Wednesday, 8 April 2026
Home Blog Page 637

Prabowo Subianto Sumbang 4 Sapi Kurban untuk Warga Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Presiden Prabowo Subianto menyumbangkan empat ekor sapi kurban dari peternak lokal di Kota Bogor. Dagingnya akan disalurkan ke berbagai penjuru Kota Hujan.

Suasana lengang di Tanah Baru, Kota Bogor, berubah riuh pada Jumat pagi, 6 Juni 2025. Di salah satu lahan pemotongan hewan, seekor sapi berukuran jumbo, seberat lebih dari satu ton, menjadi pusat perhatian.

Tubuhnya besar, kulitnya belang, dan sorot matanya tenang. Sapi jenis Brahman Cross itu bukan sembarang hewan kurban. Ia adalah satu dari empat ekor sapi yang disumbangkan Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat Kota Bogor.

“Hari ini kita menyaksikan langsung pemotongan sapi yang dititipkan oleh Presiden Prabowo untuk warga Kota Bogor. Kami masyarakat Kota Bogor mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya,” ujar Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, yang hadir langsung meninjau proses pemotongan.

Didampingi perwakilan dari Kementerian Pertanian, Dedie memastikan seluruh proses berjalan sesuai syariat Islam dan memenuhi standar kesehatan dan keamanan. Pemerintah Kota Bogor, lewat Bagian Kesehatan dan Kesejahteraan (Kesra), akan mendistribusikan daging kurban tersebut ke warga yang berhak menerima.

Yang menarik, seluruh sapi yang disumbangkan Prabowo dibeli dari peternak lokal. Sapi seberat 1,07 ton yang dipotong di Tanah Baru, misalnya, berasal dari peternak di Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal. “Yang pasti, ini seluruh sapi yang didistribusikan oleh Presiden adalah sapi asli dari Bogor. Dari Presiden Prabowo melalui peternak Bogor untuk warga Bogor,” kata Dedie.

Empat ekor sapi itu disalurkan ke beberapa lokasi. Dua ekor diserahkan melalui Istana Bogor, satu ekor dikirim ke Cikaret, Bogor Selatan, dan satu ekor dipotong langsung di Tanah Baru. Semua penyaluran dilakukan dengan pengawasan ketat untuk memastikan tepat sasaran.***

Kementerian UMKM dan Kongres Advokat Indonesia Kerja Sama Pendampingan Hukum bagi UMKM

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sepakat bekerja sama dengan Kongres Advokat Indonesia (KAI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Sinergi Pendampingan Hukum bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Penandatanganan ini dilakukan oleh Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik dan Ketua Umum KAI Siti Jamaliah Lubis, serta disaksikan oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza.

Usai penandatangan, Menteri Maman saat memberikan sambutan seusai penandatangan Nota Kesepahaman di Jakarta, Kamis (5/6), menekankan bahwa Nota Kesepahaman ini merupakan bentuk komitmen Kementerian UMKM terkait aspek hukum khususnya bagi pengusaha mikro dan kecil.

“Dalam menjalankan program ini, kita perlu bersinergi dan berkolaborasi secara nyata dan utuh untuk memberikan literasi hukum agar UMKM terhindar dari permasalahan hukum, sekaligus layanan bantuan dan pendampingan hukum yang dapat dimanfaatkan oleh pengusaha mikro dan kecil,” ujar Menteri Maman.

Menurut Menteri Maman, usaha mikro dan kecil rentan berhadapan dengan masalah hukum. Hal ini kerap terjadi karena kurangnya pemahaman UMKM dalam hal pengetahuan termasuk tentang perizinan dan legalitas usaha, pemahaman tentang standar produk, dan kesadaran hukum.

“Hal ini yang seringkali membuat usaha mikro dan kecil berpotensi terjerat permasalahan hukum, dan terancam dikenai sanksi oleh aparat penegak hukum,” ujarnya.

Ia mencontohkan permasalahan hukum pidana yang pernah menjerat UMKM dalam kasus Mama Khas Banjar yang didakwa melanggar Pasal 8 ayat (1) huruf g UU Perlindungan Konsumen karena menjual produk konsumsi seperti ikan asin, frozen food, dan sirup tanpa mencantumkan tanggal kadaluawarsa.

“Selain permasalahan pidana, ada juga permasalahan perdata yang berpotensi menjerat UMKM. Misalnya sengketa usaha dengan mitra usahanya karena wanprestasi salah satu pihak, sengketa dengan karyawan, sengketa kekayaan intelektual, hingga permasalahan terkait perkreditan usaha,” katanya.

Menteri Maman menyebut, salah satu amanat Undang-Undang Cipta Kerja dan PP 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM, adalah kehadiran pemerintah dalam memberikan pelindungan hukum melalui program Layanan Bantuan dan Pendampingan Hukum bagi Usaha Mikro dan Kecil.

“Dukungan dan pemberian bantuan hukum sangat penting bagi usaha mikro dan kecil dalam menjalankan usahanya, karena produktivitas dan daya saing UMKM dijaga dengan kemudahan akses kepastian hukum dan akses perlindungan usaha melalui layanan bantuan dan pendampingan hukum,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum KAI Siti Jamaliah Lubis menyatakan, pihaknya siap memberi bantuan hukum bagi pengusaha UMKM melalui ratusan Dewan Perwakilan Cabang (DPC) yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia.

“Kami siap memberikan bantuan dan pendampingan hukum bagi pengusaha UMKM di seluruh Indonesia, kami menyadari upaya ini sangat diperlukan agar UMKM kita semakin maju,” ujarnya.***

Semarak Dulag Istimewa Meriahkan HJB Ke-543 dan Idul Adha di Pakansari Bogor

0

Bogordaily.net – Semarak Dulag Bogor Istimewa menjadi salah satu rangkaian acara memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543.

Semarak Dulag terasa spesial karena bertepatan dengan menyambut hari raya Idul Adha 1446 H. Kegiatan dilaksanakan di Stadion Pakansari, Cibinong, Kamis (5/6).

Seni Dulag adalah tradisi memukul bedug yang dilakukan oleh masyarakat sunda saat mengiringi perayaan keagamaan maupun adat. Tradisi ini merupakan bagian dari warisan budaya sunda yang tentunya kaya akan nilai-nilai kebersamaan, pelestarian budaya, syiar agama, dan kegembiraan.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, diikuti 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor. Dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), perwakilan Forkopimda, Ketua Baznas, Kepala Kemenag Kabupaten Bogor, jajaran kepala perangkat daerah dan Camat.

Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda), Ajat Rochmat Jatnika mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan selalu berupaya mendorong pemajuan kebudayaan dan cagar budaya daerah, di tengah pesatnya dinamika kebudayaan global dunia yang secara masif memasuki bangsa Indonesia.

“Kegiatan hari ini adalah bagian dari wujud nyata peran pemerintah daerah dalam pemajuan budaya daerah di Kabupaten Bogor,” ungkap Ajat.

Ajat berharap seni tradisi dan warisan budaya “ngadulag” ini dapat terus dilestarikan dan dikembangkan, sebagai media untuk memperkenalkan seni tradisi dan budaya kepada generasi muda sehingga dapat terus eksis dan tidak hilang terhapus zaman.

“Gelaran ini tidak hanya melestarikan warisan budaya dan memperkuat solidaritas masyarakat, akan tetapi mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Bogor,” pungkas Sekda Ajat Rochmat Jatnika.***

Dukung Kelestarian Lingkungan, BRI Perkuat Aksi Daur Ulang Limbah dan Reduksi Emisi dalam Operasional Perusahaan

0

Bogordaily.net – Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian bumi. Tahun 2025 ini, United Nations Environment Programme (UNEP) mengusung tema “Ending Plastic Pollution” sebagai seruan global untuk mengatasi krisis sampah plastik yang kian mendesak.

Berdasarkan data UNEP, Indonesia menjadi salah satu negara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia dengan 3,2 juta ton limbah yang belum terkelola secara optimal.

Dalam mendukung upaya nasional dalam mengatasi persoalan sampah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Melalui inisiatif Environmental, Social, and Governance (ESG), BRI menjalankan program Zero Waste to Landfill sebagai langkah konkret dalam mengelola limbah secara bertanggung jawab dan mendorong praktik bisnis yang ramah lingkungan.

Zero Waste to Landfill sendiri merupakan program kolaboratif dari BRI yang dirancang untuk menekan timbunan sampah sejak dari sumbernya dan memastikan limbah tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kian terbatas kapasitasnya. Adapun, sepanjang tahun 2024, melalui program ini, BRI berhasil mengelola total 703.559,9 kg sampah dari kegiatan operasional, termasuk 119.354,2 kg di antaranya berupa sampah plastik. Upaya ini turut berkontribusi pada penghindaran emisi karbon sebesar 524,18 ton CO₂e, yang berdampak langsung pada penurunan jejak karbon perusahaan.

Sebagai bagian dari penguatan budaya keberlanjutan di internal, BRI pun melibatkan para pekerjanya dalam praktik Zero Waste to Landfill melalui penyediaan mesin Reverse Vending Machine (RVM). Pekerja yang menyetor sampah botol plastik ke dalam mesin ini akan mendapatkan poin reward yang dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik. Tercatat, hingga Juni 2025, RVM telah mengumpulkan lebih dari 3.242 kg botol plastik atau setara dengan 178.720 botol plastik dengan potensi penghindaran emisi sebesar 17.693 kg CO₂e, mencerminkan antusiasme tinggi pekerja BRI terhadap inisiatif ramah lingkungan ini.

Di luar aspek operasional, BRI juga aktif mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satunya adalah program Yok Kita GAS (Gerakan Kelola Sampah) yang telah diimplementasikan secara bertahap mulai dari tahun 2021 hingga 2025, mencakup 41 lokasi di berbagai daerah di Indonesia. Program yang menjangkau komunitas pasar tradisional dan lingkungan sekitarnya melalui pendirian 36 unit bank sampah dan pengembangan 5 unit pasar tradisional sebagai pusat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Program ini pun membekali penerima manfaat dengan pelatihan pemilahan sampah, literasi keuangan, penguatan kelembagaan, serta bantuan alat seperti mesin pencacah sampah organik dan bak maggot komunal untuk mendukung proses pengolahan sampah skala komunitas.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan bahwa pengelolaan sampah yang berkelanjutan merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendukung ekonomi sirkular dan penerapan prinsip ESG. “Kami juga terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari mitra daur ulang, pekerja, hingga komunitas, untuk memperkuat upaya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab,” ujar Hendy.

Selain sejumlah insiatif BRI yang sejalan dengan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, melalui pengelolaan sampah yang konsisten dan terukur, BRI turut berkontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 13, yakni Climate Action, sebagai bentuk komitmen menghadapi perubahan iklim.

Lebih lanjut, Hendy mengajak seluruh masyarakat untuk turut ambil bagian dalam upaya menjaga lingkungan, khususnya dalam menghadapi krisis sampah plastik yang semakin mendesak.

“Hal sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah rumah tangga, atau mendukung produk daur ulang bisa membawa dampak besar jika dilakukan bersama. Mari kita mulai dari hal kecil, demi masa depan bumi yang lebih lestari,” tutupnya.***

Hadirkan Pengalaman Wisata Satwa yang Unik, Sinar Mas Land dan Jawa Timur Park Group Hadirkan BSD Secret Zoo

0

Bogordaily.net — BSD City terus berkomitmen untuk menghadirkan berbagai fasilitas modern guna menambah kenyamanan warganya, salah satunya melalui kehadiran taman wisata satwa terbaru.

Guna mewujudkan hal tersebut, Sinar Mas Land menjalin kerja sama dengan Jawa Timur Park Group untuk menghadirkan BSD Secret Zoo, taman wisata modern sekaligus konservasi satwa seluas 10,9 hektare di BSD City yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan hiburan sekaligus memberikan wawasan edukatif kepada pengunjung.

BSD Secret Zoo akan mengusung konsep “Urban Zoo Safari Adventure” dirancang untuk memperkenalkan berbagai jenis hewan dari seluruh dunia, dilengkapi dengan beragam fasilitas interaktif, destinasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan pelestarian satwa. Pengunjung juga akan dimanjakan dengan berbagai wahana hiburan indoor dan outdoor yang cocok untuk segala usia.

Herry Hendarta, Deputy Group CEO Strategic Development and Assets Sinar Mas Land menjelaskan, “Kolaborasi antara Sinar Mas Land dan Jatim Park Group dalam menghadirkan BSD Secret Zoo akan semakin memperkaya ragam fasilitas wisata edutainment di BSD City. Kehadiran BSD Secret Zoo sejalan dengan visi kami untuk menghadirkan fasilitas yang memberikan pengalaman bagi masyarakat, tidak hanya sebagai tempat hiburan, tetapi juga sebagai sarana rekreasi, edukasi dan pelestarian satwa. Kami percaya BSD Secret Zoo akan meningkatkan daya tarik BSD City sebagai destinasi wisata terintegrasi di wilayah Jabodetabek yang menawarkan pengalaman rekreasi dan pembelajaran yang unik.”

Erwin Hidayat, Direktur Jatim Park Group menyampaikan “Kami sangat antusias untuk menghadirkan BSD Secret Zoo, di BSD City, yang telah berkembang sebagai mega township di kawasan Jabodetabek. Kehadiran kami di BSD City merupakan bentuk komitmen untuk terus memberikan fasilitas hiburan edukatif baru bagi masyarakat Indonesia. BSD Secret Zoo di BSD City akan menghadirkan berbagai fasilitas rekreasi di antaranya Modern City Zoo, Museum Satwa, serta konsep wisata yang modern, menarik, interaktif dan inovatif. Saat ini BSD Secret Zoo telah memasuki fase perencanaan desain dan tahap awal konstruksi dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026 mendatang dengan estimasi kunjungan lebih dari satu juta orang per tahun.”

BSD Secret Zoo didesain dengan konsep modern yang memadukan unsur konservasi satwa, teknologi, dan pengalaman interaktif untuk mendekatkan masyarakat dengan habitat satwa serta memberikan edukasi pelestarian satwa.

Hal ini sejalan dengan misi Jatim Park Group untuk menumbuhkan kepedulian terhadap alam dan perlindungan terhadap satwa liar yang berada di bumi. Taman wisata edukatif ini memiliki ruang imersif dan interaktif melalui kehadiran berbagai zona seperti rainforest, river hingga desert, lengkap dengan habitat yang merepresentasikan lingkungan asli satwa.

Hadirkan Pengalaman Wisata Satwa yang Unik, Sinar Mas Land dan Jawa Timur Park Group Hadirkan BSD Secret Zoo

Zona imersif di BSD Secret Zoo memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dengan hewan-hewan seperti harimau Sumatera, jerapah, singa, hingga satwa akuatik di lingkungan yang menyerupai habitat aslinya. BSD Secret Zoo juga dilengkapi area food and beverage dengan beragam pilihan kuliner untuk para pengunjung.

Terletak di pusat kawasan BSD City, lokasi BSD Secret Zoo ini dapat diakses dengan cepat dari berbagai lokasi, seperti 30 menit dari Bandara Soekarno-Hatta dan 50 menit dari Kota Bogor. BSD City juga terkoneksi dari berbagai ruas tol seperti Tol Serbaraja Seksi 1A dan 1B, Tol Serpong-Cinere, Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dari Jakarta-Merak, Pondok Indah-BSD City dan Tol Cijago.

Mega township BSD City juga memiliki layanan transportasi shuttle bus yang terintegrasi langsung dengan Stasiun KRL Cisauk di kawasan Intermoda yang berjarak 5 menit dari lokasi BSD Secret Zoo. Dengan kemudahan akses ini, BSD Secret Zoo akan menjadi destinasi wisata pilihan untuk seluruh masyarakat Jabodetabek.

Tentang Sinar Mas Land

Sinar Mas Land adalah pengembang properti di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 50 tahun. Sinar Mas Land telah mengembangkan lebih dari 50 proyek di Indonesia, Inggris, dan Singapura.

Keberhasilan Sinar Mas Land dalam mengembangkan properti dan real estat di Indonesia juga telah diakui oleh lembaga yang independen dan kredibel dengan memperoleh berbagai penghargaan internasional bergengsi seperti MIPIM Awards di Prancis (2018), ASEAN Energy Awards (2019 & 2023), Asia Pacific Property Award (2021 & 2023), Cambridge IFA’s Global Good Governance Awards (2021 & 2023), FIABCI World Prix d’Excellence Awards (2022), dan PropertyGuru Asia Property Awards (2021 – 2023).

Sinar Mas Land dikenal sebagai pengembang township atau kota mandiri melalui sejumlah proyek di antaranya BSD City (Tangerang Raya), Kota Wisata & Legenda Wisata (Cibubur), Grand Wisata (Bekasi), Grand City Balikpapan dan Balikpapan Baru (Balikpapan), Nuvasa Bay (Batam), serta Wisata Bukit Mas dan Klaska Residence (Surabaya).

Sementara di wilayah Jakarta, Sinar Mas Land juga mengembangkan berbagai proyek apartemen seperti Aerium Residence, Southgate Residence, dan The Elements.

Selanjutnya, Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation juga mengembangkan kawasan industri, yakni Kota Deltamas yang terletak di Cikarang Bekasi. Selain itu, perusahaan bersama dengan ITOCHU Corporation juga mengembangkan Karawang International Industrial City (KIIC).

Selain residensial dan komersial, Sinar Mas Land juga mengembangkan kawasan Digital Hub di BSD City seluas 26 hektare yang dirancang khusus untuk menjadi pusat teknologi, kesehatan, dan edukasi. Sinar Mas Land tercatat di Bursa Efek Indonesia melalui tiga entitas di antaranya PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) dan di Bursa Efek Singapura bernama Sinar Mas Land Limited.

Sinar Mas Land memiliki mitra strategis yang kuat seperti Sojitz Japan, Aeon, Itochu, Mitsubishi Corporation, Hongkong Land, Astra Land Indonesia dan mitra lokal seperti Kompas Gramedia, Kawan Lama Group, dan Kalbe. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.sinarmasland.com.***

Presiden Prabowo Berikan 58 Ekor Sapi Kurban Kepada Warga Babakan Madang, Rudy Susmanto Sampaikan Terima Kasih

Bogordaily.net – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan 58 ekor sapi kurban kepada masyarakat di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Penyerahan hewan qurban tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto pada Kamis, 5 Juni 2025.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan bahwa, untuk jumlah sapi yang dibagikan oleh Presiden Prabowo saat ini ada sebanyak 58 ekor.

Nantinya, sapi tersebut akan dibagikan khusunya di dekat kediaman Presiden di desa Bojongkoneng, dan desa Cijayanti untuk setiap satu RW mendapat satu ekor sapi jenis limosin.

“Di 58 ekor tersebut ada beberapa sapi-sapi yang kemarin menang kontes dari bobotnya, dan sapi terakhir dibagikan kepada masyarakat untuk menunaikan ibadah hari raya Idul Adha,” kata Rudy Susmanto, Kamis 5 Juni 2025.

“Sedangkan untuk desa di sekitar Cijayanti dan Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang satu desa tiga ekor,” tambahnya.

Adapun, jenis sapi yang dibagikan untuk masyarakat merupakan sapi jenis limosin dengan berat satu ton lebih.

“Jenis sapinya tadi kalo kita lihat limosin, bobotnya 1 ton 288 kilo. Tapi masih ada beberapa sapi-sapi lain yang masih berat dari itu,” jelasnya.

Kemudian, tak lupa, Rudy juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada presiden republik Indonesia atas bantuan hewan qurban yang diberikan untuk masyarakat Kabupaten Bogor di beberapa wilayah Kabupaten Bogor.

“Tentunya ini bukan hal pertama, setiap tahun beliau tidak pernah absen sekalipun untuk memberikan bantuan-bantuan kepada masyarakat, khususnya di sekitar kediamannya,” ungkap Rudy.

(Albin Pandita)

Fraksi Demokrat Solidaritas Tampung Aspirasi Warga Sempur, Tolak Pengosongan

Bogordaily.net – Fraksi Demokrat Solidaritas DPRD Kota Bogor menerima audiensi dari sejumlah warga Kelurahan Sempur yang saat ini menghadapi ancaman pengosongan rumah dinas oleh Korem 061/Surya Kencana.

Pertemuan berlangsung di Ruang Fraksi Demokrat Solidaritas dan diterima langsung oleh Sekretaris Fraksi, Sugeng Teguh Santoso, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bogor.

Audiensi ini merupakan respons atas kekhawatiran warga setelah menerima surat perintah pengosongan rumah dari Korem 061 pada 3 Juni 2025.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa pengosongan didasarkan pada instruksi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), surat Pangdam III/Siliwangi, serta putusan kasasi Pengadilan Negeri Bogor Nomor 2404 Tahun 2023 tertanggal 27 September 2023.

Warga diberi tenggat waktu 14 hari sejak surat diterima, dengan batas akhir hingga 17 Juni 2025.

Fraksi Demokrat Solidaritas Soroti Aspek Hukum

Menanggapi hal ini, Sugeng Teguh Santoso menyatakan bahwa Fraksi Demokrat Solidaritas akan mendalami aspek hukum dari proses pengosongan tersebut dan segera meminta klarifikasi dari kuasa hukum warga.

“Kami akan mengkaji semua jalur hukum yang tersedia, termasuk kemungkinan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan kasasi. Kami juga mempertanyakan legalitas eksekusi ini, karena menurut aturan hukum perdata, pelaksanaan putusan pengadilan seharusnya dilakukan oleh pengadilan negeri, bukan melalui perintah internal militer,” ujar Sugeng pada Kamis 5 Juni 2025.

Sugeng menambahkan bahwa meski sertifikat hak pakai atas tanah tersebut memang tercatat atas nama TNI, pendekatan terhadap warga seharusnya tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan dan keadilan sosial.

“Sebagian besar warga sudah tinggal di sana sejak tahun 1950-an, bahkan ada yang merupakan keluarga pejuang kemerdekaan. Kami akan menjadi penghubung komunikasi antara warga dan Korem 061 untuk mencari solusi yang beradab, seperti relokasi yang layak atau pemberian kompensasi,” tambahnya.

DPRD Akan Fasilitasi Dialog dengan Korem

Fraksi Demokrat Solidaritas juga berkomitmen untuk memfasilitasi pertemuan antara DPRD Kota Bogor dan pihak Korem 061/Surya Kencana.

“Kami akan mendorong pimpinan DPRD untuk segera menjadwalkan pertemuan resmi guna membahas penyelesaian damai. Harapan kami, pengosongan bisa dilakukan secara bermartabat dan tidak menimbulkan konflik sosial baru,” jelas Sugeng.

Perwakilan warga, Wisnu Wardana, menceritakan bahwa rumah-rumah yang kini dipermasalahkan telah dihuni sejak dekade 1950-an, setelah para pejuang kemerdekaan ditempatkan di kawasan tersebut.

Pada tahun 1973, warga mulai mengajukan permohonan kepemilikan resmi, namun ditolak. Permintaan pemutihan pada tahun 1981 juga tidak dikabulkan.

“Pada awal 1990-an bahkan ada wacana pembayaran kepada pihak TNI AD, tapi tidak pernah jelas prosedurnya. Hingga kini, upaya kami untuk memperoleh kejelasan hukum belum juga mendapatkan hasil,” jelas Wisnu.

Beberapa kali pengosongan pernah terjadi, antara lain pada Maret 2013 dan pertengahan 2018.

Namun hanya sebagian dari total 16 rumah yang benar-benar dieksekusi. Saat ini, masih ada sembilan rumah yang dihuni dan menjadi sasaran pengosongan terbaru.

“Kami belum pernah menerima salinan resmi putusan pengadilan. Tapi tiba-tiba ada surat pengosongan. Ini membuat kami bingung secara hukum dan merasa tidak dilindungi,” kata Wisnu.

Komitmen DPRD untuk Pendampingan Hukum dan Sosial

Kasus ini dinilai tidak hanya menyangkut aspek legalitas, tetapi juga keadilan sosial dan perlindungan warga yang telah menetap secara turun-temurun.

Fraksi Demokrat Solidaritas berkomitmen untuk terus memantau perkembangan dan mendampingi warga dalam menempuh jalur hukum yang sah serta mengupayakan penyelesaian yang bermartabat.

(Ibnu Galansa)

Gerakan Yuk Lestarikan Bumi Part 2 Sukses Digelar di Pancawati Bogor

Bogordaily.net- Upaya pelestarian lingkungan kembali menggema di kawasan strategis Kabupaten Bogor melalui gerakan bertajuk “Yuk Lestarikan Bumi Part 2”

Kegiatan ini sukses digelar di Plaza Node Café and Lounge, Pancawati, pada Kamis, 5 Juni 2025. Acara ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan sebuah panggung nyata kolaborasi lintas sektor yang menyatukan semangat kepedulian terhadap nasib lingkungan, khususnya bentang alam Gunung Gede Pangrango dan Halimun Salak (Gedepahala).

Inisiatif ini diprakarsai oleh Bamboo Sanctuary Pancawati bersama Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa. Tak kurang dari ratusan peserta yang terdiri dari akademisi, aktivis lingkungan, pelaku usaha, mahasiswa, perwakilan pemerintah, serta komunitas lokal, turut hadir dan berkontribusi aktif dalam rangkaian kegiatan ini.

Menurut Ketua Pelaksana, Yuhika Afrisky, kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar ajakan pelestarian. Ia menekankan bahwa kekuatan utama dari upaya semacam ini adalah sinergi yang terbangun dari berbagai pihak.

“Gerakan ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan penguatan jejaring bersama untuk menjaga lingkungan. Semangat kolaborasi ini kami harap bisa menginspirasi daerah lain agar turut aktif dalam konservasi,” ujar Yuhika dalam keterangan persnya yang diterima Bogordaily.net, Kamis 5 Juni 2025.

Peran Vital Komunitas Lokas

Direktur Bamboo Sanctuary Pancawati, Daniel Arjuna Filgo, dalam sambutannya menegaskan peran vital komunitas lokal sebagai garda terdepan pelestarian alam.

Menurutnya, pelestarian tidak akan berhasil tanpa keterlibatan langsung masyarakat sekitar yang mengenal kondisi lapangan dengan detail.

“Komunitas lokal adalah ujung tombak dalam menjaga alam kita. Mereka yang paling paham dan paling bertanggung jawab menjaga keberlangsungan ekosistem,” ujar Daniel

Peran akademisi dan mahasiswa juga mendapat sorotan penting. Dwi Agus Sasongko dari Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa menekankan bahwa pendidikan dan riset harus menjadi fondasi membentuk kesadaran ekologis yang kuat di masyarakat.

“Akademisi dan mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan, yang tidak hanya memahami masalah lingkungan, tapi juga aktif mencari solusi dan menggerakkan masyarakat,” jelas Dwi.

Dukungan dari instansi pengelola taman nasional juga menguatkan komitmen kolaborasi. Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Arief Mahmud, mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam pelestarian.

“Generasi muda adalah harapan masa depan lingkungan kita. Tanpa keterlibatan mereka, upaya konservasi akan kehilangan energi dan kesinambungan,” tegas Arief.

Pentingnya Pendekatan Kolaboratif

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Budhi Chandra, menyoroti pentingnya pendekatan kolaboratif sebagai fondasi keberhasilan konservasi.

“Pelestarian tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, komunitas, hingga sektor swasta,” kata Budhi.

Diskusi panel yang mengangkat tema “Potensi dan Tantangan Pelestarian Bentang Alam Gedepahala” menghadirkan narasumber senior seperti Wahjudi Wardojo, mantan Sekretaris Jenderal KLHK dan Ketua Konsorsium Gedepahala, Dolly Priatna dari Belantara Foundation, serta Dwi Agus Sasongko.

Mereka membahas berbagai ancaman serius yang tengah mengintai kawasan penyangga taman nasional, mulai dari perambahan hutan hingga degradasi ekosistem.

Kawasan Gedepahala merupakan paru-paru hijau yang sangat strategis, tapi tekanan manusia dan alih fungsi lahan menjadi tantangan besar yang harus segera ditangani secara terpadu,” tutur Wahjudi Wardojo.

Konservasi Satwa Endemik

Sesi kedua fokus pada konservasi satwa endemik yang menjadi ikon kawasan. Sofian Iskandar dari Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa menyampaikan kondisi kritis Owa Jawa yang semakin terancam punah akibat habitat yang menyempit.

“Owa Jawa adalah salah satu primata endemik yang harus kita lindungi. Penurunan populasinya menjadi alarm bahwa habitat mereka terus terdesak,” ujarnya.

Asep Mulyana dari Yayasan PUTER Indonesia menambahkan bahwa pelestarian Elang Jawa bisa menjadi indikator kesehatan ekosistem.

“Jika Elang Jawa masih ada dan berkembang, itu berarti lingkungan masih dalam kondisi baik,” jelasnya.

Sementara itu, Alhalimata Rosyidi dari Yayasan SINTAS Indonesia memaparkan metode konservasi Macan Tutul yang melibatkan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, agar mereka turut merasakan manfaat dari pelestarian.

“Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama agar pelestarian menjadi usaha bersama yang berkelanjutan,” ucapnya

Acara diakhiri dengan aksi simbolik penanaman pohon di area sekitar Plaza Node Café, yang diikuti oleh peserta, mahasiswa, komunitas, serta pimpinan Balai Besar TNGGP dan Balai TNGHS. Penanaman ini menjadi bentuk komitmen nyata untuk menjaga dan merawat ekosistem Gedepahala.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Nobar Timnas Indonesia vs China di Stadion Pakansari, 10.000 Sate Gratis Dibagikan!

Bogordaily.net – Karang Taruna dan KNPI Kabupaten Bogor menggelar nonton bersama (Nobar) pertandingan Timnas Indonesia dengan China di Lapangan Panahan Stadion Pakansari, Cibinong, Kamis 5 Juni 2025 malam ini.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor, Heri Gunawan menjelaskan bahwa, Nobar Timnas Indonesia itu merupakan upaya Karang Taruna dan KNPI dalam menumbuhkan nasionalisme warga Bogor terhadap keindonesiaan.

“Selain menonton langsung Timnas Indonesia vs China, nobar ini merupakan langkah kita dalam memupuk kecintaan dan dukungan masyarakat terhadap sepakbola Indonesia,” kata Heri, Kamis 5 Juni 2025.

Menurut Heri, kegiatan itu juga sekaligus memberikan 10.000 porsi sate gratis dan membantu UMKM yang ada di Kabupaten Bogor untuk meningkatkan ekonomi mereka.

“Nobar ini juga dalam rangka membantu UMKM dan para pedagang agar jualan mereka laris di tengah ribuan masyarakat yang hadir malam ini,” jelasnya.

Kemudian, ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk memeriahkan kegiatan Nobar Timnas Indonesia vs China itu.

“Mari kita ramaikan, kita dukung sama-sama agar Timnas Indonesia dari jauh,” ujar Heri.

Selain itu, Heri Gunawan juga mengingatkan bahwa kegiatan Nobar itu merupakan kegiatan kolaboratif antara Karang Taruna dan KNPI Kabupaten Bogor yang akan terus dilakukan oleh kedua organisasi kepemudaan itu.

“Karang Taruna dan KNPI sudah sepakat untuk terus berkolaborasi  bersinergi dengan pemerintah. Segala kegiatan kepemudaan, kita akan lakukan secara kolaborasi agar kebermanfaatannya lebih dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

Mereka Tak Menyerah, Kisah Nyata Pasangan Penjual Sempol di Panggung Dangdut 24 Karat

0

Bogordaily.net – Dangdut 24 Karat Karaoke Dadakan Setiap Kamis, pukul 21.30 WIB Hanya di MNCTV. Dipandu oleh host ternama Ruben Onsu, bersama Mia KDI “Kembang Goyang” dan Kiky Primadona yang penuh kejutan, program Dangdut 24 Karat Karaoke Dadakan kembali hadir menyuguhkan hiburan yang tak hanya menghibur, tapi juga menginspirasi.

Program ini menghadirkan peserta dari berbagai latar belakang, pasangan suami istri, kekasih, orang tua dan anak, hingga saudara kandung yang siap menunjukkan kekompakan mereka melalui tantangan karaoke dadakan.

Di atas panggung, mereka tak hanya dituntut untuk bernyanyi, tapi juga memperlihatkan keberanian, kebersamaan, dan semangat dalam meraih hadiah.

Tiga juri dangdut Wika Salim, Ira Swara, dan Beniqno siap memberikan komentar sekaligus membangun untuk setiap penampilan.

Salah satu kisah mengharukan datang dari pasangan suami istri yang menjual gerobak sempol ayam mereka demi biaya rumah sakit. Sang suami bekerja sebagai helper, sementara sang istri biasa berjualan sempol.

Namun ketika musibah datang, mereka harus mengorbankan sumber penghasilan demi kesehatan. Kini, mereka datang ke panggung “Dangdut 24 Karat Karaoke Dadakan” dengan harapan baru dan semangat yang tak padam.

Dengan lantunan dangdut diatas panggung dan kejutan hadiah di akhir penampilan, kisah mereka menjadi salah satu bukti bahwa panggung ini bukan sekadar hiburan, tapi juga ruang bagi harapan dan perjuangan hidup.

Jangan lewatkan kisah-kisah penuh makna dan hiburan luar biasa di Dangdut 24 Karat Karaoke Dadakan setiap Kamis pukul 21.30 WIB, hanya di MNCTV, Rumahnya Dangdut.***