Sunday, 17 May 2026
Home Blog Page 8075

Adu Mulut soal Kesetaraan Gender, Ini Pendapat Chef Marinka

0

BOGORDAILY – Kesetaraan gender nampaknya masih menjadi isu yang tak ada habisnya, terutama di Indonesia. Isu ini juga masih sering menjadi hal yang kerap diperdebatkan dalam praktik kehidupan sehari-sehari masyarakat Indonesia.

Seperti yang terjadi di segmen kecap ABC Cooking Demo di Program Brownis Trans TV. Seorang Chef berbakat, Rinrin Marinka atau yang dikenal dengan Chef Marinka berdebat dengan seorang kru terkait kesetaraan gender. Kru laki-laki tersebut memberikan pemahaman konvensionalnya tentang peran domestik, stereotip bagaimana memasak itu terbatas untuk perempuan saja. Sontak hal tersebut langsung ditanggapi oleh Chef Marinka dengan nada yang meninggi.

“Kalau perempuan bisa memasak dan kerja, laki-laki juga harus bisa juga semuanya,” ucap Chef Marinka, Selasa (25/8/2020).

Perdebatan tersebut makin panas dengan perkataan dari kru tersebut yang menuturkan untuk menjadi istri yang baik, perempuan itu harus mengerti kalau masakan yang enak adalah salah satu cara terbaik untuk membuat suami happy. Chef Marinka pun memberikan pendapatnya soal perkataan dari kru laki-laki tersebut dengan mengatakan kalau banyak perempuan yang sudah mulai bekerja, apalagi di Indonesia.

“Oh gitu, jadi kalau gue denger bener nih, hanya perempuan yang boleh masak? Kamu harusnya tau 60 persen wanita di Indonesia sudah kerja lho!,” tegas Chef Marinka.

Dirinya menambahkan sekarang ini suami dan juga istri sama-sama kerja untuk kebaikan keluarga. Bahkan sekarang juga banyak perempuan yang kerjanya dari pagi hingga malam.

“Kayak karyawan kantor atau pengusaha, tapi dia masih bisa masak untuk keluarga dan bantu income keluarga,” ungkap Chef Marinka.

Chef Marinka juga mengatakan kalau masakan yang dibuat oleh seorang istri akan lebih enak kalau suami juga ikut masak bersama dirinya. Menurutnya makanan akan lebih nikmat kalau dimasak secara bersama-sama.

“Jadi menambahkan perkataanmu kalau masakan yang enak adalah kunci untuk pernikahan yang bahagia. Menurutku makanannya bisa lebih enak kalo suami juga ikutan istri bantu di dapur,” pungkasnya.

Dalam kehidupan nyata implementasi kesetaraan gender, khususnya antara suami dan istri, masih dalam tahap yang sangat awal. Peristiwa tersebut mengingatkan semangat kesetaraan gender harus dimulai dalam keluarga di rumah, dan harus diajarkan kepada generasi muda sedini mungkin.

Pengurus Ranting Dharma Wanita Kabupaten Bogor Dilantik Secara Daring

Pengurus Dharma Wanita saat dilantik secara daring di Gedung Tegar Beriman Kabupaten Bogor

BOGOR DAILY – Sebanyak 25 pengurus inti Dharma Wanita Kabupaten Bogor dilantik secara daring di Gedung Tegar Beriman, Rabu (26/8/2020).

Ketua Dharma Wanita Kabupaten Bogor Nurhayati mengatakan, usai dilantik pengurus Provinsi Jawa Barat, dirinya siap membantu Pemerintah Kabupaten Bogor untuk pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.

Nurhayati juga akan menata kembali administrasi internal struktural keanggotaan mulai dari tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan kecamatan.

“Langkah pertama menata internal administrasi struktur keanggotaan mulai dari SKPD sampai wilayah,” ujarnya.

Ia juga mempersiapkan beberapa program dalam rangka membantu Pemkab Bogor.

“Terus kita juga akan siapkan di sektor ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, hingga program percepatan pemulihan pasca covid-19,” akunya.

Dirinya berharap, dengan keikutsertaan Dharma Wanita dalam sejumlah program Pemkab Bogor seperti Pancakarsa dan dapat memberikan dampak positif bagi semuanya.

“Intinya ada simbiosis mutualisme,” tukasnya. (Andi)

Program Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Kebidanan

0

Bogordaily.net – Program Studi Kebidanan Universitas Gunadarma mulai tahun akademik 2019/2020 telah menyelenggarakan pendidikan Sarjana Kebidanan, yang salah satu kegiatannya adalah pengabdian kepada masyarakat yang merupakan satu dari Tridharma Perguruan Tinggi yang harus dilaksanakan oleh dosen.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan sebuah kontribusi yang dapat diberikan oleh Universitas Gunadarma dalam membantu memecahkan permasalah yang ada di masyarakat dengan keahlian pada bidang keilmuan yang terkait.

Pada tanggal 30 Juli 2020 yang lalu, Program Studi Kebidanan Universitas Gunadarma berkesempatan untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bekerja sama dengan Praktik Bidan Bersama Citra Lestari, kecamatan Bojonggede kabupaten Bogor.  Kegiatan berupa dua penyuluhan kesehatan dengan sasaran yang berbeda.  Satu kegiatan penyuluhan yang dikhususkan bagi ibu yang masih menyusui dengan usia bayi di bawah 6 bulan mengenai “Pemberian ASI Eksklusif selama pandemi Covid-19”.  Serta satu kegiatan lagi adalah penyuluhan kesehatan mengenai “Pemberian Makanan Pendampin Air Susu Ibu (MPASI)” yang diperuntukkan bagi ibu yang memiliki bayi dengan usia diatas 6 bulan yang sudah mulai boleh diberikan makanan pendamping selain ASI.

Penetapan Covid-19 sebagai pandemi dunia yang transmisinya sangat cepat dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, belum ditemukannya obat/vaksin untuk Covid-19 diikuti dengan status tanggap darurat dan PSBB menimbulkan dampak pada seluruh lapisan masyarakat.  World Health Organization (WHO) dan United Nation Children Fund (UNICEF) menitikberatkan pada kestabilan kualitas kesehatan dan gizi pada kelompok masyarakat rawan khususnya ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita terlebih dalam pemberian ASI eksklusif (Kemenkes RI, 2020; UNICEF, 2020; WHO,2020).

Berdasarkan analisis situasi di lingkungan mitra melalui wawancara diperoleh informasi bahwa banyak ibu yang masih menyusui bayinya ditengah pandemi Covid-19 ini.  Informasi ini diperkuat dengan hasil dari pengisian kuesioner bahwa rata-rata pengetahuan ibu menyusui tentang pemberian ASI selama masa pandemi dan bagaimana memberikan makanan pendamping ASI masih berada dibawah 50%.  Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan pengetahuan ibu melalui penyuluhan kesehatan.  Mengingat situasi saat ini membuat kita harus tetap menjaga jarak serta memperhatikan protokol kesehatan, maka kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan secara daring melalui media zoom meeting bekerjasama dengan Praktik Bidan Bersama Citra Lestari.

Tujuan kegiatan Abdimas berupa penyuluhan kesehatan secara daring tentang informasi pemberian ASI eksklusif dan panduan pemberian makanan pendamping ASI selama masa pandemi Covid-19 kepada ibu menyusui adalah meningkatkan pengetahuan pemberian ASI eksklusif dan pemberian makanan pendamping ASI selama masa pandemi Covid-19 serta mengurangi kekhawatiran ibu untuk tetap memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan selama masa pandemik.  Kegiatan ini memberikan hasil yang menggembirakan karena pengetahuan ibu setelah diberikan informasi melalui penyuluhan kesehatan mengalami peningkatan yang sangat signifikan.  Harapannya dapat menjadi panduan bagi ibu untuk dapat tetap memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya sampai usia 6 bulan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19 ini.  Serta memberikan wawasan dalam mempersiapkan makanan pendamping ASI yang sehat dan higienis sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi anak secara seimbang sebagai salah satu upaya menjaga imunitas anak ditengah pandemi.

Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan oleh 9 orang dosen Program Studi Kebidanan Universitas Gunadarma. Kesembilan dosen tersebut adalah Rochmawati, M.Keb, Arini Kusmintarti, M.Kes, Dr. Sri Hayuningsih, S.SiT.,MKM, Estu Lovita Pembayun, M.Keb, Kasyafiya Jayanti, S.Keb.,Bd.,M.Kes, Veronica Fary, M.Kes, Liana Elfaristo Ariani, M.Keb, Sisilia Prima Y. Buka, M.Keb, Gracea Petricka, M.Keb dibantu tim administrasi Qurotul’Aini, SKM, Luthfiyah Ariyani, SKM, Retno Ekawaty, SST, Fitri Damayanti, S.Tr.Keb, dan Dian Maya Prastiwiningrum, SKM serta empat orang mahasiswa prodi kebidanan yang ikut berpartisipasi, Sisi Sadela, Ika Apriani, Indah Trisna Sari, dan Riza Fachmawati.

Tanggapi Kasus Jerinx, Ini Pandangan Kirana Larasati

0

BOGORDAILY – Nama Jerinx belakangan ini memang kerap menjadi perbincangan publik. Faktanya, Jerinx memang kerap menanggapi isu Corona dengan gayanya.

Hal itu tentunya membuat publik kerap mencari tahu kebenaran dari perkataannya. Gara-gara isu itu juga, Jerinx belum lama ini ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencemaran nama baik terkait kicauan ‘IDI Kacung WHO’. Jerinx pun saat ini tengah ditahan di Polda Metro Bali selama 20 hari.

Kasus ini tentu menuai sorotan public figure lainnya. Tak sedikit dari mereka yang mengaitkan kasus Jerinx dengan kebebasan berpendapat. Hal ini juga diungkapkan oleh Kirana Larasati saat ditemui di Gedung Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2020).

“Oke aku mengerti freedom of speech, aku juga seseorang yang tidak mau dibatasi berekspresi,” ujar Kirana.

“Tapi selain kepentingan satu orang yang punya freedom of speech, ada juga ratusan juta penduduk yang bisa terdampak dari viralnya perbuatan satu orang,” lanjutnya.

Bagi Kirana Larasati, memang tak ada salahnya memberikan kebebasan berpendapat. Namun, ia mengkhawatirkan semakin banyak orang yang percaya argumentasi Jerinx salah satunya soal pemakaian masker.

“Jadi dalam kita melihat suatu kasus itu nggak bisa melihat satu sudut pandang saja, kita harus lihat dari sudut pandang yang lain. Oke kita ngomongin freedom of speech, bagaimana dengan dampak orang-orang lain kalau jadi tidak pakai masker? Atau kalau jadi berkerumun di tempat banyak,” papar Kirana.

Kirana Larasati tak pernah mempermasalahkan Jerinx untuk berpendapat mengenai ketidakpercayaannya tentang bahaya COVID-19. Namun yang perlu disorot adalah sudah banyak pasien COVID-19 yang saat ini tengah menjalani perawatan.

Kirana Larasati meminta agar setiap orang tak langsung mengkonsumsi secara mentah argumentasi dari seseorang terhadap sebuah kasus. Hal ini pun diterapkan Kirana pada dirinya untuk mendapatkan pikiran yang adil.

“Karena oke katanya percaya COVID-19, tapi tidak yakin COVID-19 sebahaya itu, buat yang sehat mungkin tidak bahaya. Buat yang sakit gimana?” tutur Kirana.

“Sure dalam satu sudut pandang freedom of speech itu penting, tapi kita lihat lagi dari sudut pandang yang lain, dari situ kita bisa menentukan suatu kasus. Awalnya gini, aku yang harus aku terapkan di diri aku dan aku juga menyarankan ke teman-teman semua mulailah adil sejak dalam pikiran,” tutup Kirana.

Pirlo Pastikan Higuain akan Hengkang Musim Panas Ini

0

BOGORDAILY – Kebersamaan Juventus dan Gonzalo Higuain akan segera berakhir. Pelatih Juventus, Andrea Pirlo, mengonfirmasi bahwa Higuain akan dilepas pada musim panas ini.

Higuain gabung Juventus dari Napoli pada Juli 2016. Sejauh ini, mantan pemain Real Madrid itu tercatat tampil 149 kali di semua kompetisi bersama Si Nyonya Tua serta menyumbang 66 gol dan 11 assist.

Striker asal Argentina itu turut mengantar Bianconeri memenangi tiga scudetto dan dua gelar Coppa Italia. Setelah empat tahun bersama, Juventus dan Higuain memutuskan untuk pisah jalan.

Kontrak Higuain di Allianz Stadium sejatinya masih tersisa satu tahun lagi. Namun, Pirlo yang baru ditunjuk untuk menggantikan Maurizio Sarri itu menyatakan bahwa Higuain tidak masuk ke dalam proyeknya.

“Saya bicara dengan Higuain. Dia dalah orang yang sangat saya kagumi, dia melewati periode penting di sini dan seorang pemain hebat,” ujar Pirlo dalam konferensi pers seperti dilansir Football Italia.

“Tapi kami memutuskan bahwa kami harus pisah jalan. Dia adalah seorang juara yang luar biasa, tapi siklus sudah berakhir. Dia tersisih tapi orang yang serius, kami ngobrol dan membuat keputusan ini.”

Sementara itu, Juventus belum mengambil keputusan terkait kelanjutan masa depan Sami Khedira. Juventus kabarnya berusaha untuk memutus kontrak gelandang asal Jerman itu yang akan habis pada 2021.

“Soal (Sami) Khedira, dia cedera. Kami akan lihat nanti ketika dia sudah membaik,” ucap Pirlo.

Bea Cukai Bogor Dorong Perusahaan Ekspor Produk Dalam Negeri

BOGORDAILY –  Bea Cukai Bogor kawal ekspor air purifier hasil produksi PT Selaras Citra Nusantara Perkasa (SCNP) pada Rabu (19/08).

Ekspor kali ini mengapalkan sebanyak 1.830 karton atau sebanyak 5.490 pcs air purifier untuk dikirim ke Amerika Serikat.

Direktur Operasional PT SCNP, Shirly Effendy mengungkapkan bahwa. “Ekspor Air Purifier ini merupakan wujud implementasi strategi pengembangan produk dan perluasan pasar SCNP dalam menghadapi pasar global. Strategi ini inline dengan komitmen SCNP yang sangat mendukung program dan kebijakan pemerintah dalam upaya untuk bangkit dari kondisi perekonomian yang terdampak pandemi Covid-19,” ungkapnya.

PT SCNP merupakan produsen beragam brand/produk perangkat elektronik rumah tangga (home appliances) ternama seperti Philips, maupun sebagai prinsipal manufaktur yang mampu memproduksi dan distribusi brand milik sendiri yaitu turbo (blender, kipas, kompor gas, setrika) dan OEM Original Equipment Manufacture (OEM) baik domestik maupun internasional.

Pabrik SCNP di Cileungsi berdiri di atas lahan seluas 85.711 meter persegi dengan luas bangunan 32.945 meter persegi. Dalam menjalankan proses bisnisnya, PT SCNP menerapkan protokol pencegahan dan pengendalian Covid-19. Perusahaan yang telah berproduksi sejak 1980-an ini berkomitmen untuk terus berproduksi meski dalam situasi pandemi.

Sementara itu Bea Cukai mewakili pemerintah, mengapresiasi kinerja PT SCNP yang dapat tetap ekspor meski dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Kesuksesan ini merupakan semangat kolaborasi antara pengusaha dan birokrat dalam mengembangkan industri sehingga mampu berproduksi sebanyak 119 kontainer dalam 5 bulan terakhir” ucap Tatang Yulianto, Kepala Kantor Bea Cukai Bogor.

Dalam menjalankan fungsinya sebagai trade facilitator dan industrial assistance, Bea Cukai akan senantiasa memberikan asistensi secara terus menerus dan mencari alternatif solusi kepada setiap perusahaan kawasan berikat.

Bea Cukai berharap konsistensi SCNP dalam industri manufaktur khususnya produk elektronik yang berhubungan dengan kesehatan, dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional melalui pertumbuhan devisa sekaligus membantu dalam pencegahan Covid-19 lewat produk mutakhirnya.

Pelaku Curanmor Tak Sengaja Tertangkap di Cibinong City Mal

BOGORDAILY –  Seorang pria berinisial N (17) di Cibinong, Kabupaten Bogor ditangkap warga karena dicurigai merupakan seorang penculik dan pemerkosa perempuan muda.

N dicurigai warga setelah mendapat informasi dugaan penculikan dan N ditangkap di kawasan Simpang Cibinong City Mall (CCM) pada Selasa (25/8/2020) sore.

Saat hendak diamankan, pelaku sempat berupaya melarikan diri hingga masuk ke area perkampungan.

Namun pelarian pelaku tak membuahkan hasil setelah warga ramai-ramai melakukan pengepungan.

Saat diserahkan ke polisi, polisi terkejut karena pria yang diamankan warga ini rupanya buronan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang sudah lama masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Itu kasus curanmor, DPO kita,” kata Kanit Reskrim Polsek Cibinong AKP Yunli Pangestu saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Rabu (26/8/2020).

Kasus curanmortersebut rupanya terjadi sekitar 1 bulan yang lalu.

Modusnya, N berpura-pura menjadi calon pembeli motor dengan cara COD (Cost on Delivery) namun malah membawa kabur motor korban.

Sementara untuk dugaan pelaku penculikan dan pemerkosaan yang dituduhkan warga, kata Yunli, pihaknya belum mendapat laporan dari pihak korbannya terkait hal itu.

“Enggak ada laporan (soal pemerkosaan). Di LP kita kasusnya hanya curanmor. N itu DPO kita,” kata Yunli.

Yunli menuturkan bahwa pada Senin (24/8/2020) lalu memang ada keluarga yang mendatangi Polsek Cibinong untuk melapor soal dugaan kasus pemerkosaan namun pelapor belum bisa memastikan kasus pemerkosaan tersebut terjadi di wilayah Cibinong atau bukan.

Wali Kota Sebutkan Bogor Menuju Zona Merah

BOGORDAILY –  Setelah ditetapkan masuk ke dalam zona orange, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyebut Kota Bogor menuju zona merah Covid-19.

Ikhwalnya jumlah kasus positif Covid-19di Kota Bogor saat ini telah mencapai 529 orang.

Bahkan pada Rabu (26/8/2020) ini kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 14 orang. Dari total kasus positif Covid-19 di Kota Bogor sebanyak 529 orang, sebanyak 29 meninggal, selesai isolasi/sembuh 316 orang dan masih sakit/positif aktif 184 orang.

Bima Arya Sugiarto mengatakan, kasus penularan didominasi transmisi lokal yakni klaster keluarga atau rumah tangga.

“Situasi ini sangat tidak mudah, di Bogor saat ini menuju zona merah karena kasus Covid-19 naik, sedangkan kesadaran masyarakat menurun. Ini bahaya sekali, untuk itu mari kita menangkan pertarungan ini,” kata Bima Arya pada Rabu (26/8/2020).

Dia menuturkan, transmisi lokal saat ini mulai menyebar. Bahkan, hampir 45 keluarga di Kota Bogor menimbulkan kasus menular ke 180 orang lebih

.”Itulah yang terjadi. Sebelumnya penularan itu dari luar (imported case), tentunya kondisi ini berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Sebab, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi saat ini luar biasa mengkhawatirkan. Indonesia minus 5,3% di kuartal II. Jika kuartal III dan IV masih minus bisa saja ke jurang resesi.

“Di Jawa Barat minus 5%, Kota Bogor lebih baik minus 4,53%. Di sini saya kira relevan untuk kita dalami. Yang masih positif urban farming, tanaman hias, komunikasi dan pendidikan. Karena itu kita harus membaca peta secara akurat. Musibah di mana, peluang dimana,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Pemkot Bogor untuk Siaga Corona, Sri Nowo Retno, menjabarkan hari ini ada penambahan 14 kasus baru dan sembuh hanya 8 orang.”Sedangkan untuk kasus probable hingga saat ini total sebanyak 54 orang, terdiri dari masih sakit 2 orang, sembuh 3 orang dan meninggal 49 orang. Hari ini tambahannya cuma 1 dari kasus probable,” katanya.

Kemudian untuk kontak suspek (Orang Dalam Pemantauan/Pasien Dalam Pengawasan) sebanyak total sebanyak 2.410, dengan rincian terdiri dari 37 meninggal, discarded atau sembuh/selesai 2.297 dan masih sakitnya 76 orang.

“Hari ini penambahannya 16 orang untuk kasus suspek. Sedangkan kasus kontak erat (Orang Tanpa Gejala) total sebanyak 1.301 orang, selesai 1.113 orang, masih dalam karantina 188 orang,” ucapnya.

Kata Ustaz Yusuf Mansur Usai Menjadi Korban Hoax Meninggal Dunia

0

BOGORDAILY – Ustaz Yusuf Mansur jadi korban hoax. Ia disebut telah meninggal dunia.

Yusuf Mansur pun telah menjelaskan di Instagram bahwa kabar meninggal dunia adalah bohong. Ia tak marah sama sekali usai diberitakan telah tiada oleh seseorang.

Ustaz Yusuf Mansur kemudian berkomentar terkait hal tersebut kepada detikcom. Ia menilai keburukan orang yang menyebut dirinya meninggal dunia berdampak kepada kebaikan.

Yusuf Mansur malah seakan bersyukur dengan adanya gosip telah tiada. Ia jadi banyak yang mendoakan.

“Keburukan orang mengantar kepada kebaikan. Keisengan orang juga mengantar kepada kebaikan. Nggak pernah salah dah. Selama kita juga mikirnya yang baik-baik saja, nggak ada juga ruginya juga selalu berpikir baik. Ya contoh tadi. Jadi doa panjang umur. Aman itu malahan. Bagus. Setidaknya, orang jadi pada mendoakan. Malah saya terima kasih,” ujar Yusuf via pesan singkat.

Lebih lanjut, Ustaz Yusuf Mansur berterima kasih atas banyak ucapan positif dari netizen. Ia tak menyangka para warganet begitu antusias mendoakannya untuk sehat selalu.

“Apalagi jika berita tentang wafatnya saya, bukan karena keburukan dan keisengan, melainkan memang salah info berantai saja. Ya malah ada kebaikan tambahan, yakni berterima kasih. Sebab itu akhirnya kan hanya mendatangkan doa. Doa dari banyak orang. Luar biasa,” tutur Yusuf.

Ustaz Yusuf Mansur menegaskan lagi bahwa dirinya benar-benar tak naik darah karena isu meninggal dunia. Ia juga meyakini tak ada orang yang punya niat jahat dengan mendoakan dirinya wafat.

“Saya yakin, nggak akan ada orang yang asli jahat ngedoain orang wafat atau sengaja mengisukan orang wafat,” kata Yusuf.

Kabar hoax meninggal dunia datang setelah beberapa hari lalu Ustaz Yusuf Mansur dirawat di rumah sakit. Ia diketahui sempat menjalani pengobatan karena sakit penyumbatan darah di bagian kepala.

Ustaz Yusuf Mansur pun ternyata sudah mengidap sakit penyumbatan darah sejak 2014. Ia kini telah pulang dari rumah sakit dan didoakan segera kembali beraktivitas dan ceramah.

Tol BORR Seksi IIIA Selesai Akhir Tahun Ini

BOGORDAILY – PT Jasa Marga (Persero) menegaskan Tol Bogor Rong Road (BORR) Seksi IIIA akan beroperasi akhir tahun.

Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto mengatakan, dari data Jasa Marga per 14 Agustus, penyelesaian ruas tol Bogor Ring Road seksi IIIA yang menghubungkan Simpang Yasmin hingga Semplak ditargetkan selesai akhir tahun.

“Hingga kini konstruksinya sudah mencapai 99,14%, dengan pembebasan lahan sebesar 88,25%,”

Terakhir Jasa Marga menargetkan penyelesaian pada Jalan Tol Manado-Bitung. Hingga kini, konstruksinya baru mencapai 74,47%, dengan pembebasan lahan 96,74%.