Friday, 17 April 2026
Home Blog Page 752

Simak Ramalan Cuaca Kota Bogor Hari Ini 3 Mei 2025 Menurut BMKG

0

Bogordaily.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis ramalan cuaca untuk Kota Bogor Sabtu, 3 Mei 2025.

Hal ini perlu Anda simak agar bisa beraktivitas dengan lancar. Seperti yang sudah sering terjadi, Kota Hujan ini berpotensi mengalami curah hujan di beberapa waktu dalam sehari.

Menurut informasi dari BMKG, kondisi cuaca di Bogor pada Kamis ini diprediksi akan hujan ringan sepanjang hari.

Kmungkinan hujan ringan ini akan turun mulai pagi hari di beberapa wilayah.

Ramalan Cuaca Kota Bogor 3 Mei 2025

Simak detail lengkap prakiraan cuaca BMKG untuk Kota Bogor pada 16 April 2025 di bawah ini agar Anda bisa mengantisipasi segala kemungkinan!

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-28°C
Kelembapan: 69-97%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-28°C
Kelembapan: 69-97%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-30°C
Kelembapan: 67-98%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 24-30°C
Kelembapan: 67-97%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-30°C
Kelembapan: 68-96%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 24-30°C
Kelembapan: 66-96%

Bagi Anda yang memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor Sabtu, 3 Mei 2025. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Pemkot Bogor Mantapkan Komitmen Pendidikan Berkeadilan

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan komitmennya dalam mendukung sistem penerimaan murid baru yang transparan dan berintegritas.

Hal ini ditegaskan melalui penandatanganan komitmen dukungan Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025 yang Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan, dan Tanpa Diskriminasi.

Penandatanganan dilakukan oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Koordinasi Pimpinan Wilayah (Forkopimwil) Jawa Barat, dan Dewan Pendidikan dalam Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Kota Bogor Tahun 2025 yang berlangsung di Lapangan Sempur, Jalan Sempur, Kota Bogor, Jumat (2/5/2025).

Komitmen tersebut menjadi bukti keseriusan Pemkot Bogor untuk memberikan layanan pendidikan terbaik yang terbebas dari diskriminasi sesuai dengan konstitusi.

Pada kesempatan yang sama, Pemkot Bogor juga menandatangani prasasti SMP Negeri 22 dan SMP Negeri 23 Kota Bogor sebagai sekolah baru yang dibangun untuk menjawab kebutuhan pendidikan di Kota Bogor.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Irwan Riyanto menyampaikan dua sekolah tersebut tahun ini sudah dibuka dan dapat menerima siswa baru.

Pembangunan sekolah ini menjadi komitmen Pemkot Bogor dalam menjamin tidak ada lagi anak putus sekolah di Kota Bogor.

“Pemerintah menjamin tidak ada lagi anak putus sekolah. Semua harus sekolah. Kita juga ingin menjamin semua tenaga pendidik nyaman mendidik anak-anak,” tegas Irwan.

Untuk memperkuat komitmen, Pemkot Bogor pada kesempatan Hardiknas ini juga turut memberikan Penghargaan Insan Pendidikan kepada Basuki, tokoh pendidikan yang telah mengabdikan dirinya selama puluhan tahun untuk mendukung pendidikan yang berkualitas di Kota Bogor.

Basuki berharap, penghargaan yang diterimanya bisa menjadi motivasi bagi para tenaga pendidik untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitasnya.

“Saya menyampaikan kepada pengurus PGRI, seluruh kepala sekolah dan guru dari SD hingga SMA selalu meningkatkan kualitas dirinya, disiplin dan profesional dalam mendidik, punya integritas, selalu berinovasi dan belajar sehingga pendidikan di Kota Bogor akan semakin maju,” tutur Basuki.

Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil turut menyampaikan komitmennya untuk memajukan kegiatan pendidikan yang ada di Kota Bogor melalui penandatangan komitmen SPMB serta revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan di Kota Bogor.

“Kami berharap dalam rapat-rapat Pemkot Bogor bersama DPRD Insyaallah kita akan mendukung 100 persen peningkatan atau revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan maupun dukungan kegiatan untuk yang mengadaptasikan AI maupun teknologi dalam dunia pendidikan,” ujarnya.***

Presidium AMKB Desak Pemkot Bogor Berantas Minol ke THM Besar

Bogordaily.net – Presidium Aliansi Masyarakat Kota Bogor (AMKB) mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk memberantas minuman beralkohol (minol) ke Tempat Hiburan Malam (THM) yang skala besar atau ternama.

Koordinator Presidium AMKB, Bayu Noviandi mengatakan, desakan tersebut bukan tanpa alasan, sebab patut diduga banyak THM yang eksis di Kota Bogor belum memiliki izin untuk menjual minol di atas 40 persen.

“Kita butuh kerja nyata dari mereka, jangan hanya yang dirazia atau ditertibkan warung di pinggir jalan aja yang jual minolnya. Coba cek THM SLR, vbar dan lainnya,” kata Bayu

Pria yang berprofesi sebagai advokat tersebut juga menegaskan, seharusnya Pemkot Bogor juga lebih tegas dan inisiatif jangan hanya menunggu laporan masyarakat terlebih dahulu untuk bertindak.

Karena, kata Bayu, ketentraman dan juga ketertiban sudah seharusnya diciptakan bukan berdasarkan menunggu terlebih dahulu sebuah laporan.

“Seharusnya Pemkot bogor lebih bisa mencegah daripada mengobati, sekarang banyak permasalahan gangguan ketertiban dan kenyamanan itu bersumber dari minol,” tegas Bayu

Oleh karena itu Bayu berharap Pemkot Bogor jangan pandang bulu memberantas THM jika memang ingin Kota Bogor bebas dari minol.

Sudah seharusnya yang tidak mematuhi izin juga ditertibkan dan diberikan sanksi tegas agar memberikan efek jera.

“Kalau yang sudah berizin tentu bagus, mereka mematuhi aturan yang ada, nah sekarang tinggal yang gaada izinnya diberantas,” jelas Bayu

Lebih lanjut, AMKB juga menyoroti minimnya transparansi dari Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Kejaksaan dan Kepolisian dalam menindaklanjuti laporan dari masyarakat.

Bayu menegaskan pentingnya partisipasi aktif semua pihak dalam memastikan setiap laporan ditindak secara adil dan terbuka.

Sebagai bentuk respons, AMKB bersama sejumlah elemen masyarakat akan menggelar aksi besar-besaran di Kota Bogor.

“Ini adalah bentuk kepedulian, bukan sekadar oposisi. Kami ingin Kota Bogor diperbaiki dari akar persoalannya,” tutup Bayu. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep Silaturahmi ke Kabupaten Bogor, Ini Tujuannya

Bogordaily.net – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep melakukan kunjungan ke Pendopo Bupati Bogor, pada Jum’at 2 Mei 2025.

Dalam kesempatan itu, Kaesang disambut langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto beserta jajaran yang turut membahas berbagai hal.

Kaesang mengungkapkan bahwa, tujuannya datang ke Kabupaten Bogor untuk melanjutkan silaturahminya ke beberapa daerah di Jawa Barat.

Sekaligus mengenang perjuangan Persis Solo saat berlaga dalam Liga 1 di wilayah Kabupaten Bogor, tepatnya di Stadion Pakansari, Cibinong.

“Ini silaturahmi kami keliling ke Jawa Barat, salah satunya kami ke Kabupaten Bogor. Kabupaten Bogor punya banyak kenangan buat saya pribadi. Terkhusus dulu persis solo bisa lolos ke Liga 1 salah satunya di stadion Pakansari,” kata Kaesang kepada wartawan, Jum’at 2 Mei 2025.

Kemudian, pihaknya akan meminta kepada kadernya untuk terus bersinergi bagi kemajuan Kabupaten Bogor.

“Saya juga sudah instruksikan ke teman-teman PSI yang di Kabupaten bogor untuk bisa bersinergi dengan pemerintah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kaesang turut meminta izin kepada Bupati Bogor untuk melaksanakan kegiatan yang akan berlangsung di Kabupaten Bogor nantinya.

“Kami semua nanti ikut ketua kami yang baru. Ketua kami yang baru ini punya semangat yang besar, jadi saya izin mewanti pak bupati mohon izin kalau ada acara di sini,” ungkap Kaesang.

Sebelumnya diketahui, pada Kamis 1 Mei 2025. lalu putra bungsu Presiden ke-7 RI itu melakukan lawatan ke Kabupaten Bandung. Kemudian, dilanjut ke Kota Bogor pada Jumat 2 Mei 2025 siang.***

Albin Pandita

Presiden Prabowo Bicara Soal Pentingnya Pendidikan Bagi Bangsa saat Kunjungan ke Bogor

Bogordaily.net – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke SDN Cimahpar 5, kota Bogor dalam momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), pada Jum’at 2 Mei 2025.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo memberikan pandanganya soal pendidikan yang ada di Indonesia saat ini.

Menurut Prabowo, tidak mungkin negara  Indonesia menjadi negara sejahtera, serta menjadi negara maju jika pendidikan tidak berhasil.

“Kita mengerti semuanya bahwa pendidikan adalah jalan yang sangat menentukan bagi suatu kebangkitan bangsa,” kata Prabowo dalam sambutan.

Kemudian, Pemerintah RI secara berurutan dari masa ke masa selalu menempatkan pendidikan sebagai hal utama.

Seluruh elit bangsa kata dia, telah menyadari hal ini. Kemudian telah menggariskan strategi pembangunan bangsa yang sudah baik dan benar.

Lebih lanjut, dibandingkan negara lain, Indonesia saat ini menempatkan sebagai yang teratas dalam APBN dengan angka diiatas 22 persen.

“Kita bandingkan dengan negara lain, negara India yang utama adalah pertahanan. Memang mereka mengalami ancaman ancaman terhadap bangsa,” jelasnya.

“Kita bersyukur bahwa cukup lama, berkat kepemimpinan presiden terdahulu. Bangsa kita relatif damai,” tambah Prabowo.

Oleh karena itu, kata Presiden, pendidikan lah yang menentukan negara menjadi negara miskin atau menjadi negara yang baik untuk rakyat.

“Kita masih melihat dan kita tahu begitu banyak sekolah-sekolah yang rusak. Padahal anggarannya ada. Bagaimana bisa satu sekolah toiletnya hanya satu,” imbuhnya.

Selain itu, Prabowo meminta kepada kepala daerah untuk segera dapat melakukan pembenahan infrastruktur khususnya di sekolah.

“Ini saya ingatkan tanggung jawab pemerintah daerah bupati wali kota dan gubernur untuk bersama sama, saya memang menetapkan anggaran kalau dicek cukup besar untuk perbaikan sekolah. Sekitar 16 triliun tapi cukup, hal ini hanya untuk 11 ribu sekolah,” ujar Presiden.

Ia menilai dengan banyaknya jumlah sekolah yang mencapai 330 ribu lebih menjadi tantangan sendiri bagi Pemerintah, dalam memberikan sarana pendidikan yang merata Indonesia.

“Jadi kalau kita perbaiki 11 ribu mungkin perlu 30 tahun semua sekolah bisa diperbaiki. Tapi kita tidak boleh menyerah. Karena itu saya bertekad untuk melakukan penghematan,” ungkapnya.***

Albin Pandita

It’s Family Time! Mulai Besok Ada Petualang Cantik Yang Ajak Kamu Bertualang Jelajahi Surga Tersembunyi Di GTV!

0

Bogordaily.net – Pernah kebayang nggak, jalan-jalan ke surga tersembunyi di Indonesia sambil nyobain makanan khas daerah setempat yang otentik? Sekarang bukan cuma bisa dibayangin aja, GTV sebagai home of entertainment siap ajak kamu seru-seruan lewat program terbaru +62 FO.MO (Food and Moving) yang tayang perdana mulai 3 Mei 2025, setiap Sabtu pukul 19.00 WIB.

Bareng petualang cantik, Vebby Hananto dan Amelya Tambunan, siap-siap diajak traveling dan kulineran, serta menjelajahi berbagai sudut Nusantara dengan cara yang beda dari biasanya.

Perjalanan seru petualang cantik akan dimulai dari Tanjung Lesung, sebuah destinasi indah di ujung barat Pulau Jawa yang menawarkan panorama pantai eksotis dan kearifan lokal yang masih sangat kental. Serta destinasi yang siap bikin kamu bernostalgia, Anyer yang menyimpan keindahan alam dan budaya yang sering kali dilewati. Di sini, Vebby dan Amelya akan mengeksplor budaya masyarakat pesisir!

Di setiap episodenya, mereka bukan sekadar jalan-jalan ke berbagai surga yang tersembunyi. Di tiap destinasi, Vebby dan Amelya akan ditemani petualang lokal lain mencari bahan makanan khas lokal, dan memasaknya langsung, bikin cita rasanya makin otentik!

Bukan cuma bikin momen kumpul keluarga makin seru, +62 FO.MO (Food and Moving) juga bakal bikin kamu makin cinta sama Indonesia. Dari satu tempat ke tempat lain, kamu akan diajak mengenal budaya, makanan, dan cerita dari masyarakat lokal yang jarang tersorot.

Makanya, jangan sampai kelewatan +62 FO.MO (Food and Moving), mulai 3 Mei 2025, setiap Sabtu pukul 19.00 WIB, cuma di GTV! Biar pengalaman nontonnya makin maksimal, pastikan siaran digital GTV di rumah kamu udah jernih. Kalau masih belum oke, coba scan ulang set top box atau atur posisi antenanya. Kalau tetap belum berhasil, tinggal chat aja ke WhatsApp Solusi TV Digital di 0856-9003-900 (Senin–Jumat, pukul 09.00–18.00 WIB).

Dan biar kamu selalu up-to-date sama bocoran destinasi, keseruan di balik layar, dan konten seru lainnya, langsung follow Instagram @officialgtvid sekarang juga, ya! ***

Pendidikan Indonesia di Persimpangan Jalan: Ketidakkonsistenan Kurikulum, Arah Pendidikan Tak Kunjung Jelas

0

Bogordaily.net – Pendidikan sejatinya bukan hanya soal menyampaikan pengetahuan dari guru ke murid. Ia adalah denyut nadi peradaban, yang menentukan arah bangsa dalam menapaki masa depan. Namun di Indonesia, dunia pendidikan seakan terus berjalan dalam lingkaran. Kita seolah bergerak, tetapi tak kunjung sampai pada tujuan yang diharapkan: pendidikan yang merata, berkualitas, dan relevan dengan zaman.

Salah satu titik lemah terbesar kita adalah kegemaran berganti kurikulum setiap kali kursi Menteri Pendidikan berpindah tangan. Fenomena ini sudah berlangsung selama puluhan tahun, dan kini, pada tahun 2025, pola tersebut kembali terulang. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekarang Abdul Mu’ti belum lama ini kembali melempar gagasan tentang “reformasi besar” kurikulum. Alih-alih memperkuat pondasi Kurikulum yang tengah berjalan dan belum selesai dievaluasi, ia justru merancang perubahan signifikan yang belum jelas arah dan basis akademiknya.

Pendidikan seharusnya menjadi pondasi masa depan bangsa, bukan panggung percobaan kebijakan. Namun, di Indonesia, setiap pergantian Menteri Pendidikan hampir selalu disertai dengan perubahan kurikulum. Siklus ini terus berulang, meninggalkan kebingungan di tingkat sekolah dan ketidakpastian di tengah para guru.

Data dari PISA 2022 menunjukkan bahwa Indonesia masih tertinggal dalam capaian literasi, numerasi, dan sains. Siswa Indonesia menempati posisi ke-65 dari 81 negara dalam aspek membaca. Ini seharusnya menjadi alarm bahwa perubahan kurikulum selama ini belum menyentuh akar persoalan pendidikan kita: kualitas guru, pemerataan akses, dan relevansi pembelajaran.

Kebijakan-kebijakan yang sempat ditiadakan kini kembali dihidupkan. Sistem penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA yang sempat dihapus oleh Kurikulum Merdeka kini diberlakukan kembali. Ujian nasional juga muncul kembali dengan nama baru: Tes Kemampuan Akademik (TKA). Semua ini menunjukkan bahwa pendidikan kita tidak memiliki arah jangka panjang yang konsisten.

Yang paling terdampak dari kebijakan zig-zag ini adalah para guru. Banyak dari mereka kini harus kembali menyusun ulang perangkat ajar, RPP, dan sistem asesmen. Mereka baru saja mulai menyesuaikan diri dengan Kurikulum Merdeka, dan kini harus beradaptasi lagi dengan kebijakan baru.

Laporan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) tahun 2024 menunjukkan bahwa 62% guru merasa tidak dilibatkan dalam proses perumusan kurikulum, dan hanya 28% yang memahami arah kebijakan pendidikan nasional secara menyeluruh. Ini bukti nyata bahwa sistem pendidikan kita masih sangat elitis dan top-down.

Pendidikan Bukan Alat Politik

Pendidikan tidak bisa terus-menerus dijadikan ajang pencitraan pejabat. Setiap menteri datang dengan konsep dan istilah baru, seakan pendidikan adalah proyek pribadi yang harus diberi label. Padahal yang dibutuhkan dunia pendidikan adalah keberlanjutan dan keteguhan arah. Menteri Pendidikan seharusnya menjadi pengawal kesinambungan, bukan pembuat kejut kebijakan.

Jika ingin perubahan, lakukan dengan pendekatan bertahap, evaluatif, dan berbasis bukti. Libatkan guru yang mengajar langsung dalam ruang kelas, kepala sekolah, akademisi, serta komunitas pendidikan dalam setiap tahapan pengambilan keputusan. Pendidikan tidak akan maju jika terus dijalankan secara eksklusif dari pusat kekuasaan.

Sudah saatnya kita menata ulang pola pikir kita terhadap pendidikan. Kurikulum tidak seharusnya berganti hanya karena berganti menteri. Pendidikan harus dirancang lintas pemerintahan, dengan visi jangka panjang yang dijaga bersama. Jika kita sungguh-sungguh ingin membangun bangsa, maka pendidikan harus menjadi ruang pembangunan manusia bukan arena politik dan proyek sementara. ***

Penulis: Ketua PC PMII Kota Bogor Abdullah Nuruz Zaini, S. Pd

Tangani Rendahnya Angka Rata-Rata Lama Sekolah di Bogor, Ini Langkah Rudy Susmanto

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto terus melakukan langkah  untuk mengatasi rendahnya angka rata-rata lama sekolah atau RLS di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025.

“Memang banyak yang harus kami kejar yang harus kami selesaikan, dari sisi infrastruktur pun kami akui masih banyak kekurangan. Tapi kepemimpinan kami masuk bulan ke tiga, kami akan berupaya mengejar lima tahun ke depan,” kata Rudy Susmanto.

Adapun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka RLS Kabupaten Bogor pada tahun 2024 yaitu usia 8,39 tahun. Angka tersebut berada jauh di bawah angka  Provinsi Jawa Barat yang tercatat 9,24 tahun, dan angka nasional 9,22 tahun.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto menyusun beberapa sistem pendidikan, salah satunya kejar paket yang terdapat di beberapa tempat, serta pemetaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Bupati Rudy memastikan Pemerintah Kabupaten Bogor akan memprioritaskan wilayah barat, timur, utara, dan selatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

“Kita ingin meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor, tidak hanya di pusat kota,” kata Rudy Susmanto.

Kemudian, Pemerintah Kabupaten Bogor juga segera membentuk sekolah percontohan di SD dan SMP, dengan prioritas di SD terlebih dahulu.

“Kita harus segera memiliki blueprint pendidikan untuk lima tahun ke depan, salah satunya di tahun ini kita membuat sekolah percontohan di SD dan SMP, tapi mungkin di tahun 2025 kita prioritas di SD terlebih dahulu, tempatnya di Muara Beres,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rudy menambahkan, kurikulum yang digunakan di sekolah percontohan tersebut akan mengikuti kebijakan dari Kementerian Pendidikan, dengan tambahan muatan lokal dari Kabupaten Bogor.

“Kurikulumnya kita mengikuti kebijakan dari Kementerian Pendidikan, tetapi nanti mungkin ada tambahan-tambahan tersendiri, muatan lokal dari Kabupaten Bogor,” ungkap Rudy.***

Albin Pandita

Bupati Bogor Serius Atasi Kasus HIV/AIDS

0

Bogordaily.net — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan keseriusannya dalam mengatasi Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Kabupaten Bogor.

“Bupati Bogor menyampaikan bahwa penanggulangan HIV/AIDS adalah salah satu program prioritas di bidang kesehatan selain stunting, anak jalanan, dan disabilitas,” kata Direktur Yayasan Lembaga Kajian Sosial (Lekas) Bogor, Muksin Zaenal Abidin, usai melakukan audiensi dengan Bupati Bogor belum lama ini.

Muksin mengatakan, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bogor adalah tertinggi kedua di Jawa Barat setelah Kota Bandung. Data pada tahun 2024, jumlah ODHA (orang yang telah terdiagnosis positif HIV/AIDS) sebanyak 817 kasus. “Mengalami kenaikan 700 kasus dibanding tahun 2023,” ucapnya, Jumat, 2 Mei 2025.

“Karenanya kami dari Lekas mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya atas respons cepat Bupati Bogor agar penanggulangan kasus HIV/AIDS menjadi program prioritas dan wajib menjadi perhatian serius semua pihak utamanya dinas-dinas terkait,” ungkapnya.

Bahkan secara spesifik, lanjut Muksin, Bupati Bogor juga menginstruksikan agar Pemkab Bogor mulai mengalokasikan anggaran untuk penanganan HIV/AIDS, Lekas sebagai yayasan yang fokus pada penanganan HIV/AIDS mendapatkan kendaraan ambulance untuk operasional serta fasilitas sekretariat.

Dijelaskannya, penanganan HIV/AIDS harus secara komprehensif dan harus melibatkan lintas unsur dan masyarakat.

“Setiap tahun terus meningkat bahkan sudah menyasar ibu hamil, balita, serta usia produktif. Data tahun 2024-2025 bahkan trennya menjangkit usia 25 tahun ke bawah. Maka ini bahaya laten atau bom waktu bagi generasi muda.

Jauh sebelumnya, Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Adang Mulyana, pernah menyebut diperlukan rencana yang terpadu, program HIV/AIDS yang efektif, tepat sasaran, dan dukungan anggaran yang memadai dan berkesinambungan untuk penanggulangan HIV/AIDS.

Dijelaskannya, masalah HIV-AIDS merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS dan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka Penanggulangan HIV/AIDS di daerah.

Berdasarkan Permendagri Nomor 100 Tahun 2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM), pelayanan HIV/AIDS termasuk ke dalam SPM untuk mengukur kinerja bupati/walikota. Sedangkan menurut Permendagri Nomor 84 tahun 2022 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2023 disebutkan bahwa Pemda dapat menyediakan alokasi anggaran dalam APBD 2023.

(Acep Mulyana)

Patroli Satpol PP Kabupaten Bogor di Pakansari, 77 Botol Miras Disita 

0

Bogordaily.net – Sebanyak 77 botol minuman keras (miras) berhasil disita oleh Satpol PP Kabupaten Bogor di kawasan Lingkar GOR Stadion Pakansari, Cibinong, Kamis, 1 Mei 2025.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor, Anwar Anggana mengatakan bahwa, penyitaan puluhan botol miras itu dilakukan dalam kegiatan patroli dari pukul 09.00 WIB hingga 23.00 WIB.

“Melaksanakan kegiatan patroli rutin di lingkar GOR Stadion Pakansari, serta menindak tegas pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan dan diatas trotoar,” kata Anwar Anggana Jumat, 2 Mei 2025.

Kemudian, dalam pelaksanaan penertiban para PKL, Anwar menemukan sebanyak 77 botol miras yang dijual di salah satu lapak.

“Melakukan penyitaan barang kepada PKL yang masih berjualan di bahu jalan dan pedestrian, total minuman keras yang disita berjumlah 77 botol yang lokasinya di samping Tenis Indoor atau Motocross,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, sejumlah PKL saat ini masih membandel untuk berjualan di pedestrian yang sudah dilarang.

“Beberapa PKL masih saja melakukan pelanggaran-pelanggaran,” ungkap Anwar Anggana.(Albin Pandita)