Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 797

Review Jumbo, Film Animasi Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

0

Bogordaily.net – Film animasi Indonesia, Jumbo, yang disutradarai oleh Ryan Adriandhy, telah mencuri perhatian penonton sejak penayangannya pada Lebaran 2025.

Film ini mengisahkan perjalanan emosional Don, seorang anak dengan postur tubuh besar yang kerap dipanggil “Jumbo” oleh teman-temannya.

Setelah kehilangan kedua orang tuanya dalam kecelakaan tragis, Don tinggal bersama neneknya dan menemukan kenyamanan dalam buku dongeng peninggalan orang tuanya.

Bersama sahabat-sahabatnya, ia berpetualang membantu Meri, seorang gadis dari dunia lain, mencari keluarganya yang hilang.​

Animasi Berkualitas Tinggi

Salah satu aspek menonjol dari Jumbo adalah kualitas animasinya yang memukau. Diproduksi oleh Visinema Animation, film ini melibatkan lebih dari 400 kreator yang bekerja keras untuk menghadirkan visual yang memanjakan mata.

Detail karakter dan latar yang kaya warna menciptakan dunia fantasi yang hidup dan menarik, memperlihatkan kemajuan signifikan dalam industri animasi tanah air.​

Cerita yang Menggugah Emosi

Naskah yang ditulis oleh Ryan Adriandhy dan Widya Arifianti berhasil menyampaikan tema-tema universal seperti keluarga, persahabatan, dan keberanian.

Dialog yang disajikan dengan humor khas membuat cerita terasa ringan namun tetap menyentuh. Penonton diajak merasakan perjalanan emosional Don, dari kehilangan hingga menemukan makna sejati dalam hidupnya.​

Pengisi Suara Berbakat

Deretan pengisi suara ternama seperti Ariel NOAH, Bunga Citra Lestari, dan Cinta Laura memberikan nyawa pada karakter-karakter dalam film ini.

Metode rekaman suara yang dilakukan sebelum animasi selesai memberikan hasil yang autentik dan mendalam, membuat karakter terasa lebih hidup dan relatable.​
Analisa Daily

Soundtrack yang Mengesankan

Lagu tema “Selalu Ada di Nadimu” yang dibawakan oleh Bunga Citra Lestari menjadi pelengkap sempurna bagi film ini.

Musik yang emosional ini memperkuat adegan klimaks, meninggalkan kesan mendalam bagi penonton dan menambah daya tarik film secara keseluruhan.​

Pencapaian dan Apresiasi

Sejak penayangannya, Jumbo telah mencatatkan prestasi gemilang dengan menembus lebih dari satu juta penonton dalam waktu singkat, menjadikannya salah satu film animasi Indonesia tersukses hingga saat ini.

Kesuksesan ini menunjukkan bahwa film animasi lokal mampu bersaing dan mendapatkan tempat di hati penonton.​

Secara keseluruhan, Jumbo adalah film animasi yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pesan mendalam tentang arti keluarga dan persahabatan.

Kualitas animasi yang tinggi, cerita yang kuat, serta dukungan pengisi suara dan musik yang apik menjadikan film ini layak untuk ditonton bersama keluarga.***

BMKG Rilis Ramalan Cuaca Bogor Hari Ini, 11 April 2025: Simak Perkiraannya!

0

Bogordaily.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis ramalan cuaca untuk Kota Bogor Jumat, 11 April 2025.

Hal ini perlu Anda simak agar bisa beraktivitas dengan lancar. Seperti yang sudah sering terjadi, Kota Hujan ini berpotensi mengalami curah hujan di beberapa waktu dalam sehari.

Menurut informasi dari BMKG, kondisi cuaca di Bogor pada Rabu ini diprediksi akan hujan ringan.

Kmungkinan hujan ringan ini akan turun mulai pagi hari di beberapa wilayah.

Suhu udara diperkirakan berkisar antara 21°C hingga 29°C dengan tingkat kelembaban yang cukup tinggi.

Ramalan Cuaca Selasa 11 April 2025

Simak detail lengkap prakiraan cuaca BMKG untuk Kota Bogor pada 11 April 2025 di bawah ini agar Anda bisa mengantisipasi segala kemungkinan!

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Sedang
Suhu: 21-27°C
Kelembapan: 75-97%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Sedang
Suhu: 21-28°C
Kelembapan: 74-97%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-29°C
Kelembapan: 70-97%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-29°C
Kelembapan: 71-96%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-29°C
Kelembapan: 72-97%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-30°C
Kelembapan: 70-96%

Bagi Anda yang memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor 11 April 2025. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Sec Bowl Cuci Peralatan Masak di Toilet, di Mana Standar Kebersihannya?

0

Bogordaily.netSec Bowl adalah restoran yang didirikan pada tahun 2016 oleh Rius Vernandes, seorang lulusan sekolah kuliner di Australia. Restoran ini memiliki menu utamanya yaitu hidangan ayam dengan saus telur asin (salted egg chicken) yang disajikan dalam konsep rice bowl. Nama “Sec” sendiri merupakan singkatan dari “Salted Egg Chicken”. Sejak awal berdirinya, Rjumah makan ini telah berkembang pesat dengan membuka beberapa cabang di berbagai kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Menu andalannya meliputi berbagai varian salted egg chicken, seperti original, pedas, dan varian lainnya. Selain itu, mereka juga menawarkan menu non-salted egg untuk memenuhi beragam selera pelanggan.
Pada tahun 2024, rumah makan ini menghadapi tantangan reputasi setelah beredarnya video di salah satu akun tiktok. Dalam videonya, Codeblu yang memiliki 1,3 juta pengikut di TikTok itu mengungkap bahwa salah satu tempat makan rice bowl di Kuningan diduga mencuci alat makan dan masaknya di toilet.
Namun, ia tidak menyebutkan nama Sec Bowl atau restoran mana pun. Insiden ini menyebabkan penutupan permanen salah satu gerainya di Kuningan, Jakarta, dan mendorong permintaan maaf dari pendirinya, Rius Vernandes.
Isu Kebersihan Dapat Menghancurkan Citra Sebuah Brand
Isu kebersihan dalam industri makanan dapat berdampak besar terhadap citra dan kepercayaan konsumen terhadap suatu brand. Video yang menunjukan staf dari Sec Bowl yang mencuci alat makan di dalam toilet ternyata didapat dari salah satu followernya.
“Gue baru dapat intel dari followers gue bahwa ada satu tempat rice bowl di Jakarta, di Kuningan, yang nyuci alat makan dan alat masaknya di toilet umum manusia. Liat deh ini,” ujar Codeblu, sambil memperlihatkan foto alat-alat masak yang terlihat seperti penanak nasi atau rice cooker dan wadah makanan di samping kloset kotor.
Konsumen sekarang ini tidak hanya mencari rasa yang enak tetapi juga standar kebersihan yang tinggi. Ketika sebuah brand gagal memenuhi standar ini, mereka berisiko kehilangan pelanggan setia dan menghadapi dampak negatif dalam jangka panjang.
Dalam kasus Sec Bowl, kejadian ini menjadi peringatan bahwa kepatuhan terhadap protokol kebersihan harus menjadi prioritas utama untuk menjaga reputasi dan keberlanjutan bisnis.
Kasus yang menimpa rumah makan ini, yaitu peralatan masak mereka terciduk dicuci di toilet, menjadi contoh nyata bagaimana isu kebersihan bisa menghancurkan citra sebuah brand.
Kejadian ini langsung menuai kecaman dari masyarakat, memicu viralnya pembahasan di berbagai platform media sosial, dan menyebabkan penurunan kepercayaan pelanggan.
Strategi Pemulihan Citra bagi Sec Bowl
Menutup gerai yang terlibat dalam pelanggaran kebersihan adalah langkah awal yang menunjukkan tanggung jawab Sec Bowl terhadap insiden ini. Namun, sekadar menutup gerai tidak cukup untuk memulihkan kepercayaan pelanggan.
Tanpa strategi pemulihan citra yang tepat, nama baik Sec Bowl bisa terus tercoreng, dan pelanggan mungkin sulit atau bahkan tidak ingin kembali.
Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan serangkaian langkah konkret untuk menunjukkan perubahan nyata dan membangun kembali reputasi mereka.
Setelah menutup gerai yang bermasalah, Sec Bowl harus menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari reformasi besar dalam operasional mereka.
Pernyataan publik yang menekankan bahwa penutupan gerai merupakan bentuk tanggung jawab dan langkah awal dalam meningkatkan standar kebersihan akan membantu meredakan kemarahan publik.
Tentu saja penutupan gerai tidak memberikan kembali kepercayaan pelanggan.
Namun, untuk memulihkan kepercayaan publik, Sec Bowl harus menunjukkan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah serius untuk memperbaiki standar kebersihan dan memastikan kejadian serupa tidak akan terulang.
Salah satu cara paling efektif adalah dengan meningkatkan transparansi dan menunjukkan komitmen mereka terhadap kebersihan melalui berbagai kebijakan dan tindakan nyata. Banyak konsumen mempertanyakan standar operasional Sec Bowl.
Oleh karena itu, penting bagi Sec Bowl untuk segera merilis kebijakan baru yang lebih ketat mengenai kebersihan dan keamanan pangan. Tanpa transparansi, publik mungkin tetap memberikan ulasan negative dan tidak mempercayai terhadap perubahan yang dilakukan oleh Sec Bowl.***
Muhammad Husain
Komunikasi Digital dan Media – IPB University

Psikologi Warna dalam Komunikasi Pemasaran Digital

0

Bogordaily.net – Psikologi warna memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, tidak hanya sebagai elemen estetika tetapi juga sebagai alat komunikasi yang efektif.. Setiap warna dapat menyampaikan pesan, makna, dan simbol yang berbeda, yang diterapkan dalam berbagai bidang seperti transportasi, informasi, dan telekomunikasi.

Rambu lalu lintas memiliki berbagai macam warna seperti: warna merah digunakan untuk menandakan berhenti, sementara hijau menandakan jalan. Demikian pula, dalam desain produk, pemilihan warna yang tepat dapat memberikan kesan tertentu, seperti warna silver yang memberikan kesan elegan atau hijau yang memberikan kesan sejuk.

Dengan demikian, pemahaman tentang penggunaan dan pengaruh warna sangat penting untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dan estetika dalam kehidupan sehari-hari.

Secara psikologis, warna memiliki kemampuan untuk memengaruhi suasana hati dan emosi seseorang. Sebagai contoh, warna biru sering dikaitkan dengan ketenangan dan profesionalisme, sehingga banyak digunakan dalam desain interior ruang kerja untuk meningkatkan produktivitas.

Sementara itu, warna merah dapat meningkatkan energi dan semangat, namun penggunaannya yang berlebihan dapat menimbulkan perasaan marah atau agresif. Sangat diperlukan pemilihan warna untuk kebutuhan sesuai tempat, agar memberikan suasana yang tepat.

Pengaruh Psikologis Warna Terhadap Manusia

Warna memiliki makna penting dalam kehidupan manusia dan tidak bisa dianggap sepele. Setiap warna dapat memicu respons berbeda dalam otak, yang kemudian memengaruhi emosi dan suasana hati seseorang.

Beberapa warna dapat menimbulkan perasaan marah atau agresif, sementara yang lain mampu memberikan efek menenangkan dan menciptakan rasa tenang. Pengaruh warna terhadap psikologi seseorang sangat besar, karena warna dapat membangkitkan emosi tertentu dan secara tidak langsung memengaruhi perilaku serta persepsi individu terhadap lingkungan sekitarnya. Berikut berbagai warna dan kesan yang diberikan pada manusia:

  1. Warna Merah

Warna merah melambangkan energi, gairah, dan dorongan untuk bertindak. Dalam psikologi warna, merah dikaitkan dengan kekuatan, semangat, serta kegembiraan. Warna ini dapat merangsang indra fisik, seperti meningkatkan nafsu makan dan gairah. Namun, secara negatif, merah juga sering diasosiasikan dengan kekerasan dan kecemasan.

  1. Warna Kuning

Warna kuning memberikan arti kehangatan, keceriaan, dan rasa bahagia. Secara psikologis, warna kuning merangsang aktivitas mental dan pemikiran logis. Warna ini mendukung penalaran analitis, sehingga penyukanya cenderung bijaksana, kreatif, dan memiliki ide-ide orisinal.

  1. Warna Biru

Warna biru memberikan efek menenangkan dan dipercaya membantu mengatasi insomnia, kecemasan, serta tekanan darah tinggi. Warna biru sering digunakan sebagai warna korporat karena mencerminkan profesionalisme dan kepercayaan.

  1. Warna Hijau

Warna hijau yang identik dengan alam memberikan rasa tenang dan rileks. Secara psikologis, hijau membantu menyeimbangkan emosi, terutama dalam situasi tertekan, serta mendukung keterbukaan dalam komunikasi.

  1. Warna Hitam

Warna hitam sering diasosiasikan dengan kesan suram, gelap, dan menakutkan, tetapi juga melambangkan keanggunan dan kekuatan. Secara psikologis, hitam mencerminkan otoritas, misteri, dan ketegasan, sehingga sering digunakan untuk menciptakan kesan eksklusif dan berkelas.

  1. Warna Putih

Warna putih memberikan kesan kebebasan dan keterbukaan. Secara psikologis, putih melambangkan kesucian, kesederhanaan, dan awal yang baru, sering dikaitkan dengan kebersihan dan ketenangan.

Psikologi Warna dalam Pemasaran Digital

Warna tidak hanya memengaruhi psikologi manusia, tetapi juga berperan penting dalam membentuk kesan, makna, dan identitas suatu produk. Pemilihan warna yang tepat dapat memberikan gambaran tentang karakter, fungsi, serta nilai estetika dari produk tersebut.

Bahkan, jika sebuah produk memiliki teknologi yang canggih sekalipun, tetapi penggunaan warnanya tidak sesuai dengan citra yang ingin disampaikan, maka produk tersebut bisa dianggap kurang menarik secara visual dan kehilangan daya tariknya di mata konsumen.

Dalam dunia pemasaran, warna menjadi faktor yang dapat memengaruhi keputusan pembelian. Meskipun konsumen pada umumnya mempertimbangkan kegunaan suatu produk, warna tetap memiliki dampak besar terhadap daya tarik dan minat beli mereka.

Warna yang sesuai dapat memperkuat identitas produk, menciptakan kesan emosional, serta meningkatkan keselarasan antara fungsi dan estetika produk tersebut. Oleh karena itu, pemilihan warna yang strategis sangat penting dalam menarik perhatian dan membangun hubungan dengan konsumen.

Penggunaan Warna dalam Pemasaran

Dalam pemasaran digital, pemilihan warna yang tepat sangat penting untuk menciptakan desain visual yang efektif. Warna harus mencerminkan tujuan komunikasi dari media yang digunakan dan membangun mood atau kesan yang sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.

Misalnya, dalam iklan digital yang menargetkan anak-anak, penggunaan warna cerah seperti merah, oranye, dan kuning dapat menarik perhatian serta membangkitkan energi dan keceriaan.

Sebaliknya, jika tujuan utama adalah menyoroti informasi, seperti dalam konten artikel atau website profesional, warna-warna netral dan dingin seperti biru, abu-abu, atau coklat lebih efektif karena memberikan kesan tenang dan mudah dibaca.

Dengan strategi warna yang tepat, kampanye pemasaran digital dapat lebih menarik, meningkatkan engagement, dan memperkuat identitas merek di mata audiens.

Contoh warna yang digunakan pada kemasan produk dalam mempromosikan brand untuk peningkatan penjualan sesuai dari target audiens adalah Pepsodent.

Warna merah pada branding Pepsodent mencerminkan energi, vitalitas, dan kepercayaan diri, yang selaras dengan pesan utama produk yaitu menjaga kesehatan gigi dan memberikan senyuman cerah.

Penggunaan warna merah dalam kemasan dan logo Pepsodent menarik perhatian serta memberikan kesan kuat tentang perlindungan dan efektivitas dalam menjaga kebersihan gigi.

Target audiens utama Pepsodent adalah keluarga, khususnya orang tua yang peduli dengan kesehatan gigi anak-anak mereka, serta individu yang ingin menjaga senyum sehat dan percaya diri. Dengan kombinasi warna merah yang mencolok, Pepsodent menekankan pentingnya perawatan gigi yang aktif dan menyeluruh dalam kehidupan sehari-hari.***

 

Muhammad Husain
Komunikasi Digital dan Media, IPB University

 

 

 

 

 

Bimbang Pilih Tempat Kuliah, Justru Raih Golden Tiket IPB Tanpa Tes

Bogordaily.net – Muhammad Husain dulunya tidak tahu harus kuliah di mana, namun kini Husain berhasil menjadi mahasiswa IPB yang raih Golden Tiket tanpa tes. Perjalanan untuk mendapatkan Golden Ticket ini tidaklah mudah. Banyak tantangan dan rintangan yang harus Husain hadapi sebelum akhirnya meraih kesempatan berharga tersebut.

Semuanya berawal dari kebingungan Husain dalam menentukan tempat kuliah. Husain hampir putus asa karena merasa nilai akademiknya tidak cukup besar untuk masuk ke universitas ternama. Husain merasa tidak memiliki banyak pilihan, terlebih persaingan masuk ke perguruan tinggi negeri sangat ketat.

Namun, harapan itu muncul ketika pembimbing Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di sekolahnya memberi informasi tentang lomba Future Agile Leader Program (FALP).

Hadiah utama dari lomba ini adalah Golden Ticket masuk IPB tanpa tes. Mendengar hal tersebut, Husain langsung tertarik untuk mencoba, meski Husain merasa kurang percaya diri.

Tidak ingin berjuang sendirian, Husain mengajak beberapa teman untuk ikut serta. Akhirnya, lima orang termasuk dirinya resmi mendaftar dan siap menghadapi tantangan lomba. Namun, perjalanan Husain tidak semulus yang dibayangkan.

Setelah mendaftar, ada serangkaian agenda yang harus diikuti, termasuk webinar-webinar yang menjadi bagian dari lomba. Di sinilah tantangan pertama muncul.

Sebagai santri di pesantren, Husain harus mendapatkan izin untuk mengambil laptop guna mengikuti webinar. Sayangnya, hal ini tidaklah mudah.

Pesantren memiliki aturan ketat terkait penggunaan peralatan elektronik seperti Hp, Laptop, dan lain-lain, sehingga Husain harus meminta izin dari beberapa guru. Tidak semua guru memahami urgensi lomba ini, sehingga proses mendapatkan izin menjadi ujian tersendiri.

Dengan berbagai usaha dan pendekatan, Husain akhirnya mendapatkan akses ke laptop dan mengikuti webinar dengan baik. Husain berusaha menyerap ilmu sebanyak mungkin, mengingat ini adalah salah satu tahap penting dalam perlombaan.

Setelah melewati beberapa webinar dan menyelesaikan berbagai tugas dalam lomba, tantangan baru muncul. Kali ini datang dari lingkungannya sendiri. Husain mulai dijauhi oleh teman-teman satu angkatannya karena jarang ikut kumpul dan kegiatan bersama.

Mereka menganggapnya terlalu sibuk dengan lomba dan tidak peduli dengan angkatan. Bahkan, beberapa guru juga tidak menyukai Husain karena terlalu sering izin dan tidak sepenuhnya mengikuti kegiatan pesantren seperti biasanya.

Namun, semua ini tidak membuat Husain menyerah. Husain tetap bertekad untuk menyelesaikan setiap agenda lomba dan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih Golden Ticket. Husain sadar bahwa kesempatan ini adalah sesuatu yang langka, dan Husain harus berjuang hingga akhir.

Setelah melewati webinar, tibalah agenda yang mengharuskan peserta membuat social project. Husain pun menciptakan program “Street Tahfidz Program”, yang bertujuan membantu anak-anak jalanan untuk menghafal Alquran dan belajar agama.

Harapannya, anak-anak ini dapat memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Husain berusaha mengajukan mereka ke DT Peduli agar mendapatkan bantuan beasiswa.

Dalam menjalankan program ini, Husain diharuskan bertemu dengan anak-anak jalanan setidaknya seminggu dua kali selama kurang lebih tiga minggu. Tantangan besar muncul karena izin keluar dari pesantren sangat sulit diperoleh.

Husain harus menyediakan bukti yang jelas bahwa Husain keluar untuk menjalankan program ini. Tidak jarang Husain harus bernegosiasi dan menjelaskan pentingnya kegiatan ini agar mendapatkan izin. Namun, semangatnya untuk membantu anak-anak tersebut lebih besar daripada rintangan yang ada.

Hari demi hari, Husain semakin dekat dengan anak-anak jalanan yang mengikuti programnya. Husain melihat langsung bagaimana sulitnya mereka mendapatkan pendidikan. Hal ini semakin menguatkan tekadnya untuk terus menjalankan program tersebut hingga tuntas. Setiap pertemuan, Husain mengajarkan mereka hafalan Alquran, kisah-kisah inspiratif, serta pentingnya memiliki mimpi besar.

Setelah melewati social project, masih ada satu agenda terakhir sebelum mendapatkan hadiah utama saat Raih Golden Tiket, yaitu Leadership Camp. Tantangan baru kembali muncul, kali ini dalam bentuk interaksi sosial. Sebagai seorang introvert, Husain merasa sulit untuk berbaur dan memulai percakapan. Namun, Husain berusaha beradaptasi secara perlahan dan mulai mendapatkan teman-teman yang suportif.

Leadership Camp berlangsung selama tiga hari, di mana para peserta diberikan berbagai tantangan yang menguji kepemimpinan, kerja sama, dan keterampilan komunikasi. Salah satu tantangan terbesar bagi Husain adalah bagaimana Husain harus berbicara di depan banyak orang dan memimpin diskusi kelompok. Dengan latihan dan dorongan dari teman-teman barunya, Husain mulai merasa lebih percaya diri.

Namun, selama tiga hari tersebut, perasaan cemas dan gugup tetap menghantui Husain. Husain terus memikirkan apakah akan berhasil mendapatkan hadiah utama atau tidak. Satu-satunya hal yang bisa Husain lakukan adalah berdoa dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.

Tibalah hari pengumuman yang diadakan di IPB International Convention Center (IICC). Dengan hati berdebar, Husain menanti namanya disebut. Hingga akhirnya, MC mengumumkan, “Muhammad Husain” berada pada posisi nomor dua. Perasaan campur aduk pun muncul senang, haru, dan lega.

Husain segera mengabari orang tua dan pembimbing yang telah mendukungnya selama perlombaan ini, mengucapkan terima kasih atas doa dan bantuan mereka. Baginya, kemenangan ini bukan hanya soal mendapatkan tiket masuk IPB, tetapi juga pembelajaran hidup yang sangat berharga.

Kini, Husain resmi memilih untuk menjadi mahasiswa IPB University di Program Studi Komunikasi Digital dan Media. Perjalanan panjang dan penuh tantangan ini akhirnya membawa Husain pada pencapaian yang membanggakan dan menjadi langkah awal bagi masa depannya.

Tidak hanya mendapatkan kesempatan emas raih Golden Tiket, tetapi Husain juga belajar tentang arti kegigihan, ketekunan, dan keberanian dalam menghadapi setiap tantangan yang ada di depan mata.***

Muhammad Husain
Komunikasi Digital dan Media, IPB University

Gimana Ya Caranya Bertahan Kalau Hidup Lagi Gak Mulus?

0

Bogordaily.net – Rasanya kalau ditanya, hidup ini bakal selalu mulus aja ga ya? hidup ini gampang ga ya dijalaninnya? Jawabannya udah jelas, engga dong! Tapi ya gapapa, justru itulah seni kehidupan Dari situ kita akan meneukan jalan bagai mana caranya bertahan. Pada tulisan kali ini, aku mau sedikit ceritain gimana sih salah satu perjalanan yang menjadi fase spektakuler dari hidupku.

Waktu itu aku duduk di bangku SMA, lagi masa kelas 12 pas sibuk-sibuknya ngerjain banyak tugas dan projek tapi di satu sisi juga harus mikirin buat ke depannya mau gimana. Alhamdulillah pada saat menerima pengumuman kuota SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi) namaku masuk ke dalam salah satu kuota pesertanya.

Aku merasa senang sekali, karena ini adalah cara masuk perguruan tinggi yang paling banyak diinginkan oleh banyak orang, kenapa? jelas karena ga perlu ada proses pengerjaan sesuatu, tinggal daftar dan milih jurusan yang dituju apa, sehabis itu tunggu pengumannya deh.

Pemilihan jurusan serta kampus mana yang ingin dituju dalam SNBP bukan merupakan hal yang mudah. Aku harus memertimbangkan dari berbagai macam sisi, mulai dari bagaimana track record sekolah di kampus tersebut, apakah nilaiku rasional untuk masuk ke jurusan dan kampus tersebut, apakah aku ada prestasi penunjang yang dapat didaftarkan, dan bagaimana persaingan bahkan dengan teman satu sekolah lainnya.

Seringkali diriku bersama teman-teman konsultasi ke ruangan BK bertemu dengan guru BK untuk mencari tahu bagaimana baiknya untuk kami memilih jurusan dan universitas agar mendapatkan kesempatan besar untuk diterima.

Aku merasa dilema dalam memanfaatkan kesempatan ini, apakah aku harus optimis atau realistis? Kesempatan masuk perguruan tinggi lewat jalur SNBP bukan merupakan hal yang bisa didapatkan oleh semua orang, ini merupakan kesempatan emas bagiku untuk bisa melaju ke perguruan tinggi, pikirku waktu itu. Setelah berbagai konsultasi, akhirnya aku memantapkan diri untuk memilih pilihan yang realistis tapi juga sesuai dengan minat yang aku mau.

Waktu itu aku ingat sekali, kalau pengumuman jalur SNBP ini ada di bulan puasa, di minggu pertama bulan puasa. Meskipun jujur aku sangat berharap bisa masuk melewati jalur ini, aku tetap berusaha memersiapkan diriku untuk masuk melewati jalur lainnya, yakni jalur SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes) UTBK. Perlahan-lahan aku belajar sedikit demi sedikit guna memersiapkan diriku terhadap kemungkinan terburuk yang bisa aku dapat.

Kalau boleh jujur, waktu itu sembari aku menunggu pengumuman SNBP, aku mempunyai firasat bahwa hal yang aku inginkan ini tidak akan mudah tercapai. Feelingku diperkuat dengan beberapa kali selama masa ini, aku mengalami kejadian yang tidak mengenakan, seperti aku yang tiba-tiba sering ada hambatan di jalan yang mengakibatkan aku terlambat masuk sekolah, ada musibah terkait kendaraan yang dipakai oleh ayahku, ada musibah yang menimpa keluargaku, dan lain-lain.

Semua peristiwa itu terjadi seperti sebuah rangkaian kereta, seolah-olah aku berada disebuah persimpangan kereta yang menunggu untuk bisa melewati persimpangan tersebut karena ada kereta yang sedang berjalan.

Sampai di suatu titik, aku merasa kalau aku akan mendapatkan satu tantangan yang paling berat sebelum akhirnya aku bisa berhasil.

Aku terus menunggu dan memersiapkan diriku sehingga sampailah pada hari pengumuman. Hasil dari seleksi tersebut diumumkan pada pukul 3 sore secara serentak.

Aku yang berdiskusi bersama teman-teman akhirnya mulai mendapatkan kabar dari mereka tentang bagaimana hasil dari pengumumannya. Aku sangat senang melihat ada teman kelasku dan teman baikku bisa lolos dalam seleksi ini.

Rasanya bangga sekali, tapi bagaimana dengan diriku? Apakah perasaan senang dan bangga ini juga bisa aku rasakan pada diriku sendiri? Ternyata tidak.

Setelah aku Shalat Ashar, aku membuka pengumuman tersebut di depan ibuku sambil meminta restu, ternyata hasilnya aku ditolak.

Aku tidak merasakan apa-apa pada saat itu, hanya memandangi layar dan berkata “Yaudah gapapa” pada diriku sendiri.

Tidak bisa dipungkiri bahwa perasaan kecewa mengaliri diriku, salah satu mimpiku pupus. Aku memutuskan untuk rehat selama satu hari untuk menjernihkan pikiranku. Lankah itu sebagai caranya bertahan dalam menjalani hidup.

Selama menjernihkan pikiran, aku berusaha untuk introspeksi diri apakah ada yang kurang dari yang aku lakukan, atau apakah ada yang salah dari yang aku usahakan.

Pada saat itu, aku kembali terfikirkan tentang perasaanku yang mengatakan kalau ada satu tantangan paling berat sebelum akhirnya aku bisa berhasil, awalnya aku pikir perasaanku salah karena tidak ada kejadian apapun yang terjadi sampai hari pengumuman.

Namun, aku tersadar kalau sebenarnya tantangan paling berat adalah justru ketidaklulusanku itu pada seleksi SNBP. Aku tersadar dan memang mungkin sudah rezeki dan jalanku untuk berusaha lebih terlebih dahulu sebelum mencapai apa yang aku impikan.

Aku mulai belajar dengan rutin untuk mendapatkan skor terbaik dari UTBK dan bisa lolos di jurusan dan universitas yang aku inginkan. Saat itu sedang bulan puasa, setelah sahur aku ibadah dan istirahat sejenak, lalu bangun dan mulai belajar pukul 9 pagi. Caranya bertahan untuk mencapai tujuan.

Aku belajar sampai pukul 12 siang dan setelahnya istirahat. Dilanjutkan kembali pada pukul 1 sampai Ashar. Setelah itu istirahat dan melakukan pengingatan pelajaran pada malam harinya.

Aku melakukan aktivitas rutin itu selama satu bulan lebih, sampai aku sendiri sudah lelah rasanya untuk belajar. Sembari belajar, aku juga memerkuat ibadahku sebagai salah satu jalan agar doa dan pilihanku diridhai dan bisa terwujud.

Rasanya semua caranya bertahan, tidak mudah, aku berulang kali belajar sesuatu yang sebenarnya aku sendiripun tidak paham bagaimana maksudnya. Namun, aku tidak bisa menyerah karena ada impian diriku dan orang tuaku yang aku perjuangkan. Setelah sekian purnama, akhirnya tiba pada saat hari pelaksanaan ujian.

Aku pergi ke salah satu universitas ditemani oleh kedua orang tuaku. Aku meminta restu dan kelancaran untuk mengerjakan agar bisa diberikan hasil yang terbaik. Aku mengerjakan sebaik yang diriku bisa dan akhirnya aku dinyatakan lulus berdasarkan hasil tes tersebut.

Perjalanan ini merupakan fase yang spektakuler dalam hidupku. Aku merasa bahwa memang segala sesuatu dalam hidup kita pasti tidak sesuai dengan keinginan kita.

Rasanya terkadang susah untuk menerima kenyataan tersebut dan merasa jika kenapa kita harus ada dalam keadaan seperti ini? Tapi justru itulah dinamikanya, seninya berkehidupan. Jika kita selalu hidup dalam kenyamanan, keamanan, tidak ada gejolak yang kita rasakan untuk mau lebih mengusahakan sesuatu kedepannya.

Sebab justru, semangat juang bisa jadi faktor utama penentu keberhasilan dari suatu usaha. Semakin tinggi semangat juang, maka semakin tinggi kegigihan kita dalam mengejar sesuatu. Orang yang berbakat akan kalah dengan orang yang giat untuk selalu berusaha, itulah kuncinya.

Setiap fase dalam perjalanan hidup kita pasti memiliki makna dan hikmahnya masing-masing. Selalu nikmati proses perjalanannya karena inilah yang menjadi cerita dan melukis bagaimana diri kita untuk kedepannya. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk semua orang yang membaca dan tengah berjuang dalam perjalanan hidupnya. Semangat ya semuanya!***

Balyan Firjatullah
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

 

Pengaruh Influencer dan Media Sosial Terhadap Penyebaran Judi Online di Indonesia

0

Bogordaily.net – Judi online telah menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia selama 4 tahun kebelakang. Terutama dengan pengaruh signifikan influencer dan media sosial dalam penyebarannya ditambah kondisi regulasi serta kemudahan mengakses situs – situs ilegal, menjadikan judi online tempat bertaruh hidup yang didominasi masyarakat menengah kebawah, tentu kondisi ini sangat menghawatirkan.

Judi online adalah aktivitas perjudian yang dilakukan melalui platform internet, memungkinkan individu untuk memasang taruhan pada berbagai permainan seperti poker, taruhan olahraga, slot, dan lainnya tanpa harus mengunjungi lokasi fisik.

Kemajuan teknologi dan akses internet yang semakin luas telah memudahkan masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas ini, ditambah kondisi regulasi dan peraturan yang berhubungan dengan hal ini tidak dikawal dengan ketat dan baik, celah tersebut dimanfaatkan langsung oleh para bandar judi online.

Penyebaran judi online di Indonesia dimulai pertama kali pada tahun 1994 dan mengelami perkembangan pesat pada masa Covid-19. Meningkatnya penetrasi internet dan penggunaan smartphone.

Platform judi online memanfaatkan celah regulasi dan kurangnya pengawasan untuk menawarkan layanan mereka kepada masyarakat Indonesia. Iklan-iklan yang menarik dan penawaran bonus menggiurkan menjadi strategi utama untuk menarik pengguna baru.

Media sosial telah menjadi alat pemasaran yang efektif bagi berbagai produk dan layanan, termasuk judi online. Banyak influencer dengan jumlah pengikut yang besar mempromosikan situs judi online, baik secara langsung maupun terselubung.

Penelitian menunjukkan bahwa endorsement oleh influencer memiliki dampak signifikan dalam mempengaruhi minat generasi milenial dan Z terhadap judi online.

Secara konkrit hal yang dilakukan oleh para bandar judi online dengan memberikan donasi pada influencer yang sedang melakukan live streaming di platrfom seperti tiktok ataupun youtube.

Fenomena pemberian donasi yang dilakukan oleh akun judi online sempat menjadi kontroversi karena pada awal nya banyak sekali para influncer yang menerima donasi tersebut dengan sukarela mempromisikan akun judi online tersebut secara berulang.
Kejadian ini tidak hanya kepada satu influencer namun banyak sekali sebab akun judi online sangat rela membakar uang nya hanya untuk promosi.

Kejadian yang lebih miris juga terjadi ketika seoarang influencer sebut saja panggilan nya “kodok” dengan bangga mempromosikan judi online bahkan menantang setiap orang yang kontra dengan nya.

Ditambah serbuan pada kolom komentar yang dilakukan akun judi online pada video youtube yang diunggah para influencer menggunakan bot.

Selain itu, algoritma media sosial cenderung menampilkan iklan video promosi judi online yang dibintangi oleh influencer tersebut, sehingga meningkatkan eksposur dan minat pengguna.

Hal ini menjadi masalah serius karena generasi muda yang merupakan pengguna aktif media sosial menjadi target utama promosi judi online.

Perkembangan Judi online membuat masyrakat resah membawa berbagai dampak negatif dan kerugian

● Kerugian Finansial: Individu yang terlibat dalam judi online berisiko mengalami kerugian finansial yang signifikan, yang dapat berujung pada utang, kehilangan tabungan, hingga harta benda.

● Masalah Kesehatan Mental: Kecanduan judi online dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi. Tekanan akibat kerugian finansial sering kali memicu tindakan tragis, seperti bunuh diri.

● Dampak pada Ekonomi Nasional: Uang yang dihabiskan untuk judi online sering kali tidak berputar kembali ke ekonomi lokal, terutama jika platform tersebut beroperasi di luar negeri. Hal ini menyebabkan potensi pendapatan negara berkurang.

Kondisi kerugian ini sempat dikemukakan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akibat judi online negara merugi sampai Rp900 Triliun per tahun yang sebagian besar masuk ke Negara Kamboja hal ini dapat terlihat pada Kota Sihanoukville yang berkembang pesat akibat aliran dana judi online yang masuk.

● Gangguan Sosial: Judi online dapat menyebabkan konflik dalam keluarga dan kerusakan hubungan interpersonal, serta mendorong isolasi sosial karena individu cenderung menarik diri dari lingkungan sekitarnya.

Untuk mengatasi penyebaran judi online, diperlukan kerjasama antara masyarakat dan pemerintah melalui langkah-langkah berikut:

● Peningkatan Literasi Digital: Masyarakat perlu diberikan edukasi mengenai bahaya judi online dan cara menghindarinya. Program literasi digital dapat membantu individu mengenali dan menghindari konten berbahaya.

● Pengawasan dan Regulasi yang Ketat: Pemerintah harus bekerja sama dengan platform media sosial untuk memperkuat algoritma dalam mendeteksi dan memblokir konten promosi judi.
Selain itu, penegakan hukum terhadap individu atau entitas yang mempromosikan judi online perlu ditingkatkan.

● Kerjasama dengan Influencer: Mengajak influencer untuk menyadari dampak negatif dari promosi judi online dan mendorong mereka untuk menolak tawaran kerjasama dengan platform tersebut.

● Pelaporan oleh Masyarakat: Masyarakat dapat berperan aktif dengan melaporkan konten promosi judi online yang mereka temui di media sosial kepada pihak berwenang atau platform terkait.

● Pengembangan Program Rehabilitasi: Menyediakan layanan konseling dan rehabilitasi bagi individu yang kecanduan judi online untuk membantu mereka pulih dan kembali ke kehidupan normal.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan penyebaran judi online di Indonesia dapat diminimalisir, sehingga melindungi masyarakat dari dampak negatif yang ditimbulkannya.

Judi online sudah seharusnya dapat dibasmi secara merata, efek domino yang ada sangat amat merugikan banyak pihak.

Mulai dari masyarakat hingga negara, kondisi memilukan pun juga sering terjadi akibat judi online.

Pemerintah harus berani menyapu bersih seluruh elemen yang membuat judi online ini menjadi besar dan diperlukan nya gerakan besar guna menyampaikan informasi yang masih terkait larangan dan juga bahaya dari judi online baik melalui sosial media ataupun gerakan nyata secara langsung.***

Muhammad Zaki Ilham

 

Belajar dari Kasepuhan Gelar Alam

0

Bogordaily.net – Pada 7 September 2024, kami memulai perjalanan menuju Gelar Alam, sebuah desa adat yang kami ketahui dari sebuah video dokumenter di YouTube. Video tersebut menampilkan sosok Abah Ugi, seorang ketua adat dengan kepemimpinan inspiratif, meskipun hanya lulusan SMA.

Kata-katanya tentang kebermanfaatan bagi sesama dan kelestarian budaya membuat kami tertarik untuk mengunjungi tempat tersebut. Namun, tujuan kami ke sana masih samar. Ketika ditanya, kami hanya bisa menjawab, “Kami ingin belajar.” Tetapi, belajar tentang apa? Itu masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab.

Kami, enam orang, berangkat dari Bogor pukul 10.30 pagi dengan tiga motor. Perjalanan ini sudah kami rencanakan seminggu sebelumnya dengan semangat penuh untuk menjelajahi dan menemukan sesuatu yang baru.

Rute perjalanan kami melewati Cigombong – Cikidang – Pelabuhan Ratu – Gunung Bongkok. Awalnya, perjalanan terasa biasa saja, tetapi begitu memasuki Gunung Bongkok sekitar pukul 14.30, tantangan sesungguhnya dimulai.

Jalur berbatu licin, tanjakan curam, serta naik-turun tanpa sinyal membuat perjalanan semakin sulit. Kami hanya perlu menempuh 24 km dari titik ini ke Gelar Alam, tetapi perjalanan tersebut memakan waktu 5 jam.

Sepanjang perjalanan, kami harus menghadapi berbagai rintangan: motor yang mulai kepanasan, beberapa kali jatuh akibat jalanan yang ekstrem, dan kegelapan malam yang mulai menyelimuti.

Tidak ada sinyal, hanya suara mesin motor yang terus menderu dan rasa lelah yang makin menguji mental kami. Tapi kami terus maju.

Setiap rintangan yang kami lalui terasa seperti gambaran kehidupan—terkadang berat, melelahkan, dan penuh tantangan, tetapi kita harus tetap maju dengan tekad yang kuat.

Selama perjalanan rasanya ingin sekali ingin balik arah namun rasanya tidak ada didalam pilihan namun jika dilanjut sangat berat rasa ingin sekali meneteskan air mata, namun kita tahan demi menjaga mental kami satu sama lain.

Akhirnya, sekitar pukul 21.00, kami tiba di Gelar Alam dengan perasaan lega dan penuh syukur. Di sana, kami disambut hangat oleh masyarakat dan dipersilakan bermalam di balai desa.

Tak hanya itu, kami juga disuguhkan makanan, sebuah bentuk keramahan yang sangat kami apresiasi setelah perjalanan panjang yang melelahkan.

Setelah beristirahat, kami mulai memahami banyak hal dari desa ini. Salah satu yang paling menarik adalah sistem Leuit—lumbung padi tradisional yang mampu menyimpan padi hingga ratusan tahun.

Setiap rumah di Gelar Alam rata-rata memiliki lima leuit yang penuh dengan padi, selain leuit bersama yang digunakan untuk kepentingan komunitas.

Mereka memiliki ketahanan pangan yang luar biasa, hasil dari menjaga warisan pertanian secara turun-temurun.

Di Gelar Alam, pertanian dilakukan dengan penuh penghormatan terhadap alam. Mereka tidak memaksa tanah untuk terus menghasilkan, melainkan memberikan waktu istirahat bagi lahan agar tetap subur.

Hal ini menghasilkan beras organik berkualitas tinggi. Salah satu kebijakan adat yang sangat menarik adalah larangan menjual beras—sebuah filosofi yang sangat dalam.

Menjual beras bagi mereka sama saja dengan menjual kehidupan. Ini mengajarkan kami arti ketahanan pangan sejati dan bagaimana menjaga keseimbangan dengan alam.

Kami juga berbincang dengan beberapa warga yang menjelaskan filosofi hidup mereka. Mereka percaya bahwa manusia harus hidup selaras dengan alam dan saling menjaga satu sama lain.

Tidak ada persaingan berlebihan, semua saling membantu demi keberlangsungan komunitas. Kami menyadari betapa berbeda pola pikir mereka dengan kehidupan modern yang serba individualistis.

Selain itu, kami belajar banyak tentang kesederhanaan dan rasa syukur. Hal-hal yang sebelumnya kami anggap sepele, seperti jalanan yang bagus, ternyata bisa menjadi sumber kebahagiaan.

Di perjalanan ini, kami benar-benar memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari hal-hal besar, tetapi justru dari kesadaran untuk mensyukuri setiap kemudahan yang kita miliki.

Kami juga diberi kesempatan untuk mencicipi makanan khas mereka, yang semuanya berbahan alami tanpa bahan kimia. Rasanya lebih autentik dan lebih sehat.

Dari sini kami menyadari betapa pentingnya menjaga pola makan yang alami dan lebih menghargai makanan yang kita konsumsi sehari-hari.

Setelah dua hari belajar dan menyerap kebijaksanaan dari masyarakat Gelar Alam, kami bersiap untuk kembali ke Bogor.

Kali ini, kami memilih jalur pulang melalui Kesepuhan Sinar Resmi, yang meskipun masih menantang, tidak seberat jalur Gunung Bongkok.

Perjalanan pulang memakan waktu sekitar 7 jam. Saat menyusuri jalanan kembali ke kota, kami merasakan perubahan dalam diri kami.

Kami tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang dalam. Kami belajar tentang ketahanan, tentang bagaimana menghadapi tantangan dengan tekad yang kuat, dan tentang bagaimana alam bisa menjadi guru yang luar biasa.

Kami juga belajar untuk lebih menghargai sumber daya yang kita miliki dan betapa pentingnya hidup berdampingan dengan alam.

Setelah sampai di Bogor, kami kembali ke kehidupan sehari-hari dengan perspektif baru.

Kami menyadari bahwa ada begitu banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari perjalanan ini, tidak hanya tentang fisik yang harus kuat menghadapi perjalanan, tetapi juga tentang mental dan spiritual yang harus selalu siap menghadapi tantangan kehidupan.

Perjalanan ke Gelar Alam bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual dan mental.

Kami pergi dengan keingintahuan, dan pulang dengan pelajaran hidup yang akan kami kenang selamanya.

Dapat dikatakan bahwa perjalanan ke Kesepuhan Gelar Alam adalah salah satu perjalanan terbaik dalam hidup kami.***

Muhammad Zaki Ilham
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

Fikri Khair Naqli: Menjadi Cahaya di Jalur yang Tak Terduga

0

Bogordaily.net – Di tengah gemuruh dunia akademik yang dinamis, nama Fikri Khair Naqli hadir sebagai sosok muda yang memancarkan keteladanan. Ia bukan hanya seorang akademisi, namun juga seorang pengajar yang berusaha membumikan ilmu dengan penuh keikhlasan.

Sebagai asisten dosen di Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi, Sekolah Vokasi IPB University, Fikri membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan.

Namun perjalanan Fikri bukanlah jalan mulus tanpa tantangan. Kisahnya adalah tentang dedikasi, pilihan, dan keberanian untuk mengejar makna hidup melalui pengabdian di bidang akademik.

Dalam dirinya, ilmu bukan sekadar pengetahuan, melainkan amanah yang harus disampaikan dengan adab dan tanggung jawab.
Fikri Khair Naqli lahir dan dibesarkan dalam lingkungan yang menanamkan pentingnya pendidikan sejak dini.

Sejak kecil, ia dikenal sebagai sosok yang tekun dan penuh rasa ingin tahu. Kecintaannya terhadap ilmu tumbuh bersama dengan kedisiplinan yang ditanamkan oleh orang tuanya.

Tak heran, ketika memasuki masa kuliah, Fikri memilih jalur pendidikan vokasi dengan keyakinan kuat bahwa ilmu terapan dapat menjadi bekal nyata untuk berkontribusi langsung dalam masyarakat.

Pilihan jatuh pada Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi, Sekolah Vokasi IPB University. Di sanalah ia mulai menemukan arah yang lebih pasti dalam hidupnya.

Menjadi bagian dari angkatan 57, Fikri tak hanya menjadi mahasiswa biasa. Ia dipercaya untuk mengemban amanah sebagai ketua angkatan, posisi yang tidak ringan namun ia jalani dengan penuh tanggung jawab.

Peran ini memberinya ruang untuk mengasah kepemimpinan, empati, serta kemampuan komunikasi dalam berbagai dinamika organisasi mahasiswa.

Kepemimpinannya dikenal inklusif dan tegas. Ia mampu menyatukan berbagai latar belakang teman-temannya dalam semangat kolektif untuk tumbuh bersama.

Bagi Fikri, menjadi pemimpin bukan tentang menunjuk arah, tapi berjalan bersama menuju tujuan yang sama.

Keaktifan Fikri di kampus tidak hanya terbatas dalam lingkup angkatan. Ia juga sering terlibat dalam kegiatan akademik dan non-akademik yang memperkaya pengalamannya.

Namun, minat utamanya tetap berada di dunia akademik. Ia menyadari bahwa panggilan hatinya adalah menjadi seorang pengajar, seseorang yang mampu membagikan ilmu dan membentuk karakter.

Setelah menyelesaikan studinya di Sekolah Vokasi IPB University, Fikri tidak lantas berpaling dari almamater tercintanya.

Ia kembali, bukan sebagai mahasiswa, tapi sebagai asisten dosen di program studi yang sama. Keputusan ini bukan sekadar pekerjaan, tapi wujud nyata dari kecintaannya terhadap dunia pendidikan.

Menjadi asisten dosen bukanlah tugas yang mudah. Di balik persiapan materi kuliah, bimbingan tugas mahasiswa, hingga evaluasi pembelajaran, ada komitmen besar untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Namun bagi Fikri, proses tersebut justru menjadi ruang untuk bertumbuh.

Dalam setiap kelas yang ia dampingi, Fikri berusaha menciptakan suasana belajar yang humanis dan dialogis.

Ia tidak ingin menjadi pengajar yang hanya menyampaikan materi, melainkan ingin menjadi fasilitator pembelajaran yang mampu menggugah semangat berpikir kritis mahasiswa.

Kecintaannya pada dunia mengajar tidak hanya ia salurkan di ruang kelas kampus.

Di luar jam kerja sebagai asisten dosen, Fikri juga membuka les privat di rumahnya, sebuah inisiatif pribadi yang ia mulai dengan sederhana namun penuh makna.

Bagi Fikri, berbagi ilmu tidak harus selalu melalui jalur formal. Selama ada niat untuk membantu orang lain memahami dan berkembang, di situlah pendidikan sejati terjadi.

Di ruang tamu rumahnya yang sederhana, ia menyulap suasana menjadi ruang diskusi hangat antara guru dan murid.

Ia tak hanya mengajar mata pelajaran teknis, tetapi juga sering menyelipkan nilai-nilai kehidupan, etika, dan motivasi untuk terus belajar.

Jika ditanya apa makna hidup bagi Fikri Khair Naqli, jawabannya sederhana namun dalam: tujuan. Ia percaya bahwa setiap manusia perlu memiliki tujuan yang menjadi arah langkah hidupnya.

Namun, ia juga sadar bahwa jalan menuju tujuan itu seringkali tidak lurus, bahkan kadang menyimpang jauh dari rencana awal.

“Selama tujuannya untuk bermanfaat bagi orang lain, maka tidak masalah jika jalannya berliku,” ungkapnya dalam sebuah sesi wawancara.

Pernyataan itu mencerminkan filosofi hidup Fikri yang matang. Ia tidak terjebak dalam kerangka idealisme sempit, melainkan fleksibel namun tetap berprinsip.

Jalan akademik yang ia tempuh saat ini mungkin bukan rencana awal, namun ia menjalaninya dengan sepenuh hati karena ia melihat ada manfaat besar yang bisa ia berikan di sana.

Satu hal yang selalu Fikri tekankan dalam setiap kesempatan mengajar adalah prinsip “adab sebelum ilmu.” Bagi dirinya, kecerdasan akademik tidak akan bermakna tanpa landasan akhlak yang kuat.

Ilmu yang tinggi tanpa adab justru bisa menjadi bumerang bagi pemiliknya dan lingkungan sekitar.

Dalam interaksinya dengan mahasiswa, ia selalu menanamkan pentingnya sikap hormat, tanggung jawab, dan kesederhanaan. Ia percaya bahwa pengajar yang baik bukan hanya mentransfer ilmu, tapi juga menjadi teladan dalam bersikap.

Prinsip ini ia pegang teguh, bahkan dalam kehidupannya sehari-hari. Di dunia yang semakin pragmatis, Fikri tetap memegang teguh nilai-nilai moral sebagai fondasi setiap langkah.

Ia ingin menjadi sosok yang tidak hanya pintar, tapi juga benar—bukan hanya mengerti, tapi juga menghayati.

Meski telah mencapai berbagai hal di usia muda, Fikri tidak berhenti bermimpi. Ia ingin terus melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, bukan demi gelar semata, melainkan demi memperkaya kapasitasnya sebagai pengajar.

Ia bermimpi bisa menjadi dosen tetap di perguruan tinggi, menyusun kurikulum, menulis buku ajar, dan terlibat aktif dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

Namun lebih dari itu, ia ingin tetap membumi. Ia ingin menjadi pengajar yang tetap bisa menyapa murid secara personal, mendengar keluh kesah mereka, dan hadir sebagai sahabat belajar.

Fikri Khair Naqli adalah cerminan dari generasi muda yang menjadikan ilmu sebagai ladang pengabdian. Ia membuktikan bahwa menjadi bermanfaat tidak harus selalu lewat jalur yang megah atau sesuai rencana.

Terkadang, jalan sunyi yang penuh liku justru membawa kita pada makna hidup yang lebih sejati.

Di tengah dunia yang cepat dan penuh distraksi, sosok seperti Fikri hadir sebagai pengingat bahwa adab, keikhlasan, dan tujuan hidup adalah kunci untuk menjadi manusia yang utuh.

Ia bukan hanya mengajar, tapi juga membentuk generasi—dan di sanalah letak kekuatan sejatinya.***

Muhammad Zaki Ilham

Tanggung Jawab Bisnis dan Kritik Publik: Perspektif dalam Kasus Shella Saukia dan Doktif

0

Bogordaily.net – Kasus yang melibatkan Shella Saukia, seorang selebgram dan pengusaha skincare, dengan Dokter Detektif (Doktif), seorang kreator konten di TikTok, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Konflik ini dimulai pada 17 Januari 2025, ketika Doktif mengulas produk skincare milik Shella melalui akun TikTok-nya.

Dalam ulasannya, Doktif menemukan beberapa ketidaksesuaian pada produk tersebut, seperti tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa, komposisi, dan izin edar.

Ulasan negatif ini memicu perseteruan, dengan Shella mengklaim bahwa bisnisnya mengalami kerugian miliaran rupiah akibat ulasan tersebut.

Kejadian ini semakin memanas setelah Shella mendatangi Doktif di sebuah restoran, yang berujung pada konfrontasi fisik. Perseteruan ini semakin viral di media sosial dan menambah ketegangan di antara keduanya.

Shella melaporkan Doktif ke Polda Metro Jaya pada 19 Januari 2025 atas dugaan pelanggaran perlindungan data pribadi, sementara Doktif melaporkan Shella dengan tuduhan pemaksaan dan ancaman kekerasan.

Kasus ini pun membuka diskusi mengenai peran penting transparansi, kredibilitas, dan etika dalam berbisnis di era digital.

Kasus ini juga mencerminkan tantangan besar yang dihadapi oleh para influencer dan kreator konten dalam membagikan pendapat mereka di media sosial.

Baik Shella maupun Doktif memiliki pengaruh besar terhadap audiens mereka, sehingga ulasan atau kritik yang mereka sampaikan memiliki dampak yang sangat luas.

Ulasan negatif, khususnya mengenai produk kesehatan dan kecantikan, bisa memengaruhi reputasi dan finansial perusahaan.

Oleh karena itu, setiap ulasan harus didasarkan pada data yang akurat dan disampaikan dengan profesionalisme agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Salah satu aspek penting yang bisa dipelajari dari kasus ini adalah bagaimana etika dalam mengulas produk harus dijunjung tinggi.

Meskipun kebebasan berpendapat dijamin oleh hukum, terutama di media sosial, ulasan tentang produk—terutama yang terkait dengan kesehatan dan kecantikan—harus dilakukan dengan hati-hati dan disertai bukti yang valid.

Jika menemukan indikasi pelanggaran atau kekurangan pada produk, langkah yang lebih bijak adalah melaporkannya kepada otoritas yang berwenang, seperti BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), bukan langsung mempublikasikannya di media sosial tanpa verifikasi yang memadai.

Kritik yang disampaikan tanpa dasar yang kuat dapat berpotensi merusak reputasi bisnis dan merugikan pihak terkait, bahkan jika produk tersebut sebenarnya telah memenuhi standar yang berlaku.

Itulah mengapa, penting untuk menjaga transparansi dan kejujuran dalam menyampaikan informasi produk kepada konsumen.

Menyembunyikan informasi atau tidak mencantumkan label yang diperlukan pada produk dapat merusak kepercayaan konsumen dan berdampak buruk pada citra merek.

Dalam dunia bisnis, terutama di industri kecantikan, kritik merupakan bagian yang tak terhindarkan.

Namun, respons terbaik terhadap kritik bukanlah dengan serangan balik atau tindakan hukum yang melibatkan emosi, tetapi dengan memberikan klarifikasi yang jelas dan berbasis data yang valid.

Alih-alih mengambil langkah hukum yang dapat memperburuk situasi, dalam kasus Shella Saukia,  sebaiknya menunjukkan kualitas produk skincare-nya dengan melakukan uji ulang oleh lembaga independen yang kredibel.

Dengan cara ini, ia dapat membangun kembali kepercayaan konsumen dan memberikan bukti bahwa produk yang dijualnya memang memenuhi klaim yang diberikan.

Dari sudut pandang komunikasi, kasus ini memberikan gambaran tentang pentingnya komunikasi yang baik, transparansi, dan profesionalisme dalam dunia digital.

Diera media sosial yang semakin berkembang, sebuah bisnis atau individu harus bisa mengelola citra diri mereka dengan bijak.

Komunikasi yang dilakukan secara terbuka, jujur, dan berbasis fakta akan lebih efektif dalam menjaga reputasi dibandingkan dengan respon yang dilakukan berdasarkan emosi semata.

Selain itu, kasus Shella Saukia juga memperlihatkan bagaimana komunikasi dalam dunia digital harus melibatkan pertanggungjawaban.

Semua pihak yang terlibat, baik itu influencer, pengusaha, maupun kreator konten, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap informasi yang disebarkan di media sosial dapat dipertanggungjawabkan.

Kritik yang disampaikan tanpa dasar yang jelas dapat menimbulkan dampak yang luas, baik dari sisi finansial maupun reputasi.

Oleh karena itu, kasus Shella Saukiam penting bagi setiap pihak untuk berkomunikasi secara bertanggung jawab, menjaga integritas, dan menghindari tindakan yang bisa merugikan semua pihak.

Kesimpulannya, jika klaim Doktif mengenai produk Shella terbukti benar dan didasarkan pada data yang valid, maka kritik tersebut bisa dianggap sebagai bentuk edukasi untuk masyarakat mengenai produk kecantikan yang aman dan sesuai standar.

Namun, jika ternyata ada kesalahan dalam analisisnya, maka Doktif harus bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.

Sebaliknya, jika Shella telah memperbaiki produknya dan memiliki izin yang sah dari BPOM, maka ia sebaiknya mengungkapkan hal tersebut secara terbuka dan berbasis data, bukan dengan mengambil langkah konfrontatif yang hanya akan memperburuk citranya.

Kasus ini mengajarkan kita pentingnya transparansi, komunikasi yang jujur, dan tindakan yang profesional dalam dunia bisnis dan di era digital, untuk memastikan bahwa komunikasi yang terjadi tidak merugikan semua pihak.***

Sella Syahfillah Aishwasam
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University