politisi Nasdem Ahmad Sahroni. Bahkan, ia mendengar nama Presiden Prabowo Subianto disebut sebagai target terakhir.

Massa Bayaran dan Janji Jarahan

Menurut pengakuannya, massa hanya diberi makan nasi bungkus tiga kali sehari. Imbalannya, disebutkan mereka bisa mengambil barang dari rumah pejabat yang dijarah.

Saat diperlihatkan video penjarahan rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Ahu mengaku mengenali beberapa rekannya. “Itu jaket saya. Itu rombongan saya,” katanya.

Warga Ikut Resah

Tak semua yang hadir di Senayan datang karena bayaran. Ada juga warga yang benar-benar ingin menyampaikan aspirasi. Seperti Salimah (60), warga Kalibata, yang mengaku kesal pada anggota dewan.

“Masak kita bayar listrik, beli beras, bayar pajak, mereka nggak bayar pajak,” ujarnya. Ia bahkan bertekad akan terus bertahan di depan DPR meski hanya seorang diri.

Pertanyaan yang Menggantung

Meski Senayan kini sepi, kisah di balik ricuh belum tuntas. Kesaksian massa bayaran membuka dugaan adanya komando terstruktur di balik aksi. Namun hingga kini, sosok “bos besar” yang disebut-sebut menggerakkan massa tersebut belum terungkap.(republika.co.id)

Sherina Munaf Turun Tangan Selamatkan Kucing Uya Kuya Korban Penjarahan

0

Bogordaily.net – Musisi Sherina Munaf ikut terlibat langsung dalam penyelamatan kucing milik Uya Kuya yang menjadi korban penjarahan di kediamannya di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu 30 Agustus 2025.

Melalui unggahan di Threads, Sherina mengabarkan bahwa ia berhasil menemukan dan mengamankan dua ekor kucing. Salah satunya adalah Daisy, kucing British Shorthair betina milik Uya.

“Daisy, salah satu kucingnya sudah ditemukan dan diamankan. Besok akan dibawa ke vet,” tulisnya, Minggu 31 Agustus 2025.

Beberapa jam sebelumnya, Sherina juga menyelamatkan seekor kucing lain yang kondisinya cukup memprihatinkan.

Kucing tersebut memiliki berat hanya 1 kilogram, jauh di bawah normal untuk usia 8–9 bulan, serta mengalami masalah kutu. Saat ini, hewan tersebut tengah dalam perawatan foster di rumah Sherina.

Menurut keterangan Cinta, anak Uya Kuya, terdapat 12 ekor kucing yang hilang setelah penjarahan.

Sherina bersama rekannya, Indira Diandra, terus berupaya mencari keberadaan kucing-kucing lain dan mengajak netizen untuk ikut membantu.

Uya Kuya sendiri mengaku pasrah atas penjarahan rumahnya, namun ia sangat menyayangkan hewan peliharaannya ikut menjadi korban.

“Intinya, aku ikhlas saja. Enggak apa-apa, aku ikhlas. Cuma yang sedih kucing-kucing, makhluk hidup, dijarah, gitu aja,” ujarnya.

Selain Uya Kuya, kabar serupa juga menimpa Eko Patrio. Beberapa kucing miliknya dilaporkan ikut dijarah.

Sherina memastikan sudah berkoordinasi dengan penyelamat dan menyebut kucing Eko kini berada di tangan pecinta kucing yang amanah.

Diketahui, kasus penjarahan rumah Uya Kuya dan Eko Patrio terjadi setelah keduanya menjadi sorotan publik usai berjoget saat Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD pada 15 Agustus 2025.

Imbas peristiwa tersebut, Partai Amanat Nasional (PAN) menonaktifkan keduanya dari jabatan anggota DPR RI.

“DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan Saudaraku Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Saudaraku Surya Utama sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PAN DPR RI, terhitung sejak Senin, 1 September 2025,” ungkap Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, Minggu 31 Agustus 2025.***

Kembali ke Indonesia, Fan Meeting Park Bo Gum di ICE BSD Banjir Antusiasme

0

Bogordaily.net – Aktor Korea Selatan Park Bo Gum kembali menyapa penggemar Tanah Air lewat fan meeting bertajuk Be With You yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Hall 1, Minggu 31 Agustus 2025.

Acara tersebut menjadi momen pertama bagi Bo Gum kembali ke Indonesia setelah enam tahun, terakhir ia hadir pada 2017.

Malam itu, bintang drama When Life Gives You Tangerines membuka penampilannya dengan lagu Annyeong milik Joy Red Velvet.

Mengenakan gaya smart casual dengan kaos putih, blazer pink, dan celana jeans, Bo Gum tampil penuh energi sekaligus hangat menyapa ribuan penggemarnya.

Tak hanya menampilkan akting memikat di layar kaca, Bo Gum juga menunjukkan kemampuannya dalam bermusik.

Ia membawakan Breath dari Lee Hi serta You Were Beautiful milik Day6 dengan iringan piano.

Sebagai kejutan, aktor kelahiran 1993 itu juga menyanyikan lagu Indonesia legendaris Untukku karya Chrisye, membuat penonton larut dalam suasana haru.

Suasana semakin meriah ketika Bo Gum turun dari panggung untuk mendekatkan diri kepada penggemar.

Beberapa fans bahkan berkesempatan naik ke atas panggung dan berfoto langsung bersama sang idola.

Di tengah acara, Bo Gum juga memamerkan kepiawaiannya berbahasa Indonesia. Dengan senyum ramah, ia menyapa, “Apa kabar? Saya Park Bo Gum.

Aku kangen kalian. Bagus kan pelafalanku?” Ungkapan itu disambut riuh tepuk tangan.

Keseruan makin bertambah saat ia mencoba Poppy Challenge. Meski sempat terlihat kikuk, Bo Gum sukses mengikuti semua gerakan hingga mengundang tawa bahagia para penonton.

Menariknya, fan meeting kali ini berlangsung di tengah situasi sosial Indonesia yang sedang diwarnai aksi demonstrasi.

Menanggapi hal itu, Bo Gum sempat menyampaikan dukungan moral.

“Saya juga ingin mendukung, pasti di Indonesia juga ada kan orang-orang yang terus membela keadilan dan kebaikan ini ya,” katanya, yang langsung disambut tepuk tangan audiens.

Nama Park Bo Gum sendiri semakin bersinar usai memerankan Gwan Sik dalam drama populer When Life Gives You Tangerines di Netflix. Ia juga kembali mencuri perhatian publik lewat drama aksi Good Boy.***

Pratama Arhan Ajukan Cerai Talak, Sidang Perdana Digelar di Tigaraksa

0

Bogordaily.net – Sidang perdana perceraian pesepakbola Timnas Indonesia, Pratama Arhan, dengan selebgram Azizah Salsha akhirnya digelar di Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang.

Kabar ini awalnya tidak banyak diketahui publik. Nama Arhan dan Azizah baru terungkap ketika wartawan yang sedang meliput sidang selebritas lain mendapati keduanya tercatat dalam agenda persidangan. Informasi tersebut langsung menyita perhatian para pewarta yang hadir.

Konfirmasi kemudian datang dari pihak pengadilan yang membenarkan bahwa sidang tersebut memang terkait perceraian pasangan muda tersebut.

Berdasarkan catatan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), perkara itu masuk kategori cerai talak, yang berarti gugatan diajukan langsung oleh Pratama Arhan.

Dalam dokumen pengadilan, nama Singgih Tomi Gumilang tercatat sebagai kuasa hukum yang mendampingi Arhan.

Meski demikian, baik Arhan maupun Azizah tidak hadir dalam sidang perdana. Hanya perwakilan pengacara Arhan yang tampak, sementara pihak Azizah sama sekali tidak terlihat.

Usai sidang, kuasa hukum Arhan hanya memberikan keterangan singkat kepada awak media tanpa merinci lebih jauh jalannya perkara.

Rumor retaknya hubungan Arhan dan Azizah sebenarnya sudah lama beredar. Pemain berusia 23 tahun itu diketahui sempat menghapus semua foto kebersamaannya dengan Azizah di media sosial.

Spekulasi publik kian menguat hingga akhirnya terbukti dengan terdaftarnya gugatan cerai ini.

Sidang lanjutan diprediksi akan menarik sorotan besar, mengingat keduanya selama ini dikenal sebagai pasangan romantis yang kerap menjadi panutan anak muda.***

Bank Kota Bogor Lepas Purna Tugas Agus Wempi Setelah 30 Tahun Mengabdi

0

Bogordaily.net – Bank Kota Bogor baru saja purna tugas atau melepas salah satu sosok penting dalam perjalanannya, yakni Bapak Agus Wempi, pada hari Jum’at, 1 Agustus 2025.

Setelah lebih dari 30 tahun mengabdikan diri, beliau resmi memasuki masa purna tugas dengan penuh kehormatan.

Acara pelepasan yang digelar di lingkungan internal Bank Kota Bogor berlangsung penuh keharuan.

Suasana haru tercipta ketika rekan kerja, jajaran pimpinan, hingga staf muda memberikan penghormatan terakhir atas dedikasi panjang yang telah diberikan Agus Wempi.

Air mata pun tak terbendung, menjadi simbol rasa kehilangan sekaligus penghargaan mendalam dari keluarga besar Bank Kota Bogor.

Selama lebih dari tiga dekade, Agus Wempi dikenal sebagai sosok pekerja keras, penuh loyalitas, serta menjadi panutan bagi rekan-rekan kerjanya.

Jejak langkahnya bukan hanya tercatat dalam berbagai pencapaian perusahaan, tetapi juga dalam nilai-nilai positif yang ia wariskan.

Bagi Bank Kota Bogor, pengabdian Agus Wempi merupakan bagian penting dari perjalanan panjang lembaga tersebut.

Dengan dedikasi dan kerja kerasnya, beliau telah meninggalkan warisan yang akan selalu dikenang, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya.

Pelepasan ini menjadi momen istimewa, bukan sekadar perpisahan, tetapi juga perayaan atas karier gemilang seorang karyawan yang telah mendedikasikan hidupnya bagi perkembangan Bank Kota Bogor.***

Ketua DPRD Wonosobo Disoraki Massa Usai Salah Bacakan Teks Pancasila

0

Bogordaily.net – Wonosobo digemparkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan Ketua DPRD Wonosobo, Eko Prasetyo Heru Wibowo, disoraki massa ketika menemui para demonstran. Momen itu terjadi lantaran Eko salah melafalkan teks Pancasila di hadapan publik.

Dalam rekaman video yang beredar, Eko terlihat berdiri berdampingan dengan aparat kepolisian.

Ia kemudian mencoba memimpin pembacaan Pancasila bersama massa aksi. Namun, situasi berubah ricuh ketika sampai pada penyebutan sila kedua.

Awalnya, Eko mengajak para demonstran untuk menirukan bacaannya. “Temen-temen, mau menirukan, gak? Boleh,” ucapnya dengan nada tenang.

Salah seorang peserta aksi lalu menimpali dengan bahasa Jawa, “Langsung intinya!” yang bermakna meminta Eko agar segera menyampaikan inti pernyataannya, bukan membacakan teks panjang.

Namun Eko tetap melanjutkan pembacaan Pancasila. “Pancasila, satu Ketuhanan Yang Maha Esa. Dua keadilan sosial bagi seluruh Indonesia,” ucapnya.

Kesalahan fatal terjadi karena seharusnya sila kedua berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”.

Kekeliruan itu sontak membuat massa yang hadir menyoraki sekaligus menertawakan Eko.

Dalam video, Eko yang terlihat sedikit canggung langsung menoleh ke arah seorang pria berkacamata hitam di sampingnya.

Pria tersebut sigap membisikkan sesuatu, diduga untuk mengoreksi atau mengingatkan sang ketua dewan.

Peristiwa ini pun ramai menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Wonosobo. Pasalnya, Eko baru saja menjabat sebagai Ketua DPRD periode 2024–2029, sehingga blunder tersebut dianggap mencoreng wibawa seorang pimpinan dewan yang semestinya menguasai dasar negara.***