Wednesday, 15 April 2026
Home Blog Page 757

Menjelajah Dataran Tinggi Dieng, Sigandul View Cafe, hingga Semarang

0

Bogordaily.net – Dari dataran tinggi yang diselimuti kabut hingga kota pesisir yang penuh sejarah, perjalanan ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Perjalanan saya kali ini dimulai dari Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah, menikmati panorama dari atas awan dan kekayaan budaya yang masih terjaga.

Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan ke Sigandul View Cafe, sebuah tempat ngopi dengan pemandangan pegunungan yang memukau. Tak berhenti di sana, perjalanan berlanjut ke Semarang, khususnya Kota Lama yang penuh bangunan bersejarah dan Simpang Lima yang menjadi pusat keramaian kota.

Dataran Tinggi Dieng: Negeri di Atas Awan

Dieng memang layak disebut “ Negeri di Atas Awan. ” Begitu tiba, udara dingin langsung terasa, kontras dengan panasnya kota . Suasana sore di sini begitu khas kabut tipis perlahan turun, menyelimuti desa-desa kecil dan perbukitan di sekitarnya.

Di atas Dataran Tinggi Dieng, tampak rumah-rumah penduduk berjajar rapi, dengan asap dapur kayu bakar yang sesekali mengepul di udara, menciptakan suasana yang hangat di tengah dinginnya sore. Di kejauhan, lahan pertanian bertingkat menambah keindahan lanskap Dieng, menghadirkan pemandangan yang tenang dan menyejukkan mata.

Menikmati Sunset di Bukit Sikunir

Salah satu alasan utama ke Dieng adalah menyaksikan matahari terbenam di Bukit Sikunir.Setelah turun dari Bukit Sikunir, perjalanan berlanjut ke Kawah Sikidang, kawah vulkanik yang masih aktif. Bau belerang cukup menyengat, tetapi pemandangannya sangat unik. Asap putih mengepul dari tanah, menciptakan suasana yang berbeda dari tempat lain.

Mencicipi Kuliner Khas Dieng

Dieng juga punya kuliner khas yang sayang untuk dilewatkan, salah satunya mi ongklok. Mi bertekstur kenyal ini disajikan dengan kuah kental bercita rasa gurih, biasanya dipadukan dengan sate sapi yang empuk dan potongan kol serta daun kucai. Kombinasi ini menciptakan rasa yang unik dan khas, terutama saat disantap di tengah udara dingin Dieng.

Selain itu, ada juga carica, manisan dari buah khas Dieng yang sekilas mirip pepaya mini. Rasanya segar dengan sedikit sensasi asam yang menyegarkan, cocok sebagai
camilan atau oleh-oleh khas dari daerah ini.

(pemandangan di kawah sikidang dan makanan mir ongklok)

Sigandul View Cafe: Ngopi dengan Panorama Pegunungan

Setelah puas menjelajahi Dieng, perjalanan berlanjut ke Sigandul View Cafe, sebuah tempat ngopi dengan pemandangan yang indah. Kafe ini terletak di pinggir tebing, memberikan pengalaman menikmati kopi yang berbeda .

Saat tiba, saya langsung dibuat takjub oleh pemandangannya. Dari sini, perbukitan hijau membentang luas, berpadu dengan kabut tipis yang menyelimuti desa-desa di kejauhan. Desain kafe yang modern dan terbuka semakin menambah kenyamanan, membuat pengunjung betah berlama-lama.

Saya memesan kopi, beberapa camilan, dan segelas cokelat panas. kombinasi sempurna untuk menemani udara sejuk khas pegunungan. Duduk di area outdoor, saya menikmati setiap tegukan sambil memandangi pemandangan yang begitu tenang dan menenangkan.

Salah satu daya tarik utama di sini adalah spot foto instagramable yang menghadap langsung ke jurang. Rasanya sayang jika melewatkan kesempatan untuk mengabadikan momen dengan latar pemandangan seindah ini. Setelah puas bersantai dan berfoto, saya pun melanjutkan perjalanan ke Semarang, siap mengeksplorasi keindahan Kota Lama dan Simpang Lima.

(pemandangan sunset di Sigandul View Cafe)

Semarang: Perpaduan Sejarah dan Modernitas

Dari Sigandul, saya melanjutkan perjalanan ke Semarang, ibu kota Jawa Tengah. Perubahan suasana sangat terasa yaitu dari sejuknya pegunungan, kini saya tiba di kota pesisir yang lebih hangat dan ramai.

Kota Lama: Jejak Kolonial di Tengah Kota

Tujuan pertama di Semarang adalah Kota Lama, kawasan yang dipenuhi bangunan peninggalan Belanda. Saat berjalan di sini, saya merasa seperti berada di Eropa versi tropis. Gereja Blenduk dengan atap kubahnya yang khas menjadi ikon utama kawasan ini.

Saya juga mengunjungi beberapa spot menarik, tempat yang nyaman untuk duduk santai. Tak lupa, saya mampir ke salah satu kafe vintage di sana untuk menikmati kopi dan menikmati suasana Kota Lama yang klasik.

Simpang Lima: Pusat Keramaian Semarang

Malam harinya, saya menuju Simpang Lima, alun-alun yang menjadi pusat kehidupan malam Semarang. Area ini dikelilingi oleh mal, hotel, dan pusat kuliner. Di sini, saya mencoba beberapa makanan khas seperti lumpia Semarang yang gurih dan tahu gimbal yang disajikan dengan bumbu kacang.

Saya juga menyewa sepeda hias berlampu warna-warni yang sering dijumpai di Simpang Lima. Berkeliling alun-alun dengan sepeda ini sambil menikmati suasana malam menjadi pengalaman seru yang menutup perjalanan saya dengan sempurna.

Aysa Ananda Gusra
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

 

Wamenkop: Semangat Syarikat Islam dan Koperasi Tidak Bisa Dipisahkan

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa sejarah panjang perjalanan koperasi di Indonesia ternyata tak bisa lepas dari kebesaran dan kesuksesan para saudagar dan pedagang-pedagang yang merupakan anggota dari Syarikat Dagang Islam.

“Keduanya sama-sama mengutamakan kebermanfaatan, keadilan, hingga persaudaraan. Jadi, gerakan Syarikat Islam itu sangat mewarnai gerakan koperasi di Indonesia, oleh karena itu semangatnya tidak bisa dipisahkan dengan Koperasi,” kata Wamenkop Ferry, pada acara Halal Bihalal 1446 Hijriah DPW Syarikat Islam Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, Minggu (27/4).

Wamenkop mengajak Syarikat Dagang Islam secara bersama-sama memanfaatkan dengan sebaik-sebaiknya kolaborasi dengan Kementerian Koperasi dalam pemberdayaan koperasi di Indonesia.

“Ini merupakan Dakwah ekonomi atau jihad ekonomi bagaimana menjadikan koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi. Kita akan bangun kembali koperasi sebagai bandar usaha yang berwibawa, bisa bersaing dengan bandar usaha milik negara, swasta, dan lainnya,” ucap Ferry.

Wamenkop Ferry menjelaskan, para saudagar dan pedagang yang beberapa diantaranya merupakan anggota Syarikat Islam kemudian bergotong royong mendirikan koperasi dan melaksanakan aktivitas ekonomi.

Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang mewarnai konsep ekonomi pada koperasi, yaitu menyajikan model ekonomi secara bersama-sama, sehingga sejalan dengan asas dan nilai-nilai syariah.

Ferry pun merujuk program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh desa di Indonesia.

“Melalui program itu, semua dimiliki negara. Baik itu pembiayaannya, fasilitasnya, dan sebagainya, semuanya dikerahkan untuk menjadikan Kopdes Merah Putih,” kata Ferry.

Ferry menekankan bahwa Kopdes/Kelurahan Merah Putih bisa menjadi alat perjuangan untuk menjadikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud secara merata.

“Bisa menjadi alat perjuangan untuk mempercepat proses perputaran uang di desa-desa. Bisa menjadi alat perjuangan untuk memperbesar pertumbuhan ekonomi di desa-desa,” ulas Ferry.

Bahkan, lanjut Ferry, Presiden Prabowo Subianto tidak ingin lagi masyarakat pedesaan yang terjerat pinjaman online, rentenir, dan tengkulak. “Bagi kita yang ada di Syarikat Islam, ini adalah dakwah ekonomi dan jihad ekonomi Syarikat Islam,” ucap Ferry.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Syarikat Islam Jawa Timur (Jatim) Achmad Subagio mengatakan, pihaknya senantiasa menyambut baik kolaborasi untuk kemajuan dan pengembangan koperasi bersama Kemenkop.

Terlebih, saat ini terdapat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional dan anggota Syarikat Islam Jatim terutama di Madura banyak yang bergerak di bidang bisnis sektor garam.

“Pembentukan koperasi harus segera kita lakukan dan bisnis modelnya harus segera dibuat. Nanti Pak Ferry akan bisa memberikan strategi bisnis yang bisa kita kerjakan. Tahun ini koperasi harus sudah klop,” ujar Subagio. ***

Uji Coba Motor Matic Yamaha Berhasil Setelah Direndam 30 Jam

0

Bogordaily.net – Uji coba motor matic Yamaha terbaru yaitu Gear Ultima berhasil setelah direndam selama 30 jam di aliran sungai Bendung Katulampa sejak Sabtu 26 April sampai Minggu 27 April 2025.

Keberhasilan tersebut dibuktikan dengan ketahanan mesin dan kelistrikan yang masih berfungsi normal dan bisa dijalankan dengan baik tanpa ada hambatan.

Tak hanya direndam, Yamaha juga menguji ketahanan Gear Ultima dengan menjatuhkannya dari ketinggian. Tujuannya untuk membuktikan kekuatan dan daya tahan motor terbaru mereka.

“Melalui uji coba ini, kita membuktikan bahwa Yamaha itu hebat dan no debat. Meski dalam keadaan banjir, motor masih bisa bertahan,” ujar M. Akyas dari Divisi Education Yamaha

Ia menjelaskan, setelah direndam lebih dari sehari, motor tetap dalam kondisi prima. Mesin masih bisa menyala, dan semua komponen berfungsi normal tanpa ada kerusakan berarti.

“Motor ini keluaran terbaru kita, tahun 2025. Dengan tes ini, kita ingin menunjukkan bahwa Gear Ultima aman saat menghadapi banjir. Ini menjawab tantangan di Indonesia, di mana beberapa daerah memang rawan banjir,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa hasil uji coba ini menunjukkan tidak ada komponen yang rusak, tidak ada bagian yang berkarat, bahkan ketika motor dijatuhkan, rangkanya tetap aman tanpa lecet.

“Harapannya, kita ingin memastikan bahwa motor Yamaha benar-benar kuat, hebat, dan sparepart-nya tetap aman tanpa perlu pergantian,” pungkasnya. ***

Muhammad Irfan Ramadan

RS BSH Hadirkan Layanan BPJS Kesehatan: Sosialisasi Perdana di Kelurahan Muarasari Bogor Selatan

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit atau RS BSH terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat luas dengan menghadirkan layanan BPJS Kesehatan. Sebagai langkah awal, kegiatan sosialisasi pembukaan layanan BPJS Kesehatan digelar pada hari Kamis, 24 April 2025, bertempat di aula Kelurahan Muarasari, Bogor Selatan.

Acara berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, dan dihadiri antusias oleh berbagai elemen masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh perangkat Kelurahan Muarasari, perwakilan RW, RT, kader kesehatan, serta unsur Babinsa dan tokoh masyarakat lainnya.

Kegiatan sosialisasi pembukaan layanan BPJS Kesehatan RS BSH digelar pada hari Kamis, 24 April 2025, bertempat di aula Kelurahan Muarasari, Bogor Selatan.

Suasana berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara rumah sakit dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Lurah Muarasari, Mugya Mulyawan menyampaikan apresiasi atas inisiatif RS BSH yang turut mendukung pemerataan akses layanan kesehatan.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Mugi Mulyawan Lurah Kelurahan Muarasari dalam hal ini kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Rumah Sakit Bogor senior Hospital yang ada di wilayah kami Kelurahan Muarasari, yang kegiatannya sekarang melayani BPJS Kesehatan, jadi ini keuntungan bagi kami khususnya warga Kelurahan Muarasari untuk Bisa berobat ke rumah sakit terdekat yang mana warga kami kebanyakan menggunakan BPJS Kesehatan, jadi dengan adanya pelayanan BPJS kesehatan di Rumah Sakit BSH kami sangat berterima kasih dan mungkin untuk warga kami itu sangat terbantu dan Bisa berobat di faskes fasilitas kesehatan terdekat di wilayah Muarasari,” ujarnya.

Pihak RS BSH juga memaparkan secara langsung mekanisme layanan BPJS Kesehatan di rumah sakit, mulai dari alur pendaftaran, jenis layanan yang tersedia, hingga komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan profesional kepada seluruh peserta BPJS Kesehatan.

Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menjadi ajang berbagi informasi, namun juga membuka ruang dialog langsung antara warga dan pihak RS BSH, guna menyerap masukan dan menjawab berbagai pertanyaan dari masyarakat. Harapannya, langkah ini akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan mendorong pemanfaatan layanan BPJS secara optimal.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, RS BSH menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam memberikan layanan kesehatan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan kesehatan di Rumah Sakit BSH, hubungi (0251)755-6777 atau 0817-7099-8889. Rumah Sakit BSH siap melayani kebutuhan kesehatan Anda. ***

Sambil Peluk Fotonya, Bimbim Slank Lepas Kepergian Bunda Iffet

0

Bogordaily.net – Kabar duka datang dari personel band legendaris Slank. Ibunda Bimbim, Bunda Iffet Veceha Sidharta meninggal dunia di usia 87 tahun.

“Telah wafat dengan tenang diiringi keluarga tercinta, Bunda Iffet Veceha binti Abdul Azis St Besar (87 tahun) pada hari ini, Sabtu 26 April 2025 pukul 22.42 WIB,” tulis pesan singkat tersebut.

Setelah disemayamkan di Jalan Potlot 3 No.14, kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, jenazah Bunda Iffet akan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak.

Proses pemakaman Bunda Iffet, diselimuti haru. Jenazah Bunda Iffet tiba di lokasi pukul 12.20 WIB. Sebelumnya, jenazah sempat disalatkan di Masjid Al-Hidayah yang berada di dekat rumah duka, kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Begitu tiba di pemakaman, haru menyeruak. Bimbim yang merupakan drummer sekaligus vokalis Slank ikut turun ke liang lahat untuk menurunkan jenazah ibundanya.

Setelah kembali naik dari liang lahad, tatapan Bimbim terlihat kosong. Ia berdiri menghadap ke arah jenazah Bunda Iffet yang belum dikuburkan, seolah menahan luapan emosinya.

Bimbim berusaha tegar sepanjang pemakaman. Namun, raut wajah pria berusia 58 tahun itu menunjukkan kesedihan mendalam.

Beberapa kali Bimbim berusaha menarik napas supaya tangisnya tertahan. Sementara beberapa anggota keluarga lainnya tidak mampu menahan duka, ada yang menangis sesenggukan, ada juga yang berupaya tetap kuat.

Saat doa dipanjatkan untuk almarhumah Bunda Iffet, Bimbim memegang erat foto ibunda. Dengan tangan lainnya, ia mengelus-elus batu nisan yang baru saja diletakkan.

Prosesi pemakaman Bunda Iffet diwarnai dengan doa dan air mata dari keluarga, kerabat, dan para sahabat yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Sehari sebelum meninggal dunia, Bimbim mengabarkan sang Bunda sedang dirawat di rumah sakit. Ia meminta doa untuk kesembuhan sang ibunda.

“Tolong doain ya, bunda sekarang lagi di rumah sakit. Lagi drop sih sekarang butuh recovery panjang,” ujar Bimbim.

Bimbim menegaskan Bunda Iffet sudah mendapat penanganan dari rumah sakit sejak tiga hari lalu. Mengenai sakit yang diidap Bunda Iffet, Bimbim belum bisa dijelaskan karena masih observasi.

“Masih observasi, mungkin ya sekarang mulai melemah,” jelas Bimbim saat itu.

Bunda Iffet adalah sosok penting dalam perjalanan musik Slank. Bunda Iffet sangat ikonik dan erat hubungannya dengan kesuksesan Slank. ***

 

Wamenkop: RAT Momen Penting Koperasi Untuk Evaluasi Kinerja dan Susun Rencana Strategis

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menekankan bahwa Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan momen yang sangat penting bagi koperasi karena bisa mengevaluasi kinerja koperasi selama satu tahun terakhir, serta merencanakan langkah-langkah strategis yang akan diambil di masa mendatang.

“Saya ingin menekankan bahwa koperasi memiliki peran yang sangat vital dalam perekonomian kita, khususnya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan anggota,” papar Wamenkop, pada acara RAT Koperasi Konsumen Pegawai Pelabuhan Indonesia (Kopelindo) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (26/4).

Seiring dengan perkembangan zaman, lanjut Wamenkop, digitalisasi kini menjadi salah satu faktor utama yang dapat mempercepat kemajuan koperasi di Indonesia.

“Kopelindo telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam memanfaatkan teknologi digital, melalui penggunaan aplikasi untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperluas akses layanan, serta memberikan kemudahan kepada seluruh anggotanya,” ulas Wamenkop Ferry.

Bagi Wamenkop, langkah ini selaras dengan program Kemenkop yang terus mendorong digitalisasi koperasi, guna menciptakan koperasi yang lebih moderen, efisien, dan kompetitif di era digital.

Wamenkop menambahkan, peningkatan efisiensi operasional dan perluasan layanan melalui teknologi digital Kopelindo, tidak terlepas dari inovasi manajemen Kopelindo yang dapat menjadi contoh dan acuan bagi koperasi lainnya.

“Di mana keberhasilan koperasi tidak lepas dari partisipatif aktif dan kesolidan seluruh anggotanya,” tandas Wamenkop.

Wamenkop memaparkan, dengan total Rp700-an miliar tahun ini Kopelindo bisa membagi SHU sebesar Rp19 miliar. Anggota Kopelindo pun juga meningkat menjadi 5000-an anggota hasil penggabungan badan usaha Pelindo. “Ini merupakan indikator kuat Kopelindo akan menjadi koperasi yang tambah besar di masa yang akan datang,” kata Wamenkop.

Terlebih lagi, menurut Wamenkop, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar pada penguatan koperasi, menjadikannya instrumen penting untuk pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945.

Saat ini, pemerintah tengah meluncurkan program pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia untuk menjadi lembaga ekonomi yang memberdayakan masyarakat desa, mendorong kemandirian ekonomi lokal, dan memperkuat ekonomi berbasis gotong royong.

“Presiden menekankan bahwa Kopdes Kelurahan Merah Putih harus mengatasi tantangan seperti rantai distribusi panjang, keterbatasan modal, dan dominasi tengkulak, serta menjadi solusi untuk menekan harga pokok dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkap Wamenkop.

Wamenkop mengajak seluruh anggota Kopelindo untuk terus berkolaborasi, menjaga komitmen, serta bersama-sama menjalankan prinsip koperasi yang berlandaskan pada asas kekeluargaan, gotong royong, dan saling menguntungkan.

“Dari contoh sukses Kopelindo, dapat menularkan semangat dan pengelolaan disini dengan juga bergabung menjadi anggota Kopdes Merah Putih di desa dan kelurahan masing-masing,” imbuh Wamenkop.

Menurut Wamenkop Ferry, pihaknya terus berkomitmen penguatan koperasi di seluruh Indonesia dari berbagai aspek. “Dalam upaya ini, kami berharap koperasi-koperasi seperti Kopelindo dapat terus mengembangkan inovasi dan meningkatkan daya saingnya sesuai kebutuhan zaman,” tukas Wamenkop Ferry.

Wamenkop mengungkapkan, para anggota dan Kopelindo sendiri telah merasakan manfaat dari koperasi ini. “Kami berharap Kopelindo dan para anggota dapat terus mendorong mainstreaming koperasi bagi para stakeholder dan masyarakat luas,” jelas Wamenkop.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kopelindo Fahrus Salam mengatakan, Kopelindo mendukung terwujudnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan siap menjadi mitra, hingga bisa menjadi bagian dari pembinaan dan pemagangan kepada calon-calon pengurus dan pengawas.

“Kopelindo sudah berusia 47 tahun dan memiliki aset sebesar Rp711 miliar. Semoga pengurus yang nanti melanjutkan dapat juga membawa koperasi ini menjadi katalis melalui kita semua,” ujar Fahrus. ***

Serius Pangan Nusantara, UMKM Kopi yang Bertumbuh hingga Go Global Berkat Pemberdayaan BRI

0

Bogordaily.net – Serius Pangan Nusantara merupakan salah satu UMKM unggulan yang berhasil berkembang di industri kopi Indonesia. Didirikan oleh Elfira Agustina bersama suaminya, bisnis ini telah melalui berbagai tantangan dan membuktikan ketangguhannya dalam menghadapi perubahan pasar.

Berawal dari usaha coffee shop di Solo, Jawa Tengah, sejak 2014, Serius Pangan Nusantara berkembang dengan pesat. Namun, pandemi Covid-19 membawa tantangan besar yang mengubah kebiasaan konsumsi kopi masyarakat. Elfira dan suaminya melihat peluang dalam bisnis roaster coffee, sehingga mereka beralih fokus dan mulai menjual produk secara online melalui e-commerce dan media sosial.

“Awalnya kami fokus pada bisnis coffee shop, namun saat pandemi, permintaan berubah. Kami melihat peluang di bisnis roaster coffee dan mulai menjual produk kami secara online,” ujar Elfira.

Dengan mempertahankan kualitas dan inovasi, Serius Pangan Nusantara terus menarik perhatian pelanggan, bahkan setelah tren ngopi di kedai kembali meningkat pasca pandemi. Strategi pengembangan pasar pun dilakukan, termasuk memperluas jaringan bisnis melalui berbagai pameran dan kolaborasi.

Bagi Elfira, keikutsertaan dalam berbagai ajang pameran menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan produk mereka ke pasar yang lebih luas. Dengan bertemu langsung dengan pelanggan, Serius Pangan Nusantara dapat membangun brand awareness dan meningkatkan kepercayaan terhadap produknya.

Salah satu ajang yang memberikan dampak besar bagi perkembangan bisnisnya adalah BRI UMKM EXPO(RT) 2025. Dengan mengikuti event ini, Serius Pangan Nusantara mendapatkan kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan produknya kepada calon pelanggan dan mitra bisnis potensial.

“Di sini kami bisa bertemu langsung dengan banyak orang, calon pelanggan bisa merasakan pengalaman secara langsung, berbeda jika hanya berjualan online,” tambahnya.

Selain itu, ajang pameran dan pertemuan dengan sesama pelaku usaha menjadi peluang untuk berbagi pengalaman serta membuka pintu bagi kolaborasi baru. Kesempatan ini menjadi dorongan bagi Serius Pangan Nusantara untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya.

Dengan semangat inovasi dan ketekunan, UMKM ini terus menunjukkan eksistensinya di industri kopi Indonesia. Tidak hanya berfokus pada penjualan produk, Elfira juga melihat pentingnya membangun hubungan dengan distributor dan investor potensial untuk memperluas jangkauan bisnisnya.

“Dengan semakin berkembangnya usaha ini, kami semakin termotivasi untuk terus menghadirkan produk berkualitas dan memperluas jaringan pasar,” kata Elfira.

Elfira berharap agar semakin banyak UMKM seperti Serius Pangan Nusantara yang bisa terus berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. Kisah suksesnya menjadi inspirasi bahwa dengan inovasi, ketekunan, dan strategi yang tepat, UMKM Indonesia dapat tumbuh dan menjadi pemain utama di industrinya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan kami dalam mendorong UMKM Indonesia menjadi pemain global.

“Kisah sukses dari Serius Pangan Nusantara merupakan bentuk dukungan nyata BRI untuk mendorong pengusaha UMKM go global yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekspor produk lokal,” ujar Hendy.

Hendy menjelaskan bahwa gelaran BRI UMKM EXPO(RT) 2025 menjadi salah satu wujud komitmen BRI dalam mendorong lebih banyak UMKM binaan BRI untuk go international. “Acara yang berlangsung pada 30 Januari-2 Februari 2025 di ICE BSD City ini sukses dihadiri oleh lebih dari 69 ribu pengunjung, mencatatkan transaksi lebih dari Rp40 miliar dan realisasi kontrak ekspor mencapai US$90,6 juta atau sekitar Rp1,5 triliun”, ungkapnya. ***

Terpilih Jadi Ketua Umum IKA Trisakti, Menteri Maman Gaungkan Semangat Kewirausahaan

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman resmi terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Trisakti periode 2025-2029 secara aklamasi melalui Rapat Umum Anggota (RUA) IKA Trisakti 2025 yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (26/4).

Dalam pidato sambutannya, Menteri Maman mengajak para alumni Universitas Trisakti untuk bergotong royong menumbuhkan rasio kewirausahaan.

Kementerian UMKM menargetkan rasio kewirausahaan nasional sebesar 3,14 persen pada 2025, 3,60 persen pada 2029, dan 8 persen pada 2045.

“Salah satu yang diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada saya adalah menumbuhkan rasio kewirausahaan. Semoga lewat jabatan baru ini, kita bisa kompak membantu program Presiden,” ujarnya.

Menteri UMKM melanjutkan, mengemban jabatan adalah perkara memegang nilai yang bisa membawa manfaat untuk banyak pihak.

“Saya belajar tingkat tertinggi dari seorang pemimpin adalah keikhlasan, dan saya banyak belajar hal ini dari Bang Silmy,” ujar Menteri UMKM saat memberi pidato sambutan.

Maman melanjutkan estafet kepemimpinan Ketua Umum IKA Trisakti dari Silmy Karim, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Menurutnya, proses pembelajaran inilah yang akan terus ditularkan ke generasi selanjutnya, sehingga alumni bisa berkontribusi semakin besar kepada almamater, bangsa, dan negara.

Menteri Maman merangkum visi misinya lewat slogan “Back to Barrack”, karena menurutnya hal ini mewakili sejuta makna yang berdampak pada hal positif.

“’Back to Barrack’ bisa bicara soal kembali ke romantisme dunia kemahasiswaan, semangat idealisme kita, hingga panggilan hati nurani tentang apa yang kita perjuangkan dan kontribusikan bagi negara,” ujarnya.

Sebelumnya, Maman ditetapkan sebagai satu-satu calon ketua oleh Panitia Pengarah (Steering Committee/SC) RUA IKA Trisakti 2025 setelah melalui proses penjaringan dan verifikasi administratif yang ketat.

Berdasarkan hasil verifikasi, hanya Menteri Maman yang memenuhi seluruh persyaratan administratif, serta mendapat dukungan sah dari Anggota Tetap IKA Trisakti.

Ketua SC RUA IKA Trisakti Syafaat Perdana menegaskan, seluruh tahapan telah dilakukan secara independen, profesional, dan transparan demi menjaga integritas organisasi.

RUA IKA Trisakti 2025 mengangkat tema Connect and Collaborate for Sustainability, sebagai wujud komitmen alumni Trisakti dalam memperkuat jejaring lintas fakultas dan sekolah tinggi.

Forum ini juga diharapkan mampu mendorong transformasi kelembagaan Trisakti menuju Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH), serta memperkuat kontribusi alumni dalam menjawab tantangan bangsa.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh elemen alumni, mencakup 9 ikatan alumni fakultas, yakni IKA Fakultas Hukum, IKA Fakultas Ekonomi dan Bisnis, IKA Fakultas Kedokteran, IKA Fakultas Kedokteran Gigi, IKA Fakultas Teknik Perencanaan dan Sipil, IKA Fakultas Teknologi Industri, IKA Fakultas Teknik Kebumian dan Energi, IKA Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknologi Lingkungan, dan IKA Fakultas Seni Rupa dan Desain.

Kemudian 5 Ikatan Alumni Sekolah Tinggi yakni IKA Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (Institut Transportasi & Logistik), IKA Pariwisata (Institut Pariwisata Trisakti), IKA Trisakti School of Management, IKA Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi, IKA Trisakti School of Multimedia, dan 1 IKA Pascasarjana Trisakti. ***

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim Dorong Pengelolaan Sampah Mandiri

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim meresmikan hasil revitalisasi Taman Kreasi Olah Sampah Terintegrasi (Takesi) Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Reduce, Reuse, Recycle (3R) Mutiara Bogor Raya (MBR) di Jalan Regional Ring Road (R3), Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Sabtu (26/4/2025).

Keberadaan Takesi TPST 3R MBR ini merupakan bagian dari semangat Kota Bogor dalam penanganan sampah yang dikelola langsung oleh warga, sehingga membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan sampah.

“Sehingga ada kebersamaan, kontribusi, sinergi, dan ini bentuk nyata dari sinergi, kolaborasi, partisipasi, serta semangat warga untuk bisa menangani dan mengelola sampah dari rumah masing-masing di wilayahnya,” ucap Dedie Rachim.

Takesi TPST 3R MBR ini tidak hanya mengelola sampah untuk mengurangi volume yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga mampu menghasilkan ekonomi sirkular (green economy) serta menciptakan serapan tenaga kerja.

Saat ini, timbulan sampah di Kota Bogor dalam sehari mencapai 800 ton. Dari jumlah tersebut, 20 persen sampah dapat dikelola, baik oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor maupun bersama warga.

Model-model pengelolaan sampah dengan konsep TPST 3R ini terus dikembangkan agar jumlah sampah yang dibawa menuju TPA semakin sedikit.

“Saat ini jumlah TPST 3R di Kota Bogor ada 30. Ini sudah menjadi modal untuk kita kembangkan dan tularkan agar menjadi seperti ini,” ujar Dedie Rachim.

Dengan begitu, ia berharap Kota Bogor bisa kembali meraih Adipura yang merupakan representasi dari kerja, kolaborasi, sinergi, dan semangat pengelolaan sampah oleh pemerintah, warga, serta berbagai stakeholder lainnya.

Ke depan, permasalahan sampah ini juga perlu didiskusikan kembali, agar Kota Bogor memiliki instalasi ataupun teknologi pengelolaan sampah yang lebih modern.

Ketua TPST 3R Katulampa, Bandung Sahari, menjelaskan alur pengolahan sampah ini dimulai dari pemilahan di masing-masing rumah, kemudian diangkut menggunakan truk atau pick up. Setelah terkoleksi, sampah dikumpulkan dan dipisahkan antara organik dan anorganik.

“Setelah itu organik dan anorganik ditimbang, dilaporkan ke dinas. Selanjutnya, yang anorganik kita pilah sesuai nilai ekonomisnya, sedangkan yang organik kita olah menjadi pakan maggot dan pakan ayam,” ujarnya.

Pada lahan seluas sekitar 1.300 meter ini, Takesi TPST 3R MBR memiliki beberapa area, di antaranya gudang anorganik, area sampah anorganik, area sampah campuran, area sampah organik, area ayak kompos, rumah ayam, ruang penetasan ayam, bilik bibit BSF, rumah maggot, kolam bioflok, aquaponik, area terbuka, dan sebagainya.

Dari pengolahan sampah ini, Takesi TPST 3R MBR mampu menangani sampah yang dihasilkan dari 900 kepala keluarga, dengan total 1,7 ton sampah per hari.

Tak hanya itu, kolaborasi dan sinergi pengelolaan sampah antara masyarakat, pemerintah, dan stakeholder lainnya ini juga menjadi tempat pembelajaran. Bahkan terakhir, Takesi TPST 3R ini mendapat kunjungan dari negara Finlandia yang ingin belajar tentang pengelolaan sampah.

Sejak tahun 2023, lokasi ini menjalin kolaborasi dan kerja sama dengan WWF.

Program Coordinator Plastic Smart Cities WWF Indonesia, Munawir, mengatakan bahwa WWF menetapkan Bogor sebagai salah satu dari enam kota di dunia yang terkoneksi dengan sistem PBB dalam penanganan sampah.

“Kota Bogor menjadi pusat perhatian pada 2023, karena hadir dalam pertemuan di Paris. Dari sana, pemimpin dunia melihat bahwa Indonesia cukup bagus dalam pengelolaan sampahnya, salah satunya Kota Bogor,” ujarnya.

Keberadaan WWF di Takesi TPST 3R MBR mendukung beberapa hal terkait aktivitas Capex (Capital Expenditure) dan Opex (Operating Expenditure), antara lain transportasi untuk peningkatan cakupan layanan, pengembangan lembaga, pendampingan, dan pengembangan ekonomi sirkular.

“Program Plastic Smart Cities ini sebenarnya adalah program internasional yang diinisiasi oleh WWF Global, di mana kami memusatkan kegiatan pada kota-kota yang memiliki tujuan yang sama untuk mengurangi kebocoran sampah ke alam,” ujarnya.

Di Kota Bogor, WWF tidak hanya bekerja sama dengan Takesi TPST 3R MBR, tetapi juga dengan 9 TPST lainnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto, mengatakan keberadaan Takesi TPST 3R MBR ini merupakan bagian dari upaya bersama antara pemerintah, warga, serta berbagai instansi terkait untuk menangani permasalahan sampah.

“Selama ini pola kita adalah kumpulkan, angkut, kemudian bawa ke tempat pengolahan akhir atau TPA. Namun, sejak beberapa tahun lalu, kita mulai melakukan upaya pengolahan sampah dari rumah tangga. Ini terus kita kembangkan dan perluas cakupannya,” ujarnya.

Ke depan, konsep TPST 3R MBR ini akan dikembangkan ke 30 lokasi lainnya untuk memperluas cakupan.

Sehingga, target penurunan sampah yang dibawa ke TPA dari semula 20 persen bisa meningkat menjadi 30 hingga 40 persen.

“Insyaallah peningkatan itu bisa kita lakukan dengan semangat kolaborasi dan sinergi bersama untuk menangani sampah dari sumbernya,” ungkapnya. ***

Mimpi Besar Yantie Rachim, Membawa Batik Bogor ke Panggung Dunia

0

Bogordaily.net – Ketua Dekranasda Kota Bogor, Yantie Rachim, menyampaikan mimpinya untuk membawa batik Bogor ke tingkat yang lebih tinggi.

Hal tersebut ia sampaikan dalam peluncuran buku Sri Ratna Handayani yang berjudul “Menjaga Batik, Merawat Indonesia” di Atrium Lantai 2, Botani Square, Kota Bogor.

“Batik Bogor ini menjadi identitas Kota Bogor. Mimpi saya sangat besar untuk batik Bogor, yaitu batik Bogor harus dibawa ke tingkat internasional,” ucapnya, Sabtu (26/4/2025).

Yantie Rachim menegaskan bahwa pelestarian batik bukan sekadar tentang mempertahankan tradisi, tetapi juga tentang memperkenalkannya ke dunia luas.

Untuk itu, dirinya terus merangkul seluruh pelaku usaha dan perajin batik di Kota Bogor agar terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional.

“Pesan yang ingin disampaikan cuma satu aja, cintai batik dan jaga kelestariannya,” ucapnya.

Ia berharap batik Bogor tak hanya menjadi bagian dari identitas lokal, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional yang bisa bersaing di panggung dunia.

Selain itu, Yantie Rachim juga berharap agar warga Kota Bogor turut membantu mempromosikan batik Kota Bogor ke mancanegara.

“Warga Bogor yang bepergian ke luar negeri, baik untuk urusan dinas maupun liburan, saya harap untuk mengenakan batik Bogor dalam kegiatan mereka, sekaligus memperkenalkannya kepada teman-teman maupun warga setempat,” tuturnya.

Penulis buku sekaligus pemilik gerai Handayani Geulis Batik Bogor, Sri Ratna Handayani, mengungkapkan bahwa anak muda saat ini perlu lebih mengenal batik agar bisa menghargai dan mencintainya.

“Jika mereka mengenal dan memahami proses pembuatan batik, saya yakin mereka akan lebih menghargai batik,” ujarnya.

“Terima kasih kepada Ibu Yantie Rachim dan Pemerintah Kota Bogor yang sangat mendukung Batik Bogor,” sambungnya.

Sebagai informasi, acara ini menjadi bagian dari rangkaian memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April.

Selain itu, acara ini juga didukung oleh Vivi Nici, Yantie Rachim Signature, dan Yane Ardian Collection, yang turut berkolaborasi dalam fashion show bertema batik.

Buku “Menjaga Batik, Merawat Indonesia” menjadi refleksi sekaligus ajakan untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam pelestarian batik.

Dalam rangkaian acara, juga diadakan lomba puisi tentang Batik Bogor yang diikuti oleh 52 peserta. ***