Wednesday, 6 May 2026
Home Blog Page 7919

Sule Melamar Nathalie Holscher, Ungkap Janji Setia

0

BOGORDAILY – Setelah mengabarkan soal kisah asmaranya dengan Nathalie Holscher, Sule kembali menarik perhatian publik. Hal tersebut terjadi saat dirinya tampil di channel YouTube milik Andre Taulany.

Sule terlihat melamar Nathalie dengan sebuah bunga di depan Andre. Ia pun mengucapkan janji setia pada kekasihnya itu.

“Sayang, disaksikan oleh Taulany TV, bunga ini dan H Andre menjadi saksi bahwa aku mulai dari sekarang sampai kapanpun akan bersamamu sampai akhir hayat nanti, sampai kami bsa merawat aku, aku bisa merawatmu,” ujar ayah Rizky Febian itu.

Nathalie pun sempat memprotes tindakan Sule, ia meminta pada komedian berusia 43 tahun itu agar menatap matanya saat berbincang dengannya. Ia pun sempat diminta Andre untuk lekas memberikan jawaban lamaran Sule.

“Aku akan menjadi pasanganmu yang terbaik dalam hidupmu selamanya,” tutur Nathalie.

Sule pun menjelaskan jika dirinya tak hanya cinta pada Nathalie melainkan menyayanginya selamanya.

“Karena cinta itu bisa surut seketika, bisa tumbuh seketika, tapi sayang itu abadi,” rayu Sule.

Sule juga teringat hal yang membuat dirinya kepincut Nathalie Holscher yakni kata-kata yang pernah diucapkan mantan model seksi tersebut.

“Secerdas-cerdasnya, sepintar-pintarnya perempuan, tetap ada di bawah pundak laki-laki. Perempuan itu ada di bawah laki-laki, dan aku akan nurut sama laki-laki. Apabila laki-laki itu serius, aku akan lebih serius,” tutur Sule.

Nathalie pun membalas rayuan tersebut dengan mengatakan jika Sule adalah sosok yang sempurna untuknya. Sikap lembut Sule kala menasehatinya pun membuat hatinya luluh dan tersentuh.

“Aku merasakan cinta, sayang sudah kayak bapak, pacar. Sudah semuanya dari perilaku dia,” ungkap Nathalie.

Sule dan Nathalie ternyata sudah kenal sejak lama yakni pada 2012 lalu. Kala itu mereka terlibat syuting bersama, namun setelahnya tak ada komunikasi antara keduanya. Baru pada tiga bulan lalu, Nathalie Holscher menghubungi Sule untuk ajakan kolaborasi di YouTube yang berujung pada kisah asmara.

Chintami Atmanagara Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

0

BOGORDAILY – Artis senior Chintami Atmanagara dilaporkan ke polisi oleh Deanni Ivanda. Ia diduga melakukan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Hal itu buntut dari kasus penganiayaan yang menimpa anak Chintami Atmanagara, Dio Alif Utama. Kala itu, ia diduga melakukan tindakan kekerasan kepada Deanni Ivanda, temannya sendiri.

“Iya (benar), terkait dugaan ada pencemaran nama baik yang Chintami bilang si Dea ini make sepeda tanpa izin dan tidak di balik-balikan dan sampai sekarang nggak tahu sepeda ini entah ke mana, kalau dari konferensi pers nya Chintami seperti itu,” kata kuasa hukum Deanni Ivanda, William Fransiscus Hutabarat S,H kepada detikcom, Rabu (30/9/2020).

Deanni Ivanda tak terima atas pernyataan Chintami Atmanagara saat menggelar konferensi pers terkait kasus dugaan penganiayaan Dio Alif Utama. Sebab, pernyataan yang dikeluarkannya tersebut telah di luar konteks.

“Iya pasti kesal lah (Deanni Ivanda), kenapa kok masalah yang nggak seharusnya diomongin malah diomongin kan. Kita perlu tekankan di sini ibu Chintami itu nggak punya hak terhadap sepeda itu. Kalau emang yang punya sepeda ngerasa itu sepeda pengin dibalikin harusnya yang ngomong itu yang punya sepeda dong bukan ibu Chintami yang nggak punya hak di situ,” imbuh William Fransiscus Hutabarat S,H.

Menurut William, pernyataan Chintami Atmanagara bisa membuat opini masyarakat buruk terhadap Deanni Ivanda. Gara-gara hal tersebut, Deanni Ivanda seakan-akan diduga telah melakukan tindakan penggelapan. Padahal Deanni Ivanda sudah meminta izin untuk meminjam sepeda tersebut.

“Ya karena kita merasa juga ibu Chintaminya ini udah di luar konteks. Kita kan melaporkan adanya dugaan penganiayaan, ternyata diketerangan pers nya dia itu melebar ke mana-mana dari yang bilang si Dea ini nggak balik-balikin sepeda, make sepeda nggak minta izin. Padahal kita punya bukti kalau si Dea ini ternyata make sepeda itu dengan izin yang punya,” tandasnya.

Deanni Ivanda melaporkan Chintami Atmanagara ke Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan yang dilayangkan oleh Deanni Ivanda itu masuk dalam laporan pengaduan dengan nomor 59/IX/2020/Restro Jaksel pertanggal 29 September 2020.

Seperti diketahui, Deanni Ivanda adalah teman kampus Dio Alif Utama. Dimasa Pandemi COVID-19, Deanni Ivanda meniadi salah satu korban PHK.

Dio Alif Utama yang mengetahui hal tersebut merasa iba. Ia pun menawarkan pekerjaan kepada Deanni Ivanda sebagai admin di salah satu usaha butik ibunya, Chintami Atmanagara.

Tak punya tempat tinggal, Deanni Ivanda ditawari untuk menginap di rumah Chintami Atmanagara. Beberapa bulan di sana, konflik pun mulai terjadi akibat saling sindir.

Deanni Ivanda tak terima terus ditegor oleh Chintami karena bangun siang. Ia pun menyindir balik Dio Alif Utama yang juga bangun siang.

Pertengkaran pun terjadi hingga akhirnya berujung saling lapor. Deanni Ivanda melaporkan Dio Alif Utama atas tuduhan penganiayaan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Sedangkan Dio Alif Utama melaporkan Deanni Ivanda atas kasus dugaan pengrusakan yang terjadi di rumahnya.

Deswita Maharani Mantap Berhijab

0

BOGORDAILY – Deswita Maharani membawa kabar baru. Dalam Instagram miliknya, Deswita terlihat sudah menutup auratnya dengan menggunakan hijab. Saat menjadi bintang tamu di Okay Bos, Deswita Maharani mengatakan memang sebenarnya keinginan mengenakan hijab sudah sejak lama.

Deswita Maharani pun mulai belajar mengenakan hijab sejak bulan Ramadhan tahun ini. Awalnya, Deswita Maharani hanya sering menghadiri kajian online yang kemudian mengenakan hijab.

“Aku pakai itu sekitar empat bulan selama bulan puasa. Cuma niat pakainya sudah lama. Waktu itu kan lagi sering menghadiri kajian online ya, jadi banyak yang nanyain kalau sekarang pakai hijab. Aku jawab iya insyaallah,” buka Deswita Maharani.

Saat dirinya mengenakan hijab itu pun Deswita Maharani langsung mendapatkan pujian dari sang suami, Ferry Maryadi. Ferry sangat senang saat melihat sang istri mengenakan hijab.

“Si akang (Ferry) bilang ih cantik banget ini istri aku pakai hijab jangan dicopot ya,” tukas Deswita Maharani.

Deswita Maharani pun langsung memantapkan diri dengan menutup auratnya. Terlebih sang suami sudah meminta dirinya untuk menjaga auratnya.

“Jadi aku ngerasa suami sudah ngomong gitu, aku kayak yaudah suami kita aja orang yang paling berpengaruh dalam hidup kita ya sudah,” tutur Deswita Maharani lagi.

Bagi Ferry Maryadi, keinginan Deswita untuk berhijab adalah keinginan sendiri. Ferry Maryadi sebagai suami pun tidak mau ikut campur dalam masalah itu.

“Ya sebenarnya bukan karena nurut ya, gue mencari trigernya saja. Dia pakai hijab dengan sendirinya. Karena ya terus terang, kalau suaminya yang minta itu lebih baik, cuma gue akan merasa bijaksananya gue adalah kalau gue menggetarkan hati dia untuk mentriger supaya dia sendiri yang pakai,” tutur Ferry Maryadi lagi.

Deswita Maharani pun mengatakan tidak ingin menggunakan hijab sebagai alasan tolak balik dirinya dalam suatu hal.

“Katanya kalau kita mau minta hidayah mintanya itu diturunin pakai cara yang lembut gitu, jadi pakainya nggak sengaja,” tutup Deswita.

Soal Masa Depan Diego Costa di Atletico, Ini Simeone

0

BOGORDAILY – Nasib Diego Costa di Atletico Madrid masih tanda tanya. Pelatih Diego Simeone tak menutup kemungkinan pemainnya itu bertahan atau pergi.

Atletico baru mendapatkan Luis Suarez dari Barcelona. Datang dari kursi cadangan, debut El Pistolero bahkan cemerlang dengan mencetak dua gol dan satu assist melawan Granada.

Ketajaman Suarez tak muncul saat diimbangi Huesca tanpa gol di Estadion Estadio El Alcoraz dalam lanjutan LaLiga, Kamis (1/10/2020) dini hari WIB. Striker asal Uruguay itu menjadi starter, membuat Costa harus menepi ke kursi cadangan.

Situasi itu membuat spekulasi masa depan Costa menuju pintu keluar Atletico semakin kuat. Ada kabar bahwa Paris Saint-Germain mengajukan tawaran untuk striker berdarah Brasil tersebut.

Costa juga sempat mengutarakan bahwa masa depannya diserahkan sepenuhnya kepada klub. Dia mengatakannya usai menyumbang satu gol ke gawang Granada akhir pekan lalu.

Simeone lantas ditanya terkait situasi Costa. Pelatih asal Argentina itu masih mempertimbangkan Costa berada di tim, meski tak menutup kemungkinan hengkang.

“Saya sudah mengucapkannya ribuan kali. Sampai pasar belum tutup, semuanya masih terbuka. Saya telah berbicara berkali-kali tentang perasaan saya dan betapa pentingnya saya mempertimbangkannya untuk tim,” Simeone mengungkapkannya seperti dikutip dari AS.

Jika Costa pergi menuju PSG, Atletico diyakini bakal merekrut Edinson Cavani. Striker 33 tahun itu sedang tak punya klub setelah kontraknya dengan PSG habis.

Atletico bisa membuat duet Uruguay dengan mendatangkan Cavani. Dia sudah sering main bersama Suarez di tim nasional.

Cavani dikabarkan bukan satu-satunya opsi yang bakal diperjuangkan Atletico di sisa bursa transfer. Atletico juga membidik Maxi Gomez, Arkadiusz Milik, Raul de Tomas, dan Luis Suarez asal Watford.

Asa Dwi Sasono untuk Bertemu Keluarga Lewat Nota Pembelaan

0

BOGORDAILY – Dwi Sasono bersama tim kuasa hukumnya menyampaikan nota pembelaan pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2020).

Dalam sidang, Muhammad Firdaus selaku tim kuasa hukumnya menyebutkan beberapa poin pembelaan. Poin-poin tersebut disusun berdasarkan fakta-fakta persidangan yang berjalan sebelumnya.

Disebut Firdaus, Dwi Sasono banyak berharap agar hakim ketua memutuskan untuk menerima nota pembelaannya. Hal itu merupakan salah satu upaya Dwi Sasono agar dapat kembali bertemu keluarganya.

“Ya pastinya kemarin kami sampaikan ke Mas DS (Dwi Sasono) apa yang ingin kami sampaikan itu, beliau sangat mengharapkan sekali hakim mengabulkan apa yang kita ajukan. Sehingga bisa ketemu keluarga dan anak-anaknya,” ujar Firdaus.

Dalam menentukan nota pembelaannya Dwi Sasono disebut sangat semangat untuk menang. Ia berharap dapat cepat dipertemukan keluarganya lewat kesempatannya ini.

Kondisi Dwi Sasono saat ini disebut baik-baik saja. Namun dijelaskan Firdaus, aktor 40 tahun itu tampak sedih lantaran sudah lama tak berjumpa dengan anak-anaknya.

“Sedih sih pasti ada ya dia, karena kan kangen. Tapi yang jelas semangat sih karena kita masih punya kesempatan,” tutur Firdaus.

“Mudah-mudahan majelis hakim sependapat dengan kita, sehingga bisa mengabulkan apa yang kita ajukan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Firdaus dan tim kuasa hukumnya sepakat dengan hukuman yang diajukan kepada Dwi Sasono. Namun, mereka merasa tuntutan yang dilayangkan tidak sesuai dengan keterangan saksi dan bukti-bukti yang sempat dihadirkan dalam persidangan sebelumnya.

“Prinsipnya kita sepakat dengan pertimbangan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), karena dari pertimbangan tersebut kok jadi sembilan bulan, jadi perhitungannya yang tidak kami sepakati,” tutur Firdaus.

Fakta-fakta persidangan yang menjadi pertimbangan nota pembelaan Dwi Sasono merupakan kesaksian dari dokter Carla. Dalam kesaksiannya, dokter Carla sempat menyebut Dwi bukan pengguna narkoba yang ketergantungan sehingga hanya membutuhkan perawatan sampai enam bulan saja.

“Karena jelas-jelas dokter bilang tiga sampai enam bulan, ahli bilang kurang lebih sama angkanya. Tapi kok jaksa malah sembilan bulan. Ini berarti apa yang dipertimbangkan jaksa nggak sesuai dengan fakta,” paparnya.

Diketahui, Dwi Sasono dibekuk di kediamannya pada 26 Mei 2020. Atas penangkapannya ditemukan barang bukti ganja 16 gram. Saat dibekuk Dwi tampak tak ada perlawanan dan mengakui barang bukti tersebut miliknya.

BPIP Meminta Pihak yang Menemukan Keberadaan PKI Lapor ke Polisi

BOGORDAILY – Hari kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober, diharapkan dapat menjadi momentum mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan publik. Sehingga tujuan-tujuan negara yang sudah merdeka sejak 1945 ini mencapai kesejahteraannya.

“Peringatan kesaktian Pancasila sebagai momentum bangsa ini mengaktualisasikan Pancasila dalam kebijakan publik agar tujuan kita merdeka mencapai kesejahteraan,” kata Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo dalam keterangan tulis, Kamis (1/10/2020).

Romo Benny menegaskan, orientasi pengambil kebijakan harus mengutamakan Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan juga keadilan. Dirinya juga mendorong elit politik bersikap dewasa dalam hal menyikapi isu-isu tentang radikalisme, terorisme dan komunisme yang masih berkembang. Karena bangsa harus fokus bergotong-royong, bersatu menghadapi pandemi Covid-19.

“Ke depan dibutuhkan bangsa ini keluar dari masa lalu dan berani melakukan rekonsiliasi sesama anak bangsa,” terangnya.

Larangan terhadap komunisme dan leninisme, kata Benny yang tertuang dalam ketetapan MPRS jelas masih berlaku. Tetapi jika ada pihak yang mengetahui kebangkitan komunisme, maka segera melaporkan kepada pihak berwajib.

“Larangan-larangan komunisme jelas berlaku dalam Tap MPRS, maka jika ada (komunis) harus diproses dalam ranah hukum,” tegasnya.

Ia juga mengimbau semua elemen bangsa tidak memperuncing perbedaan sejarah namun fokus memperkuat ideologi Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta tekad bulat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk kemajuan bangsa.

“Semua perbedaan pendapat dan persepsi anak-anak bangsa telah menyepakati. Kemudian konsensus itu sifatnya final dan tidak surut dilekang waktu, ataupun menghadapi tantangan dan gangguan apapun,” tutupnya.

Konser Batal, Raisa Mengimbau Penggemar Segera Refund Tiket

0

BOGORDAILY – Gelaran musik Raisa Live in Concert telah diumumkan untuk ditunda hingga waktu yang belum ditentukan karena adanya pandemi COVID-19. Konser itu seharusnya diadakan di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat pada 28 November 2020.

Penundaan itu diumumkan secara resmi oleh penyelenggara sekaligus Raisa pada 8 September 2020 lalu.

Dalam siaran pers yang diterima detikcom pada Rabu (30/9/2020), Juni Concert sebagai pihak penyelenggara telah membuka prosedur pengembalian uang tiket sejak satu hari setelah penundaan konser diumumkan, yakni pada 9 September 2020.

Hingga kini ada sekitar 10 ribu penonton telah berhasil melakukan pengembalian dana (refund). Angka itu berarti pula sebanyak 48% dari jumlah 21 ribu tiket yang berhasil dijual sebelumnya.

Pada siaran pers, Raisa dan penyelenggara menghimbau agar para penontonnya segara melakukan proses pengembalian tiket. Sebab belum ada kepastian terkait kapan konser itu akan dapat diselenggarakan.

“Juni Concert selaku penyelenggara juga menginformasikan kepada seluruh pemegang tiket agar melakukan proses refund karena penundaan ini dilakukan sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan,” tulis keterangan.

Proses pengembalian dana akan terus dilakukan hingga batas waktu 9 November 2020. Melewati dari waktu yang sudah ditentukan, dana yang sudah dibayarkan untuk membeli tiket tidak dapat lagi proses atau dianggap hangus.

Raisa

Saat mengumumkan penundaan konser Raisa di Gelora Bung Karno, Adryanto Pratono atau Adry Boim sekali CEO PT Juni Suara Kreasi menerangkan prosedur pengembalian dana.

“Jadi full refund potong biaya admin. Bukan penundaan yang boleh keep, ini full tiket dikembalikan. Jadi dalam dua bulan semua yang beli tiket bisa konfirmasi ke partner kami loket.com untuk pengembalian tiket,” kata Adry Boim.

Sebelumnya, konser Raisa di Stadion Utama GBK pertama kali dijadwalkan akan terlaksana pada 27 Juni 2020. Sayangnya, pandemi virus Corona masuk ke Indonesia dan menyebabkan pelantun Kali Kedua itu harus menunda konsernya hingga November.

Melihat perkembangan kondisi virus Corona di Indonesia yang belum kunjung membaik, Raisa akhirnya memutuskan untuk menunda konsernya hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Kalau saya percaya ini yang terbaik untuk kita semua saat ini. Mengingat ada pandemi dan kasusnya naik terus. Kesehatan jadi concern utama kami, kami mau berkontribusi untuk menahan itu dan membuat angkanya tidak naik. Kondisinya force major ya, nggak bisa kita prediksi sebelumnya,” jelas Raisa saat itu.

Ratusan Warga Cigombong Unjuk Rasa Menuntut MNC Land

BOGOR DAILY – Ratusan masyarakat Ciletuh yang tergabung dalam Forum Rakyat Ciletuh menggelar aksi unjuk rasa di simpang danau Lido, Kamis (1/10/2020).

Aksi yang bertepatan dengan Hari Tani Nasional dan Hari Kelahiran Undang – undang Agraria tersebut, menuntut tiga hal kepada PT MNC Land.

Kuasa hukum masyarakat Ciletuh, Anggi Tryana dari kantor LBH Sembilan Bintang mengatakan, tuntutan tersebut yakni penggantian tanaman yang dibabat, pencatutan nama warga untuk dasar perizinan,  dan penyelesaian sengketa lahan wakaf makam.

Dia menyebutkan, permasalahan tersebut sudah ada sejak tahun 2014 silam, mereka (warga Ciletuh,red) sudah dihadapkan pada permasalahan – permasalahan itu.

“Warga Ciletuh umumnya bekerja sebagai petani yang menggarap lahan sekitar 100 hektar, ketika MNC Land mengakuisisi lahan, otomatis meminta warga untuk meninggalkan garapannya,” jelas Anggi.

Anggi juga membeberkan, permasalahan bukan hanya penggantian tanaman saja, tapi juga masalah lahan wakaf makam dan tanda tangan warga yang diduga dijadikan sebagai dasar perizinan.

“Awalnya ada undangan dari MNC Land di hotel MNC. Ketika datang, warga dianjurkan untuk mengisi buku tamu disehelai kertas tanpa kop surat, warga yang datang tidak curiga, lalu mengisi nama,alamat dan nomor telpon. Tapi anehnya belakangan tanda tangan warga itu menjadi dasar izin lokasi,” bebernya.

Dari Informasi yang diterimanya, masyarakat Ciletuh, lanjut Anggi, akan terus menyuarakan tuntutan mereka, baik melalui aksi seperti itu ataupun melaui jalur lain.(ash)

Digeser, Bukan Digusur! PKL Sempur Direlokasi Lurah Baru

BOGOR DAILY – Ratusan Pedagang kaki lima (PKL) yang kerap berjualan di sekitar Lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, direlokasikan ke lahan kosong milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Penertiban itu dilakukan oleh Lurah Sempur, Dicky Pratama, beserta jajarannya.

Meski terbilang baru menjabat sebagai lurah, Dicky sudah memprioritaskan progam relokasi PKL.

Ikhwalnya, pihak kelurahan sering kali menerima aduan dari masyarakat setempat tentang tidak teraturnya PKL dan parkir motor liar di sana.

“Banyak masyarakat yang mengeluhkan kepada saya tentang PKL yang tidak teratur dan parkiran,” ujarnya

Meski begitu, tak serta merta Dickt pun mengusir PKL yang ada di wilayah hukumnya itu. Dia menggeser sebanyak 120 PKL Lapangan Sempur ke lahan kosong Pemkot Bogor, dan dalam naungan koperasi agar tidak ada pungutan liar kepada PKL.

“Kita akan merapihkan PKL itu ke lahan kosong Pemkot Bogor, samping lapangan Basket dan dibuatkan koperasi agar tidak ada pungli kepada yang jualan,” urainya.

Selanjutnya, dia memprioritaskan PKL yang berasal dari warga sekitar saja, dengan surat edaran dari kelurahan berisi perizinan PKL hanya diperbolehkan untuk warga Sempur dan sekitarnya karena banyak PKL yang ada di luar daerah.

“Kami beri surat edaran yang isinya hanya warga Sempur dan sekitarnya yang diperbolehkan untuk berjualan.”

Dari data yang diterima ada 120 PKL, namun setelah edaran itu dikeluarkan, PKL menyusut menjadi 108.

“Ada 120 PKL, supaya tidak terlalu banyak, saya prioritaskan untuk warga sekitar Sempur saja, yang diluar daerah saya tidak perbolehkan. Jadi ada 108 PKL saja untuk warga Sempur dan sekitarnya,” tambahnya.

“Sekitar 1-2 Minggu lagi mulai relokasi”, tandas dia. (Egi)

Witan Sulaeman Berbicara Gaya Main Baru Timnas U-19 ala Shin Tae-yong

0

BOGORDAILY – Witan Sulaeman sudah beradaptasi dengan formasi baru yang kerap diterapkan Shin Tae-yong selama Timnas Indonesia U-19 jalani pemusatan latihan di Kroasia.

Shin Tae-yong gemar memakai pakem 4-4-2 dalam tujuh uji coba Timnas U-19 di Kroasia sepanjang Bulan September. Padahal, Timnas Indonesia kelompok usia lebih sering menggunakan pakem 4-3-3, 4-2-3-1, atau 4-5-1.

Shin Tae-yong berani mengubah konsep itu dan memperkenalkan gaya permainan baru di Timnas U-19. Bagi para pemain, tentu ini menjadi hal baru karena sudah terbiasa dengan formasi 4-3-3 dan segala variannya.

Formasi 4-4-2 terus dipertahankan Shin Tae-yong dalam tujuh laga Timnas U-19 di Kroasia. Memang hampir selalu ada perombakan susunan pemain, namun 4-4-2 selalu menjadi pilihan sang pelatih.

Salah satu pemain Timnas U-19, Witan Sulaeman, mengaku tak masalah dengan hal itu. Ia siap mempelajari hal baru dan mencoba menjalankan apa yang menjadi keinginan pelatih.

“Kalau formasi memang setiap pelatih pasti berbeda-beda. Kami sebagai pemain harus profesional, kami juga harus menyesuaikan diri kepada setiap pelatih,” kata Witan dikutip dari PSSI TV.

“Karena tidak mungkin selama bermain bola kami hanya dilatih dengan satu pelatih saja. Jadi sebagai pemain profesional harus bisa menyesuaikan dengan pelatih manapun,” ujarnya menambahkan.

Witan adalah salah satu pemain yang sudah akrab dengan 4-3-3 sedari usia muda. Ia adalah merupakan pemain Timnas Indonesia U-16 yang tersisa dari era Indra Sjafri.

Eks pemain PSIM Yogyakarta itu juga pernah menjadi bagian Timnas U-19 era Fakhri Husaini yang juga kerap menggunakan pakem 4-3-3. Model permainan dari Shin Tae-yong bukan masalah dan ia bersyukur bisa mendapat pelajaran baru.

Bagi Witan Sulaeman, itu merupakan modal berharga buat timnya yang akan tampil di Piala Dunia U-20 2021. Tak hanya itu, melawan tim-tim kuat di Kroasia juga disebutnya sebagai pengalaman berharga.

“Di sini (Kroasia) kami mendapatkan banyak menit bermain, dapat pengalaman bertanding, itu sangat berharga sekali untuk karier kita ke depan untuk bagaimana melawan tim-tim Eropa dan untuk persiapan di Piala Dunia U-20 nanti sangat berharga sekali pengalaman di sini,” tutur pemain klub Liga Serbia, Radnik Surdulica.