Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 798

YONO: Gaya Hidup Baru di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

0

Bogordaily.net – Pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menembus angka Rp16.000. Ini bukan sekadar kabar ekonomi yang melintas di linimasa. Ini adalah peringatan. Tanda bahwa kondisi ekonomi global sedang rapuh.

Di Amerika, Donald Trump kembali mencuat dengan wacana proteksionisme yang dulu sempat mengguncang pasar dunia. Sementara di dalam negeri, dampaknya mulai terasa: harga-harga naik, biaya hidup pun ikut melonjak.

Dari mahasiswa hingga pelaku UMKM, semua merasakan imbasnya. Namun yang membuat menggelengkan kepala, gaya hidup kita tetap sama: YOLO—You Only Live Once—seolah hidup ini hanya tentang menikmati saat ini tanpa mempertimbangkan masa depan.

Saatnya Meninggalkan YOLO
YOLO sempat menjadi semacam “pedoman hidup” generasi muda. Bepergian ke luar negeri tanpa perencanaan matang, membeli barang bermerek demi unggahan media sosial, berkumpul setiap malam demi eksistensi. Semua dianggap wajar karena katanya, “hidup hanya sekali.”

Namun, kenyataan kini semakin keras. Tagihan bertambah panjang, dompet makin tipis, dan kepala makin penuh. Prinsip YOLO perlahan terasa tidak relevan.

Kita kelelahan secara finansial, hampa secara emosional. Di tengah keresahan itu, lahir satu sudut pandang baru: YONO—You Only Need One.

YONO: Hidup Tak Perlu Banyak, Cukup yang Esensial
YONO bukan sekadar akronim. Ia merupakan cara pandang. Bahwa untuk merasa cukup, kita tidak memerlukan segalanya, kita hanya membutuhkan yang benar-benar penting.

Sepasang sepatu yang tahan lama lebih berharga daripada lima pasang yang hanya demi konten. Satu hubungan yang sehat lebih bermakna daripada menjalin banyak relasi demi pengakuan sosial.

YONO mengajak kita untuk hidup lebih tenang. Memilih mutu, bukan jumlah. Mengurangi dorongan berbelanja hanya karena potongan harga.

Dan mulai memahami bahwa “cukup” bukanlah kekurangan, melainkan bentuk kekayaan yang sering diabaikan.

Hidup Cermat di Tengah Dunia yang Tidak Menentu
Kita mungkin tidak bisa mengendalikan nilai tukar atau kebijakan luar negeri negara adikuasa.

Namun, kita masih dapat mengendalikan satu hal: gaya hidup kita sendiri.

YONO bukan sekadar ajakan menabung atau berinvestasi. Ini adalah soal pola pikir.

Bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari kemewahan, dan hidup sederhana tidak berarti hidup seadanya.

Bukan Soal Pelit, Tapi Soal Prioritas
YONO tidak mendorong kita untuk menjadi pelit, tetapi untuk menjadi bijak.

Ia mengajak kita sadar bahwa gengsi bukanlah investasi. Bahwa mengikuti tren tanpa arah justru membuat kita kehilangan jati diri.

Dan bahwa mereka yang bertahan bukanlah yang paling kaya, melainkan yang paling siap menghadapi krisis dalam ekonomi global.

Di tengah arus digital yang menjunjung tinggi pencapaian dan kemewahan, YONO hadir sebagai penyeimbang.

Ia memberikan ruang untuk jeda, untuk berpikir kembali: apakah semua yang kita kejar benar-benar kita perlukan?

Memang, kita hanya hidup sekali. Namun itu bukan alasan untuk menghabiskannya secara serampangan. Dunia sedang tidak baik-baik saja, dan ini saatnya kita berhenti hidup seolah semuanya akan terus berjalan mulus.

YONO adalah ajakan untuk hidup lebih tenang, lebih sadar, dan lebih siap menghadapi masa depan. Karena pada akhirnya, yang bertahan bukanlah yang paling mencolok, tetapi yang paling tahu arah dan tahu cukup.***

Muhammad Robi Athallah
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media SV IPB University

Kebakaran Glodok Plaza: Solidaritas hingga Sorotan Kritis, Apa yang Harus Dipelajari?

0

Bogordaily.net – Pada Rabu, 15 Januari 2025, sekitar pukul 21.30 WIB, pusat perbelanjaan Glodok Plaza, kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, telah dilanda kebakaran hebat. Kebakaran ini menelan banyak korban dan menimbulkan duka yang mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat. Menurut data terkini, terdapat 12 korban tewas dalam insiden kebakaran di Glodok Plaza.

Kebakaran ini bermula di lantai atas Glodok Plaza, tepatnya di area ruang karaoke, lalu api dengan cepat menyebar ke seluruh gedung. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun, analisis awal ahli bencana dari Universitas Indonesia menyebutkan kemungkinan korsleting listrik atau kelalaian manusia sebagai pemicu kebakaran.

Di tengah tragedi ini, media sosial dengan cepat menjadi ajang diskusi masyarakat. Respons terhadap tragedi sangat beragam, ada yang mengungkapkan rasa empati dan kepedulian kepada korban, namun tak sedikit juga yang melontarkan kritik, bahkan menyalahkan korban atau pihak pengelola gedung.

Kalimat ini terlalu panjang dan perlu diperbaiki strukturnya. Bisa dipecah menjadi dua kalimat agar lebih jelas. Karena bencana ini terjadi di klub malam yang sering dikaitkan dengan kelompok sosial tertentu, banyak masyarakat yang memberikan penilaian subjektif.

Beberapa komentar bernada menyalahkan menganggap bahwa para korban ‘pantas’ mendapatkan akibat dari pilihan mereka yang berada di tempat berisiko. Padahal, setiap orang berhak atas keselamatan, terlepas dari tempat atau aktivitas yang mereka pilih. Persepsi ini seringkali mengaburkan pemahaman bahwa setiap orang berhak atas keselamatan, terlepas dari tempat atau aktivitas yang mereka pilih.

Belum lama ini, seorang reporter meliput di tempat kejadian sambil menangis dan menunjukkan empati terhadap tragedi serta para korban. Video ini beredar di media sosial dan memicu banyak empati bahkan hujatan dari masyarakat seperti “Berduka gara2 tempat nya kebakar ga bisa parti” tulis salah satu pengguna TikTok.

Selain itu, kritik terhadap pengelola gedung juga mengemuka. Banyak yang mempertanyakan mengapa sistem keamanan dan pencegahan kebakaran di gedung tersebut tidak lebih baik. Dengan volume pengunjung yang tinggi, pihak pengelola seharusnya memastikan standar keselamatan diterapkan dan dipantau dengan serius.

Namun, tak sedikit juga yang berusaha berempati atas tragedi yang sudah terjadi. “Cukup jadi manusia dlu, empati liat keadaan dlu kalau mau ketik apa2 ya, bahkan kamu melakukan tugas sebagai manusia yang mana memanusiakan manusia aja kamu belum :)” tulis salah satu pengguna TikTok.

Ada juga yang mengomentari “Pdhl kita gatau cara kita meninggal nanti kaya gimana, kita tidak berhak menghakimi siapa pun atas kepergian nya”. Mereka mengomentari karena jengkel pada komentar-komentar masyarakat yang telah mengkritik korban jiwa maupun menilai negatif terkait tragedi yang terjadi.

Berdasarkan hasil analisis terhadap tragedi ini, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mencegah terulangnya bencana yang serupa dan juga belajar untuk memperbaiki respons terhadap tragedi apapun, yaitu:

1. Pertama, masyarakat harus diberi pemahaman tentang bagaimana menggunakan media sosial secara bijak, menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi, dan lebih mengutamakan empati saat berkomentar tentang bencana.

2. Kedua, pengelola gedung dan pihak berwenang perlu melakukan evaluasi menyeluruh terkait sistem keselamatan. Hal ini meliputi peningkatan standar pencegahan kebakaran, penyediaan alat pemadam yang lebih efektif, dan pelatihan evakuasi yang lebih intensif bagi pengunjung dan karyawan.

3. Ketiga, masyarakat perlu diberi pemahaman yang lebih dalam mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap keselamatan pribadi di tempat umum. Program edukasi tentang keselamatan kebakaran harus diperkenalkan lebih luas, baik di tingkat sekolah, tempat kerja, maupun komunitas-komunitas masyarakat.

Kebakaran Glodok Plaza 2025 mengingatkan kita bahwa tragedi dapat terjadi kapan saja, dimana saja, bahkan di tempat yang tidak kita dugaz. Tragedi ini juga menjadi pengingat akan pentingnya penerapan standar keamanan yang ketat di gedung-gedung publik.

Pemerintah diharapkan melakukan inspeksi rutin dan memastikan setiap fasilitas umum memiliki sistem keselamatan yang memadai, termasuk jalur evakuasi yang jelas dan peralatan pemadam kebakaran yang berfungsi dengan baik.

Namun, lebih dari sekadar mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan, peristiwa ini juga mengajarkan nilai empati dan tanggung jawab sosial dalam menyikapi tragedi.

Media sosial harus dimanfaatkan dengan bijak, terutama dalam memberikan dukungan dan menghindari penyebaran informasi yang merugikan. Melalui kerja sama antara masyarakat, pengelola gedung, dan pemerintah, kita dapat mengurangi risiko terjadinya tragedi yang serupa dan memastikan bahwa bencana ini tidak hanya menjadi luka bagi korban, tetapi juga menjadi momentum untuk perbaikan bagi seluruh masyarakat.***

 

Mahliqa Aridha Fatimah
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Penggunaan Image Restoration Theory dalam Menghadapi Krisis Organisasi

0

Bogordaily.net – Reputasi bagi sebuah organisasi merupakan hal yang sangat penting dan harus selalu dijaga dengan baik. Reputasi bagaikan sebuah nyawa dari organisasi. Semakin baik reputasi dari organisasi tersebut, maka publik akan memandang organisasi secara baik. Menjaga reputasi bisa dilakukan dengan melakukan berbagai tindakan positif, contohnya seperti melakukan kegiatan-kegiatan amal, menjaga hubungan antara berbagai stakeholder maupun menangani krisis dalam organisai atau konflik yang terjadi secara baik.

Sebagai sebuah organisasi, wajib hukumnya untuk menyusun langkah-langkah sebagai cara untuk mencegah terjadinya krisis. Namun, sebaik apapun langkah yang dipersiapkan, kemungkinan terjadinya krisis pasti tetap ada. Krisis bersifat abstrak, yang mana dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa aba-aba.

Ketika krisis sudah terjadi, maka diperlukan langkah-langkah pula untuk menghadapinya. Berbagai cara bisa dilakukan, akan tetapi ada salah satu teori yang membahas tentang penanganan krisis, yaitu Image Restoration Theory yang dikemukakan oleh William Benoit.

William L. Benoit merupakan salah satu Profesor di Ohio University. Beliau mencetuskan salah satu teori yang dapat digunakan untuk menghadapi suatu krisis yang berhubungan dengan citra, baik itu citra seseorang maupun citra organisasi.

Image Restoration Theory atau Teori Pemulihan Citra merupakan teori yang memberikan penjelasan tentang cara-cara untuk mengembalikan suatu citra. Dari yang awalnya terkena gempuran krisis sehingga menurunkan citra tersebut, menjadi kembali baik dipandang.

Berdasarkan buku “Accounts, Excuses, and Apologies: A Theory of Image Restoration Strategies.” yang dikarang oleh Benoit, menjelaskan bahwa alasan sebuah citra menjadi buruk dapat disebabkan oleh dua hal.

Bisa disebabkan karena hal yang sengaja yaitu dilakukan sendiri ataupun pesaing. Lalu, secara tidak sengaja, yaitu terjadi karena adanya kesalahan perkataan atau perbuatan.

Mengutip dari artikel “Image repair discourse and crisis communication” karangan William Benoti dijelaskan terdapat lima strategi utama dalam Image Restoration Theory ini.

Denial (Penolakan)
Terdapat dua varian dari strategi Denial. Pertama, dengan menyatakan penolakan sepenuhnya terhadap krisis yang terjadi. Dengan memberikan pernyataan bahwa segala sesuatu yang menjadi tuduhan kepada pihaknya itu bukanlah kebenaran dan hanya kesalahan semata.

(Simple Denial) Kedua, bisa dilakukan dengan mengalihkan kesalahan kepada pihak lainnya. Dengan menyebutkan bahwa pihak lainlah yang bertanggung jawab terhadap kesalahan tersebut. (Shifting the Blame).

Evasion of Responsibility (Menghindari Tanggung Jawab)
Dalam strategi ini terdapat beberapa varian langkah yang bisa ditempuh. Pertama, sebuah pihak dapat memberikan penjelasan bahwa segala tindakan yang dilakukannya merupakan reaksi dari adanya tindakan provokasi dari pihak lain. Pihak tersebut menyebutkan bahwa mereka melakukannya karena terpancing oleh pihak lainnya.

Kedua, Defeasibility. Melakukan pernyataan bahwa segala sesuatu yang terjadi dikarenakan adanya kekurangan informasi atau kekuatan yang cukup dalam situasi tersebut.

Ketiga, Accident. Pengakuan karena hal tersebut terjadi karena hal yang tidak disengaja. Keempat, Good Intention. Pengakuan bahwa hal tersebut awalnya ditujukan untuk niat yang baik, tidak ada tujuan akan akhirnya menjadi hal buruk seperti yang sedang terjadi.

Reducing Offensiveness (Mengurangi Dampak Negatif)
Strategi ini berusaha mengurangi dampak-dampak negatif yang ditimbulkan dari krisis tersebut. Strategi ini memiliki 6 versi yang dapat dilakukan.

Pertama, Bolstering. Dilakukan dengan melakukan tindakan-tindakan positif yang pernah dilakukan pada masa lampau dan terbukti efektif.

Kedua, Minimize. Bertujuan untuk memberikan persepsi kepada publik bahwa konflik atau krisis yang terjadi tidaklah seburuk yang diberitakan, artinya berusaha untuk mengurangi perasaan negatif dari publik terhadap konflik tersebut.

Ketiga, Differentiation. Melakukan perbedaan tindakan yang dilakukan dari yang dilakukan oleh pihak lain yang terkena masalah yang sama atau mirip.

Keempat, Transcendence. Bertujuan untuk memberikan konteks bahwa penanganan tersebut juga dilakukan pada hal yang sama dalam kasus berbeda. Artinya berusaha memberikan kesan bahwa tindakan tersebut juga dilakukan dalam kasus lain dan hasilnya menguntungkan.

Kelima, Attack Acuser. Dilakukan dengan menyerang balik penuduh, mempertanyakan kredibilitas tuduhan yang diajukannya.

Keenam, Compensation. Dilakukan dengan memberi kompensasi kepada pihak yang merasa dirugikan, jika dapat diterima oleh korban, maka citra perusahaan akan kembali membaik.

Corrective Action (Tindakan Korektif)
Strategi ini dilakukan dengan memberikan perjanjian-perjanjian bahwa akan melakukan koreksi atau pembenaran dari konflik-konflik yang tengah terjadi. Perjanjian tersebut dilakukan sebelum adanya tindakan ofensif, sehingga diharapkan dapat mengembalikan citra positif.

Mortification (Permintaan Maaf)
Strategi final dari teori ini adalah permintaan maaf dan memohon untuk diberikan pengampunan atas kesalahan-kesalahannya.

Penerapan dari teori terbukti sudah dilakukan dalam dunia nyata. Salah satunya adalah kasus krisis logistik yang terjadi pada KFC di Inggris tahun 2018. Pada saat itu, KFC terpaksa menutup lebih dari 600 restorannya di Inggris karena kehabisan ayam.

Hal ini terjadi karena adanya masalah dalam jalur distribusi pihak KFC. Pihaknya menggunakan beberapa strategi dari Image Restoration Theory untuk menghadapi krisis yang membuat banyak pelanggannya marah dan merasa kecewa.

Pada awalnya KFC denial menghadapi krisis ini, mereka menyebutkan bahwa krisis ini bukanlah sepenuhnya salah mereka, melainkan dari pihak distribusi yang baru. Diketahui bahwa saat itu, KFC memilih mitra baru untuk distribusinya.

Selanjutnya KFC, melakukan tindakan Reducing Offensiveness dengan strategi compensation. KFC meminta maaf kepada semua pihak dan berjanji untuk segera kembali secepatnya.

Hal tersebut juga membuat KFC menggunakan strategi Corrective Action dengan memberi perjanjian serta langsung mengganti kembali mitra yang baru.

Strategi yang dilakukan KFC berhasil karena citra dan kepercayaan publik terhadap mereknya kembali hadir dan tetap terjaga sampai saat ini.

Penanganan dalam krisis organisasi secara benar, menjadi bukti bahwa teori ini memiliki keberhasilan dalam mengembalikan citra yang menurun di mata publik.

Keberhasilan strategi yang diberikan teori ini bisa berasal dari seberapa cepat organisasi tanggap dalam menghadapi kasus dan kesesuaian strategi yang dipilih untuk dilakukan.

Berdasarkan kelima strategi utama yang menjadi dasar teori yang dikembangkan oleh William Benoit ini, Image Restoration Theory bisa menjadi pilihan langkah-langkah yang dapat digunakan dalam menghadapi krisis.

Penerapan tersebut harus dilakukan secara maksimal dan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki oleh organisasi. Sebaiknya, rencana pencegahan krisis tetap harus dimiliki oleh setiap organisasi agar krisis bukan hanya dapat diatasi, akan tetapi dapat dicegah dari sebelumnya terjadi.***

 

Balyan Firjatullah
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

 

Membangun Kepercayaan Publik Melalui Komunikasi Krisis yang Efektif

0

Bogordaily.net – Komunikasi krisis adalah proses penyampaian informasi yang bertujuan untuk mengelola situasi krisis yang dapat merusak reputasi suatu organisasi atau instansi. Menurut Coombs (2019), komunikasi krisis merupakan strategi penting dalam mengendalikan narasi publik agar dampak negatif dapat diminimalkan. Kepercayaan publik menjadi faktor utama yang menentukan bagaimana suatu organisasi atau instansi dapat bertahan dalam situasi krisis.

Dampak komunikasi krisis dapat bersifat positif maupun negatif. Jika ditangani dengan cepat dan tepat, organisasi atau instansi dapat mempertahankan serta meningkatkan kepercayaan publik. Sebaliknya, respons yang lambat dan tidak konsisten dapat memicu ketidakpercayaan serta merusak reputasi dalam jangka panjang (Jin, Pang, & Cameron, 2012). Oleh karena itu, strategi komunikasi krisis yang efektif sangat diperlukan dalam menghadapi situasi krisis.

Artikel ini akan membahas strategi komunikasi krisis yang dapat membantu organisasi atau instansi mempertahankan kepercayaan publik. Selain itu, artikel ini juga akan mengulas contoh kasus keberhasilan dan kegagalan organisasi atau instansi dalam menghadapi krisis.

Strategi Efektif dalam Komunikasi Krisis
Dalam menangani krisis, terdapat beberapa strategi yang dapat diterapkan agar organisasi atau instansi dapat mengelola situasi dengan baik, yaitu:

1. Kejujuran. Kejujuran adalah faktor utama dalam komunikasi krisis. Mengakui kesalahan dan memberikan solusi akan membantu membangun kembali kepercayaan publik.
2. Kecepatan Respons. Kecepatan dalam memberikan respons sangat penting untuk mengendalikan situasi krisis. Di era digital ini, publik membutuhkan klarifikasi yang cepat melalui berbagai platform komunikasi, seperti media sosial dan situs web.
3. Konsistensi dalam Penyampaian Pesan. Pesan yang disampaikan harus konsisten agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah publik. Oleh karena itu, organisasi atau instansi harus memastikan bahwa setiap pernyataan yang dikeluarkan tetap sejalan di berbagai media.
4. Empati dan Kepedulian. Menunjukkan kepedulian terhadap publik dapat membantu organisasi atau instansi membangun hubungan yang lebih baik dengan masyarakat, sehingga meningkatkan kepercayaan mereka.

Contoh Kasus Keberhasilan dan Kegagalan Komunikasi Krisis
1. Kasus Berhasil: Johnson & Johnson dalam Krisis Tylenol (1982). Pada tahun 1982, Johnson & Johnson menghadapi krisis besar ketika beberapa kemasan produk Tylenol ditemukan mengandung sianida, yang menyebabkan kematian konsumen. Sebagai tanggapan, perusahaan segera menarik seluruh produk dari pasaran, bekerja sama dengan otoritas, serta mengedukasi publik mengenai bahaya yang ada. Tindakan cepat dan transparan ini berhasil membangun kembali kepercayaan publik serta menjadi standar dalam manajemen krisis (Benoit, 1995).

2. Kasus Gagal: Boeing dengan Krisis 737 Max (2018–2019)

Sebaliknya, Boeing menghadapi krisis serius setelah dua kecelakaan pesawat 737 Max yang menewaskan ratusan orang. Alih-alih segera mengakui adanya kesalahan, perusahaan awalnya menyangkal masalah pada sistem pesawat dan lambat dalam memberikan klarifikasi. Akibatnya, kepercayaan terhadap perusahaan menurun drastis, yang berujung pada larangan terbang global serta kerugian finansial yang besar (Gustin, 2019).

Pelajaran dari Kasus-Kasus Ini
Dari kedua kasus di atas, dapat disimpulkan bahwa transparansi, kecepatan respons, serta empati terhadap publik sangat berperan dalam komunikasi krisis yang efektif. Johnson & Johnson berhasil mempertahankan reputasinya karena bertindak cepat dan transparan, sementara Boeing mengalami kegagalan akibat respons yang lambat dan kurang terbuka terhadap publik.

Agar organisasi atau instansi dapat menghindari situasi serupa atau menangani krisis dengan lebih baik, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat diterapkan, antara lain:
1. Mempersiapkan rencana komunikasi krisis sebelum krisis terjadi.
2. Mengutamakan transparansi dalam memberikan informasi kepada publik.
3. Bertindak cepat dan memastikan bahwa pesan yang disampaikan selalu konsisten.
4. Menunjukkan empati dan kepedulian terhadap pihak yang terdampak krisis.

Kesimpulan
Komunikasi krisis yang efektif berperan penting dalam menjaga dan membangun kembali kepercayaan publik terhadap suatu organisasi atau instansi. Kejujuran, kecepatan respons, konsistensi pesan, serta empati menjadi faktor utama dalam strategi komunikasi krisis yang berhasil.

Melalui studi kasus Johnson & Johnson dan Boeing, terlihat bahwa transparansi dan tindakan cepat dapat menyelamatkan reputasi organisasi, sementara komunikasi yang lambat dan tidak terbuka justru memperburuk situasi. Oleh karena itu, organisasi harus mempersiapkan rencana komunikasi krisis sebelum krisis terjadi, selalu mengutamakan transparansi, serta menunjukkan kepedulian terhadap publik.

Dengan menerapkan strategi yang tepat, organisasi dapat mengelola krisis dengan lebih baik, meminimalkan dampak negatif, dan mempertahankan kepercayaan publik dalam jangka panjang.***

Mahliqa Aridha Fatimah
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

 

Menjadi Doktor di Usia Muda: Perjalanan Dr. Mohamad Iqbal Kurniawinata di Dunia Perikanan

0

Bogordaily.net – Dr. Mohamad Iqbal Kurniawinata, S.Pi., M.Si., adalah salah satu akademisi muda yang berhasil meraih gelar doktor di usia yang relatif muda. Lahir dan besar di Bandung, perjalanan akademik dan profesionalnya merupakan bukti bahwa dedikasi dan kerja keras dapat mengantarkan seseorang ke jenjang tertinggi dalam pendidikan.

Tidak hanya sukses menyelesaikan pendidikan hingga tingkat doktoral, Iqbal kini juga mengabdikan dirinya sebagai dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB), tepatnya di Program Studi Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan, Sekolah Vokasi IPB.
Sejak kecil, Iqbal tumbuh dengan ketertarikan terhadap dunia sains dan pendidikan, meskipun pada awalnya tidak secara khusus bercita-cita menjadi ahli perikanan.

Pendidikan dasar dan menengahnya ditempuh di Bandung, sebelum akhirnya berpindah ke Bogor untuk melanjutkan studi sarjana di IPB. Iqbal memilih jurusan Budidaya Perairan dengan Program Studi Teknologi dan Manajemen Perikanan Budidaya. Keputusan tersebut diambil karena keyakinannya bahwa sektor pangan, khususnya perikanan, memiliki prospek besar di masa depan.

Iqbal menyadari bahwa sektor pertanian dan perikanan merupakan industri yang tidak akan pernah mati, mengingat manusia selalu membutuhkan pangan. Saat masih di bangku SMA, Iqbal sempat mempertimbangkan untuk mengambil jurusan lain, seperti kedokteran atau militer, seperti kebanyakan teman-temannya.

Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan, Iqbal akhirnya melihat bahwa dunia perikanan menyimpan peluang besar. Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi perikanan yang sangat luas, mulai dari perikanan tangkap hingga budidaya. Kesadaran tersebut membuatnya mantap memilih jurusan perikanan di IPB.

Keputusan tersebut sempat mendapatkan tentangan dari keluarga. Orang tua Iqbal awalnya kurang setuju dengan pilihannya karena menganggap perikanan bukan bidang yang menjanjikan. Bahkan, ada anggapan bahwa seseorang tidak perlu kuliah tinggi jika hanya ingin berkecimpung di dunia perikanan.

Namun, seiring berjalannya waktu, Iqbal semakin memahami bahwa dunia perikanan bukan hanya soal budidaya ikan. Bidang ini juga mencakup inovasi teknologi, rekayasa genetika, serta pengelolaan industri dari hulu ke hilir. Ketertarikan tersebut membuat Iqbal semakin serius dalam mendalami bidangnya.

Setelah menyelesaikan studi S1 pada tahun 2018, Iqbal mendapatkan kesempatan emas untuk langsung melanjutkan pendidikan S2 dan S3 melalui beasiswa PMDSU (Program Magister Menuju Doktor Sarjana Unggul) pada tahun 2019.

Beasiswa ini memungkinkan mahasiswa berprestasi untuk langsung menempuh pendidikan magister dan doktor tanpa jeda. Iqbal menjalani program tersebut di bidang Akuakultur di IPB hingga akhirnya berhasil meraih gelar doktor pada pertengahan tahun 2024.

Setelah menyelesaikan studi doktoralnya, Iqbal tidak langsung berpikir untuk menjadi dosen. Namun, kesempatan datang ketika IPB membuka formasi CPNS untuk tenaga pengajar di Sekolah Vokasi.

Iqbal melihat bahwa kesempatan ini sangat sesuai dengan bidang yang telah ia tekuni selama bertahun-tahun. Pada Agustus 2024, Iqbal resmi diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan mulai menjalani perannya sebagai dosen tetap di Program Studi Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan.

Menjadi dosen di pendidikan vokasi memberikan tantangan tersendiri bagi Iqbal. Berbeda dengan pendidikan akademik yang lebih menekankan teori, sistem vokasi lebih berorientasi pada keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan di dunia kerja.

Latar belakang Iqbal yang berasal dari jalur akademik membuatnya harus beradaptasi dalam mengajar mahasiswa vokasi. Iqbal terus berusaha menemukan cara terbaik agar para mahasiswa tidak hanya memiliki keterampilan praktik yang baik, tetapi juga memahami dasar-dasar teorinya.

Selain itu, sebagai dosen muda, Iqbal juga memiliki pendekatan yang berbeda dalam berinteraksi dengan mahasiswa. Menurutnya, penting bagi seorang pengajar untuk dekat dengan mahasiswanya agar tercipta suasana diskusi yang terbuka.

Iqbal tidak ingin ada jarak yang membuat mahasiswa segan untuk bertanya atau menyampaikan ide, dengan pendekatan yang lebih santai dan bersahabat, Iqbal berharap para mahasiswa lebih termotivasi untuk belajar dan mengembangkan potensi mereka.

Iqbal juga menyadari bahwa mahasiswa saat ini memiliki karakter yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Dengan kemajuan teknologi dan perubahan pola pikir generasi muda, metode pembelajaran juga harus disesuaikan. Oleh karena itu, Iqbal berusaha menciptakan suasana belajar yang interaktif, dengan lebih banyak praktik langsung dan diskusi terbuka.

Sebagai seseorang yang telah menempuh perjalanan panjang di dunia akademik, Mohamad Iqbal, memiliki pesan bagi generasi muda yang ingin berkecimpung di dunia perikanan. Menurutnya, banyak mahasiswa yang masuk ke jurusan perikanan bukan karena pilihan utama, tetapi lebih karena keadaan.

Namun, Iqbal menekankan bahwa yang terpenting bukanlah bagaimana seseorang masuk ke suatu bidang, melainkan bagaimana ia menjalani dan memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.

Iqbal percaya bahwa kuliah bukan hanya soal mendapatkan gelar atau lulus tepat waktu, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mengembangkan keterampilan, membangun jaringan, dan menemukan passion mereka. Ia menekankan bahwa selama masih berada di dunia perkuliahan, mahasiswa harus aktif mencari peluang untuk meningkatkan kompetensi mereka, baik melalui magang, penelitian, maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Iqbal terus berkomitmen untuk mengembangkan pendidikan vokasi di bidang perikanan, dengan harapan bisa mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia industri dan kewirausahaan. Iqbal ingin membuktikan bahwa bidang perikanan bukan hanya sekadar “tukang ikan”, tetapi juga memiliki prospek besar dalam berbagai aspek, termasuk bisnis, inovasi teknologi, hingga pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan.

Perjalanan akademik dan profesional Mohamad Iqbal, adalah inspirasi bagi banyak orang, dengan kerja keras, dedikasi, dan keyakinan terhadap potensi diri, seseorang dapat mencapai hal-hal besar, bahkan di usia yang masih muda.

Mohamad Iqbal, telah membuktikan bahwa tidak ada batasan bagi mereka yang ingin terus belajar dan berkembang, serta bahwa setiap pilihan, jika dijalani dengan tekad yang kuat, dapat membawa seseorang menuju kesuksesan.***

Muhammad Husain
Komunikasi Digital dan Media – IPB University

 

Badar Muhammad: Pencari Ilmu dan Pemberdaya Masyarakat

0

Bogordaily.net – Badar Muhammad lahir pada 17 Juni 1996 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan yang mendukung pendidikan. Orang tuanya bercita-cita agar ia menjadi seorang dokter. Namun, setelah beberapa kali gagal dalam seleksi masuk jurusan kedokteran, Badar menyadari bahwa takdir membawanya ke jalur yang berbeda.

Meskipun sempat merasa kecewa, ia tetap berusaha mencari jalan lain untuk melanjutkan pendidikannya.

Dengan tekad yang kuat, Badar mengajak orang tuanya kembali berdiskusi mengenai pilihan masa depannya. Ia tidak ingin hanya berdiam diri di rumah dengan ijazah SMA yang terbatas dalam menggapai mimpi, apalagi di daerahnya.

Menyadari bahwa banyak perguruan tinggi negeri telah menutup pendaftaran di tahun tersebut, ia berinisiatif mencari alternatif lain dan menemukan bahwa salah satu program diploma masih membuka peluang di kampus ternama di Kota Bogor.

Akhirnya, ia memilih program diploma tersebut di IPB University dengan memegang prinsip bahwa merantau adalah kesempatan untuk memperluas wawasan dan mengubah pola pikirnya.

Hal tersebut terjadi pada tahun 2014, Badar diterima sebagai mahasiswa Program Studi Komunikasi Program Diploma IPB University (program tersebut berganti nama menjadi Sekolah Vokasi saat ini). Keputusan ini awalnya diragukan oleh orang tuanya karena hanya jenjang diploma.

Namun, ia meyakinkan mereka bahwa dunia digital akan berkembang pesat di masa depan. Badar pun memilih tiga jurusan yang sesuai dengan minatnya: Informatika, Teknik Komputer, dan Komunikasi.

Akhirnya, ia diterima di jurusan Komunikasi, yang kemudian menjadi awal perjalanan akademiknya yang penuh dedikasi.

Setelah menyelesaikan studi diploma pada tahun 2017, Badar sempat bekerja di TransTV selama empat bulan. Namun, ia menyadari bahwa dunia industri bukanlah jalur yang ingin ia tempuh. Cita-citanya menjadi dosen mendorongnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Pada tahun yang sama, ia berencana mengikuti program ekstensi S1 di IPB, tetapi program tersebut telah ditutup secara permanen.

Tidak ingin menyerah, ia mencari alternatif lain dan akhirnya melanjutkan studi di Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta pada tahun 2018, mengambil jurusan Komunikasi Pemasaran yang sejalan dengan latar belakang pendidikannya.

Seiring dengan perjalanan akademiknya, Badar bergabung dengan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB Baranangsiang sebagai videografer, fotografer, dan desainer.

Setelah enam bulan berkontribusi, kemampuannya di bidang penelitian mulai diakui, hingga ia dipercaya menjadi asisten peneliti.

Dengan dedikasi dan kerja keras, ia berhasil menyelesaikan pendidikan dan lulus pada tahun 2020, membawa langkahnya semakin dekat menuju impian sebagai seorang akademisi.

Pandemi COVID-19 menjadi tantangan besar bagi Badar dalam melanjutkan studi S2. Kesulitan memperoleh beasiswa dan terbatasnya mobilitas akibat kebijakan lockdown sempat membuat langkahnya terhambat.

Namun, ia tidak menyerah. Dengan tekad kuat, ia terus mencari peluang sembari mengembangkan diri. Saat itu, ia dipindahkan dari Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB di Dramaga.

Di sana, ia dipercaya sebagai fasilitator pengabdian masyarakat, sebuah peran yang tidak hanya memberinya pengalaman baru, tetapi juga semakin mengasah kepekaannya terhadap isu-isu pembangunan desa.

Meskipun memiliki penghasilan tetap dari pekerjaannya, Badar tetap menjadikan pembelajaran sebagai prioritas utama. Ia percaya bahwa pengalaman langsung di lapangan akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan akademiknya.

Setahun kemudian, usaha dan kesabarannya membuahkan hasil. Badar akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa penuh untuk melanjutkan studi S2 di IPB University. Selama menjalani pendidikan magisternya, ia tidak hanya fokus pada perkuliahan, tetapi juga tetap aktif berkontribusi di LPPM.

Di samping itu, ia menjadi asisten praktikum di Sekolah Vokasi IPB, memberikan bimbingan kepada mahasiswa dalam praktik komunikasi digital dan media.

Pada tahun 2022, seiring dengan semakin berkembangnya penelitian mengenai pembangunan desa, IPB mendirikan Laboratorium Data Desa Presisi di bawah naungan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA).

Kepercayaan terhadap kapabilitas Badar semakin kuat, hingga ia ditunjuk sebagai Koordinator Sumber Daya Manusia dalam proyek tersebut.

Peran ini membawanya ke tingkat yang lebih strategis, di mana ia bertanggung jawab dalam menyeleksi tenaga kerja dan memastikan proyek berjalan dengan baik.

Di tengah kesibukan akademik dan penelitian, Badar mulai mengembangkan ketertarikannya dalam dunia bisnis sosial. Pada tahun 2021, ia berdiskusi dengan Prof. Sofyan Sjaf mengenai pemanfaatan lahan kosong milik profesor tersebut.

Dari perbincangan tersebut, lahirlah ide untuk mendirikan sebuah kafe yang bukan sekadar tempat usaha, tetapi juga ruang bagi komunitas akademisi dan masyarakat untuk berinteraksi serta berbagi wawasan. Dengan dukungan penuh dari Prof.

Sofyan, ide tersebut akhirnya terealisasi. Kafe ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat sekitar. Lebih dari itu, bersama Prof.

Sofyan dan kawan-kawan pemuda lainnya, Badar Muhammad, juga mengembangkan Kebun Merdesa, sebuah inisiatif yang menjadi wadah pembelajaran bagi masyarakat dan juga mahasiswa yang tertarik dengan bisnis dan pengembanganan masyarakat.

Berkat kepiawaiannya dalam manajemen dan strategi bisnis, Kebun Merdesa berkembang pesat hingga akhirnya berekspansi ke kantin kampus IPB dengan mendirikan Kopi Ekologi, yang kini beroperasi di lingkungan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA).

Selain aktif dalam penelitian dan bisnis sosial, Badar Muhammad, juga memiliki komitmen kuat terhadap organisasi. Sejak masa kuliah, ia bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan terus mendorong mahasiswa untuk aktif berorganisasi. Baginya, organisasi adalah tempat belajar yang tidak bisa diperoleh hanya di dalam kelas.

Ia percaya bahwa melalui organisasi, seseorang dapat memperluas wawasan, membangun jaringan yang lebih luas, serta menemukan mentor yang dapat membimbing mereka dalam perjalanan hidup dan karier.

Ia sering menekankan bahwa setiap mahasiswa harus memiliki tujuan yang jelas dan terus mengasah diri agar siap menghadapi dunia setelah lulus.

Kini, setelah menyelesaikan studi S2 pada tahun 2024, Badar Muhammad mulai mengajar di Program Studi Komunikasi Digital dan Media (KMN) Sekolah Vokasi IPB University.

Mengajar bagi Badar bukan sekadar profesi, tetapi juga bagian dari dedikasinya dalam membentuk generasi muda yang kritis dan inovatif.

Sembari menjalani perannya sebagai dosen, ia juga tengah bersiap melangkah ke jenjang berikutnya yaitu studi S3 di Tiongkok, pada tahun 2025. Dengan semangat yang sama seperti ketika ia memulai perjalanan akademiknya, ia kini hanya tinggal menunggu hasil seleksi.

Baginya, perjalanan menuntut ilmu adalah proses tanpa akhir. Pendidikan bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi tentang bagaimana ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia percaya bahwa dengan terus belajar, seseorang dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar, membawa dampak nyata bagi lingkungan sekitar, dan menciptakan masa depan yang lebih baik.***

Emery Muhammad Ryansya
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media
Sekolah Vokasi IPB University

 

Bogor Digoyang Gempa, Warga Berhamburan ke Luar Rumah

0

Bogordaily.net – Bogor digoyang gempa. Padahal tidak ada mendung. Tidak ada angin kencang.

Jalanan sudah mulai sepi, seperti biasa menjelang malam.

Lalu, bumi bergoyang. Sekilas. Hanya beberapa detik.

Mereka yang sedang duduk merasa tubuhnya bergeser. Mereka yang berdiri, sedikit kehilangan keseimbangan.

Lampu gantung di beberapa rumah sempat berayun pelan.

Gempa. Bukan angin.

Informasi pertama datang cepat — seperti biasanya di era media sosial ini. Gempa berkekuatan magnitudo 4,1. Terasa di Depok dan Bogor. Kamis, 10 April 2025.

Belum sempat orang bertanya-tanya panjang lebar, berita susulan menyusul: pusat gempa ada di darat.

Di Kota Bogor. Hanya lima kilometer di bawah permukaan tanah. Sangat dangkal.

Itulah kenapa guncangannya terasa lebih jelas, meski hanya beberapa detik.

Di Depok, beberapa karyawan yang sedang bekerja di lantai atas gedung bertingkat kecil mengaku sempat panik.

Ada yang spontan berlari turun lewat tangga darurat. Ada juga yang hanya saling pandang, sambil tersenyum canggung: gempa lagi.

Di Bogor, sebagian besar orang panik. Ada yang berhamburan keluar rumah ada yang berhenti sejenak, menunggu guncangan itu hilang.

Belum ada laporan kerusakan. Tidak ada kaca pecah. Tidak ada atap rumah yang runtuh.

Hanya ketegangan sesaat, seperti yang biasa terjadi saat bumi mengingatkan manusia bahwa ia hidup, bernapas, dan sesekali bergerak.

BMKG belum merilis informasi resmi lengkap. Tapi dari data awal, gempa ini termasuk kecil dan biasa untuk daerah Jawa Barat yang memang kaya sesar aktif.

Apalagi, Bogor dan sekitarnya, wilayah yang bertumpu di atas patahan-patahan tua yang terkadang bangun dari tidurnya.

Seperti biasa, setelah gempa datang gelombang kedua: gelombang kabar. Grup WhatsApp keluarga, teman, hingga tetangga penuh dengan pertanyaan. “Tadi kerasa nggak?” “Di sini lumayan goyang!” “Ada berita lanjutannya?”

Sekali lagi, manusia diingatkan betapa tipis perbedaan antara keseharian yang tenang dan ketidakpastian yang datang tiba-tiba.

Himbauan Pemkot Bogor Gempa Bogor Susulan

Sementara itu, Pemerintah Kota Bogor mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan menyusul adanya peningkatan aktivitas Gunung Salak dan Gunung Gede.

Walaupun sudah lama tenang, kedua gunung tersebut adalah gunung api aktif yang secara alami bisa mengalami reaktivasi.

Apa yang perlu kita lakukan?

1. Tetap tenang dan ikuti info resmi dari PVMBG & BPBD.
2. Aktifkan kembali Kelurahan Tangguh Bencana (KELTANA)* di wilayah masing-masing.
3. Siapkan Tas Siaga di rumah berisi dokumen penting, obat-obatan, makanan ringan, air, senter, dan kebutuhan darurat lainnya.
4. Hindari menyebarkan hoaks dan pastikan informasi berasal dari sumber terpercaya.
5. Dihimbau untuk mengunduh aplikasi Inarisk Personal.

Hingga Kamis malam, tidak ada tanda-tanda gempa susulan yang signifikan. Orang-orang kembali ke rutinitas. Mungkin sedikit lebih waspada. Mungkin juga sudah lupa.

Bumi sudah tenang. Untuk sementara.***

Cum Date Jatuh pada 10 April 2025, Jangan Lewatkan Kesempatan Dapatkan Dividen Rp31,4 Triliun dari BBRI

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI telah menetapkan Kamis, 10 April 2025 sebagai cum date pembagian dividen tunai untuk Tahun Buku 2024 di pasar reguler dan negosiasi.

Adapun, cum date atau cumulative date sendiri menjadi tanggal penentu bagi investor yang berhak memperoleh dividen.

Pembagian dividen ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (24/03) di Jakarta, disepakati bahwa total dividen tunai yang dibagikan untuk Tahun Buku 2024 sebesar-besarnya Rp51,73 triliun atau Rp343,40 per saham.

Angka ini termasuk dividen interim sebesar Rp135 per saham (setara Rp20,33 triliun) yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2025. Dengan demikian, sisa dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham sebesar-besarnya Rp31,40 triliun atau Rp208,40 per saham.

Dari total dividen tersebut, berdasarkan struktur kepemilikan saham maka BRI akan menyetorkan dividen kepada Pemerintah Republik Indonesia sebesar Rp27,68 triliun, termasuk dividen interim sebesar Rp10,88 triliun yang telah lebih dahulu dibayarkan.

Sementara itu, sisanya akan dibagikan secara proporsional kepada seluruh pemegang saham publik yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada recording date.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyampaikan bahwa keputusan pembagian dividen ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan yang solid dan struktur modal yang kuat.

“BRI mempertimbangkan berbagai aspek dalam menentukan besaran dividen, termasuk kebutuhan ekspansi bisnis, kecukupan likuiditas, dan manajemen risiko bank. Rasio kecukupan modal (CAR) Perseroan pun diproyeksikan tetap terjaga di atas 19% dalam jangka panjang,” ujar Hendy.

Adapun, pembagian dividen ini mengacu pada kinerja keuangan BRI per 31 Desember 2024, di mana secara konsolidasian laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar Rp60,15 triliun.***

Jadwal Pembagian Dividen Tunai Tahun Buku 2024

Cum Date Jatuh pada 10 April 2025, Jangan Lewatkan Kesempatan Dapatkan Dividen Rp31,4 Triliun dari BBRI

69 Kepala Desa di Pinrang Nyatakan Siap Bentuk Dan Deklarasi Kopdes Merah Putih

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar kegiatan Sosialisasi Pendirian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Pinrang, dengan melibatkan sebanyak 69 kepala desa se-Kabupaten Pinrang pada Kamis (10/4/2025).

Kegiatan tersebut, merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia (RI) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa dan atau Kelurahan Merah Putih.

Sebelum sosialisasi dimulai, dilakukan pertemuan antara perwakilan Kemenkop dengan Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid, didampingi Wakil Bupati Sudirman Bungi serta sejumlah pejabat dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pinrang.

Pertemuan ini membahas kesiapan Kabupaten Pinrang dalam mendukung pembentukan koperasi desa di seluruh wilayah cakupan. Selanjutnya, acara sosialisasi dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, dan dihadiri pula oleh sejumlah pejabat daerah.

Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kemenkop Henra Saragih menegaskan, sesuai dengan arahan Bapak Menteri bahwa koperasi desa merupakan tulang punggung ekonomi rakyat, dan menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ekonomi kerakyatan yang berbasis pada nilai gotong royong.

“Koperasi Desa Merah Putih ini akan menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi rakyat yang dimulai dari desa. Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan kebangsaan dalam bidang ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi atas arahan pimpinan, menegaskan Pemerintah Kabupaten Pinrang berkomitmen penuh untuk mendukung implementasi Inpres tersebut.

Ia menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki potensi ekonomi yang besar di sektor pertanian, perikanan, peternakan, serta UMKM berbasis olahan pangan lokal dan kerajinan.

“Kami percaya bahwa Kopdes Merah Putih adalah jalan terbaik untuk memperkuat struktur ekonomi lokal,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Pinrang akan membantu biaya akta pendirian koperasi sebesar Rp1,5 juta, dan telah disepakati bersama dengan pengurus wilayah ikatan notaris kabupaten pinrang sebagai bentuk nyata komitmen mempercepat legalitas pendirian koperasi desa.

Dalam sesi diskusi, para kepala desa menunjukkan kesiapan mereka untuk melaksanakan Musyawarah Desa sebagai langkah awal pembentukan koperasi.

Disepakati bahwa, seluruh desa di Kabupaten Pinrang akan menyelenggarakan musyawarah pembentukan koperasi paling lambat 20 April 2025.

Di kesempatan yang sama, juga dilakukan Deklarasi Komitmen Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih oleh seluruh kepala desa, organisasi desa, serta unsur pemerintah daerah. Deklarasi ini menjadi simbol kesungguhan multipihak dalam menyukseskan agenda besar ini.

“Dengan semangat gotong royong dan sinergi antar pemangku kepentingan, Kabupaten Pinrang menyatakan kesiapan penuh menjadi daerah percontohan nasional dalam pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Indonesia,” ucap Henri.***

Jangan Tunda! Deteksi Dini Kanker Usus Besar dengan Kolonoskopi di Rumah Sakit BSH Bogor

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit BSH terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Bogor.

Salah satu fokus utama Rumah Sakit BSH adalah peningkatan fasilitas dan layanan terkait prosedur kolonoskopi.

Ini adalah bagian dari komitmen Rumah Sakit BSH untuk memberikan pelayanan terbaik di bidang kesehatan pencernaan bagi warga Bogor dan sekitarnya.

David Widjaja, MD dari Rumah Sakit BSH menjelaskan bahwa kolonoskopi adalah pemeriksaan penting untuk mendeteksi kelainan pada usus besar (kolon).

Prosedur kolonoskopi di Rumah Sakit BSH Bogor ini melibatkan pemasukan teleskop panjang dan fleksibel melalui anus.

Sebuah kamera kecil yang terletak di ujung teleskop tersebut memungkinkan visualisasi detail seluruh dinding bagian dalam usus besar.

Dengan teknologi ini, dokter di Rumah Sakit BSH dapat melakukan pemeriksaan yang akurat bagi pasien yang membutuhkan layanan kolonoskopi Bogor.

Kolonoskopi di Rumah Sakit BSH Bogor tidak hanya berfungsi sebagai alat diagnostik. Dalam beberapa kasus, prosedur kolonoskopi ini juga memungkinkan tindakan terapeutik.

Contohnya, pengangkatan polip atau kutil, serta kelainan lain pada dinding usus besar.

Sampel jaringan yang diambil selama prosedur kolonoskopi di Rumah Sakit BSH Bogor dapat diperiksa di bawah mikroskop untuk membantu menentukan penyebab penyakit.

Ini membantu Rumah Sakit BSH dalam memberikan diagnosis yang tepat bagi pasien kolonoskopi Bogor.

Pemeriksaan kolonoskopi yang tersedia di Rumah Sakit BSH memiliki beberapa tujuan utama. Ini termasuk investigasi dan penanganan gejala penyakit saluran cerna seperti nyeri perut, perdarahan dari anus, sembelit, dan diare kronis.

Pada kasus perdarahan, kolonoskopi di Rumah Sakit BSH Bogor dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan. Selain itu, kolonoskopi yang dilakukan di Rumah Sakit BSH berperan penting dalam deteksi dan pencegahan kanker usus besar, serta deteksi polip di usus besar, terutama pada pasien dengan riwayat polip sebelumnya.

Rumah Sakit BSH memberikan perhatian khusus pada deteksi dini penyakit usus besar melalui layanan kolonoskopi Bogor yang berkualitas.

Rumah Sakit BSH menekankan pentingnya pemeriksaan kolonoskopi untuk menjaga kesehatan usus besar bagi masyarakat Bogor.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan kolonoskopi Bogor dan layanan kesehatan lainnya di Rumah Sakit BSH, hubungi (0251)755-6777 atau 0817-7099-8889. Rumah Sakit BSH siap melayani kebutuhan kesehatan Anda di Bogor.***