Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 782

Dedie Rachim Letakkan Batu Pertama Gedung UPTD PSC Gesit 119

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melakukan peletakan batu pertama Gedung UPTD Public Safety Center Gerakan Emergensi Terpadu (PSC GESIT) 119 Kota Bogor di Kantor Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jalan R.M. Tirto Adhi Soerjo, Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (15/4/2025).

UPTD PSC GESIT 119 Kota Bogor, jelas Dedie Rachim, merupakan salah satu layanan utama, khususnya dalam layanan medis dan kedaruratan.

Selain memberikan kemudahan akses layanan bagi masyarakat, UPTD PSC GESIT 119 Kota Bogor adalah program prioritas Wali Kota Bogor dan wakilnya dalam misi Bogor Sehat, sebagai bentuk quick response dalam penanganan pasien, kegawatdaruratan, bencana, dan sistem layanan rujukan yang terpusat serta terintegrasi ke seluruh rumah sakit, baik di dalam maupun di luar Kota Bogor.

“Tahun 2020 sudah berjalan, dan di tahun 2025 kita wujudkan gedung yang memang lebih representatif. Ini bentuk dari keinginan kita melayani masyarakat,” tutur Dedie Rachim.

Ia menambahkan, bahwa akses UPTD PSC GESIT 119 Kota Bogor bisa digunakan untuk melaporkan apa pun, baik medis, kecelakaan, bencana, tawuran, maupun pencarian rumah sakit yang nantinya bisa didistribusikan kepada pihak penanggung jawab.

Pembangunan direncanakan berlangsung selama 180 hari dan selesai pada akhir Oktober, serta akan diresmikan pada November 2025. Anggaran yang digunakan sebesar Rp6,4 miliar berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Selain mengapresiasi pembangunan tersebut, Dedie Rachim berharap pembangunan fisik gedung juga harus diimbangi dengan kesiapan para anggotanya, rumah sakit, dan pihak terkait lainnya. Hal ini, ditegaskan merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Ke depan, UPTD PSC GESIT 119 Kota Bogor diharapkan dapat terkoneksi dengan Command Center dan Call Center Kota Bogor, yang dokumen perencanaannya tengah berproses dan ditargetkan mulai beroperasi tahun depan.

Keterlibatan dan partisipasi masyarakat maupun pihak yang kompeten, ditekankan Dedie Rachim, sangat diharapkan sebagai wujud kolaborasi dalam membantu layanan darurat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, dalam laporannya menyebutkan bahwa UPTD PSC GESIT 119 Kota Bogor merupakan salah satu pusat pelayanan kesehatan dan keselamatan terpadu.

Layanan ini merupakan sistem penanggulangan pasien kegawatdaruratan yang mencakup pelayanan di dalam rumah sakit maupun antar rumah sakit, berpedoman pada prinsip pelayanan responsif dengan mengedepankan life saving.

“Peran serta masyarakat tentu dilibatkan, termasuk tenaga kesehatan, petugas medis layanan ambulans, sistem hingga jaringan telekomunikasi,” tutur Retno.

Turut hadir mendampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Rudy Mashudi dan beberapa perwakilan perangkat daerah.***

Siapa Dokter Kandungan Lecehkan Pasien di Garut Diungkap Kemenkes RI

0

Bogordaily.net – Siapa dokter kandungan lecehkan pasien yang viral di Garut akhirnya diungkap Kementerian Kesehatan (Kemenkes)RI.

Itu setelah Warga Garut heboh. Seorang dokter kandungan (obgyn) di Garut berinisial MSF mendadak disorot.

Bukan karena prestasi. Tapi karena dugaan pelecehan seksual saat pemeriksaan USG. Yang bikin heboh: ada CCTV. Ada rekaman. Ada narasi yang viral.

Padahal yang dicari banyak perempuan Garut adalah satu hal: rasa aman. Apalagi saat urusan kandungan dan kehamilan—urusan paling pribadi, paling rentan, paling butuh kepercayaan.

Dokter kandungan perempuan di Garut sebenarnya banyak dicari. Tapi justru sekarang, yang muncul ke permukaan adalah cerita tentang dugaan dokter laki-laki yang menyalahgunakan kepercayaan pasien.

Kementerian Kesehatan RI akhirnya turun tangan. Surat Tanda Registrasi (STR) dokter MSF langsung ditangguhkan.

STR itu adalah “SIM”-nya dokter. Tanpa itu, tak boleh praktik. Ditangguhkan artinya: sementara waktu, MSF tidak boleh menerima pasien.

“Ini langkah preventif,” kata Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, dikutip dari Detik, Selasa (15/4/2025). “Kami sudah koordinasi dengan Konsil Kesehatan Indonesia.”

Belum ada keputusan final. Masih investigasi. Tapi langkah tegas ini menunjukkan negara hadir—setidaknya untuk sementara—agar tak ada lagi yang jadi korban.

Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) juga tak tinggal diam. Ketua Umum POGI, Prof. Dr. dr. Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, membenarkan bahwa pihaknya sedang menyelidiki kasus ini.

“Jika terbukti melanggar etika dan disiplin, kami tidak akan ragu menjatuhkan sanksi,” ujarnya.

Menurut Yudi, investigasi sedang dilakukan bersama IDI Garut dan Dinas Kesehatan setempat. Sebab dugaan ini bukan hanya urusan moral, tapi juga bisa masuk ranah pidana.

Yang menguatkan dugaan itu: CCTV di ruang USG. Video itu menunjukkan sang dokter melakukan pemeriksaan sendirian—tanpa bidan, tanpa pendamping.

Narasinya menyebut, pasien diundang lewat jalur pribadi, bukan jalur resmi klinik. Bahkan katanya, pemeriksaan USG digratiskan. Gratis, tapi dibayar mahal: rasa trauma.

Siapa Dokter Kandungan Lecehkan Pasien di Garut sudah diungkapkan Kemenkes RI.

Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani, membenarkan kejadian itu terjadi tahun lalu. Saat ini, polisi dan otoritas medis sedang mengusut detail kejadian.***

Detik-detik Dramatis Polisi Tangkap Sindikat Ganjal ATM di Bogor, Satu Tersangka Kabur

0

Bogordaily.net – Sindikat Ganjal ATM di Bogor tertangkap.

Mereka tak muda lagi. Usia nyaris kepala lima. Tapi aksi mereka bikin polisi keringetan.

Senin siang (14/4), di tengah lalu lintas Cimanggu yang ramai, dua pria berinisial HT (48) dan AS (50) dicokok polisi.

Mereka bukan orang baru di dunia kejahatan: spesialis ganjal ATM. Modus kuno yang tak lekang dimakan zaman.

Mereka tak sendiri. Polisi menduga mereka bagian dari sindikat. Bahkan saat digerebek, satu orang rekan mereka sempat melompat keluar dari mobil. Kabur. Entah ke mana.

Kepala Satreskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Rizaldi belum bisa memastikan berapa banyak titik yang sudah jadi korban.

Tapi yang jelas, Bogor bukan yang pertama—kemungkinan besar, bukan yang terakhir.

“Modusnya klasik: cotton buds dan tusuk gigi,” kata Aji.

Barang-barang sepele, tapi kalau sudah di tangan orang jahat, bisa bikin warga kehilangan jutaan rupiah dalam sekejap.

Mereka ditangkap setelah aksi kejar-kejaran yang cukup dramatis. Mobil Avanza mereka dibekali dua pelat nomor palsu. Siap untuk segala kemungkinan.

HT dan AS kini harus berhadapan dengan pasal pencurian dengan pemberatan. Satu orang masih buron.

Tapi seperti biasa: buronan tak bisa lari jauh kalau jejaknya sudah tercium. Sindikat Ganjal ATM di Bogor akan terus diburu polisi.

Dan seperti biasa juga: ATM-ATM itu akan tetap berdiri. Mesin-mesin itu akan tetap menyala. Tapi selalu ada yang mengintai—dari balik kaca gelap dan tangan licin.

Kita kadang lupa: kejahatan bisa datang dari wajah ramah dengan tusuk gigi di saku.***

Bupati Bogor Bakal Relokasi PKL di Sejumlah Pasar Hingga Area Stadion Pakansari

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bakal mengambil langkah terkait maraknya pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah pasar dan dan area sekitar Stadion Pakansari yang berjualan bukan pada tempatnya.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa, saat ini pihaknya sedang merancang terkait penataan para Pedagang Kali Lima (PKL) agar ke depannya wilayah Kabupaten Bogor bisa rapih dan bersih.

“Terkait penataan pedagang kaki lima, ingat ini penataan ya bukan penggusuran. Jadi, tahapannya adalah rapat yang sedang berjalan, kita akan mensosialisasikan terlebih dahulu,” kata Rudy Susmanto, Selasa 15 April 2025.

Kemudian, Pemkab Bogor nantinya berencana akan menyiapkan lokasi relokasi berupa kantong-kantong kios bagi para PKL.

“Intinya satu, mereka harus tetap dapat mata pencharian. Mereka masih bisa melakukan aktivitas kegiatan ekonomi, tetapi jangan sampai mengganggu pihak-pihak lain,” jelasnya.

Diketahui, fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam menata para PKL itu diantaranya ke Pasar Bojonggede, Cibinong, Citeureup, Ciluar, dan area luar Stadion Pakansari.

Selain itu, kata Rudy, penertiban para PKL itu akan dilakukan secara musyawarah dengan tidak melibatkan unsur kekerasan.

“Tidak dengan cara kekerasan apapun semua dengan cara musyawarah, diskusi bersama-sama. Kita ingin dengar dari para pelaku pedagang yang ada, keinginan dan harapannya seperti apa,” ungkap Rudy.***

Albin Pandita

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Junaidi Samsudin Respon Usulan Relokasi Puskesmas Leuwinutug Citeureup 

0

Bogordaily.net – Wakil Ketua DPRD  Kabupaten Bogor, Junaedi Syamsudin merespons usulan warga untuk merelokasi Puskesmas yang ada di Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan atau PPP yang akrab disapa Junsam bersama Sekretaris Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Bogor, dr. Agus Fauzi, gerak cepat meninjau lokasi Puskesmas Leuwinutug yang lokasinya berada di tengah pemukiman penduduk, pada Selasa 15 April 2025.

“Saya bersama Sekdis Kesehatan Pak dr. Agus Fauzi, kelokasi untuk mengetahui langsung kondisi Puskesmas Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, yang mana usulan warga  yang dimotori ketua RW 05 yang minta  agar Puskesmas direlokasi selalu mental saat musyawarah rencana pembangunan atau Musrenbang tingkat Kabupaten Bogor,” kata Junaidi Syamsudin, Selasa 15 April 2025.

Ia menegaskan, usulan relokasi Puskesmas dari warga yang diinisiasi ketua RW 04 masuk akal, karena lokasi Puskesmas saat ini sudah tak lagi memungkinkan, selain berada di tengah pemukiman, akses jalan menuju Puskesmas sangat sempit.

“Saya akan mengupayakan usulan dari warga Kampung Setu RW 04, Desa Leuwinutug, bisa masuk dalam rencana prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD 2006, sehingga pada tahun 2027 Puskesmas baru sudah bisa dioperasikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Junsam, agar pembangunan fisik Puskesmas cepat direalisasikan, DPRD meminta Pemerintah Desa Leuwinutug, secepatnya mencari lokasi lahan untuk merelokasi Puskesmas.

“Nah, informasi yang saya dan Sekdis Kesehatan Pak dr. Agus Fauzi, selain rencana  membebaskan lahan milik warga, relokasi akan memanfaatkan lahan yang belum dibangun pengelola Kawasan Industri Sentul, yakni PT Bogorindo Cemerlang. Areal lahannya cukup luas mencapai 2.600 meter. Nanti kita upayakan bertemu dengan pihak manajemen pengelola kawasan,” ujar Junsam.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan dr. Agus Fauzi menjelaskan, Puskesmas Leuwinutug yang melayani 5 desa di Kecamatan Citeureup dan Babakan Madang itu arealnya terlalu sempit, bahkan akses jalan masuk lebar badan jalannya kurang dari 2 meter.

“Warga memang sudah lama mengusulkan relokasi, tapi terkendala lahan yang belum tersedia, makanya selain membebaskan, kami akan mengupayakan memanfaatkan lahan fasilitas sosial dan umum atau Fasos/Fasum dari pengembang kawasan industri,” ungkap Agus.

Menurut Agus, merujuk pada aturan dari Kementerian Kesehatan atau Kemenkes, luas areal yang ideal untuk membangun Puskesmas itu 1.600 meteran. Nah, kalau Puskesmas Leuwinutug itu luas areal lahanya hanya 400 meter.

“Dulu, sebelum Leuwinutug berkembang, areal di sekitar Puskesmas masih sepi dari pemukiman, namun sekarang kan kondisinya sudah jauh berbeda. Makanya, kami berharap dengan dorongan dari DPRD, khususnya dari Pak Junaidi Syamsudin, wakil ketua, usulan relokasi Puskesmas Leuwinutug, bisa masuk di APBD 2026,” tuturnya.***

Albin Pandita

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Wujud Asta Cita Presiden untuk Pemerataan Ekonomi

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono kembali menegaskan bahwa keberadaan
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai perwujudan Asta Cita Presiden terkait pemerataan ekonomi bagi rakyat terutama di tingkat pedesaan.

Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pemerintah berharap akan tercapai pertumbuhan ekonomi di desa melalui kegiatan koperasi yang bergerak di pergudangan/ logistik, toko sembako, apotik dan klinik desa, simpan pinjam serta kegiatan usaha lain sesuai potensi desa.

“Pemerataan ekonomi adalah bagaimana sumber daya otoritatif dan sumber daya alokatif didistribusikan ke wilayah pedesaan. Targetnya akan tercapai pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan koperasi yg bergerak di pergudangan, toko, apotik dan klinik desa, simpan pinjam, logistik serta kegiatan usaha lain sesuai potensi desa. Ini soal keadilan dan soal pemerataan ekonomi,” ucap Wamenkop Ferry seusai Rapat Sosialisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kemenko Bidang Pangan RI, yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli hasan dan dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Wakil Menteri KKP, Selasa (15/04).

Wamenkop menyatakan bahwa Kementerian Koperasi (Kemenkop) tengah fokus mematangkan skema model bisnis, modul pembentukan, pendataan, serta sosialisasi dan pendampingan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih. Upaya ini sebagai bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Kopdes/ Kelurahan Merah Putih.

Sebagai strategi awal quick win dari pembentukan Kopdeskel Merah Putih ini, pihaknya telah menerbitkan surat edaran Menteri Koperasi Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Konsep model bisnis sedang disusun, modul perkoperasian juga beberapa sudah siap, data dalam proses validasi, modul dan lini masa pelatihan juga sedang disiapkan, dan masih ada beberapa progres lain,” kata Wamenkop Ferry.

Wamenkop Ferry berharap Pemerintah Daerah khususnya Kepala Desa dapat merujuk pada SE Menkop RI Nomor 1/2025 terkait langkah-langkah pembentukan Kopdes Merah Putih. Di dalam SE tersebut secara lengkap memuat panduan dan petunjuk pembentukan Kopdes/Kelurahan Merah Putih.

“Kami minta dukungan dan partisipasi aktif semua pihak untuk menghadirkan 80.000 Kopdes Merah Putih demi meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian desa,” ujarnya.***

Taman Safari Indonesia Tangkarkan Kodok Merah Langka

0

Bogordaily.net — Lembaga Konservasi Ex Situ Taman Safari Indonesia (TSI) berhasil menemukan dan menangkarkan kodok merah (bleeding toad/leptophryne cruentata). Kodok merah merupakan spesies endemik Jawa Barat yang sangat langka dan nyaris punah.

Dengan ditemukannya kodok merah tersebut, keberadaan kodok merah saat ini di Indonesia hanya terdapat di TSI dan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Kodok merah yang merupakan salah satu amfibi yang dilindungi di Indonesia ini berukuran kecil antara 2-4 centimeter dan hidup di area basah. Kodok yang berwarna merah seperti corak api ini mirip kodok merah di benua Amerika namun tak beracun.

Kodok merah telah dianggap punah sejak tahun 80-an seiring meletusnya Gunung Galunggung di Tasikmalaya, Jawa Barat. Pada tahun 2022, TSI berhasil menemukannya di area perbatasan TSI Cisarua, Kabupaten Bogor, dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Kodok merah ditemukan TSI setelah melewati sejumlah fase. Direksi TSI, Jansen Manansang, mengungkap, sejak ramai perbincangan climate change (perubahan iklim) dan global warming (pemanasan global) tahun 2006 sejumlah lembaga dunia mulai mencari jenis kodok atau katak karena dianggap sebagai salah satu parameter/barometer terjadinya climate change. Pihak TSI salah satu yang diminta untuk melakukan penelitian.

“Pada tahun 2018 kami juga mengadakan workshop internasional yang dihadiri para peneliti lembaga dunia dari beberapa negara termasuk IPB. Namun (kodok merah) belum juga ditemukan. Kemudian pada tahun 2022 kami melakukan kegiatan survei untuk meneliti kecocokan habitat sebelum melepasliarkan Elang Jawa. Pada saat itulah kami menemukan kodok merah di kawasan perbatasan TSI dengan TNGGP,” ungkap Jansen Manansang, di TSI Cisarua, Bogor, Selasa 15 April 2025.

TSI pun telah melaporkan penemuan kodok merah tersebut ke pemerintah dan beberapa kementerian dan memulai proses riset, konservasi, dan penangkaran (mengembangbiakkan) kodok merah di antaranya dengan membuat enclosure buatan seperti di habitat aslinya.

Jansen menegaskan bahwa penemuan kodok merah bernilai sangat tinggi bagi dunia, lingkungan, dan ilmu pengetahuan.

Kodok merah sangat bermanfaat untuk kesehatan antara lain, pertama, untuk pengobatan impotensi, stress, stroke, jantung, asma, dan kanker. Kedua, kodok merah sebagai pengontrol dan parameter pertama terhadap kondisi lingkungan atau climate change di sekitarnya. Ketiga, kodok merah sebagai predator pengendali hama serangga. Keempat, kodok merah dalam rantai makanan sebagai salah satu sumber makanan bagi hewan lain dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kelima, kodok merah dianggap sebagai salah satu penjernih hulu sungai karena sebagai pemakan kotoran organisme sehingga menjadi indikator kesehatan lingkungan.

VP of Life Science TSI Grup, drh Bongot Huaso Mulia, menjelaskan dengan ditemukan dan dikembangbiakkannya kodok merah pihak TSI ingin menyampaikan informasi dalam upaya menumbuhkan awareness (kesadaran) masyarakat akan pelestarian katak/kodok serta fungsi dan peran pentingnya.

“Selama ini banyak yang tak peduli akan kodok dibanding jika mendengar berita viral tentang singa atau gajah,” ucapnya.

Arif, salah seorang project officer kodok merah di TSI, menyebutkan, selain menemukan kodok merah pihak TSI menemukan pula sejumlah jenis kodok/katak di kawasan TNGGP seperti katak tanduk, katak pohon mutiara, katak pohon emas, dan lainnya.

“Kodok merah berkembang biak dari telor ke penetasan 4 hari dan sampai ke bentuk sempurna 90 hari,” imbuh Arif.

(Acep Mulyana)

Dorong UMKM Go Global, BRI Bawa UMKM Binaan Ikuti Pameran Internasional FHA-Food & Beverage 2025 di Singapura

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berpartisipasi dalam ajang FHA-Food & Beverage 2025 yang berlangsung di Singapura pada 8 hingga 11 April 2025, melalui kehadiran Paviliun Indonesia yang menampilkan produk-produk UMKM nasional.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, BRI berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen nyata BRI memberdayakan UMKM, salah satunya melalui akses pasar internasional.

Paviliun Indonesia mencatatkan capaian positif dengan lebih dari 5.714 pengunjung, serta membukukan 7 kontrak ekspor senilai USD 32,2 juta atau sekitar Rp542 miliar, meliputi produk kakao, cokelat, madu, bumbu organik, dan aneka produk makanan dan minuman lainnya. Di samping itu, terdapat potensi transaksi lanjutan yang diperkirakan mencapai USD 11,5 juta atau hampir Rp194 miliar.

Paviliun Indonesia secara resmi dibuka oleh Duta Besar RI untuk Singapura Suryo Pratomo bersama perwakilan dari Bank Indonesia dan BRI, serta dihadiri oleh CEO Informa Markets selaku penyelenggara FHA 2025.  Duta Besar RI untuk Singapura Suryo Pratomo menyoroti kolaborasi lintas sektor sebagai kunci penguatan posisi produk Indonesia di pasar global.

“Partisipasi Indonesia pada Pameran FHA tahun 2025 ini merupakan kolaborasi yang membanggakan antara Pemerintah, Perbankan BUMN, Bank Indonesia hingga swasta, menggarisbawahi pentingnya upaya kolaboratif dalam mempromosikan ekspor produk Indonesia,” ujarnya.
General Manager Kantor Cabang Luar Negeri BRI Singapura Dhanny mengungkapkan bahwa BRI berkomitmen untuk terus memberdayakan pengusaha UMKM Indonesia agar bisa menembus pasar global.

“Sebagai bank yang fokus pada UMKM, BRI terus berupaya untuk dapat mendukung dan memajukan UMKM Indonesia. Tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga bisa bersaing di pasar ekspor internasional,” katanya.

Sebanyak 20 UMKM binaan BRI turut ambil bagian dalam Paviliun Indonesia untuk memperkenalkan produk unggulan ke pasar internasional.

Di antaranya adalah Havilla Tea yang menawarkan teh herbal premium, Restu Mande dengan produk bumbu masak instan berbasis resep tradisional, BeeMa Honey yang menghadirkan madu mentah tanpa tambahan bahan lain, serta Casa Grata yang memproduksi camilan sehat bebas gluten dan vegan.

Keikutsertaan mereka mencerminkan kesiapan UMKM binaan BRI dalam menembus pasar ekspor melalui peningkatan kualitas dan daya saing produk.

Lebih lanjut, Dhanny mengungkapkan salah satu wujud nyata pendampingan yang dilakukan BRI adalah bahwa 20 pengusaha UMKM yang difasilitasi BRI pada pameran tersebut merupakan peserta BRI UMKM EXPO(RT) yang telah digelar pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025.

“Hal ini merupakan upaya nyata dukungan yang berjenjang dan berkelanjutan dari BRI untuk memajukan UMKM,” ujarnya.

FHA-Food & Beverage merupakan salah satu pameran makanan dan minuman terbesar di Asia, yang mempertemukan pelaku industri global dalam satu platform terintegrasi. Pameran ini menghadirkan ragam produk dan inovasi terkini, serta memberikan akses langsung kepada pelaku usaha untuk bertemu dengan distributor, importir, dan pelaku industri lainnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menegaskan bahwa dukungan terhadap partisipasi UMKM dalam ajang ini sejalan dengan komitmen BRI dalam mendorong UMKM naik kelas dan siap bersaing secara global.

“Dukungan BRI pada ajang ini merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk memperluas eksposur produk UMKM Indonesia di pasar internasional. BRI berperan dalam memastikan pelaku usaha memiliki kesiapan ekspor yang memadai, baik dari sisi kualitas, kapasitas produksi, maupun tata kelola bisnis. Harapannya, UMKM dapat menjalin kemitraan komersial secara langsung dan berkelanjutan dengan mitra global,” pungkasnya.***

Paman 76 Tahun Cabuli Dua Keponakan di Balumbangjaya Bogor

0

Bogordaily.net – Paman cabuli keponakan di Balumbangjaya Kota Bogor viral.

Malam itu Bogor Barat gaduh. Jam sudah menunjukkan lewat pukul 10 malam, ketika seorang pria tua—76 tahun—digiring ke luar rumahnya.

Bukan digiring dengan sopan, bukan pula dengan permisi. Tapi dengan amarah. Dengan teriakan. Dengan tangan-tangan warga yang sudah tak lagi bisa menahan emosi.

Pria itu disebut-sebut mencabuli dua keponakannya. Perempuan. Yang satu sudah bekerja, satunya masih duduk di bangku SMA.

Umurnya 20 dan 18 tahun. Bukan lagi anak-anak. Tapi tetap saja, korban.

Ia ditangkap bukan pertama-tama oleh polisi. Tapi oleh kegaduhan. Oleh kabar yang lebih dulu sampai ke telinga warga ketimbang laporan resmi.

Bahkan, bisa jadi, lebih cepat dari kesadaran pelaku sendiri bahwa dia sudah melanggar batas yang tak bisa ditoleransi lagi.

Video penangkapannya pun langsung viral. Seperti sudah menjadi pola zaman ini: siapa cepat dia viral.

Dalam video itu terlihat pria tua itu dikerumuni puluhan orang. Mungkin ratusan.

Warga menarik-narik tubuh renta itu dari tangan polisi. Ada yang ingin memukul, ada yang teriak.

Polisi dan TNI yang datang cuma bisa berusaha melerai. Untung berhasil. Pria itu selamat. Setidaknya, secara fisik.

Ipda Eko Agus, Humas Polresta Bogor Kota, membenarkan penangkapan itu. Pria itu kini sedang diperiksa intensif di kantor polisi. Diinterogasi.

Dicocokkan dengan laporan keluarga. Dan juga mungkin—dengan nuraninya sendiri.

Yang paling menyedihkan adalah: korban bukan orang jauh. Mereka keponakannya sendiri.

Yang mestinya dilindungi. Yang mestinya disayang, seperti anak sendiri. Tapi justru jadi sasaran.

Lurah Balumbangjaya, Denny Indra Gunawan, bilang: semuanya bermula dari aduan keluarga. Kelakuan sang paman dilaporkan ke mantan istrinya.

Lalu keluarga mengklarifikasi. Tapi yang muncul justru keributan. Dan malam itu, rumah di Bogor Barat tersebut jadi pusat perhatian.

Bukan karena acara syukuran atau hajatan. Tapi karena amarah warga yang sudah terlalu lama memendam malu.

Dan sekarang, publik bertanya: siapa sebenarnya yang bisa dipercaya? Jika seorang paman pun sudah kehilangan rasa hormat pada darah dagingnya sendiri.

Begitulah. Di usia 76, pria itu sudah semestinya duduk di beranda rumah, mengelus cucu, menceritakan dongeng masa lalu.

Bukan malah masuk berita karena menjadi tokoh dalam cerita paman cabuli keponakan di Balumbangjaya Kota Bogor yang tak ingin dibaca siapa pun.***

Anggota DPRD Sumut Cekik Pramugari Viral, Tak Terima Koper Dipindah, MZ Diturunkan dari Pesawat

0

Bogordaily.net –Anggota DPRD sumut cekik pramugari viral. Heboh!

Padahal MZ tidak sedang di podium. Ia bukan sedang berdebat soal anggaran atau menyuarakan aspirasi rakyat Sumatera Utara.

Ia sedang ada di kabin pesawat Wings Air, nomor kursi 19F, dan… marah besar.

Tanggal 13 April 2025, Bandara Kualanamu jadi saksi. MZ, seorang anggota DPRD Sumut, menjadi viral karena aksinya yang bikin geleng-geleng kepala, mendorong dan mencekik seorang pramugari.

Kata netizen yang menyebarkan video, kejadian itu terjadi hanya karena satu hal sepele—koper.

Koper itu seharusnya masuk bagasi. Bukan ke kabin. Tapi MZ, entah karena merasa pejabat, atau memang bad mood sejak pagi, menolak dengan keras. Bahkan mencoba melepas label bagasi yang sudah dipasang petugas.

Pramugari berbaju merah yang bertugas saat itu mencoba menjelaskan. Berkali-kali. Dengan sopan. Dengan sabar. Tapi MZ tetap bergeming.

Sampai akhirnya… klik—amarah itu meledak. Tangan MZ mendorong pramugari, lalu mencekiknya. Semua terekam kamera. Viral. Dan tentu, bikin malu.

Pihak Wings Air langsung sigap. Sang pilot melaporkan ke ground staff. AVSEC (Aviation Security) dipanggil.

Tak butuh waktu lama, MZ pun diturunkan dari pesawat. Satu kursi kosong, satu berita besar.

Menurut keterangan resmi Wings Air, insiden ini terjadi saat proses boarding pesawat IW-1267 rute Gunungsitoli ke Medan.

Mereka menegaskan: semua penumpang, termasuk pejabat, harus patuh prosedur keselamatan.

“Awak kabin sudah menjelaskan secara persuasif. Tapi MZ tetap menolak dan malah melakukan tindakan fisik,” ujar Danang Mandala Prihantoro, juru bicara Wings Air.

Dalam video anggota DPRD Sumut cekik pramugari yang beredar, MZ terlihat mengenakan kaos putih.

Nada bicaranya tinggi. Ia menyalahkan pramugari yang dianggapnya “memperpanjang urusan”.

“Awas kau! Aku mau duduk. Udah selesai. Kau yang memperpanjang!” ujar MZ dengan wajah merah padam.

Sayangnya, bukan selesai. Justru makin panjang. Karena video itu sekarang sudah beredar luas. Dicerca. Dihujat. Dan, mungkin sebentar lagi, diproses hukum atau etik.

Yang pasti, hari itu MZ gagal terbang. Tapi namanya terbang—dengan cara yang salah.***