Wednesday, 15 April 2026
Home Blog Page 723

Rehabilitasi Karbitan dan Wajah Buram Penanganan Narkotika

0

Bogordaily.netBudaya tergesa-gesa atau dalam Bahasa Jawa dikenal dengan kesusu kini menjangkiti hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat kita. Dari pengambilan kebijakan publik, hingga program rehabilitasi pengguna narkotika, semuanya seolah ingin serba cepat, instan, dan minim refleksi.

Dalam konteks ini, istilah karbitan layaknya pisang yang dipaksa matang dengan karbit menjadi analogi yang pas untuk menggambarkan arah penanganan narkotika di Indonesia hari ini.

Alih-alih menjadi ruang pemulihan berbasis ilmu dan empati, banyak lembaga rehabilitasi narkotika justru lahir dari semangat pragmatisme.

Rehabilitasi dijalankan bukan atas dasar komitmen terhadap pemulihan, melainkan sebagai peluang ekonomi.

Para klien rehabilitasi pun, yang kebanyakan memiliki mimpi menjadi konselor adiksi atau mendirikan lembaga serupa di kampung halamannya, justru dimasukkan ke skema On the Job Training (OJT) yang bermotif ekonomi.

Mereka didorong menjadi “konselor” instan tanpa pelatihan mumpuni, atau bahkan mendirikan panti sendiri dengan bekal pengalaman terbatas.

Perubahan zaman dan pola penyalahgunaan zat turut memengaruhi kondisi ini. Tren telah bergeser: dari heroin ke amphetamine-type stimulants, synthetic cannabinoids, obat daftar G, hingga analgesik kuat.

Namun, pendekatan rehabilitasi tak kunjung berubah. Akibatnya, banyak lembaga rehabilitasi besar yang dulu dikenal publik mulai kesulitan bertahan.

Klien berkurang drastis, dukungan donor dihentikan, dan lembaga satu per satu gulung tikar.

Situasi diperburuk dengan terbitnya Surat Edaran Bareskrim No. 1/II/2018, yang mewajibkan pengguna narkotika, meskipun tertangkap tanpa barang bukti untuk menjalani rehabilitasi apabila tes urinenya menunjukkan hasil positif.

Secara prinsip, langkah ini bisa dibaca sebagai upaya pendekatan kesehatan publik terhadap masalah narkotika. Namun dalam praktik, kebijakan ini justru membuka celah penyalahgunaan wewenang.

Alih-alih dibawa ke lembaga resmi yang terdaftar dalam skema Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) dan mendapat dukungan negara, para pengguna justru dikirim ke rehabilitasi-rehabilitasi karbitan.

Tempat-tempat ini seringkali tak memiliki izin yang sah, dikelola oleh tenaga tanpa pelatihan, dan dijalankan secara asal-asalan.

Yang lebih mengkhawatirkan, muncul praktik kerja sama di bawah tangan antara oknum aparat penegak hukum dengan pengelola lembaga rehabilitasi karbitan.

Dalam praktik ini, pengguna yang tertangkap diarahkan masuk ke lembaga tertentu sebagai bentuk “penyelesaian” perkara.

Praktik semacam ini bukan hanya merugikan pengguna, tapi juga melanggar prinsip keadilan dan merusak esensi rehabilitasi itu sendiri.

Kita sedang menghadapi industrialisasi rehabilitasi narkotika. Rehabilitasi tak lagi menjadi ruang aman untuk pemulihan, melainkan berubah menjadi ladang bisnis baru.

Jika tidak ada upaya serius untuk memperbaiki sistem ini, maka bukan hanya para pengguna yang jadi korban, tetapi juga masa depan penanganan narkotika berbasis kesehatan dan hak asasi manusia.

Rehabilitasi bukan sekadar soal tempat atau program. Ia adalah komitmen kolektif untuk memulihkan manusia bukan merampas haknya dengan dalih penyembuhan.

Jika yang kita hadirkan hanya sistem karbitan dengan aktor karbitan pula, maka pemulihan hanyalah mitos. Yang ada hanyalah kegagalan yang berulang dan para pengguna yang semakin terpuruk di tengah sistem yang rusak. (Bambang Yulistyo Tedjo, Gerakan Reformasi Advokasi Masyarakat (GRAM))

Konfercab VIII HMI Cabang Kota Bogor Sukses Digelar, Maulana Lazuardi Terpilih sebagai Ketua Umum

0

Bogordaily.netKonferensi Cabang (Konfercab) ke-VIII Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor telah selesai dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Mei 2025.

Bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kota Bogor, forum ini merupakan wadah pengambilan keputusan tertinggi di tingkat cabang HMI, sekaligus sarana evaluasi, regenerasi, dan konsolidasi organisasi.

Konfercab kali ini berjalan sesuai mekanisme yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) HMI, serta dinyatakan sah dan memiliki legitimasi.

Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Ketua Umum, jajaran ketua bidang, fungsionaris pengurus cabang, serta demisioner Ketua Umum Kohati yang menjabat sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan, yang turut menyampaikan laporan pertanggungjawaban.

Penyelenggaraan forum ini berada di bawah koordinasi Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) yang dibentuk secara resmi melalui mekanisme organisasi, serta memiliki legalitas berupa Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Koordinator SC dan Ketua OC.

Konfercab VIII juga dihadiri oleh mayoritas komisariat di bawah naungan HMI Cabang Kota Bogor, yakni Komisariat Fakultas Agama Islam, FKIP, STAI-M, Teknik, Hukum Pakuan, serta Komisariat FIKES yang pada forum kali ini resmi dinyatakan sebagai komisariat penuh.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara transparan, demokratis, dan sesuai dengan tata tertib organisasi. Salah satu keputusan penting yang dihasilkan dari Konfercab ini adalah terpilihnya Saudara Maulana Lazuardi sebagai Formateur Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor periode 2025–2026. Ia akan didampingi oleh Saudara Rezal Ibrahim dan Saudara Muhammad Firdaus sebagai Mide Formateur I dan II.

“Alfath Nur Fauzan, selaku Koordinator Steering Committee (SC) Konfercab VIII HMI Cabang Kota Bogor yang memiliki SK dan legitimasi yang sah dari keputusan rapat HMI Cabang, menegaskan bahwa seluruh proses penyelenggaraan Konfercab ini telah dijalankan berdasarkan mekanisme yang diatur dalam konstitusi organisasi. Kehadiran kami sebagai SC yang resmi menjadi dasar bahwa forum ini berjalan secara legal dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Ia memastikan bahwa setiap tahapan mulai dari pemanggilan peserta, pengesahan forum, pelaksanaan sidang-sidang komisi, hingga pemilihan formatur dilakukan secara demokratis, transparan, serta menjunjung tinggi asas kolektif kolegial.

Forum ini juga memenuhi syarat quorum dan dihadiri oleh unsur struktural Cabang, termasuk Ketua Umum, Kohati, dan mayoritas ketua bidang beserta unsur MPK HMI Cabang.

“Kami mengecam segala bentuk intervensi dan forum ilegal yang tidak berdasar dan mencederai prinsip organisasi. Kami teguh pada prinsip: HMI adalah organisasi kader, bukan arena kekuasaan. Oleh karena itu, mari kita rawat marwah HMI dan kembali bersatu membangun Cabang yang berintegritas, ujar Koordinator SC Konfercab VIII HMI Cabang Kota Bogor, Alfath Nur Fauzan.

“Saya, Rezal Ibrahim Harika, selaku Ketua Panitia atau Koordinator Organizing Committee (OC) Konfercab VIII HMI Cabang Kota Bogor, menyatakan bahwa seluruh persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini telah kami jalankan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku dalam tubuh organisasi Himpunan Mahasiswa Islam,” ucap Ketua Panitia / Koordinator OC Konfercab VIII, Rezal Ibrahim Harika.

Dengan dukungan penuh dari Steering Committee yang sah, serta keterlibatan langsung Ketua Umum dan ketua Kohati serta jajaran kepengurusan cabang, kami memastikan bahwa forum ini tidak hanya sah secara legalitas, tetapi juga sah secara moral dan organisatoris.

Seluruh kebutuhan teknis dan administratif konferensi kami laksanakan dengan prinsip transparansi, partisipatif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai ke-HMI-an.

“Kami menolak segala bentuk penggiringan opini yang menyesatkan atau mencoba mendelegitimasi kerja-kerja kader yang telah bersungguh-sungguh menyelenggarakan forum ini secara independen dan profesional. Konfercab ini adalah milik seluruh kader HMI Cabang Kota Bogor, dan keberhasilannya adalah kemenangan bagi semangat kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan yang sehat,” tutupnya.

“Saya, Sofwan Ansori, selaku Ketua Umum yang baru saja dinyatakan demisioner, menyampaikan bahwa Konfercab VIII yang telah dilaksanakan merupakan forum yang sah dan sesuai dengan konstitusi Himpunan Mahasiswa Islam. Kehadiran saya dengan para fungsionaris pengurus cabang dalam forum tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral dan struktural untuk memastikan keberlangsungan kaderisasi dan estafet kepemimpinan yang legitimate, serta dijalankan sesuai mekanisme organisasi yang berlaku,” tambah Ketua Umum Demisioner HMI Cabang Kota Bogor, Sofwan Ansori.

“Atas kepercayaan yang diberikan oleh forum yang sah ini, saya Maulana Lazuardi selaku Formatur Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor terpilih untuk periode 2025–2026, menyampaikan komitmen untuk merawat marwah organisasi dan menjadikan HMI sebagai laboratorium kader yang unggul, berintegritas, serta konsisten dalam perjuangan umat dan bangsa. Saya mengajak seluruh elemen kader untuk kembali bersatu, bergandengan tangan membangun HMI Cabang Kota Bogor yang lebih solid, progresif, dan berdaya saing,” Formatur Ketua Umum Terpilih HMI Cabang Kota Bogor Periode 2025–2026, Maulana Lazuardi.***

RS Murni Teguh Ciledug Hadirkan Perawatan Skin Booster, Solusi Kulit Sehat dan Bercahaya

0

Bogordaily.net – RS Murni Teguh Ciledug terus berinovasi dalam layanan kecantikan dan perawatan kulit dengan menghadirkan prosedur skin booster, yang kini menjadi pilihan banyak orang untuk mendapatkan kulit yang sehat, lembap, dan bercahaya dari dalam.

erawatan ini menggunakan teknologi injeksi mikro untuk menyalurkan zat aktif ke lapisan kulit dalam, memberikan nutrisi langsung yang dibutuhkan oleh sel-sel kulit.

Dr. Benny Muliawan, Sp.BP-RE, Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik di RS Murni Teguh Ciledug, menjelaskan bahwa skin booster berbeda dari filler biasa.

“Skin booster lebih fokus pada perbaikan kualitas kulit. Kandungannya seperti asam hialuronat, vitamin, antioksidan, dan mineral akan meningkatkan hidrasi, elastisitas, serta merangsang produksi kolagen alami,” jelasnya.

Menurut Dr. Benny, perawatan ini cocok untuk berbagai usia dan jenis kulit, terutama bagi mereka yang mengalami tanda-tanda penuaan dini, kulit kusam, atau dehidrasi akibat paparan polusi dan sinar UV.

“Pasien akan merasakan kulit yang lebih kenyal, cerah, dan halus setelah beberapa kali sesi, tanpa downtime yang berarti,” tambahnya.

Salah satu keunggulan dari skin booster adalah efeknya yang bertahap namun natural. Hasil optimal biasanya terlihat setelah 2–3 sesi dengan jarak 2–4 minggu.

“Efek peremajaan kulitnya cukup bertahan lama, apalagi jika didukung dengan gaya hidup sehat dan perawatan lanjutan,” kata Dr. Benny.

Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap perawatan non-bedah yang minim risiko namun efektif, RS Murni Teguh Ciledug memastikan bahwa prosedur skin booster dilakukan oleh tenaga medis profesional dengan standar keamanan dan kebersihan yang tinggi.

Dr. Benny Muliawan, Sp.BP-RE berpraktik di RS Murni Teguh Ciledug pada :

  • Selasa 08.00-13.00
  • Kamis 08.00-13.00
  • Sabtu 08.00-13.00***

Cek Ramalan Cuaca Kota Bogor Rabu 14 Mei 2025 Menurut BMKG

0

Bogordaily.net – Ramalan cuaca dari BMKG untuk Kota Bogor pagi hari ini, Rabu 14 Mei 2025 diperkirakan hujan ringan sepanjang hari.

Kota Bogor yang dikenal dengan julukan Kota Hujan memang kerap kali mengalami perubahan cuaca yang cepat dan tak terduga.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi cuaca secara akurat sangat penting agar aktivitas harian Anda tidak terganggu, baik saat berangkat kerja, sekolah, maupun beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Bogor dan sekitarnya. Hari ini Bogor diperkirakan berawan seharian.

Informasi ini mencakup prediksi suhu, kelembapan, potensi hujan, dan peringatan dini cuaca ekstrem jika ada.

Jadi, pastikan Anda menyimak ulasan lengkapnya agar bisa lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan Anda sepanjang hari ini.

Ramalan Cuaca Bogor Rabu 14 Mei 2025

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-28°C
Kelembapan: 68–94%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-28°C
Kelembapan: 67–93%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-29°C
Kelembapan: 66–94%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23–30 °C
Kelembapan: 67–94%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-29°C
Kelembapan: 66–93%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23–30 °C
Kelembapan:66–94%

Bagi Anda yang memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Rabu 14 Mei 2025. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Buntut Keracunan MBG, Dedie Rachim Minta SOP Makanan Sekolah Harus Diperketat

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim telah menerima hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Kota Bogor dari pemeriksaan sisa makanan kejadian dugaan keracunan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel sisa makanan berupa nasi, telur mata sapi, tahu, tumis toge serta beberapa bahan lainnya yang dilakukan selama kurang lebih 4 hari terakhir, hasilnya menunjukkan bahwa beberapa bahan itu ternyata mengandung bakteri e.coli dan salmonella.

“Bakteri e.coli dan salmonella ini didapat dari dua jenis makanan yang disajikan kepada siswa, mengakibatkan lebih dari 200 siswa terdampak,” ucap Dedie A. Rachim saat dikonfirmasi awak media di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Senin (12/5/2025).

Untuk pemeriksaan tambahan lainnya berupa air dan pemeriksaan langsung kepada tubuh dari siswa yang harus diperiksa lebih dalam, hasilnya belum diketahui.

Dari hasil pemeriksaan pada pelajar yang terdampak, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan ke depan peristiwa serupa tidak boleh terjadi lagi.

“Kita juga meminta mungkin SOP nya lebih diperketat lagi, dan mungkin juga pengawasan, jadi jangan kemudian dianggap sepele karena ini betul-betul menurut kami ini sesuatu yang sangat serius, mengingat saat terdampak adanya dugaan keracunan makanan, maka Pemerintah kota Bogor harus ikut serta terlibat terutama di penanganan medisnya,” tegas Dedie Rachim.

Sehingga, pasca kejadian, Pemkot Bogor mengeluarkan peringatan Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk memastikan penanganan medis di Rumah sakit seluruh kota Bogor ini bisa ditangani oleh APBD Kota Bogor.

“Intinya ini jadi tanggung jawab kita bersama, ke depan harus kita perbaiki dan jangan sampai terjadi lagi, karena ini betul- betul harus menjadi perhatian kita bersama,” tutur Dedie Rachim.

Saat ini, lanjut Dedie Rachim, masih ada siswa yang dirawat, namun jumlahnya terus menurun sebab kondisi para pelajar semakin membaik.***

ALISABAT Rilis Single Terbaru “Persimpangan”, Karya Kolaborasi dengan Tirta Adilla

0

Bogordaily.net — ALISABAT, solois yang dikenal sebagai mantan vokalis generasi ketiga dari band ternama Indonesia, Five Minutes, resmi merilis single terbarunya bertajuk “Persimpangan”.

Lagu ini dirilis pada 30 April 2025 dan sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital.

Tak hanya dikenal sebagai penyanyi, ALISABAT juga aktif sebagai pencipta lagu dan produser musik.

Bersama Five Minutes, ia telah melahirkan sembilan lagu populer, seperti “Tell Me Now”, “The Winner”, “Cerita Hati”, hingga “Rindu Menembang Syahdu”.

Sebagai solois, ia juga telah merilis lagu-lagu seperti “Berat Melepasmu” dan “Don’t Leave Me Again”.

Single terbaru “Persimpangan” menjadi karya istimewa karena diciptakan bersama Tirta Adilla, yang juga pernah menjadi vokalis dari band besar Indonesia, Drive.

Lagu ini mengisahkan dilema emosional seorang teman yang kerap bercerita tentang kebimbangannya memilih antara bertahan dalam hubungan atau mundur.

Seiring berjalannya waktu, perasaan nyaman mulai tumbuh, menimbulkan pertanyaan: apakah ini cinta atau hanya kepedulian?

“Cerita dalam lagu ini sangat relevan dengan banyak kisah di sekitar kita, tentang kedekatan yang tumbuh dari kebiasaan bercerita dan saling mendengar, hingga akhirnya memunculkan rasa,” ujar ALISABAT.

Dibalut dengan nuansa pop semi vintage dan sentuhan orkestra modern, lagu ini mengusung genre pop/alternative yang dikemas dengan ringan namun tetap kuat secara emosi.

Suara khas ALISABAT diharapkan mampu menjangkau generasi Z tanpa mengabaikan kualitas musikalitas. Proses produksi lagu ini melibatkan Okie Agustina sebagai produser.

“Saya berharap karya ini bisa mengobati kerinduan para pendengar yang telah mengikuti perjalanan musik saya sejak bersama Five Minutes, dan menjadi pembuka langkah baru saya di industri musik Indonesia,” ungkap ALISABAT.

Lagu “Persimpangan” kini tersedia di berbagai platform streaming seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.***

Meningkatkan Keunggulan Kopi Lahat Butuh Keberpihakan Pemerintah Daerah untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani

0

Oleh: Setya Dharma Pelawi (Petani Kopi)

Kopi Lahat dikenal memiliki cita rasa khas yang berpotensi bersaing di pasar nasional maupun internasional. Namun, untuk meningkatkan keunggulan dan daya saing kopi asal Kabupaten Lahat ini, diperlukan keberpihakan nyata dari pemerintah daerah dalam mendukung seluruh rantai produksinya, dari hulu hingga hilir.

Produksi kopi yang berkualitas tidak bisa dilepaskan dari kondisi pohon kopi yang baik dan sehat. Oleh karena itu, perhatian terhadap budidaya yang benar serta perawatan tanaman kopi menjadi kunci utama dalam menghasilkan biji kopi yang unggul. “Kopi yang baik dan nikmat itu pasti berasal dari pohon yang baik dan sehat,” ujar salah satu petani kopi setempat.

Lebih dari sekadar hasil pertanian, industri kopi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas. Proses produksi kopi—mulai dari penanaman, panen, pengolahan, hingga menjadi kopi siap seduh—melibatkan banyak tenaga kerja di berbagai sektor. Dengan demikian, pengembangan sektor kopi dapat menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani kopi.

Kabupaten Lahat memiliki potensi besar dalam sektor ini. Hampir di setiap kecamatan terdapat lahan yang ditanami pohon kopi, menjadikannya salah satu komoditas andalan daerah. Potensi ini perlu dikelola secara serius dan berkelanjutan dengan dukungan kebijakan yang berpihak pada petani, termasuk pelatihan, pendampingan, akses permodalan, dan pemasaran yang adil.

Pemerintah daerah diharapkan mampu mengambil peran lebih aktif dalam memperkuat posisi petani kopi sebagai pelaku utama dalam rantai produksi. Dengan sinergi antara petani, pemerintah, dan pelaku industri, Kopi Lahat dapat terus berkembang dan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lahat.***

Wamen UMKM: Festival Juadah 2025 Buktikan Tradisi Bisa Hasilkan Nilai Tambah Daerah

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengatakan, Festival Juadah 2025 menjadi ajang pembuktian bahwa tradisi yang dilestarikan dengan baik ternyata mampu membawa nilai tambah secara ekonomi dan kesejahteraan bagi suatu daerah.

“Pelestarian tradisi akan sekaligus membawa nilai tambah ekonomi. Misalnya saja di Festival Juadah 2025 ini terbuka kesempatan bagi UMKM khususnya industri kuliner untuk turut berpartisipasi,” ujar Wamen UMKM Helvi Moraza dalam acara Pembukaan Festival Juadah 2025 di Padang Pariaman, Sumatra Barat, Sabtu (10/5).

Helvi secara khusus mendorong agar festival ini dapat digelar secara masal dalam skala yang lebih besar di Sumatra Barat.

Festival Juadah merupakan tradisi dari Sumatra Barat yang populer di era 70-an dan saat ini sudah mulai terlupakan. Juadah merupakan sekumpulan makanan adat yang terdiri dari kanji, wajik, jalabio, aluo, kipang, dan rambuik-rambuik yang telah disatukan di atas dulang dan disusun rapi.

Juadah biasanya menjadi semacam kiasan dari orang tua laki-laki yang menginginkan kehadiran menantu dengan mengatakan bahwa orang tuanya ingin memakan juadah. Dalam hal ini, juadah biasanya berfungsi sebagai hantaran makanan yang dibawa oleh pihak perempuan kepada pihak laki-laki dalam tradisi pernikahan.

Untuk membangkitkan kembali tradisi ini, Kabupaten Padang Pariaman menggelar Festival Juadah 2025 sekaligus dalam rangka membangkitkan gairah UMKM di daerah tersebut.

Lebih lanjut, Wamen Helvi menambahkan, Festival Juadah 2025 menjadi wujud loyalitas masyarakat terhadap budaya lokal yang selama ini dijunjung tinggi oleh nenek moyang. Dibalut dengan inovasi baru, Festival Juadah sepatutnya menjadi inovasi dalam penyelenggaraan kegiatan daerah yang mengangkat budaya lokal.

“Keterlibatan UMKM dalam festival ini menjadi nilai penting, sehingga ekonomi di Kabupaten Padang Pariaman dapat berkembang dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Budaya lokal dan UMKM adalah hal yang tidak dapat dipisahkan. Penggabungan keduanya, sudah dibuktikan dapat menjadi andalan bagi pemerintah daerah,” ujar Wamen Helvi.

Festival Juadah 2025 juga menjadi wajah ekonomi rakyat yang mungkin tak glamor, tapi mampu menghidupi banyak keluarga, sebuah tradisi yang terus hidup, menjadi denyut nadi ekonomi rakyat serta merupakan ruang sosial yang merangkul semua kalangan.

Di tempat yang sama, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menambahkan bahwa Festival Juadah 2025 menjadi bentuk nyata yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk menghidupkan kembali budaya ini.

“Kami bertekad untuk menjadikan Kabupaten Padang Pariaman sebagai Kabupaten 100 Festival. Tanpa perlu ada sedikitpun APBD yang keluar untuk kegiatan festival yang digelar,” ujar Azis.***

Perkumpulan SKD Berubah Nama dan Akan Dilegalkan

0

Bogordaily.net – Salah satu relawan pengusung Suksesi Dedie Rachim pada kontestasi Pilkada 2024 lalu, yakni Sahabat Kang Dedie (SKD) berdasarkan para tokoh dan beberapa pendirinya, menyepakati kalau kini mereka membentuk sebuah perkumpulan yang namanya menjadi Sahabat Kepala Daerah (SKD).

Hal tersebut disepakati sebagai sebuah apresiasi kepada kordinatornya , alm. Eko Prayitno atas kiprahnya kala itu.

Perkumpulan yang baru tersebut, bahkan telah melakukan pemilihan Ketua Umum dan Formatur pada musyawarah sebelumnya.

Pasca, pemilihan tersebut, pada Selasa (13/5/2025) kemarin, SKD yang baru itu, langsung melaksanakan rapat konsolidasi lanjutan guna menyusun komposisi pengurus definitif.

Dengan mengambil tempat di sekretariatnya di lantai dua gedung Eks Matahari, Jl. Kapten Muslihat, Bogor Tengah, rapat konsolidasi berlangsung dalam suasana guyub dan dinamis hingga terselesaikan beberapa agenda, diantaranya selain membentuk pengurus definitif hasil rapat rekomendasi team formatur, juga disepakati untuk segera mengurus legal standing organisasi SKD yang menamakan dirinya kini menjadi Sahabat Kepala Daerah (SKD).

Perubahan itu dilakukan sebagai wujud komitmen dan semangat baru untuk memberi kontribusi maksimal SKD bagi kemajuan kota dan daerah, hal ini disampaikan oleh Suherman atau biasa dikenal sebagai Ujang Tanjung, selaku ketua umum terpilih.

Suherman menyatakan bahwa SKD dengan semangat baru ini juga akan segera melegal formalkan organisasi, membentuk koperasi serba usaha, dan segera berkontribusi bagi dinamika pembangunan kota Bogor melalui gelar Pesta Rakyat Bogor yang akan dilaksanakan pada Hari Jadi Bogor (HJB).

“Dengan soliditas pengurus yang kredibel di bidangnya, kita berharap SKD akan memberi warna baru bagi upaya membangun sinergi dengan kepala daerah, khususnya Walikota dan Pemkot Bogor,” Ujar Suherman alias Ujang Tanjung, bersemangat.

Rapat yang dihadiri sekira 30 orang pegiat SKD ini kemudian dipungkasi dengan doa bersama bagi sang penggagas, almarhum Eko Prayitno atas dedikasi dan kiprahnya bagi kota Bogor, yang dipimpin langsung oleh Ustad Lutfi sebagai ketua bidang keagamaan.***

Dukung Pemerataan Ekonomi, Holding Ultra Mikro BRI Salurkan Pembiayaan kepada 35,4 Juta Pelaku Usaha dan Jangkau 182 Juta Nasabah Tabungan

0

Bogordaily.net – Kehadiran Holding Ultra Mikro (UMi) yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk, bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian, terus berkomitmen memberikan dampak nyata terhadap peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha ultra mikro di seluruh penjuru Indonesia.

Melalui sinergi ketiga entitas dalam ekosistem Ultra Mikro, hingga akhir Maret 2025, jumlah nasabah pinjaman mencapai 35,4 juta dengan total penyaluran kredit mencapai Rp631,4 triliun. Pada periode yang sama, jumlah nasabah simpanan tercatat lebih dari 182 juta.

Pencapaian Holding UMi ini selaras dengan Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, khususnya pada Asta Cita Ketiga yakni meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas serta mendorong kewirausahaan, dan Asta Cita Keenam yaitu pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyampaikan melalui kolaborasi ketiga entitas, Perusahaan memastikan bahwa pelaku usaha mikro, termasuk yang berada di wilayah seluruh Indonesia, dapat mengakses layanan keuangan dengan lebih mudah, cepat, dan terjangkau.

“Holding Ultra Mikro tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga mendampingi para pelaku usaha mikro melalui edukasi literasi keuangan, pelatihan kewirausahaan, dan program pemberdayaan yang berkelanjutan agar mereka dapat naik kelas dan memperkuat daya saing usahanya,” ujar Hendy.

Sebagai wujud konkret dari sinergi tersebut, Holding Ultra Mikro memanfaatkan platform digital seperti SenyuM Mobile yang memperluas akses layanan keuangan hingga ke pelosok negeri. Tercatat sejak awal diluncurkan pada 2021 hingga Triwulan I/2025, SenyuM Mobile telah mengakselerasi produktivitas dan perluasan akses dengan lebih dari 4,46 juta nasabah yang sukses di-referral-kan.

Program pemberdayaan yang dijalankan oleh Holding Ultra Mikro juga sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi pedoman BRI Group dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Dengan ekosistem yang semakin solid dan inklusif, Holding Ultra Mikro optimistis terus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berbasis kerakyatan,” pungkas Hendy. ***