Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 740

Ada Kasus Keracunan Menu MBG, PMII Kota Bogor Desak Evaluasi Menyeluruh

Bogordaily.net – Insiden keracunan menu makanan MBG menimpa ratusan siswa di enam sekolah di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Data tersebut terkonfirmasi saat ini bertambah hingga 171 siswa mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari MBG yang disediakan oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bosowa, Bina Insani.

PC PMII Kota Bogor dengan ini menyampaikan keprihatinan sekaligus kritik tegas terhadap lemahnya kontrol dan pengawasan Pemerintah dalam mengimplementasikan program yang sangat krusial ini.

Kasus keracunan massal yang terjadi di sejumlah sekolah di Kota Bogor justru membuka mata akan lemahnya pelaksanaan program ini di tingkat lapangan. Alih-alih membawa manfaat, MBG kini justru menimbulkan kekhawatiran karena membahayakan kesehatan para siswa.

Kecerobohan ini membuktikan bahwa pelaksanaan program MBG ini terkesan dilaksanakan secara asal-asalan tanpa adanya kehati-hatian dalam menyediakan dan pengolahan bahan makanan dan tidak ada pengawasan dan keterlibatan ahli gizi sehingga menyasar ratusan siswa.

Lemahnya pengawasan terhadap penyedia catering dari pemerintah dan dinas terkait terhadap SOP kualitas pengolahan makanan perlu menjadi evaluasi serius jangan sampai program ini hanya dijadikan proyek politis bisnis belaka dan menghiraukan kualitas dan kesehatan.

Kejadian ini memperlihatkan betapa program sebesar MBG dijalankan tanpa perencanaan yang benar-benar matang, minim pengawasan, dan bahkan tampak tergesa-gesa, seolah sekadar mengejar target tanpa memikirkan keselamatan penerimanya.

“Sangat patut dievaluasi secara menyeluruh dan memberikan fasilitas terhadap para siswa yang keracunan dalam pemulihan,” ujar Ketua PC PMII Kota Bogor Abdullah Nuruz Zaini.

Insiden ini menjadi alarm peringatan untuk tidak bermain-main dalam pelaksanaan program yang menyangkut kesehatan dan keselamatan generasi penerus bangsa. Kesehatan siswa bukan proyek politis.

“Jangan korbankan masa depan anak-anak!,” kata Wakil Ketua Eksternal PC PMII Kota Bogor, Fajril Miftahul Qirom. ***

Kadisdik Bangkalan Larang Wisuda dengan Toga untuk Siswa TK hingga SMA: “Itu Hanya untuk Sarjana”

0

Bogordaily.net – Tradisi wisuda dengan mengenakan toga yang kini kerap dilakukan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA, menuai sorotan.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bangkalan, Moh Yakub, angkat bicara terkait fenomena ini yang belakangan menjadi pro dan kontra di tengah masyarakat.

Menurut Yakub, penggunaan toga dalam acara pelepasan atau perpisahan siswa seharusnya hanya dilakukan oleh mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di jenjang perguruan tinggi dan resmi menyandang gelar sarjana (S1).

Ia menilai, praktik wisuda siswa di sekolah dasar hingga menengah tidak sesuai dengan makna sebenarnya dari wisuda.

“Tidak boleh menggunakan toga karena itu bukan S1 atau mahasiswa. Jadi pelepasan cukup dilaksanakan dengan tasyakuran dan doa bersama karena sudah lulus,” tegas Yakub.

Pernyataan ini disampaikan di tengah berlangsungnya Ujian Akhir Semester (UAS) bagi siswa kelas VI SD yang tengah menyelesaikan tahap akhir sebelum dinyatakan lulus. Ia mengingatkan bahwa momentum kelulusan tidak harus dirayakan secara berlebihan.

Yakub menegaskan bahwa pelepasan siswa SD hingga SMP bukan merupakan kegiatan wajib dalam kalender pendidikan.

Kegiatan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan lembaga masing-masing, selama tidak bertentangan dengan arahan dari Kementerian Pendidikan.

“Pelepasan siswa cukup dilakukan dalam bentuk sederhana seperti tasyakuran dan doa bersama di sekolah masing-masing. Itu pun tidak boleh memberatkan wali murid dan orangtua siswa,” jelasnya.

Ia berharap sekolah-sekolah tidak menjadikan acara pelepasan sebagai beban tambahan bagi orang tua, baik dari segi biaya maupun kewajiban membeli pakaian khusus seperti toga.

Menurutnya, esensi pendidikan adalah pembentukan karakter dan pencapaian akademik, bukan seremoni berlebihan.

Kontroversi wisuda di tingkat sekolah dasar hingga taman kanak-kanak memang telah menjadi perbincangan hangat secara nasional.

Sebagian masyarakat menilai kegiatan tersebut memberi kebanggaan tersendiri bagi anak dan orangtua, sementara yang lain menganggapnya sebagai bentuk pemborosan yang tidak sesuai konteks.***

Jalan Perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor Rusak Parah, Warga Berharap Ada Perbaikan

Bogordaily.net – Jalan perbatasan Kelurahan Balumbangjaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, dengan Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor dikeluhkan masyarakat karena kondisinya rusak parah.

Kondisi seperti ini telah terjadi selama kurang lebih dua tahun, bahkan warga mengatakan banyak yang terjatuh akibat jalan berlubang yang tertutup oleh genangan air.

Warga sekitar sudah sering mengeluhkan kondisi jalan rusak karena setiap hujan deras berubah menjadi kubangan. Adanya genangan air hujan ini karena tersumbatnya saluran drainase oleh endapan lumpur dan sampah.

Warga sekitar, Iis mengaku kesal dengan kondisi tersebut. Jalan  yang lokasinya tak jauh dari tempat ia bermukim itu, statusnya milik dua wilayah pemerintahan, yakni kota dan Kabupaten Bogor.

“Sudah berkali kali diperbaiki bahkan dibeton tetap saja cepat rusak dan sering digenangi banjir hingga berhari-hari,” katanya.

Menurut dia, kondisi jalan rusak menganggu aktivitas warga dua wilayah, yakni Babakan Dramaga, juga Balumbangjaya, Kota Bogor.

Untuk itu warga meminta bantuan para pihak terkait untuk mengatasi permasalahan jalan rusak tersebut, demi keamanan dan keselamatan bersama. (Gita)

Imbas Driver Ojol Kena Begal di Leuwiliang, Polisi Rutin Gelar Patroli Malam

0

Bogordaily.net – Polisi bakal rutin menggelar patroli malam di lokasi yang rawan terjadi tindak kejahatan atau rawan begal di wilayah Kabupaten Bogor.

Sebelumnya diketahui, seorang driver ojek online (ojol) di Desa Cibeber, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor meninggal dunia usai menjadi korban begal pada Minggu 4 Mei 2025.

Merespons hal itu, Wakapolres Bogor Kompol Rizka Fadhila menghimbau masyarakat khususnya para pengendara untuk tetap waspada saat berkendara pada malam hari.

Kemudian, pihaknya baik jajaran Polres Bogor maupun jajaran Polsek, memastikan akan menggencarkan patroli sejak pagi hingga malam hari di beberapa titik rawan begal di Kabupaten Bogor.

“Ini juga berkaitan rekan rekan yang berprofesi sebagai ojek online, kami yakin bahwa seluruh jajaran Polres Bogor baik Polres atau Polsek dari jam patroli malam kita perpanjang atau rutin kita lakukan sampai menjelang dini hari atau pagi hari,” kata Kompol Rizka Fadhila, kepada wartawan, Kamis 8 Mei 2025.

Hal tersebut kata dia, dilakukan untuk memberikan rasa aman terhadap pengendara, dan juga para pekerja yang tengah beraktivitas pada malam hari.

“Sehingga untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat ataupun para pekerja yang memang pekerjaannya berada di malam hari, kita pastikan masyarakat semua dalam keadaan aman,” jelasnya.

Selain itu, Rizka meminta masyarakat untuk tidak perlu khawatir saat sedang beraktivitas pada malam hari.

Dikarenakan, Kapolres Bogor akan senantiasa menindak tegas para pelaku kejahatan di wilayah Kabupaten Bogor.

“Tidak usah khawatir bahwa kejadian ini merupakan suatu hal yang ditakuti yang berlebihan tidak perlu, karena kami yakinkan seluruh jajaran Polres, Polsek sesuai dengan perintah bapak Kapolres kita sepenuhnya bergerak dilapangan dari malam sampai pagi hari,” ungkap Rizka.(Albin Pandita)

Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Upaya Pemkab Bogor Atasi Pengangguran Melalui BLK

0

Bogordaily.net – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Sastra Winara dukung Pemerintah untuk mengatasi permasalahan pengangguran melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

Menurut Sastra, saat ini pihaknya bersama SKPD terkait tengah berupaya mempersiapkan program program untuk mengatasi pengangguran di wilayah Kabupaten Bogor.

“Iya, dan tentunya kita juga mempersiapkan di akhir tahun atau awal tahun 2026 yaitu integrasi antara program antar skpd bagaimana kita berupaya untuk menanggulangi permasalahan pengangguran yang ada di Kabupaten Bogor, tapi kita menciptakan kewirausahaan baru,” kata Sastra, Kamis 8 Mei 2025.

Kemudian, pihaknya bakal menindak tegas para oknum yang bermain untuk kepentingan pribadi masing masing, dalam memberikan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).

“Kami akan proses izin sebaik2nya dan secepat2nya tidak akan lama, kalau masih ada yang lama sampaikan kepada kami. Kalau ada memang oknum2 kami yang nakal, kami akan tindak,” jelasnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Disnaker Kabupaten Bogor, Nana Mulyana, menjelaskan bahwa, pihaknya telah mengoptimalkan fungsi Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat peningkatan kompetensi masyarakat.

Upaya ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran serta memperkuat daya saing tenaga kerja lokal di tengah tantangan ekonomi.

“Untuk BLK yang kita miliki sementara ada di Desa Tonjong, kecamatan Tajurhalang. Ada 6 kejuruan yang kita lakukan secara MTU (Modul Training Unit) itu kita yang datang ke lokasi, sesuai dengan proposal masyarakat yang masuk,” ujar Nana Mulyana.

Selain itu, ia menegaskan bahwa persoalan lapangan kerja tidak bisa hanya dibebankan kepada Disnaker. Menurutnya, perlu adanya kerja sama lintas sektor untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

“Semua pihak yang berkepentingan harus mendukung iklim investasi. Saat datang ke kabupaten bogor baik yang sudah terjaga maupun belum bisa dilakukan secara simultan bersama-sama,” tuturnya.(Albin Pandita)

Ketua DPRD Bogor Hadiri Panen Raya 50 Hektar di Leuwisadeng, Dorong Kemandirian Petani Menuju Lumbung Pangan Dunia

0

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menghadiri panen raya di Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, pada Kamis 8 Mei 2025.

Acara ini digelar oleh Kelompok Tani Bunga Tanjung dan Kelompok Tani Mangkojaya Abadi sebagai bentuk keberhasilan pengelolaan pertanian di lahan seluas 50 hektar.

Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati Bogor Rudy Susmanto, Wakil Bupati Jaro Ade, Sekretaris Daerah Ajat Rochmat Jatnika, jajaran Forkopimda seperti Dandim dan Kapolres Bogor, serta tokoh-tokoh penting lainnya yang menunjukkan dukungan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Bogor.

Sastra Winara menyampaikan bahwa DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bogor memiliki komitmen kuat untuk mendukung kemandirian petani.

Menurutnya, dukungan ini selaras dengan arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami mendukung kemandirian petani karena selaras dengan cita-cita pemerintah pusat yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto,” tegas Sastra.

Ia juga berharap cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia bisa dimulai dari desa-desa di Kabupaten Bogor.

“Cita-cita mensejahterakan para petani bisa kita mulai di Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Panen raya kali ini dilakukan di atas hamparan sawah seluas 50 hektar dari total 75 hektar lahan pertanian di Desa Sibanteng.

etani setempat menggunakan varietas padi unggul Inpari 32 dan 48, yang terbukti memiliki produktivitas tinggi, mencapai 7 hingga 8,5 ton per hektar.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut panen raya ini juga menjadi bagian dari refleksi 100 hari kerja kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Jaro Ade.

Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan dan kesejahteraan petani akan menjadi prioritas pembangunan di wilayah pedesaan.

“Panen Raya ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di wilayah pedesaan,” ujar Rudy.

Kegiatan panen raya ini tidak hanya menjadi momentum memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga memperlihatkan potensi pertanian Kabupaten Bogor dalam mendukung kedaulatan pangan nasional secara lebih luas.***

Tindak Lanjuti Kasus Keracunan MBG, Komisi IV Sambangi Dapur SPPG Bosowa Bina Insani

0

Bogordaily.net – Komisi IV DPRD Kota Bogor mendatangi lokasi dapur MBG di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bosowa Bina Insani, Tanah Sareal, setelah adanya keracunan massal para siswa, pada Kamis 8 Mei 2025.

Jajaran anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor juga turut menggandeng pihak Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Disdik) dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Bogor.

Setibanya dilokasi, rombongan legislatif langsung mengecek kondisi dapur SPPG yang berlokasi di kantin sekolah.

Dalam pemeriksaan tersebut, Wakil Ketua Komisi IV, Rezky Kartika, mendapati beberapa hal yang menjadi catatan dan perlu dilakukan peningkatan mutu agar kondisi kebersihan dan mutu makanan bisa terjaga.

Sebab dalam pemeriksaan tadi, anggota Komisi IV menemukan adanya lalat yang hinggap di makanan yang sedang disiapkan untuk dikemas.

Serta, lantai di ruang pengemasan makanan kurang bersih dan penggunaan meja kayu yang dinilai kurang baik karena bisa menjadi media bagi bakteri.

“Jadi ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan untuk menjaga kebersihan makanan dan ruang pengemasan makanan,” kata Rezky.

Sekretaris Komisi IV, Juhana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan program pemerintah.

Sehingga kedepannya DPRD Kota Bogor dapat membantu pelaksanaan program dengan memberikan masukan yang meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG di Kota Bogor.

“Prinsipnya kami mendukung program pemerintah MBG ini yang luar biasa manfaatnya. Tapi karena adanya kejadian ini, kami perlu mengetahui juga proses yang ada sheingga bisa membantu dengan memberikan masukan untuk perbaikan,” kata Juhana.

Selain melakukan pemeriksaan, Komisi IV DPRD Kota Bogor juga menyempatkan waktu untuk berdiskusi dengan pihak Yayasan Bosowa Bina Insani dan pengelola Dapur SPPG bersama dengan Pemkot Bogor.

Berdasarkan hasil diskusi, dapat diketahui bahwa kejadian keracunan massal yang terjadi ini dapat dikategorikan sebagai status Kejadian Luar Biasa (KLB) karena hampir 10 persen korban dari jumlah penerima manfaat.

Sebab berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Dinkes Kota Bogor, hari ini telah masuk informasi adanya korban baru.

“Dari Informasi ada masuk lagi pagi ini. Sehingga bisa dikatakan bahwa ini masih berkembang untuk jumlah korban, mungkin hari ini bahkan bertambah,” kata anggota Komisi IV, Endah Purwanti.

Dengan adanya kejadian ini, Endah kembali menekankan bahwa DPRD Kota Bogor berkomitmen untuk mendukung program pemerintah pusat yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sehingga pengawasan harus diperketat agar keracunan massal tidak lagi terjadi di kemudian hari.

“Oleh karena itu kami berharap memang ini bisa diperbaiki ke depannya dan pihak yayasan bisa menunjukkan empati ya untuk memberikan pernyataan mungkin dan ada permintaan maaf. Kami berharap ke depannya bisa lebih ditingkatkan lagi kualitas dalam proses penyajian dan pengirimannya,” ujar Endah.

Saat ini Komisi IV DPRD Kota Bogor masih menunggu hasil uji lab yang dilakukan oleh Dinkes Kota Bogor.

Diperkirakan hasil akan keluar pada Minggu 11 Mei 2024 dan akan ditindaklanjuti dengan menggelar rapat terpadu antara DPRD Kota Bogor dan Pemerintah Kota Bogor.

Terakhir, anggota Komisi IV, Karina Soerbakti, menilai kejadian keracunan massal sebagai pengingat bagi seluruh stakeholder bahwa program pemerintah pusat perlu didukung dengan segala upaya agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat.

“Untuk memastikan bahwa SOP kedepannya kita bisa lebih awasi lagi untuk seluruh warga Bogor yang kita cintai dan kita banggakan. Agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi ya. Itu sih sebenarnya kita semua bukan saling menyalahkan tapi kita mencari solusi yang terbaik,” pungkasnya.(Muhammad Irfan Ramadan)

Manajemen Risiko Efektif & Prudent, Kualitas Kredit BRI Semakin Membaik dengan Pencadangan Kuat

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menunjukkan kinerja positif dalam menjaga kualitas aset di tengah dinamika ekonomi global.

Hingga akhir Triwulan I/2025, BRI berhasil mencatatkan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang membaik, serta memperkuat pencadangan risiko kredit sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan keuangan secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan pada Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2025 oleh Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom di Jakarta 30 Mei 2025.

“Rasio NPL BRI tercatat membaik dari 3,11% pada akhir Maret 2024 menjadi 2,97% pada akhir Maret 2025. Penurunan rasio NPL ini merupakan hasil dari penerapan manajemen risiko yang efektif dan prinsip kehati-hatian (prudent) dalam proses penyaluran kredit di seluruh segmen bisnis BRI,” ujar Mucharom.

Selain itu, perbaikan kualitas kredit juga tercermin dari rasio Loan at Risk (LAR) BRI yang turun signifikan, dari 12,68% pada Triwulan I 2024 menjadi 11,12% pada Triwulan I 2025.

Perbaikan ini menandakan pengelolaan portofolio kredit BRI semakin sehat dan terkendali, meskipun sektor usaha masih menghadapi tantangan eksternal seperti ketidakpastian geopolitik.

Untuk menjaga ketahanan neraca, BRI juga terus meningkatkan pencadangan risiko yang memadai. Hingga akhir Maret 2025, Rasio NPL Coverage BRI terbilang sangat kuat dengan rasio sebesar 200,60%.

Pencapaian ini menunjukkan kesiapan BRI dalam mengantisipasi potensi pemburukan kualitas aset yang mungkin timbul akibat ketidakpastian perekonomian domestik maupun global.

“Dengan coverage ratio yang sangat memadai ini, BRI tidak hanya mampu menjaga stabilitas neraca secara berkelanjutan, namun juga memberikan keyakinan kepada investor, regulator, dan seluruh stakeholders bahwa perseroan memiliki fundamental yang kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi, terutama di tengah kondisi tekanan ekonomi dan geopolitik global seperti perang tarif,” ujar Mucharom.

Sementara itu, dari sisi penyaluran kredit, hingga akhir Triwulan I BRI berhasil mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp1.373,66 triliun atau tumbuh 4,97% yoy.

Penyaluran kredit BRI masih didominasi oleh segmen UMKM dengan porsi mencapai 81,97% dari total kredit BRI, atau dengan nominal sebesar Rp1.126,02 triliun.

Capaian positif ini mempertegas komitmen BRI dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Melalui dukungan pembiayaan kepada sektor produktif, BRI berperan strategis dalam membuka lapangan kerja baru dan berkontribusi dalam menurunkan tingkat kemiskinan nasional, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang tercantum dalam Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia.

Sebagai informasi, Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom yang diangkat pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 24 Maret 2025 dan dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya setelah mendapatkan persetujuan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan OJK.***

Koperasi Merah Putih Hadir di 68 Kelurahan, Kader Syarikat Islam Bogor Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat

0

Bogordaily.net – Kader Syarikat Islam (SI) Kota Bogor menunjukkan aksi nyata dalam membangun ekonomi berbasis kerakyatan. Mereka secara aktif terlibat dalam pembentukan Koperasi Merah Putih di 68 kelurahan se-Kota Bogor.

Gerakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dari level akar rumput.

Dengan jaringan kader yang tersebar di seluruh kelurahan, partisipasi SI bukan hanya simbolis, tapi benar-benar bergerak sebagai fasilitator dan penggerak utama di lapangan.

Koperasi Merah Putih digagas sebagai wadah pemberdayaan ekonomi warga yang juga menjadi sarana untuk membentuk karakter, solidaritas, dan kesadaran kolektif di tengah masyarakat.

Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Ferry Juliantono, menyambut antusias kontribusi kader SI dalam gerakan ini.

Ia menilai Koperasi Merah Putih merupakan bentuk nyata dari transformasi ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan semangat dakwah ekonomi Syarikat Islam.

Partisipasi aktif dari para kader pun dinilainya layak untuk direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia.

Dukungan juga datang dari Wali Kota Bogor yang sekaligus Ketua Dewan Cabang Syarikat Islam Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Ia mengapresiasi peran aktif kader-kader SI yang terus konsisten membangun gerakan ekonomi warga.

Menurutnya, Koperasi Merah Putih akan menjadi kekuatan ekonomi lokal yang memiliki dampak langsung terhadap kemandirian masyarakat di tiap kelurahan.

Sementara itu, Ketua PC Syarikat Islam Kota Bogor, Subhan Murtadla, memastikan bahwa para kader akan terlibat langsung sebagai pelopor perubahan.

Tidak hanya sekadar membentuk koperasi, tetapi juga membangun semangat kolaboratif dan gotong royong antarwarga melalui koperasi sebagai instrumen sosial dan ekonomi.

Langkah kader SI ini mencerminkan semangat organisasi dalam menata ulang tatanan ekonomi masyarakat, dari yang konsumtif menjadi produktif, dari yang pasif menjadi pelaku aktif pembangunan ekonomi.

Dengan keterlibatan yang menyeluruh di 68 kelurahan, gerakan Koperasi Merah Putih bersama Syarikat Islam bisa menjadi model pengembangan ekonomi umat di kota-kota lain di Indonesia.***

Mengenal Fitur GEAR ULTIMA yang Bisa Bawa Banyak Barang

0

Bogordaily.net – Yamaha kembali membuktikan keseriusannya dalam menghadirkan motor matik multiguna yang cocok untuk keluarga muda Indonesia. Melalui event Media Test Ride GEAR ULTIMA yang digelar di Semarang menunjukkan betapa praktis dan tangguhnya skutik terbarunya dalam mendukung mobilitas harian sekaligus membawa barang bawaan dalam jumlah besar.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta yang terdiri dari media, blogger, hingga vlogger diajak melakukan uji ketangguhan GEAR ULTIMA dengan cara yang cukup unik, yakni mengikuti “shopping challenge” di Pasar Tradisional Peterongan.

Tantangannya? Belanja sebanyak mungkin, lalu membawa semua barang itu selama test ride sejauh kurang lebih 75 km yang melintasi rute Semarang-Ungaran-Semarang.

Bukan sekadar test ride biasa, uji coba ini sekaligus menjadi ajang pembuktian fitur-fitur utilitas unggulan yang ditanamkan Yamaha pada GEAR ULTIMA.

Fitur-fitur ini memang dirancang untuk memberikan kemudahan bagi para pengguna, terutama mereka yang aktif dan membutuhkan kendaraan praktis dengan kemampuan angkut yang mumpuni.

5 Fitur GEAR ULTIMA yang Bikin Bawa Banyak Barang

Dari hasil pembuktian langsung para peserta selama uji coba, setidaknya ada lima fitur andalan GEAR ULTIMA yang sukses mencuri perhatian dan terbukti sangat membantu dalam membawa barang belanjaan maupun perlengkapan pribadi. Berikut daftarnya:

1. Gantungan Ganda yang Aman dan Praktis

Fitur ini terletak di area tengah dek motor, dilengkapi dengan pengunci untuk memastikan kantong plastik atau paper bag tidak mudah jatuh.

Saat sesi shopping challenge, gantungan ganda ini menjadi favorit para peserta untuk membawa kantong belanjaan karena sangat praktis digunakan bahkan saat motor dalam kondisi bergerak.

2. Bagasi Super Luas, Bisa Angkut Banyak Tanpa Ribet

Bagasi GEAR ULTIMA memiliki kapasitas hingga 18,6 liter, cukup besar untuk menampung barang belanja tanpa perlu memaksakan isi.

Hebatnya, meski punya bagasi besar, motor ini masih mampu mengusung tangki bensin berkapasitas 5,1 liter, artinya tetap tangguh untuk perjalanan jarak jauh.

3. Handle Belakang Multi Guna, Unik dan Fungsional

Handle belakang motor ini punya bentuk lebar, panjang, dan kokoh berbahan besi. Uniknya, ada tonjolan khusus untuk mencantelkan tali pengikat.

Fitur ini digunakan peserta untuk menaruh tas tambahan berisi riding gear seperti jas hujan dan sarung tangan, sehingga tidak mengganggu isi bagasi utama.

Meski ditambah tas di belakang, motor tetap nyaman dipakai berboncengan karena joknya panjang dan lebar.

4. Ruang Kaki yang Lega

Meskipun tampil kompak, GEAR ULTIMA tetap menghadirkan area ruang kaki yang luas. Hal ini sangat membantu terutama saat menghadapi kemacetan atau ketika ingin meletakkan belanjaan tambahan di atas dek motor.

5. Kantung Kompartemen dengan Power Socket

Terdapat dua kompartemen kecil di bagian dashboard depan. Cocok untuk menaruh barang-barang kecil seperti botol minum, gadget, atau payung kecil.

Bahkan, kompartemen kiri sudah dibekali electric power socket untuk mengecas smartphone saat perjalanan.***