Sunday, 26 April 2026
Home Blog Page 7819

Kunjungan PM Jepang, 1.000 Personil Diturunkan Kawal Istana Bogor

BOGOR DAILY- Perdana menteri (PM) Jepang, Yoshihide Suga akan melakukan kunjungan ke Istana Kepresidenan Bogor pada Selasa (20/10). Sebanyak 1.000 aparat gabungan TNI-Polri dan lainnya akan mengamankan kunjungan tersebut.

Komandan Korem (Danrem) 061 Suryakencana, Brigjen TNI Agus Subiyanto mengatakan pihaknya telah mengadakan rapat koordinasi, dan akan melakukan penjagaan saat kunjungan berlangsung bersama jajaran kepolisian. “Semuanya sudah dibahas dari pengamanan dan dukungan dari jajaran Wali Kota. InsyaAllah mudah-mudahan besok kunjungan berjalan lancar,” ujarnya kepada wartawan di Makorem 061/Suryakencana, Senin (19/10).

Agus mengatakan, penjagaan ini akan dilakukan secara prosedural sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Kita ada di Ring 2 dan Ring 3. Yang berada di Ring 1 adalah Paspampres,” ujarnya.

Agus melanjutkan, untuk kunjungan saat ini berbeda dengan kunjungan pimpinan negara sebelumnya. Kali ini, pihaknya tidak melibatkan anak-anak sekolah dan masyarakat untuk proses penyambutan. Hal tersebut terkait dengan adanya pandemi Covid-19.

“Bukan nggak mau melibatkan, tapi kalau dilibatkan nanti ada dampaknya. Supaya tidak terdampak, jadi kita tidak libatkan sementara,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan pihak Pemkot juga telah melakukan koordinasi di lapangan, sekaligus bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.

“Besok itu protokolnya minimalis, tamunya minimalis, presiden juga didampingi minimalis, jadi tidak banyak. Saya koordinasikan dengan Dinkes dan Dishub supaya semuanya berjalan dengan baik,” kata Bima Arya.

Dia menjelaskan, nantinya tidak ada jalan yang ditutup. Kecuali saat rombongan dari PM Jepang dan Presiden lewat sehingga butuh pengamanan ekstra.

Stres Kebanyakan Tugas Online, Siswi SMA Bunuh Diri Minum Racun Serangga

BOGOR DAILY – Belajar daring kelihatannya menyenangkan, tapi untuk sebagian siswa justru memberatkan dan membuat stres.

Seorang siswi SMA berumur 17 tahun warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas usai nekat bunuh diri dengan meminum racun serangga.

Siswi bernama Mittasari meminum racun diduga karena tugas online dari sekolah, sementara jaringan internet di wilayah rumahnya bermasalah.

“Diduga stres akibat tugas sekolah banyak, korban meminum racun hama, motif dari minum racun ini karena ada tugas diberikan sekolah lewat online kemudian karena medan tempat tinggal korban pegunungan jadi jaringan internet bermasalah,” ujar Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Jufri Natsir, Minggu (18/10/2020).

Kata dia, peristiwa tersebut terjadi di kamar rumah korban daerah Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa pada Sabtu (17/10).

Saat itu, korban sempat merekam dirinya meneguk secangkir racun sebanyak dua kali.

Saat ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pertama kali ditmukan oleh sang adik kandung.

“Bersangkutan ditemukan adik kandungnya setelah melihat saudaranya terbujur kaku, lalu dia panggil tantenya pada saat membuka kamar korban dia sudah terjatuh di bawah dan mengeluarkan busa di mulut,” kata AKP Jufri.

Terkait peristiwa itu, pihak keluarga tidak melakukan autopsi dan langsung menguburkan korban di Manuju.

“Setelah itu dilakukan koordinasi ke orang tua korban untuk diautopsi, namun keluarga korban menolak untuk diautopsi dan kemarin sore hari korban sudah dikuburkan di kecamatan Manuju,” ucap Jufri. (*)

Lihat Nih, Reaksi Anak Santri Pertama Kali Masuk Bioskop

0

BOGOR DAILY – Menonton film kesukaan di bioskop memang sangat mengasyikan. Walau saat ini, bioskop di Indonesia belum dibuka sepenuhnya, hanya beberapa bioskop saja.

Faktanya, belum semua remaja atau orang dewasa yang pernah ke bioskop. Karena hal ini, banyak yang tak tau bagaimana tata cara di bioskop.

Mungkin kamu mengira ke bioskop ya tinggal datang, beli tiket, lalu menonton. Tak ketinggalan membeli pop corn jika memang ingin ngemil sambil nonton.

Tapi faktanya, ada juga loh orang yang tidak tahu tata cara berada di bioskop, seperti santri yang satu ini. Melalui video TikTok milik @toher_namanya, ia membagikan video dua santri yang baru pertama kali ke bioskop.

Mungkin kamu mengira bajunya tak cocok dipakai ke bioskop. Tapi, hal itu tak jadi masalah karena tak ada aturan yang mengharuskan mengenakan baju khusus. Intinya ke bioskop harus mengenakan pakaian yang sopan.

Namun yang membuat videonya berhasil membuat kita tertawa adalah karena ia melepas sendalnya sebelum masuk ke bioskop. Tentu saja hal ini membuat netizen tertawa. (*)

Admin ‘STM Se-Jabodetabek’ Ditangkap Polisi

0

BOGOR DAILY – Polda Metro Jaya menangkap 2 orang terkait demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja yang berakhir ricuh. Keduanya adalah admin grup Facebook ‘STM Se-Jabodetabek.

“Pertama mengamankan dua orang, khususnya yang (mengajak pelajar) STM ya. 2 orang ini karena ditemukan dalam grup Facebook bernama ‘STM Se-Jabodetabek’ dengan followers-nya sekitar 20 ribu member,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi wartawan, Senin (19/10/2020).

Yusri mengungkap peran kedua tersangka adalah administrator di grup Facebook tersebut.

“Kedua orang ini adalah admin dari grup itu,” kata dia.

Kedua tersangka yakni MLAI (16) dan WH (16). Yusri mengatakan, keduanya diduga memprovokasi untuk melakukan kericuhan saat demo.

Konten Facebook ‘STM seJabodetabek’ dia adminnya dan melanggar UU ITE. Tujuannya dia memprovokasi, menghasut ujaran kebencian, meme-meme dan juga video-video yang dia sebarkan untuk memancing mereka-mereka semua STM se-Jabodetabek berbuat rusuh, termasuk tanggal 20 besok,” terang Yusri.

Selain mengamankan dua orang tersebut, polisi juga turut mengamankan satu orang yang berperan sebagai provokator bagi para kelompok anarko. Ia adalah SN (17), diamankan di daerah Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

“Konten medsosnya ini melanggar UU ITE di akun IG. Dia admin di akun IG @panjang.umur.perlawanan akunnya. Dia memprovokasi, menghasut, ujaran kebencian dan berita bohong di medsos untuk mengundang para anarko-anarko untuk melakukan kerusuhan, selain tanggal 8 Oktober dan 13 Oktober, besok dia juga mengajak lagi sudah bikin lagi,” beber Yusri.

Kini ketiga tersangka tersebut telah diamankan di Polda Metro Jaya. Penyidik masih terus mendalami keterangan para tersangka dan menggali kemungkinan adanya tersangka lain. (dtc)

Ponakan Mesum, Lihat Rok Tantenya Tersingkap Langsung “Menerkam”

BOGOR DAILY – Seorang remaja berinisial JA (18) diduga hendak memperkosa tante sendiri yang berusia 29 tahun di Pekanbaru, Riau.

Namun, percobaan itu digagalkan korban dengan menendang JA.

Percobaan pemerkosaan itu diduga terjadi pada Jumat (16/10) pagi. Saat itu korban tengah bersama keponakannya menonton TV di ruang keluarga.

“Pagi itu, tantenya lagi nonton TV di ruangan keluarga. Saat itu posisi rok tantenya naik ke atas dan celana dalamnya terlihat oleh pelaku, yang merupakan keponakan kandungnya dari suaminya. Melihat celana dalam korban, timbul nafsunya,” kata Kapolsek Tampan Kompol Hotmartua Ambarita kepada wartawan, Senin (19/10/2020).

Lantaran tak kuasa menahan nafsu dan kebetulan tidak ada suami korban, JA pun disebut tiba-tiba memeluk tantenya dan memegang alat vital tantenya. Namun korban, yang tak tinggal diam, menendang perut keponakannya.

“Korban lantas keluar dari rumahnya dan berteriak meminta bantuan tetangganya. Melihat hal itu, lantas pelaku ke luar rumah dan langsung pergi kerja,” kata Ambarita.

Ambarita mengatakan JA kemudian pergi ke tempat kerjanya. Namun warga yang mendengar cerita korban tak terima dan mendatangi tempat kerja JA.

“Atas peristiwa tersebut, warga setempat lantas mendatangi tempat kerja pelaku. Warga mengamankan pelaku dan langsung diserahkan ke Polsek Tampan,” kata Ambarita. (dtc)

Viral, Driver Ojol Tuntun Motor dan Penumpangnya Terobos Banjir, Netizen: Customer Ga Ada Akhlak

BOGOR DAILY – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang driver ojek online (ojol) nampak tengah berjuang melintasi jalanan yang tengah banjir. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @dramaojol.id.

Dalam video tersebut, terlihat banjir menggenangi pintu gerbang Perum Sentraland Parung Panjang. Ketinggian air mencapai betis orang dewasa.

Melihat kondisi air yang cukup tinggi, driver ojol yang tengah membawa penumpang itu memilih menerobos banjir. Namun yang dilakukannya tidak biasa.

Driver ojol itu nampak turun dari motornya, sementara penumpangnya yang tetap berada di atas motor. Kemudian driver ojol tersebut menuntun motor beserta penumpangnya menerobos banjir.

“Demi kenyamanan customer. Salute,” tulis keterangan dalam video tersebut.
Video tersebut viral hingga ditonton 166.400 kali dan menuai reaksi dari para netizen.

“Costumernya gak ada akhlak menurutku. Kalo aku mah gak akan tega kayak gitu,” kata seorang netizen.
“Kasihan bapaknya,” timpal yang lain.
“Ya Allah segitunya cari uang. Berkah selalu pak,” kata yang lainnya. (*)

Pencet-pencet Tak Karuan, Balita Ini Kirimkan Foto ‘Toples’ Ibunya ke Kontak Snapchat

BOGOR DAILY – Jika anak Anda sedang bermain hp jangan lepas dari pengawasan, supaya tidak terjadi hal semacam ini.

Pengalaman unik sekaligus memalukan dialami oleh seorang wanita bernama Emily Schmitt.

Pasalnya, ia tak menyangka sang balita berusia dua tahun yang bernama Carsyn justru tak sengaja mengirimkan foto bugil ibunya ke kontak teman di Snapchat.

Dilansir dari laman News.com.au, Senin (19/10/2020), Emily diketahui wanita yang berasal dari Ohio, Amerika Serikat. Ia menceritakan bahwa putrinya itu sedang bermain-main dengan ponselnya dan memotretnya dari belakang, kemudian mengirimkan foto itu kepada belasan temannya.

Insiden itu kebetulan terjadi saat Emily baru saja selesai mandi dan memilih telanjang lantaran cuaca yang panas. Ia berdiri membelakangi putrinya yang tanpa sengaja memencet tombol potret.

Putrinya kemudian memotret ibunya yang sedang bugil itu dan mengirimkan foto tersebut ke 15 kontak yang ada di Snapchat, termasuk mantan teman universitas Emily, rekan kerja, mantan klien, hingga kenalan kerja.

Emily pun tak menyadari bahwa tiba-tiba seorang teman mengirimkan balasan pesan yang tertulis, “terima kasih atas (foto) telanjangnya.”

“Saya merasa malu. Saya benar-benar berpikir seolah saya mati sebentar lalu hidup lagi sehingga bisa memberi tahu orang-orang apa yang terjadi,” ujar Emily.

Sejumlah teman-teman Emily mengatakan mereka telah menerima foto langit-langit dan kakinya. Sementara sisanya, mengaku dapat foto telanjang sepenuhnya dari bagian belakang. Meski dirinya merasa malu saat itu, kini perempuan berusia 30 tahun itu mengaku mulai terbiasa dan menganggapnya hanya sebagai lelucon. (*)

Viral, Rumah Antara Dua Negara, Ruang Tamu di Indonesia, Dapurnya di Malaysia

BOGOR DAILY – Bagaimana rasanya jika rumah Anda berada di antara dua negara. Tapi di Indonesia itu ada.

Seperti video yang satu ini

Ya, baru-baru ini viral video yang memperlihatkan sebuah rumah yang berada di perbatasan antara negara Indonesia dan Malaysia.

Penampakan rumah tersebut diunggah oleh akun keykokey, Sabtu (17/10) di TikTok yang memperlihat ruangan tamunya berada di Indonesia, serta dapurnya berada di wilayah Malaysia.

Video ini pun viral dan diunggah ulang oleh sejumlah akun.

“Jadi ini rumah yang viral, antara Indonesia dan Malaysia,” tuturnya sambil menunjukkan ruangan yang ada di rumah tersebut.

Untuk diketahui, rumah tersebut berada di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Untuk sebagian rumahnya berada di Malaysia.

Rumah unik itu disebut Rumah Perbatasan Patok 3. Sebelumnya, rumah itu milik Warga Negara Indonesia bernama Mangapara. Sebelum dijadikan tempat tinggal oleh Mangapara, tempat ini dahulunya berfungsi sebagai kantor dan tempat menyimpan biji coklat milik ayah angkatnya.

Saat ini, rumah tersebut telah dijadikan tempat wisata. Meski demikan, tempat itu gratis untuk dikunjungi oleh wisatawan.(*)

 

Heboh, “Petai” Terbesar di Dunia Panjangnya 1 Meter Lebih

BOGOR DAILY – Siapa sih yang tidak mengenal petai, makanan ini menjadi jawara dalam dunia kuliner Indonesia.

Petai mudah sekali didapatkan di Indonesia, bahkan tumbuhan ini tersebar luas di Nusantara bagian barat.

Nah, belakangan ini viral sebuah cuitan yang memperlihatkan buah yang diduga mirip dengan petai yang berukuran raksasa yang hampir 1 meter di Malaysia.

Hal tersebut diunggah oleh akun kayy_azman di Twitter, Jumat (16/10) yang memperlihatkan dirinya sedang memegang buah tersebut.

“Umur 23 tahun baru tahu petai ada size XXXL punya, Haters gonna tell its fake. But yeah mmg real,” tulisnya pada unggahan tersebut.
Ni video lagi real guys, sorry excited first time dalam hidup jumpa ???????????? pic.twitter.com/G3xRQXpxVI

Namun itu bukalah petai, melainkan entada jenis liana atau tanaman merambat. Memang sekilas tanaman ini mirip dengan petai, namun entada memliki ukuran yang besar.

Dilansir dari Indoflashlight, Entada memliki rasa yang pahit dan segiti hambar. Bagi orang yang mencoba untuk memakan buah ini bisa membuat orang tersebut pusing seperti mabuk.

Sontak unggahan pria tersebut di Twitter viral hingga telah disukai 33 ribu orang. Hingga kini unggahan tersebut mendapatkan berbagai komentar dari netizen.

“Ni kalau sendawa pakai mask boleh meninggal ni, kata akun PakDuanDan1.
“Makan satu biji ngunyahnya berapa lama ya,” komentar akun MenatapiN.
“Ni kalau kentut bau neraka,” tutur akun nureenanis___. (*)

“Buku Putih Perjuangan Mahasiswa 1978”

BOGOR DAILY – Terpilihnya Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia untuk ketiga kali pada tahun 1977, menimbulkan kegelisahan di kalangan mahasiswa zaman itu. Telah tumbuh kesadaran bahwa pemerintah bersifat otoriter. Sikap yang menghambat pikiran dan inovasi. Selain itu, korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sudah merajalela. Petinggi-petinggi negara memanfaatkan kekuasaannya untuk memperkaya kantong pribadi dan keluarganya.

Berbagai kampus di Indonesia bergejolak, mahasiswa mengadakan protes. Secara terang-terangan, mereka menyatakan mosi tidak percaya dan tidak menghendaki Soeharto kembali menjadi Presiden Republik Indonesia.

Demonstrasi-demonstrasi mahasiswa 1978 tercatat sebagai demonstrasi terbesar dalam sejarah 32 tahun Orde Baru, selain demonstrasi mahasiswa 1998. Berbeda dgn Malari yg hanya terjadi di Jakarta, demonstrasi mahasiswa 1978 bersifat nasional, diikuti ratusan ribu mahasiswa di berbagai kota, seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Medan, Palembang, Makassar dan kota-kota lain.

Imbasnya, beberapa kampus di Indonesia diduduki tentara pada masa itu. Diawali dengan didudukinya Institut Teknologi Bandung (ITB) dan ditangkapnya pimpinan-pimpinan mahasiswa.

Penangkapan itu menyebabkan ratusan pimpinan mahasiswa ditahan selama 2-4 minggu. Selanjutnya, puluhan pimpinan mahasiswa di Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Medan, Palembang dan Makasar dipenjara selama 1-1,5 tahun.

Apakah kampus diduduki oleh tentara sekadar karena adanya protes mahasiswa yang bersifat masif dalam bentuk demonstrasi? Ternyata tidak!

Soeharto justru sangat marah karena adanya karya intelektual, sebuah tulisan. Beberapa mahasiswa menuliskan “Buku Putih Perjuangan Mahasiswa 1978” yang berisi pemikiran mahasiswa mengenai kondisi Indonesia saat itu. Mereka adalah Rizal Ramli, Irzadi Mirwan, Abdul Rachim, dan Joseph Manurung. Diterbitkan oleh Dewan Mahasiswa ITB yang saat itu diketuai oleh Heri Akhmadi.

Menurut Benedict Anderson, buku ini sangat penting karena merupakan kritik sistematis pertama mengenai kebijakan Orde Baru di Indonesia (Anderson & Ecklund, 1978).

Saking pentingnya, Benedict Anderson membantu menerjemahkan buku tersebut ke dalam bahasa Inggris lalu menerbitkannya di Jurnal Indonesia terbitan Cornell University. Tak hanya itu, buku ini kemudian diterjemahkan ke delapan bahasa, antara lain bahasa Belanda, Jepang, China, dll.

Buku Putih Perjuangan Mahasiswa 1978 itu tak mungkin ada tanpa kegiatan-kegiatan intelektual mahasiswa di zaman itu. Mulai dari membaca lalu berdiskusi dan kemudian merumuskannya ke dalam tulisan. Menggunakan berbagai sumber dari surat kabar, majalah, buku, serta dokumen resmi pemerintah, seperti “Rencana Pembangunan Lima Tahun Kedua 74/75 – 78/79”. Lahirlah sebuah buku dari tangan mahasiswa berupa kajian mendalam mengenai kondisi Indonesia saat itu.

Secara umum, Buku Putih Perjuangan Mahasiswa 1978 membandingkan kondisi nyata Indonesia masa itu dengan dokumen-dokumen perencanaan pembangunan pemerintah. Kajian ini dilakukan dari berbagai perspektif (politik, ekonomi, sosial budaya, dan hukum) juga dilengkapi dengan argumentasi kenapa kondisi Indonesia saat itu terpuruk. Diperkuat dengan berbagai data sesuai indikator yang terdapat pada Pelita I dan II, serta Repelita III. Data-data yang dilampirkan antara lain tentang pertanian, keuangan, transmigrasi, koperasi, perdagangan, pengembangan wilayah, pekerjaan umum serta tenaga listrik, dan perencanaan nasional. Buku ini menyimpulkan dua hal sebagai penyebab utama keterpurukan Indonesia, yaitu sikap otoriter Soeharto dan strategi pembangunan yang tidak tepat.

Buku Putih Perjuangan Mahasiswa 1978 diluncurkan pada 16 Januari 1978 di Gerbang Kampus ITB, Jalan Ganesha, Bandung. Ribuan mahasiswa mengikuti acara tersebut. Hadir juga Rektor ITB saat itu, Prof. Iskandar Alisjahbana. Peluncuran tersebut diliput di berbagai media nasional seperti Kompas dan Tempo. Akibatnya, beberapa media termasuk Kompas sempat dilarang terbit beberapa waktu oleh pemerintah. Buku ini juga dibacakan di berbagai stasiun radio di Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan sebagainya. Selain itu, kopian buku ini menyebar di berbagai daerah, disebarkan oleh mahasiswa yang sedang pulang kampung.

Soeharto marah besar. Buku tersebut dilarang untuk beredar. Pimpinan-pimpinan mahasiswa ditangkap. Termasuk Rizal Ramli, Heri Akhmadi, Indro Tjahjono, Irzadi Mirwan (alm), Al Hilal, Ramles Manampang, Jusman SD, Joseph Manurung, Kemal Taruc, dan sebagainya. Penangkapan mahasiswa ini justru makin membangkitkan solidaritas dari mahasiswa Indonesia. Kampus-kampus lain semakin masif ikut bergerak. Selain menuntut diturunkannya Presiden Soeharto, mereka juga menuntut agar para pimpinan mahasiswa dibebaskan.

Salah besar apabila menganggap bahwa pergerakan mahasiswa hanyalah bentuk protes yang tidak berdasar. Gerakan mahasiswa 1978 membuktikannya. Mengenang apa yang pernah terjadi pada tahun 1977–1978, Rizal Ramli dalam sebuah wawancara mengatakan:

”Apa yang terjadi pada tahun 1977 dan 1978 diawali dari kegiatan membaca dan diskusi. Dari membaca, kami mengetahui apa yang terjadi di berbagai belahan dunia. Kami memperoleh kesempatan berdialog langsung dengan para pemikir besar dunia. Di zaman itu, buku-buku terbatas dan beberapa dilarang (oleh pemerintah) untuk dibaca. Kami mencari buku di pasar loak. Sekalinya kami memperoleh buku yang bagus, buku tersebut dipinjamkan kepada teman-teman lain. Buku beredar dari satu mahasiswa ke mahasiswa lain agar semua bisa membaca. Buku lalu kami diskusikan. Agar tidak diikuti intel, diskusi kami adakan berpindah-pindah dari satu kos ke kosan yang lain.”

Ditulis oleh Rizal Ramli, Irzadi Nirwan, Abdul Rachim & Joseph Manurung. Diterbitkan oleh Dewan Mahasiswa ITB, Ketua: Herri Akhmadi.