Friday, 24 April 2026
Home Blog Page 7187

Antrean Vaksinasi di Parung dan Kemang Bikin Ngilu

0

Bogordaily.net – Vaksinasi massal digelar hampir disetiap kecamatan dan desa, di Kabupaten Bogor, namun antusiasnya warga untuk melakukan vaksinasi ternyata tidak dibarengi dengan prokes menjaga jarak. Seperti yang terjadi di dua Kecamatan di wilayah Utara yakni Kecamatan Parung dan Kemang.

Terlihat banyaknya warga yang hendak melakukan vaksinasi, sehingga membuat antrean mebludak bahkan terpantau tidak menjaga jarak pada Rabu 14 Juli 2021.

Di Parung hampir seribu lebih warga yang sudah antre sejak pagi, hingga membludak dan berdempetan tanpa menjaga jarak.

“Saya antre sejak pagi, cukup ramai warga yang antre tanpa menjaga jarak, takut si, tapi untuk mendapatkan vaksinasi rela antre meskipun kondisinya seperti ini,”kata Arum warga Pamagarsari yang antre, kepada wartawan, Rabu 14 Juli 2021.

Sementara itu Menurut Camat Parung, Yudi Santoso mengatakan vaksinasi massal hari ini itu mengikuti instruksi dari Bupati Bogor, setiap kecamatan mengadakan kegiatan vaksinasi massal dengan sasaran 2000 orang.

“Sesuai kesepakatan tenaga kesehatan ada 26 orang, petugas admin 20 orang, dan kita lakukan secara serentak, untuk warga se-Kecamatan Parung dan ini gratis,”katanya.

Lebih lanjut vaksinasi massal ini diselenggarakan khusus warga Kecamatan Parung.

“Warga Parung yang kita layani, tapi ternyata ada karyawan pabrik yang datang bergerombol, jadi ada tuduhan kalau kita yang memfasilitasi, itu tidak benar, pabriklah yang memfasilitasi mereka,”katanya.

Terkait antrean yang panjang minimnya petugas membuat antrean pagi hari sedikit tidak teratur dan membludak.

” Dan sebenarnya dari pagi itu sudah kita atur karena minimnya petugas jadi sedikit tidak beraturan, namun untuk saat ini bisa dilihat kita sudah kita bentuk dengan prokes sepanjang 100 meter dengan dibagi tiga jalur, menggunakan tali rapia,”katanya.

Diketahui saat ini Kecamatan Parung dan Kemang berada di kawasan zona merah sebaran Covid 19. Bahkan sampai saat ini dari data yang diterima Gugus Tugas Kecamatan Parung, sudah ada 500 warga Parung terpapar Covid-19.***

Catat! Warga Desa Cijujung Segera Mendapatkan Bantuan

0

Bogordaily.net – Warga Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor akan segera mendapatkan bantuan dari Pemda Kabupaten.

Sekertaris Desa Pak Timan mengatakan, akan ada sekitar 50 paket sembako yang akan di bagikan kepada warga desa Cijujung yang sedang menjalani isolasi mandiri.

“Alhamdulillah sebentar lagi bantuan akan turun dari Pemda sebanyak 50 paket sembako dan akan disalurkan kepada masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri akibat Covid-19,” ujarnya.

Awalnya beliau menjelaskan bahwa, pihak desa mengajukan sekitar 80 paket sembako namun yang bisa diterima oleh pihak desa hanya sekitar 50 paket saja.

“Awalnya kami sudah mengajukan sekitar 80 paket namun yang baru di acc hanya sekitar 50 paket, ya Alhamdulillah deh untuk meringankan beban masyarakat dan kemungkinan bantuan akan turun sekitar 1 sampai 2 Minggu lagi,” ujarnya.***

Vaksin Habis, Ribuan Warga Desa Bojong Nangka Gagal Divaksin

Bogordaily.net – Antusias warga untuk mengikuti vaksinasi yang diserukan oleh pemerintah, tidak sebanding dengan ketersediaan vaksin, salah satunya di Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor mengaku kekurangan.

Kepala Desa Bojong Nangka, H.Amir Arsyad mengakui ketersedian vaksin yang diterima pihaknya tidak sebanding dengan tingginya antusias warga.

“Sekarang warga aja ada 24.915, yang sudah divaksin 2.700 warga,”katanya, Rabu 14 Juli 21.

Ditambahkannya, tingginya antusias warga tersebut akibat semakin meningkatnya kasus Virus Corona di Desa Bojong Nangka.

“Yang terpapar saja sudah menginjak angka ratusan orang, makannya sekarang warga mau tidak mau pasti ikut vaksin demi melakukan pencegahan virus covid 19,”ucapnya.

Dia berharap, pandemi covid 19 segera berakhir agar masyarakat agar dapat kembali beraktifitas seperti biasanya.

“Semoga vaksin ini sebagai bentuk ikhtiar bersama agar terhindar dari covid 19,”tutupnya.***

Langgar Prokes, Dua Perusahaan di Gunung Sindur Dilarang Beroperasi

Bogordaily.net – Demi mematuhi protokol kesehatan (Prokes) yang diterapkan oleh Presiden RI, Joko Widodo dalam penerapan PPKM Darurat hingga 20 Juli 2021 nanti, unsur forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, beserta jajaran Satpol PP setempat lakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke 5 perusahaan di wilayah tersebut.

Camat Gunung Sindur, Jajang Dace Hatomi mengatakan, inspeksi mendakak sengaja dilakukan bersama dengan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol) Kabupaten Bogor,Agus Ridho, untuk mengetahui secara pasti apakah ada yang melanggar Prokes atau tidak.

Dalam sidak di kelima titik lokasi perusahaan yang disambangi diantaranya, PT. Semacom Integrated, PT. Mitra Sinergi Plasindo, PT. Dream Wear, PT. Dori, dan PT. Global petugas Satgas menemukan dua perusahaan yang diduga melanggar Prokes.

“Dari giat sidak yang kita lakukan bersama dengan jajaran Satpol PP Kabupaten Bogor, kami berhasil menemukan Dua perusahaan yang diduga melanggar Prokes lantaran tidak menerapkan Prokes yang telah ditetapkan dimasa PPKM Darurat sampai 20 Juli 2021 mendatang,” ungkap pria yang akrap disapa Daceha seperti yang dikutif Bogordaily.net Rabu 14 Juli 2021.

Menurutnya, hasil dari kunjungan di 5 perusahaan tersebut, ada dua perusahaan yang kedapatan tidak memberlakulan Prokes yang ditelah ditentukan.

Dimana, kedua perusahaan itu secara jelas diduga melakukan pelanggaran dengan mempekerjakan seluruh karyawannya, meski aturan yang ada hanya memperbolehkan untuk perusahaan dapat mempekerjakan pegawainya di angka 50 persen untuk bagian produksi, dan staf hanya diperbolehkan di 10 persen.

“Alhasil ditindak lanjuti oleh Polsek Gunung Sindur dan akan dikenakan sanksi sesuai aturan berlaku, karena mereka jelas-jelas tidak menerapkan Prokes dengan mempekerjakan seluruh karyawannya diangka 100 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, bagi kedua perusahaan itu juga mulai besok tidak akan diperbolehkan lagi untuk beroperasi sampai putusan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong Kelas IA telah diputuskan sebagai putusan hukum yang inkrah di negeri ini.

“Jadi kita tidak boleh dulu beroperasi mulai besok, sampai putusan sidang dijatuhkan kepada perusahaan tersebut,” pungkasnya.***

 

Astra Honda Motor Kembali Salurkan Bantuan Kala Pandemi

0

Bogordaily.net – Melanjutkan program berbagi untuk masyarakat di masa pandemi, PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menggulirkan aktivitas berbagi dengan menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD), puluhan hewan kurban, dan membagikan paket sembako pada pada Juli hingga Agustus 2021.

Kegiatan penyaluran bantuan ini merupakan lanjutan program berbagi AHM di masa pandemi yang dilakukan sejak April tahun lalu. Penyerahkan donasi pertama dengan menyalurkan APD berupa 100 set hazmat dan 1.000 masker medis KN95 untuk mendukung kinerja para tenaga medis di Kabupaten Karawang.

Penyerahan bantuan APD diterima langsung oleh Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh di Kantor Pemda pada 9 Juli yang diberikan kepada petugas kesehatan di rumah sakit dan Puskesmas dalam melayani masyarakat yang kini berstatus zona merah.

Donasi selanjutnya berupa penyerahan 42 ekor kambing kurban untuk Idul Adha di 21 titik yang tersebar di 8 area DKI Jakarta dan 13 area di Jawa Barat; Cikarang dan Karawang. Selain itu, distribusi juga dilakukan di 2 area Kabupaten Bogor dan kabupaten Bandung Barat yang dilakukan serentak pada 12 Juli.

Pada bulan depan (Agustus), AHM akan menyerahkan bantuan “Paket Sembako Merdeka” bagi masyarakat lanjut usia, keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas dan pedagang di sekitar perusahaan. Seluruh paket sembako didistribusikan untuk wilayah Jakarta dan Jawa Barat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication AHM, mengatakan kondisi pandemi yang terus berlangsung berdampak cukup signifikan bagi berbagai elemen masyarakat. AHM terus berupaya berperan aktif menjadi bagian dari perjuangan masyarakat mewujudkan kualitas kesejahteraan dan kesehatan yang lebih baik di masa pandemi.

“Sejak awal pandemi, kami berkomitmen untuk terus berupaya secara berkelanjutan bersama masyarakat menghadapi dampak yang kurang baik dari kondisi ini, terutama dalam bidang kesejahteraan, kesehatan, serta pendidikan. Kami berharap konsistensi bantuan yang kami berikan ini dapat membantu meringankan masyarakat yang terdampak dalam menjalankan aktivitas sesuai anjuran pemerintah,” ujar Muhib dalam rilisnya, kemarin.

Ketiga program donasi ini melengkapi seluruh program dukungan AHM untuk pandemi sejak April lalu. Hingga kini, AHM telah memberikan 4.000 masker medis dan 10.500 masker kain yang ditujukan bagi tenaga medis dan masyarakat.

AHM juga telah menggulirkan 9.958 paket sembako yang ditujukan bagi masyarakat pra sejahtera dari berbagai lapisan yang terkena dampak secara ekonomi di masa pandemi seperti tenaga medis dan pendukungnya, buruh harian, pekerja budaya, penyandang disabilitas hingga ke aktivis lingkungan dan veteran pejuang RI.

Selain itu, AHM juga memberikan 3.159 paket makanan ringan untuk menemani beraktivitas di rumah saja yang diberikan ke badan sosial seperti panti asuhan dan masjid.

AHM juga turut mendukung kesehatan masyarakat di tingkat POSYANDU melalui program Pemberian Makan Tambahan (PMT) yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini, serta aktif melakukan edukasi kesehatan berupa webinar bagi Kader, animasi kesehatan kekinian dan video tutorial pemantauan tumbuh kembang balita yang disesuaikan dengan kondisi riil di masyakarat.***

Alhamdullah.. Pemkab Bogor Dapat Bantuan Tabung Oksigen dari Pemprov Jabar

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten Bogor, menerima bantuan belasan tabung beserta oksigennya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, di Posko Oksigen, BPBD, Cibinong, Selasa 14 Juli 2021.

“Ada 12 tabung dan oksigennya yang kami terima dari Pemprov Jawa Barat. Alhamdulilah,” ujar Ketua Posko Oksigen Kabupaten Bogor, Nuradi.

Menurutnya, belasan oksigen tersebut akan langsung disalurkan ke beberapa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang memang sangat membutuhkan.

“Bantuan kita salurkan secara bertahap ya. Kita berharap ada bantuan tambahan lagi dari Provinsi Jabar,” kata Nuradi.

Dalam kondisi ini, Nuradi mengaku jika Pemkab Bogor pun tengah berupaya menambah stok oksigen dengan melakukan pengadaan.

“Kita juga sedang memproses untuk pengadaan, begitu pun dari Dinas Kesehatan. Karena kita harus buffer stok tabung oksigen manakala ada kebutuhan dari rumah sakit kita akan suplai dan ditukar,” jelas Nuradi.

Meski terbatas, Nuradi memastikan semua rumah sakit baik milik daerah maupun swasta memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan oksigen tersebut.

“Kita beri kesempatan kepada rumah sakit swasta, kita akan bantu pengisian ke krakatau steel Cilegon, contohnya sudah ada dari rumah sakit sentosa baru sampai tadi pagi. Kalau rumah sakit swasta mau ngisi itu tidak dibatasin, bahkan kita angkut kurang lebih 110 untuk 5 rumah sakit swasta,” pungkas Nuradi.***

Disidak Gugus Tugas, 2 Perusahaan di Gunung Sindur Kena Sanksi Tegas

1

Bogordaily.net – Satuan Gugus Tugas Kabupaten Bogor dan Kecamatan Gunung Sindur melakukan sidak ke 5 perusahaan, yang ada di kawasan Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Rabu siang 14 Juli 2021.

Sidak tersebut dilakukan saat adanya Pemberlakuan PPKM Darurat Jawa Bali guna mencegah pembatasan mobilitas manusia, ditengah kasus Covid-19 yang makin meningkat di Kabupaten Bogor.

Alhasil dalam sidak tersebut dari 5 perusahaan yang di sidak secara acak, ada 2 perusahaan yang melanggar ketentuan PPKM Darurat.

Seperti yang dikatakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Bogor Agus Rihdo bahwa, pihaknya bersama gugus tugas kecamatan telah melakukan sidak.

Dari beberapa perusahaan masih ada yang belum menerapkan aturan PKKM, dengan masih mempekerjakkan karyawan lebih dari 50 persen.

“Dari 5 perusahaan di sektor garmen ada 2 yang melanggar PKKM Darurat, pihak perusahaan masih mempekerjakkan karyawan lebih dari 100 persen, jadi itu yang kita tindak dan beri sanksi tipiring dan tutup,”tegasnya Agus.

Agus menambahan satu perusahaan di sanksi tutup dan satu perusahaan disanksi tindak pidana ringan, acaman kurungan 3 bulan dan denda minimal Rp 100 – Rp 50 juta.

“Dan besok akan disidangkan secara virtual di Polsek Gunung Sindur,”katanya.

Agus Juga mengatakan selama PPKM Darurat Jawa Bali, memang tidak sedikit perusahaan, pariwisata ataupun yang melanggar PKKM tidak memakai masker yang sudah dikenakan sanksi.

“Dan kami pun setiap hari akan melakukan sidak atau monitoring bersama sama gugus tugas kecamatan, memantau mobilitas manusia di jalan maupun di sektor perusahaan, hal ini dilakukan guna menekan angka Covid-19,”katanya.

Sementara itu menurut salah satu perusahaan yang mendapatkan sanksi tipiring, Haryono selalu HRD mengaku pihaknya masih mempekerjakkan 100 karyawannya karena belum ada intruksi dari pemilik perusahaan.

“Kami sektor garmen membuat blogaju untuk ekspor, dan ia kami akui salah dan berjanji akan meliburkan karyawannya sebanyak 50 persen,”pungkasnya.***

Warga Cibinong Sebu Stasiun Pengisian Oksigen

Bogordaily.net – Stasiun pengisian oksigen Cibinong Oxygen Filling Station di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor diserbu masyarakat, Rabu 14 Juli 2021.

Mengutio dari TribunnewsBogor.com, antrean kendaraan warga di stasiun pengisian oksigen ini sudah terlihat mulai dari jalur lambat maupun jalur cepat Jalan Tegar Beriman.

Para warga yang masing-masing membawa tabung oksigen kecil 1 meter kubik juga terlihat turut antre di depan gerbang.

Kondisi ini terjadi karena sulitnya masyarakat mendapat oksigen medis imbas lonjakan kasus Covid-19 belakangan ini.

“Oksigen susah sekarang, saya udah nyari dari kemarin-kemarin,” kata salah satu warga yang antre, Lidrono (53) kepada

Para warga yang masing-masing membawa tabung oksigen kecil 1 meter kubik juga terlihat turut antre di depan gerbang.

Kondisi ini terjadi karena sulitnya masyarakat mendapat oksigen medis imbas lonjakan kasus Covid-19 belakangan ini.

“Oksigen susah sekarang, saya udah nyari dari kemarin-kemarin,” kata salah satu warga yang antre, Lidrono (53) kepada TribunnewsBogor.com.

Kelangkaan yang dirasakan warga, rupanya kini juga mulai dirasakan oleh pihak perusahaan pengisian oksigen Cibinong sendiri.

Perusahaan ini bahkan sempat tutup selama tiga hari karena kehabisan stok bahan baku oksigen.

Pembeli oksigen perorangan pun kini dibatasi menjadi sebanyak 50 tabung kecil per hari.

“Tiga hari kemarin sempat tutup, karena habis stok, susah stoknya. Baru buka lagi hari ini,” ujar salah satu petugas Cibinong Oxygen Filling Station.***

 

Kodim III Siliwangi dan Pemkab Bogor Sepakat Bangun 215 Jembatan Rawayan di 40 Kecamatan

Bogordaily.net -Terkendala pandemi Covid 19 dan bergantinya aturan di TNI Angkatan Darat, Pemkab Bogor hari ini bersama Kodam III Siliwangi menandatangani perjanjian kerjasama atau Memorandum of Understanding (MOU).

Dengan MoU yang digelar secara virtual tersebut, Pemkab Bogor dan Kodam III Siliwangi mulai dari Tahun 2020 hingga Tahun 2023 mendatang, sepakat membangun 215 jembatan rawayan, yang tersebar di 40 Kecamatan.

“Hari ini kami memperbarui MoU karena bergantinya peraturan di TNI Angkatan Darat, dari sebelumnya cukup bekerjasama dengan Kodim 0621 maka dengan aturan baru maka harus ditingkatkan dengan Kodam III Siliwangi,” kata Bupati Bogor Ade Yasin Rabu 14 Juli 2021.

Sarjana Hukum alumni Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) ini menerangkan, pada Tahun 2020 lalu, bersama Kodim 0621, Pemkab Bogor sudah membangun 6 buah jembatan rawayan.

“Tahun lalu telah terbangun 6 jembatan rawayan, Tahun 2021 ini akan dibangun 33 jembatan rawayan, lalu dengan program satu milyar satu desa (Sami Sade), pemerintah desa akan membangun 4 buah jembatan rawayan hingga sisa target jembatan rawayan selama dua tahun kedepan ada 162 jembatan rawayan lagi,” terangnya.

Ade menjelaskan untuk Tahun 2021, Kodam III Suliwangi dan Pemkab Bogor akan membangun 33 jembatan rawayan di 22 kecamatan yaitu Kecamatan Cibinong, Citeureup, Cisarua, Megamendung, Cigombong, Cijeruk, Ciomas, Dramaga, Ciampea, Tenjolaya, Cibungbulang, Pamijahan, Nanggung, Jasinga, Cigudeg, Sukajaya, Cariu, Tanjungsari, Tenjo, Parungpanjang, Rancabungur dan Rumpin.

“Mudah-mudahan selama sisa satu periode masa jabatan saya, Pemkab Bogor dan Kodam III Siliwangi bisa menuntaskan pembangunan 215 buah jembatan rawayan,” harapnya.

Panglima Kodam III Siliwangi Mayjend Nugroho Budi Wiryanto menuturkan jajarannya mendukung langkah Pemkab Bogor yang ingin mewujudkan pembangunan daerah yang merata dan berkelanjutan.

“Dengan pembangunan daerah yang merata dan berkelanjutan, maka diharapkan bisa meningkatkan daya saing, kemampuan ekonomi , fasilitas wilayah, investasi dan sumber daya manusia. Jembatan rawayan juga diperlukan untuk menunjang budidaya perdesaan hingga Kodam III Siliwangi memberikan dukungan kepada Pemkab Bogor,” tutur Mayjend Nugroho.

Pria kelahiran Kota Solo ini menjelaskan perjanjian kerjasama atau MoU ini menjadi momentum pengakselerasian pembangunan insfrastruktur di wilayah Kabupaten Bogor maupun Jawa Barat demi terciptanya kesejahteraan masyarakat.

“Dengan terbangunnya insfrastruktur wilayah yang baik tidak hanya terciptanya kesejahteraan masyarakat tetapi juga menguatkan pertahanan darat dan wilayah, hingga Kodam III Siliwangi berkepentingan dan pasti sangat serius dalam menjaga kualitas pembangunan insfrastruktur tersebut,” jelasnya.***

Innalilahi, 13 Warga Desa Cijujung Meninggal Dunia Akibat Covid-19

0

Bogordaily.net – Innalillahi, sebanyak 13 warga Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor dinyatakan meningggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Menurut informasi dari Sekertaris Desa (Sekdes) Timan, ia menjelaskan bahwa hampir sejak 1 Juli banyak laporan terkait meninggalnya warga yang positif Covid-19.

“Sejak 1 Juli kemarin sih ada sekitar 13 warga yang meninggal sampai sekarang, ibaratnya ya sehari tuh ada ajalah kabar warga yang meninggal,” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa, peningkatan kasus Covid-19 di Desa Cijujung terjadi sejak bulan Juni dan diakibatkan oleh libur panjang lebaran tahun ini.

“Kalau dari bulan Juni sampe sekarang mungkin sudah ada sekitar 60 warga yang meninggal. Mungkin karena efek libur lebaran jadi banyak yang liburan dan mudik,” ujarnya.

Menurut penuturan beliau rata-rata warga yang meninggal dari golongan lansia dan sedang menjalani isolasi mandiri dirumah.

Ia berharap semoga kasus Covid-19 ini cepat selesai agar masyarakat dapat hidup normal kembali.***