Wednesday, 15 April 2026
Home Blog Page 68

Ratusan SPPG MBG Kabupaten Bogor mengikuti Bimtek Sertifikat SLHS

0

Bogordaily.netBadan Gizi Nasional menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petugas penjamah makanan dalam rangka mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), 7–8 Maret 2026 di Padjadjaran Suite Resort & Convention Hotel, Kota Bogor.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Pemenuhan Pangan Gizi (KPPG) Bogor H. Haidir, S.Si, M.Si.

Bimtek tersebut diikuti oleh 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah kabupaten Bogor untuk tanggal 7 Maret 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas serta kompetensi para petugas penjamah makanan, agar mampu memenuhi standar keamanan dan higienitas dalam penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.

Dalam agenda kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan terkait tata cara penanganan makanan yang aman, pengolahan makanan sesuai standar kesehatan, hingga percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Materi tersebut diharapkan dapat memastikan makanan yang disalurkan dalam program MBG memenuhi standar kesehatan dan gizi yang telah ditetapkan.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya melalui (Daring) menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas layanan pemenuhan gizi di daerah, serta mengetahui bagaimana pengelolaan makan bergizi dengan optimal

“Pelatihan penjamu makan merupakan salah satu persyaratan untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Bayangkan, kalau untuk mendaftar mendapatkan SLHS-nya tidak mau, bagaimana punya niat untuk pelaksanaan program besar,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, para petugas diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional sehingga program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jadi, para mitra silahkan  untuk serius mendapatkan SLHS ini Bukan formalitas Karena dengan diperolehnya SLHS, maka itu menunjukkan bahwa sarana-prasarana SPPG sudah siap dioperasionalkan,” tutupnya.(Fikri)

Sasar Pekerja Sekitar Komplek, Masjid Al-Ikhlas TSP Salurkan 700 Paket Sembako Gratis

0

Bogordaily.net Kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan kembali dilakukan oleh pengurus Masjid Al-Ikhlas bersama Yayasan Al Ikhwan Taman Sari Persada, Bogor. Pada Sabtu 7 Maret 2026 panitia menyalurkan sebanyak 700 paket sembako gratis kepada warga dan para pekerja yang beraktivitas di sekitar kawasan Taman Sari Persada, Cibadak.

Pembagian sembako yang merupakan program rutin tahunan ini ditujukan bagi masyarakat yang sehari-hari berinteraksi dengan warga komplek, seperti asisten rumah tangga (khadimat), petugas kebersihan, petugas keamanan, sopir, pedagang keliling hingga pekerja bangunan di lingkungan tersebut.

Panitia kegiatan, Agus Hermansyah, mengatakan bahwa kegiatan berbagi sembako ini merupakan bentuk kepedulian masjid kepada masyarakat sekitar, sekaligus menjadi sarana menyalurkan amanah dari para donatur di bulan Ramadan.

“Alhamdulillah di bulan Ramadan ini kita kembali mengadakan kegiatan rutin tahunan dari program masjid yaitu berbagi sembako. Sasarannya adalah mereka yang sehari-hari berinteraksi dengan warga di sekitar komplek, seperti khadimat, petugas kebersihan, sopir, pedagang keliling hingga pekerja bangunan,” ujar Agus.

Menurutnya, pada tahun ini jumlah paket yang dibagikan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika tahun lalu hanya sekitar 600 hingga 650 paket, kini jumlahnya meningkat menjadi 700 paket sembako berkat tingginya antusiasme para donatur dan muhsinin.

Setiap paket sembako berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan mi instan, yang diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dalam proses pendistribusian, panitia juga menerapkan sistem pendataan dan verifikasi agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Pendataan dilakukan melalui koordinasi dengan warga dan RT setempat, kemudian diverifikasi menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima.

“Pendataannya dilakukan bersama warga dan RT setempat, kemudian diverifikasi oleh panitia melalui NIK KTP. Setelah data cocok, barulah penerima bisa mengambil paket sembako,” jelas Agus.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Ikhwan Taman Sari Bogor, Malik Kamil, menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, yayasan memiliki berbagai program sosial yang bertujuan membantu kebutuhan masyarakat, mulai dari sunatan massal, program sembako subsidi, santunan anak yatim, hingga bantuan pendidikan berupa pembayaran SPP bagi anak-anak yatim.

“Sekarang masjid harus memberikan dampak yang riil bagi masyarakat. Kita berusaha mencari tahu apa yang dibutuhkan masyarakat, lalu berupaya membantu semampu kita,” kata Malik.

Ia menambahkan, seluruh program sosial tersebut didukung oleh para jemaah yang secara sukarela memberikan donasi.

Kunci keberlangsungan program ini, lanjutnya, adalah transparansi dalam pengelolaan dana sehingga para donatur mengetahui dengan jelas penyaluran bantuan yang diberikan.

Selain program tahunan Ramadan, Yayasan Al Ikhwan juga rutin mengadakan pembagian sembako mingguan bagi kaum dhuafa dan pekerja sekitar seperti petugas keamanan, dengan jumlah sekitar 50 paket setiap minggu.

Melalui berbagai program sosial tersebut, pengurus masjid berharap keberadaan masjid dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta mampu menghadirkan kebahagiaan bagi sesama, khususnya di bulan suci Ramadan.(Abizar)

Bupati Bogor Dorong BPD Kawal Keberlanjutan Pembangunan Desa

0

Bogordaily.net Bupati Bogor, Rudy Susmanto mendorong penguatan peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) melalui Rapat Koordinasi BPD Kabupaten Bogor yang digelar Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas).

Adapun, kegiatan yang berlangsung di lapangan tenis indoor Kapten Muslihat, Gelora Pakansari, Cibinong, Jumat 6 Maret 2026. Sebagai bentuk konsolidasi untuk menjaga keberlanjutan pembangunan desa.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan bahwa, penguatan peran BPD menjadi sangat penting mengingat dinamika politik di tingkat desa yang akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan.

Kabupaten Bogor memiliki 6 juta lebih penduduk dengan 416 desa dan 19 kelurahan, yang sebagian besar akan memasuki masa pergantian kepala desa.

“Pada tahun 2026 dan 2027 ada banyak kepala desa yang juga akan purna tugas. Kondisi ini tentu akan mempengaruhi dinamika pembangunan desa,” kata Rudy.

Menurut Rudy, menjelang akhir masa jabatan biasanya fokus kepala desa akan lebih banyak tertuju pada konsolidasi politik. Oleh karena itu, keberadaan BPD menjadi sangat strategis untuk memastikan program-program prioritas pemerintah tetap berjalan.

“Berbagai program strategis nasional maupun daerah harus tetap terlaksana, seperti program Koperasi Desa Merah Putih, Operasi Desa Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis (MBG), percepatan penanganan tuberkulosis (TBC), serta pembangunan infrastruktur desa,” jelasnya.


Ia mengajak seluruh anggota BPD untuk bersatu dalam satu wadah organisasi sehingga memiliki kesamaan visi dan frekuensi dalam mengawal pembangunan desa. BPD harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan pembangunan desa, terutama ketika terjadi masa transisi kepemimpinan di desa.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Intelijen sekaligus Dewan Pengawas Abpednas, Reda Manthovani, menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini merupakan momentum penting bagi penguatan peran BPD dalam mendukung program pembangunan desa.

Ia menilai waktu pelaksanaan konsolidasi ini sangat tepat karena bertepatan dengan banyaknya kepala desa yang akan memasuki masa akhir jabatan dalam beberapa tahun ke depan.

“Momentum ini harus dimanfaatkan oleh teman-teman BPD agar program-program prioritas nasional maupun daerah di desa dapat dimonitor dan disukseskan bersama,” ujar Reda Manthovani.

Ia juga menegaskan bahwa jajaran kejaksaan siap mendukung BPD dalam menjalankan tugasnya di desa, khususnya dalam memastikan pengelolaan dana desa berjalan secara akuntabel dan sesuai ketentuan.

“Hal tersebut sejalan dengan amanah Asta Cita ke-6 pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yakni membangun dari desa untuk mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” ungkapnya.(Albin)

Diskusi Komunitas Sora Tegaskan Gerakan Mahasiswa Masih Jadi Motor Perubahan Indonesia

0

Bogordaily.net — Komunitas pergerakan bernama Sora resmi diperkenalkan kepada publik melalui sebuah diskusi yang mengangkat tema “Gerakan Mahasiswa dalam Perubahan di Indonesia”. Diskusi tersebut digelar di Kota Bogor pada Jumat (6/3/2026) dan menghadirkan sejumlah aktivis lintas generasi.

Penggagas Komunitas Sora, Teddy Wibisana, mengatakan kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peluncuran resmi komunitas yang bertujuan membangun kader gerakan sosial di kalangan masyarakat, khususnya mahasiswa.

“Diskusi ini juga menjadi pembukaan resmi Komunitas Sora. Kami ingin membangun kader gerakan yang terlibat dalam perubahan,” ujar Teddy dalam kegiatan tersebut.

Diskusi menghadirkan tiga narasumber, yakni aktivis 1980-an Standar Kia, aktivis 1990-an Teddy Wibisana, serta Presiden Mahasiswa Universitas Pakuan periode 2026–2027 Galuh.

Dalam pemaparannya, Teddy menilai gerakan mahasiswa memiliki posisi strategis dalam sejarah perubahan di Indonesia. Ia mencontohkan peran mahasiswa pada era 1990-an yang menjadi aktor utama dalam mengkritisi pemerintahan Presiden Soeharto.

Menurutnya, tekanan dan mobilisasi mahasiswa kala itu menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Indonesia pada peristiwa Reformasi 1998.

“Momentum tersebut menandai perubahan besar dalam sistem politik Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Standar Kia menjelaskan bahwa setelah memasuki era reformasi, gerakan mahasiswa tetap hadir dalam berbagai isu strategis, mulai dari revisi undang-undang, pemberantasan korupsi, pelanggaran hak asasi manusia hingga konflik agraria.

Ia menilai reformasi tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan bangsa.

“Ketidakadilan dan ketimpangan sosial masih terjadi. Karena itu regenerasi dalam gerakan mahasiswa harus terus berlangsung,” ujar Kia.

Di sisi lain, Presiden Mahasiswa Universitas Pakuan Galuh menyoroti dinamika gerakan mahasiswa di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuka ruang baru dalam menyampaikan aspirasi, namun juga menghadirkan tantangan tersendiri.

“Demokrasi digital bukan berarti demokrasi yang sepenuhnya bebas. Orang memang bisa memposting apa pun, tetapi risiko hukum setelah unggahan juga tetap ada,” kata Galuh.

Dari diskusi tersebut, para peserta sepakat bahwa gerakan mahasiswa masih memiliki peran penting dalam mendorong perubahan di Indonesia. Namun, gerakan tersebut dinilai perlu beradaptasi dengan dinamika zaman, termasuk memanfaatkan teknologi dalam menyuarakan gagasan dan kritik sosial.***

Komisi II DPRD Kota Bogor Sidak Kantor Dishub, Pantau Uji KIR Gratis dan Potensi Parkir

Bogordaily.net – Komisi II DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor pada Jumat 6 Maret 2026.

Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas pelayanan publik, khususnya terkait pengujian kendaraan bermotor (Uji KIR) dan optimalisasi sektor perparkiran.

​Rombongan sidak dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Rifky Alaydrus, didampingi anggota komisi lainnya, Heri Cahyono dan Hasbi Alatas. Kehadiran para wakil rakyat ini diterima oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Jatmiko Baliarto, beserta jajaran.

​Ketua Komisi II, Rifky Alaydrus, mengungkapkan bahwa fokus utama sidak ini adalah meninjau sarana dan prasarana pengujian kendaraan setelah adanya perubahan regulasi mengenai retribusi daerah.

​“Komisi II melakukan sidak untuk memastikan pelayanan pengujian kendaraan bermotor berjalan dengan baik. Kami juga ingin melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana yang digunakan untuk pelayanan masyarakat,” ujar Rifky.

​Ia menambahkan, sejak berlakunya undang-undang terbaru, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor KIR telah dihapuskan. Hal ini menuntut Pemkot Bogor untuk lebih kreatif mencari celah pendapatan lain.

​“Sekarang pelayanan KIR sudah gratis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga pendapatan dari sektor tersebut sudah tidak ada lagi. Karena itu kami juga ingin melihat potensi pendapatan lain yang masih bisa dikelola,” tambah Rifky.

​Menanggapi hal tersebut, Kepala Dishub Kota Bogor, Jatmiko Baliarto, membenarkan bahwa pendapatan dari sektor pengujian kini menyentuh angka nol rupiah.

Hal ini merupakan dampak langsung dari implementasi UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD).

​“Sejak diberlakukannya undang-undang tersebut, pelayanan uji KIR menjadi gratis. Namun, pelayanan tetap berjalan normal. Rata-rata sekitar 40 kendaraan per hari, seperti truk, angkot, hingga bus, tetap menjalani uji berkala yang ditangani oleh 12 tenaga fungsional penguji kami,” jelas Jatmiko.

​Meski pelayanan berjalan, Anggota Komisi II, Heri Cahyono, memberikan catatan kritis mengenai kondisi fasilitas di Dishub.

Ia menilai gedung Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) dan armada operasional sudah tidak dalam kondisi ideal.

​“Kami melihat beberapa fasilitas sudah memerlukan renovasi, terutama gedung PKB. Selain itu, kendaraan operasional seperti derek dan mobil crane untuk perawatan PJU sudah cukup tua dan ada yang rusak. Ini perlu perhatian agar pelayanan lapangan tidak terganggu,” tegas Heri.

​Senada dengan Heri, Hasbi Alatas menyoroti kesemrawutan area parkir armada di lingkungan kantor tersebut. Ia meminta Dishub segera melakukan penataan agar operasional lebih tertib.

​Terkait sisa potensi pendapatan, terungkap bahwa Dishub kini mengandalkan retribusi parkir dengan target Rp3,5 miliar per tahun.

Saat ini, proses pengelolaannya sedang dalam tahap lelang kepada penyedia jasa pihak ketiga.

​Sidak ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Bogor untuk segera memperbaiki sarana penunjang transportasi dan memaksimalkan sektor parkir sebagai tulang punggung pendapatan daerah di Dinas Perhubungan.

Ketua Umum MBCI Apresiasi Aksi Sosial MBCI Bogor: Fondasi Penting Pererat Solidaritas Anggota

Bogordaily.net – Motor Besar Club Indonesia (MBCI) Bogor menyelenggarakan agenda tahunan berupa santunan anak yatim, pembagian takjil, hingga buka puasa bersama yang berlokasi di Biker Plus Bogor, Kota Bogor, pada Jumat 6 Maret 2026.

​Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan MBCI Bogor untuk menebar manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat ikatan kekeluargaan anta penggemar motor besar di wilayah Bogor.

​Dalam aksi sosial kali ini, MBCI Bogor menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim. Tak hanya itu, para anggota juga turun ke jalan untuk membagikan sedikitnya 300 paket takjil kepada pengendara dan masyarakat sekitar yang melintas di Tugu Kujang.

​Ketua MBCI Bogor, Anhar, menjelaskan bahwa kegiatan ini sepenuhnya merupakan inisiasi dari seluruh anggota yang didukung oleh sejumlah sponsor.

​”Agenda ini sebenarnya merupakan agenda tahunan MBCI Bogor. Setiap tahun, kita menyelenggarakan acara santunan anak yatim, pembagian takjil, serta buka bersama,” ujar Anhar.

​Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang kerap mengundang klub motor lain, tahun ini MBCI Bogor memilih untuk merayakan kebersamaan secara internal.

Langkah ini diambil sebagai strategi untuk mengonsolidasi kembali para anggota di bawah kepemimpinan baru.

​Anhar menyebutkan, sekitar 80 anggota hadir lokasi acara. Fokus utama kali ini adalah membangun kembali chemistry setelah sempat ada masa vakum kegiatan beberapa waktu lalu.

​”Perbedaan dengan tahun lalu adalah, tahun ini karena saya baru pertama kali menjabat sebagai ketua dan sebelumnya pernah ada masa pemadaman kegiatan, maka acara difokuskan untuk kekompakan sesama member saja tanpa mengundang klub luar,” umgkapnya.

​Ia berharap melalui kegiatan ini, kesadaran anggota untuk berbagi dengan masyarakat yang kurang beruntung semakin meningkat, sekaligus menjadikan momen Ramadan sebagai bentuk ibadah yang menyentuh hati.

​Kegiatan positif ini turut mendapat apresiasi langsung dari Ketua Umum Motor Besar Club Indonesia, H. Arif Purnomo.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan amal seperti ini adalah fondasi penting bagi perkembangan organisasi ke depan.

​H. Arif Purnomo berharap kepemimpinan Anhar dapat membawa angin segar bagi MBCI Bogor melalui berbagai kegiatan positif yang berkelanjutan.

​”Dengan adanya acara amal ini, sesama anggota dapat lebih solid dan menghargai satu sama lain. Kami berharap silaturahmi ini terus terjalin baik agar MBCI Bogor dapat berkembang,” ungkap H. Arif.

​Lebih lanjut, ia juga melihat setelah momentum Ramadan ini, MBCI Bogor akan kembali aktif dengan berbagai agenda rutin otomotif.

“Ke depannya, diharapkan MBCI Bogor dapat menyelenggarakan berbagai kegiatan positif lainnya seperti touring, riding, dan city ride,” pungkasnya.

SMPN 22 Kota Bogor Dibobol Maling Jelang Sahur, Laptop dan Uang Raib

0

Bogordaily.net – Aksi pencurian kembali terjadi di lingkungan sekolah. Kali ini, Kantor Guru di SMP Negeri 22 Kota Bogor menjadi sasaran maling yang beraksi pada dini hari menjelang sahur.

Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman terlihat seorang pelaku yang mengenakan topeng masuk ke dalam ruangan kantor guru dan membongkar sejumlah meja kerja.

Dari aksi tersebut, pelaku dilaporkan membawa kabur satu unit laptop milik guru serta sejumlah uang tunai yang berada di dalam laci meja.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh para guru saat hendak memulai aktivitas belajar mengajar di sekolah. Mereka mendapati kondisi meja kerja dalam keadaan rusak dan barang-barang di dalamnya sudah hilang.

Pihak sekolah kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Kepala SMP Negeri 22 Kota Bogor, Panggih Nawangsih Hartati, mengatakan aksi pencurian itu terjadi pada Selasa (3/3/2026) dini hari.

“Hari ini kami secara resmi melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang, yakni Polsek Bogor Timur, untuk ditindaklanjuti. Sebelumnya kami juga sudah menyampaikan kejadian ini kepada Dinas Pendidikan Kota Bogor,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku.***

Dua Lantai Pasar Bogor Dibongkar, Proses Revitalisasi Baru Capai 30 Persen

Bogordaily.net – Proses pembongkaran bangunan Pasar Bogor terus berlangsung sebagai bagian dari rencana revitalisasi kawasan perdagangan legendaris di Kota Bogor.

Hingga awal Maret 2026, dua lantai bangunan pasar dilaporkan telah dihancurkan menggunakan alat berat.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Jenal Abidin mengatakan, saat ini dua lantai bangunan dalam proses dihancurkan oleh alat berat.

Titik bangunan yang dibongkar mulai dari bagian samping serta belakang. Lantai paling atas serta tengah-tengah Pasar Bogor sudah selesai dibongkar.

“Sampai saat ini, sudah dua lantai bangunan dihancurkan oleh alat berat,” kata Dirut Perumda PPJ Jenal Abidin

Ia menambahkan jika dipersentasekan, pembongkaran Pasar Bogor saat ini memang masih jauh.

“Untuk Pasar bogor, informasi dari pembongkar sekarang plus minus sudah 30 persen,” ujarnya.

Jenal menyebut, pihaknya sudah menghimbau para PKL agar segera pindah dari lokasi pembongkaran.

Himbauan pindah tersebut bukan tanpa alasan, karena saat ini kawasan Pasar Bogor sedang dalam tahap pembongkaran untuk direvitalisasi oleh Pemkot Bogor.

“Karena khawatir menggangu pembongkaran. Lalu, ada juga kejadian terkena puing-puing atau segala macamnya, maka kami sarankan untuk pindah” ujarnya.

Oleh karena itu Perumda PPJ menawarkan para PKL agar pindah ke Pasar Jambu Dua Bogor.

Karena di Pasar Jambu Dua Bogor sudah tersedia kios dan los dengan fasilitas lengkap. Terlebih nantinya para PKL akan mendapatkan potongan harga jika mereka mengisi kios atau los di sana.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Balap Lari Liar Dijadikan Ajang Taruhan di Pakansari, Bupati Bogor Bakal Tindak Tegas

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto beserta Forkopimda bakal menindak tegas oknum yang terbukti menjadikan balap lari liar menjadi ajang taruhan di Stadion Gelora Pakansari, Cibinong.

Menurut Rudy, Pemerintah mendukung penuh berbagai kegiatan positif anak muda di Kabupaten Bogor seperti balap lari. Namun, harus sesuai aturan dan tidak menjadikanya ajang untuk taruhan.

“Kita akan pastikan terlebih dahulu, saya tau niat anak muda di Kabupaten Bogor melakukan hal positif mengisi di bulan ramadhan mudah apa yang diisukan dan diberitakan tidak benar,” kata Rudy, Jum’at 6 Maret 2026.

Menurut Rudy, pihaknya bersama jajaran Forkopimda akan kembali melakukan patroli untuk memantau kegiatan balap lari tersebut.

“Tentunya forkopimda pak Kapolres juga hadir DPRD Dandim Kajari insya allah hadir, tentunya apa yang dilakukan Kabupaten Bogor harus sesuai peraturan perundang²an yang berlaku,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat (KORMI) Kabupaten Bogor memberikan klarifikasi terkait viralnya aksi balap lari liar yang dijadikan ajang taruhan di kawasan Stadion Gelora Pakansari, Cibinong.

Adapun, aksi tersebut viral usai siaran live yang tersebar di media sosial. Dalam live itu sejumlah penonton bahkan memberikan taruhan harga kepada peserta yang hendak adu balap lari.

Ketua KORMI Kabupaten Bogor Rike Iskandar (Kang Akew) menjelaskan bahwa, aksi balap lari liar tersebut telah lama dilakukan oleh segelintir peserta.

“Indikasi terkait ajang taruhan itu sudah diduga sebelumnya, namun biasanya tidak se terbuka di medsos, yang dilakukan oleh segelintir penonton,” ujar Akew.

Oleh karena itu, kata Akew, Pemerintah maupun Polres melalui Kormi Kabupaten Bogor memfasilitasi kegiatan balap lari liar tersebut menjadi kegiatan Dash Run.

“Agar tidak dijadikan ajang taruhan, di akomodasi dan disediakan tempat di dalam Gelora Pakansari. Upaya lebih aman, tertib dan kondusif menghindari hal negatif sehingga seluruh kegiatan terpantau dan dapat dipertanggung jawabkan,” ungkapnya.

(Albin)

Isu Pembongkaran Rumah Warga di Ciparakan Bikin Heboh, Kepala Desa Angkat Bicara

0

Bogordaily.net – Pemerintah Desa Ciparakan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, memberikan memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar mengenai pengosongan salah satu rumah warga untuk pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel) Merah Putih.

Sebelumnya beredar berita bahwa salah satu warga Desa Ciparakan yaitu Cani (80 tahun), seorang Lansia harus meninggalkan rumah yang ia huni selama 15 tahun karena harus dibongkar untuk pembangunan fisik Kopdes/Kel Merah Putih.

Cani yang yang tinggal di rumah tersebut mengaku terpaksa harus mengemasi barang-barangnya karena proses pembangunan Kopdes/ Kel Merah Putih akan segera dilakukan.

Menanggapi hal itu Kepala Desa Ciparakan, Sarji, menegaskan bahwa lahan yang digunakan sebagai tempat tinggal Cani merupakan lahan milik desa. Oleh sebab itu ketika Desa ingin mengambil haknya untuk membangun Kopdes/Kel Merah Putih seharusnya tidak ada masalah.

“Lahan tersebut ditetapkan menjadi lokasi pembangunan karena paling memungkinkan dari segi luas dan letak. Statusnya jelas, itu tanah desa,” ujar Sarji, Jumat (6/3).

Ia juga menekankan bahwa proses pembangunan gerai Kopdes/Kel Merah Putih dan sarana pendukung lainnya telah melalui komunikasi dengan penghuni rumah yang menempati lahan tersebut. Komunikasi secara intensif sebelumnya telah dilakukan walaupun sempat terdapat kendala.

“Sudah ada kesepakatan awal. Penghuni rumah menyadari bahwa lahan yang ditempati adalah milik desa,” jelasnya.

Menurut Sarji, saat ini Cani telah pindah ke rumah anaknya yang berada di seberang lahan Kopdes/Kel Merah Putih. Ia bahkan memastikan bahwa Cani tidak termasuk kategori tidak mampu, karena masih memiliki lahan lain termasuk di seberang lokasi pembangunan Kopdes/Kel Merah Putih.

Sebagai bentuk perhatian, pihak desa tidak melepas permasalahan ini begitu saja melainkan akan mengusulkan Cani sebagai penerima bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). “Kami tetap peduli. Ke depan, akan kami usulkan agar beliau mendapat bantuan Rutilahu,” kata Sarji.

Dengan klarifikasi ini, pemerintah desa berharap masyarakat memahami bahwa pembangunan Kopdes/Kel Merah Putih dilakukan sesuai prosedur, dengan memperhatikan hak warga dan kepentingan bersama. Ia berharap publik tidak terburu-buru membuat kesimpulan yang tidak didasarkan pada fakta di lapangan.